Open Mermaid (Chapter 2)

Author : @TiaGupek

Main Cast:

– Choi  Yeon Sung

– Suho (Kim Joon Myun)

– Oh Sehun

 

Other Cast:

– Kim Jong In (Kai)

– Byun Baek Hyun

– Im Hyoni

– Park Minha

 

Genre : Comedy, romance..

Rating : >15

OM Poster

Lanjutin cerita Open Mermaid Chap1.. Happy reading …

 __________________________

 

Yeon Sung POV

Kami masih berdiam diri, sibuk dengan pikiran masing-masing. Dari tadi Sehun hanya menatapku saja setelah mengobati lukaku. Kami masih saja di UKS sejak kejadian tadi, aku hanya diam, binggung harus berbuat apa. Jujur saja, hatiku sakit sekali melihat seorang yang sangat ku kagumi,, ah,, tidak tapi orang yang aku cintai memperlakukan aku seperti tadi. Ya benar, aku sudah jatuh cinta pada pertama aku melihatnya.

Aku dan Sehun duduk di ranjang UKS, dia sangat baik karena telah mengobati luka di tanganku ini. Cukup sakit memang, aku sudah tak tahu lagi bagaimana wajahku ini. Mungkin mataku sudah benggak. Aku masih diam, saat Sehun mencoba mencairkan suasana di antara kami.

“Apel Sunbae, apa aku boleh bertanya?” namja itu kini menatapku lekat-lekat, dan aku hanya menganguk.

“Siapa namja tadi? Siapa itu Minha sunbae? Dan apa hubungan kalian? Kenapa kau menangis??”

“Kau bertanya atau mengintrogasiku?”

“Dua-duanya…. Cepat katakan.”

“hah? Kau ingin tau sekali?” sedari tadi Sehun hanya menatapku menunggu jawaban, apa sebegitu penasarannya.

“Dia… Emm, mu … mungkin, emmm…”

“Aaiishh, apa yang kau katakan?”

“Ck, dengarkan dulu jelekk.. *gw pecahin pala lo Hun/Author ganas*, diam dulu..”

“Teruskan..”

“Dia cinta pertamaku… Huuuuaaaaa.. Sehunnn kau puas.”

“Belum.. ceritakan saja, aku pendengar yang baik ko!”

Aku menundukkan kepalaku, kemudian menyenderkan *bahasa apa ini?* kepalaku ke bahunya, Sehun agak terkejut, tapi kelamaan dia terbiasa. Entah kenapa aku dapat bercerita padanya, semuanya kuceritakan, semua kata-kata itu keluar begitu saja. Setidaknya hatiku merasa lega.

 

Suho POV

Hari pertama aku masuk sekolah di desa ini terasa begitu membosankan, sama seperti sekolah menengah pada umumnya. Begitu masuk kelas banyak yang membicarakan tentangku, tepatnya berbisik-bisik. Dari mana asalku? Kenapa aku bersekolah disini? Atau para yeoja itu sedang memuja ketampanku ini, ck.. memang sudah resiko mempunyai wajah ENJEL seperti ini *preettt*. Mereka masih asing denganku ini.

*ceritanya bell berbunyi, Istirahat*

Aku bingung harus kemana? Yang kuketahui hanya kelas Minha bersebelahan dengan kelasku, sejak kejadian kemarin sebenarnya aku malas bertemu dengannya. Entah, hati kecilku bertolakbelakang dengan kaki ini.

“Minha.. “

“Ah, Suho Oppa!!”

“Temani aku berkeliling… *mau ronda bang??* “ aku langsung menggandeng tangannya. Beberapa yeoja berbisik-bisik karenanya.

“Kajja, ke kantin Oppa.. Aku lapar.” Aku hanya tersenyum padanya.

Semalam aku tidak tinggal di rumah halmoni karena aku menyewa penginapan. Aku masih tidak ingin bertemu dengannya, apalagi dengan yeoja pilihan abeoji. Semalaman di pikiranku masih teringat tentang yeoja yang terjatuh kemarin, aku ingin menanyakannya pada Minha tapi lebih baik tidak usah.

