Confused Love (Chapter 1)

~ Anyeonghaseyo readers….. perkenalkan kami author yang membuat FF ini. Authornya ada 2 lho. Dan ini FF pertama kami. Maaf ya kalau berantakan dan gejhe. Tapi ini hasil pengawuran kita sendiri lho, dijamin 101% halal buat dibaca. Dan para author FF exo yang lain terimakasih atas inspirasi yang diberikan, gak banyak cincong langsung aja. Check This Out… ‘CONFUSED LOVE’~

CHAPTER 1

Author :  Sung Jerim & Park Jeri

Legth : Multichapter

Genre : Romance, Friendship, Family, Schoollife, Angst, Comedy (Maybe)

Main Cast :

©     –   Lee Jerim (OC)                                     – Oh Sehun (EXO-K)

©     –   Lee Jeri (OC)                                        – Park Chanyeol (EXO-K)

Other Cast :

©      –  Sung Jihee (OC)                                    – Park Sang Ki (OC)

©

Confused love within

*****Confusing****

                Author PoV “Kau kena! Hahaha…” “Eiitss…, tidak bisa, ayo kejar..” #gayakhassule “Awas kau Sehunnie..!” Terlihat 2 sahabat sedang main kejar-kejaran, di siang hari yang terik ini. “Hah..! cukup Sehunnie, aku lelah..!” ujar seorang yeoja sembari duduk di sebuah ayunan taman belakang itu. “huh..! katanya yeoja tomboy, kuat..! gitu aja capek!” ujar seorang namja sembari duduk di samping yeoja itu. “Capek tauk!” pekik yeoja itu. Seketika namja yang sedang bersamanya menutup telinganya. “Hei..! telingaku bukan sound system tauk!” pekik balik namja itu. “Sehunnie…!” tambah yeoja itu kepada namja di sebelahnya, Oh Sehun. “Jerim-ah..!” pekik Sehun pada yeoja di sebelahnya, Lee Jerim. Meorejwo nan ganeun gudae you’re the only one                 Naega saranghaetdon geot mankeum you’re the only one                 (BoA_Only One) “Sebentar ya,” ujar Jerim sembari meninggalkan Sehun. Sehun hanya memasang wajah datarnya. “Yeoboseyo,” ujar seseorang di seberang sana. “Nuguseyo..” “Hah? NUGU?… eonni..! masa’ kau sama sekali tidak mengenali suara dongsaengmu! Eonni macam apa kau?” ujar seorang yeoja di seberang sana yang memekik-mekik gak jelas. “Aish..! anak ini… ne..ne.. MIANHAEYO, heum… ada apa?” ujar Jerim dengan tampang malas. “Ya ampun eonni, kau lupa atau pikun? Padahal baru kemarin eomma memeberi tahumu! aku akan kembali ke Korea hari ini, dan sekarang aku sudah sampai di bandara Incheon, jemput aku sekarang juga! Aku tak mau menunggu terlalu lama, ARRASSEO!!” ujar yeoja itu panjang lebar (gajhe). “ARRASEO JERI CHAGI! AKU KESANA SEKARANG!” ujar Jerim yang kelihatan benar-benar frustasi sambil langsung mematikan ponselnya. Jerim pun berjalan menuju tempat Sehun. “Nugu..?” tanya Sehun. “Dongsaengku,” jawab Jerim santai. “OMO! Kau punya dongsaeng? WAH.. aku yakin dia pasti lebih cantik, lebih manis, lebih imut, lebih langsing, dan lebih sexy dari pada kau..!” ujar Sehun mengejek. “HA | HA” gumam Jerim malas. “Nyadar kan?” ujar Sehun. “haduh.. aku malas berdebat denganmu, aku buru-buru, sebelum adikku ngomel-ngomel lagi,” ujar Jerim sembari meninggalkan Sehun. “Hei..! Kemana?.. Chamkamanyo…. Aku ikut..!” ujar Sehun sambil mengejar Jerim. Mereka menaiki mobil sport warna merah milik Sehun. “Kemana ?” tanya Sehun sambil menyetir. “bandara Incheon,” ujar Jerim sambil memandangi jalan. “OH..! dia baru datang dari Jepang?” tanya Sehun lagi. “Ne..,” ujar Jerim. Sehun mengangguk kencang tanda mengerti. Tak beberapa lama mereka sampai di bandara dan langsung menuju penerbangan mancanegara. Jerim terlihat lingak-linguk untuk mencari dongsaengnya. Sehun hanya menatap Jerim aneh. “Yang mana dongsaengmu itu?” tanya Sehun tidak sabar. Jerim tak menghiraukan. Dia terus