100 Ducks (Chapter 13A)

Tittle   : 100 Ducks

Part  13  :  “Penasaran part A”

Lenght : Chaptered

Rating                                    : T

Genre : School, Comedy and Romance

Author : deeFA (Dedek Faradilla)

Twitter : @JiRa_deeFA

Main Cast : D.O EXO-K (Do Kyung Soo)

                   Song Hye Ji (You)

                   Kris EXO-M (Kris Wu)

                   Yoona SNSD

part 13 A

(Sedikit lagi Final. ^^ Author amatiran ini berterima kasih kepada yang uda baca. Maaf juga kalau part ini gak bagus. Dan part ini di bagi jadi A dan B. Karena pas siap ternyata byk banget. Mohon komentar dan sarannya ya *bow* ^^)

___________________________

PART  13

‘Penasaran (part A)’

“OH MY GOD!. HYEJI SUKA SAMA AKU?.” Teriak D.O. sambil kedua tangannya memegang kepala.

“No..no..no!. Tenang Kyung Soo.” D.O mencoba menenangkan dirinya.

***

@Hyeji’s House

Sesampainya Hyeji di rumah, dia langsung mencari Jung Hwa adiknya.

“Jung Hwa, cepat telpon anak mami, tanya dia sudah sampai rumah atau belum?.” Pinta Hyeji yang ngos-ngosan.

“Kenapa gak nuna sendiri aja sih?. Aku lagi nonton kamen raider nih.” Gerutu Jung Hwa.

“Nuna marah sama dia!. Tadi nuna tinggalin dia di tengah jalan. Cepat telpon dia…” Hyeji terus merengek pada Jung Hwa, dengan terpaksa Jung Hwa menelpon D.O dengan telpon rumah.

“Dia udah mendarat di dalam kamar dengan mulus tanpa lecet sedikitpun.” Kata Jung Hwa kesal sesaat setelah menutup telpon. Hyeji menghela napas lega mendengarnya.

***

Waktu menunjukkan pukul 6 sore. Ayah dan ibu Hyeji tiba di rumah dengan wajah sumbringah.

“Hyeji…Jung Hwa…” Panggil ibunya dari pintu depan. Dengan segera Hyeji dan Jung Hwa keluar dari kamar masing-masing.

“Wae?. Kenapa eomma sepertinya senang sekali?.” Jung Hwa bertanya.

Ibu dan ayahnya saling bertatapan  dengan tersenyum.

“Udah, kalian siap-siap aja. Malam ini kita ada acara penting. Dan kamu Hyeji, pakai baju yang cantik. Jangan sampai pakai baju laki-laki. Malu-maluin!. Ini acara dengan orang penting.” Kata ibunya setengah mengancam.

Satu jam kemudian…

Semua mata terpana pada satu orang. Ibunya Hyeji telah menyulap anaknya menjadi putri yang begitu cantik. Bahkan Jung Hwa tidak henti-hentinya mengagumi nunanya yang kini sudah berambut panjang.

“Apaan sih liat-liat!. Norak banget!.” Gerutu Hyeji pada Ayah dan adiknya.

“Eomma, kenapa harus pakai baju dari si anak mami sih?. Aku kan bisa pinjam baju dari Da Ye eonni. Baju Da Ye eonni lebih bagus dari pada baju ini.”

“Aigoo, kapan sih kamu jadi anak perempuan yang manis dan penurut?. Eomma minta hari ini kamu jadi anak yang manis. Jangan banyak bicara. Sekarang kita pergi. Taksi udah nunggu dari tadi di luar.”

Keluarga Hyeji berpakaian rapi tidak seperti biasanya. Bahkan ibunya sampai menggunakan dress yang baru di pakainya dua kali seumur hidup.

Sepanjang jalan muka Hyeji terus merengut.

“Yeobo, kenapa gak kamu setrika dikit tadi mukanya?, biar rapi.” Ayah Hyeji meledek anaknya sendiri.

“Setrika di rumah kita kan setrika uap, mana bisa nyetrika muka dia. Muka dia kan harus di setrika pakai setrika arang.” Jawab ibunya sambil melirik Hyeji.

Setengah perjalanan, Hyeji sudah mendapat feeling buruk.

***

@D.O’s House

“Siapa sih yang mau datang?. Pakai baju resmi segala lagi. Kayak mau makan malam dengan presiden aja. Lapar nih!.” Gerutu D.O di meja makan.

“Sabar sweetheart. Udah cakep gini kok malah marah-marah. Senyum dong!.”

Tet…tet…tet…, bel di rumah D.O berbunyi.

“Tuh, uda ada yang ngebel. Pasti tamu istimewa kita udah datang. Ayo sayang kita bukain pintu sama-sama.” Kata ibunya D.O.

