House of Love (Chapter 2)

House of Love (Part 2: Jangan panggil aku seperti itu!)

Author:AldinaNoy98 (@Aldinaa__)

Genre:Romance,Comedy(maybe), geje -__-

Cast: Park Chanyeol, Kim Yeona

Other Cast: Suho,Baekhyun ,Choi Juna

Leght: Chaptered

Annyeonghaseyooo!! Mianne aku telat ngasih ni ff, karenaaa.. JENG JENG JENG!! Ide nya ga keluar-keluar! HAHAHA -_-. Oh iya sebelumnya saya mau berterima kasih sama admin yang udah nge publish ff abal-abal saya hehehe J .WARNING! Typo bertebaran, bahasaaneh, alur geje. -_-‘

Oke  dari pada saya ngomong ga jelas, mendingan langsung baca ajaa! Selamat membacaaaa!!!! 😀

rtep9itpab7usfy5lkwp5l7ch7w8w335

>><<

Chanyeol POV

“Chanyeol! Bantuin sini!” kata Yeona. Aku langsung membantunya menyiapkan peralatan makan di meja makan, sedangkan si setan ini memasak.

“Kau masak apa, Na-ya?” tanyaku sambil menyiapkan piring. Seketika dia mematung.

“Tadi kau panggil aku  apa?”

“Na-ya, tadi aku dengar si tiang listrik itu memanggilmu dengan sebutan ‘Na-ya’.” Dia pun mematikan kompor lalu mendekatiku.

“Dia bukan tiang listrik! Namanya Kris! Dan, jangan pernah sebut aku dengan sebutan itu!”

“wae?” tanyaku polos.

“Bukan hakmu untuk tahu!” katanya lalu kembali lagi ke acara memasaknya. Aku hanya manatapnya bingung,sensi banget sih.

Yeona POV

Sial! Jangan sampai dia akan memanggiku terus dengan sebutan itu. Na-ya. Ya,itu sebutan dari Kris oppa untuk, dia satu-satu orang yang memanggilku. Dan aku tak akan membiarkan siapa pun memanggilku ‘Na-ya’ selain Kris oppa!  Karena, aku ingin orang yang memanggilku ‘Na-ya’ hanya orang yang kucintai saja.

“Yak! Kapan makanannya jadi?!” teriak si idiot itu membuyarkan lamunankan. Aku mematikan kompor dan memangkat panci berisi sup kentang. Hari ini Suho oppa tidak pulang karena harus menyelesaikan kerja kelompoknya di rumah temannya. Jadi, aku harus berdua dengan si idiot ini. Suho oppa payah!

“Hmm, enak!” kata Chanyeol.”Ternyata gadis kasar sepertimu jago masak juga!”

Aku melirik sinis lelaki itu.”Semenjak aku tinggal di Kanada, orang tuaku sering sekali pergi sana-sini. Jadi aku mencoba belajar memasak lewat acara memasak di televisi.”

Dia menangguk. Lalu kami melanjutkan acara makan kami. Setelah selesai ,kami membereskan kembali meja makan dan mencuci piring.

>><<

“Na-ya! Jangan tinggalkan aku!”

Aku yang tadi berjalan cepat meninggalkan si idiot itu sekarang diam. Sial! Kenapa dia memanggilku dengan sebutan itu lagi?!

“Na-ya, jalan mu cepat sekali sih? Ayo sama-sama!” dia pun menarik tanganku,dengan secepat kilat (?) aku menepisnya.

“Jangan pernah memanggilku Na-ya!” dia terlihat sedikit kaget, namun dia malah memegang tanganku.

“Wae? Apa salahnya?”

“Kau tidak usah tahu!” kataku keras lalu melepaskan tangannya dan meninggalkannya.

Author POV

Saat Yeona meninggalkan Chanyeol sendirian, chanyeol sangat amat kebingungan melihat tingkah aneh dari temannya serumahnya itu.

