You’re Not My Father! (Chapter 4)

You’re Not My Father! Chapter 4

Author             : @Littlezwingly06 (follow me~) / Arin imnida (add saya yah #plak)

Genre              : Family, Angst

Main Cast        :

–          Oh Chaerin (OC) as Oh Family 1st Daughter

–          Wu Yifan/Kris

–          Oh Hyuna (OC) as Oh Family 2nd Daughter

–          Xi Luhan

Side Cast (Cameo)      :

–          Oh Sehun

–          Jessica Jung

–          Jung Eunji

youarenot_violetkecil (1)

Warning          : Typo bertebaran,  Genderswitch! Bagi yang tidak suka harap menyingkir. Don’t Like Don’t read also Don’t Bash

Pair                  : Broken HunHan! KrisHan

Tambahan : italic means mereka bicara dalam hati (batin) atau saat sedang bertelepon

I’d rather have the thought of you . To hold against my heart, My spirit to be taught of you. With west winds blowing, Than all the warm caresses . Of another love’s bestowing, Or all the glories of the world . In which you had no part. I’d rather have the theme of you . To thread my nights and days, . I’d rather have the dream of you . With faint stars glowing, I’d rather have the want of you, The rich, elusive taunt of you. Forever and forever and forever unconfessed.

Hyuna POV

Bisa kulihat twinku tadi menatap kami dengan pandangan tajam penuh kebencian. Ada apa dengannya? Bukankah Kris jussi orang yang baik? Aku tau Chaerin membenci Kris jussi karena dia dekat sekali dengan umma. Aku juga tau kalau Chaerin pasti menganggap Kris jussi akan menggantikan appa. Tapi bukankah semua belum tentu tejadi, aish.. aku sendiri bingung kalau hal itu benar benar terjadi, apa aku harus senang? Sedih?

 “ Hyuna? Sayang? Kita sudah sampai, jangan melamun” suara umma membuyarkan lamunanku.

“Ah eh mianhe umma” aku segera turun dari mobil Kris jussi

“Kris mampirlah dulu, kebetulan hari ini aku akan memasak banyak makanan untuk merayakan kemenangan Chaerin” kudengar Kris jussi men-iya-kan ajakan umma. Aku mengamati mereka dari belakang, tatapan Kris jussi pada umma seperti tatapan appa dulu…. Ya, tatapan penuh cinta…

.

Flashback

“Akhirnya kita sampai!! Pantai pantai~” aku langsung berlari menuju tepian pantai

“Heh! Jangan main lari aja! Bantuin bawain barang barang ini kek! Berat tau” aku tertawa melihat Chaerin yang marah marah sambil membawa perlengkapan kami untuk piknik

Yap, kami sekeluarga merencanakan piknik di pulau Jeju. Sebenarnya kami sudah merencanakan ini sejak lama tapi karena kesibukan appa, baru sekarang rencana ini terlaksana.

“Haha kasian sekali anak appa” appa tertawa melihat kami berdua betrengkar seperti biasa

“Jangan tertawa saja Sehunnie, bantu Chaerin sana” umma menatap appa sambil tersenyum

“Bagimana jika aku berkata tidak?” appa tersenyum jahil kepada umma

“Ish, kau bukan appa yang baik” umma memalingkan wajahnya dari appa

“Baik, akan kubantu, tapi setelah..” appa sengaja menggantungkan kata katanya

“Setelah apa Se-hmmpphh” aku tidak sengaja melihat appa mencium umma tepat di bibirnya. Wow! Pemandangan langka

“Twin!! Coba kau lihat kesana!” ucapku antusias

“Apaan si- O__O!!” bahkan Chaerin juga kaget melihatnya

“UMMA APPA BERCIUMAN!! WAAHHH!! UMMA APP-asdfghjkl” aku langsung membekap mulut Chaerin, dasar ember.

