Forget (Chapter 6)

Forget Chapter 6 (Sequel: “Differences of the twins’ fate”)

Author: Laras / Sierra Choi (@Laras794)

Ratted: Teen

Length: Chapter

Genre: Romance, angst.

Cast:

–          Nam Yoonjoo/ Jung Jooyeon

–          Oh Sehun

–          Byun Baekhyun

–          Kim Jongin

–          Other

forget(1)

Attention: peringatan keras! jangan copy, paste tanpa seizin saya apalagi plagiat. itu sama saja kalian seperti seorang penjahat yang mencuri karya orang lain. Jika kalian mau me-remake ulang cerita ff yang saya buat ini harap izin pada saya terlebih dahulu. Maaf jika menyinggung tapi ini demi kenyamanan kita bersama, terima kasih.

Annyeong evelybody (?), udah lama gak ketemu :3 , sebelumnya aku minta maaf karena lamanya aku untuk melanjutkan ff ini. jujur otakku lagi macet, apalagi aku harus mengerjakan tugas kuliah yang menumpuk dan beberapa urusan setelah Papaku meninggal bulan Maret kemarin jadi urusan rumah harus diselesaikan beserta usaha yang ditinggalkan Papaku. Aku sejak itu berasa jadi pengusaha dadakan #plakh XD , maksudnya harus ngatur usaha yang digeluti Papaku sebelum meninggal :3 . eh, jadi mendadak curcol –‘ , okey langsung saja, happy reading~

 ________________________

Mataku berulang kali mencoba menghindari pandanganku kepadanya, aku malas untuk menatap matanya yang terlihat nanar ke arahku. Kesedihan itu hanyalah kebohongan, aku tak bisa dibohongi terlebih mengenai hubungannya dengan Sekretarisnya itu. Berniat membohongiku dan menutupi segalanya adalah kesalahan besar.

“Tatap aku Nyonya Oh”

Sebuah senyuma ejekan muncul di bibirku ketika mendengarnya memanggilku dengan sebutan Nyonya Oh, “Jangan panggil aku seperti itu”

“Wae? Kau istriku, wajar saja aku memanggilmu seperti itu”

“sayangnya sebentar lagi kita akan berpisah”

“mwo?”

“jangan menyembunyikan hal yang sudah kuketahui tuan Oh” ucapku meremehkan, “ Soal hubunganmu dengan Sekretaris tercinta-mu itu”

Aku bangkit dari dudukku dimana kami saat itu sedang duduk di ruang tengah apartemen Baekhyun. Aku berbalik dan melihat Baekhyun oppa menatap kami sinis dari ruang makan yang dapat melihat langsung ke arah ruang tengah tanpa ada dinding menghalangi. Dia mendekatiku, aku terdiam namun tak lama dia mengelus rambutku.

“Jangan pergi..” bisik Baekhyun oppa tepat ditelingaku.

“Jangan sentuh istriku!!” bentak Sehun dari belakangku dan langsung menarikku kasar ke arahnya, “Sadarlah tuan, dia sudah berkeluarga!”

“lantas?” tanya Baekhyun oppa dengan santainya.

“Jauhi istriku!”

“Aku tidak mau, sampai Jung Jooyeon benar-benar ada ditanganku dan bersamaku” jawab Baekhyun oppa ditemani seringaian di sudut bibirnya itu.

Seketika suasana Apartemen ini menjadi sedikit tak mengenakan karena dua orang ini. Sejak tadi mereka selalu saja meributkan antara membawaku pulang atau tetap disini. Mereka sama-sama keras dan egois tak ada yang mau mengalah meski sebenarnya Baekhyun oppa memang salah karena membawa istri orang untuk tinggal bersamanya.

Jengkel, itulah yang kurasakan sekarang. Mereka benar-benar membuatku tak mengerti jalan pikiran mereka dan apa kemauan mereka. Mereka bodoh karena memperebutkan wanita seperti diriku. Semua namja sepertinya sama saja, keras.

“Eo??” kejutku begitu tangan kananku tiba-tiba saja ditarik ke arah luar apartemen, “mwo??” kejutku lagi ketika tangan kiriku ditahan seseorang lagi.

“kita pulang, lepaskan tanganmu dari istriku tuan!!” lantang Sehun yang menarik tangan kananku tadi dan kembali mencoba menarikku bersamanya tapi ketika kulihat Baekhyun oppa sepertinya dia tak mau melepas tanganku ini.

