Our Own Love Story (Chapter 1)

Title  : Our Own Love Story

Length :twoshots

Rating :PG 15/13(?)

Genre :Romance,school life

Author :Selvyvii907/@selvyguunawan

Main Cast:-Byun Baekhyun(Exo-K), Song Hye Ra(OC)

Disclaimer  : The Plot is mine, and Exo members belong to God

 autumn_road2

Haloo, author balik lagi dengan kebiasaan buruk selalu bawa ff baru padahal ff lain belum terselesaikan kkkk, ff kali ini bukan chapter tapi cuma terdiri dari dua part karena author kewalahan sendiri lanjutin utang ff kkk, semoga suka ya sama ff yang satu ini, dan jangan lupa comment. hargai kerja keras para author *cieelah, udah dulu deh basa basinya, langsung baca aja,happy reading! ^^

 

 

-Our Own Love Story-

Tadinya aku pikir cinta yang indah itu seperti kisah Romeo and Julliet, manisnya percintaan mereka, kesempurnaan yang ada dalam diri Romeo membuatku iri dan bertanya tanya kapan aku bisa menjadi ‘Julliet?’ menemukan Romeo ku yang tampan dan sempurna, atau mungkin seperti layaknya Titanic? Jack dan Rose yang juga tak kalah romantis dan berhasil membuatku berandai andai agar mempunyai kisah kisah seperti itu, karena selama ini aku belum benar benar merasakan cinta.
Tapi aku menyadari bahwa aku melupakan suatu hal, aku melupakan akhir cinta dari kisah Romeo and Julliet maupun Jack dan Rose, dimana kematian memisahkan kesucian cinta mereka, dimana  maut menjadi hal yang paling tak terelakan.
Dan kini disaat ku mulai menemukan romeoku, aku takut..apakah nasib kami akan berujung sama dengan mereka? Apa aku akan berujung sama dengan Rose? Kehilangan Jacknya yang begitu berharga baginya, atau lebih baik seperti Romeo and Julliet yang sama sama mengakhiri hidup mereka dengan begitu tak akan ada yang tersakiti? Sekarang,aku sadar, aku tak menginginkan cerita cinta siapapun,aku hanya menginginkan ceritaku sendiri, bersamamu..

 

**^^**

Aku menatap buku pelajaran yang ku pegang sekarang dengan tak minat, menyerah, akhirnya aku menutup buku itu dan meletakannya di atas meja, aku menopang kedua daguku, memandangi  papan tulis dengan tatapan kosong, hari ini moodku benar benar sedang rusak, bayangkan saja pagi pagi aku mendapat kabar bahwa incaranku, Kim Jong In ternyata sudah mendapatkan pujaan hatinya yang baru dan tebak siapa yeoja beruntung itu, dia adalah Song Ji Hyun, yeoja yang tak populer bahkan terkesan kuper dan kini malah mendadak terkenal karena berhasil menggaet namja paling populer di sekolah ini, haha apa itu terdengar masuk akal? Ji Hyun dan Jong In tadi pagi berjalan melewatiku dengan mesranya, yeoja itu mengamit lengan Jong In dan namja itu sesekali mengelus rambut panjang Ji Hyun.. sial, dunia memang aneh.

Tapi,sebenarnya aku tak merasakan rasa sakit apapun, maksudku aku memang kesal, sangat, tapi sakit karena patah hati? Tidak. Bukan itu yang aku rasakan sekarang, aku hanya..iri, iri karena yeoja sesederhana seperti Ji Hyun bisa mendapatkan pangeran sesempurna Jong In,tampan,kaya,pintar,mempesona dan punya penggemar hampir satu sekolah ini, Ji Hyun pasti sangat bangga karena mempunyai namja seperti itu.
Kapan giliranku? Kapan aku bisa menemukan sosok sempurna seperti Romeo? Aku yakin hidupku akan sangat bahagia jika aku berhasil mendapatkan romeo..
“Aw!”Aku meringis sembari mengelus kepalaku yang  tadi seperti ditimpuk sesuatu dan membuatku kembali ke alam sadarku, aku menatap penghapus karet yang entah darimana ada di atas mejaku, pasti tadi benda ini yang mengenai kepalaku, aku segera mengalihkan perhatianku dan saat itu juga mendapati seorang namja yang kini tengah memegangi perutnya sambil tertawa puas, membuat mata namja itu semakin menyipit semurna.
Aku menyipitkan mataku dan mengambil penghapus karet itu lalu balik melemparnya ke arah namja yang masih saja tertawa itu, dasar menyebalkan.
“HUAHAAHA.” Tawaku meledak seketika begitu penghapus yang ku lempar tadi tak disangka masuk tepat ke dalam mulutnya yang tadi terbuka lebar.
Baekhyun melebarkan matanya, ia lalu melepehkan isi penghapus itu dan memasang wajah terkejut.
“Ya Jung Hye Ra! Bagaimana kalau tadi aku menelannya?!!”Ujar Baekhyun shock, namja itu menghela napas lega, sepertinya benar benar takut kalau sampai ia menelannya.kkk, rasakan, siapa suruh iseng.
“Biar saja, kau kan yang mulai duluan.”Jawabku tanpa merasa bersalah dan malah menjulurkan lidahku padanya, Baekhyun melotot, ia lalu berjalan mendekatiku.
“Aw! Ya appo, Baekhyun lepaskan!!”Aku memberontak kesakitan ketika Baekhyun mencubit kedua pipiku gemas, ia kini tersenyum meledek.

