Hard To Be Love (Chapter 5)

 Hard To Be Love Chapter 5

AUTHOR                    : Hwang Ji Jae ^^  @berti_kim9

CAST                           : Choi Ryeo Na/Ryeonie/Shailee Choi (OC) ; Kim Jong In/Kkamjong/Kai (EXO-K) ; Kang Shin Kyung/Kyungie (OC) ; Oh Se Hoon/Sehun (EXO-K) ; Lee Chae Ri/Chaeri (OC) ;  Kim Joon Myun/Suho (EXO-K)

OTHER CAST           : Byun Baek Hyun/Baek Hyun (EXO-K) ; Park Chan Yeol/Chanyeol (EXO-K) ; Wu Yi Fan/Kris (EXO-M) ; Xi Lu Han/Lu Han (EXO-M) ; Choi Si Won (SJ) ; Choi Soo Young (SNSD) ; Kim Jong Dae (EXO-M) ; Seo Jeo Hyun (SNSD)

RATING                      : PG 15+ or NC 17

LENGTH                     : Chaptered / Series Fic

GENRE                       : Romance  ;  Humor (maybe)  ;  AU (School, Friendship, Family)

 

Annyeooooooooooooonggg!!!!!! *teriak pake toa* *ngga ada yg nyaut -_-*

Aku balik lagi bawa fanfic Hard To Be Love yg cast nya kece-kece sama kayak authoooor 😀

Makasih yg udah ngomen di chap sebelumnya, komen –yang emang ngga banyak—itu bikin motivasi author nambah! 😀

Ohiya, author cuma pengen ngasih tau aja kalo Kai, Suho, Sehun, Baekhyun, dan Chanyeol itu member EXO yang sebenarnya dan 7 member lainnya author jadiin pemain yang lain hehe #ngerti ngga readers? O.O

Maaf banget kalo ada adegan yang bikin readers ngga tahan bacanya =( *krekes* Buat yang udah nunggu lanjutan fanfic ini silahkan nikmati aja sepuasnya yaaaaaa =))))

Sekian dan terimakasih…….. *turun dari podium* #GUBRAKK!! *jatoh* *ngga ada yang nolongin* /miris/

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Previous chapter…

Sehun terkaget ketika didapatkannya Shinkyung kembali dan langsung mencium bibirnya. “Aku akan kembali, besok pagi”, ucap Shinkyung dengan lembut sambil tersenyum. Membuat dada Sehun berdegup kencang.

DEG! Dan.. akhirnya Sehun yakin, bahwa yeoja ini.. adalah yeoja yang tepat.

“Tunggu aku, Kang Shin Kyung”, gumam Sehun dengan seringaian yang sangat berarti diwajahnya.

–V–

Author’s POV ^^

Choi Family’s House

Setelah pulang dari ‘liburan’ yang menyiksanya, Ryeona selalu membawa muka masam kemana-mana. Aura dirinya pun serasa berbeda setelah kejadian beberapa hari lalu. Saat Jongin meninggalkannya, mungkin. Kris yang notabene manager—yang selalu mengikuti Ryeona—bingung melihat keadaan yeoja itu.

Dia kesal karena liburan itu atau sedih karena tidak bisa melihat wajah ‘calon nampyeon’nya?, pikir Kris.

Jam berdentang menunjukkan pukul 8 malam. Semenjak tadi pagi Ryeona hanya berdiri dan sesekali terduduk dihadapan Kris. Tapi ia tidak melakukan apapun, hanya melamun. Bahkan sekarangpun ia hanya melamun. Tak lama kemudian ia beranjak dan berjalan gontai menuju kamarnya. Entah apa yang ia pikirkan akhir-akhir ini tapi sikapnya yang tiba-tiba berubah ini membuat orang lain—terutama Kris—merasa cemas.

Kris pun menyusul Ryeona yang saat itu baru saja sampai dikamarnya. “Shailee… makan dulu yuk? Kau belum makan dari tadi pagi”, ucap Kris. Dan sekarang, bukannya menjawab pertanyaan dan ajakan dari Kris, Ryeona malah kembali melamun menatap keluar jendela kamarnya.

“Aku sedang tidak mood untuk makan. Nanti saja”, ujar Ryeona, dingin. Seperti tidak ada peradaban pada dirinya. Dan cukup! Kris tidak tahan dengan sikap Ryeona yang berubah ini? Mengapa semangatnya menjadi berkurang? Ada apa sih dengan yeoja ini?!, pikirnya.

“Shailee! Dengarkan aku kali ini saja! Kau belum makan dari tadi pagi dan kerjaanmu hanya melamun saja! Sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan? Mengapa kau menjadi seperti ini semenjak—“

“Semenjak apa? Semenjak Jongin meninggalkanku?”

Kris terperanjak. Jadi… Jongin? Jadi, pikiran bodohnya selama ini tentang Ryeona yang ‘galau’ karena ditinggal Jongin itu benar? Jadi, Jongin yang membuat Ryeona seperti ini? WOW! Berita langka! *smirks

“J-Jongin? Jadi kau.. seperti ini karena Jongin?”

Ryeona mengalihkan tatapannya pada Kris. Menatap Kris dengan tatapan yang dingin dan menusuk. Terlihat kilatan amarah didalamnya. Dan itu semua sukses membuat Kris bergidik ngeri karena ini adalah pertama kalinya Ryeona menampakkan wajah seperti itu pada Kris. Dan saat itu juga terdengar helaan nafas dari Ryeona. Ia mencoba menenangkan dirinya, mungkin?

“Hhh, kau pikir aku begini karena siapa lagi?”, Ryeona mengalihkan tatapannya kembali.”Dasar namja tak bertanggung jawab. Bagaimana mungkin dia bisa kabur dariku? Lihat saja, aku akan membuatnya bertanggungjawab atas semua ini!”

Tunggu..”Tanggung jawab? Kenapa?”, tanya Kris bingung. Tanggungjawab?, pikirnya.

Dengan wajah kesal Ryeona menghadap Kris. “Apa? Kenapa katamu? Ayolah, Kris. Don’t be riddiculous! Kau tak tahu namja itu pergi tanpa memutuskan hubungannya denganku? Oh GOD!”

Memutuskan hubungan? “Oh jadi karena itu? Aku pikir kau galau karena tidak bisa bertemu dengannya beberapa hari kedepan”, gumam Kris.

Sekecil apapun gumaman itu, Ryeona pasti mendengarnya karena suasana dikamar ini sedang sepi, hening. Jadi jelas saja kata-kata polos dari Kris itu terdengar oleh Ryeona. Ryeona pun mendelik. Wajahnya semakin terlihat kesal setelah ucapan—atau gumaman—Kris yang frontal—dan polos—itu.

“MWO?! Jadi kau pikir aku merindukannya?! Jadi.. kau pikir aku menunggunya kembali?!! Jadi.. kau pikir aku menginginkannya untuk berada disini?! Dengar ya, Kris! It’ll NEVER happen!!”, teriak Ryeona dihadapan Kris sambil menekankan kata terakhirnya yang bermakna sangat mendalam bagi pikiran Kris.

Dan.. Ryeona pun pundung alias murung. Meninggalkan Kris sendiri yang masih terbengong dengan teriakan Ryeona barusan. Tak lama kemudian, Kris sadar bahwa ia seharusnya bisa mengerti keadaan Ryeona. Keadaan Ryeona yang sedang terpukul atas hadirnya perjodohan—yang sangat tidak diinginkannya—ini. Bukan malah mendesak yeoja itu dengan berbagai pernyataan yang ia sudah tahu jawabannya.

‘Sebagai seorang manager, aku harus bisa membuatnya semangat kembali! Yosh!’, batinnya.

At the same time—but in different place…

SMEnt Building

“Yak!! Kkamjong-ah! Tak bisakah kau serius sedikit? Kenapa kau selalu menyenggolku ha?!”

Suara nyaring—plus cempreng—membahana diruang latihan SM Building.

“Aish!! Diam kau maknae kurang ajar! Memangnya siapa kau memanggilku Kkamjong? Seharusnya kau memanggilku ‘hyung’! Dasar maknae setan!”

EXO sedang berlatih dance untuk perform live disuatu acara. Tapi ada yang salah dengan dance machine yang satu ini. Atau lebih tepatnya maknae kedua dari boyband ini. Atau lebih tepatnya Kkamjong alias Kim Jong In ini. Setelah kepulangannya ber-travel bersama ‘calon anae’nya ia menjadi sensitif. Sebenarnya lebay BGT kalo dibilang sensitif. Yah, tepatnya sih, sering ngamuk gaje gitu deh. Dan, entah kenapa ia bisa seperti itu. Karena kangen mungkin? Entahlah…

Setelah perdebatan kecilnya dengan sang maknae—yang imutnya imut abis—selesai, ia melangkahkan kakinya keluar dari arena latihan tersebut. Member lain hanya bisa menatap Jongin dengan bingung. Begitupula hyung-nya, Suho.

Langkahnya yang bisa dibilang berbeda dari biasanya membuat dia seperti orang yang sedang mabuk. #dimabuk cinta kali yeee xP. Tapi sebenarnya bukan karena sedang dimabuk cinta, melainkan sedang dimabuk kepayang. Okey, itu semua sangatlah tidak penting. Yang paling terpenting adalah.. apa yang sedang dipikirkan namja berwajah—lumayan—tampan ini. #plaaaak!!