“Males, mom sama dad aja sana yang buka.”

“Ayoo…” Ayahnya menarik tangannya.

“Selamat datang…” Kata Ayah dan Ibu D.O ramah saat membuka pintu.

“Hah?. Mereka tamu spesial?.” Teriak D.O yang lalu mulutnya di bekap oleh ayahnya.

“Hehe, maaf ya, barusan kesalahan teknis, ayo masuk.” Ibu D.O menyuruh keluarga Hyeji masuk.

Saat menuju ke ruang makan Hyeji memandang D.O dengan tatapan mengerikan.

@Dining Room

Semua makanan telah tersaji di atas meja makan. Ibu D.O menyiapkan semua makanan itu sendiri. Ia begitu semangat mengundang keluarga Hyeji untuk makan malam.

“Wuah hyung, makanannya enak banget.” Kata Jung Hwa yang langsung duduk di samping D.O.

“Kamu mau yang mana?. Biar hyung yang ambilin. Ini semua di buat khusus untuk kamu dan kedua orang tua kamu. Bukan untuk yang sok cantik itu.” Kata D.O menatap Hyeji dengan tatapan mengejek.

Saat Hyeji ingin mengambil makanan dengan sumpitnya, dengan sigap sumpit milik D.O menghalanginya.

“Kamu mau ini kan Jung Hwa?.” Kata D.O menatap Hyeji penuh arti.

Hyeji akhirnya mengambil makanan yang lain, namun di halangi lagi oleh D.O.

“Kamu juga suka ini kan Jung Hwa?.”

Dan ketika Hyeji ingin mengambil yang lain, lagi-lagi di halangi lagi oleh D.O.

“Kamu mau juga yang ini kan Jung Hwa.”

Batas kesabaran Hyeji habis. Ia sebenarnya ingin marah-marah, namun dengan terpaksa ia tersenyum manis saat menatap ibunya D.O yang begitu senang menyambutnya.

“Kok masih kosong piringnya?. Sini biar ibu yang taruh.” Kata ibunya D.O yang mengambil piring lalu mengisi piringnya penuh dengan makanan. Hyeji menatap D.O sambil menjulurkan lidah.

“Yeobo, beberapa tahun lagi sepertinya harus nambah nih kursi makan kita.” Kata Ibunya D.O pada suaminya di sebelah.

“Mau di tambah berapa?.” Tanya Ayahnya D.O sambil melihat wajah istrinya dengan senyuman penuh makna.

“Tergantung Hyeji dan Kyung Soo mau punya anak berapa dong.”

“Uhuk…uhuk…uhuk…” Hyeji dan D.O terkejut mendengar perkataan itu. Sementara Jung Hwa terkikik mendengar penyataan ibunya D.O.

“Kalau saya pribadi sih pengennya lebih dari tiga. Anak saya cuma satu, yang bisa kasi saya cucu cuma Kyung Soo saja.”  Kata Ayahnya D.O sambil menatap Hyeji seakan memohon sesuatu padanya.

Sementara Hyeji membayangkan bila ia dan D.O menikah dan punya anak lebih dari tiga.

Bayangan Hyeji

“YA!. Anak mami!, kurang ajar kamu!. Kamu mau ngapain hah?. Jangan dekat-dekat. Pergi jauh-jauh sana. Hush…hush… Dasar cabul!!.” Kata Hyeji yang ketakutan di kamarnya. Namun D.O terus mendekat hingga membuat Hyeji tersudut di atas tempat tidur dan tidak bisa lari kemana lagi.

“Ayahku bilang kita harus punya anak lebih dari tiga. Ayo kita buat dulu satu-satu.” Kata D.O dengan wajah cabulnya.Lalu, ia memegang pundak Hyeji dan menjulurkan lidahnya, dan memancungkan bibirnya.

“YA!!.YA!!!…ANDWAEEEEEEE……”

End

“Uuuuh….. Jijik banget.” Kata Hyeji yang merasa sakit perut saat membayangkan hal itu.

Makan malampun selesai. Selanjutnya adalah acara bagi orang tua, yaitu karaoke lagu-lagu lawas. Orang tua D.O dan orang tua Hyeji larut dalam suasana. Namun Hyeji lebih memilih keluar dari rumah D.O untuk menghirup udara di luar.

Saat ia keluar tiba-tiba sosok D.O juga sedang membuka gerbang rumahnya. Ia mengikuti D.O dari belakang.

“Gak usah pake sembunyi segala lagi. Dasar penguntit!.” Kata D.O yang mengetahui Hyeji mengikutinya dari belakang.

“Geer!.” Gerutu Hyeji. Lalu ia berjalan di sampingnya.

“Kenapa gak ikut karokean juga?.” Tanya D.O.

