Don’t Leave Me (Chapter 2)

Title                 : Don’t Leave Me

Author             : Lee yeojin (@dewiiezers)

Cast                 :

  • Kim Jong In a.ka Kai (EXO-K)
  • Jung Hyemi (OC)
  • Jung Yonghwa (CN.Blue)
  • Choi Hee Jin (OC)

Genre              : Romance, School, Life

Rating             : 14

Length             : Two Shoot

Disclaimer       : Semua cerita yang terdapat dalam FF ini hanya fiksi belaka yang muncul tiba-tiba dan saya tuangkan dalam sebuah kertas tanpa nama. *emang ada kertas tanpa nama? -_-“ XD Don’t silence reader! Leave your comment!! *Thanks for admin yang udah posting FF saya yang kesekian kalinya* J :*

Don't Leave Me..

Sumaries:

Akankah waktu dapat berhenti berputar?

Sungguh aku sangat mencintaimu

Sungguh ini melebihi apapun..

Bisakah aku berhenti pada tahap ini

Aku sungguh tidak ingin kehilanganmu..

Apa kau tahu? Apa kau menyadarinya? Apa kau dapat merasakannya?

 ___________________

Author POV*

Pagi hari saat kai bangun dia tidak menemukan hyemi disampingnya.Kai mencoba mencarinya ke kamar mandi tapi tidak ada mungkin hyemi ada dibawah pikirnya.Kai memutuskan membersihkan dirinya dengan masuk kedalam kamar mandi.Setelah membersihkan dirinya kai keluar dari kamar dan turun ke bawah.Dia menemukan yonghwa sedang duduk dan sarapan dimeja makan sendiri.Lalu dimana hyemi? Tanyanya dalam hati.

“Eoh, selamat pagi kai?” sapa yonghwa

“Pagi hyung..” jawab kai

“Duduk dan sarapan dulu sebelum berangkat.” Kata yonghwa.Kai pun duduk di sebelah yonghwa.

“Hyung dimana hyemi?” Tanya kai

“Dia sudah berangkat pagi-pagi sekali katanya ada tugas yang belum dia selesaikan.” Jawab yonghwa.Kai hanya mengangguk paham.Hening untuk sesaat tidak ada yang bicara diantara yonghwa dan kai. Sebenarnya yonghwa ingin sekali menanyakan masalah yang terjadi pada adiknya dan kai tapi dia berusaha untuk tidak terlalu ikut campur tapi dia juga penasaran, akhirnya yonghwa memutuskan untuk bertanya pada kai karena dia tahu jika bertanya pada adiknya pasti hyemi tidak akan menjawabnya.

“Mmm, kai-ah apa kau ada masalah dengan hyemi” Tanya yonghwa ragu. Kai hanya diam dan bingung tidak tahu haru berkata apa. Tapi kai mencoba tersenyum.

“Aku akan menyelesaikannya hyung.” Jawab kai pelan

“Kai-ah jangan membuat hyemi menangis.” Kata yonghwa.Kai tersenyum dan mengangguk.

“Hyung aku berangkat dulu.” Pamit kai.

Sekolah masih sepi saat hyemi datang baru beberapa saja mungkin karena masih terlalu pagi. Hyemi memilih pergi ke perpustakaan sekolahnya sebelum bel masuk kelas, dia masih harus mengerjakan tugas yang belum ia selesaikan kemarin karena ia sakit. Hyemi memilih duduk di meja paling sudut ruangan itu.

Sebenarnya bukan tanpa alasan hari ini dia datang pagi-pagi sekali kesekolah memang tugasnya yang harus ia serahkan kepada seongsaenim belum selesai tapi lebih dari itu untuk semetara ia ingin sedikit menjauh dari kai. Ia ingin memikirkan semuanya tentang hubungannya dengan kai kedepan dan dia juga tidak ingin membuat kai bingung dengan pilihan yang akan dibuatnya sendiri.

Kai yang sudah tiba disekolah segera mencari hyemi kekelasnya tapi dia tidak ada disana.Kai bepikir hyemi pasti ada diperpustakaan jika dikelas tidak ada.Diapun segera berlari menuju perpustakaan. Dan tepat! Dia menemukan gadis itu disana sibuk dengan buku dan penanya.Kai tersenyum lirih saat melihat gadis itu.

Kai POV*

Begitu aku sampai disekolah aku segera mecari hyemi di kelasnya tapi nihil.Hanya ada beberapa anak saja dan tidak ada heymi diantara mereka. Ah, yonghwa hyung bilang hyemi ingin menyelesaikan tugasnya pasti dia ada diperpustakaan! batinku. aku Segera berlari menuju perpustakaan dan tepat dia berada disana duduk disudut ruangan dengan buku tebalnya.

Aku tersenyum lirih memandagnya yang tengah serius dengan buku dan penanya.‘Hye-ah..aku janji tidak akan membuatmu menangis lagi’ batinku. Aku tidak ingin mengganggunya yang sedang mengerjakan tugas jadi aku lebih memilih kembali ke kelas ku.

Sejak semalam hee jin terus menghubungiku dan aku mengabaikan semua panggilan dan pesannya. Sedikit merasa bersalah juga tapi aku harus bagaimana?Aku tidak ingin menjawab semua panggilannya saat aku sedang besama hyemi itu semua aku lakukan juga demi menjaga perasaan hyemi.

Ddrrtt ddrrtt panggilan masuk  Cho Hee Jin. Aku menekan tombol hijau dan menjawab panggilannya.