mencari-cari adiknya. Lalu terlihat seorang yeoja tinggi, cantik, berambut pirang, menuju ke arah mereka berdua. Terlihat wajah yeoja itu benar-benar kesal. “EONNI… KENAPA KAU TER……..” ujar yeoja itu menggantungkan kalimatnya setelah menatap namja yang ada di samping Jerim. “Mianhaeyo Jeri, tadi macet,” ujar Jerim malas. Sehun yang merasa di tatap pun tersenyum ke arah Jeri. “Jerim, apa dia dongsaeng mu ?” tanya Sehun. “Ne! Jeri kenalkan, ini Oh Sehun, teman eonni,” ujar Jerim. Sehun langsung menjulurkan tangannya ke arah Jeri. “Anyeonghaseyo, Sehun Imnidae,” ujar Sehun. “An..nyeong..haseeyyo.., Jeri..immnidae..,” ujar Jeri gugup sambil menjabat tangan Sehun. Sehun hanya tersenyum simpul ke arah Jeri. Jeri pun salah tingkah. ‘OMO! Tampan sekali namja ini,’ batin Jeri. “Kajja kita pulang! Sebelum sore,” ujar Jerim. “Mari, sini kubawakan barang-barangmu!” ujar Sehun sambil tersenyum. “Ah..n..ne.., gamsahamnida,” ujar Jeri gugup. Sehun pun membawakan barang Jeri dan berjalan mendahului Jerim dan Jeri. Jeri terus memandangi namja yang sedang berjalan didepannya. “eonni, apa benar kau dan dia hanya teman? Bukan pacaran?” tanya Jeri. Jerim pun kaget mendengar pernyataan dongsaengnya. “tentu saja bukan Jeri, kau ini ada-ada saja,” ujar Jerim. “Benarkah? Bagus kalau begitu, eh.. ngomong-ngomong, kenapa kau tak pernah bilang kau punya teman yang sangat tampan?” tanya Jeri. “penting ya..?” ujar Jerim malas. “Tentu saja! Jarang lho, yeoja sepertimu punya teman tampan seperti Sehun oppa,” ujar Jeri. “ngeledek nih..,” ujar Jerim dengan tampang datar. Jeri pun langsung menyamakan langkahnya dengan Sehun. Jerim yang melihat mereka pun hanya bingung dan gelisah. ‘apa jangan-jangan, Jeri.. menyukai Sehun?’ batin Jerim. Jerim terus menatap 2 makhluk yang sedang ada di hadapannya ini dengan perasaan sedih, marah, dan senang. Mereka pun sampai di parkiran mobil. Sehun meletakkan barang-barang Jeri di bagasi. Saat Jerim hendak masuk di mobil bagian depan, Jeri langsung menyela sambil mengeluarkan eyesmilenya. Jerim yang tau maksudnya pun mengurungkan niatnya untuk duduk bersebelahan dengan Sehun dan memilih duduk di belakang, sendirian. “Oppa, apa aku boleh duduk disini?” tanya Jeri. “oh, tentu saja,” ujar Sehun. Jerim hanya menatap 2 orang ini dengan tampang yang tidak bisa dijelaskan. Di perjalanan Jeri dan Sehun terus berbincang-bincang. Sedangkan Jerim…? Dia memilih tidur daripada hatinya panas. Tanpa disadari, Sehun terus memperhatikan Jerim dari kaca spion mobil bagian dalam. “eum.., Jeri-ya, apa kau akan bersekolah di Seoul High School, sama seperti eonnimu?” tanya Sehun. “Ne, soalnya kalau tidak ada eonni aku jadi takut, oppa satu sekolah kan dengan Jerim eonni?” tanya Jeri balik. “Ne! kami satu kelas dan kami duduk sebangku,” ujar Sehun sambil tersenyum. “MWO?!” pekik Jeri. Karena pekikan keras Jeri, Jerim pun terbangun dari tidurnya. “waeyo?” tanya Jerim dan Sehun berbarengan. “Ah… eum… Anniya, gwaechannayo,” ujar Jeri gugup. “Oh, baiklah! Kita sudah sampai,” ujar Sehun sembari turun dari mobilnya. Jerim dan Jeri pun mengikuti Sehun turun dari mobil. Sehun pun menurunkan barang-barang Jeri dari bagasi mobilnya dan meletakkannya di ruang tamu rumah keluarga Lee. Setelah selesai meletakkan barang-barang Sehun pun berpamitan pulang. “Jerim-ah, Jeri-ya, aku pulang dulu ya, Anyeong..” ujar Sehun. “Anyeong..” ujar Jerim dan Jeri berbarengan. “..dan gomawo oppa,” tambah Jeri sambil tersenyum. “sama-sama,” ujar Sehun sambil meninggalkan rumah keluarga Lee. Jerim pun membantu dongsaengnya itu membawa barang-barangnya menuju