Appa yang mendengarnya langsung menyudahi acara(?)nya dengan umma

“Hei, kalian mengintip hum?” appa melemparkan tatapan tajamnya pada kami

“Ti-tidak, kam-“

“Kami tidak mengintip tapi melihat secara tidak sengaja appa, lagipula Hyuna yang tau duluan” potong Chaerin enteng

Aku sweatdrop mendengar jawaban Chaerin, twin… kenapa kau frontal sekali -__-

“Ya ya, lainkali kalian tidak boleh melihatnya lagi. Kalian masih dibawah umur, arraseo?” appa mengelus rambut kami

“Ne arraseo appa”

“Tapi kata Hyuna, melihat hal seperti itu boleh boleh saja appa, toh nanti saat dewasa kami juga melakukannya kan?”

Appa menatapku tajam, “Siapa yang mengajarkan hal itu padamu Hyuna sayang?” appa berkata halus sambil tersenyum, tapi bagiku senyuman itu jauh lebih mengerikan dari setan manapun

CTAK! “aww appo T^T” appa menjitak kepalaku, hiks… sakit

“Haha lihat twin, kepalamu benjol ahahahaha” Chaerin tertawa melihatku dijitak appa, awas kau twin, akan kubalas nanti -__-

“Sehunnie jangan begitu dong, kasian Hyuna. Sakit sayang?” umma memeluk dan mengelus kepalku lembut, ah kau memang malaikat penyelamatku umma. Kulihat appa gelagapan dibentak umma

“Minta maaf Sehunnie!” umma kembali membentak appa

“Ya baiklah. Hyuna, mianhe ne?” aku terus memeluk umma sambil pura pura menangis, hihihi bisa kubayangkan wajah appa yang panik melihatku ngambek

“Ani, appa jahat hiks..hiks..”

“Sayang, appa tidak sengaja tadi, mianhe ne? nanti appa traktir es krim sepuasmu” appa terus membujukku

“Udahlah appa, Hyuna Cuma akting tuh. Lihat aja, kalau dia nangis beneran pasti baju umma basah” sialan Chaerin -_-

“Mwo?” appa langsung menarikku dari pelukan umma

“Ehmm.. hai appa” kataku canggung setelah appa mengetahui kalau aku hanya pura pura menangis dan ngambek

“Kau…” kalau ini dunia komik, pasti akan ada api berkobar di balik punggung appa, dia menggulung lengan kemejanya. Pasti dia mau menjitakku lagi!

“ KYAAAAAA!!”

“JANGAN LARI!!”

Appa mengejarku seperti singa mengejar mangsanya, haahhh….kalau aku tertangkap, habislah aku  -__-

Tapi satu hal yang aku tau, appa sangat mencintai umma. Tatapannya tadi saat berciuman membuktikannya. Aku tersenyum mengingatnya, ahahahaha dasar appa

Flashback End

.

“Kau melamun lagi sayang, cepat masuk, mau sampai kapan kau berada di teras?” aish, aku melamun lagi

Segera kulangkahkan kakiku memasuki rumah mewahku, rumah yang penuh memori akan kebersamaan Oh Family hingga kini. Aku melewati foto keluarga berukiran emas yang terpasang di tembok ruang tamu. Foto itu…. foto terakhir sebelum appa meninggalkan kami semua..

.

Flashback

Saat ini, aku, Chaerin, umma dan appa telah berada di studio langganan appa untuk mengambil foto keluarga, kalian pasti bertanya kenapa kami berada disini lagi padahal tahun lalu kami juga sudah disini untuk mengambil foto keluarga. Jawabannya simple, kami memang mengganti foto keluarga itu setiap tahunnya agar bisa melihat pertumbuhan kami dari tahun ke tahun

“Aku mau duduk! Masa setiap foto aku berdiri terus” Chaerin kembali protes saat fotografer mengarahkannya berdiri di samping appa

“Tapi jika kau duduk akan tidak seimbang, hasilnya pasti kurang bagus Chaerin-ah” Fotografer itu tetap tidak memperbolehkan Chaerin duduk. Chaerin mem-poutkan bibirnya sebal

“Tapi ahjussi, kenapa Hyuna kebagian duduk terus?” Chaerin menunjukku sinis

“Aku kan maknae disini Chae, wajar dong kalau aku duduk, tidak repot repot berdiri” kataku membela diri

“Ish tidak adil, umma berkatalah sesuatu” Chaerin menarik narik baju umma

Umma terlihat bingung, “Chaerin, mengalah saja ne? ini Cuma sebentar kok” umma menenangkan Chaerin

“Huh! Umma sama saja” Chaerin kembali cemberut

“Aku tidak akan duduk. Tidak apa apa kan hyung?” appa tiba tiba berdiri dari kursinya

“Sehun-ssi kau yakin akan merubah posisi yang sudah direncanakan dari awal?”

