Heart, Memory and Sickness (Chapter 1)

HEART MEMORY AND SICKNESS

Author : lovelyjjong

Maincast :

  • kim jong in
  • Oh sehun
  • Xi luhan
  • Ahn shi ra
  • Kim  hye eun
  • Choi han byeol
  • Park ji yeon

 

Genre : angst , romance

Chaptered , chap 1 >>

Sebenarnya terinspirasi dari novel black remember tapi banyak yang diubah kok so just check it guysss kalo kurang2 dikit gapapa kali ya

Thanks buat author yang mau publish SARANGHAE  ))

 _______________________

“Oppa!“ Gadis itu langsung menghambur ke pelukan seseorang yang dia panggil oppa itu. “ne,  wae hye eun ah?” “anni” jawab gadis itu sambil mengerucutkan bibirnya.

ige mwoya tadi kau mau bilang apa eun ahh , “ oppa “ ne “ aku mau oppa membantuku “, membantumu ? Ne temanku sakit hati karena baru diputuskan pacarnya , lalu oppa mau berbuat sesuatu untukku kan , oppaaa ayolah sekali ini saja ,,

 berbuat apa ? memangnya aku siapanya ? sudahlah hye eun ah , oppa mau tidur ini sudah malam naiklah ke kamarmu , oppa akan mengantarmu besok tadi sore eomma dan appa ke prancis , pak han juga ke kantor appa untuk mengambil barang yang tertinggal , jangan menaruh headset saat kau tidur , jangan makan permen , jangan membuka tirai , dan jangan bermain internet , arrachi ?

oppaa , jojong oppa .. .

apa lagi ? aku tidak mau membuatkanmu susu suruh saja bibi son , dia dibawah

annnii bukan itu

apa lagi ?

aku tidak bisa tidur , oppa temani aku dulu , diluar hujan deras ayoolah , alu mau bertanya sesuatu ayolah oppa , aiiishh NE Ne ayo oppa akan menemanimu , naiklah jong in menyuruh adiknya naik ke atas kasur hijau bermotif bunga berbagai warna itu , oppa ? Ne kenapa lagi jong in mulai duduk di sebelah adik tersayangnya itu , aku mau bertanya tapi oppa jangan marah ya , ne tanyalah jong in mulai mengambil posisi di kursi belajar adiknya itu ,

oppa kenapa tidak pacaran ? pertanyaan macam apa itu hye eun ah ? ayoolaaah oppa aku hanya ingin tahu , oppa itu populer di kampus , apa wanita secantik jiyeon sunbae , suzy sunbae atau mungkin aaah jiyoung sunbae tidak menarik oppa ?

kau bertanya yang tidak tidak saja ,” ayolah oppa aku hanya heran kenapa oppa tidak pacaran dulu oppa pernah menyukai  han byeol sunbae ya ? siswa terfeminim satu kampus , natural dan terlihat cute itu kan ,

aigooo adikku sering bergosip rupanya ….

oppa aku tidak bergosip m aku memang punya oppa yang populer jadi tanpa kucari gosip tentang oppa pun aku bisa tahu ,  oh ia oppa tetaplah dengan posisi seperti itu m tunggu sebentar hye eun mengambil kamera SLR nya dan mengabadikan momen oppa nya tersebut <

hye eun ah kenapa kau memotoku ?

untuk dijual menjadi tambahan uang saku oppa , apa ?” awas kau ya ,cepatlah tidur oppa mau tidur juga ,”  ayo naik jong in mulai menyelimuti adiknya itu mematikan lampu, dan mendorong pintu itu dia keluar dari kamar adiknya itu perlahan .

aissh tiba tiba hp di saku celananya berbunyi , sedikit menggeser hp touchscreen itu  wallpaper seorang gadis dengan gaun putih dan bando di tanganya langsung terlihat , jong in sedikit terdiam tetapi tak lama kemudian dia tersadar , dia mengangkat tellepon itu yang entah sejak kapan masuk

yeobsoseyo ?