“Apa salahnya aku memanggilnya ‘Na-ya’? Si tiang listrik itu saja tak apa!” dia pun berjalan sendiri dengan kebingungan.

>><<

“Hmm, Juna, boleh aku bicara denganmu?” tanya Chanyeol pada Juna pada saat istirahat. Juna pun mengangguk. Saat itu Yeona sedang pergi ke kantin.

“Hmm, apa kau tahu, kenapa Si setan tidak suka di bilang Na-ya?” tanya Chanyeol penasaran.

“Hah? Setan? Nugu?” tanya polos Juna.

“Itu tuh si Yeona.”

“Ooh.” Ucap Juna sambil mengangguk.”Dia tidak suka di panggil Na-ya karena..”

“Karena apa?”

“Eh, tapi janji, jangan bilang kepada Yeona tentang ini! Kalau dia tahu, dia pasti tidak akan mengampuniku!” chanyeol pun menangguk.

“Oke, jadi begini, dia tidak dipanggil Na-ya oleh orang lain selain Kris oppa, karena dia ingin, yang memanggilnya Na-ya itu hanya orang yang dia cintai saja.” Jelas Juna panjang lebar. Chanyeol pun terdiam

Dia hanya mau di panggil Na-ya oleh orang yang dia cintai. Jadi benar dia suka dengan Kris ucap chanyeol dalam hati.

“Pasti kau memanggil Yeona dengan sebutan itu ya? Pasti dia akan membencimu seumur hidup! Aku saja temannya tidak pernah memanggilnya seperti itu.” Kata Juna. Chanyeol masih terdiam.

“Yak, kalian sedang apa?” tiba-tiba Yeona pun masuk kelas setelah dari kantin.

“Eh,kami, eh tidak melakukan apa-apa.” Jawab Juna gugup.

“Yak, tuan idiot! Kenapa kau diam saja?” teriak Yeona pada chanyeol. Seketika Chanyeol pun kaget.

“Tadi kau panggil aku tuan idiot? Dasar setan!”

“Apa? Setan?! Beraninya kau!”

“Eh! Malah berantem gini -_-“ ucap Juna pasrah.

>><<

“Apa? Kenapa tidak pulang sekarang saja? Masih banyak tugasnya oppa? Hmm, ya sudah deh. Tenang saja oppa, aku baik-baik saja. Sampai nanti oppa!” kata Yeona lalu menutup teleponnya. Hari ini oppa nya tidak bisa pulang, karena masih banyak tugas kuliah yang belum selesai. Berat juga.

Yeona pun  turun ke lantai bawah untuk menonton tv, tapi sayangnya ada satu orang yang menyebalkan telah duluan menonton tv. Park Chanyeol.

“Yak! Pergi kau! Aku mau nonton!” perintah Yeona mengusir Chanyeol dri sofa berwarna putih krem tersebut.

“Hei! Apa maksudmu?! Aku yang duluan nonton!” kata Chanyeol yang tidak mau kalah.

“Apa kau tidak bisa mengalah demi seorang yeoja,hah?”

“Kalau yeojanya seperti kau, tentu saja aku tidak mau mengalah!”

Yeona sudah tidak bisa menahan amarahnya, dia langsung menuangkan amarahnya dengan cara menginjak kaki chanyeol sekuat tenaga lalu memukul punggung Chanyeol “Kau benar-benar menyebalkan! Aku tidak akan memasak makanan lagi untukmu! Selama-lamanya!!” teriak Yeona, dan langsung menuju ke kamarnya yang ada di lantai 2.

Chanyeol mengeluh kesakitan gara-gara perlakuan Yeona.”Kenapa ada yeoja secantik itu yang melakukan hal ini? Apa salahku -,,-“

Chanyeol pun duduk lemas dan kembali menonton acara kesukaannya. Tiba-tiba semua menjadi gelap. Sial! Mati lampu!

“KYAAAA!!”