Kupikir  dia masih SMP, tapi tidak mungkin karena namja yang bernama Sehun itu memangilnya sunbae. Tubuhnya mungil, tangannya yang kecil itu pasti sakit karena luka kemarin, dia terus berputar-putar di kepalaku ini. Ck, apa yang kupikirkan ini.

Aku menikmati makanan di kantin ini, sayurannya terasa masih segar, atau mungkin karena memang aku lapar ya..

Tak terasa sudah waktunya pulang, aku harus ke rumah halmoni karena sedari tadi halmoni dan abeoji menghubungi ponselku ini. Ahh, penderitaankun dimulai sekarang. Pasti akan mendapat ceramah geratis dari halmoni dan tentunya bertemu dengan yeoja itu..

Brruukk..

Aku melihat seorang yeoja yang terjatuh dan buku-buku besar yang dibawanya pun menjadi berserakan. Dan cepat-cepat aku membantunya berdiri, seketika pandangan kami bertemu. Yeoja di depanku ini adalah yeoja yang kemarin, dia terlihat terkejut dengan matanya yang membesar itu.

“Ah, .. Jeosonghamnida sunbae-nim. Jeosonghamnida.” Dia membungkukan badan berulang-ulang. Padahal aku penyebab ia bisa terjatuh

“ Neo, Gwenchana?”

“Emm, Gwenchanayo..” aku membantunya menyusun buku-buku itu, aku tak habis pikir tega sekali tidak ada yang membantunya, padahal buku ini berat dan banyak.

“Kau mau pergi kemana?”

“Perpustakaan..” dia tersenyum.

“SUNBAEE!!!” teriak seorang namja seraya menghampiri kami, perawakannya pendek sesuai dengan wajahnya yang mirip siswa playgroup.

Dia langsung menyambar kedua tangan yeoja tadi.

“Sunbae, kenapa kau meninggalkan aku. Aku kan sudah berjanji membawakannya”

“Ah ya ya.. aku lupa ..”

“Aku khawatir dengan lukamu itu, dan jangan sekali-kali meninggalkan aku. Ingat! Aku kan belahan jiwa mu, nde!” narsis sekali dia.

“Dia siapa sunbae?” ia menunjuk-nunjuk aku.

“Suho imnida … “

“Oh, kau jangan sekali-kali menggangu Yeon Sung Sunbae. Awas kau…” lalu dengan cepat mengambil alih buku-buku itu dan ia sempat merong kepadaku. Apa-apaan ini, dasar anak TK, apa dia belum tahu kalau aku ini sunbae-nya.

“Baekhyun-ah.. kau ini, Suho sunbae yang tadi menolongku. Tadi aku sempat jatuh.” Yeon Sung menupuk pelan bahu namja itu. Ah,, aku baru tahu namanya Yeon Sung. Namanya seperti nama laki-laki.

“Ck, biar saja. Sunbae, jangan membela dia. Lebih baik membelaku OKE?” dia berkedip-kedip pada Yeon Sung. Yeon Sung melihat anak TK itu sebentar lalu berpura-pura ingin muntah. Hahaha lucu sekali yeoja ini.

“Kajja Sunbae… “ anak TK itu menarik tangannya.

“Khamsahmnida Sunbae.” Yeon Sung membungkuk padaku, lalu berlalu.

Tunggu sebentar, bukannya kemarin Yeon Sung bersama dengan namja yang bernama Sehun. Sekarang dia bersama dengan anak TK tadi. Dia playgirl atau apa??

 

@Halmoni’s House

“Kau ini membuatku khawatir saja, dari mana saja kau ini. Apa abeoji-mu tidak mendidikmu dengan benar, hingga kau seperti ini. Kau ini tak bias diatur, bagaimana nasib perusahaan jika kau yang mengelola. Seharusnya kau sadar, nanti kau yang akan mewarisi semuanya. Buatlah dia bangga kepadamu yang sudah bersusah payah membesarkanmu itu. Dasar anak nakal. Kau mengerti?” benar saja halmoni mengomeliku dari tadi, bahkan saat sebelum aku masuk rumah ini (pas di pager maksudnya).