“Sekarang kita impas.”Ujar Baekhyun setelah puas mencubit pipiku dan kini namja itu duduk di sampingku sambil terkekeh geli melihatku yang kini sedang mengelus pipiku yang kuyakini memerah.
“Tsk. Apanya yang impas.”Umpatku kesal, Baekhyun tertawa, ia lalu mengacak rambutku pelan-hal yang paling gemar ia lakukan-, kalau orang yang baru mengenal kami pasti akan menganggap kami adalah pasangan kekasih karena kedekatan kami berdua sekarang ini, tapi satu sekolah ini tahu bahwa aku dan Baekhyun adalah sahabat, sahabat yang begitu dekat, bahkan bisa dibilang layaknya saudara, tapi tunggu, kalau dia menjadi oppa ku rasanya benar benar tak cocok, wajahnya lebih imut ketimbang diriku, jadi akan lebih tepat dia menjadi dongsaengku walau kenyataannya Baekhyun lebih tua beberapa bulan dariku.
“Tadi kau memikirkan apa sih?”Tanya Baekhyun sambil memasang wajah innocentnya yang membuatku selalu minder kalau berdiri di dekatnya, masa iya yeoja kalah imut dengannya.
“Apa lagi kalau bukan tentang hot news kita pagi ini.”Jawabku kesal, kembali mengingat Jong In dan Ji Hyun.
“Ahh.Tentang InHyun couple?”
Aku mengerutkan keningku, InHyun couple? Bahkan mereka telah memiliki nama couple  sendiri ckck.
“Siapa yang menciptakan nama itu?”Tanyaku tak menjawab pertanyaannya barusan.
“Murid yeoja di sekolah ini, mereka tadinya sih juga sama shock-nya sepertimu, tapi karena Ji Hyun adalah yeoja pintar dan tak pelit dalam memberi contekan jadi mereka mendukung hubungan keduanya, lagipula aku rasa mereka cocok kok.”Celoteh Baekhyun yang membuat mataku melebar begitu mendengar kalimat terakhir dari namja itu.
“Cocok apanya?!”Protesku tak terima, Baekhyun nyengir bersalah.
“Sudahlah, buat apa memikirkan mereka berdua, kan masih banyak namja tampan  di sekolah ini.”Baekhyun mencoba menghibur, aku menghela napas, memang benar disini banyak namja namja tampan tapi sial nya 90 persen dari mereka sudah memiliki yeojachingu seperti contohnya, Park Chanyeol yang telah berpacaran dengan Son Naeun, yeoja cantik dan juga populer, Kris yang telah memiliki Yoona, primadona sekolah ini, siapapun yang menaruh hati pada mereka berdua harus bersiap gigit jari mengingat saingan mereka adalah dua yeoja yang cantiknya luar biasa.
Aku menatap Baekhyun yang kini tengah menatapku, namja itu sebenarnya lumayan juga, bahkan tak sedikit yeoja di sekolah ini yang mengutarakan perasaanya pada Baekhyun tapi namja itu selalu saja menolak mereka semua, bahkan dulu  sebenarnya senior kami Yoona juga menyukainya tapi Baekhyun bilang yeoja itu bukan type idealnya, karena sikap anehnya itu aku sempat menganggap Baekhyun itu..gay, kalau sampai namja itu tahu aku pernah menganggapnya begitu bisa bisa aku ditendang sampai ke afrika.
“Doyou still looking for your romeo?”Baekhyun kembali bertanya membuatku lagi lagi tersadar dari lamunanku.
“Tentu!”Jawabku mantap, Baekhyun mencibir.
“Kenapa kau tak melihat ke sekelilingmu? Misalkan..Tae Jun gitu?” Baekhyun mengedikan kepalanya ke arah pojok  kiri ruangan kelas, aku menoleh ke arah yang Baekhyun tunjuk barusan dan langsung bergidik begitu mendapati seorang namja dengan rambut belah tengah dan kacamata supertebalnya yang kini terlihat tengah asik mencari ‘harta karun’ di hidungnya.
“Ha Ha Ha. Apakah menurutmu namja seperti itu cocok menjadi seorang romeo huh?”Jawabku kesal.
Baekhyun terkekeh,”Dengar ya, kesempurnaan itu tak selalu membawa kebahagiaan nona Jung.”
Aku mengerutkan keningku, menganggap ucapannya itu aneh, dimana mana kesempurnaan itu yang selalu diincar orang terutama diriku, bagiku punya kekasih tampan,kaya,baik dan terkenal adalah kesempurnaan yang paling kudambakan, “Kau sendiri juga mengincar kesempurnaan kan? Buktinya Yoona eonni saja masih kau tolak!”
“Memangnya siapa yang bilang aku menolaknya karena alasan itu? Yoona nuna memang sangat cantik di mataku, tapi kecantikan itu tidak cukup, penampilan bukan yang utama.”Jawab Baekhyun bijak, aku mencibir, tumben ia bicara sebijak itu.
“Ya ya, Baekhyun sudah beranjak dewasa, chukkae.” Aku tersenyum geli sembari menggeleng gelengkan kepalaku begitu Baekhyun memasang wajah bangga.
“Dan yang paling penting, aku bukan lah tipe orang yang mendambakan julliet!”Tambah Baekhyun sambil menatapku dengan tatapan meledek.
Aku membulatkan mataku, tahu kalau barusan namja itu menyindirku.
“Ya! Berhenti mengejekku bacon!”

**^^**

‘I love you’, only three words but it’s very difficult to me to say

“Jinjjayo? Mereka benaran putus?”Aku menatap tak percaya kedua yeoja yang berada di kiri dan kananku sekarang, mereka menatapku dan beberapa saat kemudian mengangguk kompak.
“Baru saja kemarin, aku dengar sih karena Yoona eonni sudah tak tahan dengan sikap protective Kris sunbae.” Jung Ri, yeoja berambut pendek sedagu sekaligus sahabatku yang sangat suka menggosip ini menatapku dengan tatapan menggoda begitu melihat senyum yang mengembang diwajahku.
“That’s a good news!”Seruku bersemangat, aku melangkah cepat menuju kursiku, tak butuh waktu lama moodku langsung berubah menjadi baik begini, hari ini aku mendapat dua kabar yang sama sama mengejutkan, bedanya satunya berita buruk dan yang baru saja ku dengar ini adalah berita baik, sangat baik, dulu sebenarnya aku juga sempat mengincar Kris sunbae, bahkan kami sempat dekat dulu walau hanya lewat pesan, dan disaat aku mulai ingin memberanikan diri untuk memberitahukan perasaanku, aku terpaksa mengurungkannya karena pada saat itu juga ternyata ia telah menyatakan perasaannya pada Im Yoon ah, yeoja yang benar benar membuatku selalu pesimis dan merasa kalah sebelum bertanding.