“Ne hyung, rasanya tidak adil kalau hanya Chaerin yang berdiri” appa menatap Chaerin yang masih cemberut

“Baiklah, kalau begitu kita rubah posisinya, Mrs. Oh tetap duduk di posisi semula, Hyuna-ah kau duduk di pegangan kursi Mrs. Oh, lalu kau Sehun berdiri disamping istrimu dan yang terakhir Chaerin-ah berdiri sambil menggandeng tangan appamu. Semuanya senyum kearah kamera” Kami segera mengambil posisi seperti yang diarahkan fotografer tadi

CKREK! Kami tersenyum kearah kamera

“Selesai, fotonya bisa kalian ambil besok pagi”

“Kamsahamnida Hyung/Oppa/Ahjussi” ucap kami sambil melangkah keluar studio

Flashback End

.

Haha, lucu sekali, setiap pemotretan aku dan Chaerin pasti protes tentang posisi kami. Ingin rasanya saat itu terulang kembali. Hhhh.. seandainya…

Hyuna POV end

.

“Sedang melihat foto foto Hyuna-ssi?” sapa Jessica, kepala maid di rumah keluarga Oh

“Ah iya, aku merindukan appaku eonnie” Hyuna tersenyum sendu

“Aku juga turut bersedih atas kematian tuan Sehun, yang sabar ne Hyuna-ssi” Jessica menepuk pundak Hyuna pelan

“Ne eonnie” Hyuna mengusap matanya yang hampir mengeluarkan air mata

“Ah iya, tadi anda dipanggil nyonya besar untuk segera ke ruang makan” ucap Jessica

“Baiklah, aku kesana, gomawo eonnie” Hyuna segera menuju ruang makan. Disana terlihat ummanya yang sedang mengobrol dengan Kris

“Annyeong” sapa Hyuna canggung

“Kemarilah sayang, makanan sebentar lagi siap” Luhan menepuk kursi disampaingnya mengisyaratkan Hyuna untuk duduk

Hyuna menarik kursinya dan duduk dalam diam

“Tidak biasanya kau diam Hyun, waeyo?” Luhan menatap putri keduanya dengan tatapan bingung

“Gwachanayo umma, hehehe”

“Santai saja Hyun, aku tidak akan mengigitmu” ucap Kris

“Ahaha kau ada ada saja Kris, tentu kau tidak akan mengigit anakku kan” Luhan tertawa mendengar perkataan Kris barusan

“Barangkali dia takut denganku Lu” ujar Kris

“Tidak kok, aku biasa saja, cuma teringat dulu kalau kita biasanya makan berempat di meja ini” ucap Hyuna

Raut muka Luhan seketika berubah sedih, “Sehun…”

Hyuna menyadari raut muka ummanya yang berubah, “Ah maaf umma, aku tidak bermaksud”

“Tidak apa apa sayang” Luhan segera mengubah raut mukanya menjadi ceria seperti biasanya

“Mianhe kalau aku membuat kalian sedih dengan duduk di atas kursi ini, aku tidak pantas duduk di kursi Sehun, aku-” Kris tiba tiba berdiri, ia tidak mau suasana ini berubah menjadi kelabu

“Ani, ahjussi duduk saja, mian kalau aku merusak suasana” potong Hyuna

“Benar tak apa?”

“Ne ahjussi” jawab Hyuna

“Permisi, makanan sudah siap” Jessica dan para maid lainnya menata makanan di meja makan tersebut

“Ne, gomawo Sica, kau boleh kembali” ujar Luhan seraya menuangkan Orange Juice di gelas Hyuna

“Saya permisi dulu” Jessica membungkuk diikuti para maid lain pergi dari ruangan

.