jong in ah si ra sudah semakin parah datanglah , kumohon , wae wae sehun ah jong in mulai terlihat kacau sekarang ia mematikan ponselnya , berlari ke atas ke kamarnya mengambil jaket favoritnya , kemudian mengambil kunci mobil di samping bufet rumahnya ,

sedikit demi sedikit kecepatan mobil itu bertambah seiring rasa khawatirnya yang makin menjadi , dia memegang stir dengan satu jarinya , sedang yang satu untuk menyentuh bagian kiri dadanya sakit sekali seperti ada yang berkecamuk di sana , dia memperhatikan arloji arloji di tangan kirinya arloji dari seorang bernama AHN SHI RA , dia membelok ke kiri ruang jalan dan memasuki rumah kosong di seberang jalan tsb

dia melihat lu han xi luhan , kakak angkat gadis bernama ahn si ra itu di depan rumahnya m bersandar dengan sebuah rokok menyala di tanganya , “ kau sudah datang rupanya” pria bernama xi luhan itu mendekatkan wajahnya pada jong in sedetik kemudian dia mulai menepukkan tanganya di punggung pria itu , “ berhentilah mencoba , dia akan tetap seperti ini “ aku tidak tahu kalau kau meninggalkanya dia mungkin sudah mati

dimana dia ? jong in mulai mengatur nafasnya , tadi dia disuntik oleh bibi nam mungkin dia tertidur sekarang , jong in mulai masuk menggeser pintu itu perlahan , seorang gadis yang dicarinya tidak ada di tempat tidur , dia sedikit melihat ke arah balkon gadis itu pun tidak ada disana , sedetik kemudian dia tersadar suara seseorang yang sangat dikenalinya , suara itu dari kamar mandi kecil di kamar gadis itu

Si ra , Ahn Si Ra apa yang kau lakukan keluarlah , aku disini jong in mulai berusaha menggebrak pintu itu si ra , si ra keluarlah ! setelah berhasil mendobrak pintu itu , jong in mulai merasakan sakit lagi ,gadis itu  terduduk di bawah di lantai dengan baju yang basah dan cairan berwarna merah segar mengalir dari  tanganya , si ra apa yang kau lakukan? , jong in mulai kebingungan dia berlari ke belakang dan menemukan kakak si ra itu masih di sana , “dia menggores tanganya lagi “ jong in berkata sangat pelan , aaahhh pria bernama xi luhan itu mulai mengantuk kepalanya dengan tanganya sendiri , tenanglah aku akan mengobatinya , jong in masuk lagi ke rumah itu ..

Dia perlahan mendekati gadis itu , si ra ya chagiya ayolah , jong in mulai mengulurkan tanganya ke gadis itu  ayo , ahn si ra gadis itu perlahan berhenti menangis , dia mulai berdiri dan berjalan mendekati jong in , sesaat kemudian gadis itu sudah memberi tanganya pada jong in memeluk pria itu , jong in hanya bisa menahan nafas lega , ia menarik gadis itu keluar dari kamar mandi , menyuruhnya duduk , dan mulai beranjak ke lemari gadis itu  mengambil handuk dan baju lengan panjang yang ukuranya sedikit lebih besar ,

Jong in mulai mengeringkan rambut gadis itu dengan handuk , gadis itu masih saja diam menekuk kedua kakinya di depan tubuhnya sementara matanya terpejam , jong in keluar sebentar ingin memanggil bibi nam , bibi nam segera datang dan mengganti baju gadis itu , “luka dan pakaianya sudah saya bereskan “, masuklah bibi nam mempersilahkan jong in masuk lagi

Jong in masuk , gadis itu sudah terpejam sejenak jong in terpaku pada bagian tangan dan kaki gadis itu , sudah berapa lama kau menyiksa dirimu sayang? , jong in mendekati gadis itu mengelus rambutnya perlahan , tidurlah , jong in mulai menyelimuti gadis itu , menghidupkan pemanas ruangan dan akhirnya mengecup kening gadis itu , dia keluar dan bertemu luhan lagi

Dia tidur ? luhaan bertanya dengan nada suara pelan

ne , hyung sebenarnya dia membutuhkanmu cobalah menaruh kasih sayangmu padanya  dia sebenarnya gadis baik , cobalah ,

Aku tau jong in , aku akan mencobanya tetapi seberapa keraspun aku mencobanya dia bahkan tak mau mengerti hadirku ,

Entahlah hyung aku hanya berharap kau dan dia bisa seperti dulu , aku pulang dulu hye eun menungguku di rumah , ini sudah jam empat pagi aku takut la;au  dia bangun dia tak menemukanku , aku pulang hyung

