Ai Love You (Chapter 2)

Author : BuDe (butiran debu)

Main Cast :

  • Lay
  • Ai

Other Cast :

  • Suho
  • Nala
  • Lay oemma

Genre : Romance, Comedy putar, dll.

Length : Chapter

Perkenalan dikit aja ya sama pemain-pemainnya!

Yeoja yang cerewet, polos, imut –tapi masih imut author-, de el el namanya Ai. nama lengkapnya mAImunah. keturunan Sunda-Madura. kenapa bisa ada di Korea ? Tanya aja sendiri sonoh! loe kira gue bapaknya apa. terus salah gue gitu? salah nenek gue? salah SooMan?

Tuh yeoja adalah sahabat dekat Lay sejak jaman Firaun masih jadi tukang becak. berarti udah lama bangetkan? masalah buat loe? hahaha.

Keliatannya mereka berdua emang akur, tapi jangan salah loh, mereka juga sering berantem. yang duluan ngambek ya pastilah si Ai. akan tetapi, Lay selalu bisa membuat Ai gak jadi marah sama doi. ya itu dia, dengan cara bilang saranghae sama Ai.

oke, ganti ke Lay.

Kalau inget Lay pasti aja jadi pengen nyanyi ‘lay lay lay lay lay lay, panggil aku si jablay~’ Lay orangnya gimana gak usah dijelasin ya? pasti kalian semua udah taulah gimana sifat Lay. sama aja kayak yang sering kalian baca di fakta-fakta tentang dia. tapi author sendiri gak tau gimana sifat Lay di nih ff. liat aja sendiri nanti.

Udah ah perkenalannya. capek author nulisnya kalau kebanyakan. liat aje nih jari author yang lentik nan imut ini jadi kram. ngacungin jempol sambil bilang we are one aja kagak bisa.

Readers : “terus gue harus umroh gitu?”

serah lu dah!

***

Keesokan harinya. pagi yang udah agak siang, Ai nyamper ke rumah Lay. maksudnya buat ngajak Lay ngebajak sawah bareng dia. maklum, keluarga Ai emang turunan petani. jadi, gak dimana bawaannya pengen bajak sawah, padahal di Korea kan kagak ada sawah. nyahahaha.

“Lay…” teriak Ai di depan muka ibu Lay. gak sadar ludahnya ikut-ikutan muncrat keluar.

“ehm” ibu Lay berdehem. gantian di depan muka Ai. kalau sekarang, bukan gak sadar ludahnya muncrat keluar, tapi emang karena sengaja. balas dendam maksudnya.

‘sialan nih nenek, udah bau tanah aja dendaman.’ batin Ai kesel. dalem celananya, eh maksudnya dalem hatinya dia udah gak sabar pengen nyeblosin ibu Lay ke tanah. tapi, mana bisa, selain karena doi gak punya tanah buat nguburinnya, doi juga kagak tega ngeliat ibu mertuanya *amin* dimasukin sembarangan ke tanah. kalau ada yang berani ngelakuin hal begitu, Ai gak akan segan-segan ninju hidung ntu orang sampe gak keliatan sama sekali *loh?

muka Ai memerah. menahan malu sekaligus menahan kesal, dan juga menahan bab. kenapa Ai bisa sebodoh, setolol, sebego itu. seharusnya Ai sadar kalau pintu yang daritadi diteriakinnya udah kebuka. dan sarapnya lagi, kenapa Ai harus ngeluarin hujan local dari mulutnya?!

“emmm…. Laynya ada?” Tanya Ai sangat hati-hati.

dengan muka jutek, ibu Lay menyuruh Ai untuk masuk ke dalam rumahnya. itu emang udah jadi kebiasaan. setiap Ai datang ke rumah Lay, ibu Lay Cuma nyuruh Ai masuk ke dalam rumah. tanpa ngomong satu patah tulangpun.

ibu Lay sama Ai kurang akrab. itu karena ibu Lay kurang suka sama Ai yang cengengesan. tapi hal itu gak bikin ibu Lay benci sama Ai.

kalau sama bapak Lay, Ai deket banget sama dia. tapi sayang, sekarang bapaknya Lay lagi dinas di Ambon , maklumlah bapak Lay brimob.

ketika sampai di kamar Lay, Ai segera masuk tanpa harus mengetuk pintu terlebih dahulu. itu juga sudah menjadi suatu kebiasaan.