-Chaerin side-

“Bye Eunji, gomawo tumpangannya” Chaerin melambai kearah mobil BMW merah milik sahabatnya, Jung Eunji

“Anytime Chae” balas Eunji dari jauh

“Fiuh akhirnya sampai rumah juga” Chaerin segera masuk ke dalam rumahnya

“Selamat datang Chaerin-ssi, semua menunggu anda di ruang makan” Jessica menyambut kedatangan Chaerin

“Hm gomawo eonnie” Chaerin melepas sepatunya dan berlai menuju ruang makan. Perutnya lapar sekali

-Dining room-

“Umma! Hyuna! Kalian jahat tidak menungguku makan!” Chaerin cemberut melihat mereka sudah makan duluan

“Salah sendiri terlambat, kami belum makan kok hanya minum saja. Cepat duduk! Aku sudah lapar” Hyuna menarik tangan twinnya agar cepat duduk di kursinya

“Apa sih tarik tarik” Chaerin duduk di kursinya sambil menggerutu

“Chaerin, tidak baik menggerutu di meja makan, bisa bisa makanannya tak mau kau makan” ujar Kris bercanda

Chaerin terkejut melihat Kris disitu, “Dia lagi?”

“Terserahku” balas Chaerin ketus

“Sudah, ayo makan, mumpung makanannya belum dingin” ujar Luhan mencairkan suasana

Mereka makan dalam diam sampai Luhan membuka percakapan

“Bagaimana makanannnya? Enak?”

“Selalu enak umma ^^” jawab Hyuna

“Enak Lu, seperti biasa” jawab Kris

“Hmm.. lumayan” Chaerin terus berkutat dengan makanannya

Setelah mereka selesai, Luhan memanggil para maid untuk membereskan meja makan

“Ada yang mau aku bicarakan, soal tadi Lu, aku ingin anak anakmu juga tahu” Kris mengubah nada bicaranya menjadi serius

Luhan terlihat menundukkan kepalanya, dilema

“Ada apa jussi?” Hyuna menatap Kris dan Luhan bingung

“Aku mencintaimu Luhan, aku memang tak pantas menggantikan Sehun. Tapi ijinkan aku bersanding denganmu, menjagamu dan anak anakmu. Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu” Kris menatap Luhan serius, sedangkan yang ditatap mengigit bibir bawahnya.

Hyuna membulatkan matanya tidak percaya, “Ahjussi melamar umma….benarkah ini…”

“A-aku…” Luhan menggantungkan kalimatnya

BRAK!!

“APA APAAN INI? KAU… JAGA BICARAMU AHJUSSI MENYEBALKAN! APA KAU PANTAS BERBICARA BEGITU DI HADAPANKU DAN HYUNA?” Chaerin menggebrak meja, emosinya tidak dapat dibendung

“Untuk itu aku ingin kalian juga tahu, kalian anak anak Luhan, sudah sepantasnya kalian tahu hal ini” jawab Kris tenang

“Chaerin, tenang dulu. Kumohon, biarkan umma yang memutuskan” Hyuna memegang tangan Chaerin, mecoba menenangkannya

“AKU TAK PEDULI APAPUN JAWABAN UMMA! TIDAK ADA YANG BISA MENGGANTIKAN APPA! INGAT ITU” Chaerin berlari meninggalkan meja makan dengan perasaan kacau

“Twinnie..” lirih Hyuna

Luhan masih menundukkan kepalanya tak berani menatap Kris maupun Hyuna

“Lu.. aku butuh jawabanmu, aku yakin kau bisa meluluhkan Chaerin. Tapi seandainya kau tidak setuju, aku akan menerimanya. Demi kebahagiaanmu dan anak anak aku rela melakukan apapun” Kris mengangkat dagu Luhan. Mata mereka bertemu

“A-aku… tidak bisa menjawab sepihak, Hyuna sayang..” Luhan menatap Hyuna

Seakan mengerti arti tatapan ummanya, Hyuna mulai membuka bibirnya, “Apapun asal umma bahagia, aku setuju….” Kata kata itu meluncur dari bibir putri kedua keluarga Oh, bahkan dia sendiri tak tahu harus berkata apa lagi. Pikirannya kacau

Luhan langsung memeluk Hyuna, “Apa kau yakin sayang?”

