After A Long Time (Chapter 1)

After A Long Time (Chapter 1)

Sequel of ‘A Thousand Years’

Author         : @nissakirana

Genre          : Romance, Sad, Comedy a little bit.

Main Cast     :

  • Lee Minji (OC)
  • EXO-M’s Xi Luhan
  • EXO-K’s Kim Jongin
  • EXO-K’s Do Kyungsoo

Rating          : General

Hello, readers. Remember me? The Author of The Last Hope and A Thousand Years.This is the sequel of ‘A Thousand Years’ by me. So, I suggest you to read it first to know the story. You can read it here. I’ll be waiting for your likes and comments, to begin the next chapter. Okay, let’s enjoy the story and thank you for reading~

P.S: You can visit my blog here and contact me via twitter (@nissakirana) or mail me at nissakier@gmail.com

-oOo-

“Minji? Mengapa kau melamun?”

“Minji, kau bisa dengar kami?”

5 years ago

­

“Hei anak baru, bisa dengar aku?”

Minji mendongakkan kepalanya. Ia menatap wajah didepannya─Kim Jongin. Kirana hanya menatap mata hitam itu sekilas, lalu kembali mengalihkan pandangannya ke hamparan bunga tulip di hadapannya.

“Kau! Sebagai anak baru, setidaknya kau merespon dengan memberi jawaban! Sepertinya masih saja ya kau mengabaikan orang lain.” Jongin mengatakannya dengan nada ketus, lalu turut duduk di hamparan rumput samping gadis berambut cokelat itu.

Lelaki berambut hitam itu memandangi hamparan bunga tulip di depannya sambil meluruskan kakinya. Ia tersenyum memandangi gadis di sampingnya, yang matanya terfokuskan oleh padang bunga itu. Gadis itu tampak bersinar─entah karena mentari musim panas yang menyinarinya, atau itu hanyalah bayangan Jongin saja. Ia bagaikan dibutakan oleh rambut cokelat panjang yang disibak oleh angin.

Jongin merogoh saku jeans kanan dan menemukan sekaleng orange juice dan sekaleng lagi di saku kiri. Ia menimbang-nimbang sebentar, lalu melenguh, tak menemukan mana yang lebih berat. Ia kembali melirik gadis disebelahnya, lalu menyodorkan jus kalengnya dengan tangan kanan. “Mau?

Sejenak Minji menoleh, dan melihat sebuah tangan berkulit cokelat dengan gelang karet hitam menyodorkan jus kalengan. Minji melenguh, lalu kembali menatap titik fokusnya tadi.

“Mau tidak?”

Minji menggeleng tanpa melihat sang audiens. Ia mencabut beberapa helai rumput dan merobeknya menjadi kepingan-kepingan kecil. Sejenak ia terdiam, lalu menebarkan robekan-robekan rumput ke pria di sebelahnya.

“Kalau tidak mau, ya bilang saja tidak. Sepertinya mulutmu memang dijahit, ya. Kau bahkan sampai detik ini baru mengatakan enam kata padaku!” seru Jongin. Ia melirik Minji.

“ ‘Namaku Lee Minji. Senang berkenalan denganmu’. Hanya enam! Huh, kau ini benar-benar tak pernah ngomong ya. Hanya bisa mengangguk dan menggeleng.” Jongin menggelengkan kepala sambil mengangkat sudut bibirnya dengan kesal, kemudian ia kembali merogoh sakunya. Ia tak menemukan apapun di saku jeansnya selain ponsel dan music player. Namun sepertinya, ia ingat akan sesuatu. Sejenak, ia mengambil ponsel dan diam-diam mengabadikan Minji dalam foto yang kini menjadi wallpaper ponselnya. Ah, kali ini saku kemejanya.

“Nih, bonus.”

Minji menghela napas─lagi-lagi, ia diganggu. Ia menoleh dan melihat apa yang disodorkan Jongin kepadanya─sebungkus oreo. Minji mengerjapkan matanya berkali-kali.

“Kau─”

“Kenapa bisa tahu? Luhan hyung memberitahuku. Walaupun aku agak memaksa,” potong Jongin cepat, lalu meraih tangan Minji dan menengadahkannya. Jongin menaruh sebungkus oreo dan jus kaleng disana.

“Terima kasih,” jawab Minji, pertama kalinya kepada Jongin. Minji tersenyum simpul, dan merobek bungkus oreo lalu memakan isinya.

Selama Minji melahap kudapan itu, Jongin tak henti-hentinya menatapinya. Sesekali Jongin tersenyum, melihat Minji yang makan dengan belepotan.