Jongin berjalan menuju atap gedung SMEnt. Setelah sampai, ia hanya beridam diri disana. Merasakan segarnya angin malam. Namun, lagi-lagi pikirannya menuju kesitu. Kesitu? Kemana? Menuju pada sesuatu—lebih tepatnya seseorang—yang sukses membuatnya bingung setengah mati akhir-akhir ini.

“Argh! Sial! Apa yang harus aku lakukan?! Mengapa hal yang satu ini membuatku begitu bingung?! (>̯┌┐<)”, jerit Jongin frustasi.

Bingung? Bimbang? Yup, itulah yang dirasakan Jongin saat ini. Bagaimana tidak? Dengan terburu-buru ia kembali ke-dorm EXO hanya untuk penampilan live mereka yang sebentar lagi akan merilis album baru alias comeback. Oh, ayolah. Part menyanyinya dilagu-lagu EXO hanya sekedar beberapa bait lagu dan rapping. Dia lebih mendominasi dance dibanding menyanyi. Dan menurutnya, dance itu sudah ada ditangannya. Tanpa latihan atau hanya latihan sekalipun ia yakin ia bisa melakukannya.

Baginya dance itu sudah cukup. Tak usah latihanpun tak apa. Karena ia sudah merasa BISA! Dan, bukankah ia diizinkan untuk berlibur selama sebulan oleh pihak management? Lalu kenapa ia sekarang harus berada disini? Bahkan sekarang pun ia hanya membuang waktunya dengan percuma digedung ini. Percuma ia berniat latihan jika pikirannya hanya terpaku pada satu titik, yaitu Choi Ryeo Na. Pikirannya melayang memikirkan perjodohannya. Ia lupa. Ia lupa untuk membatalkan perjodohannya dengan Ryeona. Yeoja merepotkan yang selalu menbanjirinya dengan berbagai perkataan yang menurutnya hanya omong kosong belaka. Yeoja cerewet, keras kepala,  ambisius, sadis, egois, dan tak berperasaan.

Lalu apa boleh buat? Rencana pertunangannya pasti sudah ditentukan. Dan mungkin akan terlaksana dalam waktu dekat. Berhubung mereka berdua artis yang sedang naik daun. Dan mengingat betapa senangnya kedua orang tua mereka saat ‘sahabat yang sangat dekat’ tak lama lagi akan menjadi ‘besan’.

Jongin mengacak rambutnya frustasi. Apa yang akan dilakukan yeoja itu saat bertemu dengannya nanti? Saat yeoja itu telah menyadari bahwa Jongin belum—atau lebih tepatnya lupa—membatalkan perjodohan aneh mereka. Lalu apa yang akan dikatakan Jongin? Apa dia akan mengatakan ‘Hehe, maaf. Aku sedang buru-buru ke dorm saat itu karena harus segera latihan’, sambil menampakkan cengiran kuda dan V-sign nya pada Ryeona? Sungguh pernyataan konyol, mungkin saja yeoja itu akan menertawakannya dan mengumumkan pada publik bahwa ‘seorang Kim Jong In alias Kai bisa juga menampakkan wajah bodohnya didepan ‘rival’nya sendiri’. Ah, ia tidak ingin itu semua terjadi. Lalu bagaimana?!!

“Argh!! Kau benar-benar membuatku gila, Choi Ryeo Na!!”

“Oh, jadi Ryeonie yang sudah membuatmu menjadi seperti ini? Pantas saja kkk~~”

Hening……

Seketika tubuh Jongin seperti membeku. Ia membalikkan badannya dan matanya membesar dengan sendirinya ketika menyadari bahwa Suho sedang berdiri dibelakangnya. Bersandar dengan santai sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya.

“Ah… eum.. emm.. H-hyung?! Apa yang sedang kau lakukan di—“

Speechless?

Hening—lagi. Oh, okay. Perkataan pedas, menusuk nan tajam milik Suho mampu membuat Jongin diam seketika. Namja yang sepanjang hidupnya ini telah menjadi hyung-nya mempunyai sifat yang sama dengan Ryeona. Bisa membuat Jongin diam dan tak dapat berkutik lagi. Tapi bedanya, hyung-nya namja dan Ryeona adalah yeoja. Terlebih lagi yeoja itu adalah ‘rival’nya, yah meskipun sekarang sudah berstatus menjadi ‘calon anae’nya tapi tetap saja yeoja itu tidak selevel dengannya. Dan.. sudahlah tidak usah dibahas lagi. Yang penting sekarang adalah.. bagaimana caranya agar Jongin bisa keluar dari situasi ini?!

‘Ah, mati kau, Jongin!’, batin Jongin merutuki dirinya sendirinya.

Lama dalam keheningan membuat Suho jengah juga. Akhirnya ia memutuskan untuk menyudahi acara hening-berhening (?) ini. “Aku akan mengajukan cuti untuk kita, agar kita libur kembali. Dan kali ini adalah benar-benar libur”

“M-mwo? Aish, lalu untuk apa kita kemari?”, ujar Jongin, masih dengan perasaan yang sedikit gugup. Seperti pencuri yang tertangkap basah sedang melaksanakan acara ‘maling’nya itu.

“Hahh, entahlah, yang pasti kita mesti kudu dan wajib pulang besok”

“Hah? Wae?”

Molla? Kata appa, pertunanganmu dengan Ryeonie akan dilaksanakan 5 hari lagi”, ucap Suho dengan nada santainya. Dan ditanggapi dengan anggukan santai pula dari Jongin.

“Oh, arraseo. *5 detik kemudian* EH?!! KITA AKAN?? APA?!!”

Back to > Choi Family’s House ^^

Keadaan hening menyelimuti lingkungan keluarga ini. Sejak kejadian beberapa puluh menit yang lalu Ryeona berdiam diri dikamar.

CEKLEK…

Kris membuka perlahan pintu kamar Ryeona. Dilihatnya yeoja itu sedang meringkuk kasurnya. Memang, malam yang dingin ini membuat bulu kuduk merinding dan membuat kita lebih memilih menghangatkan diri daripada mati kedinginan. Atau mungkin lebih baik menyesap kopi sambil kerubun (?) pakai selimut. Dan lagi-lagi, hal ini sangat tidak penting untuk dibicarakan. Let’s back to the story…

“Shailee…”, panggil Kris lembut.

Ryeona tak menjawab. Baru kali ini Kris—manager yang selalu mengerti keadaannya—membuatnya kesal. Dan baru kali ini pula Ryeona membentak dan teriak didepan Kris. Itu membuat dirinya merasa sedikit bersalah pada managernya itu.

‘Dan itu semua karena namja sialan itu! (>̯┌┐<)’, batin Ryeona.

Oh, okesip. Bahkan saat berselisih dengan Kris, dipikiran yeoja itu hanya ada Kim Jong In seorang. ( ⌣ ́_ ⌣ ̀)

Kris duduk ditepi kasur Ryeona. Memberanikan diri untuk membuat Ryeona tidak kesal lagi padanya. Tapi yeoja itu tetap membelakangi Kris. Dengan tanda, ’Jangan dekati aku. Aku sedang marah padamu’. Itulah yang terbayang oleh Kris. Kris menggoncangkan bahu Ryeona, mencoba untuk membuat yeoja itu berbalik padanya. Tapi… nihil. Yeoja itu keukeuh (?) pada pendiriannya. Tidak ingin diganggu siapapun.

Kris mengerti, sangat mengerti malahan. Tapi ini adalah satu-satunya cara agar Ryeona bahagia kelak. Bersama dengan namja yang—memang belum sepenuhnya—ia cintai. Meskipun terselip kata ‘belum’ didalam cinta mereka tapi nyatanya didalam hati kecil mereka—Jongin dan Ryeona—terdapat satu celah untuk memasuki hati masing-masing.

“Pergi, Kris. Aku sedang tidak ingin diganggu siapapun”

DEG… Ucapan singkat, jelas dan padat dari Ryeona mengandung sangat banyak arti. Kris tahu bahwa akhirnya akan seperti ini. Kris sangat tahu. Baiklah, tak ada yang bisa dilakukannya lagi selain keluar dari kamar Ryeona dan meninggalkan yeoja itu sendiri. Seperti yang diinginkan yeoja itu. Hatinya merasa bersalah. Demi apapun.

Ryeona’s POV

“Pergi, Kris. Aku sedang tidak ingin diganggu siapapun”

DEG…

Baik, aku mengatakannya. Kau berhasil, Ryeo. Kau berhasil membuat manager tersayangmu merasa bersalah. Dan yang sebenarnya bersalah adalah kau, bukan dia. Dasar pabo yeoja! (>̯┌┐<)

Aku jahat! Maafkan aku, Kris. Sungguh aku tak punta maksud untuk menyakitimu dan membuatmu merasa bersalah. Aku juga tidak bermaksud untuk mengusirmu. Tapi aku butuh sendiri sekarang.

Kris pun beranjak keluar dari kamarku.

Maafkan aku, Kris…

Dan akhirnya aku terlelap dengan perasaan bersalah yang menyelimuti diriku.

Several minutes later…

Aigooooooo, aku terlelap. Jam berapa ini?

Kuambil weker Angry Birds kecilku—pemberian Kris. Astaga! 9 malam?!

Dengan cepat aku membereskan wajahku yang terlihat sangat acak-acakan ini. Aku baru ingat tadi pagi eomma berpesan padaku bahwa makan malam sekarang mereka akan memberitahukanku sesuatu. Dan.. aku penasaran apa itu. Apa mereka akan memberikan kejutan padaku? Ah, semoga kejutan mereka kali ini dapat membuat diriku lebih rileks.