‘Yak!Kim jong in kenapa kau mengabaikan semua panggilanku sejak semalam?! Kau juga tidak membalas pesan-pesanku!! Kemana saja kau semalam?!! Aku menunggumu semalaman dirumahmu!” omel hee jin

“Bisakah kau tidak marah-marah saat menelfon?” jawabku dingin. Ya, aku paling benci ada orang yang menelfonku marah-marah seperti tidak tahu aturan saja!

‘Kemana saja kau semalaman?’ Tanya hee jin dengan nada  lembut sekarang

“Aku menginap dirumah hyemi.” Jawabku datar

‘’Ke-kenapa kau harus menginap dirumahnya?Kenpa tidak pulang saja?’ Tanya heejin

“Wae?Aku menjaganya semalam. Dia sakit dan semua itu gara-gara perbuatanku!” jawabku ketus

‘Kai-ah aku menunggumu semalaman dan sekarang kau mengatakan kau menginap dirumah gadis itu semalam?’

“Sudahlah aku sedang disekolah sekarang!” jawabku dingin dan mematikan ponselku

Apa-apan perkataannya tadi?Kenapa dia berkata seperti itu?dan kemarin dia mengataka dia kembali hanya untukku. Cih, untuk apa? Kenapa dulu dia tidak kembali, kenapa baru sekarang? Sudahlah lupakan! Sebaiknya aku menemui hyemi dan menjelaskan semua yang terjadi kemarin padanya.Dimana dia ya?Apa mungkin ditaman? Lebih baik aku kesana.

Aku melihatnya sedang duduk sambil mendengarkan lagu ditaman.Matanya terpejam sepertinya dia tidak cukup tidur.Aku duduk disebelahnya dan memegang keningnya.Hangat.Apa hyemi masih demam? Tapi kenapa yonghwa hyung tidak melarangnya pergi ke sekolah kalau hyemi masih demam?Hyemi membuka matanya dan menatapku sayu. Dia tersenyum manis.

“Kau disini?” tanyanya

“Kenapa tidak menungguku tadi pagi?” Tanya ku

“Mianhae, ada tugas yang harus kuselesaikanmakanya aku tidak menunggumu. Lagi pula kau tidur sangat pulas jadi aku tidak tega untuk membangunkanmu.” Jawabnya menyesal.Aku mengusap rambutnya dan melingkarkan tanganku di bahunya.

“Hye-ah dengarkan aku. Aku ingin menjelaskan semuanya.” Ucapku

“Tidak ada yang perlu dijelaskan. Aku tidak marah padamu kai-ah.” Jawabnya.Tapi dari tatapan matanya aku bisa melihat hatinya yang terluka.

“Aniya!Dengarkan aku dan jangan menyelaknya, ara!” hyemi mengangguk. Aku menatapnya dalam danmulai menjelaskan semua yang terjadi antara aku dan hee jin.

“Hye-ah saat itu aku sedang berlatih karena terlalu asik berlatih aku tidak menyadari jika ada seseorang yang masuk kedalam ruanganku berlatih. Tadinya aku kira itu kau, karena saat itu kau bilang akan datang  tapi aku tidak menyangka jika orang yang dihadapanku saat itu bukan kau tapi malah choi hee jin. Aku yang tidak bisa berfikir dengan jernih saat itu langsung memeluknya dan aku..” aku menghela nafas berat, ku lihat hyemi masih menungguku untuk menjelaskan semuanya, aku mencoba memahami raut wajahnya tapi dia tersenyum menenangkan dan mengangguk tanda dia ingin aku melanjutkan ceritaku.

“Aku..aku.. tanpa sadar aku menciumnya.. dan disaat itu kau datang.” Ucapku pelan.Aku menatap hyemi tatapannya seperti kosong. Dasar kai bodoh! Kau berbicara seperti itu tentu saja menyakitinya! Dasar pabbo!!

Hyemi POV*

“Aku..aku.. tanpa sadar aku menciumnya.. dan disaat itu kau datang.”

Sakit.Kenapa rasanya sakit sekali saat dia mengatakan mencium heejin tanpa sadar.Tegarlah hyemi.Tenangkan dirimu. Tidak bisa, padahal aku sudah mencoba kuat saat dia menjelaskan semuanya tapi kenapa rasa sakit itu masih  saja ada. Aku menyadari kai menatapku sejak tadi dengan pandangan cemas. Aku segera tersenyum manis atau lebih tepatnya tersenyum getir.

“Tak apa kai-ah, aku mengerti.” Jawabku.Mengerti aku memang berusaha mengerti semua kejadian hari itu tapi sekali lagi kenapa masih sulit?

“Hye-ah..”

“Kai-ah..jangan meminta maaf terus padaku aku mengerti perasaanmu saat itu. aku juga tahu bagaimana perasaanmu pada hee jin. Bukan kau yang harusnya minta maaf tapi aku..” aku menarik nafas sebentar untuk mengatakan semuanya.

“Aku egois kai, aku..aku tidak pernah mau melihat hal yang sebenarnya. Kai-ah mianhae karena selama ini aku selalu menutup mata dan telingaku untuk mendengarkan hatimu.”

“Kau tahu?seharusnya sejak awal aku tidak pernah ada disisimu, kau terlalu mencintai hee jin begitu juga dengan hee jin dia juga sangat mencintaimu dan aku.. aku tidak punya rasa cinta sebesar yang dimiliki hee jin.”