Jongin kembali merogoh saku ajaibnya, dan mengeluarkan sehelai sapu tangan berwarna putih dengan motif tribal hitam. Ia menunggu Minji untuk menyelesaikan keping oreo terakhir dan menyodorkan sapu tangan miliknya.

“Sudut bibir, dan bibir bagian atas,” ujar Jongin, tersenyum sebagaimana mestinya. Minji mengangguk, menerima dan tersenyum kepada Jongin. Senyuman pertama Minji yang Jongin lihat.

“Minji, aku mau tanya beberapa hal,” ucap Jongin yang dibalas oleh anggukan dari Minji.

“Luhan itu siapanya kau?”

“Luhan oppa?” tanya Minji, memastikan. Jongin mengangguk sambil memandangi bunga tulip yang berwarna putih.

“Hubungan yang sulit diartikan, sebenarnya.”

Jongin mengangguk-angguk mengerti. Walaupun jawaban yang diumbar oleh mulut Minji tidak sesuai harapannya, tetapi ia tersenyum mendengar suara Minji yang manis. Jawaban lisan pertama Minji yang Jongin terima.

“Ceritakan apapun tentang dirimu, aku ingin dengar.”

Minji terdiam sejenak, lalu meluruskan kaki dan merapikan rok pastel selutut yang ia pakai. “Tidak ada.”

Jongin melenguh. Ia sebenarnya sangat ingin mengetahui lebih jauh mengenai Minji, tetapi tidak mungkin ia memaksa Minji untuk menjawabnya. Itu akan membuat image dirinya turun di mata Minji. Tapi Jongin kembali tersenyum, mengingat apa yang baru saja dilakukan Minji. Penolakan lisan pertama Minji terhadap Jongin.

Yah, walaupun baru dua bulan masuk ke jenjang kuliah, Jongin sudah mendapat banyak penggemar di kampus. Bahkan, bagitu banyak noona yang mengidolakannya, sampai-sampai mengikutinya kemana-mana. Stalker.

Tapi entah mengapa, Jongin tak menginginkan semua itu. Ia tidak tertarik terhadap hal-hal seperti itu─sampai ia menemukan Minji. Minji merupakan satu-satunya hal yang membuatnya tertarik─selain ilmu pengetahuan dan dance.

“Jujur saja, pertanyaan ini agak narsis. Tapi, bagaimana opinimu mengenai aku?”

Minji menoleh dengan cepat, lalu tertawa.

“Kamu tuh jelek, item! Kayak gula jawa,” jawab Minji sambil tergelak, melihat mimik wajah Jongin yang berubah drastis.

“Kau ini ngomong bahasa apa, sih? Kam tem jawa? Apaan, tuh?”

Pantas saja kalau Jongin bingung dan tak mengerti. Kemarin, Minji menonton kisah historial mengenai salah satu negara kesukaannya, Indonesia. Dan dengan sukses, ia ‘terdampar’ di sebuah film berjudul ‘Habibie dan Ainun’ yang sukses membuatnya menangis.

“Hahaha, kau tidak perlu tahu, kalau kau tahu kau pasti mengamuk,” jawab Minji sambil tergelak-gelak.

Jujur saja, Jongin memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar terhadap pandangan Minji kepadanya─dan curiga mengenai apa yang Minji bicarakan. Tapi tak apalah, karena ini merupakan tawa pertama Minji yang dilihat Jongin.

Jongin terpaku, matanya tak bisa lepas fokus dari mata Minji. Bagaimana kedua bola mata hazelnut itu memandang. Bagaimana bulu matanya bergerak saat berkedip. Tanpa sadar, Jongin menyatakan pernyataan yang tak diharapkan.

“Matamu indah, Minji…”

 

Mata.

Minji mendadak gemetar─lalu menutup kedua telinganya. Air matanya mulai merebak, ia menatap waswas ke segala arah. Takut.

“J-Ja, jangan…”

“Kau kenapa, Minji? Matamu indah sekali, tahu.”

Jongin kebingungan menatap Minji─yang kini gemetar hebat dengan kaki ditekuk. Jongin benar-benar tidak tahu ia dalam situasi apa dan harus melakukan apa. Benar-benar tidak tahu.

Jongin mengira-ngira, bahwa Minji tak percaya ia memiliki mata yang indah. Maka, ia mengambil inisiatif untuk mengambil ponsel dan menunjukkan foto Minji.

“Nih, kau. Masih tidak percaya? Sini aku foto lagi. Wajahmu hadap kamera, dong1”

 

Kamera.

“AAAAAAH!!” teriak Minji sambil menutup kedua telinganya. Teriakan Minji pertama yang Jongin dengar.