Aku berjalan pelan keluar kamar. Kemana Kris? Biasanya ia duduk santai sambil menikmati indahnya pintu kamarku. Terdengar aneh? Yah, biarkan saja. Toh itu kebiasaannya, bukan kebiasaanku. Tapi aku penasaran, kemana dia pergi?

Ah, sudahlah. Daripada memikirkan hilangnya Kris yang belum tentu hilang lebih baik aku kebawah untuk melihat kejutan yang akan diberikan eomma dan appa-ku. Mungkin mereka sudah menunggu. Kulangkahkan kakiku dengan santai menuju ruang makan. Dan benar, mereka sudah menungguku. Tapi kenapa ada Kris juga? Apa dia belum makan malam? Tumben sekali dia kumpul bersama orang tuaku, biasanya dia ogah berbincang-bincang dengan orang tua. Hmm, entahlah, sepertinya ada yang aneh pada Kris.

“Ryeonie, kemari, nak!”

Eomma memanggilku. Tanpa dipanggil pun aku akan duduk kok, eomma. Hey, entah kenapa aku merasa tidak nyaman. Dan… perasaanku tidak enak. Sungguh, ada apa ini?

“Kau pasti merasa tidak nyaman. Iya kan?”

Aku mengangguk. Jujur, memang seperti itu rasanya. Oh, sungguh situasi apa ini? Bahkan Kris pun hanya bungkam, tak memberikanku sedetik saja suara bass-nya. Kenapa suasana diruang makan menjadi lebih serius dari yang sebelumnya?

“Begini, kau tahu kan kalau Jongin sedang mempersiapkan comeback-nya?”

Mwo? Namja itu? Lagi? Oh, baik. Kau mendapatkan penghargaan Kim Jong In. Penghargaan karena telah merebut perhatian orangtuaku sendiri. Ada apa sih ini?

Melihat eomma seperti menunggu jawabanku, langsung kuanggukkan kepalaku. Dan…

“Kau juga pasti mengerti Jongin akan sibuk akhir-akhir ini kan?”, aku mengangguk lagi. Tentu saja, menyiapkan comeback itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Membutuhkan waktu yang lama agar mereka benar-benar siap. Dan itu sangat melelahkan. Tapi apa hubungannya denganku? Apa ada hubungannya dengan kejutan yang aku nanti-nanti selama seharian ini? Oh, aku harap tidak.

“Nah, bagus! Kalau begitu rencana kita akan lancar, yeobo

Rencana?

“Rencana apa?”, spontan aku bertanya.

“Pertunanganmu dengan Jongin”

Dan… TUING! O_O

Gambar perempatan melintas dan terpampang jelas dikepalaku. APA?! Apa kata mereka?! Dengan kompak dan riangnya mereka mengatakan pertunanganku dengan.. dengan si itu!! Ih! KIM JONG IIIIIINNNN!!!! SUDI NAJIS TAU GA!!

“AP—“

“Tidak apa penolakan nona Kim!”

MWO?! Nona Kim?! O_O Hahhhh, aku yakin kedua orangtuaku ini otaknya sudah tersumbat makanan berminyak. Nona Kim darimana? Aku masih single dan belum tentu juga aku ingin ditunangkan dengan namja sok seperti Jongin Jongin itu. Bahkan aku saja jarang sekali memakai marga Choi, marga milikku sendiri. Dan sekarang dengan seenaknya appa menambahkan satu marga lagi didepan namaku. Dan marganya adalah KIM!! Marga namja SIALAN itu!!! (>̯┌┐<)

Dan bagus! Keputusan appa yang sudah bulat ini.. mana bisa aku merajuk kembali. Asal kalian tahu ya! Choi Si Won appa itu mempunyai sifat yang tidak ada bedanya denganku. Keras kepala dan seenaknya sendiri. Dan aku sebagai anaknya HARUS dan WAJIB menuruti apa kata appa ku yang satu ini. Namun kali ini keputusannya DILUAR BATAS AKAL SEHAT MANUSIA!!

APPA! MANA MUNGKIN AKU MAU DIJODOHKAN DENGAN NAMJA SIALAN ITUUUUUUUUUUUUU!!!!!!! #capslock jebol buuuuu u_u

Dan, demi apapun otakku ngos-ngos gara-gara teriakanku tadi yang membahana diseluruh permukaan otakku. Okesip! Kejutan terbaik bagi appa untukku adalah…

“Putri semata wayangnya akan bertunangan dengan anak dari sahabat karibnya yang tak lama lagi akan menjadi besan untuknya”

Dan kejutan itu telah terjadi beberapa saat yang lalu. Tepat dimeja makan, sebelum makan malam, dan disaksikan oleh 3 orang lainnya, yaitu eomma-ku, Kris sebagai managerku, dan aku sendiri sebagai calon mempelai(?)nya. Dan kejutan ini akan menjadi kejutan paling ‘meriah’ untukku. -_-

Baiklah, tak apa. Lagipula ini baru pertunangan kan? Belum terikat janji suci kan? Masih janji-janjian kan? Okesip kalau begitu, lihat saja kau Kim Jong In. Aku akan memberikanmu KEJUTAN dihari PERTUNANGAN KITA. HAHAHAHAHAHA *evil smile.

—–

Author’s POV ^^

At Shinkyung’s Apartment Build.

06.00 a.m.

“Hoaaaaaaaahhhmm”

Dipagi yang cerah dan penuh keindahan ini membuat Shinkyung bangun lebih pagi dari biasanya. Dan terlihatlah wajah ‘tablo’ Shinkyung saat bangun tidur XD. Eits, tapi tunggu! Ada yang aneh dengan yeoja berparas lebih dewasa dari umurnya ini. Kenapa pagi-pagi buta (?) begini wajahnya sudah berseri-seri? Ada sesuatu yang terjadikah? #author belaga oon -.-“

“Kyaaaaaaaaaaaaaaa!!!”, dengan wajah yang merona merah dan senyum yang terrus mengembang Shinkyung teriak sambil meredam teriakannya dengan bantal. Dan… pagi yang indah bagi Shinkyung pun dimulai…

Tanpa berlama-lama bergila-gilaan didalam kamarnya, Shinkyung bergegas untuk mandi. Ini adalah kebiasaan langka untuk Shinkyung. Hari libur, mandi pagi? Itu bukan kebiasaannya. #dan itu sama seperti author -.-

Dan dalam waktu 5 menit—mungkin kurang—Shinkyung sudah keluar dari kamar mandinya. Ah, kan author udah bilang kalo Shinkyung jarang—mungkin gak pernah—mandi pagi disaat libur. Dasar yeoja pemalas! #nyebutin diri sendiri -_-“

Ia mengambil training dan baju olahraganya dari lemari. Ia berniat untuk lari pagi hari ini. Lari pagi ditaman kota. Well, yang satu ini juga bukan kebiasaannya. Karena biasanya Shinkyung lari pagi dihalaman luas diapartemennya.

Setelah merapikan rambutnya dan tanpa merias wajahnya, Shinkyung segera keluar dari apartemen untuk melaksanakan kegiatan diluar kebiasaannya itu. Terlihat banyak sekali warga apartemennya (?) yang juga ingin lari pagi ditaman kota.

Oh well, daripada berangkat sendiri lebih baik ikut rombongan kan? #IniAuthor

Tak butuh waktu lama, hanya sekitar 45 menit, Shinkyung dan rombongan palsunya sudah sampai ditaman kota. Memang tidak terlalu jauh sih, tapi jika kalian naik bus kalian akan sampai dalam waktu 15 menit saja. Yah, kan namanya juga mau olahraga, lebih baik jalan kaki laaaaah…

Tapi karena Shinkyung sudah capek dari awal masuk ketaman kota, akhirnya ia hanya duduk-duduk dan sesekali memebeli makanan pinggiran (?) ditaman itu. Hahh, hidup sendiri memang menyedihkan. Tak ada yang mengajak ngobrol sekalipun. Hemeh!

“Eh? Kyung-ie?”

Terdengar suara lembut nan manis dari arah belakang Shinkyung. Dan setelah ia membalikkan badannya, ia membelalakkan matanya karena kaget. Kaget dan ingin menangis. Bagaimana tidak? Yeoja yang memanggilnya adalah Ryeona. Sahabatnya, yeodongsaengnya, yeoja yang telah lama bersamanya, berbagi cerita senang maupun sedih. Yang sudah beberapa tahun tidak bertemu dan akhirnya bertemu kembali dipagi yang cerah dan indah pagi Shinkyung. Ini sungguh diluar dugaan.

Tak menunggu lama, akhirnya mereka saling berpelukan. Menyalurkan kerinduan masing-masing.

“Ryeonie! Aku sangat merindukanmuuuu! Huaaaaa!!”

“Nado, Kyungie! Nado bogoshipeo! Huaaaa!!”

Dan… warga (?) disekeliling mereka menatap mereka dengan pandangan aneh dan bingung. Memang mereka ini akan menjadi pasangan yeoja ter-norak apabila sedang bersama. Karena tak ingin menjadi pusat perhatian, apalagi jika mereka menyadari bahwa salah satu orang aneh itu adalah Shailee Jay, artis terkenal dinegara berkembang Amerika, mereka berduapun meninggalkan tempat itu dan hinggap (?) ditempat yang berisikan pohon rindang yang sejuk.

Dan sekali lagi, mereka menyalurkan kerinduan mereka berdua ditempat ini.

“Kyungie, kemana saja kau hah? Kenapa kau tidak membalas e-mail­ yang sudah kukirimkan padamu? Apa kau belum membukanya?”