Kai terperangah mendengar perkataan ku entah apa yang ada difikirannya sekarang tentang ku. Aku tidak peduli, sekarang aku hanya ingin menyelesaikan semuanya.Semua yang terjadi diantara kami.

“Kai-ah aku tahu sejak dulu, saat kita memulai semuanya kau belum bisa melupakan hee jin, hanya saja waktu itu kau meyakinkanku bahwa aku bukan menjadi tempat pelarianmu karena perginya hee jin. Aku percaya..ani aku mencoba percaya tapi aku tahu itu sangat sulit. Tapi karena ke egoisanku aku mengubur semua itu dengan menutup  mata dan telingaku. Aku meyakinkan diriku bahwa dihatimu hanya ada aku, tapi..aku sadar sampai kapanpun aku berusaha kau akan tetap menjadi milik hee jin dan aku.. aku hanya akan menjadi masa lalu.” Jawabku lirih.Aku menunduk menahan air mata yang ingin keluar.

Author POV*

Kai menggeleng dan menggenggam tangan hyemi raut wajahnya juga berubah menjadi sedih.

“Hyemi-ya ka-u tahu se-mua itu?”Tanya kai terbata.Kai mengangkat dagu hyemi agar heymi menatapnya.

“Mianhae, aku..aku terlalu bodoh karena baru menyadari kau orang yang berarti untukku.” Kata kai lirih suaranya pelan dan hampir tidak terdengar tapi tidak dengan hyemi karena dia duduk disebelah kai.

“Kai-ah sudahlah jangan membahas hal ini lagi, bukankah ini disekolah dan bukankah kau tidak suka jika membahas masalah pribadimu di sekolah?” kata hyemi mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.Kai tersenyum mendengarnya.

“Kau masih ingat?”

“Tentu saja. Kajja sebentar lagi bel masuk berbunyi.” Hyemi menarik tangan kai untuk kembali ke kelas mereka.

Kai dan hyemi memang berbeda kelas kai berada dikelas XII-1 sedangkan hyemi di kelas XII-3 hanya bejarak satu kelas sih tapi mereka jarang sekali mengunjungi kelas satu sama lain.

Malam harinya yonghwa melihat hyemi hanya memakan sedikit makan malamnya, entah apa yang sedang dipikirkan oleh adiknya itu dia sendiri juga tidak tahu dan tidak ingin ikut campur dengan masalah adiknya kecuali jika ya hyemi meminta pendapatnya dan bantuan darinya.

“Neo gwaenchana?”Tanya yonghwa pada hyemi yang sejak tadi hanya memainkan makan malamnya.

“Mmmm” jawab hyemi mengangguk

“Kau tidak mau menceritakannya padaku?” Tanya yonghwa lagi dan hyemi menjawabnya dengan gelengan kepala.

“Kau tidak mempercayaiku? Hei aku ini oppa mu..” kata yonghwa

“Kau berlebihan oppa..sudahlah aku baik-baik saja.” Jawab hyemi dingin

“Kau dingin.” Hardik yonghwa kesal

Hening.Tidak ada pembicaraan diantara mereka sibuk dengan fikiran masing-masing yonghwa masih berkutat dengan makan malamnya sedangkan hyemi masih mengaduk-ngaduk makanannya.

“Oppa..apa yang akan kau lakukan jika yeojachingumu bertemu lagi dengan man-tan pacarnya?” Tanya hyemi ragu

“Apa itu masalahmu sekarang dengan kai?” Tanya yonghwa

“Yak! Jawab saja oppa!!” kata hyemi ketus

“Hahaha, araseo.Mmm bagaimana ya, mungkin cemburu tapi bukankah saat kami mulai menjalani hubungan rasa percaya itu sudah tertanam? Jadi mugkin mempercayainya adalah hal yang baik untuk kelangsungan hubungan kami.” Jawab yonghwa

“Mmm, lalu bagaimana jika yeojachingumu..masih menyimpan rasa pada mantan pacarnya?” Tanya hyemi lagi.

“……” Yonghwa diam. Mencoba mnecerna pertanyaan hyemi barusan. Otaknya berfikir apa itu masalah yang sedang dihadapinya dengan kai. Apa kai masih mencintai mantan pacarnya? Atau apa selama ini kai tidak mencintai hyemi dan malah mempermainkan perasaannya? AH MOLLA!!

“Itu..kenapa bertanya soal itu?” Tanya yonghwa kembali

“Hanya bertanya saja.” Jawab hyemi datar

“Aku akan mempertahankannya untuk berada tetap disisiku” jawab yonghwa tegas

“Bagaimana jika dia tidak bahagia bersamamu?” Tanya hyemi lagi

“Kalau begiu aku akan berusaha membuatnya bahagia disisiku.”

“Kalau dia tetap tidak bahagia bersamamu melainkan bahagia dengan mantan pacarnya?” yonghwa semakin tidak mengerti dengan pertanyaan-pertanyaan hyemi.

“Hye-ah apa kai masih mencintai mantan kekasihnya?” pertanyaan yonghwa membuat hyemi mengalihkan pandangannya kearah lain. Dia tidak ingin menatap mata oppanya yang saat ini tengah tajam menatapnya.

“…….”

“Kenapa diam?Hyemi-ya kau tidak bisa terus menerus menyembunyikan masalah yang kau punya.Bukankah lebih baik jika kau membagi masalahmu dengan seseorang, dan satu lagi akhir-akhir ini aku sering melihat mu meneteskan air mata.”Perkataan yonghwa membuat hyemi skakmat ditempat.