Terdengar teriakan dari lantai dua. Itu, Yeona! Dengan secepat cahaya (?) Chanyeol berlari menuju ke lantai dua, kamar Yeona walaupun agak kesusahan karena gelap.

“Yak yeonaa! Kau di dalam?”

Tidak ada jawaban.

“Yak! Jawab aku!”

“I..Iya.. Aku..Aku di dalam.” Suara Yeona terdengar seperti menangis.

Chanyeol langsung meng gebrak *aduh mian, bahasanya kacau -_-* pintu kamar yeona. Chanyeol menyipitkan mata, mencari sosok Yeona. Akhirnya dia berhasil menemukan Yeona di dalam kegelapan.

Chanyeol langsung memeluk Yeona.”Kau tak apa-apa?”

“Aku..Aku takut gelap..” ucap pelan Yeona.

“Tenang! Aku ada di sini Na-ya!”

Hening.

Aneh, biasanya dia akan ngamuk-ngamuk kalau aku panggil dia Na-ya pikir Chanyeol.

“Sekarang kau tidur saja dulu.” Chanyeol pun mengantar Yeona ke kasur. Pada saat chanyeol mau mengambil Handphone yang tergeletak di bawah, tiba-tiba tangan Yeona memegang erat tangan Chanyeol.

“Kumohon.. jangan pergi. Tetap di sini.”

“Eh tapi..”

“Kumohon..”

Walaupun Chanyeol tidak dapat melihat jelas muka Yeona, tapi dia tahu kalau gadis ini sangat ketakutan. Chanyeol pun mengambil kursi dan menaruhnya di sebelah kasur Yeona.

“Baiklah, sebaiknya kau tidur saja, Na-ya.” Kata Chanyeol lembut.

“Gomawo, Chanyeol.”

Yeona pun tertidur dengan masih memegang erat tangan Chanyeol. Chanyeol juga sama, dia tidak melepaskan tangannya dari genggaman Yeona.

“Tidur yang nyenyak,Na-ya.”

Yeona POV

Aku membuka mataku pelan. Sekarang lampunya sudah kembali menyala. Syukurlah.

Aku melihat ke sekelilingku, aku masih memegang tangan Chanyeol dan dia tertidur di sebelahku. Jadi selama aku tertidur, dia masih di sampingku?

Aku menegakan tubuhku dan melihat Chanyeol yang masih tertidur nyenyak. Lalu aku mendekati kepalaku ke telinganya.

“Gomawo Yeolli.”

Chanyeol POV

“Gomawo Yeolli.”

Aku pun terbangun dari tidurku, aku merasa kalau suara tadi itu bukan mimpi. Eh, tunggu, di mana Yeona?

Aku langsung bergegas mencari Yeona. Ternyata dia sedang memasak di dapur.

“Oh, tuan idiot sudah bangun rupanya.”

“Apa? Hei! Harusnya kau itu berterima kasih padaku kemarin!”

Yeona pun tertawa,ah aku suka tawanya itu.

“Hahaha, iya iya. Gomawo.”

“Kenapa tidak ada Yeolli nya, Na-ya?”

Mukanya pun jadi memerah.” Apaan Yeolli!? Yak! Jangan pernah panggil aku dengan Na-ya!”

“Loh, kemarin aku memanggilmu dengan sebutan itu!” Yeona pun teridam.

“Baik lah, Aku memaafkanmu karena kau melakukan itu. Tapi jangan pernah di ulang lagi!” ucap Yeona ketus. Seperti biasa.

Aku tersenyum melihat tingkah lucu Yeona. Hmm atau, sekarang aku akan memanggilnya Na-ya. Akan kucoba menjadi namja yang dia cintai sehingga aku dapat terus memanggil dia Na-ya. Untuk selama-lamanya.

TBC~

Terimakasih readers yang udah baca, mungkin part 3 nya bakalan lama -_-(author ngaret)

Jangan lupa di komen yah! Perlu saran & kritik!