“Aku pindah dari rumahku yang waktu itu, Ryeo. Saat itu aku sudah membaca e-mail darimu, tapi saat aku baru mengetik beberapa pesan aku lupa bahwa aku ada janji dengan Baekki op.. ah Baekhyun-ssi”

“Ooh begitukah? Eh, tapi.. B-Baekhyun.. ssi?”

“Hmm, Baekhyun-ssi! Kau tak tahukan kalau aku dicampakkan?”

“MWO?! DI-DICAMPAKKAN?!!”, mendengar pekikkan keras dari Ryeona, Shinkyung segera menutup telinganya rapat-rapat. Ah, sudah lama ia tidak begini bersama dengan Ryeona. “Apa yang sebenarnya terjadi, Kyungie?”

“Hahh, sebenarnya aku sudah malas dan bahkan sudah ingin melupakannya. Tapi, kau memang harus tahu asal usul dia mencampakkanku. Dan ceritanya…..”

Shinkyung menceritakan kejadian beberapa hari yang lalu. Saat namja bermarga Byun itu mencampakkan Shinkyung. Ada rasa dimana hatinya ingin menangis, mengingat kejadian yang sudah berlalu itu. tapi, seketika wajah Shinkyung berubah. Menjadi sumringah dan semangat kembali setelah menceritakan seorang namja kepada Ryeona. Mungkin namja itulah yang telah membuat rona merah diwajah Shinkyung hari ini.

“Mwo? Nugu? Oh.. Se Hoon? Hmm, sepertinya aku mengenal nama itu. Dia artis?”

“Ne! Bahkan aku sudah menjadi managernya sekarang! Hehehe. Eh? Aku jadi lupa, padahal aku berniat ingin menjadi managermu, Ryeonie”, raut wajah sedih dan menyesal terlihat berkembang diwajah manis Shinkyung.

“Hey hey, tenang saja, aku sudah mempunyai manager yang pastinya LEBIH BAIK daripada kau! Hahaha”

“YAK! Seenaknya saja kau bicara! Bahkan aku menjadi menagernya pun itu karena Sehun sendiri yang memintanya padaku! Wleeee!”

“Wah wah, sepertinya eonni-ku yang satu ini telah move on sepenuhnya yah pada namja asing bernama Oh Se Hoon kkk~~”

“YAK! Jangan menggodaku Choi Ryeo Na!”

“Hahahahahahahaha”

Dan tawaan berserta pekikkan dari yeoja-yeoja berparas cantik ini membahana ditempat hening dan sepi itu.

“Hei, tunggu dulu. Ceritakanlah tentangmu yang belum aku ketahui Ryeo!!”, pinta Shinkyung sambil menampakkan puppy eyes yang diajarkan Baekhyun saat masih pacaran dulu.

“Aigoo, Ya! Kang Shin Kyung! Jika aku menceritakan pengalaman anehku selama ada disini kau pasti akan terbelalak dan akhirnya menertawakanku, huft!”

“Yaaaaaa, ppali malhaebwaaaaaaa!”

“Aish, arraseo! Kau ingin darimana?”

“Hmm, bagaimana jika tentang karirmu? Dari awal sampai sukses seperti sekarang”

“Aigooo, itu adalah cerita terpanjang seumur hidupku. Begitu banyak rintangan dan cobaan. Meskipun dari awal aku sudah ditemani oleh managerku yang saat itu masih menjadi tutorku dikuliahan”

“Hmm, managermu? Namja? Yeoja?”

“Namja, berasal dari Kanada tapi blasteran China bernama Xi Yi Fan (?). Tapi sering sekali dipanggil Kris”

“Kris? Nama yang aneh kkk~”

“Aish! Aku lanjut ya? Dan blablablablabla…..”

Ryeona menceritakan segala pengalamannya saat berkuliah di Amerika saat itu. Shinkyung yang merasa kagum hanya bisa ber-WOW ria sambil menunjukkan wajah tablo nan imutnya itu.

“STOP! Jika kau menceritakan terus menerus keadaan di Amerika kapan beresnya? Ceritakan saja pengalaman burukmu selama disini, aku penasaran sekali dengan yang satu itu”

Seketika wajah Ryeona berubah menjadi masam. Aish, malas sekali jika harus menceritakan namja itu pada Kyungie. Ahh, tapi ia harus tahu agar aku bisa curhat padanya. Tapi tetap saja aku malas membahas namja sialan ituuuuuu!!!

“Baiklah. Hhh…”, Shinkyung menatap bingung Ryeona yang sedang menghela nafasnya. Apa ceritanya sangat membuatnya kesal?, pikirnya dalam hati, masih terselimuti dengan perasaan bingung dan penasarannya. “Aku dan Jongin dijodohkan dan pertunangannya akan terjadi dalam minggu ini”

KKEUUUUTTTTT…..

.

.

.

Dalam satu tarikkan nafas Ryeona mengatakan inti dari pengalamannya saat pulang ke Korea. Dan inti cerita itu sukses sekali membuat Shinkyung terbelalak—sama seperti yang Ryeona bilang. Dan saat itu juga…

“HUAHAHAHAHAHAHA…”

Tawaan seorang Kang Shin Kyung menggelegar bak petir menyambar bumi. Baiklah, memang itu semua agak berlebihan. Tapi memang itulah kenyataannya, bahkan Ryeona pun mendengus kesal karena ia tahu bahwa semua ini akan terjadi. Tapi tawaan itu makin lama makin membuat Ryeona kesal karena dalam tawaan itu terdapat berbagai ejek dan ledekkan dari Shinkyung. Ryeona menyadarinya? Kenapa? Karena tawaannya makin kesini nadanya makin merendahkan derajat seorang Shailee Jay.

“YAK!! Berhenti kau! Hentikan ejekkanmu itu! Aku sedang kesal tahu!”, Ryeona mengerucutkan bibirnya yang imut itu didepan Shinkyung. Dan itu semua membuat Shinkyung kembali tertawa.

“Ya! Aku kan dulu pernah bilang,’Jangan terlalu benci pada namja itu, jika kau ketimpa sial untuk bersama dengannya baru tahu rasa kau!’. Dan semua itu terjadi.. sekarang! HAHAHAHA!!”

“Heuh! Lagipula itu semua bukan niatku dan bukan keinginanku juga! Bahkan namja itupun masih berpangkat sebagai rivalku! Aku tak akan pernah mengangapnya sebagai tunanganku. Namja itu juga tidak setuju dengan perjodohan konyol ini! Dan—“

“Dan dia adalah ‘calon nampyeon’mu. HAHAHAHAHA!!!”

“Aish! Kang Shin Kyung! Ini semua adalah keinginan orangtua kami, bukan keinginanku ataupun namja itu, kau tahu? Kau ini sebenarnya ada dipihak siapa sih?”, Ryeona mengerucutkan bibirnya lagi. “Huh, lagipula, aku juga tidak menyukainya, huft!”

“Eh? Haha. Ya, ya, aku tahu. Aku tahu ini semua akan terjadi. Dan ketahuilah Choi Ryeo Na, aku sangat mengerti keadaanmu, tapi kau tidak mengerti dirimu sendiri”

“Hah? Maksudnya?”

“Aish, kau ini bagaimana sih? Maksudku kau itu harus lebih banyak belajar mengenai dirimu sendiri, dan mencoba untuk mengerti dirimu sendiri”, mendengar pernyataan Shinkyung yang menurutnya kurang jelas itu Ryeona menampakkan wajah imut dan polosnya.

“Aish, Kyungie, bisakah kau mengatakan intinya saja? Aku tidak mengerti hehe”, dengan cengiran kuda dan V-sign­ yang dibuatnya Ryeona mengeluarkan puppy eyes andalannya—yang pernah diajarkan Shinkyung saat di Kirin dulu.

“Ah sudahlah! Aku pusing membicarakan ini denganmu. Nanti juga kau sadar sendiri kok”

“Dasar! Lalu untuk apa aku memberikan puppy eyes-ku yang langka ini padamu jika kau tak memberitahuku pada akhirnya? Huft!”

“Hahahaha, rasakan!”

Tiba-tiba Shinkyung tidak sengaja melirik kearah tangannya. Tepatnya kearah jam tangannya.

Jam 11.45. Hahh, masih pagi. Aku masih ingin bersama Ryeonie disini. Lagipula aku tidak ada janji dengan siapapun hari ini.

Yeoja itu kembali memeluk sahabatnya itu. Dan sekali lagi melepaskan rasa rindunya karena selama ini hanya sendiri. Tak ada yang menemani. #miris banget hidupnya -_-“

Tapi pelukan mereka merenggang ketika Shinkyung menyadari sesuatu. Tunggu dulu..”Janji?”

Ia memutar kembali ingatannya. Membuka seluruh memorinya, mencari satu file yang ia lupakan. Dan.. apa itu? Pikirnya. Seketika matanya membulat, membesar, seakan ia melupakan sesuatu yang sangat ­important. Ya Tuhan, aku lupa!, pikirnya.

“Kyungie, wae geurae?”, tanya Ryeona polos.

“R-Ryeonie, aku lupa!”

“Aish, kau ini. Bicaralah dengan jelas, dari tadi kau bisanya membuatku bingung saja”

“Aku melupakannya, Ryeo! Aku berjanji kalau aku akan mulai bekerja! Dan aku melupakan hari pertamaku itu!”

“Kerja? Kerja apaan?”

“Ya!! Aku janjian dengan Oh Se Hoon dan aku melupakannya, mengerti?”