Aku hanya mengangguk saja, karena aku sanagt menghormatinya.

“Kau,, membuatku khawatir. Dasar anak nakal..” dia memukul kepalaku pelan lalu memelukku, aku tahu ia sangat menyayangiku. Aku rindu dengannya, ia pengganti ibuku.

“Beristirahatlah.. “

“Kamsahamnida halmoni. “

“Kau beristirahat di lantai dua, bereskan pakaianmu juga di sana.”

“Halmoni menyiapkan kamar untukku?”

“Tidak, itu kamar cucuku..”

“Di rumah ini hanya ada dua kamar.”

“HAH..” masa aku harus tidur dengan yeoja itu, bahaya sekali perjodohaan ini. Aku bahkan belum melihat wajahnya.

“Hilangkan pikiran jorokmu itu, cucu cantikku itu akan tidur bersamaku.. dasar kau ini.” Halmoni menoyor kepalaku.

Hufttt,, untung saja. Di depan pintu kamar ini tertulis “CYS’s ROOM”. Oh ya aku lupa, aku bahkan tidak tahu namanya. Karena saking lelahnya, ku hanya melempar tas, meletakkan koper sembarangan lalu langsung merebahkan tubuhku di ranjang yang nyaman ini. Lalu aku tak tahu apa yang terjadi lagi (tidur maksudnya hehehe).

 

Yeon Sung POV

Hah… lelah sekali hari ini, selesai  mengembalikan buku, Baekhyun dan Sehun mengajakku pergi ke toko buku. Aku ingin mandi lalu tidur saja.

Halmoni mungkin sedang keluar, kubuka pintu kamarku. Aku sangat terkejut ketika mataku menangkap sesosok mahkluk yang tampan dengan wajah yang ENJEL sedang tertidur di ranjangku. *abaikan kalimat terakhir*

Ada seorang namja tidur di ranjangku, dan ternyata ia adalah pangeranku itu, ya, , Suho sunbae. Kenapa ia berada di rumahku? Ah iya, aku pernah mendengar percakapan halmoni dengan seorang mungkin anaknya, ia berkata akan menitipkan anaknya, yaitu cucu halmoni di sini. Ternyata Suho sunbae adalah cucu halmoni, aku sudah memutuskan untuk melupakannya tapi malah selalu dipertemukan dengan namja ini.

Kuberanikan diriku untuk mendekatinya yang masih terlelap, perasaanku bercampur aduk seketika melihat namja ini. Kau tau aku masih sangat mencintaimu, meski pertemuan kita selalu tidak disengaja. Apakah kau tak mengingatku? …

Kulihat wajahnya yang  tenang, telunjukku memainkan bulu matanya. Hahahahaa lucu sekali, aku sampai tersenyum sendiri. Lalu telunjukku menuju tulang hidungnya, aku sangat menyukai saat-saat seperti ini, bersamanya, walau dalam diam sekalipun. Dia tidak bergeming sama sekali, kantung matanya terlihat, kurang tidur atau mungkin kelelahan.

Entah kenapa aku suka mengelus tulang hidung namja ini, dengan hati-hati aku berjalan kearah lemari untuk mengambil baju ganti. Kuperhalus langkahku agar tidak menggangu tidurnya. Aku bergegas ke kamar halmoni , berganti baju lalu memulai mengerjakan tugas.

 

——————————–SKIP TIME———————————————————————————————

“Suho-ya… palli.” Halmoni memperingatkan Suho sunbae untuk makan malam bersama kami, mungkin dia masih mandi.

“Kau belum berkenalan dengannya kan Yeonsung-ah?”

“Nde…” memang kami belum berkenalan secara resmi, mungkin ia juga tidak tahu bahwa aku tinggal di sini. Selesai mengerjakan tugas aku langsung menyiapkan makan malam, sedangkan ia masih terlelap di kamar.

“Halmoni, bisakah kau memanggil tukang untuk memperbaiki pintu kamar mandi di kamar atas, kuncinya rusak…. Eh… kau, kau,, Yeonsung? Kenapa kau berada di sini?” dia terlihat terkejut, tangannya masih memegang handuk putih yang ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya, ia mengenakan piyama putih. Wahh.. lucu sekali. Aku hanya nyengir menangapinya.