“Tidak akan!”

Tepat!

Mereka benar-benar menyebalkan, memusingkan, dan keras. Aku benar-benar lelah kalau sampai benar-benar terlibat pada masalah seperti ini lebih banyak lagi.

“Jooyeon! Cepat pulang!!” bentak Sehun kepadaku.

“Jooyeon!! Aku takkan membiarkanmu pergi begitu saja, kau milikku!!” ucap Baekhyun tak kala kerasnya.

Kenapa sekarang aku yang menjadi sasaran mereka?

“CUKUP!! Aku pergi!!” ucapku lantang dan segera mengambil tasku di kamar. Dengan terburu-buru kakiku melangkah cepat meninggalkan apartemen disusul mereka yang nampaknya juga mengikutiku dari belakang.

“BERHENTI!!” Bentakku ketika kutolehkan kepalaku dan mendapati mereka berdua mengekoriku dari belakang. “mengikutiku lagi, aku tidak akan mau menemui kalian lagi seumur hidupku!” ancamku kepada mereka, dan mereka bungkam.

Author POV

Kereta belanjaan itu sudah 15 menit berputar di sekitar supermarket itu, sang pendorong troly tak berhentinya berbicara dari mulai memasuki supermarket itu sampai saat ini dengan seseorang yang baru saja ditemuinya tadi sebelum ia memasuki tempat itu di depan Supermarket. Di dalam troly ada anak kecil yang terlihat asik menunjuk kesana kemari dan mengoceh sendirian atau terkadang dia akan diam dengan PSP ditangannya.

“ Aku bisa gila melihat mereka seperti ini terus!” ucap yeoja yang mendorong troly itu. tak lama ia melepas troly itu dan mengacak rambutnya frustasi. Orang di sebelahnya mendadak panik dan buru-buru menahan troly itu agar tak meluncur sembarangan hingga menabrak dan merugikan mereka.

“aish.. Jooyeon-ah pelanlah sedikit” ucap seseorang disamping yeoja yang frustasi itu dan mulai bernafas lega begitu berhasil menangkap targetnya yang hampir saja menabrak sebuah menara belanjaan di depannya. “kau nyaris saja membuat kita dalam kerugian besar “ kata orang itu yang menatap menara tinggi belanjaan di depan troly itu.

“ahh.. mian..”

Orang itu memilik wajah yang mirip dengan si pendorong troly , hanya saja tubuh pendorong troly itu lebih semampai dibandingkan seseorang di sampingnya. Seseorang di samping troly itu memiliki tampilan lebih modis daripada si pendorong troly. Si kembar namun memiliki sedikit perbedaan baik fisik maupun lainnya.

“ Miyeon, kapan kamu kembali ke New york ?” tanya Jooyeon heran menatap kembarannya itu.

“ mmm… aku kembali bulan depan “ jawabnya singkat.

“bagaimana dengan Kyuhyun oppa? Kau masih bersamanya?” tanya Jooyeon lagi yang tangannya kini kembali mengambil alih troly dalam kendalinya. “ kenapa sekarang ini aku jarang sekali melihatmu berduaan ?”

Senyuman miris.

Kali ini Jooyeon mendapatkan jawabannya dengan senyuman itu. Tak biasanya kembarannya seperti itu, ada sesuatu yang disembunyikannya.

“ aku tak bersamanya lagi, hatinya bukan untukku dan hatiku bukan untuk dirinya lagi “ jawabnya lalu tersenyum manis ke arah Jooyeon , “ jangan tanya kenapa, kau cukup tahu itu saja .”

 

—–000—–

 

“Pulang bersamaku sekarang juga!” perintah namja itu tegas kepada seorang yeoja yang saat ini menahan tangannya untuk ditarik bersama namja itu. “PULANG!” bentaknya lebih keras dari sebelumnya tapi yeoja itu tetap menggelengkan kepalanya dan bertahan.

“Aku tidak mau..” ucap yeoja itu lemah dan tak lama matanya mulai terlihat berair.

“kau istriku! Dengar apa yang dikatakan suamimu sekarang!” perintahnya keras.