“Mwo? Aish, kenapa tidak bilang daritadi hah?”

“Aku juga baru ingat. Aduuuuh, bagaimana ini?”

Ryeona mengerutkan alisnya bingung. “Bagaimana apanya? Ya pergi kesanalah”

“Maksudku, bagaimana aku bisa kesana sedangkan…”

Shinkyung tidak melanjutkan kata-katanya dan malah menggigit jarinya panik. Nah, ini adalah kebiasaannya.

“Apa?”, tanya Ryeona penasaran. Apa yang membuat sahabatnya ini panik begini?

“Sebelum aku pergi dari apartemennya beberapa hari yang lalu… Aku…”

Flashback

Setelah Shinkyung mencium Sehun, ia langsung keluar dari apartemen Sehun. Ia berjalan dengan sedikit gontai. Masih terpikir oleh perlakuannya kepada Sehun beberapa saat yang lalu.

Bagaimana mungkin aku lancang menciumnya seperti itu?! >_<

Shinkyung menggigit jarinya. Sedikit panik. Ia takut jika Sehun menganggapnya kurang ajar lalu memecatnya begitu saja. Padahal ia belum sekalipun bekerja menjadi manager Sehun. Aduuuh, bagaimana ini?

Dan disaat yang sama, Sehun keluar dari pintu apartemennya dan mencari Shinkyung. Tak lama kemudian, ia menemukan sosok itu. Sosok yeoja yang tiba-tiba menciumnya, tanpa alasan yang jelas. Ia tersenyum.

“Ya!! Kang Shin Kyung!”

DEG…

Ini suara… ah, benar kan apa yang aku katakan? Dia pasti akan memecatku. Tolong aku Ya Tuhaaaaaan >_<

Dengan lebaynya Shinkyung membalikkan tubuhnya dengan waktu yang bisa dibilang cukup lama. Dan itu membuat Sehun—yang menunggunya—memutar bola matanya. Merasa jengah dengan sikap Shinkyung yang selalu berlebihan.

Setelah berbalik, Shinkyung tersenyum dengan canggung. Oh well, kenapa kau tidak bisa memperbaiki kelakuanmu huh? Pabo Shinkyung!

“Waeyo?”, tanya dengan lembut. Pura-pura lembut sih, untuk menutupi rasa gugupnya.

Namun, bagaimanapun Shinkyung menutupi rasa gugupnya, Sehun pasti akan selalu menyadarinya. Dan entah kenapa bisa seperti itu. Sehun aja bingung, apalagi author u.u

Sehun menyeringai—dengan seksi. Dan itu sukses membuat Shinkyung meleleh ditempat. Ia menampilkan wajah ‘tablo’nya yang manis itu. Dan itu semua membuat Sehun berusaha keras untuk tidak melahapnya saat ini juga. Ia menarik napasnya. Mencoba menahan ‘hasrat seorang namja’ yang sedang bergejolak didalam dirinya.

“Kau.. harus standby besok jam 6 pagi disini. Jika tidak.. akan kuhukum kau!”

Dan… BLAM!

Sehun menutup kembali pintu apartemennya. Meninggalkan Shinkyung yang ternganga dengan sendirinya. Ap-apa? Aku.. tidak dipecat? In-ini sungguhan?

Dengan perasaan yang masih berkecamuk Shinkyung pergi dari apartemen Sehun. Masih dengan wajah tablonya yang menggemaskan itu. Tak ia sadari bahwa disaat yang sama Sehun tersenyum-senyum dengan sendirinya. Kutunggu kau.. Kang Shin Kyung.

End of Flashback..

“Oooh, jadi begitu. Tapi, itukan sudah berhari-hari yang lalu. Apa dia tidak menghubungimu?”

“Hhh, bagaimana dia bisa menghubungiku? Kan, dia baru beberapa hari mengenalku. Dan juga, salahku sendiri tidak menanyakan e-mail dan nomor telepon nya”

Dengan desahan berat Shinkyung menampilkan wajah putus asanya.

“Sudahlah, Kyungie. Tidak sepenuhnya salahmu kan?”

“Iya, memang. Tapi.. apa namja itu bisa memaafkanku? Lagipula, ini memang sepenuhnya salahku, Ryeonie. Karena besoknya aku tidak melakukan apapun kecuali berdiam diri seharian dia apartemen, dan tentunya melupakan janjiku itu”

“Lalu, kau maunya bagaimana?”

“Hhh, entahlah. Mungkin saja aku sudah dipecat olehnya. Padahal aku belum sekalipun—“

“Aku sarankan yah lebih baik kau bertemu dulu dengan namja itu. Siapa tahu namja itu memaafkanmu?”

“Dan jika tidak? Aku harus menelan bulat-bulat kata ‘dipecat’ itu kan?”

“Hey, jangan pesimis dulu deh. Kau ini, kau itu harus optimis. Aku yakin kau pasti bisa. Pergilah, nanti kita bertemu lagi kok”

Jinjja? Mianhae, Ryeonie-a. Padahal kita baru saja bertemu *hiks”

“Gwaenchana, nanti aku akan mengirim e-mail padamu atau kau kirim alamatmu. Datang kerumahku saja kalau ada waktu, sekarang cepat pergi. Kesempatan tidak datang dua kali”

“Hmm, mianhae, jeongmal. Tapi bagaimana jika dia memecatku?”

“Sudahlah, jangan dulu pikirkan itu. Yang pasti kau harus datang, meminta maaf, dan jelaskan semuanya. Cepat!”

“A-arraseo. Aku pergi, daaaahh!!!”, pamit Shinkyung sambil melambaikan tangannya dan pergi.

“Hati-hatii!!”

Dan akhirnya Shinkyung pergi untuk bertemu dengan Sehun.

DRRT… DRRT…

i-Phone milik Ryeona bergetar. Getarannya yang hanya sebentar itu menandakan adanya pesan masuk. Siapa?, pikirnya

Ia mengambil i-Phonenya itu dari saku celana training­-nya. “Appa?”, ucapnya pelan sambil membuka isi pesan dari appanya itu. Seketika matanya membulat setelah membaca pesan dari appanya itu. Sungguh membuat dirinya kaget. Untuk bahasa alaynya, dia hampir mati membaca pesan singkat itu. “Omonaaa… Apakah harus aku melakukan ini?”

DRRRRRRTTTT… DRRRRRRRTTT.. i-Phone milik Ryeona kembali bergetar. Bedanya, getaran yang sekarang lebih panjang, menandakan ada panggilan masuk kali ini. Ia langsung mengangkatnya. Tanpa melihat name call nya pun ia tahu siapa yang meneleponnya.

“…”

“Tapi appa, aku sekarang.. sekarang aku sedang ditaman. Jauh sekali jika harus kembali kerumah. Lagipula aku baru sampai, jadi aku…”

Ryeona menjauhkan i-Phonenya itu dari telinganya. Suara teriakkan appanya dapat terdengar meskipun jarak telinga dan i-Phonenya sekitar 45 cm. Sangat memekakkan telinga.

“Aish!! Arraseo.. arraseo!! Aku akan pergi! Jangan telpon aku lagi!”

PIPP… Dengan perasaan lega bercampur dengan kesal bercampur dengan rasa ingin marah juga, membuat kesialan seorang Shailee Jay hari ini semakin lengkap. Dengan bumbu yang pas, yaitu pergi dari sini dan pergi ketempat yang tidak akan pernah ia bayangkan sebelumnya. Ketempat yang seharusnya menjadi saksi ketidaksukaannya terhadap namja itu. Kim Jong In.

At the same time…

“Hahh, lelah sekaliii..”

Sehun meregangkan tubuhnya disofa. Perjalanan cukup jauh membuatnya lelah setengah mati. Ia kembali keapartemennya kemarin malam, dikarenakan sesuatu, ah lebih tepatnya se-se-o-rang.

“Huh, ini semua karena yeoja itu. Aku tidak bisa berhenti untuk selalu memikirkannya”, gumam Sehun. Namja itu memejamkan matanya sejenak. Mencoba untuk beristirahat sebentar, berharap dengan begitu ia dapat mengurangi rasa lelahnya.

Flashback

Saat latihan di practice room, Sehun merasa tidak fokus. Menari kesana-kemari mencari alamat tanpa keseriusan—padahal dia adalah lead dancer. Hingga akhirnya…

BRUKK… BRUKK..

Entah sudah berapa kali ia menabrak seorang namja sebayanya yang lebih tua 3 bulan darinya. Karena tak mau disalahkan maka Sehun menegur namja itu duluan.

“Yak!! Kkamjong-ah! Tak bisakah kau serius sedikit? Kenapa kau selalu menyenggolku ha?!”, ucapnya—pura-pura—marah. Sehun menyalahkan Kai yang memang sedari tadi tidak sengaja menabraknya. Dan itu semua membuat Kai yang notabene saat itu sedang sensi mengeluarkan amarahnya tepat didepan semua membernya.

“Aish!! Diam kau maknae kurang ajar! Memangnya siapa kau memanggilku Kkamjong? Seharusnya kau memanggilku ‘hyung’! Dasar maknae setan!”

Setelah pertengkaran kecil itu, Kai langsung keluar arena latihan meninggalkan hyung nya dan Sehun terdiam. Ada sedikit perasaan bingung terbesit dibenak Sehun.

Tumben sekali dia marah. Apa ada sesuatu?

“Semuanya, aku minta maaf. Pasti dongsaengku itu sedang frustasi karena liburannya terganggu haha”

“Ya sudah, tak apa-apa, hyung. Kami mengerti”, ucap Chanyeol.

