Memories (Sequel Of Soulmate) | (Chapter 6)

Title: Memories (Sequel of Soulmate) | Part 6

Sub-Title: Kim Jong Dae / Chen (Jinja?!)

Author: Lee Yong Mi / @YongMiSM

Genre: Romance, Thriller, Tragedy, Fantasy

Length: Chapter

Main Cast:

  1. EXO-M Chen
  2. Lee Yong Mi
  3. All EXO Members
  4. One man. Still a secret. Will reveal in this part.
  5. 6 namja rahasia (?) #readers bisa menebak

Rating: Masih di part 6… PG-16

untitled

Disclaimer:

Mohon maaf atas segala ke-typoan author u_u anyway, happy reading readers J

Poster credit: Poster credit at: cipzcagraph.wordpress.com

 

 

Kim Jong Dae / Chen (Jinja?!)

 

Kim Jong Dae / Chen

Bukan tanpa alasan aku mengurung diriku di dalam perpustakaan.

Ya, selama entah berapa hari aku mengurung diri, mencari akan suatu informasi. Jika semua saudaraku sibuk mengurusi Yong Mi, kurasa mereka melewatkan satu point penting mengenai dirinya.

Dan aku, yang akan mengungkapkan point itu. Jawabannya pasti terdapat di salah satu buku yang kupilih ini. Pasti…

+++

Lee Yong Mi

Aku melihat sekelilingku. Satu, dua, tiga… sebelas. Kurang satu. Dimana Jong Dae?

“Eo? Maksudmu, Chen?” tanya Kyungsoo ketika aku bertanya padanya. “Entahlah. Sekarang dia kembali menyendiri. Ia setiap hari selalu berada di dalam perpustakaan, entah mengapa.”

Perpustakaan?

“Dimana perpustakaan itu?” tanyaku cepat. Kyungsoo mengernyit.

“Dari ruangan ini, kau lurus saja, kemudian belok ke kanan dan terus lurus ke sebuah pintu. Itulah perpustakaan kami.”

Aku mengangguk mengerti. Baru saja aku berniat pergi, Chanyeol menahan lenganku.

“Tunggu dulu!” ucap Chanyeol. Ia memberikanku sebuah lilin, kemudian dengan kekuatannya ia menyalakan api pada lilin itu. “Untuk peneranganmu.”

“Penerangan?” tanyaku bingung.

“Sudahlah, gunakan saja.” Ucap Chanyeol seraya mendorongku keluar dengan pelan. “Berhati-hatilah, Yong Mi!”

Mereka aneh. Sudahlah, aku pergi saja kesana.

Kakiku melangkah, mengikuti arah yang diberitahukan oleh Kyungsoo. Koridor ini sangat sepi, hanya suara langkahku yang terdengar. Wajar saja, karena sebelas anggota EXO berkumpul di ruang tadi, maka hanya aku dan Jong Dae yang berkeliaran di sisi lain rumah ini.

Kriett…

Aku membuka pintu yang dikatakan oleh Kyungsoo dan terpampanglah sebuah tangga menuju ke bawah. Sekarang aku mengerti mengapa Chanyeol memintaku untuk membawa lilin kesini, karena tidak ada penerangan sama sekali di perpustakaan itu. Perpustakaan mereka terletak di ruang bawah tanah!

Aku menuruni tangga itu dengan hati-hati dan juga memperhatikan langkahku. Semakin lama… aku semakin turun… hingga aku menemui sebuah pintu. Tanganku tergerak untuk membuka pintu itu, dan bersamaan dengan hal tersebut, sebuah petir muncul dari balik pintu. Aku segera berteleportasi menjauh dari petir itu.

“Yak, Jong Dae-ah!” ucapku terkejut karena ternyata ia yang melempar petir tersebut keluar. Sinar dari lilinku telah padam, bergantikan dengan sinar dari lentera yang sekarang ia pegang. “Kau mengejutkanku!”

“Yong Mi-ah? Itu kau?” tanya Jong Dae seraya mengangkat lenteranya. Ia menghela nafas lega. “Oh, syukurlah. Kukira kau musuh.”

Yang benar saja, Jong Dae. Tidak mungkin ada musuh yang akan menghampirimu disini. Aku bahkan tidak pernah tahu bahwa disini ada sebuah perpustakaan.