“Ai!” sapa Lay ketika melihat siapa yang masuk ke dalam kamarnya tanpa permisi. Lay sudah tau siapa saja daftar orang yang boleh masuk ke dalam kamarnya tanpa permisi. yaitu ibu dan bapak Lay, kakak Lay, sama Ai.

Ai segera menghampiri Lay yang sedang duduk termenung di dekat jendela kamarnya. “Lay, apa yang sedang kau pikirkan?”

“pikiranku kosong.”

Ai ikut duduk di hadapan Lay yang sedang duduk. wajahnya menatap jalanan yang banyak tukang dagang di bawahnya. tapi Ai tau, pikiran Lay sedang menerawang jauh, bukan memikirkan jajanan yang ada di depan rumahnya itu.

Ai menebak-nebak apa yang sedang Lay pikirkan. seketika Ai tersadar, jangan-jangan… Ai berharap apa yang ditebaknya itu salah.

“kau memikirkannya lagi?” tebak Ai. tidak sadar bahwa saat ia sedang menahan nafas. kipas mana kipas?!

dan saat Lay menganggukan kepalanya, jantung Ai serasa berhenti berdetak. tidak mungkin. itulah yang berada dalam pikiran Ai saat ini.

“kau belum bisa melupakannya?” Tanya Ai. gadis itu masih penasaran. meskipun keliatan kepo, tapi gak apa-apalah. gengsi sama sahabat sendiri? gak la yaw!
Lay kembali mengangguk. dan satu lagi yang ingin Ai tanyakan, saat itulah Ai sangat berharap Lay menjawabnya dengan sebuah gelengan.
“kau… masih mencintainya?”
Lay sedikit terperangah kaget. hampir saja kepalanya kejedot tembok. kalau benar itu terjadi, bisa-bisa amnesia Lay semakin parah.
Lay menggeleng lemah. “aku tidak tau.” ia menarik nafas sejenak, “aku masih selalu memikirkannya. apa itu tandanya aku masih mencintainya?”
ini bukan yang Ai inginkan. mengapa Lay tidak menggeleng dan berkata bahwa ia sudah tidak mencintainya. bukan sebuah gelengan yang menandakan ia sedang dilema saat ini *brb nyanyi*
“aku tidak tau Lay. itu urusan hatimu!” hanya itu yang dapat Ai katakan. lidahnya kelu untuk melanjutkan kata-katanya.
pria tampan itu mengangguk lemah lalu tersenyum. kemudian ia memegang erat kedua pundak Ai. dan tiba-tiba….
“HAPPY BIRTHDAY TO YOU!!!” teriak Lay tepat di depan muka Ai. Ai heran, kenapa hari ini banyak sekali orang yang senang berteriak di depan mukanya.
“eh?” keheranan Ai bertambah banyak ketika ibu Lay masuk ditemani dengan seorang pria yang sangat Ai kenali, pria itu Suho, sahabat dekat mereka yang lain. dan seorang wanita yang –astagfirullah- dia dia…
“Nala!” teriak Ai keras. sangat keras. keras sangat.
“congratulation birthday, Ai!” si Nala ini tuh bego atau apa ya? gak tau deh!
ah… Ai baru ingat kalau hari ini ia ulang tahun. mengapa Ai bisa melupakan hari yang sangat penting baginya? setiap tahun, Ai selalu merayakan ulang tahunnya bersama Lay dan Suho. dan kali ini hadir seseorang yang sebenarnya tidak ia harapkan keadaannya.
ya, dia adalah seorang gadis yang pernah berada dalam hati Lay. tapi itu sudah sangat lama, mungkin sekitar tahun kesebelas hijriah. dan Ai merasa sangat berterima kasih pada Nala yang saat itu pergi meninggalkan Lay tanpa alasan. memang sudah sangat lama Ai memendam rasa pada Lay.
namun, semuanya tidak berjalan seperti yang diharapkan Ai. Ai kira setelah ditinggal pergi oleh Nala, Lay akan segera melupakannya dan berpaling pada Ai. nyatanya tidak, dan itu membuat Ai sangat sedih.
“wae…” ucap Ai terpotong. Ai agak sedikit kesel juga, siapa yang berani motong omongannya. tapi Ai langsung nepis perasaan kesel itu jauh-jauh karena takut dipotong gaji sama author.
“mwo?” semua orang yang ada di kamar Lay penasaran apa yang sebenarnya akan dikatakan Ai.
Ai menggeleng, “ani. kamsahamnida atas semuanya!” sebelumnya Ai memang heran kenapa Nala bisa berada disana bersama mereka. namun ia tidak bisa berpikir yang aneh-aneh lagi tentang Nala, gadis itu orang yang baik. hanya orang jahat yang berpikiran aneh tentang Nala.
kemudian Ai memeluk satu persatu makhluk yang ada di hadapannya saat ini. mulai dari Ibu Lay –tidak lupa Ai meminta maaf atas kejadian tadi pagi-, Suho, Nala, dan kemudian Lay. saat tiba giliran Lay yang ia peluk, Lay menahannya, “akan kujelaskan semuanya!”
Lay membawa Ai ke taman dekat rumah mereka. taman ini adalah tempat favorit mereka berdua. sudah lama Lay dan Ai tidak pergi ke taman ini.
“apa kau merasa cemburu ketika aku masih memikirkan dia?” Tanya Lay membuka pembicaraan di antara mereka berdua.
Ai menggigit bibir ragu, lalu dengan malu ia mengangguk.
Lay tersenyum. apa arti senyum itu? ada yang tau? enggak yaaaa… hahahaha, kasian.