“Kau tak berniat untuk kembali mengincar Kris sunbae lagi kan?” Suara Noo Ya membuatku menoleh ke arah mereka berdua yang kini telah berdiri di sampingku, kini keduanya menatapku penuh selidik.
Aku terdiam, dalam hati aku juga bertanya hal yang sama..Apa aku masih menginginkannya?
“Molla, tapi  Kris sunbae benar benar mendekati seorang-“
“Romeo!”Noo Ya dan Jung Ri memotong ucapanku dengan cepat, sudah terlalu tahu apa yang akan ku ucapkan.
Aku mengangguk.”Kalian benar benar mengenalku, girls.”Ujarku sambil terkekeh.
“Bagaimana tidak, setiap ditanya seperti apa tipe idamanmu kau selalu menjawab romeo.” Ucap Jung Ri dengan nada sangat maklum, yeoja itu lalu berjalan melewatiku dan duduk di bangkunya, Jung Ri duduk didepanku bersama dengan Noo Ya, sedangkan aku duduk dengan Baekhyun, namja imut yang akhir akhir ini selalu menghilang entah kemana setiap jam istirahat kedua.
“Whoaa! Apa ini?!”Aku terperanjat begitu mendengar pekikan Jung Ri yang seperti biasanya selalu menyakiti telinga ku dan murid murid lainnya, dia punya suara yang sangat cempreng.
“Mwoya?” Noo Ya berjalan mendekati Jung Ri yang kini tengah memandang kami berdua sambil memegang sesuatu ditangannya.
Aku menatap Jung Ri heran, sedangkan Noo Ya kini ikut tersenyum penuh arti padaku begitu ia mengetahui benda yang dipegang Jung Ri sekarang.
“Kau punya secret admirer Hye Ra-ya! Aaa.”Noo Ya menatapku penuh iri, aku semakin mengerutkan keningku, penasaran, aku berjalan mendekati mereka berdua dan mengambil selembar foto yang membuat mereka berubah jadi histeris begini.
“Ini..aku?”Gumamku pelan, aku menatap lekat gambar yang ada di foto itu, seorang yeoja berambut hitam lurus yang sedang menggembungkan pipinya sambil berkacak pinggang, dan yeoja itu adalah aku? Sepertinya foto ini diambil saat pelajaran olahraga, waktu itu kalau tidak salah aku kesal karena kalah dalam permainan basket makanya aku membuat ekspresi seperti itu, tapi permasalahannya sekarang, siapa yang memotretku?
Aku membalikan lembar foto itu dan mendapati tulisan di belakang sana.
‘Smile is better than pouted like that, kkk.’
Sudut bibirku tertarik ke atas begitu membaca kalimat tersebut, tulisan tangan yang cukup rapi dengan tinta warna biru itu entah kenapa sanggup membuat hatiku berdesir tanpa alasan yang jelas, tapi apa benar ini adalah secret admirerku? Apa bisa disebut begitu? Sepertinya tidak, sama sekali tidak ada kata pujian di kalimat itu, berbeda dengan kata kata romantis yang biasanya dituliskan seorang penggemar rahasia.
“Aku rasa itu bukan secret admirer ku, tak ada kata kata romantis seperti yang ada di drama biasanya.”Ujarku polos sambil menatap mereka berdua bergantian, Noo Ya dan Jung Ri saling memandang satu sama lain sampai akhirnya sama sama menghela napas.
“Aduh Hye Ra-ya, memangnya harus ada kata romantis? Kalau bukan secret admirer, lalu apa? Dia mengambil fotomu, mencetaknya dan menulis kata kata disana bahkan sampai memberikannya padamu, dia pasti orang yang menyukaimu!”Jelas Jung Ri dengan suara yang cukup kencang, untung saja di kelas hanya ada kami bertiga karena kelas kami memang selalu kosong saat jam istirahat, kalau tidak mungkin mukaku sudah memerah karena sekelas pasti akan menggodaku.
“Huhh, aku iriii.”Noo Ya memegangi kedua pipinya sambil memajukan bibirnya, membuatku tersenyum geli melihatnya.
“Secret..admirer? Aku tak pernah menyangka akan memiliki penggemar rahasia, rasanya aneh.”

**^^**

Sudah 5 hari berturut turut aku mendapatkan foto diriku dengan ekspresi dan gaya yang berbeda beda, semuanya diambil benar benar secara diam diam, tapi bedanya dihari kedua sampai kelima foto itu sudah ada di atas mejaku pada saat aku datang ke sekolah, tidak seperti hari pertama saat jam istirahat.
Aku menyukai semua foto yang diambilnya walau terkadang aku malah geli sendiri saat melihat ekspesiku yang terlihat begitu err aneh, Noo Ya dan Jung Ri semakin sering meledekku karena kemungkinan bahwa aku memiliki secret admirer tentu sudah sangat akurat, setiap hari aku pasti menemukan selembar foto di atas mejaku dan selalu ada tulisan disana.
Hari kedua, aku mendapat foto saat aku sedang tertawa lebar di kantin sekolah, dengan kalimat di belakang sana‘I just love the way you laugh, look so..cute, huh apakah aku terlalu berlebihan? Kkk.’
Hari ketiga, keempat dan hari ini aku juga mendapatkannya, sebenarnya siapa orang itu?  Aku senang karena ternyata ada yang memperhatikanku, tapi juga kesal karena orang itu membuatku penasaran setengah mati, bagaimana bisa aku merasakan hal aneh pada orang yang tak ku kenal? Siapapun secret admirerku itu, yang pasti aku rasa aku mulai menyukai orang itu, setiap kalimat yang ditulis orang itu berhasil membuat dadaku berdegup kencang dan membuat hariku lebih berwarna.

Aku terus berjalan menyusuri koridor sekolah dengan mataku yang masih menyusuri sekelilingku, aku sedang mencari ketiga sahabatku yang menghilang entah kemana sekarang, tadi Noo Ya dan Jung Ri bilang mereka akan ke kantin sebentar tapi sampai sekarang belum juga kembali, sedangkan Baekhyun? Huh, namja itu akhir akhir ini selalu sibuk dengan urusannya yang tak pernah ku ketahui apa, yang pasti ia selalu menghilang di saat saat seperti ini.

Deg.
Aku menghentikan langkahku begitu mataku bertemu dengan mata hitam pekat yang kini tengah menatapku, jantungku berdegup cepat tanpa bisa kucegah, kini aku mengalihkan pandanganku dari matanya dan menatap raut wajah sempurna dari namja itu, Kris.
Butuh beberapa detik kami saling tatap menatap dalam diam sampai akhirnya ia tersenyum manis, sangat manis sampai sampai membuat berjuta kupu kupu terbang di dalam perutku.
Aku membalas senyumannya dengan senyuman seindah mungkin, Kris kini mengangkat sebuah benda yang dikalungkan di lehernya dan mengarahkannya padaku.
Cklek.
Aku mengerjapkan mataku begitu Kris selesai memotretku dengan cepat, ia kini tersenyum puas sembari memandangi kamera slr-nya.
“Thanks for this great picture.”Ujarnya, lalu namja itu berlalu dan meninggalkanku yang masih mematung, masih terkejut dengan apa yang baru saja terjadi, dia..memotretku? Apakah tadi aku bermimpi?

**^^**

“Astaga..Sudah tak salah lagi, pasti dia itu secret admirermu!”Noo Ya mengguncang tubuhku sambil menatapku dengan mata berbinar, terlihat begitu berantusias dengan apa yang baru aku ceritakan padanya dan juga Baekhyun dan Jung Ri.
“Mana mungkin, itu mustahil.”Elakku,walau sebenarnya berharap kalau memang Kris lah secret admirer ku selama ini.
“Mustahil bagaimana? Menurutku buktinya sudah jelas, Kris sunbae kan memang suka memotret, kalian berdua sependapat kan denganku?”Noo Ya kini menatap Baekhyun dan Jung Ri yang sedari tadi belum ambil suara, keduanya terlihat masih sibuk dengan pikirannya sendiri.
“Emm..Mungkin juga sih, soalnya setahuku Kris memang hanya memotret hal yang menurutnya menarik.”Jung Ri mengeluarkan suaranya, Noo Ya menjentikan jarinya, puas dengan jawaban Jung Ri  barusan, ia kini menatap Baekhyun yang masih diam,”Menurutmu bagaimana Bacon?”
Baekhyun menatap Noo Ya sesaat sampai akhirnya mengangkat bahu,”Entahlah, tapi memang masuk akal kalau namja seperti Kris menyukai Hye Ra?”
Aku mendelik dan menatap Baekhyun kesal, “Ya! Apa maksudmu hah?”
Baekhyun yang menyadari raut wajahku yang berubah langsung  cengengesan.
“Kan aku hanya jujur.”Ujarnya sambil menunjukan wajah polosnya yang dibuat buat, aku mencibir.
“Tapi kalau bukan Kris sunbae siapa lagi?”Tanya Jung Ri sambil menatap kami bertiga bergantian.
“Kalau dilihat dari hasil fotonya pasti orang itu ahli dalam bidang photography, emm, jadi bisa jadi Sehun, Kris, DO, dan anak anak ekskul photography lainnya.”Jelas Noo Ya.
“Yang pasti bukan Kris hyung.”Tambah Baekhyun cepat membuat kami bertiga menatapnya heran.
“Kenapa?”Tanya Jung Ri tak mengerti, Baekhyun menatap kami bertiga yang masih menatapnya lalu namja itu berdeham dan membuang muka.
“Ya karena memang bukan dia…aku rasa.”Gumam Baekhyun pelan membuatku menatapnya curiga.