Ne , terimakasih jaga dirimu ucap luhan sambil mengayunkan tanganya memberi salam sebelum jong in pulang ,

Jong in memasuki rumahnya , dia terkejut melihat oh sehun sepupunya di rumah ,

Kau gila jog in , apa si ra lebih penting dari hye eun kau pergi tanpa mengunci rumah , sementara hanya ada hye eun kalau dia kenapa napa bagaimana ,

Ahh mian aku lupa , Bagaimana keadaanya sehun mulai bertanya , si ra , ne siapa lagi gadis gila yang kau sayangi itu , sudahlah sehun ah bersikap dewasalah aku menyayanginya jadi bagaimana pun keadaanya aku akan tetap bersamanya

Kurasa kau sebentar lagi akan ketularan gilanya , sehun mulai beranjak ke tangga naik ke kamar yang memang selalu disiapkan untuknya , eomma jong in memang menganggap sehun anaknya juga

Sehun mulai berjalan keluar kamar , hari ini sabtu pagi dia dan jong in memang tidak ada kelas hari ini , oppa hye eun mulai mendekati sehun , sehun balas memeluk gadis itu , kau mau makan sehun bertanya , annia oppa sepertinya ada yang aneh dengan jong in oppa

Apa ? sehun mulai bertanya

Dia mengganti foto eomma dengan seorang gadis menjadi wallpaper handphone nya , oh ya siapa ? sehun bertanya pada hye eun

Entahlah gadis itu aneh wajahnya memang cantik tapi terlalu tirus , matanya indah tetapi bibirnya pucat sekali apa oppa kenal ?  oh ani anniya oppa tidak kenal  hye eun ah bukankah kuliahmu mulai pagi ini berangkatlah sehun mendorong gadis itu pelan , ahh iya anyyeong oppa gadis itu mulai pergi dan hilang dengan deru mobil sebagai pengantarnya , sementara sehun menghembuskan nafasnya kasar apapun yang terjadi hye eun tidak boleh tau

Jong in mulai bangun dari tidurnya , dia melihat sehun menonton tv ,

“sehun ah aku akan membeli obat hari ini “,kau ikut ? ne pasti untuk gadis gila itu kan ?

Sehun mulai menyetir mobil sedangkan jong in mulai memilah milah obat di tanganya “ ginjalnya sudah tidak terlalu bagus jadi aku harus membeli obat dengan dosis rendah “ jangan memperhatikanku begitu oh sehun ,

Jong in mulai keluar mobil diikuti sehun , dia berhenti di rumah si ra , kau mau masuk ? tanya jong in memastikan karena yang ia tahu sehun tak pernah perduli tentang masalah kekasihnya itu

Hmmm kenapa ? tidak boleh,? sehun balas bertanya , ahh terserah ayolah jong in mulai masuk , gadis itu sedang duduk di meja makan dengan ice cream di tanganya sudut sudut bibirnya terlihat kotor dan berantakan jong in mulai mendekati gadis itu , berjalan dari arah belakang dan memeluk gadis itu , ia mengeluarkan sapu tanganya dan melap sisa ice cream di bibir gadis itu

Sehun tidak mau ambil pusing , dia berjalan mengellingi rumah itu , sampai akhirnya ia melihat foto seorang gadis park ji yeon , ji yeon adalah gadis terindah di mata sehun sikap chic nya adalah magnet bagi sehun , dia merasa jadi bodoh sekarang karena tak berkutik di depan gadis itu , bukan fotonya saja hanya selembar foto

Semakin jauh semakin aneh , sehun mulai melihat foto gadis itu dimana mana bahkan di rumah itu jiyeon seperti pemilik rumah saja ,

“ ah baiklah obat apa lagi yang harus ku kirim “ sehun menggeser posisinya agak ke samping “ entahlah dia mungkin butuh morfin lebih banyak lagi “ sehun terperanjat sekarang , siapa dia sehun mulai bertanya pada dirinya sendiri , ahh aku harus bertanya pada jong in nanti

Jong in masih setia menemani gadis itu memakan ice cream nya , tetapi sedetik kemudian gadis itu seolah tersadar ia mulai menangis , ayolah si ra ahn si ra jong in mulai berusaha menenangkan gadis itu lagi tetapi sepertinya tak berguna , gadis itu mulai terlihat kacau sekarang , dia melempar ice cream nya ke arah jong in , meneriaki jong in dengan kata kata kasar , sekarang jong in tidak tau harus bagaimana lagi , si ra sudah mulai berjalan menuju kamarnya