Yeoja itu tetap menggeleng, dia berjongkok dan tetap menarik tangannya. Tak mau kalah bahkan namja itu tetap menarik yeoja itu di depan umum, dia menarik yeoja itu kasar dan membuat yeoja itu terduduk bahkan terseret di lantai lobby sebuah hotel ternama di kawasan Seoul.

“Maaf tuan, jangan seperti ini” ucap seorang Security hotel tersebut yang mencoba menolong yeoja yang terlihat air matanya mulai mengalir deras. “ Tak sepantasnya anda bersikap seperti ini”

“Jangan ikut campur! Dia istriku!” balas namja itu lantang pada security itu, “ YooAn! Bawa koper Jooyeon ke mobil Sekarang!” perintah namja itu pada supirnya.

Namja itu sudah tak sabar melihat tingkah istrinya yang tak menurutinya, diapun berlutut depan Jooyeon dan dengan mudahnya langsung mengangkat tubuh Jooyeon meski yeoja itu meronta dia tetap berusaha mengangkatnya masuk ke dalam mobil.

Berhasil, Sehun mendorong Jooyeon masuk ke dalam mobil disusul dirinya dan mengunci mobilnya. Dia menahan istrinya yan mencoba kabur lagi, “YooAn! Cepat jalan!” perintahnya pada supirnya dan dengan sigap supirnya segera melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi.

“Lepaskan aku Oh Sehun!!” bentak Jooyeon tepat di depan wajah suaminya itu. Sehun yang geram kini menahan emosinya, “Lepas!!!” teriaknya lagi dan mulai meronta tidak karuan, bahkan lututnya mencoba menendang perut Sehun.

“Diam sebelum aku melukaimu Nyonya Oh” ucap Sehun dengan nada datar.

“ Aku tak peduli!”

Mendengar jawaban tak mengenakan dari istrinya, mata Sehun mulai menatap sinis istrinya itu. Wajah Sehun mulai mendekat pada telinga istrinya itu, dan berbisik “ Kau mau kubuat pingsan seperti apa yang kulakukan pada Baekhyun waktu itu ?”

Mendengarnya Jooyeon langsung gemetar dan memegang perutnya erat-erat. Dia ketakutan, kepalanya menggeleng terus menerus dan tak lama matanya berair.

Kejadian itu adalah dimana Sehun membawa kabur istrinya dari Baekhyun, dia mendatangi Baekhyun yang hendak membawanya kembali ke apartemen Baekhyun. Sehun yang geram langsung memukul kasar wajah Baekhyun dan beralih meninju perutnya sekali yang hebatnya itu langsung membuat Baekhyun pingsan seketika.

Sehun tersenyum puas tapi senyumnya pudar begitu melihat raut wajah istrinya yang terlihat pucat dan keringat yang mengalir. “Jooyeon-ah? Gwenchana?” tanyanya khawatir, tangan Sehun terulur hendak memegang istrinya tapi tangkisan tangan Jooyeon lah yang ia dapatkan.

“ J-Jangan.. jangan lukai dia..” mata Jooyeon berair dan tak lama air mata mulai turun dari matanya, “jangan lukai aku dan dia..”

“siapa yang kamu maksud dengan dia?” tanya Sehun tapi tak ada respon, Jooyeon tetap diam dalam ketakutannya.

 

—–000—–

 

“ Kenapa aku tak bisa menemui istriku sendiri?” heran Sehun yang baru saja sampai di kediaman Jung, “ini sudah hampir 1 Minggu, aku merindukannya” ucap Sehun nanar pada seorang yeoja yang mirip dengan istrinya itu.

“ aku tak melarang tapi dia sendiri yang bilang “ jelas lawan bicaranya dengan nada yang terdengar lumayan lemah. “ Aku tidak tahu apa yang kau perbuat sampai dia takut untuk menemui suaminya sendiri, padahal dia dulu begitu keras kepadamu .” ucap Miyeon yang nampak juga kebingungan dengan sikap adik kembarnya itu.

“ takut? “ ulang Sehun.

“ Dia bilang ‘Aku tidak mau bertemu dirinya, dia akan melukaiku dan dia’ .” ucap Miyeon menyampaikan apa yang didengarnya tadi dari mulut Jooyeon sendiri. “siapa yang dia maksud dengan dia?” herannya.