**^^**

-Hye Ra POV end-Author POV is starting-

Baekhyun menyeka cairan yang tersisa di sudut bibirnya lalu menatap pantulan dirinya di cermin, ia tersenyum miris sembari menekan perutnya yang masih terasa nyeri.
Wajahnya kini terlihat begitu pucat membuat siapa saja yang melihatnya pasti bisa langsung menebak kalau namja itu tidak sedang baik baik saja, Baekhyun melirik arloji hitam yang melingkar di pergelangan tangannya, waktu istirahat sudah hampir habis dan itu berarti ia harus segera kembali ke kelas, Baekhyun mematikan keran air yang masih terus menyala itu lalu berjalan keluar menuju ruang kelas sembari berusaha melawan rasa sakit yang terus menjalar.
“Bacon!!” Baekhyun menutup kedua telinganya begitu mendengar pekikan dari yeoja dihadapannya yang sekarang tengah tersenyum riang dihadapannya membuat Baekhyun otomatis tersenyum.
“Wae Hye Ra-ya?”Tanya Baekhyun setelah namja itu menurunkan kedua tangannya.
“Aku punya kabar baik! Kau kemana sa–omo, wajahmu kenapa pucat begitu?!”Hye Ra menatap Baekhyun terkejut, yeoja itu lalu berniat memegang kening Baekhyun tapi Baekhyun buru buru memegangi tangan Hye Ra sehingga gerakan tangan yeoja itu terhenti.
“Gwaenchana, kau mau bilang apa tadi? Kabar baik? Apa itu?”Tanya Baekhyun sambil tersenyum tipis, Hye Ra tak menjawab, ia masih menatap Baekhyun khawatir, wajah namja itu sangat pucat.
“Ya kenapa diam? Ayo cerita padaku.” Baekhyun menoleh hidung mancung Hye Ra membuat yeoja itu terkesiap.
“Ani, nanti saja aku ceritakan, kau sakit? Mau ke UKS? Wajahmu pucat sekali, ayo aku antar.”Hye Ra menarik tangan Baekhyun bermaksud mengiring namja itu ke ruang kesehatan sekolah, ia sangat khwatir melihat kondisi sahabatnya seperti ini, tapi gerakannya terhenti karena Baekhyun lagi lagi menghentikannya, namja itu memegang tangan Hye Ra dengan tangannya yang lain.
“Aku baik baik saja Hye Ra-ya..Tak ada yang perlu dikhawatirkan.”Ucap Baekhyun sambil menggelengkan kepalanya.
“Baik baik saja apanya? Wajahmu pucat sekali tahu!”Jawab Hye Ra sambil berjalan mendekat, ia menyusuri wajah Baekhyun dengan mata cokelatnya yang selama ini selalu membuat jantung Baekhyun berdegup cepat.
“Aku hanya kelelahan, tadi aku bermain basket dengan Chanyeol dan yang lainnya, kau tahu kan bagaimana semangatnya aku kalau sudah bermain basket? Sampai sampai aku lupa akan kondisi fisikku sendiri.”Ujar Baekhyun sambil terkekeh pelan, Hye Ra mengangguk anggukan kepalanya walau sebenarnya masih ragu.

“Hei kau belum memberi tahuku apa kabar baiknya.”Baekhyun menatap Hye Ra ingin tahu membuat yeoja itu tersenyum geli melihatnya.
“Kau ingin tahu?”Goda Hye Ra, Baekhyun mengangguk cepat.
“Emm..Kris sunbae mengajaku makan bersama nanti malam!”Jawab Hye Ra dengan senyum yang kembali mengembang, Baekhyun terdiam beberapa saat sampai akhirnya namja itu tersenyum tipis,”Jinjja?”Tanyanya pelan, Hye Ra mengangguk cepat ia kini memegangi kedua pipinya yang memerah.
“Aku tak menyangka dia akan mengajakku kencan, eh belum bisa disebut kencan sih, tapi aku senang sekali Baekhyunnie!” Hye  Ra tersenyum senang, dapat dilihat jelas betapa bahagianya dirinya sekarang.
“Kau..menyukainya?” Baekhyun tahu pertanyaan itu tak ada hubungannya dengan rentetan kata yang diucapkan Hye Ra barusan, tapi kenyataannya ia memang tak bisa berkomentar apapun lagi kecuali pertanyaan itu, Hye Ra sendiri kini menatap Baekhyun heran namun yeoja itu akhirnya mengangguk pelan membuat Baekhyun kembali merasa nyeri, tapi kali ini di tempat yang berbeda.
“Mungkin iya, dia benar benar tipeku.”Jawab Hye Ra sambil menatap Baekhyun yang juga tengah menatapnya, Baekhyun mengangguk paham lalu menelan ludahnya susah payah.
“Kris Hyung memang seperti romeo kan?”Tanya Baekhyun sambil tertawa hambar, Hye Ra mengangguk, Kris memang namja yang sangat sempurna di mata Hye Ra.

**^^**

“Kau sangat cantik malam ini.” Kris menunjukan sebuah senyum manis begitu Hye Ra telah duduk dihadapannya dan menatapnya dengan pipi yang memerah, membuat yeoja itu terlihat lebih menarik.
“Kamsahamnida sunbae.”Ujar Hye Ra gugup, malam ini Kris terlihat begitu mempesona dengan tuxedo hitamnya yang membuat dirinya bak seorang pangeran, ketampanan Kris memang sudah tak bisa diragukan lagi, ia memang selalu terlihat mempesona dalam kondisi manapun.
“Jangan panggil aku sunbae, panggil oppa saja.”Ujar Kris.
Hye Ra mengangguk kaku, selama ini ia memang belum berani memanggil Kris dengan sebutan oppa, bahkan saat mereka sempat dekat dulu tapi sekarang Kris lah yang memintanya memanggilnya dengan sebutan seperti itu dan Hye Ra tak akan menolak.
Kris menepuk tangannya dan beberapa saat kemudian datanglah pelayan yang mendorong kereta berisi makanan makanan yang Hye Ra yakin memiliki harga yang mampu membuat uang jajannya selama seminggu ludes seketika.
“Bagaimana menurutmu?”Tanya Kris saat Hye Ra tengah menatap sekeliling restaurant yang sangat mewah ini, restaurant yang di isi oleh orang orang berkelas dan juga tekstur yang begitu mewah yang menghiasi setiap sudutnya membuat dirinya kurang percaya diri, ia jarang ke tempat seperti ini, Hye Ra lebih suka pergi ke tempat yang biasa dengan harga makanan sedang, biasanya ia akan pergi ke tempat seperti itu bersama Baekhyun, tapi kini ia berada di tempat yang berbeda dengan orang yang berbeda pula, Hye Ra sendiri bingung harus berbicara apa, ia takut salah kata, karena Kris adalah orang yang cerdas dan bukan tipe orang yang suka bercanda, ia sangat serius.