“Mengapa kau kesini? Apa kau ingin membaca buku juga?” tanyanya seraya menuntunku untuk duduk di sebuah kursi. Aku menatap buku-buku yang berserakan di atas meja dalam keadaan terbuka. Apa ia yang membaca semua buku ini? “Ah, ini… aku hanya mencari sebuah informasi.”

“Oh, jinja?” tanyaku. Dia mengangguk. “Apa aku mengganggu? Maksudku, aku kesini untuk…” aku menelan ludah, merasa salah tingkah sekarang. “… mencarimu…”

Raut wajahnya berubah. Ia menjadi salah tingkah juga, sama sepertiku.

“Ke, kenapa kau… mencariku?” tanyanya pelan.

“Ah, itu karena… kau tidak ada saat kami berkumpul tadi, jadi aku menanyakan keberadaanmu pada Kyungsoo…” jawabku terbata. “Me, memangnya apa yang sedang kau lakukan disini?”

“Sudah kukatakan tadi, bahwa aku mencari sebuah informasi disini.” Jawabnya seraya tertawa kecil. Oh ya, aku lupa bahwa ia tadi telah menjawabnya.

“Kau mencari informasi? Informasi apa?” tanyaku. Dia menunjukkan salah satu bukunya.

“Informasi mengenai proses pembelahan jiwa. Aku masih bingung kenapa orang tua kami membelah jiwa Hyura dan memberikannya belahan jiwa itu padamu.”

Aku terdiam. Jadi, ia mencari informasi mengenai diri Hyura-dan diriku juga-?

“Jadi, mungkin aku akan sedikit sibuk sampai nanti aku menemukan apa yang kuinginkan. Maukah… kau menunggu?”

Aku hanya mengangguk. Apa lagi yang dapat kujawab? Tidak mungkin aku melarangnya untuk mencari informasi yang-jujur saja-membuatku penasaran.

“A, arasseo…” jawabku pelan. Aku berdiri dan berjalan ke arah pintu, namun tiba-tiba saja Jong Dae menahan lenganku.

“Chankamman.”

Ia berdiri di depanku, kemudian tangannya meletakkan sesuatu di atas kepalaku. Aku meraba benda itu dan menyadari bahwa itu adalah… sebuah mahkota?

“Sebenarnya Yixing yang membuat mahkota ini kemarin. Kau melihatnya, bukan? Ia menitipkannya padaku agar nanti akan kuberikan padamu.” Ucapnya sedikit salah tingkah. “Uhh, sudahlah. Lebih baik kau kembali ke atas. Nanti aku akan menyusulmu jika aku telah mendapat informasi mengapa orang tua kita melakukannya.

Ia mengacak-acak rambutku, kemudian ia menuntunku naik kembali ke atas. Aku hanya diam, melihat punggungnya yang kembali masuk ke dalam perpustakaan.

Dan pintu pun tertutup.

+++

Kim Jong Dae / Chen

Aku merasa bersalah karena melihat raut wajah menyesal Yong Mi.

Tapi mau bagaimana lagi? Aku harus memfokuskan diriku untuk mencari informasi yang kami perlukan.

Dan semoga aku bisa menemukannya.

Cling.

Eo? Suara apa itu?

Aku melihat sebuah buku yang terbuka lebar di atas meja. Tanganku meraih buku itu dan membaca tulisan di atas salah satu lembaran buku itu.

                Untuk anak-anakku, Park Hyura, Kim Min Seok, Xi Lu Han, Wu Yi Fan, Kim Joon Myung, Zhang Yi Xing, Byun Baekhyun, Kim Jong Dae, Park Chanyeol, Do Kyungsoo, Huang Zi Tao, Kim Jong In, dan Oh Se Hoon.

                Dan juga untuk seseorang yang meskipun bukan anak kandungku, tapi kau telah menjadi anakku sejak dulu, Lee Yong Mi.

“Eo… eomma?”

+++

Chen membaca buku itu dengan seksama. Terdapat tulisan tangan dari ibunya, yang kini telah pergi meninggalkan mereka.

Jika salah satu dari kalian membaca tulisan ini, eomma yakin bahwa kalian telah selesai melakukan proses transferisasi. Sekarang, eomma akan menjelaskan mengapa proses transferisasi dilakukan.