‘Jadi oppa melihatnya?’ batin hyemi

“………” hyemi diam

“Aku ada dikamar jika kau ingin bercerita” jawab yonghwa sambil beranjak dari tempat dudukya dan menuju kekamarnya yang berada dilantai 2 sebelah kamar hyemi.

“Oh iya pertayaanmu yang terakhir tadi..

Aku akan mengalah demi kebahagiannya” jawab kai sebelum akhirnya menaiki anak tangga.

Hyemi POV*

Mengalah?Apa aku harus melakukannya? Melepas kai, orang yang teramat aku sayangi tapi jika itu demi kebahagiaan kai bukankah aku harus melakukannya.Eotteokhae? Aku tidak mau kehilagan kai, tapi jika kai memang akan bahagia jika aku melakukan itu…

Kai memang akan bahagia jika kembali bersama hee jin lalu bagaimana denganku? Ya tuhan..kenapa rumit sekali!! Tapi bukankah kebahagiaan kai adalah segalanya?

‘Kai-ah aku harus bagaimana?’ batinku.Hati dan fikirannku semua ku kerahkan untuk berfikir.

‘Ah, memang hanya itu cara satu-satunya. Baiklah aku akan melakukannya! Tersenyumlah jung hyemi!! Ayoo!!” aku menyemangati diriku sendiri

Baiklah karena besok adalah hari minggu dan kai tidak ada jadwal latihan lebih baik kau mengajaknya untuk bertemu dan menyelesaika semuanya.Ya.Harus aku tidak bisa melihat kai yang terus-terusan bingung dengan perasaannya.Apa aku perlu mengajak hee jin? Tapi aku tidak punya nomor ponselnya.Bagaimana ya?Sebaiknya aku mnegirim pesan dulu pada kai untuk memberitaunya.

To: JongKai

Kai-ah apa besok kau ada acara? Bisakah kita bertemu?

Segera setelah mengetik pesan untuk kai dia menekan tombol send. Dan tidak lama ponsel hyemi kembali bergetar dan kai menghubunginya.

‘Aku tidak ada acara besok.’ Ucap kai diseberang sana

“Bisakah kita bertemu di kedai es krim?” Tanya hyemi

‘Aku akan datang. Jam berapa? Apa aku harus menjemputmu?’ Tanya kai

“Ani kau tidak perlu menjemputku, kita bertemu saja disana sekitar jam 3 sore dan kai-ah..bisakah kau mengajak hee jin?” Tanya hyemi

‘……..’ hening. Lama kai diam tidak menjawab

“Kai-ah kau masih disana?” Tanya hyemi khawatir

‘Mmm, kau ingin aku mengajak hee jin?’ Tanya kai memastika

“Ye.Bisakah kau mengajaknya?”

‘Baiklah jika itu maumu’ jawab kai dingin. Hyemi tahu kia tidak suka jika mereka harus bertemu bersama-sama dengan hee jin.

“Gomawo kai-ah. Jalja”

‘Ye jalja’ ucap kai mengakhiri panggilannya.

Sebaiknya malam ini aku tidur lebih cepat agar bisa mempersiapkan hati dan diriku untuk besok.Apa yang akan terjadi setelah besok ya? Molla, lebih baik jalani saja.

#Kedai es krim

Kai dan hee jin sudah menunggu selam 20 menit tapi hyemi belum juga datang dan itu sedikit membuat kai resah dan tidak henti-hentinya melihat ponselnya. Siapa tahu hyemi minta dijemput olehnya karena jalan yang macet atau hyemi tidak akan bisa datang karena disini juga ada heejin. Tapi bukankah hyemi yang menyuruhku mengajak hee jin, batin kai.

Hee jin yang sedikit kesal karena sejak mereka datang kai hanya diam saja dan terlebih dia seperti seseorang yang sedang cemas sambil memandangi ponselnya.

“Kai-ah neo gwaenchana?” Tanya hee jin

“Mmm” jawab kai

“Kenapa kau mengajak ku kesini? Bukankah kau tidak suka makan es krim?” Tanya hee jin lagi

“Tidak lagi.” Jawab kai asal.

“Kai-ah..mmm, apa kau mencintai yeoja yang waktu itu?” Tanya hee jin ragu

“…..”

Kai POV*

“Kai-ah..mmm, apa kau mencintai yeoja yang waktu itu?” Tanya hee jin ragu

“…..”

Apa aku mencintainya? Tentu saja! Pertanyaan macam apa itu? jika tidak mencintainya kenapa juga sekarang aku harus cemas karena hyemi tidak kunjung datang.

Hee jin menggenggam tanganku yang berada di atas meja.

“Kai-ah tidak bisakah kau memutuskan yeoja itu dan kembali padaku?” Tanyanya

DEG!

“Wae?” Tanya ku dengan alis bertaut tanda tidak mengerti

“Aku tahu kau masih mencintaiku dan perasaanmu terhadap yeoja itu hanya sementara kai.Aku tahu bagaimana dirimu dan semua yang ada pada dirimu.Kai-ah kau menjadikannya yeojachingumu hanya untuk mengisi kekosongan hatimu saat ku tinggalkan bukan?Dan sekarang aku sudah kembali dan kau harus segera memutuskan yeoja itu.anggap saja hal ini tidak pernah terjadi dan aku memaafkanmu.”