“Kalian istirahat saja dulu. Aku mau keruang Om(?) Sooman dulu”

“Hmm, arraseo”

Keruang Om Sooman? Untuk apa?, pikir Sehun. Setelah Suho keluar dari arena latihan, Sehun pun mengikuti Suho.

“Eh, hyung! Tunggu aku!”

“Sehunnie, wae geurae? Kenapa kau tidak latihan bersama hyungmu yang lain?”

“Hmmm, aniya hyung. Aku mau tanya, kenapa hyung mau keruang Om Sooman? Ada masalahkah?”, tanya Sehun antusias.

“Ani. Aku hanya ingin mengajukan cuti lagi. Keluargaku akan merayakan sesuatu dirumah”

“Ooh, begitukah?”. Hmm, mengajukan libur ya? Aha! “Emm, hyung! Aku mau ikut keruangan Om Sooman!”

“Hah? Mau apa kau?”, selidik Suho.

“Ehehehe, aku kangen eomma dirumah kkk~~”

“Aigooooo, aku ini. Dasar anak mamih!”

Dan akhirnya merekapun mengajukan cuti pada Om Sooman mereka. Sangat mudah bagi Suho yang memang mempunyai alasan yang kuat. Tapi untuk Sehun? Ini sangatlah sulit karena Om Sooman-nya mencurigai Sehun bahwa alasannya ‘ingin bertemu eomma’ itu hanya bohong semata. Yah, akhirnya mau tidak mau Sehun harus mengatakan yang sebenarnya bahwa.

“Om, ak-aku, aku harus bertemu dengannya Om! Aku khawatir karena saat terakhir kali kami bertemu dia berjanji untuk bertemu denganku besoknya. Tapi besoknya ia tidak datang. Aku menunggu sampai tidak tidur semalaman dan dia tidak datang juga. Hingga lusanya aku dipanggil kesini hanya untuk perform disuatu acara. Ayolah, Om, kali ini saja”, jelas Sehun panjang lebar. Suho hanya bisa memijat pelipisnya pelan. Tidak ia sangka bahwa dongsaengnya yang satu ini jika sudah terpikat pada sesuatu akan menjadi seperti ini. Nekat sekali ckckck~~

“Hhh, kau tahu kalau kau lead dancer kan, Sehun? Jika Kai tidak ada maka siapa yang akan menggantikan—“

“Aku mohon, Om! Kali ini saja. Dan juga, di-dia itu, dia itu managerku, Om! Sungguh!”

Suho dan Om Sooman membelalakkan mata bersamaan dan mereka menatap satu sama lain. Sooman menatap Suho dengan tatapan bertanya. Seperti menanyakan, ‘Apa benar yang dikatakan bocah ini?’. Dan Suho hanya bisa mengangkat bahu dan menggelengkan kepalanya tegas. Karena memang dia tidak tahu jalan omongan dongsaeng ‘imut’nya itu.

“Dia adalah mantan manager artis Korea terkenal Hyun Bin ituloh, Om! Dia dipecat dari pekerjaannya dan aku menawarkan jasa padanya”

“A-apa? Apakah kau tidak menyadari bahwa tindakanmu ini sudah diluar batas Oh Se Hoon?! Apa kau bilang?! Pulang? Demi menemui yeoja dan meninggalkan karirmu? Dan menjadikan yeoja itu sebagai managermu?! Kau sungguh keterlaluan Oh Se Hoon! Kau—“

“Om Sooman! Berhenti!”

Pekikkan Suho membuat Sooman terdiam. Entah kenapa Sooman mempunyai rasa takut apabila menghadapi Suho. Padahal jabatannya lebih tinggi dibanding namja bertampang diatas rata-rata itu.

“Maafkan aku, Om Sooman…”, lirih Sehun. Terlihat sekali ia seperti ingin menangis. #poor Sehun.

“Sehun…”

“Sebenarnya yeoja itu bisa dipecat karena aku sendiri. Aku tidak bisa menjelaskan kenapa itu semua bisa terjadi karena itu adalah privacy. Aku menawarkan jasa ini agar dia tidak susah-susah mencari artis lagi untuk bekerja. Dan sekalian juga untuk meminta maaf karena semua itu adalah ulahku. Dan tentang manager, sebenarnya aku ingin membicarakannya denganmu, tapi aku tidak tahu kapan saat yang tepat. Hingga akhirnya seperti sekarang ini. Aku sungguh minta maaf apabila aku mengecewakanmu, tapi aku janji kalau aku akan membereskannya. Aku janji untuk menjaganya dan juga popularitasku. Aku akan mengurusnya sendirian, dia tidak akan ada hubungannya dengan pihakmu. Karena dia milikku, karena aku yang memegangnya untuk ada bersamaku. Aku akan menjaganya, jadi kau tidak perlu khawatir dan tidak perlu susah-susah untuk mengurusnya karena ada aku. Tapi aku hanya minta, anggap dia sebagai bagian dari SMEnt. Anggap dia sebagai bawahanmu karena dia ada dipihakku. Dan aku mohon, kabulkanlah permintaan dan izinku ini. Aku benar-benar membutuhkan—“

“Baik. Akan aku beri waktu kalian selama dua minggu lalu kalian harus kembali kesini. Tanpa alasan apapun lagi. Mengerti? Dan kau Sehun, aku percaya padamu. Tahan yeoja itu dengan kekuatanmu, arraseo?”

“J-jinjja? Jeongmalyo? Terimakasih, Om Sooman! Kau adalah Om yang terbaik yang aku miliki! Jeongmal gomawoo!!”, tanpa ragu Sehun memeluk Sooman yang sudah ia anggap seperti keluarganya sendiri.

“Hahaha, arra, arra. Cepat berkemas, akan kupesankan 3 tiket untuk kalian”

“Algaeseumnida!!!”

Suho dan Sehun pun kekamar mereka untuk mengepak barang yang akan mereka bawa untuk kembali. Begitu juga dengan Kai.

“Ehem, Kai hyung! Aku minta maaf atas kejadian tadi. Itu benar-benar tidak sengaja. Jeongmal mianhae!”, ucap Sehun sambil membungkukkan badannya.

“Ya! Oh Se Hoon! Tak usah bersujud seperti itu padaku. Lagipula aku juga seharusnya meminta maaf karena itu diluar batas akal sehatku. Mian, akhir-akhir ini aku terlalu memikirkan sesuatu”

“Ooh, apa itu semua yang membuatmu dan Suho hyung mengambil cuti dari Om Sooman?”

“M-mwo? Siapa bilang yeoja itu menjadi alasanku untuk pulang? Haha, itu tidak akan mungkin terjadi!”

“Eh? Kapan aku bilang yeoja? Eieiei, kau sedang jatuh cinta ya? Ecieeeee, Suho hyung! Adikmm—“

“YAK! Apa yang kau lakukan hah?”

Sehun melepaskan tangan Kai yang saat itu sedang membungkam mulutnya. “Hyung! Harusnya aku yang tanya, kenapa kau malah membungkamku? Apa yang aku bilang itu 100 % benar? Eoh?”

Sehun menggoda Kai yang kembali mengepak barang-barangnya. Sungguh menjengkelkan maknae ini! Mana mungkin aku jatuh cinta pada yeoja pabo itu?  Tak salah aku menyebut evil maknae pada dongsaengku yang menyebalkan ini! Dasar setan!, umpat Kai dalam hati.

“Hei, ada apa? Kenapa kalian bertengkar?”, tiba-tiba Suho menyembul dari pintu kamar mereka.

“Eh?”, Sehun menatap Kai yang masih saja berkutat dengan kopernya. “Tidak ada apa-apa kok, hyung! Kami hanya membicarakan masalah tadi diruang latihan”

“Oh, begitukah? Kalian sudah baikan kan? Jangan bertengkar lagi! Awas!”

“Haha, arra, arra. Aku akan senantiasa mematuhimu, Suho hyung! Kai hyung juga, kan?”

Kai hanya mengangguk kecil, tanda menyetujui pernyataan Sehun. Masih terbesit rasa kesal pada dongsaengnya ini. Tapi ogah juga disebut dongsaeng. Dia tidak selevel denganku, huft!

“Arra. Aku tinggal ya. Kai, kalau kau sudah beres, kita langsung berangkat hari ini juga. Aku ingin mencoba penerbangan malam, sekaligus memberi kejutan untuk eomma dan appa dirumah”

Kai mengacungkan jempolnya keatas. Tiba-tiba…

“Hyung! Aku ikut kebawah, aku sudah mengepak semua barangku”

Sehun pun mengikuti langkah Suho untuk keluar dari kamar mereka. Tapi Sehun menghentikan langkahnya ketika ia berada didepan pintu. “Hyung, sukses ya dengan yeojamu itu! Kkk~~”

“YAK!!!”

End of Flashback

KRUYUUUUKK…

Sehun membuka matanya setelah mendengar dengkuran(?) dari perutnya. “Huh, jam 12? Aku belum makan siang, dan diapartemenku tidak ada makanan. Kenapa tadi aku tidak ikut Suho hyung dulu ya? Aish!”

Namja berambut acak-acakkan ini pun beranjak dari duduknya dan berjalan santai menuju dapur. Siapa tahu dia menemukan sesuatu untuk dimasak. Akhirnya ia menemukan 2 bungkus mie ramen dan 3 buah lemon. Tanpa menunggu apapun lagi ia memasak ramen itu dan membuat satu gelas lemon squash untuknya sendiri.