Semua berawal disaat eomma mengandung anak ketiga belas, yaitu Hyura, dongsaeng kalian. Seharusnya, eomma dan appa kalian ditakdirkan hanya memiliki 12 anak dengan kekuatan masing-masing. Xiumin, kau memiliki kekuatan frost. Luhan, kau memiliki kekuatan telekinesis. Kris, kau memiliki kekuatan flight. Suho, kau memiliki kekuatan water. Lay, kau memiliki kekuatan healing. Baekhyun, kau memiliki kekuatan light. Chen, kekuatanmu adalah lightning. Chanyeol, kekuatanmu adalah fire. Dio, kekuatanmu adalah earth. Tao, kekuatanmu adalah time control. Kai, kekuatanmu adalah teleportation. Sehun, kekuatanmu adalah wind.

Dan tanpa diduga, Hyura lahir. Mengapa Hyura dapat lahir? Karena ia telah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin bagi para vampire kelak. Oleh karena itu, ia memiliki 12 kekuatan dari kekuatan kalian masing-masing.

Namun sayangnya, sifat Hyura tidak dapat menjadikannya sebagai seorang pemimpin. Eomma dan appa harus melakukan sesuatu untuk membuang sifat buruknya itu. Dan itulah yang membuat kami memilih untuk melakukan proses pembelahan jiwa dengan menggunakan nyawa kami sebagai taruhannya. Semula, yang ingin kami lakukan hanyalah mengembalikan sifat baik yang dimiliki oleh Hyura.

Oleh karena itu, kami meminta bantuan Hyunwoo. Kami bahkan berlutut di hadapannya, hanya agar ia dapat membantu kami… Dan ia setuju. Ia setuju agar ia yang menjadi tumbal, bersama dengan kami. Akhirnya, kami bertigalah yang menjadi tumbal hanya untuk memisahkan jiwa Hyura. Satu jiwa yang bersifat baik akan kami jaga di dalam tubuh Hyura, sedangkan jiwa lainnya yang bersifat jahat akan kami buang ke tubuh yang lain.

Akan tetapi, terjadi suatu kesalahan. Jiwa baik yang seharusnya tetap berada pada tubuh Hyura, ternyata justru berpindah pada tubuh anak yang baru lahir itu, anak yang bernama Yong Mi. Kami tidak tahu siapa yang mengacaukannya, yang jelas waktu yang tersisa bagi kami hanyalah 1 jam. Karena itulah, eomma menuliskan surat ini pada kalian, agar suatu saat nanti kalian dapat mengetahui semuanya dengan jelas. Jangan menyalahkan jiwa yang tidak bersalah. Semua terjadi murni karena salah kami, orang tua kalian.

Hyunwoo tidaklah menjadi tumbal pada saat itu juga. Ia akan menjadi tumbal pada saat Yong Mi telah berusia 7 tahun. Begitulah segala peraturan yang harus kami penuhi jika ingin memisahkan jiwa Hyura.

Dan sekarang, siapa pun yang memenangkan proses transferisasi itu, eomma dan appa harap kalian dapat menjaganya dengan baik. Karena, ia adalah calon pemimpin dari kaum kita, kaum vampire. Akan ada banyak yang mengincarnya hanya untuk menjadi suaminya. Mengapa? Karena jika mereka menjadi suaminya, maka secara otomatis kekuasaan atas kepemimpinan akan jatuh pada tangannya. Kami mohon, jaga ia dengan baik.

Chen segera beranjak dari duduknya, kemudian ia berlari membawa buku itu ke ruang atas.

+++

Kris terkejut ketika Chen menjelaskan apa yang ia temukan padanya. Ia segera memberitahukan hal tersebut kepada seluruh saudaranya dan juga Yong Mi, membuat mereka semua terkejut akan fakta tersebut.

“Aku… tahu akan fakta itu…”

Yong Mi menunduk, mengabaikan perhatian semua anggota EXO padanya.

“Kau mengetahuinya, Yong Mi? Kenapa kau tidak-“

Perkataan Chen dipotong oleh suara pelan Yong Mi.

“Tapi aku tidak tahu bahwa ternyata… orang tua kalian yang merebut oppaku.”

Kai segera menyadarinya. Ia ingat akan kenangannya dimana Yong Mi menangis disaat Hyunwoo dibawa pergi.

“Tidak…” ucap Luhan seraya meraih tangan Yong Mi, namun Yong Mi segera menepisnya.

“… Jahat.”

Ia berlari meninggalkan mereka, dan tidak ada satu pun yang tahu apakah mereka harus menyusulnya atau tidak.