“Kau kenal dengan anak ini Yeonsung-ah. Kalian memang berjodoh sekali.”

“Ah.. Aniyo. Dia sunbae di sekolahku halmoni.. “ halmoni melirik Suho sunbae yang masih terdiam di tempatnya.

“Annyeonghaseyo, na neun Choi Yeon Sung imnida..” aku memperkenalkan diriku.

“Kau sudah tau namaku… “

“Ya!! Anak nakal, baik-baik dia memperkenalkan diri tapi reksimu. Apa-apaan kau ini.”

“Halmoni, Suho sunbae, mari makannnn… “ aku mencoba agar halmoni tidak marah padanya.

Kami makan dalam diam, sampai Suho sunbae memecahkan keheningan ini.

“Halmoni, makanan ini enak sekali. Aku rindu sekali dengan masakanmu, mengingatkanku pada Eomma.” Oh iya, aku pernah diceritakan halmoni bahwa cucunya sudah kehilangan ibunya. Nasibnya sama sepertiku.

“Tentu saja enak, ini makanan favoritmu kan?”

‘Nde..”

“Tapi sebenarnya bukan aku yang memasaknya Suho-ya.” Suho sunbae terlihat agak bingung.

“Masakan ini dibuat oleh calon istrimu.” Halmoni melanjutkan perkataannya dan kemudian melirik ke arahku.

“Hahhh.. halmoni, aku bukan calon istrinya..” aku agak terkejut dengan perkataannya tadi, memang aku yang memasak tapi, apa hubungannya dengan calon istri.

“Ck, Yeonsung-ah aku telah menjodohkanmu dengannya.” Nenek hanya tersenyum singkat.

“Tapi … tapi.. halmoni.”

“Tidak apa tapi-tapian…”

“Hah.. aku malas mendengar semua ini, aku sudah selesai makan..” Suho sunbae beranjak dan pergi begitu saja. Ternyata dia tahu tentang perjodohan ini.

Aku harus bagaimana iniiii… jeritku dalam hati.

 

Suho POV

Aku mulai bingung dengan semua ini, tiba-tiba saja semua ini terjadi. Perasaanku kesal sekali ketika halmoni membicarakan perjodohan dan calon istri. Aku sempat merasa benci dengan Yeonsung, tapi ia tidak salah karena ia sama sekali tidak tahu tentang perjodohan atau pun aku. Ck, apa-apaan ini.

Ku ambil selimut dan guling dari kamar Yeonsung lalu menuruni tangga menuju kamar halmoni.

Tok tok tok..

“Halmoni.. keluar sebentar bisa?” kataku sedikit berteriak.

“Ada apa kau berisik sekali, kau menggangu saja.”

“Yeonsung bisa kembali ke kamarnya, aku akan tidur di sofa saja.” Aku tahu halmoni tidak bisa tidur jika ada seorang di sampingnya.

“Wahh .. kau penolong bagiku, lihat Yeonsung. Jika sudah tidur, kau tahu dia tidur seperti gasing. Berputar-putar, ck dia tidak bisa diam.” Halmoni sampai memijit-mijit dahinya. Apa separah itu?

Dan ternyata benar, kulihat Yeonsung dengan piyamanya berguling ke tepian ranjang, aku segera menggendongnya sebelum ia keterusan berguling dan jatuh. Badannya sangat ringan, padahal tadi kulihat dia makan seperti kuli. Hahaha lucu sekali yeoja ini.

“Ehem.. kalian belum menikah tapi sudah berani bermesraan seperti itu. Ck, tapi kalian pasangan yang serasi. Suho-ya jaga anak ini baik-baik.”

“Ck, halmoni berhentilah membicarakan hal itu. Aku tidak suka.” Dari pada telingaku tercemar, keputusan terbaik adalah menjauh dari kamar itu.

Kurebahkan tubuh mungilnya di ranjang, lalu membenarkan posisi tidurnya, menyelimutinya lalu aku meletakan dua guling di sampingnya agar ia tidak terjatuh. Hah.. kurasa cukup, ini sudah aman baginya.