Sedetik kemudian gadis itu datang dengan berbagai bahan berbahaya di tanganya , dia membawa satu botol  extasi di tanganya , “ ahh appa neomu appa “ gadis itu terus berujar dia berusaha membuka botolnya tetapi tidak bisa “ jong in ahh jangan melihatku bantu buka botolnya aku haus “ gadis itu mulai meracau tidak jelas

Sudahlah si ra , si ra chagiya dengarkan aku jong in mulai mendekatkan dirinya ke gadis itu menyentuh tanganya , jangan minum itu kita keluar dan jalan jalan ne ?  “anniyaa jong in bukaaaa “ gadis itu mulai terlihat lebih kacau lagi , “ maaf tuan sepertinya nona ahn harus disuntik penenang dulu “ , bibi nam mulai mengeluarkan suntik dari laci meja di ruangan itu ,

“ jangan jangan bibi aku tidak gila “ gadis bernama ahn si ra itu mulai menangis “ ahh bibi tidak usah “ jong in mulai bertindak sekarang  “ aku akan mencoba lagi “ jong in mulai mendekati si ra lagi ia duduk di depan gadis itu berlutut dan mulai menatap gadis itu , perlahan mata gadis itu melembut dia menatap jong in “ aku tidak gila jong in aku tidak gila “ gadis itu berujar lagi , ia kau tidak gila jong in mulai memperdekat jaraknya dengan gadis itu , jong in mulai menyisiri rambut gadis itu dengan jarinya , “ jong in aku tidak gila aku sayang jong in “ gadis itu berujar lagi , Ne kau tidak gila kau adalah gadis terbaik yang pernah kulihat jong in mulai memeluk gadis itu sedetik kemudian gadis itu mulai tenang , dia memosisikan kepalanya di kaki jong in dan tidur di atas pangkuan pria itu , sementara jong in mengusap rambutya perlahan “ tidurlah sayang , ahn si ra saranghae “

Sehun hanya mampu terpaku melihat apa yang dilakukan jong in tadi , dia sedikit merasa bersalah “selama ini aku bodoh tidak tahu kau begitu menyayanginya jong in “ sehun berujar ,

Sehun ah ayo pulang , jong in mengajak sehun pulang setelah membuat gadis itu berbaring di kamarnya , “ aku ingin kita singgah ke kafe nanti ada yang ingin kutanya “ sehun mulai berjalan di depan jong in

………………………………..

Jadi itu kakak si ra ? sehun mulai mengerti sekarang  “dan kakaknya adalah pengecer narkoba “ jong in mulai melanjutkan ceritanya pada sepupunya  , hmmm jong in ah sehun mulai berbicara lagi , wae ? kapan kau pertama kali bertemu si ra  ?

Ahhh aku lupa tapi tepatnya saat

FLASHBACKK ….

Apa ? kau tidak menerimaku byul ah wae kenapa apa aku kurang cocok denganmu , ?  “ mungkin begitu jong in ah” gadis bernama han byul itu masih menunduk menahan isak tangisnya , “aku pergi” gadis bernama han byul itu berjalan menjauh meninggalkan jong in , yang masih terdiam dengan mawar di tangan kananya

“Ahhhhhhh apppo” jong in melempar mawar itu jauh ke bawah bangunan kampus tempat dia sekolah , “choi han byeol neool saranghanta” jong in masih terus berteriak di bangunan itu di bangunan teratas kampus itu

“ Bodoh “ seorang gadis tiba tiba timbul di belakangnya , gadis itu mulai berjalan ke arah jong in “ aku tahu rasanya aku lebih faham “ jong in mulai memperhatikan gadis itu dia memang tak secantik han byeol tetapi dia terlihat lebih cute dengan mata yang bersinar terang , celana jeans hitam dan hoodie pink , “ siapa kau , dan apa kau mengenalku “ ? jong in mulai mendekat ke arah gadis itu