Diwaktu yang sama Shinkyung dengan gelisah mencari apartemen Sehun. Keresahan menyelimuti dirinya. Ia merasa takut dan gelisah untuk bertemu namja itu. Ia ingin cepat-cepat bertemu dengan namja itu dan berlutut untuk meminta maaf agar tidak memecatnya. Tapi kenapa taksi yang ia tumpangi makin lama makin melambat jalannya?

“Ahjushi, bisakah sedikit cepat? Aku sedang dikejar waktu”

“Agashi, sepertinya perempatan jalan didepan sedang macet. Saya tidak bisa menyelip mobil didepan karena mobil disampingpun sama macetnya. Maafkan saya, agashi”

“Aish! Bagaimana ini? Aigooooo…”

Kegelisahan Shinkyung makin sini makin besar. Ia benar-benar takut sekarang.

Tak terasa waktupun sudah menunjukkan pukul 1 siang. Dan Shinkyung masih saja berada dijalanan yang penuh dengan mobil-mobil berisikan penumpang yang kesal karena kemacetan yang tidak berlalu dengan cepat ini.

“Ahjushi, aku turun disini saja. Lebih baik aku jalan kaki, agar lebih cepat sampai”

“Eh? Tapi agashi—“

“Ini uangnya, aku turun disini saja”

Shinkyung pun keluar dari taksi tersebut. Berlari mencari apartemen Sehun yang menurutnya tidak jauh dari tempatnya sekarang ini. Dan…

“KETEMU!! Akhirnyaaaaa…”

Tak menunggu waktu lama ia masuk ke apartemen itu dan langsung naik kelantai 12, dimana apartemen Sehun berada. Untung dia menghapalkan lantai apartemen Sehun, jadi ia tidak perlu susah-susah mencari data Sehun di receptionist. #emang diapartemen ada resepsionis ya? u_u

Setelah ia menemukan apartemen—yang ia tebak milik—Sehun, ia langsung mengetuk pintu apartemen itu.

Sehun yang sudah kenyang meregangkan badannya kembali disofa. Sangat menenangkan…

TOK.. TOK.. TOK..

“Hahhhhh, siapa sih yang datang kepartemenku siang bolong begini? Aish!”

Sehun pun melihat siapa yang datang dan seketika matanya membulat…

“Yeoja ini…”, gumamnya dengan penuh kekesalan dan kekhawatiran terukir jelas diwajahnya.

.

.

.

Dengan rasa seperti sedang diinterogasi, Shinkyung menunduk menatap meja didepannya. Sedangkan namja yang berada didepannya tetap melayangkan tatapan tajam dan dingin kepadanya. Ada perasaan kesal dan lega menyelimuti diri namja itu. Karena keheningan membuatnya bosan namja itu mencoba untuk berbicara pada Shinkyung.

“Kau.. kemana saja kau hah?”

Shinkyung tidak menjawab, lebih tepatnya tidak bisa menjawab. Ia hanya bisa bergumam tidak jelas, dan membuat Sehun—namja itu—mengernyitkan dahinya. Ada apa dengan yeoja ini?

“M-mian, wa-waktu itu a-aku, emm, aku itu—“

“Bicara yang jelas, Kang Shin Kyung!”, bentak Sehun. Shinkyung memejamkan matanya. Merasa takut dengan bentakan Sehun.

GREP..

Eh?

Dengan cepat Sehun mendekap Shinkyung yang saat itu tepat didepannya. Menyalurkan rindunya, rasa khawatirnya, dan perasaan leganya. Dan itu semua sukses membuat Shinkyung membelalakkan matanya, kaget. Ada apa dengan namja ini?

“Bogoshipo…”

“N-ne?”

“Kemana saja kau akhir-akhir ini?! Kenapa kau melupakan janjimu untuk kembali lagi kesini waktu itu?! Dan kenapa kau baru datang hari ini?! Jawab aku Kang Shin Kyung!!”

“Sehun-a, mianhae.. jeongmal mian *hiks* Aku benar-benar lupa dengan janjiku waktu itu dan—“

“Apa?”, Sehun melepaskan pelukannya dan menatap Shinkyung dengan tatapan tidak percaya. “Kau bilang kau melupakannya? Kau melupakan janji yang kau buat sendiri dan meninggalkanku? Apa kau tahu saat aku kembali ke dorm aku selalu memikirkanmu? Mengkhawatirkanmu, takut sesuatu terjadi padamu. Bahkan saat latihan pun pikiranku hanya terfokus padamu. Hingga akhirnya aku kembali kesini tepat pada saat kau datang lagi keapartemenku dan bilang bahwa kau melupakan janjimu waktu itu? Kenapa kau bisa sekejam ini padaku Kang Shin Kyung?!”

“Sehun-a, aku benar-benar minta maaf!”, Shinkyung kembali memeluk Sehun. Mencoba untuk menyakinkan namja itu bahwa dia memang benar-benar lupa akan janjinya. “Aku benar-benar lupa. Aku baru ingat saat aku berada ditaman tadi dan aku langsung bergegas untuk menemuimu. Aku minta maaf, Sehun-a. Tolong jangan pecat akuuuuuuu, huaaaaa!!!”

Sehun tertegun. Apa katanya? Dipecat? Ah, iya, aku lupa kalau dia sudah menjadi managerku sekarang. Kesempatan bagus hahaha *smirks

“Kau.. ingin aku memaafkanmu?”, ucap Sehun setelah melepaskan pelukan Shinkyung.

Shinkyung mengangguk.

“Kau ingat janjimu waktu itu?”

Shinkyung terdiam, berpikir. Janji yang mana?

“Kau akan kuhukum jika kau berani terlambat”

Ohiya! Yang itu! Shinkyung mengangguk.

“Dan kau tahu kalau kesalahanmu lebih dari batas?”

Shinkyung mengangguk. Merasa menyesal.

“Maka dari itu.. aku akan menghukummu lebih dari batas juga”

Shinkyung melebarkan matanya. “MWO—hmmmp“

Mata Shinkyung makin melebar setelah menyadari bahwa Sehun memasukkan lidahnya kedalam bibir Shinkyung. Apa yang dia lakukaann?!! (>̯┌┐<)

“Mmmhh—“

Sehun melumat bibir Shinkyung dengan lembut, menekan bibirnya agar lebih menempel dengan bibir Shinkyung. Mengekspor salah satu anggota tubuh itu dengan lihai. Dengan hasrat yang sudah lama dipendamnya akhir-akhir ini.

“Mmhh!! Sehun-a!!”

Tiba-tiba Shinkyung melepas ‘tautan’ mereka. Shinkyung menatap Sehun dengan tatapan bingung. Apa yang sedang dilakukannya?

“You.. will have a big punishment.. Oh Shin Kyung..”

Shinkyung membelalakkan matanya ketika Sehun kembali melumat bibirnya dengan penuh hasrat. Ia kembali berpikir, apa dia tidak salah dengar? Sebelum ia mencerna kata-kata Sehun—yang mampu membuatnya bingung dan pusing 7 keliling itu—tiba-tiba saja tangan Sehun menggerayap(?) masuk kedalam one piece yang dipakainya saat ini. Mencoba ‘bermain’ dengan tubuhnya.

Andwaaaaaeeee!!! ADA APA INI?!! (>̯┌┐<)

Sehun membuka pelan ritsleting one piece yang dipakai Shinkyung. Yeoja itu semakin merasa aneh ketika Sehun terus menggerakan tangannya keatas. Punggung. Pusar. Perut. Dan sekarang bra Shinkyung yang berwarna merah berenda. Sehun mengelus benda pelindung itu sebentar, mencoba untuk tidak menyentuh bagian yang dilindunginya. Bibirnya masih bekerja dengan santai dibibir Shinkyung. Masih melumatnya, tak memasukkan lidahnya yang ganas itu—belum.

“Engghh~~“

Dengan gerakan pelan, Sehun membuka ikatan bra milik Shinkyung. Mendengar desahan Shinkyung yang terbungkam oleh ciumannya, ia menjadi ‘panas’. Menjadi gerah hanya karena perlakuan singkat Shinkyung. Namun, ketika tangan Sehun mencoba melepaskan satu lagi ikatan bra Shinkyung, yeoja itu melepaskan ciumannya dan menatap wajah Sehun sendu.

Shinkyung merasa terbuai dengan perlakuan Sehun yang sekarang. Begitu gentle. Dan itu semua sukses membuat Shinkyung menginginkan Sehun menyentuhnya lagi. Bahkan lebih dari ini. Ingin mencoba…

“Sehunnaa~~”, ucapnya, setengah mendesah. Dengan mata sendunya itu, Sehun tidak bisa menahannya lagi.

Yeoja ini.., batinnya. Dan setelah itu, Sehun segera membungkam kembali bibir Shinkyung yang merah basah itu. Hasrat seorang namja didalam hatinya tidak bisa ia tahan lagi. Ia ingin.. ingin.. Kang Shin Kyung… Pikirannya melayang pada yeoja yang sekarang sedang berada dipangkuannya. Duduk dipangkuannya.

TREKK… Akhirnya…

Sehun langsung membuka one piece Shinkyung. Dengan sedikit tidak rela ia melepaskan ciuman ganasnya itu. Tak butuh waktu lama, lidah Sehun kembali menggerayang didalam mulut Shinkyung. Yeoja itu juga tidak bisa mempungkiri bahwa ia sungguh sangat membutuhkan Sehun. Namja ini. Namja yang sedang ‘bermain’ dengannya.