Dia yeoja yang polos, apa adanya. Wajahnya sangat tenang saat tidur, seperti tidak ada beban hidup. Kuperhatikan wajahnya, wajahnya seperti anak kecil tapi agak sedikit pucat. Walau wajahnya putih pucat tapi bibirnya merah muda. Ia seperti Eomma saja, Eomma juga berwajah pucat.

Hah.. mungkin aku tidur di sini saja, kebetulan ada sofa di kamar Yeonsung, aku malas untuk turun ke bawah lagi.

 

Esok harinya..

“Suho sunbae ironaseo..” kurasakan ada yang menyentuh bahuku. Perlahan kubuka mataku dan ternyata itu Yeonsung.

“Waaa… kau sudah bangun, susah sekali membangunkanmu.” Kulihat dirinya sudah rapi dengan seragamnya.

“Goomawo.. kau yang membawaku kesini kan? Ehm, aku sudah menyiapkan sarapan. Suho sunbae mandilah..” ia beranjak pergi. Aku hanya berdeham mengiyakannya.

 

Yeonsung POV

Setelah sarapan kami berdua pergi ke sekolah bersama dengan berjalan kaki. Dan seperti biasa dua namja itu menjemputku untuk berangkat bersama, yah.. siapa lagi kalau bukan dua sejoli Sehun dan Baekhyun.

“Sunbae… “ baru saja aku memikirkan mereka, pasti ini suara baekhyun.

“Ne..” aku menjawab seadanya saja. Mereka agak terkejut melihatku dan Suho sunbae keluar dari rumah yang sama.

“Sunbae… kau dan namja ini tinggal bersama?” baekhyun menatapku.

“Dia cucu halmoni, kajja kita berangkat.”

“Appel sunbae, sebaiknya kau jaga jarak dengan namja ini..” Sehun menarik tanganku supaya aku mendekat padanya.

“Betul.. kau kan belahan jiwaku sunbae..” Baekhyunjuga ikut-ikutan. Kini mereka berdua mengapitku, masing-masing dari tangan mereka merangkul kedua tanganku. Dan aku hanya cengengesan saja, mereka sangat saying padaku rupanya, ah.. aku jadi malu.

“Cih.. apa-apaan kalian ini. Dasar anak ingusan.” Wah.. Suho ngajak perang. Seketika itu juga Sehun menatap Suho dengan death  glare-nya yang lumayan mengerikan menurutku.

Kuarahkan kedua mata ini pada dua orang yang sedang menatap satu sama lain, wah.. mengerikian sekali. Aku sempat menelan ludah ketika melihat mereka. Kutatap Baekhyun, dan ia hanya menggelengkan kepala saja.

“Ehem.. Sehun-ah kajja..” aku dan Baekhyun menarik Sehun untuk serega pergi dari situ, sementara Suho sunbae berbelok arah, sebelumnya ia berkata ingin berangkat bersama Minha sunbae.

“Appel sunbae, kau itu cucunya halmoni, dan namja jelek itu juga cucu halmoni. Jadi apa kalian bersaudara?” Tanya Sehun tiba-tiba, aku juga sebenarnya tidak tahu. Karena aku adalah anak angkat halmoni jadi tidak ada hubungan darah di antara kami. Kadang aku tidak mengerti hubunganku dengan halmoni seperti apa karena ia sering memanggilku “cucuku yang cantik” atau “anakku jelek”, yang aku tahu dia adalah satu-satunya keluargaku.

“Yah begitulah… aku juga tidak tahu, karena tiba-tiba saja dia pindah ke sini. Sama sepertimu Hun-ah, dia dari Seoul.”

“Ah.. begitu toh, pantas mereka mirip. Anak dari kota seperti mereka berdua memang tidak bisa diatur dan seenaknya saja. Benarkan sunbae?”

“Eo.. benar sekali Baekhyun-ah.. ck ck ck aku tak habis pikir apa yang tadi mereka lakukan.. tidak seperti kita yang masih lugu ini..” Baekhyun dan aku ber-highfive-ria dihadapan Sehun.