“MWO?” kataku dengan nada tinggi .Aku benar-benar tidak habis fikir dengan apa yang diucapkan oleh hee jin. Dia kira aku tidak punya perasaan apa? Seenaknya saja bicara?!!

“Kai-ah aku mohon putuslah dengannya aku akan kembali dan menetap disini.” Ucap hee jin dengan nada lirih.

“…..”

“Kau tahu?Selama 2 tahun ini aku selalu merindukanmu, aku selalu mencintaimu dengan segenap hatiku.Aku tahu aku bodoh, karena tidak seharusnya aku memutuskan hubungan denganmu waktu itu.aku menyesal kai, sungguh aku menyesali perbuatanku yang telah menyakitimu. Akhirnya saat liburan kemarin aku memutuskan untuk kembali ke korea karena aku sudah tidak sanggup lagi menahan perasaanku. Dan aku senang saat kau melihatku kau langsung memelukku dan menciumku.” Air mata hee jin menetes.

“setiap hari yang aku fikirkan adalah kau. Bagaimana keadaanmu, apakah kau makan dengan baik atau tidak, apa hari ini kau latihan, apa hari ini kau pulang larut malam lagi, atau apa kau juga merindukanku, dan masih banyak lagi yang lainnya.”Aku menepis tangannya yang memegang tanganku sejak tadi.

“Kau kira aku tidak?!Kenapa kau baru datang sekarang?Kenapa tidak dulu saja?Kenapa kau kembali dengan perasaan itu?kau tahu aku juga tersiksa!! Kau bilang kau adalah orang yang sangat mengerti aku tapi kenapa kau pergi waktu itu?kenapa tidak mencoba untuk bertahan? Kau kira aku tidak lelah?! Aku selalu bergantung padamu kau sendiri juga tahu pengaruhmu bagi diriku sangat besar tapi karena keegoisanmu kau pergi begitu saja tanpa memperdulikan perasaanku!” ucapku kesal

Kesal?Memang tapi aku juga tidak tega melihatnya meneteskan air matanya seperti itu.aku akui aku memang masih menyimpan perasaan itu pada nya tapi aku sudah memiliki hyemi sekarang dan aku tidak mungkin meninggalkannya. Hyemi sudah sering merasakan sakit karena sikapku jadi aku tidak akan meninggalkannya.

“Kenapa sekarang harus seperti ini?Kau kira hyemi tidak tersakiti? Sudah cukup aku menyakitinya dengan sikapku selama ini dan aku tidak akan mungkin meninggalkannya!” kataku

Hyemi POV*

“Kau kira aku tidak?!Kenapa kau baru datang sekarang?Kenapa tidak dulu saja?Kenapa kau kembali dengan perasaan itu?kau tahu aku juga tersiksa!! Kau bilang kau adalah orang yang sangat mengerti aku tapi kenapa kau pergi waktu itu?kenapa tidak mencoba untuk bertahan? Kau kira kau tidak lelah?!Aku selalu bergantung padamu kau sendiri juga tahu pengaruhmu bagi diriku sangat besar tapi karena keegoisanmu kau pergi begitu saja tanpa memperdulikan perasaanku!”

“Kenapa sekarang harus seperti ini?Kau kira hyemi tidak tersakiti?Sudah cukup aku menyakitinya dengan sikapku selama ini dan aku tidak akan mungkin meninggalkannya!”

Itulah yang dikatakan oleh kai?Ternyata kai memikirkan perasaanku juga.

‘gomawo kai-ah kau masih mau memikirkan ku?’ batinku

Aku memang sudah datang sejak 30 menit yang lalu, sebenarnya aku sedikit terlambat karena yonghwa oppa memintaku mengantarkan tugasnya kerumah temannya dan saat aku datang kai dan hee jin sedang berbicara serius, karena tidak ingin mengganggu aku memilih duduk di meja yang berada tidak jauh dari meja yang kai dan hee jin tempati.

aku masih bisa mendegar apa yang dikatakan oleh hee jin dan kai. Melihat mereka seperti itu aku merasa menjadi sesorang yang dengan teganya merusk hubungan  mereka. Sepertinya aku memang harus segera mengambil keputusan jika tidak kai dan hee jin pun kana semakin tersakiti karena keegoisan hatiku. Tidak.Aku tidak akan membiarkan kai tersakiti lagi karena keegoisanku. Ya, memang lebih baik begitu lebih baik aku yang merasakan sakit disbanding harus dengan kai.Aku pun berjalan mendekati meja mereka berdua.

“Kau..” ucap hee jin tertahan.

“Hye-ah” ucap kai.Aku tersenyum sebagai jawaban.

“Mianhae aku telat.” Ucapku

“Kau dari mana saja?” Tanya kai khawatir

“Tadi aku mengantarkan tugas yonghwa oppa dulu.” Jawabku menenangkan kai

“Maaf tapi apa yang kau lakukan disini?” Tanya hee jin sinis. Aku tersenyum mendengar pertanyaannya. Dari pertanyaannya terlihat sekali bahwa hee jin tidak menyukaiku.

“Aku yang menyuruh kai membawamu kesini karena ada seseuratu yang ingin aku bicarakan.” Jawabku

“Mwo?!Jika itu tentang aku dan kai maaf aku tidak berminat. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskan kai pada yeoja seperti mu. Yeoja yang dengan terang-terngan memanfaatkan keadaan kai yang sedang labil

“Hee jin jaga bicaramu.” Selak kai

“Tak apa kai-ah. Hee jin memang benar aku sudah memanfaatkanmu.”