“ aku lebih sakit darimu , aku menyayangi oppa ku tapi dia membenciku , aku bahkan tak pernah disayang , mereka selalu mengunci ku dikamar , mereka selalu memberi apa yang kumau tetapi , melarangku menyayangi oppa ku , mereka bilang aku tidak waras , mereka selalu memukulku jika aku melawan , dan memukul oppa ku jika dia membelaku , dia mau aku jauh dari hidupnya saat itu opppa ku sudah membenciku dan aku sudah tidak mau hidup “

Jong in mulai tertarik dengan gadis ini , jadi mau apa kau kesini ? jong in bertanya pada gadis itu ,

“mau mati “ gadis itu mulai tertawa aneh sekarang , mati ? apa kau gila ? jong in mulai merasa bahwa gadis ini memang aneh , kau tau “ aku tidak pernah belajar untuk datang ke sini “ , jadi ? jong in mulai terlihat seperti orang yang benar benar penasaran sekarang , “ aku hanya datang untuk melihat oppa , oppa dan jiyeon sunbae “

Ji yeon , Park ji yeon siswa kelas musik modern itu kah ? Ne “ park ji yeon “ dia memang cantik aku tahu dan oppa ku menyayanginya ,

Ahh sudahlah gadis itu berjalan mundur mengambil syal dari tas nya dan mulai menjauh , eh siapa namamu , ? jong in mulai berjalan maju ,” Si  ra ahn si ra “  gadis itu mulai berjalan menjauh

Jong in berjalan terburu buru kali ini hyun dong songsaenim akan masuk pagi ini “ aku akan mati hari ini “ jong in mulai berbicara sendiri seakan ada yang menemaninya , dia mengeluarkan handphone nya menghubungi speed dial “ yeobsoseo sehun ah apa dia sudah masuk “ , ne jong in ah suara cadel ala sepupu jong in itu langsung terdengar “ pergilah ke bangunan atas sekolah dia akan menghukummu saat kau masuk terlambat , tapi jika kau berkeliaran di bangunan bawah dia juga akan menghukummu lebih berat “ aisssssh jong in mulai mengacak rambutnya frustasi “ aku naik saja “ dia sedikit berlari memutari tangga sekitar dua kali sampai akhirya sampai di atas kampus tua itu

“ oppa anyeong “ gadis bernama ahn si ra itu sekarang sedang berdiri di selatan gedung itu bagian tertinggi dan tercuram , dia melangkahkan kakinya sedikit menarik nafas jika dia maju selangkah lagi tubuhnya mungkin sudah menjadi aliran sup darah di bawah sana , dia mulai menguatkan hatinya memantapkan pendirianya ,

“ apa kau gila ? “ semuanya kacau saat itu juga gadis bernama ahn si ra itu mulai menatap nanar orang yang ada dihadapanya , “ ada apa lagi kim jong in “ ? si ra mulai menaikkan volume suaranya

“ aku tidak tahu kau gila bodoh atau apapun itu “ turunlah aku mau kau turun kau bisa menceritakan semuanya padaku  ayolah jong in mulai mengulurkan kedua tanganya pada gadis itu “ so what you will give me “ , or “ you just wanna fucking hates me “? Si ra mulai berbicara pada pria di hadapanya itu , “ i will hate you like that bastard “ so dont make me feel bad , si ra mulai mundur sedikit

“ ahn si ra “ ayolah jangan bercanda aku tahu mungkin kau lebih sakit tapi ayo turunlah , “aaaghhh “ si ra mulai memegang kepalanya meringkuk memeluk lututnya “ mwo kau kenapa ? “ jong in mulai beranjak dari tempatnya sedetik kemudian gadis itu sudah tertidur karna tak sadarkan diri di pangkuanya “ apa aku harus menggendongnya “ jong in gusar sekarag tetapi memang sepertinya itu pilihan terbaik , dia membuat gadis itu bersandar di punggungnya memegang salah satu tangan gadis itu di lehernya , serta yang satu menopang kakinya , “ uhmmm “ gadis itu sedikit mengigau membuat jong in harus bekerja keras menahan pompaan keras yang menghantam dadanya sedari tadi “ aku ini namja normal kan ? tetapi aggh mana mungkin gadis seperti ini “ jong in menggelegkan kepalanya keras