“Bukan lugu tapi kekanak-kanakan…”

“Dasar ORANG TUIR… weeekk.” Teriak kami berdua kompakan melawan Sehun.

“Tuh kan.. kalian cocok jadi anak TK.”

“Baekhyun temanmu yang jelek itu mengatai kita, bilang pada Eomma-mu agar tidak memberinya makan lagi.” Aku berbisk pada Baekhyun untuk mengerjai Sehun.

“Sebenarnya aku punya rencana lain sunbae, sini..” dia mendekatkan wajahnya ke telingaku, kami berpura-pura saja agar Sehun jengkel.

“YA! Apa yang kalian bicarakan… ya sunbae, Baekki…” kami berdua lari meninggalkan Sehun.

“Ya! Tunggu aku…”

 

 

Still YeonSung Pov

“Hyoni-ya.. apa kau dan Kai akan pergi hari ini?” Tanyaku pada Hyoni yang sedang mencontek, ah.. maksudku menyalin tugasku.

“Anni, waeyo?”

“Kau lupa ya.. hari ini ada tugas kelompok Hyoni cantik…”

“Mwo.. ko aku tidak tahu?”

“Molla, wah.. baiklah aku yang akan ke rumahmu saja. Ok?”

“OK!”

 

Yeonsung House

“Yeonsung-ah…” itu pasti suara Hyoni, cempreng.

“Ndee… aku dating..”

Cklek…

“Hyoni apa kau bawa buku panduannya.. eh, Kai annyeong..” Hah.. kenapa Hyoni membawa kekasih hatinya ini. Kutebak nanti aku pasti jadi kambing congek atau setan. Karena pepatah mengatakan “Jika ada tiga orang, yang dua pacaran, berarti yang satu adalah setan” *Author ngarang  bebas*.

“Annyeong Yeonsung-ah..”

Dan benar saja, mereka hanya menumpang makan cemilan dan bermesraan. Sedangkan aku hanya diam tidak berkutik melihat mereka. Huuft.. tugas kami yang tadinya berjudul “tugas kelompok” terpaksa menjadi “tugas pribadi”.

“Yeonsung-ah halmoni eoddiseo?” itu suara Suho sunbae.

“Ehm, halmoni pergi ke kebun sunbae.”

“Kalian sedang apa?”

“Tugas kelompok.”

“Mungkin aku bisa bantu..”

“Goomawo.” Ah.. dia penyelamatku.

“Ya.. Yeonsung-ah siapa?” Hyoni menunjuk Suho sunbae dengan dagunya.

“Ia sunbae kita, cucu halmoni..”

“Oh.. yang katanya tampan itu ya.. wah kau menjadi bahan gossip di kelas XI,” Hyoni seketika itu juga berdiri dan menjabat tangan Suho sunbae.

“Ah ne.. Suho imnida..” dia membalas Hyoni.

“Suho-ssi kau tinggal disini?” kali ini Kai yang angkat bicara.

“Nde, seperti itulah..”

“OOO..” Hyoni dan Kai ber-O-ria bersama.

 

Suho POV

“Yeonsung-ah kenapa akhir-akhir ini kau tidak memakai kalungmu?” Tanya halmoni saat makan malam.

“Ah … ii.. itu.. itu.. em.. aku menyimpannya, em agar tidak diminta Hyoni.. katanya Hyoni dia suka bandulnya.” Dia terlihat agak gugup ditanyai seperti itu.

“Kalung apa Halmoni?” aku penasaran sekali, karena waktu pertama aku bertemu dengan Yeonsung, dia terus menatap kalung yang di pakai Minha. Mungkin terjadi sesuatu..

“Kau tak perlu tau.. ini masalah kami para wanita.” Ck, halmoni-ku ini gaul sekali.

“Kau ini, kalung itu harus kau pakai saat pertunangan kalian..”

“MWOO!!” Kami berdua berteriak bersama.

“Halmoni jangan lakukan itu..” Yeonsung merajuk sambil menarik-narik ujung lengan baju halmoni.