+++

Namja itu menggertakkan giginya. Tangannya terkepal, berusaha menahan emosinya agar tidak menghajar semua anggota EXO tersebut.

Sudah kuduga, seharusnya aku membawa Yong Mi ke tempatku. Batinnya. Ia menggeram pelan, tetap berusaha untuk menahan tindakan gegabahnya.

“Annyeong.”

Namja itu terkejut ketika mendengar suara yang menyapanya. Ia melihat enam orang namja melayang turun dari atas langit dengan cahaya berwarna putih yang menyilaukan.

“Kalian.” Ucap namja itu datar. Salah seorang dari 6 namja tersebut-yaitu pemimpinnya-melangkah menghampiri sang namja.

“Kami akan membantumu. Telah dijadwalkan bahwa Yong Mi memang harus dibawa ke dunia atas.” Ucap sang pemimpin yang membuat namja itu tersenyum lebar.

“Jadi, kita harus membuatnya mati?” tanyanya dengan mata berbinar-binar. Sang pemimpin mengangguk.

“Pertama-tama, kita harus menyingkirkan kedua belas namja tidak berguna itu.”

“Aku telah mengetahuinya.” Ucap sang namja cepat. “Kita gunakan kelompok U Kiss.”

“Aku setuju.” Ucap sang pemimpin. “U Kiss memang harus secepatnya dimusnahkan.”

Namja itu tersenyum licik.

“Jadi, kapan kita akan melaksanakannya?”

“Nanti, secara perlahan. Sekarang, ketua telah mencabut tugasmu untuk membuat kedua belas namja itu tidak lagi membenci Yong Mi. Sekarang, ia memberikan tugas baru pada kita.”

“Tugas apa itu?” tanya namja itu karena sedikit penasaran. Sang pemimpin hanya tersenyum sinis.

Membuat Yong Mi membenci mereka semua.

Jawaban sang pemimpin membuat namja itu tersenyum lebar.

“Sebelum itu, aku ingin menguji Yong Mi-ku sesaat…” ucap namja itu. “Kita bekerja sama. Deal?

Sang pemimpin kembali mengeluarkan ekspresi datarnya.

Deal, Lee Hyunwoo.”

+++

Lee Yong Mi

Aku membenci mereka! Ternyata orang tua mereka yang… membawa Hyunwoo oppa pergi dariku… Menjadikan Hyunwoo oppa sebagai tumbal hanya untuk memisahkan jiwa Hyura, dan akhirnya jiwa itu dimasukkan ke dalam tubuhku? Kenapa takdir begitu kejam mempermainkan kami?

Dan sekarang aku hanya menginginkan satu hal. Aku ingin… aku ingin…

Aku ingin Hyunwoo oppaku kembali.

You got your wish, dear~”

Aku terbelalak ketika seorang namja melompat ke dalam kamarku. Dan hal yang membuatku bertambah kaget adalah…

“Yong Mi-ah, aku merindukanmu…”

Hyunwoo oppa… Tidak, aku hanya berhalusinasi. Tidak mungkin Hyunwoo oppa berada disini sekarang, berdiri di hadapanku, dan dia tidak mungkin menarikku ke dalam pelukannya yang terasa hangat…

“Kau tidak merindukanku? Maksudku, aku nyata sekarang…”

Ia melepas pelukannya, dan sekarang aku menatap wajahnya yang penuh senyum.

“Aku kembali hanya untuk dirimu, untuk menemani dongsaengku tersayang ini…” ucapnya dan ia kembali memelukku lagi. Aku masih tidak mempercayai ini terjadi. Rasanya ada yang… aneh.

“Yong Mi-ah, ayo ikut ke tempatku. Kau tidak akan merasakan perasaan seperti ini lagi disana.” Ucap Hyunwoo oppa seraya menarikku keluar. Aneh. Memang ada yang aneh pada dirinya. Tapi apa?

“Oppa, kita mau kemana?” tanyaku bingung. Hyunwoo oppa melepaskan pegangannya dari tanganku, kemudian ia melompat keluar dari jendela kamarku dan…

Sayap. Sepasang sayap membentang di punggungnya. Aku segera melangkah mundur. Pikiranku beralihkan pada suatu pertanyaan. Kemana ia akan membawaku jika ia mempunyai sepasang sayap pada punggungnya? Ia… bukan lagi makhluk yang sama sepertiku.