Gomawooo~

Title:  House of Love (Part 2: Jangan panggil aku seperti itu!)

Author:AldinaNoy98 (@Aldinaa__)

Genre:Romance,Comedy(maybe), geje -__-

Cast: Park Chanyeol, Kim Yeona

Other Cast: Suho,Baekhyun ,Choi Juna

Leght: Chaptered

Annyeonghaseyooo!! Mianne aku telat ngasih ni ff, karenaaa.. JENG JENG JENG!! Ide nya ga keluar-keluar! HAHAHA -_-. Oh iya sebelumnya saya mau berterima kasih sama admin yang udah nge publish ff abal-abal saya hehehe J .WARNING! Typo bertebaran, bahasaaneh, alur geje. -_-‘

Oke  dari pada saya ngomong ga jelas, mendingan langsung baca ajaa! Selamat membacaaaa!!!! 😀

>><<

Chanyeol POV

“Chanyeol! Bantuin sini!” kata Yeona. Aku langsung membantunya menyiapkan peralatan makan di meja makan, sedangkan si setan ini memasak.

“Kau masak apa, Na-ya?” tanyaku sambil menyiapkan piring. Seketika dia mematung.

“Tadi kau panggil aku  apa?”

“Na-ya, tadi aku dengar si tiang listrik itu memanggilmu dengan sebutan ‘Na-ya’.” Dia pun mematikan kompor lalu mendekatiku.

“Dia bukan tiang listrik! Namanya Kris! Dan, jangan pernah sebut aku dengan sebutan itu!”

“wae?” tanyaku polos.

“Bukan hakmu untuk tahu!” katanya lalu kembali lagi ke acara memasaknya. Aku hanya manatapnya bingung,sensi banget sih.

Yeona POV

Sial! Jangan sampai dia akan memanggiku terus dengan sebutan itu. Na-ya. Ya,itu sebutan dari Kris oppa untuk, dia satu-satu orang yang memanggilku. Dan aku tak akan membiarkan siapa pun memanggilku ‘Na-ya’ selain Kris oppa!  Karena, aku ingin orang yang memanggilku ‘Na-ya’ hanya orang yang kucintai saja.

“Yak! Kapan makanannya jadi?!” teriak si idiot itu membuyarkan lamunankan. Aku mematikan kompor dan memangkat panci berisi sup kentang. Hari ini Suho oppa tidak pulang karena harus menyelesaikan kerja kelompoknya di rumah temannya. Jadi, aku harus berdua dengan si idiot ini. Suho oppa payah!

“Hmm, enak!” kata Chanyeol.”Ternyata gadis kasar sepertimu jago masak juga!”

Aku melirik sinis lelaki itu.”Semenjak aku tinggal di Kanada, orang tuaku sering sekali pergi sana-sini. Jadi aku mencoba belajar memasak lewat acara memasak di televisi.”

Dia menangguk. Lalu kami melanjutkan acara makan kami. Setelah selesai ,kami membereskan kembali meja makan dan mencuci piring.

>><<

“Na-ya! Jangan tinggalkan aku!”

Aku yang tadi berjalan cepat meninggalkan si idiot itu sekarang diam. Sial! Kenapa dia memanggilku dengan sebutan itu lagi?!

“Na-ya, jalan mu cepat sekali sih? Ayo sama-sama!” dia pun menarik tanganku,dengan secepat kilat (?) aku menepisnya.

“Jangan pernah memanggilku Na-ya!” dia terlihat sedikit kaget, namun dia malah memegang tanganku.

“Wae? Apa salahnya?”

“Kau tidak usah tahu!” kataku keras lalu melepaskan tangannya dan meninggalkannya.

Author POV

Saat Yeona meninggalkan Chanyeol sendirian, chanyeol sangat amat kebingungan melihat tingkah aneh dari temannya serumahnya itu.