Aku sudah muak dengan semua ini, aku langsung pergi dari ruang makan, menuju kamar Yeonsung. Aku ingin mengambil selimut dan guling seperti biasa. Sebelum tidur sebaiknya aku mengerjakan tugas yang tadi sempat kukerjakan. Aku beranjak menuju meja belajar Yeonsung, mejanya tertata rapi. Tampak figura foto yang tersusun berjajar, foto Yeonsung dari bayi hingga sekarang. Di rak mejanya tersusun buku-buku, ada juga celengan babi, notebook warna biru miliknya, dan berbagai pernak-pernik yeoja yang kebanyakan berwarna biru muda.

 

Haahh.. tugasku sudah selesai, aku ingin tidur saja. Jujur aku tidak suka tidur terlalu malam, Yeonsung mungkin berada di kamar halmoni sekarang.

Duakk…

“Aw, Appo..” ck, kakiku terantuk kaki meja belajar ini. Sial…

Tanpa sengaja laci meja itu sedikit terbuka, aku dapat melihat apa yang ada di dalamnya sekarang. Sebenarnya aku agak ragu mengambilnya, tapi kotak itu membuatku penasaran. Kubuka kotak berwarna hitam itu, ukurannya sebesar kotak untuk jam tangan.

“Kotak apa ini. Sepertinya berharga karena disimpan rapi. Kenapa tidak ada isinya?” kenapa aku jadi ingin tahu seperti ini.

Eh, tapi tunggu sepertinya kotak ini untuk menyimpan kalung. Berarti Yeonsung berbohong pada halmoni.  Tampak seperti ada lekukan yang timbul, tunggu ini membentuk seperti … aaakk, kenapa aku bisa lupa.

Sepertinya ini sangat familiar sekali, tapi apa aku lupa. Hah, ya sudahlah aku tidak perduli. Sekarang sudah pukul sepuluh, mungkin Yeonsung sudah tidur. Sekarang tugasku adalah menggendongnya kemari.

 

Author POV

Seorang yeoja berambut panjang terurai nampak sangat gelisah mencari keseluruh ruangan yang merupakan kamar miliknya. Dia sedang mencari sesuatu sampai-sampai tidak sempat mengikat rambuatnya seperti biasa.

“Yeonsung-ah.. palliwa..” seorang namja berseragam sama dengan yeoja itu membuka pintu kamarnya itu.

Ddukk..

“Uuaa.. appo.” Teriakkan keras berasal dari yeoja itu, kepalanya dengan mulus membentur meja belajarnya. Dia masih meringis memegang kepalanya yang masih berkunang-kunang.

“Gwenchanayo?” namja itu segera membantu yeoja yang masih setia di tempatnya sekarang.

“Apa yang kau lakukan di kolong meja itu?”

“Buku PR-ku hilang sunbae..padahal hari ini harus dikumpulkan.” Yeoja itu masih setia memegang kepalanya itu.

“Sudahlah, tak apa-apa mungkin kau hanya dihukum membersihkan lapangan. Lihat ini sudah jam tujuh.”

“Lagipula dua namja belahan jiwamu itu sudah sedari tadi mengunggumu.”

“ah, baiklah..”

Yeoja itu kini berjalan bersama dengan dua heobae-nya, karena itu ia tidak menggunakan sepeda seperti sebelumnya. Wajah yeoja ini masih diliputi perasaan gelisah, jika Hyoni tahu ia tidak membawa tugas mereka pasti Hyoni akan marah padanya.

“Sunbae, kenapa kau terlihat lebih cantik?” Baekhyun berbisik kecil karena sedari tadi ia memperhatikan ada yang tidak biasa pada yeoja dihadapnya ini. Baekhyun dan Sehun baru pertama kali melihat sunbae-nya itu menggerai rambutnya.

“Ck, jangan coba merayuku. Sekarang aku tidak mood untuk bercanda Baekki-ya. Buku tugasku hilang..Eottoke?”

“Ya sudah mau diapakan lagi sunbae, tak apa jika bukumu yang hilang asalkan jangan kau yang hilang dari hadapanku.. hahahah..”

“UUUeeek..” namja satunya berpura-pura ingin muntuh karena tingkah sahabatnya itu sambil menjitak kepala Baekhyun.