“Apapun untuk umma, aku yakin. Mungkin dengan bersama Kris jussi umma bisa kembali tersenyum bahagia dan tidak menangis lagi setiap harinya” Hyuna menatap ummanya, matanya berkaca kaca

Tangis Luhan pecah mendengar jawaban putrinya, ia tidak menyangka Hyuna bisa berkata seperti ini

“Aku menyayangimu umma, aku bahagia jika melihatmu bahagia” Hyuna mengeratkan pelukannya pada Luhan

“Ne sayang, terima kasih” Luhan melepas pelukannya dan menghapus air mata Hyuna

“Terima kasih Hyuna” Kris mengelus rambut putri kedua keluarga Oh dengan sayang

“Sama sama ahjussi, bahagiakan ummaku”

“Pasti sayang, kau bisa pegang kata kataku” Kris mengacak rambut Hyuna

Luhan tersenyum tipis melihat Kris dan Hyuna yang kini telah berpelukan

“Jessica” Luhan memanggil maidnya

“Ya nyonya? Ada yang bisa saya bantu?” Jessica segera menghampiri Luhan

“Suruh Chaerin kesini sekarang juga, aku butuh bicara dengannya”

“Baik” Jessica bergegas menuju lantai 2 tempat kamar Chaerin berada

.

-At 2nd floor, Chaerin’s Room-

TOK TOK TOK, Jessica mengetuk pintu kamar Chaerin dengan perlahan

“Chaerin-ssi, kau didalam?”

“ne masuklah eonnie” balas Chaerin dari dalam

KLEK, Jessica membuka pintu kamar Chaerin, dilihatnya nona mudanya yang sedang mencorat coret sesuatu di meja belajarnya

“Nyonya Luhan menyuruh anda ke bawah sekarang, kajja” dengan hati hati Jessica menggandeng tangan majikannya tersebut

“Tidak” jawab Chaerin singkat dan tegas

“Saya mohon, ini perintah nyonya Luhan” Jessica kembali membujuk Chaerin

“Kenapa umma ingin berbicara denganku? Soal apa? Pernikahannya? Cih, aku tak sudi” tak sedikitpun ia berminat menatap maid yang sudah ia anggap sebagai eonninya sendiri

“Anda tak boleh berkata seperti itu, saya mohon, hanya sebentar” Jessica hampir putus asa membujuk Chaerin yang notabene sangat keras kepala

“Lebih baik kau keluar dari kamarku” Chaerin membalas dengan nada datar

“Tapi, Chaerin-ssi-“

“KELUAR!” belum sempat Jessica meneruskan kalimatnya sudah dipotong oleh teriakan Chaerin

Jessica tekejut Chaerin membentaknya, “Baik, maaf saya permisi”

Chaerin menatap datar melihat Jessica meniggalkan kamarnya, “Sama saja, menyebalkan! Hyuna, umma menyebalkan!” racaunya

Chaerin berjalan menuju rak buku yang diatasnya terdapat berbagai foto dirinya dan keluarganya

“Hiks..kenapa semuanya terjadi…. Appa kembalilah” airmata meluncur dari mata indahnya, Chaerin memeluk foto Sehun yang tersenyum mengenakan seragam pilotnya

.