“Bagus dan pasti..mahal.” Hye Ra merutuk dirinya sendiri begitu kalimat itu meluncur dari bibirnya dan membuat Kris terkekeh, Hye Ra meringis lalu tersenyum kikuk.
“Tak masalah, yeoja spesial memang harus mendapatkan hal yang spesial juga.” Hye Ra mengerjapkan matanya, tak yakin dengan apa yang barusan didengarnya, yeoja spesial? Siapa maksudnya?
“Maksud sunbae-eh oppa apa?”Tanya Hye Ra pura pura tak mengerti, Kris tersenyum lalu mengenggam tangan Hye Ra yang sedari tadi ada di atas meja.
“Aku bukan tipe orang yang suka berbasa basi, Hye Ra-ya saranghae, aku telah lama menyukaimu, so please be mine.” Hye Ra tahu kalau jantungnya akan segera jatuh dari tempatnya begitu kalimat hangat itu keluar dari bibir Kris, ia bisa merasakan hangatnya genggaman tangan Kris dan tatapan mata namja itu yang membuatnya tak bisa berkutik, Hye Ra menatap Kris yang tengah menatapnya lekat, namja sesempurna Kris menyatakan cinta kepada seorang Song Hye Ra? Apa ini nyata? Kalau iya,apa ini semua..tidak terlalu cepat?
Lantas Hye Ra teringat pada orang yang selama ini mengirimnya foto dirinya, orang yang selama ini disebut secret admirer oleh Noo Ya dan Jung Ri, apa mungkin benar bahwa selama ini Kris lah orang itu? Apa Kris lah secret admirernya selama ini?

**^^**

Baekhyun menghela napasnya lalu mengencangkan volume headsetnya supaya suara suara itu tak terdengar lagi, ia sudah terlalu malas dan muak mendengarnya,  kalau ia terus mendengarkan celotehan teman teman sekelasnya bisa bisa hatinya semakin panas.
“Hye Ra datang!!!” Baekhyun menghentikan musik yang berdentum di telinganya begitu suara seseorang yang sangat keras membuatnya mengalihkan perhatiannya pada pintu kelas yang terbuka lebar, tak butuh waktu lama serang yeoja bertubuh mungil –yang tak lain adalah pembuat keributan tersebut-masuk ke dalam dengan wajahnya yang cerah, murid murid menyambutnya riuh seolah ia adalah seorang miss universe atau orang terkenal lainnya.
“Chukkae Hye Ra-ya!”
“Hebat ya kau bisa mendapatkan Kris oppa, huaaa kau memang sangat beruntung.”
“Ciee yang baru jadian!”
“Bagaimana rasanya berpacaran dengan Kris oppa? Pasti sangat menyenangkan ya?”
“Aku iri padamu huh!”
Begitulah kalimat demi kalimat yang terlontar dari mulut anak anak di kelas IPA 2 begitu Hye Ra memasuki ruangan ini, Hye Ra tersenyum malu sembari menatap teman temannya bergantian, banyak sekali yang menanyakan hal tentang hubungannya dengan Kris sampai sampai ia bingung mau menjawab pertanyaan yang mana.
Mata Hye Ra lalu menyapu ke sekeliling ruangan kelas sampai akhirnya mata indah itu terhenti pada Baekhyun yang tengah menatapnya dari kursinya, ia lalu melebarkan senyumnya dan berjalan cepat menuju Baekhyun yang segera mengalihkan pandangannya.
“Annyeong Bacon.”Sapa Hye Ra riang, Baekhyun hanya mengangguk singkat tanpa melirik ke arah Hye Ra sedikit pun, ia pura pura sibuk membaca buku yang sedang dipegangnya, Hye Ra mengernyit heran, ia lalu mengambil buku yang sedang di baca Baekhyun membuat namja itu sedikit terkejut.
“Sejarah? Sejak kapan kau rajin belajar beginian?”Tanya Hye Ra sambil memiringkan sedikit kepalanya, Baekhyun mengambil buku itu dari tangan Hye Ra dan kembali  pura pura membacanya.
“Lupa ya? Hari ini kan ada ulangan sejarah.”Jawab Baekhyun sedikit sinis, tapi sepertinya Hye Ra tak menyadarinya.
“Ingat kok, tapi biasanya juga kau tak akan belajar pelajaran menghapal seperti ini walau ulangan sekalipun.” Hye Ra meletakan tasnya di atas mejanya lalu duduk disamping Baekhyun yang masih diam.
“Sudah sembuh?”Tanya Hye Ra lagi, Baekhyun tak menoleh tapi ia sempat melirik Hye Ra sekilas dari sudut matanya.
“Memangnya siapa yang sakit?”Tanya Baekhyun datar, walau kenyataannya hatinya kini berdesir karena ternyata yeoja itu masih memperdulikannya.
“Kau kan?”Tanya Hye Ra polos membuat Baekhyun menatap yeoja yang masih saja memperhatikannya itu.
“Ani, kan aku sudah bilang aku tidak sakit, hanya kelelahan.”Jawab Baekhyun dingin, Hye Ra mencibir begitu sadar akan nada bicara Baekhyun yang terdengar begitu dingin,”Yasudah, kan aku hanya tanya, kau galak sekali sih hari ini.”Ujar Hye Ra kesal akhirnya.
Baekhyun mendengus, ia memang sengaja melakukannya karena kalau yeoja itu terus terusan bersamanya pasti ia akan kembali merasakan sakit itu.
“Chukkae.” Baekhyun menatap Hye Ra lekat.
“Ha?” Hye Ra melongo sama sekali tak mengerti dengan sikap Baekhyun hari ini, namja itu tadi jutek kepadanya tapi sekarang tiba tiba malah mengucapkan selamat dengan nada super datar seperti itu?
“Selamat karena kau berhasil mendapatkan romeo-mu.”Ulang Baekhyun dengan memberikan penekanan pada kata ‘romeo’, Hye Ra tersenyum ,”Gomawo Baekhyun! Ah aku senang sekali, kau tahu ti-“
Hye Ra menghentikan ucapannya begitu Baekhyun tiba-tiba bangkit dari tempat duduknya dan berlari cepat menuju  ke luar kelas, Hye Ra mengerutkan keningnya, sama sekali tak mengerti apa yang terjadi dengan Baekhyun hari ini.