***

Lay tersenyum. Ai menebak-nebak apa arti dari senyuman Lay. apa senyum itu menandakan ia sedang sangat bahagia? atau merasa lega?
“aku senang sekali.” ujar Lay kemudian.
“kau senang aku cemburu?”
Lay mengangguk, “kau tau, aku sangat senang mendengarnya.” ia menarik nafas sejenak. “dan seharusnya kau juga tau, aku sangat senang membuatmu cemburu!”
Ai tidak tau harus berkata apa lagi. lidahnya kelu *cieee*
“begini… sebenarnya aku merencanakan itu semua. membuatmu cemburu dan memberi kejutan untukmu. aku tau sudah sejak lama kau menyukaiku. namun aku baru menyadari itu sekarang. apa mungkin aku terlambat? ah tidak mungkin. kau tidak laku, jadi mungkin aku sama sekali tidak terlambat.” kata Lay panjang lebar sampe mulutnya berbusa.
“jadi apa maumu?” Ai sudah tidak sanggup mendengar rentetan kalimat panjang dari mulut Lay yang bau naga itu.
“aku ingin kau jadi pacarku.”
wajah Ai merah padam. mungkin ini yang sangat dinantikannya. kata-kata yang sangat ingin didengarnya. dan kata-kata yang selalu bisa membuat hatinya luluh. sekaranglah kata-kata itu keluar dari mulut Lay, bukan sebagai teman, namun sebagai kekasih.
“saranghae, chagiya.”
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…………………………………………..” Ai histeris malu-maluin.
“nado saranghae!!!” balas ai sambil memeluk Lay yang sekarang sedang susah payah mencari udara untuk bernafas.
Udahan~

author cuma bisa mengucapkan hamdalah karena telah selesai menyelesaikan ff yang panjangnya gak lebih dari tanjakan nagreg. yang mau dateng ke syukuran author dateng aja langsung ke dorm EXO.

makasih~

7 pemikiran pada “Ai Love You (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s