“Suara aku kayak radio rusak kalau nyanyi.”

“Nyadar diri juga kamu. Bagus, bagus.”

“Tadi pulang naik apa?.” Hyeji mengalihkan pembicaraan.

Tiba-tiba ada seorang cowok jangkung yang baru saja keluar dari kedai kecil sambil memegang es krim ditangan kanannya menyapa mereka.

“Sedang apa?.” Tanya Hyeji pada sosok Kris.

“Hanya lewat dan berhenti untuk beli es krim. Kamu sendiri ngapain  pakai dress malam-malam, sama dia segala lagi.” Kata Kris sambil membuka bungkusan es krimnya.

“Mau?.” Kris bertanya pada Hyeji dengan wajah penuh senyuman.

D.O merasa menjadi penghalang, karena berada di antara mereka.

“Mau…” Hyeji mengangguk sambil menarik tangan D.O yang ingin pergi meninggalkannya dan Kris.

“Belikan aku satu ya…” Kata Hyeji dengan suara yang begitu cute pada majikannya itu. D.O terbelalak, ia terkejut melihat seorang Hyeji yang penuh dengan kekasaran berbicara se-cute itu. Tanpa berkata apapu, D.O hanya mengangguk seperti orang bodoh.

“Kaja..” Lagi-lagi Hyeji berbicara dengan nada cute. Ia menarik D.O masuk ke dalam kedai dan menatap Kris dengan tatapan marah.

Sampai di dalam, D.O menjadi aneh karena sikap Hyeji.

“Kamu mau yang mana?. Rasa strawberry, vanila atau coklat?.” Tanya Hyeji.

“A..a..apa..saja…” D.O terbata-bata di samping Hyeji yang memilih es krim.

Setelah membayar dan keluar ternyata Kris masih berada di situ. Es krim di tangannya sudah tidak bersisa. Kris menatap Hyeji dan D.O yang keluar dengan senyuman walaupun sebenarnya ia sangat kesal melihat Hyeji dekat-dekat dengan D.O.

“Mau kemana?.” Tanya Kris pada Hyeji yang begitu saja lewat di depannya.

“Mau pulang!. Kenapa?. Masalah buat kamu?!.” Ketus Hyeji.

Kris tersenyum dengan sikap Hyeji, ia membuka jaketnya dan melingkarkan di pundak Hyeji.

“Pakailah ini, biar hangat.” Kata Kris. D.O membuang mukanya melihat Kris begitu perhatian kepada babunya.

“Gak perlu!!.” Hyeji langsung mengembalikan jaket milik Kris dengan kasar.

“Aku lebih hangat disini.” Kata Hyeji memeluk pinggang D.O. Serasa D.O kehabisan napas saat itu, wajahnya begitu merah. Bukan karena Hyeji memeluknya begitu kencang, tapi sesuatu yang tidak ia mengerti membuatnya seperti ini.

“Ah begitu?.” Kris merespon tanpa senyuman, dan melaju dengan motornya meninggalkan mereka berdua.

Setelah Kris pergi dengan otomatis D.O mendorong Hyeji dengan begitu keras.

“YA!!. KAMU CARI KESEMPATAN YA?.” D.O melampiaskan kebingungannya kepada Hyeji.

“Kesempatan?. Cih!. Najis inggris cuih, aku nyari-nyari kesempatan sama kamu.” Hyeji marah-marah sambil menunjuk-nunjuk muka D.O.

“Tapi muka kamu kok jadi tambah merah?. Kamu panas ya?.” Sambung Hyeji yang memegang wajah D.O dengan kedua tangannya.

“YA!!. NEO MICHEOSO??!.” D.O menghempaskan kedua tangan Hyeji dari pipinya. Ia menatap Hyeji jijik dan pergi dari hadapannya. Hyeji malah tertawa melihat D.O yang marah.

“Ya!!!. Tunggu aku!.” Teriak Hyeji dari belakang.

***

@D.O’s House

Saat ibunya membuka pintu, ia melihat sekeliling, orang tua dan adik Hyeji sudah tidak ada. Tanpa basa-basi ia langsung masuk ke kamarnya dan menguncinya rapat. Lalu masuk dalam selimut tebalnya.

“Andwae…andwae…andwae…”

Ia bangkit dan berputar-putar di sekeliling kamarnya sambil bergumam sendiri tidak jelas.

“Anak itu udah gila ya?. Pake acara meluk-meluk segala lagi. Megang-megang pipi. Sok bicara cute minta-minta es krim. Lalu aku?. Kenapa harus membelikannya?. Kenapa aku gak pergi aja. Jantung ini kenapa sih?. Ribut banget!!.”