“ uhhhm “ gadis itu mulai terbangun dari tidurnya , dimana ini ? apa aku sudah sampai di surga ? gadis itu berdehem tetapi cukup bisa didengar oleh pria dengan tanned skin di dekatnya itu , “orang sepertimu tidak akan sampai sampai ke surga “ si ra menoleh mendapati namja yang ya ya ya pantaslah dulu teman sekelasnya sampai memajang poster jong in , karna memang namja ini umm tampan mungkin ? memangnya kau tau apa ? si ra mulai berbicara , “ apa kepalamu memang sekeras batu “?  Jong in mulai mendekat ke arah gadis itu , “ hei dimana obatku ?” , itu itu obatku kembalikan jong in ahhh “ aku takkan mengembalikanya “ jong in mulai mendekat “ itu bahkan obat yang takkan terdaftar di dokter itu extasi kan “? Jong in mulai melipat tanganya di depan gadis itu “ ia itu memang extasi lalu kau mau apa ? “ , si ra melangkah maju mendekat juga , “ uhmm sebenarnya kau ini pecandu narkoba atau memang sudah tidak waras ya ?” jong in mulai mendelik ke arah gadis itu “ kenapa ? kau mau ?berhentilah sok suci kau fikir aku tidak tahu bastard sepertimu lebih parah , pergi dan enyahlah kau hanya mengganggu hariku saja “ si ra mulai menjauh dari tempat itu oh kau mau kemana? Jong in mulai mengejar gadis itu “ kau bukan siapa siapaku jadi jangan  mengganggu jalanku , hidupku , atau hari hariku , enyahlah” entah refleks atau apa jong in memeluk gadis itu dari belakang “ mian aku bukan mau kasar “ si ra hanya terdiam dalam keadaan itu sedetik kemudian dia berballik menatap mata jong in tepat di pupilnya , matanya mulai berair “ kau mau membantuku melupakanya ? “ si ra mulai mendekat ke arah jong in , jong in mengangguk , tak lama kemudian baju jong in muai terasa basah gadis itu sudah menangis keras di dekapanya

Oppaaa , si ra mulai berlarian layaknya anak kecil di toko itu, jong in oppa kau cocok dengan mantel putih bukan biru , oppa syal pink ini bagus tidak ? si ra mulai melilitkan syal itu ke lehernya , aiggooo kyeopta oppa “ uhmm oppa kalau nanti aku sudah lebih gemuk sedikit aku pasti terlihat bagus dengan gaun itu kan “? “ kau sudah cantik pakailah apapun yang membuatmu nyaman si ra ya “ jong in menjawab gadis itu sambil mengacak rambut gadis itu pelan ,benarkah oppa kamsaaa si ra memeluk jong in membuat jong in semakin merasa kalau gadis ini membutuhkanya sekali saat ini, semenjak saat itu memang jong in menjadi dekat dengan si ra , hari harinya terasa berwarna dan sepertinya choi han byeol akan sedikit bergeser dari tempat di sudut terdalam hatinya

“ si ra ya  jangan makan obat itu lagi oppa mohon “ jong in mulai berlutut di depan gadis itu menyentuh tangan gadis itu “ oppa sakit sakit sekali jika aku tidak meminumnya oppa maaf ya tetapi aku akan mencoba menguranginya oppa oppa saranghae “ jong in sedikit terkejut mendengar kata terakhir dari mulut gadis itu “ mungkin dia fikir aku luhan “ jong in berujar kecil dalam hatinya sementara si ra mulai berjalan mengelilingi taman yang sekitar setengah jam yang lalu menjadi bukti buta kalau kim jog in benar benar jadi sosok aneh dan romantis yang mungkin bahkan tak pernah terfikirkan .

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>…

“ usus dan ginjalnya sudah tidak berfungsi maksimal oleh karena itu syaraf otak belakang dan depanya jadi tak seimbang “  jong in menghela nafas akibat hasil ronsen dokter atas gadis bernama ahn si ra itu “ oppa jangan kuatir aku akan berusaha sembuh “ si ra beralan turun dari tempat tidur pasien dan duduk di sebelah jong in “ dia bisa diobati tapi pasti akan sakit sekali “ dokter itu mulai memasang wajah yang membuat jong in menjadi jauh lebih khawatir ,

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>..