**^^**

“Hoek”
Baekhyun memegang keras keran air dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk menekan perutnya yang terasa sakit yang amat hebat.
Baekhyun menatap cairan merah di westafel yang lama kelamaan menghilang itu, ia memejamkan matanya dan menyenderkan tubuhnya di dinding toilet,“Sampai kapan begini?”Rintih Baekhyun, ia menghembuskan napasnya, sedikit lega karena setidaknya ia bisa mengkontrol dirinya agar tak muntah di kelas tadi, kalau sampai itu terjadi bisa gawat, Hye Ra akan tahu semuanya.
Wajah Hye Ra lagi lagi berkelibat dalam pikirannya, bahkan ketika penyakitnya kambuh pun yeoja itu masih saja ada dipikirannya, Baekhyun lalu tersenyum miris mengingat bagaimana bahagianya wajah Hye Ra tadi pagi, biasanya ia akan tersenyum dan ikut senang ketika yeoja itu bahagia tapi kini ia tak bisa, justru ia merasakan sakit di hatinya, apa ia terlalu egois? Byun Baekhyun, selama ini ia telah menyukai Hye Ra, sangat menyukai yeoja itu, ia menyayangi Hye Ra dan akan melindungi yeoja itu semampunya, ia sudah mengenal Hye Ra selama 10 tahun, dan selama itu juga perasaanya terus berkembang sampai tanpa sadar dan tak tahu kapan tepatnya, Baekhyun menyadari ia telah jatuh cinta pada sahabatnya itu, Song Hye Ra, yeoja periang dengan senyum penghipnotisnya, yeoja yang selalu menghiburnya dan menyemangatinya, hanya dengan melihat senyum yeoja itu Baekhyun tahu bahwa bebannya seolah terangkat dan membuat dirinya merasa nyaman.
“Saranghae Hye Ra-ya, kenapa sangat sulit untuk mengucapkannya? Aku memang pengecut.”Ujar Baekhyun pelan, ia meringis, namun kemudian Baekhyun kembali menekan perutnya begitu rasa sakit itu bertambah hebat,Baekhyun berjalan cepat ke arah westafel.
Hoek
Baekhyun kembali memuntahkan darah segar dari mulutnya, ia lalu terdiam begitu menyadari sesuatu, dengan kondisinya seperti ini apa ia pantas memiliki Hye Ra? Hye Ra tak butuh namja penyakitan seperti dirinya, ia butuh sosok yang kuat dan selalu bisa melindunginya tiap waktu, bukan namja penyakitan seperti dirinya dengan sisa umur yang bisa dihitung dengan satu atau dua jari, sekarang Baekhyun mengerti bahwa Hye Ra memang ditakdirkan untuk Kris, remeonya yang sempurna.

**^^**

“I have nothing, but my love is bigger than anything, and one day I will  let you know if I’m better than Romeo.”

Sudah seminggu Hye Ra menjalin hubungan dengan Kris, dan selama seminggu itu pulanamanya mendadak dikenal satu sekolah, jika sebelumnya Hye Ra hanya dikenal oleh satu angkatan atau beberapa senior karena ia adalah anggota osis, kini semua murid Seoul International High School sudah tak asing lagi dengan dirinya,yeoja yang bisa dibilang amat beruntung karena berhasil menaklukan seorang Kris.
Hye Ra menghela napas, ia sangat menyadari perubahan yang begitu kontras selama seminggu ini, sekarang banyak yangmendadak berubah menjadi bersikap ramah padanya, walau ada juga beberapa penggemar fanatik Kris yang menatapnya sinis bahkan sempat menyindirnya ketika ia lewat, tapi Hye Ra tak peduli, ia sudah memutuskan untuk menerima Kris dan ia juga telah memikirkan konsekuensinya, jadi ia akan menjalani semuanya semampunya.
Hye Ra menatap tumpukan foto yang dipegangnya, karena benda ini ia menerima Kris, karena kenyataan bahwa Kris lah secret admirernya lah yang membuat Hye Ra menerima cinta namja itu, mungkin memang belum seratus persen akurat bahwa Kris lah secret admirernya, namun semenjak kejadian Kris memotretnya dan juga keyakinan teman temannya, Hye Ra juga jadi berpikir hal demikian.

“Kau tak bosan memandangi benda itu terus terusan?” Suara itu membuat Hye Ra terperanjat, ia menoleh cepat pada sumber suara itu dan langsung mendapati Baekhyun yang tahu tahu telah duduk di sampingnya.
“Kau sejak kapan disini?”Tanya Hye Ra terkejut.
“Baru saja.”Jawab Baekhyun, namja itu lalu mengedikan dagunya ke arah benda yang sedang di pegang Hye Ra membuat yeoja itu kembali melirik foto tersebut.
“Kau tak bosan melihat foto ini terus terusan?”Tanya Baekhyun lagi, Hye Ra menggeleng.
“Aku bahkan lebih bosan melihat wajahmu ketimbang foto foto ini.”Canda Hye Ra sambil tertawa pelan.
Baekhyun menyipitkan matanya lalu mengacak rambut yeoja itu gemas,“Ya! Masa kau bosan melihat wajahku yang tampan seperti ini?”Protes Baekhyun
“Ais, rambutku jangan diacak acak Bacon! Nanti aku tidak cantik lagi, kan kasian Kris oppa.”Ujar Hye Ra kembali bergurau, sebenarnya ia sedikit heran dengan namja dihadapannya itu, kemarin Baekhyun jutek setengah mati kepadanya, tapi sekarang namja itu kembali seperti biasanya.

Baekhyun terdiam sesaat lalu menatap Hye Ra lekat, rasanya begitu memuakan ketika mendengar yeoja itu memanggil Kris dengan sebutan oppa, ia membencinya, semenjak Hye Ra itu berpacaran dengan Kris, ia jadi jarang menghabiskan waktu dengan yeoja itu, setiap hari Hye Ra pasti selalu bersama Kris, yeoja itu jadi jarang bermain bersama dirinya ataupun dengan Noo Ya dan Jung Ri, saat istirahat ia akan bersama namja itu, berangkat sekolah bersama,pulang bersama, dan Baekhyun hanya bisa bersama Hye Ra saat jam pelajaran karena Hye Ra duduk disampingnya, setelah pelajaran selesai atau istirahat gadis itu akan melenggang pergi bersama dengan Kris, namja impiannya,Baekhyun sadar semuanya telah berbeda, ia dan Hye Ra memang benar benar terpisah sekarang, yeoja itu telah memiliki hidupnya sendiri dan kini tinggalah dirinya yang masih belum bisa menentukan hidupnya.

“Kenapa melihatku seperti itu? Ada yang salah dengan wajahku ya?” Baekhyun mengerjapkan matanya begitu suara itu membuat kesadarannya kembali dan kini Hye Ra tengah menatapnya dengan kening mengkerut.
“Ah ani, eh, nanti kau ada waktu kosong tidak? Mau makan ice cream bersama ku?”Tanya Baekhyun sambil menatap Hye Ra yang kini tampak tengah berpikir, kalau dulu yeoja itu hanya membutuhkan waktu satu detik untuk mengiyakan ajakannya beda dengan sekarang, Baekhyun merutuk dirinya dalam hati, harusnya ia tahu yeoja itu pasti tak ada waktu.
“Emm, mau! Kebetulan hari ini Kris oppa tak mengajaku pergi, tapi-“ Baekhyun berhenti tersenyum begitu yeoja itu menggantungkan ucapannya,“Tapi apa?”
“Tapi kau yang traktir kan?” Hye Ra menyunggingkan senyum lebar sedangkan Baekhyun menghela napas lega, ia kira tadinya yeoja itu akan menolak ajakannya,“Arra, tapi jangan banyak banyak ya makannya?”
Hye Ra mencibir,”Pelit. Kan sudah lama kau tak mentraktirku!”
“Itu salahmu, siapa suruh selalu sibuk dengan namja barumu itu.”Jawab Baekhyun sambil mendorong jidat Hye Ra pelan dengan jari telunjuknya.
“Bilang saja kau iri karena belum mendapatkan pasangan? Kkk, makanya cari dong! Apa tidak bosan sendirian mulu?”Balas Hye Ra sambil tertawa puas,Baekhyun mencubit pipi Hye Ra gemas membuat yeoja itu meronta.
“Aku sudah mempunyai pasangan kok.”Jawab Baekhyun setelah berhenti mencubit pipi Hye Ra.
Hye Ra berhenti mengelus pipinya dan menatap Baekhyun tak percaya,”Jinjja? Nuguya?”
Baekhyun terkekeh begitu melihat mata Hye Ra yang melebar.
“Mau tahu?”Tanya Baekhyun, Hye Ra mengangguk cepat.
“Orangnya ada di depanku.”Jawab Baekhyun sambil mengedipkan sebelah matanya, Hye Ra mendengus kesal lalu mendorong pundak Baekhyun pelan,”Ya! Aku kira kau tadi serius!”
Baekhyun tertawa pelan, yeoja itu tak pernah tahu kalau sebenarnya apa yang dikatakan dirinya tadi serius.