“Yong Mi… Ayo ikut.”

Hyunwoo oppa melangkah menghampiriku, namun aku kembali melangkah mundur.

“Andwae…” ucapku seraya menggelengkan kepalaku takut. “Aku tidak mau…”

Hyunwoo oppa tetap melangkah menghampiriku.

“Jangan membuatku menggunakan kekuatanku untuk mengendalikanmu, Yong Mi.”

Mengendalikanku? Jadi, ia adalah namja bersayap putih yang dulu pernah mengendalikanku?!

“Oppa… Kenapa kau berniat membawaku… ke tempatmu?”

Nafasku terasa sesak. Aku seakan kehilangan oksigen disaat Hyunwoo oppa semakin mendekat.

“Turuti keinginanku, Yong Mi. Maka kau akan bahagia.” Ucap Hyunwoo oppa. Aku berusaha melawannya, namun sepertinya ia berhasil menguasai tubuhku. Shireo! Aku tidak mau pergi kesana! Aku tidak mau!!

Eh, aku tidak bergerak lagi menghampirinya? Tubuhku berhasil kukendalikan lagi?

“Sial.”

Hyunwoo oppa melompat keluar dari jendela, meninggalkanku yang kebingungan sendiri. Mengapa aku bisa melepaskan diri darinya?

+++

Kim Jong Dae / Chen

Aku mengintip ke kamar Yong Mi. Baiklah, bukannya aku pervert, tapi aku hanya ingin memastikan keadaan dirinya. Disaat ia tahu kenyataan yang ternyata tidak diinginkan seperti ini, apakah ia akan tetap baik-baik saja?

Brak!

Tiba-tiba saja pintu terbuka dengan keras, dan aku melihat Yong Mi yang menatapku terkejut.

“Jong Dae-ah! Apa yang kau lakukan disini?”

Aku mengernyit. Bukankah Yong Mi mengatakan kalau ia membenci kami? Lalu kenapa ia… masih berbicara denganku? Maksudku, ini memang bagus karena ia masih mau berbicara dengan kami.

“A, aku… aku hanya ingin memastikan-“

“Kalau tidak ada urusan yang penting, segera menjauh dari sini.”

Aku terdiam. Yong Mi memotong perkataanku dengan cepat. Ia menatapku datar, namun entah mengapa aku yakin bahwa apa yang dia ucapkan tidak sesuai dengan apa yang berada di dalam hatinya.

Dan aku cukup yakin akan hal tersebut.

“Yong Mi-ah, apa kau benar-benar marah pada kami, karena permasalahan Hyunwoo?” tanyaku tanpa basa-basi, membuat Yong Mi kembali terkejut.

“Mwo, mwoya? Aku, aku benar-benar membenci kalian! Aku, aku…”

Ia tidak melanjutkan perkataannya. Aku segera mendorongnya masuk kembali ke dalam kamarnya, kemudian menutup pintu kamar itu pelan.

“Kita membutuhkan waktu untuk bicara berdua, Yong Mi.”

Aku menarik kursi yang berada di dekatku, menuntun Yong Mi untuk duduk di atas tempat tidur, kemudian duduk di hadapannya. Aku menggenggam kedua tangannya, berharap ia akan menjawab jujur semua pertanyaanku nanti.

“Jawab aku, Yong Mi. Apa kau benar-benar marah pada kami karena Hyunwoo?” tanyaku. Ia tidak menjawab, sepertinya ia sedang ragu. “Pikirkan secara perlahan. Jawablah sesuai dengan apa yang berada di hatimu, Yong Mi-ah.”

Aku tersenyum, berusaha agar ia tetap merasa tenang.

“A, aku…”

Ia menunduk. Aku dengan sabar menunggu jawabannya, sampai akhirnya aku melihat ia terisak. Astaga, Yong Mi menangis!!

“Aku hanya kecewa… karena orang tua kalian merebut Hyunwoo oppa dariku…”

Ia mengusap air matanya sendiri, namun sepertinya ia tidak dapat berhenti terisak. Aku segera memeluknya, menenangkannya dengan mengusap punggungnya lembut.

“Hyunwoo oppa… Ia adalah orang yang paling kusayangi. Disaat ia pergi… aku, aku tidak tahu lagi harus bagaimana…”

Ia semakin terisak di dalam pelukanku.