“Apa salahnya aku memanggilnya ‘Na-ya’? Si tiang listrik itu saja tak apa!” dia pun berjalan sendiri dengan kebingungan.

>><<

“Hmm, Juna, boleh aku bicara denganmu?” tanya Chanyeol pada Juna pada saat istirahat. Juna pun mengangguk. Saat itu Yeona sedang pergi ke kantin.

“Hmm, apa kau tahu, kenapa Si setan tidak suka di bilang Na-ya?” tanya Chanyeol penasaran.

“Hah? Setan? Nugu?” tanya polos Juna.

“Itu tuh si Yeona.”

“Ooh.” Ucap Juna sambil mengangguk.”Dia tidak suka di panggil Na-ya karena..”

“Karena apa?”

“Eh, tapi janji, jangan bilang kepada Yeona tentang ini! Kalau dia tahu, dia pasti tidak akan mengampuniku!” chanyeol pun menangguk.

“Oke, jadi begini, dia tidak dipanggil Na-ya oleh orang lain selain Kris oppa, karena dia ingin, yang memanggilnya Na-ya itu hanya orang yang dia cintai saja.” Jelas Juna panjang lebar. Chanyeol pun terdiam

Dia hanya mau di panggil Na-ya oleh orang yang dia cintai. Jadi benar dia suka dengan Kris ucap chanyeol dalam hati.

“Pasti kau memanggil Yeona dengan sebutan itu ya? Pasti dia akan membencimu seumur hidup! Aku saja temannya tidak pernah memanggilnya seperti itu.” Kata Juna. Chanyeol masih terdiam.

“Yak, kalian sedang apa?” tiba-tiba Yeona pun masuk kelas setelah dari kantin.

“Eh,kami, eh tidak melakukan apa-apa.” Jawab Juna gugup.

“Yak, tuan idiot! Kenapa kau diam saja?” teriak Yeona pada chanyeol. Seketika Chanyeol pun kaget.

“Tadi kau panggil aku tuan idiot? Dasar setan!”

“Apa? Setan?! Beraninya kau!”

“Eh! Malah berantem gini -_-“ ucap Juna pasrah.

>><<

“Apa? Kenapa tidak pulang sekarang saja? Masih banyak tugasnya oppa? Hmm, ya sudah deh. Tenang saja oppa, aku baik-baik saja. Sampai nanti oppa!” kata Yeona lalu menutup teleponnya. Hari ini oppa nya tidak bisa pulang, karena masih banyak tugas kuliah yang belum selesai. Berat juga.

Yeona pun  turun ke lantai bawah untuk menonton tv, tapi sayangnya ada satu orang yang menyebalkan telah duluan menonton tv. Park Chanyeol.

“Yak! Pergi kau! Aku mau nonton!” perintah Yeona mengusir Chanyeol dri sofa berwarna putih krem tersebut.

“Hei! Apa maksudmu?! Aku yang duluan nonton!” kata Chanyeol yang tidak mau kalah.

“Apa kau tidak bisa mengalah demi seorang yeoja,hah?”

“Kalau yeojanya seperti kau, tentu saja aku tidak mau mengalah!”

Yeona sudah tidak bisa menahan amarahnya, dia langsung menuangkan amarahnya dengan cara menginjak kaki chanyeol sekuat tenaga lalu memukul punggung Chanyeol “Kau benar-benar menyebalkan! Aku tidak akan memasak makanan lagi untukmu! Selama-lamanya!!” teriak Yeona, dan langsung menuju ke kamarnya yang ada di lantai 2.

Chanyeol mengeluh kesakitan gara-gara perlakuan Yeona.”Kenapa ada yeoja secantik itu yang melakukan hal ini? Apa salahku -,,-“

Chanyeol pun duduk lemas dan kembali menonton acara kesukaannya. Tiba-tiba semua menjadi gelap. Sial! Mati lampu!

“KYAAAA!!”