Tiba-tiba ia melepaskan tautan mereka. Untuk sekejap, Sehun merasa kaget. Melihat Shinkyung yang shirtless, dengan menampakan pemandangan yang indah nan menyejukan, bersama dengan wajahnya yang imut nan manis, juga ekspresinya yang sendu dan seperti orang yang memohon, Sehun tidak bisa menahannya lagi. Dengan sigap ia menggendong Shinkyung untuk membawanya kesuatu tempat—yang seharusnya ia tempati sekarang.

BRUKK..

Dengan ganasnya, Sehun kembali membanjiri Shinkyung dengan ciuman mautnya. Mengecup semua belahan tubuh Shinkyung yang terbuka dan terpampang jelas dihadapannya. Shinkyung tidak bisa melakukan apapun—kecuali mendesah dengan  keras.

“Aaahhh!! Sehun-aaahh!! Haajjiimaaahh!!”

Merasa terganggu dengan ucapan Shinkyung, Sehun kembali mencium bibir Shinkyung dengan ganas dan penuh hasrat, namun sedikit kasar. Tangannya menangkup kedua belah dada Shinkyung. Shinkyung sedikit terperanjak. Ia membuka matanya dan sedikit kaget karena ia langsung melihat mata elang Sehun yang sedang menatapnya. Pipinya langsung merona, sedikit malu karena ia baru sadar bahwa ia sudah shirtless.

Sehun melepaskan ciumannya. Menatap lurus kedalam mata Shinkyung. Mencoba untuk membuat kontak batin antara mereka. Membuat Shinkyung menginginkannya, sama seperti Sehun yang menginginkan Shinkyung. Yeoja yang sedang ia ‘hukum’ sekarang. Diapartemennya. Didalam kamarnya. Diatas kasur. Tepat pada pukul 2 siang. Dengan cuaca cerah dan suasana yang mendebarkan bagi mereka berdua.

Sehun tersenyum, memandang Shinkyung yang sedang menutup rasa malunya. She’s too cute, batinnya.

“Wae?”, tanya Shinkyung. Merasa bingung karena tiba-tiba saja Sehun menampilkan senyumnya yang tidak biasa  itu. Senyumannya mirip sebuah seringaian.

Smirk, you know? #IniAuthor

You’re so beautiful

Shinkyung membelalakkan matanya. Be-beauti..ful?? Ya Tuhan, bahkan Byun Baek Hyun sekalipun tidak pernah mengatakan bahwa dirinya cantik alias beautiful. Shinkyung langsung menarik tengkuk Sehun. Lebih baik namja ini berpikiran bahwa dirinya pervert daripada ia harus memikirkan Baekhyun—mantannya disaat seperti ini.

Kecupan kecupan ringan itu berubah menjadi sangat menggairahkan. Mereka saling membelit lidah satu sama lain. Saling menukarkan cairan—saliva dari dalam tubuh mereka. #hueeekkk!!

Sehun tak kuasa menahan gejolaknya saat ini. Ia ingin membiarkan emosi dan keegoisannya mengontrolnya saat ini. Dengan masih bergulat dengan bibir Shinkyung, namja berparas seperti malaikat berhati pervert ini melanjutkan aksinya. Ia meremas lembut dada Shinkyung yang kenyal dan nikmat, pikirnya. Hanya meremas, tapi bisa membuat Shinkyung melenguh pelan namun sedikit tertekan akan gairah. Shinkyung meredam desahannya dan mencoba fokus dengan pergulatan bibir mereka.

Ciuman panas dan basah mereka berakhir ketika Sehun menurunkan badannya untuk mengecup dan menjilat mesra leher Shinkyung. Membuat saliva mereka menjadi benang pemisah antara keduanya. Dengan mengecup pelan saja, Sehun tidak bisa. Akhirnya ia menghisap dan membuat tanda bahwa, “Kang Shin Kyung sudah ku booking, tak boleh ada yang menyentuhnya. Selain aku!”. Pemikirannya yang sangat egois itu membuat ia terus menerus menghisap dan membuat booking-an nya dileher Shinkyung.

Shinkyung pun tak bisa meredam desahannya yang—menurut Sehun—sangat enak untuk didengar—dari pada lagunya sendiri. Diam-diam Sehun ber-smirk ria dileher Shinkyung. Namja ini sangat senang menjahili orang. Dasar evil maknae. -_-

Dengan tangan yang—masih bekerja—di kedua gunung Shinkyung. Sehun mencoba untuk menggelitik puncaknya. Membuatnya menegang. Dan tak butuh waktu lama benda itu menegang, sama persis dengan yang diinginkan Sehun. Ia menurunkan badannya. Mengakhiri acara membooking Shinkyung dengan mengecup puncak dada Shinkyung—yang tadi menegang. Shinkyung menahan desahannya. Ia terlalu malu untuk mengeluarkan desahan yang berlebihan.

“Ahh.. shh.. Sehunaahh~~”

Huh, kadang mulutnya ini tidak sejalan dengan pikirannya. Suara berlebihan itu terus menerus mengisi ruangan yang tidak kedap suara itu. Tapi, Sehun tidak menahannya. Ia malah membuat Shinkyung mendesah lebih dari ini. Membuat desahan Shinkyung yang berlebihan keluar secara terus menerus. Membuat akal sehatnya hilang dan meneruskan desahan memalukan itu.

Tangan Sehun menggerayang kebawah. Kebagian inti tubuh Shinkyung. Mengelusnya yang masih dalam keadaan tertutup CD berwarna merah cerah. Membuat Shinkyung terlihat lebih seksi dari yang sebelumnya. Lagi-lagi Sehun menampilkan smirk-nya, yang sudah pasti tidak akan diketahui oleh Shinkyung. Karena yeoja itu masih saja ‘berdesah ria’ sambil memejamkan matanya, menikmati kenikmatan(?) yang diberikan Sehun.

Tapi tiba-tiba…

TING TONG…

Seketika mata mereka membulat. Ditengah kenikmatan yang sedang menggerayang diri mereka datanglah setan yang mengganggu mereka. Dan dengan enggan, Sehun melepaskan semua bagian tubuhnya yang menempel dengan tubuh Shinkyung.

Shinkyung yang masih setengah sadar pun segera membangunkan dirinya dari ambang surga yang saat itu hampir menerpanya. Hampir membuatnya kehilangan akal dan hampir saja membuat dirinya kehilangan sesuatu yang sangat important—bagi para gadis pada umumnya.

Dengan perasaan kesal, Sehun berjalan santai kearah pintu. Ingin mengetahui siapa yang berani mengganggu kegiatan langka yang baru saja dilakukannya bersama Shinkyung. Tapi, ia besyukur. Untung saja ada orang yang datang. Kalau tidak? Ah, hampir saja aku mau mengambilnya, pikirnya dalam hati.

Sehun membuka pintu apatemennya yang besar itu. Sebenarnya ia ingin memarahi orang yang mengganggunya ini. Tapi tiba-tiba saja keinginan yang tadinya sudah bulat itu menciut. Tergantikan oleh perasaan kaget yang luar biasa alaynya. Membuat Sehun menganga lebar dan melototkan matanya setelah ia membuka pintu besarnya itu—melihat sesuatu yang sebenarnya mungkin bisa dibilang tidak mungkin. Entah apa yang ia lihat, tapi ia menyebutkan sebuah nama. Nickname.

“Kkamjong…”

.

.

.

.

T.o B.e C.o.n.t.i.n.u.e.d Guys! ^^

 

Alhamdulillah, chapter 5 beres juga akhirnya. Aku bingung mau ngasih TBC dimana. Ditambah aku makin galau gara-gara ultah aku yang ke-15 ngga ada yang ngasih kado. Padahal aku berharap ada yang ngasih aku Ibed. Kalian tau Ibed? Bahasa populer nya sih Angry Bird -,- hehehe

Makasih banget masih ada yang nunggu epep gue ini. Sekali lagi maaf BGT kalo ada kesalahan dalam penulisan alias TYPO—karena author yang nggak jeli(?) meriksanya—atau mungkin ceritanya yang makin lama makin gaje aja. Tapi cius deh, otak aku baru bisa bikin imajinasi yadong sampai sini. Kalau kalau ada yang mau ngomen makasih BGT deh =3 Itung2 biar chapter selanjutnya aku bisa memperbaiki lagi kesalahan yang ada disini dan dichap sebelumnya.

Ohiya, maaf juga karena di chap ini couple KaiRyeo ngga terlalu banyak diceritain. Itu karena lagi-lagi author bingung cerita selanjutnya mau begimana u_u

But, be calm. Couple gaje satu ini bakal author bikin ¾ full their story dichapter selanjutnya. Kenapa? Karena author mau bikin story kehidupan mereka saat dan setelah bertunangan. Dan, *evil smile* bakalan ada ‘something’nya juga dichap selanjutnya, huahahahaha.

Okay, author bukan pengen bikin kalian penasaran atau pengen menarik kalian biar baca nih epep, tapi author cuma pengen ngasih INFO aja buat chapter selanjutnya.

Gomawo BGT yah, yang udah baca ^^ *bow**bow**bow**bow**bow*

#SWINGG!! *menghilang bareng Angry Kris*

Iklan

56 pemikiran pada “Hard To Be Love (Chapter 5)

  1. Paling ngakak waktu soo man dipanggil “Om”
    Btw authornim…. Untuk seusiamu membuat epep seperti ini #yg ada adegan yg bikin aku kipas2# itu sudah hebat bgt…
    Btw aku nggak nyangka umurnya masih 15….
    Hehehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s