“Aku… aku kesepian…”

Dan tangisnya pun semakin keras. Yong Mi-ah, serapuh inikah dirimu? Ternyata… kau tidak dapat menutupi sisimu yang seperti ini… Kau membutuhkan kami, Yong Mi…

“Aku tidak marah pada kalian, tapi aku hanya kecewa karena Hyunwoo oppa justru membiarkan aku sendiri… Dan setelah membaca pikiran lain, aku tahu bahwa ternyata Hyunwoo oppa mencintai Hyura…”

Ia tahu? Ia membaca pikiran kami?

“Aku hanya menyadari bahwa… ternyata Hyunwoo oppa lebih menyayangi Hyura dibandingkan aku… Ia, ia rela meninggalkanku demi Hyura…”

Tidak, Yong Mi. Kau tidak perlu merasa putus asa seperti ini.

“Mungkin ada baiknya… jika bukan aku yang memiliki jiwa ini.”

Aku segera melepas pelukannya dan  menatapnya tajam. Tanganku kuletakkan di kedua bahunya, memaksanya untuk menatapku.

“Aku tidak ingin mendengar kalimat itu lagi darimu.” Ucapku tegas. Ia terperangah menatapku. “Kau telah ditakdirkan untuk memiliki jiwa Hyura. Kau telah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin dari kaum vampire. Kau telah ditakdirkan untuk bersama kami. Jadi jangan pernah menyalahkan dirimu atas apa yang terjadi. Aku tidak suka mendengarnya.”

Yong Mi terdiam. Ia ingin menunduk, namun aku menahan dagunya agar ia tetap menatapku.

“Dengarkan aku, Lee Yong Mi.” Ucapku penuh penekanan. “Bukan hanya Hyunwoo saja yang menyayangimu, tapi kami juga. Jangan pernah mengabaikan rasa sayang kami yang selalu berada di sampingmu. Kau pikir kenapa saudaraku yang lain berusaha mati-matian untuk melindungimu? Itu karena kami semua sangat menyayangimu.”

Ia tetap tidak menjawab. Sepertinya ia memikirkan apa yang kukatakan ini.

“Dan juga, kami semua telah ditakdirkan untuk menjadi suamimu, Yong Mi. Dengan kata lain, kami telah ditugaskan untuk melindungimu. Kami harus menjagamu, dan kami tidak akan membiarkanmu melawan semuanya sendiri.”

Aku beranjak berdiri, melepas peganganku pada pundak Yong Mi dan mengusap rambutnya pelan.

“Jadi, jika kau membutuhkan kami, jangan sungkan untuk memanggil kami. Kami akan segera datang.” Ucapku seraya tersenyum. Aku berbalik, hendak berjalan pergi, namun Yong Mi menahan tanganku.

“Jong Dae-ah…”

Aku kembali berbalik, dan mataku terbelalak ketika Yong Mi memelukku erat.

“Gomawo…” bisiknya pelan. Aku hanya berdiri kaku, sampai akhirnya kesadaranku kembali. Aku balas memeluknya. “Aku… salah jika pernah membenci kalian…”

“Gwenchana.” Ucapku seraya menerawang. “Kau tidak pernah salah, Yong Mi-ah. Tidak akan pernah salah.”

Aku melepas pelukanku, menatap wajah polosnya yang penuh dengan air mata. Dan perlahan, aku mencium bibir mungilnya, dan tanganku menghapus air mata yang membekas di pipinya tersebut.

Aku mencintai Yong Mi, istriku…

+++

Lee Yong Mi

Lega. Aku hanya merasakan kelegaan yang teramat sangat dalam diriku.

Setelah mengungkapkan semuanya pada Jong Dae-dan dibalas dengan ia yang mengungkapkan semuanya padaku-, aku benar-benar lega. Dengan mengetahui satu fakta bahwa mereka juga menyayangiku, sudah cukup untuk membuatku kembali bahagia.

Namun aku masih memikirkan Hyunwoo oppa, dan juga semua kejadian yang menimpaku hari ini. Aku… hanya merasakan beberapa keanehan.

Pertama, Kevin tidak lagi mengunjungiku. Setelah insiden yang pernah terjadi dulu, kemana dia pergi? Maksudku, aku tidak marah padanya. Justru terkadang ia membuatku tertawa. Em, aku memang sedikit merindukannya, karena dengannya aku bisa merasa sedikit senang. Jadi kemana ia sekarang?