kamar. Terlihat Kim ahjumma sedang manyiapkan makan malam untuk mereka berdua. Saat mereka menaiki tangga tiba-tiba Jerim teringat bahwa barang-barangnya masih ada di kamar Jeri. Jeri paling tidak suka ada orang yang menempati kamarnya tanpa seizinnya. Bahkan meski sudah izin pun tetap tak diperbolehkan. ‘OMO! Eoteohke? Bisa mati aku kalau sampai Jeri tau ada barang-barangku di kamarnya, ayo Jerim berpikir..berpikir…,….. AHA! KAU PINTAR JERIM,’ batin Jerim. Saat Jeri hendak memasuki kamarnya, Jerim pun menghentikan Jeri. “eum.. Jeri.., apa tidak sebaiknya kau mandi dulu, badanmu bau asap tauk! Oh ya.., kamar mandi di kamarmu masih diperbaiki, kau memakai kamar mandi di kamar eomma dan appa saja, arra?” ujar Jerim mengalihkan. “heum… hush..hush.. (ceritanye die nyium bajunya sendiri bok!) kau benar, badanku bau asap, yasudah jaga barang-barangku, letakkan dulu saja di kamarmu,” ujar Jeri sambil meninggalkan Jerim. Setelah Jeri memasuki kamar eomma dan appanya, dengan secepat kilat Jerim pun memasuki kamar Jeri dan mengambil semua barang-barangnya sebelum Jeri datang. Bisa kena omelan sampai 6 jam kalau Jerim ketahuan menempati kamar dongsaeng bawelnya itu. Kira-kira sekitar 5 menitan lah, Jerim sudah berhasil membereskan barang-barangnya yang ada di kamar Jeri dan memindahkannya di kamar Jerim sendiri. #horeeprokkprokkprokk. “Huh..! akhirnya selesai juga, MISI BERHASIL!” gumam Jerim. Jerim pun keluar dari kamarnya dengan penuh rasa bangga atas pertama kalinya misi yang dipikirkannya sendiri berhasil 100%. #iuhlebay. Terlihat Jeri yang baru keluar dari kamar eomma dan appanya. “eonni, aku sudah selesai,” ujar Jeri sambil merapikan rambutnya. “Oh.. kalau begitu kajja kita makan,” ujar Jerim kesenangan sambil menarik tangan Jeri. “eh.. eonni.. barang-barangku…” ujar Jeri. “tenang saja, semua ada di kamarku kok!” ujar Jerim. Mereka pun turun dari lantai atas menuju ruang makan. Mereka duduk berseberangan dengan 2 kursi lainnya yang kosong yang biasanya diduduki oleh eomma dan appanya. Mereka pun memakan makanan yang disediakan di atas meja. “Kapan eomma dan appa pulang?” tanya Jerim yang membuka percakapan. “eum… bulan depan, mungkin,” ujar Jeri yang masih fokus dengan makananya. “eoh..” gumam Jerim. “eum.. eonni, Sehun oppa itu seperti apa orangnya?” tanya Jeri. Jerim hanya mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Jeri. “eum.. dia baik, ramai, menyenangkan, dia juga populer di sekolah, dia punya banyak teman tapi hanya eonnimu ini sahabatnya, lalu.., dia itu tidak mudah marah, apalagi kepada wanita, tapi kalau udah ngejek, uh.. pedes banget deh ejekannya,” ujar Jerim panjang lebar. Jeri hanya melongo mendengar jawaban eonninya yang panjang lebar. Seakan eonninya sudah kenal sangat dekat dengan Sehun. “eum.. kelihatannya eonni mengerti sekali tentang Sehun oppa,” ujar Jeri. Jerim yang mendengar pernyataan dongsaengnya barusan pun salah tingkah. “oh.. eum.. menurutku ..eumm.  itu hanya bagian kecilnya saja hehe…, masih banyak hal yang belum aku ketahui tentang Sehun kok!” ujar Jerim gugup. Jeri hanya mengangguk tanda mengerti dan melanjutkan makannya. Jerim hanya bernafas lega. Dia tak ingin oranglain tahu kalau Jerim menyukai Sehun, bukan.. bukan suka, tapi cinta. “Oh ya, mengapa kau menanyakan tentang Sehun?” tanya Jerim sambil melahap makanannya. Tiba-tiba wajah Jeri berubah merah. “eum hehe.. aku.. eum.. menyukai Sehun oppa,” ujar Jeri malu-malu. Jerim pun menatap Jeri dengan mata melotot. “ha?