Oppa apppa , gadis itu mulai menjerit tak karuan saat setelah ke tiga harinya gadis itu dikurung di ruangan rehabilitasi rumah sakit tersebut , jong in hanya bisa menunduk menahan air matanya hatinya seperti dihjam batu keras , melihat gadis itu berteriak memukula atau terkadang melempar segala yang ada di ruangan itu

“ pindahkan saja ke rumah dok “ jong in menginstruksikan gadis itu untuk dipindahkan setelah 4 bulan rehabilitasi bahkan belum ada perubahan signifikan “ jangan mengikat atau memasungnya dok saya mohon “ jong in mulai  berjalan mendekat ke arah dokter itu “ baiklah tetapi dia akan melukai dirinya sendiri kalau begini “

……………..

Oh sehun benar benar terkejut sekarang dia benar benar merasa seperti di tusuk,jadi si ra , luhan , jiyeon ? aggghhhh dia memegang dada kirinya yang terasa sesak , sehun berusaha menutupinya ia pura pura berjalan ke kamarnya

“ jong in ah aku mau tidur dulu “ sehun ah , aku tau ji yeon kan ? jong in mulai berdiri “ maaf aku tak pernah menceritakanya padamu , tapi ji yeon sudah tak denganya lagi , “  mwo ? sehun menaikkan nada suaranya ? “ oppa si ra tidak mau melihat si ra merasa lebih sakit lagi ia memutuskan jiyeon bulan lau “

Sehun ah bukan Cuma kau yang merasa sakit aku juga aku juga menyayangi si ra tapi dia mencintai lu han , dia menjadi trauma bahkan tiap melihat lu han dia akan langsung melukai dirinya sendiri jong in mulai berjalan ke atas setelah mengucapkan kalimat itu ,,

Ahhh  sehun mengacak rambutnya frustasi , jadi gadis gila itu , jiyeon , luhan apa ini ? sehun mulai berontak sendirian , dia menghempaskan dirinya di sofa ruang itu dan mulai menutup wajahnya dengan tanganya, apa lagi ini sehun bertanya pada dirinya sendiri ,,

………………………

Luhan masih berdiri di depan gadis itu mengulurkan tanganya berkali kali tetapi gadis itu masih diam , air mata meluncur deras dari matanya , bibirnya yang pucat bahkan menjadi sasaran gadis itu gadis itu menahan sakitnya dia menggigit bibir bawahnya hingga darah mengucur deras dari sana “ oppa nappppa” gadis itu terus berujar sementara luhan mulai mendekati gadis itu lagi mencoba merengkuhnya dan untuk pertama kalinya gadis itu tak menolak , “ saranghae “ luhan mengucapkan kata itu di telinga gadis itu , gadis itu akhirnya luluh dia memeluk luhan juga , “ mianhe oppa menyayangimu “ luhan mulai membelai rambut gadis itu

Sehun mulai mengitari sudut kampus mendribble bola ke ring , akhhh sehun tersadar dia telah membuat kesalahan , seorang gadis dengan rambut panjang terurai menutup wajahnya , “ gwenchana “ sehun mulai mendekat , gadis itu mengangkat wajahnya saat itu juga sehun merasa benarbenar bodoh , oh ji yeon ah mianhe sehun mulai membantu gadis itu berdiri

“ nan gwenchana “ , “ gwenchanayo “ , maaf aku buru buru notes kecilku tertinggal di atas , gadis bernama ji yeon itu berlari kecil menuju bagian atas kampus , sedangkan sehun dia hanya bisa terdiam sekarang , ji yeon ah gwenchana? , hati hatilah sehun berkata lirih sebelum ia meninggalkan lapangan dengan dribble terakhir ke bagian ring basket itu ,

Jong in terdiam sekarang dia hanya mampu menatap kedua orang itu dengan mata berkecamuk “ harusnya aku mundur dari awal “ dia berucap dalam hati jong in berbalik berjalan menjauhi rumah itu membuka pintu mobilnya kasar , dia tidak tahu kemana lagi dia mengemudikan mobilnya secepat mungkin sampai akhirnya , “ ahhhhh “ semua terasa gelap dia bisa merasakan perih di sudut kepalanya , si ra ya “ ahn si ra “ jong in mulai menutup matanya ………

 

 

Ini chap 1 sih guys cuman kalo dibuat prolog kayanya kepanjangan ya udah yang mau ngomen makasih banyak ya chingu chingu saranghae J) follow me on tweet @ichagracia1 thanks ya comment ya ini cerita pertama yang dipublish makasih yaa J)

 

 

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Heart, Memory and Sickness (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s