 

**^^**

Baekhyun menatap arloji hitamnya lalu mendengus pelan, ia lalu mengangkat kepalanya dan kembali menatap sekelilingnya,masih mencari sosok yang sedari tadi ditunggunya, tadi yeoja itu bilang dia akan pergi ke kamar kecil sebentar tapi sampai sekarang belum juga kembali, tapi walaupun yeoja itu telah membuatnya menunggu lama seperti sekarang ini,Baekhyun tetap senang karena akhirnya ia bisa menghabiskan waktu dengan gadis itu.
Drrt Drrt.
Baekhyun merogoh kantong celananya cepat begitu ponselnya bergetar, keningnya mengkerut begitu membaca nama yang tertera di layar ponselnya itu, Song Hye Ra.
“Kenapa harus mengirim pesan segala?”Gumam Baekhyun pelan, ia membuka pesan itu dan membaca kalimat yang tertera disana, beberapa detik Baekhyun terdiam sampai akhirnya ia menghela napas keras, harusnya ia tadi tidak senang dulu.

From : Jung Hye Ra

Baekhyun-ah, mianhae, sepertinya kita perginya lain kali saja ya? Tadi tiba tiba Kris oppa mengajaku kencan hihi >< mianhae Baekhyun-ah, kau tabung saja uangmu supaya bisa membelikanku lebih banyak es krim nanti kkk’

**^^**

Hye Ra menyelipkan ponselnya ke saku seragamnya begitu selesai mengirimkan pesan kepada Baekhyun, sebenarnya ia merasa tak enak pada namja itu karena langsung membatalkan janji, tapi Kris tadi tiba tiba mengajaknya pergi dan Hye Ra tak tahu bagaimana cara menolak ajakan Kris yang notabennya adalah namjachingunya sekarang, jadi terpaksa ia harus membatalkan janji dengan sahabatnya itu.
Hye Ra menghela napasnya, Kris belum juga muncul, namja itu tadi menyuruhnya menunggu di parkiran sekolah, kalau tahu namja itu lama datangnya lebih baik dari tadi Hye Ra menghampiri Baekhyun untuk minta maaf.
Hye Ra akhirnya berjalan menuju sekolahnya begitu menyerah melawan sinar terik matahari yang sedari tadi menyengat kulit putihnya, lebih baik ia menyusul Kris saja.

“Jadi bagaimana? Apa usahamu berhasil?”
Suara tak asing itu membuat Hye Ra menghentikan langkahnya begitu ia hampir sampai di depan ruang kelas Kris yang terletak di lantai dua, ia menyenderkan tubuhnya ke tembok dan berusaha mengintip orang yang ada di dalam sana,kelas Kris sudah sepi karena jam pulang sudah lewat setengah jam yang lalu dan kini hanya ada 3 orang di dalam sana, Kris, namjachingunya yang kini sedang menyenderkan tubuhnya di meja guru dan juga kedua temannya, Luhan dan Xiumin.Pintu kelas Kris yang terbuka lebar membuat Hye Ra bisa mendengar percakapan mereka bertiga.
“Emm. Sepertinya berhasil, aku rasa Yoona sudah mulai cemburu.”
Deg. Yoona?
Hye Ra semakin memepertajam pendengarannya begitu mendengar suara Kris barusan.
“Kalau dipikir pikir kau jahat sekali Kris, mempermainkan yeoja selugu Song Hye Ra, junior kita pula.”Ujar sebuah suara yang Hye Ra yakini adalah suara milik Luhan.
“Kasihan juga sih, tapi bukankah yeoja itu juga mendapatkan imbalannya? Dia jadi populer mendadak kan?”Jawab Kris sambil tertawa diikuti dengan kedua temannya.
Hye Ra berusaha mencerna apa maksud ucapan ucapan yang baru saja ia dengar tadi, mempermainkan? Membuat Yoona cemburu? Apa maksudnya?
“Tapi bagaimana pun juga kan yeoja itu masih polos, apa tidak terlalu kejam menjadikannya sebagai pelampiasan? Apalagi ku rasa dia mulai menyukaimu.”Xiu Min kini berkomentar.
“Come on bro, kenapa harus mengurusi yeoja itu sih?” Kris menepuk pundak kedua temannya lalu menggelengkan kepalanya tak habis pikir.
Hye Ra meremas dadanya yang terasa begitu sakit, ia mendekap mulutnya dengan tangan kirinya, berusaha menahan isakan yang hampir keluar itu.
“Jadi kau hanya mempermainkanku, oppa?”Gumam Hye Ra tak percaya, ia menatap Kris yang kini tengah meneguk kaleng cola lalu beberapa saat kemudian mereka bertiga kembali bergurau, seolah tak ada penyesalan di wajah tampan Kris yang selama ini selalu Hye Ra idamkan.
Hye Ra menarik napas dalam lalu menghembuskannya, ia berniat memasuki ruang kelas Kris kalau sesuatu tak menahannya, tepat saat Hye Ra membalikan badannya, seseorang menariknya halus hingga kepala Hye Ra kini sudah bersandar di dada yang begitu nyaman.
“Aku akan memberi mereka pelajaran.”Gumam namja itu sembari mengelus puncak kepala Hye Ra.
Hye Ra mendongak dan mendapati Baekhyun yang kini tengah menatapnya juga,”Namja sialan itu, aku akan pastikan dia dapat balasannya.”
Hye Ra mengerutkan keningnya, sejak kapan Baekhyun ada disini? Dan namja itu, apa dia mendengar semuanya?
“Ba..Baekhyun? Kau kenapa bisa ada disini?”Tanya Hye Ra terbata.
Baekhyun menghembuskan napasnya lalu mengusap lembut air mata di kedua pipi yeoja itu dengan tangannya, sama sekali tak menjawab pertanyaan Hye Ra barusan.
“Tunggu disini.” Baekhyun mengacak rambut Hye Ra sembari sembari memaksakan senyum tipis, tapi setelah itu raut namja itu berubah menyeramkan, dan kini ia berjalan pergi meninggalkan Hye Ra yang masih mematung, seumur hidupnya Hye Ra tak pernah melihat raut wajah Baekhyun yang seserius ini, ini bukan Baekhyun yang ia kenal.