-1st floor-

“Nyonya maaf, anak anda sama sekali tidak bisa dibujuk” Jessica menundukkan kepalanya sambil berkata pada Luhan

“Tidak apa Sica, aku tadi mendengar kau dibentak Chaerin, maafkan anakku” Luhan menepuk pundak Jessica

“Sudah kewajiban saya nyonya, anda tak perlu minta maaf. Saya permisi dulu” Jessica berlalu menuju dapur

“Aku akan bicara dengannya nanti” gumam Luhan

“Luhan, aku pulang dulu. Appa baru saja menelpon agar aku kembali ke kantor” Kris memakai jaket dan jam tangannya

“Ne, hati hati Kris” Luhan mengantarkan Kris keluar

“Maaf jika aku membuat suasana menjadi tidak enak tadi, sampai jumpa Lu, Hyuna” Kris melambaikan tangannya pada Luhan dan Hyuna

“Hati hati jussi” Hyuna melambaikan tangannya

Mobil kris semakin menjauh, Luhan menyuruh Hyuna untuk masuk

“Dear, apa kau tetap yakin dengan keputusanmu?” Luhan kembali bertanya pada Hyuna

“Apa masih kurang jelas umma? Suatu kebahagiaan untukku melihat umma bisa tersenyum lagi” jawab Hyuna sambil tertawa ringan

“Aku juga tak keberatan jika harus membujuk Chaerin semalaman. AKu lihat umma benar benar bahagia jika bersama Kris ahjussi” tambahnya

Pipi Luhan memerah, ia tak menyangka anaknya diam diam memperhatikannya

“Ya sayang terimakasih, biar umma saja yang bicara dengan Chaerin, kau istirahat saja di kamarmu” ujar Luhan

“Ne umma” Hyuna menaiki tangga menuju kamarnya di lantai 2 yang bersebelahan dengan kamar Chaerin

“Baiklah, semoga Chaerin bisa mengerti” batin Luhan, ia berjalan menuju kamar anak pertamanya

.

10.00 P.M

-At 2nd floor, Chaerin’s Room-

TOK TOK

“Sayang, ini umma” Luhan mengetuk pintu kamar Chaerin

“…”

“Chaerin? Umma tau kau belum tidur, buka pintunya sayang” Luhan yang tidak mendapat respon dari Chaerin terus mengetuk pintu

“…”

Luhan menghela nafas menghadapi putrinya yang keras kepala, “Kalau kau tidak membuka pintu kamarmu, internetmu akan umma cabut”

KRIEK

“Iya iya aku dengar, ada apa?” Chaerin membuka pintunya. Ia melepas headsetnya

“Umma ingin bicara denganmu” ujar Luhan duduk di salah satu kursi belajar Chaerin

“Bicara saja, aku mendengarkan” Chaerin kembali memasang headsetnya

“OH CHAERIN!”

“Ne ne” Chaerin kembali melepas headset dan menatap ummanya malas

“Soal tadi, umma sudah bicara dengan Hyun-“

“Sebaiknya umma tidak membahas masalah tadi, aku muak” potong Chaerin

“Dengarkan dulu sayang ini juga demi kebaikanmu dan Hyuna” Luhan menahan emosinya

“Kebaikan? Ini justru akan membuat hidup kita kacau umma! Pasti setelah kau menikah dengan ahjussi menyebalkan itu, kau melupakan appa! Sudahlah umma, tak ada gunanya kau menikah dengan ahjussi sok baik itu”

“Jaga bicaramu Chaerin, Kris namja yang baik dan umma tidak akan pernah melupakan Sehun” Luhan sudah tidak bisa menahan emosinya, berhadapan dengan Chaerin sama saja ia harus kuat menahan emosi karena putrid pertamanya memang seorang yang temperamen

“Aku tetap tidak setuju! Sekali lagi aku melihatnya menginjakkan kaki di rumah ini, kupastikan dia tidak akan pulang dengan selamat”

PLAK!

Chaerin membulatkan matanya tidak percaya, Luhan menamparnya!

“Um-umma….”

“Kau… Dapat darimana kata kata barusan hah? Umma tidak mendidikmu seperti ini, aku kecewa padamu Chaerin” Luhan meninggalkan kamar Chaerin, membiarkan anaknya yang kini masih terkejut dengan memegang pipi bekas tamparannya

“Tuhan..apa yang sudah kulakukan..” Luhan menyandarkan tubuhnya pada tembok diluar kamar Chaerin. Tubuhnya perlahan jatuh ke lantai, ia menangis

.

“Enghh ada apa sih? Ribut sekali?” Hyuna menucek matanya perlahan, ia terbangun karena mendengar suara ribut di kamar Chaerin. Hyuna segera keluar dari kamarnya untuk melihat keadaan namun ia kaget melihat ummanya yang kini menangis di lantai

“Umma? Umma kenapa?”