Kai tidak percaya.Terlihat sekali dia terus menggelangkan kepalanya.

“Hee jin-ssi kau memang benar, seharusnya aku tidak memanfaatkan kelabilan kai saat itu.kau jauh lebih baik dibandingkan denganku, aku memang sudah berusaha keras untuk membuat kai bisa melupakanmu dan bisa menerima perasaanku.. tapi, itu semua sia-sia. Kai tetap tidak bisa melupakanmu, dia sangat mencintaimu dan aku..aku tidak bisa terus menerus memaksakan perasaanku. Aku akan mundur jadi tolong jaga kai untuk selanjutnya.” Ucapku lirih di kalimat terakhir.

“Mwoya?!” kai terperangah mendengar ucapanku

“Apa yang kau katakan jung hyemi?! Kau kira aku ini mainan yang seenaknya saja bisa kau buang begitu saja?!” Tanya kai marah

“Ani.Kai-ah bukankah kemarin saat disekolah aku sudah mengatakanya padamu, aku orang yang egois kai aku bukan seperti apa yang kau fikirkan selama ini. Karena ke egoisanku kau menderita, karena aku juga kau menjadi seperti ini dengan hee jin-ssi.Jadi..kai-ah gomawoyo karena selama ini telah membiarkanku berada disisimu dan mianhae karena aku tidak bisa menjadi seperti yang kau mau.” Aku segera pergi meninggalkan mereka berdua.Kai berteriak memanggilku tapi tidak ku pedulikan.Yang aku tahu aku hanya harus segera pergi dari tempat itu.

Sungguh saat mengatakan semua itu aku berusaha keras menahan airmataku.Aku tidak inign kai melihatku menangis dan aku juga tidak ingin terlihat lemah didepan mereka berdua.Ya tuhan… yang selama ini aku takutkan terjadi juga hari ini.Aku kehilangan kai.Aku kehilangan orang yang ku sayangi.Kenapa sesesak ini?Bukankah aku sudah bertekad untuk tidak membuat kai menderita lagi karena kebodohanku. Oppa..aku harus bagaimana sekarang? Melepas kai seperti mencabut separuh dari jiwaku.

‘mianhae kai-ah mianhae..’

Author POV*

Sejak kejadian hari itu, hari dimana hyemi memutuskan untuk menyerah dan memutuskan untuk tidak bersama lagi dengan kai hyemi terus menerus mencari kesibukan.Entah dari tugas-tugas sekolahnya yang semakin hari semakin banyak ataupun dari les-les yang dia ambil belakangan ini untuk mneghadapi ujian akhir.Disekolahpun hyemi menghindari untuk bertemu dengan kai.Tapi hal itu juga tidak menyurutkan niat kai untuk terus berusaha agar dia dan hyemi bisa bicara kembali.

Hari ini kai memutuskan untuk pergi kesekolah lebih awal dia akan menunggu hyemi didepan kelas yeoja itu biar bagaimanapun kai masih menginginkan penjelasan yang lebih dari hyemi. Meskipun dia tahu pasti apa yang difikirkan hyemi tentang perasaannya terhadap heejin.

Dan hee jin..yeoja itu sudah kembali ke jepang. Kai yang memintanya karena dia sudah memutuskan untuk tetap bersama dengan hyemi.Kai menyadari bahwa hyemi memang sangat penting baginya lagi pula bukankah kai sedniri juga sudah berjanji untuk tidak menyakiti hyemi lagi.Tapi permasalahannya sekarang adalah hyemi menghindarinya. Setiap bertemu pasti hyemi mencari-cari alasan agar dia tidak bisa bicara dengan kai, dan kai yang sudah mencapai batas kesabarannya hari ini tidak peduli cara apa yang akan dia pakai untuk bicara dengan gadis itu.

Lama kai menunggu dan hyemi muncul juga. Gadis itu terlihat sibuk dengan ponselnya kai yang melihatnya segera menarik pergelangan tangan hyemi dan membawanya pergi dari sana.

Hyemi POV*

“Yak! Neo! Lepaskan! Hei..kenapa kau menarik tanganku?” teriakku yang tiba-tiba saja ditarik dengan paksa

“Kita harus bicara.” Ucap kai dingin

Aku yang baru mneyadari jika kai lah yang menarik tanganku hanya bisa terdiam. Ya tuhan ada apa dengannya? Kenapa tatapannya dan ucapannya sangat dingin sekali?Aku baru melihat kai yang seperti ini.Dan ini sedikit membuatku ngeri.

Beberapa hari ini setelah kejadian itu aku memang menghindari untuk bertemu langsung dengan kai, bahkan bicarapu aku menghindarinya.Dan kai selalu saja menemukanku dan selalu memintaku agar kami bisa bicara berdua saja.Tapi aku selalu menolaknya dengan cara-cara halus seperti sedang banyak tugas, aku yang di panggil oleh seongsaenimm, atau aku ada jadwal les dan tugas ku dirumah mneumpuk.Itulah alasan-alasan yang sering aku gunakan dan sepertinya alasan-alasan itu tidak berlaku lagi untuk hari ini.

Alasan sebenarnya kenapa aku selalu menghindari kai adalah karena aku belum bisa melupakan perasaanku terhadapnya.Makanya aku berusaha mati-matian untuk tidak bertemu dan berbicara dengannya. Tapi apa yang dilakukan oleh kai belakangan ini berbading terbalik dengan usahaku. Kai sering sekali menemuiku dan meminta padaku agar aku mau bicara padanya.Dia juga sempat menghubungi yonghwa oppa agar aku mau bertemu dan bicara dengannya.