BUK
Hye Ra menoleh cepat ke belakang dan segera berlari menuju ruang kelas Kris begitu suara kencang itu terdengar.
“Ya! Hentikan! Apa yang kalian lakukan,hah?” Hye Ra tersentak begitu mendapati Kris yang kini tengah terpuruk lemah di lantai sembari mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah segar, Hye Ra kini menatap Baekhyun yang tengah mengepal tangannya kencang dan menatap Kris dengan rahangnya yang mengeras.
Kris bangkit berdiri dan belum sempat Hye Ra mencegah, namja itu telah melayangkan tinjunya ke arah Baekhyun.
Baekhyun memegang sesaat pipinya yang ngilu lalu menatap Kris kesal,”Kenapa kau melakukan ini semua pada Hye Ra, hah?”Bentak Baekhyun pada Kris yang malah tersenyum remeh.
“Ah, jadi kau sudah tahu? Memangnya kenapa, oeh? Bukankah Hye Ra juga bahagia bersamaku? Simbiosis mutualisme, right?” Kris melirik singkat pada Hye Ra yang kini kembali menatapnya nanar.
“Tapi kau telah membuat hatinya terluka sekarang!”Jawab Baekhyun dengan suara meninggi sambil menunjuk Hye Ra, Kris menatap Hye Ra yang kini tengah menunduk, cukup lama sampai akhirnya namja itu berdeham.
“Maaf.”Ucap Kris singkat, Baekhyun menyipitkan sebelah matanya,”Maaf? Apa kau pikir itu cukup?!”
“Apa lagi yang kau mau, hah? Maaf itu sudah lebih dari cukup, apalagi kalau aku yang mengucapkannya.”Jawab Kris angkuh.
Buk
Baekhyun kembali melayangkan tinjunya dan kini namja itu mencengkram kerah Kris dan menatap tajam wajah Kris yang sedikit lebam, anehnya kali ini Kris hanya diam, tak memberikan sedikit pun perlawanan.
“Menyakiti yeoja itu artinya juga mencari masalah denganku.”Ujar Baekhyun dingin.
Kris tersenyum remeh,”Kau siapa? Babysitternya?”
Baekhyun kembali mengepalkan tangannya, kali ini emosinya benar benar sudah di luar batas, sedangkan Luhan dan Xiumin hanya terdiam, membiarkan mereka berdua menyelesaikan urusannya sendiri, karena Kris tak suka jika ada orang yang ikut campur dalam urusannya

“Hentikan! Baekhyun-ah  hentikan semuanya!”
Baekhyun mungkin sudah akan melayangkan tinjuan ketiganya kalau suara itu tak menghentikannya.
Baekhyun menatap Hye Ra heran, dan kini yeoja itu berjalan mendekat dengan punggungnya yang bergetar membuat hati Baekhyun terasa perih.
“Apa semuanya harus diselesaikan dengan kekerasan?! Kau sejak kapan berubah jadi kasar begini Baekhyun? Apa kau tak sadar kau terlihat begitu menyeramkan? Bahkan aku takut saat melihatmu begitu!”Omel Hye Ra, yeoja itu menatap Baekhyun nanar.
Baekhyun menatap yeoja dihadapannya itu tak percaya,”Tapi, aku hanya ingin membela-“
“Bukan begini caranya!”Potong Hye Ra cepat, yeoja itu kini menatap tangan Baekhyun yang masih mencengkram kerah seragam Kris.
“Lepaskan.”Ujar Hye Ra dingin.
Baekhyun semakin tak mengerti dengan apa yang ada dipikiran yeoja itu,“Tapi-“
“Aku bilang lepaskan.”Ujar Hye Ra tajam, Baekhyun menatap Hye Ra lama, benar benar tak habis pikir kenapa yeoja itu malah memojokannya sekarang.
Baekhyun melepaskan cengkramannya lalu melirik sinis Kris yang kini tengah menatap Hye Ra heran.
Hye Ra menoleh dan menatap Kris membuat Kris segera membuang muka.
“Gwaenchana?”
Baekhyun kini benar benar merasa menjadi namja paling bodoh begitu nada khawatir itu keluar dari mulut Hye Ra, dan itu bukan untuk dirinya melainkan untuk Kris, namja yang justru telah menyakiti yeoja itu dan baru saja membuatnya hancur, apa ia tak salah dengar? Apa yeoja dihadapannya ini benar benar Hye Ra?
“Kau malah mengkhawatirkannya? Khawatir pada namja ini?” Baekhyun menatap Hye Ra tak percaya, ia mengepal tangannya sampai kukunya memutih.
Hye Ra menelan ludahnya ia lalu menunduk, tak menatap Baekhyun sedikit pun.
Baekhyun tersenyum sinis,merasa benar benar bodoh.
“Ahh, jadi karena dia adalah namja impiannmu makanya kau masih membelanya? Iya?!”Bentak Baekhyun kesal, Hye bergidik takut begitu mendengar suara kencang Baekhyun, ia mundur beberapa langkah dan saat itu Kris tahu tahu menarik tangannya kebelakang,sehingga kini tubuh mungil Hye Ra terhalang oleh Kris.
Baekhyun kini menatap Kris sesinis yang ia mampu, dan melirik tajam tangan Kris yang masih menggengam erat tangan Hye Ra.
“Kau dengar kan? Dia takut padamu, dia takut pada pahlawanan kesiangannya sendiri.”Ujar Kris penuh penekanan, namja itu kini tersenyum penuh kemenangan, Baekhyun mengepal tangannya dan melayangkan tinjunya diudara tapi ia menghentikan niatnya begitu mengingat larangan Hye Ra tadi, ia menghela napas keras dan menatap dua orang itu bergantian dengan tatapan mata campur aduk,kesal,kecewa,sedih dan marah, lalu tanpa memperdulikan Kris yang mencomoohnya Baekhyun segera pergi meninggalkan ruang kelas itu sebelum hatinya semakin panas.

-TBC-

 

Gimana? Absurd ya? kkk, semoga readers pada suka ff ini yaa, mian kalau ceritanya gaje atau banyak typo, author sendiri gatau kenapa bisa bisa dapet inspirasi buat ff beginian heheh, tadinya author mau buat oneshoot tapi untuk menghindari reader keburu bosen karena author rasa ini bakalan panjang banget kalau dijadiin satu part jadi author bagi dua deh, buat kalian yang udah baca jangan lupa commentnya, ne? kritik, saran apapun itu author terima asalkan jangan bash T.T, semakin banyak yang comment author semakin semangat lanjutinnya, jadi jangan jadi silent reader ya guys, oiya ff ini juga dipost di wp lain, salah satunya dihttp://myonlyfanfiction.wordpress.com/, mungkin chapter berikutnya bakal lebih cepet di post di sana ^^
thanks for reading ^^ *bow bareng Baekhyun*

 

 

9 pemikiran pada “Our Own Love Story (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan ke FFs | valsxid Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s