“Ya.. Apooyo.. “ sebelum Baekhyun membalas tindakan dari Sehun. Sehun segera mengenggam tangan Yeonsung untuk berlari meninggalkan Baekhyun. Itu untuk balasan yang kemarin pikir Sehun dalam hati.

Yeonsung dan Sehun hanya tertawa dan masih berlari meninggalkan Baekhyun. Sesampainya di sekolah mereka berpisah karena memang berbeda kelas.

“Ya.. Hyoni-ya buku tugasku hilang. Eottoke?” Yeonsung mencoba untuk berbicara manis dengan Hyoni agar ia tidak marah.

“Tugas yang mana Yeon-ah.”

“Yang kemarin…” Yeonsung berkata dengan sedikit was-was.

“Oh.. itu.. aku yang membawanya.. hehehe.”

“Ya! Kenapa kau tidak bilang, aku mencarinya dari tadi pagi. Kau tahu, aku bahkan tidak sempat sarapan dan menyisir rambutku… dasar Hyoni gilaa..”

“Hei kenapa kau marah, tidak usah marah nanti wajahmu tambah jelek..”

“Bukan urusanmu..”

“Ck, kau ini.. Yeonsung-ah maafkan aku..” Hyoni mencoba jurus andalannya untuk meluluhkan hati Yeonsung dengan AEGYO.

“Tiada maaf bagimu..” Hyoni dan Yeonsung tertawa bersama akan apa yang mereka lakukan sebelumnya.

 

@ Minha’s House

“Oppa, em.. kau tak mempunyai pacar?” yeoja itu bertanya dengan hati-hati pada namja yang sedang membaca buku di sofa kamarnya.

“Oh, aku tidak punya..” namja itu menjawab tapi matanya masih senantiasa membaca buku.

“Oh, Keure.. aku kira kau punya..hehehe..”

“Aku akan mengambil jus dulu ya Oppa.”

“Nee..”

 

 

Suho Pov

Hah.. untung di pergi, aku masih penasaran dengan kalung yang kemarin aku temukan itu. Apa memang kalung itu bukan milik Minha melainkan milik Yeonsung. Aku segera beranjak dari sofa lalu mencoba mencari kalung itu di meja rias samping ranjangnya. Ck, di sini tidak ada. Semua rak yang aku buka juga tidak ada. Aku memang menyayangi Minha tapi, setelah mendengar cerita halmoni tadi aku harus menemukan kalung itu.

Aku menanyakan kalung itu pada halmoni, katanya kalung itu sangat berharga bagi Yeonsung. Yeonsung biasa mengenakan kalung itu setiap hari dan tidak akan pernah ia lepaskan. Tapi akhir-akhir ini halmoni tidak pernah melihat Yeonsung mengenakannya lagi. Bukannya aku tidak percaya jika Minha yang menyelamatkanku, dia memang menyelamatkanku. Aku hanya ingin mengetahui kebenarannnya saja.

Ck, tidak mungkin kucari di lemarinya, itu tidak sopan. Tapi sepertinya yang kulakukan ini juga tidak sopan. Tak apalah.

Tunggu apa mungkin di dalam lemari kecil ini, aku harus segera mendapatkanya.

“Minha-ya aku pulang dulu.. Annyeong.”

“Kenapa buru-buru, Oppa tak lihat apa yang sudah aku siapkan untukmu?” kulihat dia sedikit kecewa.

“Halmoni menelponku.. Mianhae kita bisa bertemu lagi nanti.”

Cepat-cepat aku mengendarai motor ini untuk bisa pulang, tepat sekali aku menemukannya di lemari kecil itu. Aku berlari menaiki tangga dan tanpa babibu lagi lansung mecocokan kalung ini dengan kotaknya. Kuatur napasku sejenak, hah.. sampai-sampai aku berkeringat seperti ini. Dan bear saja ini memang kalung Yeonsung. Tapi kenapa kalung itu ada pada saat aku tenggelam di sungai, apa dia mermaid-ku? ..

 

TBC

 

 

 

 

 

Iklan

5 pemikiran pada “Open Mermaid (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s