“aku juga memikirkan itu, dia yang dimaksud Jooyeon itu siapa” Sehun terduduk di sofa ruang tengah dari raut wajahnya ia terlihat cukup frustasi memikirkan Jooyeon. Ia mulai mengigit kuku ibu jarinya.

“dia mau menemui Jinra, Chanyeol, Kyuhyun oppa, Joohun, semuanya mau ia temui kecuali dirimu”

“Kenapa aku????” lantang Sehun yang emosinya nampak mulai terpancing. “ Ada apa dengannya???”

“Dia hamil” ucap suara seseorang yang terdengar lembut dari belakang Sehun, otomatis Sehun menoleh pada orang itu. “ apa kau tak menyadari perubahan bentuk tubuhnya yang membesar?” tanya orang itu lalu mendekat ke arah Sehun dan Miyeon.

Sehun menggelengkan kepalanya, dia tak menyadarinya. Namun tak lama rahang Sehun mengeras seperti menahan amarah, “ Eomma biarkan aku menemuinya “ ucap Sehun pada ibu dari Jooyeon dan Miyeon itu.

Tanpa menunggu izin, Sehun segera berlari ke lantai 2 dengan muka merah menahan amarah yang entah karena apa. Melihat perubahan Sehun, Miyeon segera mengikuti Sehun , ia tak mau terjadi suatu hal yang buruk.

Dan, benar saja. Sehun membuka pintu kamar Jooyeon kasar. Terlihat Jooyeon sedang terbaring di atas tempat tidur, matanya terkejut melihat Sehun sudah berada di ambang pintu. Dia hendak menjauh tapi Sehun lebih dulu menarik Jooyeon dan memposisikan dirinya di atas Jooyeon dengan tangan bertumpu di sebelah wajah Jooyeon.

“ p-pergi..” ucap Jooyeon ketakutan.

Sehun malah menunjukan seringainya dan itu malah semakin membuat Jooyeon ketakutan, Jooyeon meronta tapi tangan Sehun bergerak. Telunjuk Sehun menyentuh tepat di perut Jooyeon. Merasakan firasat kurang baik , Jooyeon mendadak terdiam lalu menatap Sehun takut.

“ kau harus jawab pertanyaanku sekarang Jung Jooyeon “ perintah Sehun yang jarang sekali memanggil Jooyeon kembali dengan marga Jung bukan Oh seperti biasanya.

Jooyeon tetap diam seribu bahasa dengan mata tetap menatap Sehun takut-takut.

“jawab aku atau aku akan membunuh bayi ini sekarang juga” ancam Sehun dan otomatis membuat Jooyeon dan Miyeon yang ada disana juga terkejut, akhirnya Jooyeon mengangguk.

“OH SEHUN! KAU GILA??” emosi Miyeon mulai menyulut, ia mencoba menarik Sehun menjauh dari adiknya tapi Sehun tetap diam, bahkan Sehun menatap Miyeon sinis. “ Jangan lukai adikku!!” geram Miyeon.

Sehun menghela nafasnya dan bangun, dia menyeret Miyeon keluar dari kamar itu dan mendorongnya keluar. Sehun segera menutup pintu kamar Jooyeon dan menguncinya rapat agar Miyeon tak bisa masuk. Sehun kembali menatap Jooyeon yang masih terdiam ketakutan di atas tempat tidur. Dia mendekatinya kembali tapi jooyeon berteriak.

“AKU MOHON JANGAN SAKITI AKU DAN ANAKKU!!” Teriaknya lantang dan air matanya mulai mengalir deras.

Sehun segera menarik Jooyeon kasar, “Jawab aku Sekarang Jung Jooyeon!” bentak Sehun namun tak sekeras Jooyeon dan Miyeon berteriak tadi.

“JAWAB AKU, ANAK SIAPA YANG KAU KANDUNG SEKARANG???”

To Be Continued

Mianhae, lama banget ya. Otakku lagi macet (?) jadi maaf ya kalau lama banget. Aku usahakan besok lebih cepat lagi tapi doakan juga biar otaknya gak macet mendadak ya kkk…

Oh ya buat kalian yang mau ngobrol sama Author silahkan bisa via twitter, line, kakaotalk, atau instagram :3

Twitter : @Laras794

Line, kakao talk, instagram : Laras794

Sekalian promosi akakakakakakaka XD

Okey gomawo ne, see you next time :*

113 pemikiran pada “Forget (Chapter 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s