“Umma gwachanayo? Apa yang terjadi?” Hyuna menangkup wajah ummanya, khawatir

Luhan hanya memeluk erat Hyuna, menangis dalam pelukan Hyuna

“Sttt.. umma tenanglah, aku antar umma ke kamarku” Hyuna membantu Luhan berdiri, ummanya tidak menampilkan ekspresi lain selain kesedihan

.

“Umma tidur disini dulu ne, aku akan menemui Chae” ujar Hyuna seraya mengambil selimut untuk ummanya

Luhan hanya mengangguk menanggapi perkataan putrinya

“Ah baiklah selamat tidur umma” Hyuna menutup pintu kamarnya perlahan agar tidak menimbulkan suara

.

.

– Chaerin’s Room-

KRIEK, Hyuna langsung memasuki kamar Chaerin begitu tahu pintunya tidak terkunci

“Chaerin? Apa dia baik baik saja?” batin Hyuna ketika melihat Chaerin yang duduk dikasurnya sambil menatap keluar jendela

“Twin, apa yang kau lakukan pada umma?” tanya Hyuna hati hati

“Chaerin? Chae? Twinnie?” karena kesal tidak ditanggapi, Hyuna nekat naik ke tempat tidur Chaerin dan mencubit pipinya

“Aish, kau ini kenapa diam saja?” Hyuna menggembungkan pipinya sebal

“Kau keluar dari kamarku” Chaerin berkata pelan sekali

“Keluar, pergi, pengkhianat” Chaerin masih terus bergumam tidak jelas

“Ada apa dengannya?” Hyuna mulai merasa ada yang tidak beres dengan saudaranya

“Chae ada ap-“

“KUBILANG PERGI! APA KAU TIDAK DENGAR?” Chaerin tiba tiba membentak Hyuna, ia berdiri di tempat tidurnya

Hyuna terkejut begitu Chaerin membentaknya, “Twinnie..”

Chaerin menatapn Hyuna tajam, “Kenapa? Kenapa kau setuju umma menikah dengan ahjussi menyebalkan itu? JAWAB AKU!”

Hyuna terdiam, tak pernah sebelumnya ia melihat Chaerin semarah ini

“Baik, jika kau tidak mau menjawab sana keluar” ujar Chaerin sambil menunjuk pintu kamarnya

Hyuna tak bergerak dari tempatnya, ia memejamkan matanya sejenak berusaha menstabilkan emosinya

“Hyuna hyuna… apa perlu aku pakai cara kasar untuk mengusirmu dari kamarku hm? Oh atau sekedar membuka mulutmu untuk menjawab pertanyaanku?” Chaerin berujar datar sambil terkekeh. Satu hal yang melintas di benak Hyuna, mengerikan

“HEI! KAU MAU JAWAB ATAU AP-“

“Aku menginginkan kebahagiaan umma. Bagiku tidak masalah siapapun yang dipilih umma untuk bersanding dengannya asalkan dia baik dan mau melindungi kita” ucap Hyuna

 “Satu hal lagi, Kris jussi tidak akan pernah menggantikan appa. Jangan egois, pikirkan juga kebahagiaan umma” Hyuna melangkah keluar kamar, ia menengokkan kepalanya melihat reaksi Chaerin

“…..” tatapan mata Chaerin kosong, seakan ia tidak memandang apapun

“Selamat tidur Chae, aku harap kau bisa mendinginkan kepalamu”

“Semoga besok bisa menjadi hari yang lebih baik”

.

.

Te Be Ce

-Author Corner –

Hola readers sekalian~ #tepar

Ketemu lagi dengan saya, author fanfic yang sangat gaje dan abal abal ini huehehehehe #pletak

Oh iya, kalau ada yang suka dengan Oh Family, saya akan membuat sebuah oneshoot special ^^

AKhir kata, Read and Komen please #bow

 

 

 

 

 

Iklan

5 pemikiran pada “You’re Not My Father! (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s