 

Menangis. Tentu Minji masih merasa shockmendengar kata-kata itu. Tangisan pertama Minji yang Jongin lihat.

Jongin terkejut dan buru-buru menelpon Luhan─yang segera datang menjemput menggunakan mobil. Luhan turun dengan tergesa-gesa, dan menghampiri mereka.

“Apa yang kau katakan padanya?!” bentak Luhan. Jongin terperanjat, ia tak mengira Luhan yang lemah lembut kini berteriak padanya.

Luhan mendekati Minji dan mengengkatnya masuk ke dalam mobil. Dari wajahnya, terlihat bahwa Luhan sangat khawatir. Tapi, apa yang perlu dikhawatirkan?

“Jongin, nanti kita bicara.”

&&&

“Sehun menyerahkan matanya?”

Luhan mengangguk, sambil menatap ribuan tulip yang terhampar. “Makanya tadi kau lihat, dia masih shock.”

Jongin bersumpah, ia tak mengira bahwa selama ini Minji menjadi pendiam karena itu. Dan yang sekarang ia tahu, Minji trauma jika melihat cermin, dan apapun yang mengingatkannya kepada Sehun. Jadi itu masalahnya, Minji belum bisa move on.

“Lalu selama ini siapa yang mengurusnya?”

“Orangtuanya bekerja di luar negeri dan seperti tidak memedulikannya, tapi ia mendapatkan apapun yang ia mau. Tapi aku yang merawatnya.”

Jadi begitu hubungan Minji dan Luhan. Luhan menyukai Minji, dan entah sampai kapan akan menjaganya terus.

“Luhan hyung, boleh tidak aku ikut melindunginya?”

“Kenapa memang?”

“Karena aku menyukai Minji juga,”

&&&

 

Several days later

 

“Minji-ya, kau sudah makan?” tanya Jongin sembari tersenyum. Minji hanya menggeleng.

“Kau ini! Masih menjawab hanya dengan gerakan tubuh! Dasar anak baru!”

“Kau ingin aku jawab? BELUM! Dan sadarlah, kau juga anak baru!”

Jongin tertawa renyah, lalu memberikan kotak makanan yang sedari tadi ia pegang. Jongin mengangguk begitu Minji menampilkan mimik wajah bingung. Dan Minji membuka kotak makan itu. Oreo cheesecake.

“Terima kasih, anak baru!!” ujar Minji sambil tersenyum riang. Kemudian ia menaruh kotak bekalnya di bangku taman, lalu menungkupkan kedua tangannya di sekitar wajah Jongin. “Muah!”

Minji mengatupkan bibir ranumnya seakan-akan mencium. Padahal, bibirnya hanya mengatup-atup di udara dan tak menyentuh apapun.

Jongin membeku. Ia menatapi sang gadis yang kini tengah asyik dengan dunianya sendiri, menyendok sesuap demi sesuap oreo chhesecake itu. Membuat Jongin menelan ludahnya.

“Sama-sama…” ujar Jongin, lalu mengusap puncak kepala Minji dan menciumnya.

Membuat Minji membeku atas apa yang dilakukannya.

TBC~

Annyeong haseyooooooooo! Pendek ya?._. Nanti author usahain deh, chapter selanjutnya bakalan lebih puanjaaaaaang~ Dan ini masih Jongin side loh, mungkin tiap chapter berbedaaa… Sekian dari Author, comment dan like membantu Author buat bikin lebih cepat dan lebih panjang lagi! 😉 BYEEEEE~

Iklan

17 pemikiran pada “After A Long Time (Chapter 1)

  1. author…, aku like banget sama ff nya, hehehe 😀 , thor pkoknya lanjut lanjut , kalo engga aku bakalan kayak sehun nih *apaansih-_-*,

    pkoknya DAEBAK!!
    lebih daebak lagi kalo chap selanjutnya cepet, oke oke (y)

    aku tunggu yaa thor

  2. baguss thor..!! (y)
    sayangnya ga ada sehun lg u.u
    tp gpp.. ditunggu lanjutannya 😀

    oh ya.. sekalian tanya.. ff the last hope ga dilanjutin? masa cuma sampe chapter 2.. pdhl penasaran bgt gmana lanjutannya.. u.u

  3. Thor gantung thor, daebaakk bangettt !!! Cepet ya thor chapter 2.ny yg paannnjjjaaanngggg aku udah ga sabar,, aku pengen nanti ada cerita.ny minji.ny ngunjungin makam.ny Sehun ne, ya ya heehe 😀 hwaitting buat author muah 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s