“Tapi, hari ini dia memang cantik.” Gumam D.O tanpa di sadarinya saat duduk di kursi belajarnya.

“Oh tidak!. Kenapa wajahku jadi panas memikirkan dia?. Aku benar-benar sudah gila!!.”

***

@Cafetaria Kampus

Yoona duduk sendirian sambil meminum sekaleng minuman bersoda dan buku tebal di hadapannya.

“Sudahlah, midterm sudah berlalu. Aku yakin nilaimu bagus.” Kata Kris yang langsung duduk di hadapan Yoona.

“Aish…, siapa juga yang lagi belajar. Aku sedang baca novel tau. Bagaimana tuan jangkung?, berhasil mendapatkan Hyeji?.” Kata Yoona yang lalu melontarkan pertanyaan yang setengah mengejek.

“Ya!!. Kau sudah tahu jawabannya kan?!.” Kris cemberut.

“Tapi aku sedang penasaran dengan sesuatu. Dan hal ini sangat menarik. Aku hanya ingin membutktikan sesuatu.” Sambungnya.

“Hmm, apa itu?.” Yoona jadi ikut penasaran juga.

“Hmm, belakangan si anak SMA itu ada mendekatimu tidak?.” Tanya Kris.

“Kyung Soo maksudmu?. Tidak ada. Aku merasa dia tidak benar-benar tulus mencintaiku. Kurasa ada sesuatu yang membuatnya mendekatiku. Aneh saja, tiba-tiba dia bilang suka tanpa alasan yang jelas.” Jelas Yoona singkat.

“Begitukah?.”

“Kyung Soo menyukai Hyeji??.” Batin Kris.

“Hei… kenapa melamun?.” Kata Yoona menepuk pundak Kris.

“Eh?. Tidak ada apa-apa.” Kris terbata-bata. Namun Kris mala senyum-senyum sendiri.

“Aku ada urusan, aku pergi dulu ya.” Pamitnya pada Yoona.

@Namsan Hakkyo

Beberapa murid mulai berlarian keluar sekolah. Ini sudah jam nya pulang sekolah. Ada murid yang di jemput, ada yang berjalan kaki, juga ada yang menaiki sepeda. Kris berdiri di depan mobilnya sambil mengotak-atik hpnya. Ia tidak sadar kalau murid-murid perempuan dari Namsan hakkyo berbisik-bisik mengagumi ketampanannya.

“Ada apa sih?.” Kata Hyeji melihat kerumunan murid-murid perempuan sambil mendorong sepedanya menuju gerbang. Ada hal berbeda dari Hyeji hari ini, ia mengenakan rok dan mengikat rambutnya. D.O di sampingnya sesekali mencuri-curi pandang walaupun kadang sok cuek.

“Hyeji…” Panggil sosok jangkung dari tengah kerumunan murid-murid perempuan namsan hakkyo.

“Aish…” Gerutu Hyeji melihat sosok Kris.

“YA!!, NGAPAIN KESINI?.” Hyeji langsung marah saat melihat Kris berdiri tegap di hadapannya dan dibelakangnya di penuhi merid-murid perempuan.

“Aku hanya ingin melihatmu. Tidak salahkan?.” Kata Kris lembut.

“Cih!. Aku mau pulang. Kamu pergi sana!.”

“Iya, iya. Setelah mengantar ‘dia’ langsung pulang ke rumah ya. Lalu jangan lupa makan. Besok jam 5 sore aku jemput di rumah kamu ya.” Kata Kris dengan menekan kata dia ketika memandang D.O.

Mata Hyeji terbelalak mendengarnya. Sementara D.O di sampingnya ingin muntah dan menunjukkan sikap jijik dengan melihat Kris sebelah mata dan menyilangkan kedua tangannya di perut.

“Aku pergi dulu ya.” Kris mengelus pipi Hyeji yang langsung di tangkis olehnya. Krispun masuk ke dalam mobil putihnya, dan membuka kacanya lalu melambaikan tangan pada Hyeji sambil tersenyum licik pada D.O.

“Kyaa…. Sunbae. Pacar kedua sunbae cakep banget. Kya…kya…kyaa….” Teriak kerumunan murid perempuan itu pada Hyeji.

“Siapa namanya?. Kuliah dimana?. Blasteran ya?. Jumpa dimana?.” Ia terus di hujani dengan pertanyaan-pertanyaan. Ia ingin keluar dari kerumunan itu untuk mengejar sosok D.O yang pergi meninggalkannya. Namun, tidak berhasil.

D.O berbalik melihat Hyeji yang di kerumuni banyak orang. Ia menghela napas panjang dan menatap langit, lalu pergi dari tenpat itu.

To Be Continued…

Iklan

55 pemikiran pada “100 Ducks (Chapter 13A)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s