#atap sekolah

“Kau ingin bicara apa kai-ah?” Tanyaku

“Wae? Kenapa kau menghindariku?” Tanya kai  sarkastik

“….”

“Kenapa diam? Aku sedang bertanya padamu jung hyemi!!” teriak kai padaku. Bahkan sekarang kai berani berteriak dihadapanku.

“….”

“….”

Hening.Tidak ada diantara kami yang saling bicara setelah kai berteriak tadi.

“Temui aku akhir minggu ini di sungai han aku akan menjelaskannya” ucapku dingin

“Kenapa harus akhir minggu? Kenapa tidak sekarang saja?” Tanya kai masih dengan emosi yang meluap

“Ini sekolah kai dan kau..kau terlalu beremosi sekarang.” Aku pergi meninggalkannya yang maish diam berdiri di tempatnya tadi.

Keras kepala sekali dia. Tidak bisakah dia melihat usaha ku belakangan ini? Hah! Kenapa sulit sekali melupakan perasaan ini… keluhku dalam hati

#sungai han

Sore hari adalah waktu yang tepat untuk menikmati udara musim semi.Hari ini cerah tanpa awan bunga-bunga juga bermekaran berwarna-warni seakan berbanding terbalik dengan suasan hatiku beberapa waktu belakang ini. Aku mengambil tempat duduk dibawah pohon yang cukup rindang tepat didepan sungai han. Aku memasang earphone ke telingaku dan memutar musik aku juga membuka buku yang sejak tadi aku bawa. Setidaknya suasana hatiku akan jauh lebih baik jika sudah seperti ini, membaca sambil mendengarkan lagu.

Saat sedang asik membaca tiba-tiba pandanganku dihalangi oleh sebuah bayangan yang tepat berada disebelahku.Aku mendongak untuk melihat sapa orang itu dan dia, orang yang sudah hampir satu bulan ini aku hindari berbiri tepat disamping aku duduk.Wajahnya terlihat sangat letih dan kantung matanya juga sedikit menghitam.Apa dia jarang tidur akhir-akhir ini? Kenapa kantung matanya tebal sekali?Batinku.Aku melepas earphone yang sejak tadi menempel ditelingaku dan juga mneutup bukuku.

“Sudah lama?” Tanya ku

“Seharusnya aku yang bertaya seperti itu.” kata kai. Aku tertawa kecil

“Duduklah.” Ujarku

Hening. Kami saling terdiam satu sama lain, masih memikirkan apa yang akan kami Tanya kan. Aku menatapnya dari samping dan mencoba membuka mulut untuk yang pertama kali.

“Bagaimana kabarmu?” tanyaku

“Buruk” jawabnya datar

“Wae?” tanyaku lagi

“Bukankah kau ingin menjelaskan kenapa kau menghindariku selama ini?”Tanya kai to the point.Aku meneguk ludahku mendengar pertanyaannya.

“Apa itu sangat penting?” tanyaku

“…..”

“Ara. Sejujurnya aku hanya membutuhkan waktu..waktu untuk bisa melupakan semuanya. Terutama perasaanku padamu kai-ah..aku, aku tidak tahu harus bagaimana dan seperti apa. Sungguh aku sudah berusaha mati-matian untuk melupakanmu tapi itu sulit.” Kataku dengan nada kecil di akhir kalimat

Kai menautkan alisnya saat aku menjelaskan yang sebenarnya.Aku tahu mungkin saat ini kai sedang menganggapku yeoja bodoh yang bertindak sangat kekanakan.Masa bodolah, yang terpenting aku sudah mengatakan semuanya.

“Entah bagaimana aku sudah terbiasa dengan kehadiranmu jadi aku harus berusaha keras untuk mengembalikan semuanya ketempat semula. Mianhae jika aku menghindarimu, tapi aku janji tidak akan lama. Aku hanya perlu sedikit waktu lagi untuk bisa menghilangkan semuanya dan setelah itu kita bisa menjadi teman seperti yang lainya.” Ucapku lirih.

Sesak.Kenapa mengingat kai yang sudah bukan menjadi milikku lagi membuatku begitu merasakan sakit.Aku sudah terbiasa dengan kehadiran kai lalu sekarang dia tidak ada lagi.Seperti ada seseuatu yang hilang.Tempat itu kosong dan tidak berpenghuni membuatku sedikit sesak saat mendapati kenyataan yang sebenarnya bahwa kai tidak pernah benar-benar menempati tempat itu.

Kai POV*

“Kau memang egois!” kataku dengan nada tajam

“……”

“Kau tidak pernah memikirkan perasaanku. Kau juga tidak pernah bertanya bagaimana perasaanku padamu! Kau terlalu sibuk memikirkan kebahagian orang lain tapi kau mengabaikan kebahagiaan dirimu sendiri!” kataku sinis. Kesal! Ya itulah yang aku rasakan sekarang.Kesal pada diriku sendiri yang tidak bisa berbuat apa-apa.Seharusnya aku tahu sejak dulu kalau hyemi membutuhkan kepastian bukan hanya kepercayaan.Apa artinya sebuah kepercayaan tanpa sebuah kepastian.