Terdengar teriakan dari lantai dua. Itu, Yeona! Dengan secepat cahaya (?) Chanyeol berlari menuju ke lantai dua, kamar Yeona walaupun agak kesusahan karena gelap.

“Yak yeonaa! Kau di dalam?”

Tidak ada jawaban.

“Yak! Jawab aku!”

“I..Iya.. Aku..Aku di dalam.” Suara Yeona terdengar seperti menangis.

Chanyeol langsung meng gebrak *aduh mian, bahasanya kacau -_-* pintu kamar yeona. Chanyeol menyipitkan mata, mencari sosok Yeona. Akhirnya dia berhasil menemukan Yeona di dalam kegelapan.

Chanyeol langsung memeluk Yeona.”Kau tak apa-apa?”

“Aku..Aku takut gelap..” ucap pelan Yeona.

“Tenang! Aku ada di sini Na-ya!”

Hening.

Aneh, biasanya dia akan ngamuk-ngamuk kalau aku panggil dia Na-ya pikir Chanyeol.

“Sekarang kau tidur saja dulu.” Chanyeol pun mengantar Yeona ke kasur. Pada saat chanyeol mau mengambil Handphone yang tergeletak di bawah, tiba-tiba tangan Yeona memegang erat tangan Chanyeol.

“Kumohon.. jangan pergi. Tetap di sini.”

“Eh tapi..”

“Kumohon..”

Walaupun Chanyeol tidak dapat melihat jelas muka Yeona, tapi dia tahu kalau gadis ini sangat ketakutan. Chanyeol pun mengambil kursi dan menaruhnya di sebelah kasur Yeona.

“Baiklah, sebaiknya kau tidur saja, Na-ya.” Kata Chanyeol lembut.

“Gomawo, Chanyeol.”

Yeona pun tertidur dengan masih memegang erat tangan Chanyeol. Chanyeol juga sama, dia tidak melepaskan tangannya dari genggaman Yeona.

“Tidur yang nyenyak,Na-ya.”

Yeona POV

Aku membuka mataku pelan. Sekarang lampunya sudah kembali menyala. Syukurlah.

Aku melihat ke sekelilingku, aku masih memegang tangan Chanyeol dan dia tertidur di sebelahku. Jadi selama aku tertidur, dia masih di sampingku?

Aku menegakan tubuhku dan melihat Chanyeol yang masih tertidur nyenyak. Lalu aku mendekati kepalaku ke telinganya.

“Gomawo Yeolli.”

Chanyeol POV

“Gomawo Yeolli.”

Aku pun terbangun dari tidurku, aku merasa kalau suara tadi itu bukan mimpi. Eh, tunggu, di mana Yeona?

Aku langsung bergegas mencari Yeona. Ternyata dia sedang memasak di dapur.

“Oh, tuan idiot sudah bangun rupanya.”

“Apa? Hei! Harusnya kau itu berterima kasih padaku kemarin!”

Yeona pun tertawa,ah aku suka tawanya itu.

“Hahaha, iya iya. Gomawo.”

“Kenapa tidak ada Yeolli nya, Na-ya?”

Mukanya pun jadi memerah.” Apaan Yeolli!? Yak! Jangan pernah panggil aku dengan Na-ya!”

“Loh, kemarin aku memanggilmu dengan sebutan itu!” Yeona pun teridam.

“Baik lah, Aku memaafkanmu karena kau melakukan itu. Tapi jangan pernah di ulang lagi!” ucap Yeona ketus. Seperti biasa.

Aku tersenyum melihat tingkah lucu Yeona. Hmm atau, sekarang aku akan memanggilnya Na-ya. Akan kucoba menjadi namja yang dia cintai sehingga aku dapat terus memanggil dia Na-ya. Untuk selama-lamanya.

TBC~

Terimakasih readers yang udah baca, mungkin part 3 nya bakalan lama -_-(author ngaret)

Jangan lupa di komen yah! Perlu saran & kritik!

Gomawooo~

Satu pemikiran pada “House of Love (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s