Kedua, Hyunwoo oppa tiba-tiba muncul. Dan ia berusaha mengendalikanku? Ia ingin membawaku ke tempatnya? Lalu, darimana ia mendapatkan sepasang sayap berwarna putih bersih di punggungnya? Kenapa… oppaku berubah menjadi seperti itu?

Ketiga, saat dimana aku berhasil melepaskan diriku dari bawah kendalinya. Sebenarnya apa yang terjadi, sampai Hyunwoo oppa melarikan diri?

Semua itu masih menjadi teka-teki bagiku. Apakah semua ini saling berkaitan satu sama lain? Atau… ah, mungkin semua hanya pikiranku saja. Aku harus berhenti mengabaikan hal-hal yang tidak berpengaruh seperti semua ini.

+++

Yong Mi memilih untuk mengabaikan apa yang ia pikirkan. Dengan tenang ia berjalan ke arah halaman rumahnya, kemudian memilih untuk duduk pada ayunan yang berada tepat di sisi air mancur. Ia menikmati angin yang memainkan rambutnya, namun ia tidak menyadari bahwa cahaya matahari yang menyinari punggungnya, dipantulkan oleh sepasang sayap berwarna bening berkilauan…

Sayap itu bergerak perlahan jika Yong Mi juga bergerak. Tangan Yong Mi mengendalikan air yang berada di kolam air mancur tersebut, membuat sayap itu semakin bergerak. Yong Mi kemudian memilih untuk kembali masuk ke dalam, dan ia juga tidak menyadari bahwa Hyunwoo mengawasinya dari kejauhan.

“Sial… Jadi ia sebenarnya telah mati?!” gumam Hyunwoo kesal. Seorang namja dengan rambut berwarna hijau dan bertubuh tinggi yang berdiri di belakang Hyunwoo hanya berdeham.

“Jiwa manusianya memang telah mati, karena itu ia mendapatkan sayap itu.” Ucap namja tersebut seraya melangkah ke depan. “Jika kau memang benar ingin membawanya ke tempat kita, maka kau harus cepat membunuh jiwa vampirenya itu.”

“Aku tahu!” gerutu Hyunwoo kesal. “Tapi aku butuh waktu. Aku tahu bahwa keluarga kami adalah keluarga terpilih yang jika mati maka akan berubah menjadi wingstale, tapi anak itu… dia tidak mungkin memiliki dua sisi yang berbeda di dalam dirinya!”

“Ya, memang itu yang terjadi.” Jawab sang namja. “Benar-benar hebat. Hyunwoo, adikmu itu bukanlah sesuatu yang dapat kau remehkan…”

Hyunwoo berdesis. “Padahal aku sudah senang saat tahu bahwa keluarga kami-lah yang terpilih untuk menjadi wingstale dalam ritual pemilihan kaum wingstale, tapi mengetahui takdir seperti ini… Aku membencinya. Akan sulit untuk membawa Yong Mi ke tempat kita.”

“Lawan yang sangat tidak terduga.” Ucap namja itu datar. “Aku bahkan ragu apakah kita akan berhasil atau tidak.”

“Kita akan berhasil!!” bentak Hyunwoo pada namja itu. “Akan kubuktikan kalau kita berhasil! Akan kubuktikan!!”

Hyunwoo mengembangkan sayapnya dan melayang pergi ke dunia mereka, sedangkan namja itu hanya menatap kembali ke rumah kediaman EXO.

“Lee Yong Mi…”

Senyum sinis yang terbentuk di wajah sang namja.

“Menarik.”

 

TBC

Next Episode: Sehun (Chagi)

 

“Aku justru suka saat menghabiskan malam bersamamu.”

 

“Akan kukembalikan dia secepatnya.”

 

“Jangan mendekati kami, dan menjauhlah dari kami.”

 

“Kenapa Yong Mi tidak mau keluar dari kamarnya?!”

 

“Kau… menolongku?”

 

“Siapa di antara kalian yang ingin mati terlebih dahulu?”

 

“Tunggu saja, aku akan membuatmu berlutut di hadapanku.”

 

60 pemikiran pada “Memories (Sequel Of Soulmate) | (Chapter 6)

  1. eh author suka bgt bikin penasaran setelah secret man dah terungkap ternyata hyunwoo eh sekarang nambah 6 namja bikin penasaran.
    yg 6 namja itu boyfrien kah ???? B.A.P kah taw 2pm??????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s