“Wae?Kenapa kau baru melakukannya sekarang?Apa karena hee jin kembali? Kalau begitu kenapa kau tidak melakukannya sejak dulu?Wae?WAE? WAE?!!!” teriakku frustasi

Hyemi tetap diam. Pandangannya masih lurus kedepan dia tidak mau menatap kearahku sejak tadi.Aku tahu aku bahkan sangat tahu bahwa gadis ini tidak bisa menyembunyikan rasa terlukanya.Semuanya begitu terlihat saat aku menatap manik matanya yang hitam pekat.

“Mianhae….” Ucap hyemi lirih.Kini kepalanya menunduk. ‘cih.. gadis ini pasti menahan air matanya lagi’ cibirku dalam hati

“Kau mau meninggalkanku yang sudah terbiasa dengan kehadiranmu, huh? Kau mau melihat ku terpuruk lagi seperti 2 tahun yang lalu?” aku menarik nafas untuk melanjutkan kalimatku

“Joha ihae. Akan ku pastikan kau bukan hanya akan melihatku terpuruk, tapi kau juga akan melihatku mati secara perlahan. Itukan yang kau inginkan?” Tanya ku masih dengan nada sinis.Aku beranjak dari dudukku.Lebih baik aku pergi sekarang sebelum emosiku semakin naik dan berbuat hal yang tidak ku inginkan.

“Kenapa kau membuatnya semakin sulit?” tanyanya saat aku baru beberpa langkah meninggalkannya

“Aku hanya ingin kau bahagia.Apa itu salah? Apapun akan kulakukan asal kau bahagia termasuk melepasmu. Aku… aku hanya ingin..hanya ingin melihatmu tersenyum seperti dulu saat kau masih bersama hee jin.” Ucapnya bergetar.

Dia pasti menahan air matanya lagi.Kenapa kau begitu bodoh hye-ah kenapa tidak memukulku atau menangis menjerit dihadapanku.Wae?Kenapa kau tidak pernah melakukan itu dihadapanku?Kenapa kau selalu menyembunyikan perasaan sedih dan kecewamu dariku.Aku berjalan kembali menghampiri tubuh hyemi yang masih duduk diam denga kepala menunduk.Aku menariknya kedalam pelukanku.Aku memeluknya erat.Aku ingin dia merasakan perasaan yang kurasakan.Aku ingin dia merasakan bahwa aku tidak ingin pergi darinya.

Basah.Ini pasti air mata hyemi.Hyemi memang diam dan tidak mengeluarkan suara sejak aku peluk tapi aku tahu saat ini dia sedang menangis karena bahunya bergetar.Aku hanya bisa mengeratkan pelukanku agar dia bisa meluapkan semuanya.

“Uljima..kau tahu ini pertama kedua kalinya kau menangis dihadapanku.” Kekehku

“Jangan melepasku.Aku hanya ingin berada disisimu, menjagamu, dan membuatmu bahagia.Maaf karena selama ini sikapku terkadang dingin dan aku juga tidak pernah mengajakmu ke kedai es krim. Tapi aku janji setelah ini kita akan lebih sering pergi kekedai es krim.” Kataku tulus.Hyemi terkekeh mendengar kalimat terakhirku. Sebenarnya aku lebih mneyukai kopi dari pada es krim tapi untuk hyemi aku juga akan menyukai  es krim.

Aku melepaskan pelukanku. Mataku dan mata hyemi bertemu aku menghapus air matanya yang masih tersisa dengan jari tanganku. Aku tersenyum melihatnya seperti ini.Wajahnya sedikit sembab karena menangis tadi.

“Dengarkan aku..jangan melepaskanku untuk hee jin atau yang lainnya. Jika kau melakukannya lagi akan ku buat hidupmu menderita karena aku tidak akan pernah melepaskanmu selamanya. Araseo!” hyemi mengangguk mengerti meski begitu raut wajahnya seperti seseorang yang meminta penjelasan lebih.

“Jangan memikirkan hal apapun lagi. Kau hanya harus memikirkan ku saja tidak dengan yang lainnya dan soal choi hee jin..aku sudah memintanya untuk tidak mengganggu kita berdua lagi.” Kataku menenangkan.

Hyemi tersenyum hangat.Indah itulah yang kurasakan saat melihat senyum itu kembali lagi di bibirnya.Sungguh senyuman itulah yang membuatku dengan nekatnya dulu memintanya menjadi kekasihku.

“Tunggu disini..” kataku. Aku berlari kearah jalanan yang tadi kulewati.Aku ingin memberikan sesuatu untuknya.

Tidak lama aku kembali dengan membawa 2 eskrim coklat ditanganku.Aku menyodorkan satu es krim padanya.Hyemi pun tersenyum senang gadis es krimku kembali seperti dulu lagi.

“Gomawo..”

“Cheonman-eyo”

Yonghwa POV*

Syukurlah mereka berdua sudah berbaikan kembali. Aku kira mereka akan seperti ini terus.

‘Kau berhasil mencairka hati yeodongsaengku yang dingin itu kai’ ujarku dalam hati.

Tidak sia-sia aku mengikuti hyemi sampai kesini.Sepertinya aku memang berbakat menjadi detektif. 😀

END

Wahhhhhhhh! Akhirnya selesai juga two shootnya…. Don’t forget to leave your comment ^^ bye bye ^^ :*

20 pemikiran pada “Don’t Leave Me (Chapter 2)

  1. Jd hyemi sesak yah. Aq jg dah mati matian nahan airmata. Gak enak aja keliatan nangis smbil baca nih ff. Meski byk sedihx yg pnting happy ending dah.

Tinggalkan Balasan ke ana lestari Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s