… uhuk…uhuk….,” dan tersedak. Jerim benar-benar kaget. “eonni.. apa kau tidak apa-apa? Ini minumlah dulu,” ujar Jeri sambil menyerahkan air putih. Jerim pun meminum air putih itu lalu kembali menatap Jeri. “Jinjayo? Jeongmal? Kau menyukai Sehun? Tapi.. kalian kan baru bertemu,” ujar Jerim bingung. “eum.. entahlah, mungkin karena dia tampan,” ujar Jeri malu-malu. Jujur saja, Jerim benar-benar kaget. Orang yang dicintainya adalah orang yang disukai oleh adiknya sendiri. Dia benar-benar bingung saat ini. Harus mempertahankan cintanya, atau mengorbankan cintanya demi adiknya. “Ah.. eonni aku sudah selesai, habiskan makanmu, Oh ya! Tolong ya eonni, jangan katakan hal tadi pada Sehun oppa, Otte?” ujar Jeri sambil tersenyum. Dengan sekuat tenaga Jerim berusaha tersenyum senang dihadapan adiknya. “Otte!” ujar Jerim sambil mengacungkan jempolnya. Jeri pun naik menuju kamarnya. Sedangkan Jerim, dia masih terduduk di meja makan sambil memikirkan apa yang harus ia lakukan nantinya. Jerim PoV Eoteohke? Aku harus bagaimana? Adikku menyukai namja yang aku cintai, aku harus bagaimana? Tuhan, tolong bantu aku, aku harus bagaimana? Jujur, aku sangat mencintai Sehun karena dia cinta pertamaku, aku tak ingin kehilangan dia. Tapi Jeri… dia adikku yang sangat aku sayangi. Aku tak ingin dia terluka atau sedih. Dia berhak bahagia. Jadi, aku harus merelakan cintaku dan menyerahkannya pada Jeri? Apa ini benar?. Tuhan, tolong jawab pertanyaanku. Mungkin jika aku tak mau menyerahkan Sehun, aku akan dianggap kakak yang kejam. Ya, mianhaeyo Jeri, eonni menyukai orang yang kau sukai. Eonni akan rela melakukan apapun asal kau bahagia. PoV end                 Perlahan setitik air mata Jerim jatuh membasahi pipinya. Dia benar-benar bingung. Dia tak mau keadian 10 tahun yang lalu terulang lagi. *flashback (ten years ago)* “Jerim chagi, appa ada hadiah untukmu karena kau memenagkan lomba menyanyi bahasa inggris,” ujar appa Jerim. “Jinja? Apa hadiahnya appa?” tanya Jerim antusias. “Tutup matamu dan ikuti appa,” ujar appa Jerim sambil menggandeng tangan Jerim. Appa Jerim membawa Jerim ke halaman belakang rumahnya.  Sesampainya di sana… “Chagi, buka matamu,” ujar appa Jerim. Jerim pun membuka matanya dan… “APPA! SEPEDA  BARU,” pekik Jerim langsung berlari menuju sepeda barunya. Jerim terlihat sangat senang. Tiba-tiba Jeri datang dan kaget melihat ada sepeda untuk eonninya. “appa, untukku mana?” tanya Jeri penuh harap. Appanya pun jongkok di hadapan putri bungsunya itu. “chagi, kau masih kecil, kau tidak boleh naik sepeda dulu, jika kau mau naik kau bisa minta bonceng eonnimu otte?” ujar appanya. “tapi appa aku juga mau sepeda baru,” ujar Jeri hampir menangis. “chagi kau belum bisa naik sepeda,” ujar eommanya. “kita bisa naik berdua Jeri,” tambah Jerim. Seketika Jeri pun menangis kencang. “Huaaaa… aku ingin sepeda…,” ujar Jeri sambil berlari menuju rumahnya. Eomma, appa, dan Jerim pun mengejar Jeri yang sedang menangis itu. Sore hari… “aku harus bisa mengambil sepeda eonni, harus!” gumam Jeri. Karena sedang tidak ada orang yang mengawasinya, Jeri kecil pun nekat mengambil sepeda Jerim dan menaikinya. Eomma dan appanya sedang ada tamu, sedangkan eonninya sedang bermain di taman. Jeri pun berlari menuju garasi penyimpanan. Diambilnya sepeda baru milik Jerim dan Jeri pun menaikinya. Memang ia sudah bisa naik sepeda, tapi sepeda itu terlalu tinggi untuknya. Jeri membawa sepeda itu ke jalan raya. Dia sangat senang karena dia bisa menaiki sepeda baru. Karena terlalu senang dia tidak melihat jalan. Tiiiitt….Tiiittt…Tiitttt                 Sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Jeri berada. Jeri tidak bisa melakukan apa-apa. Dan….. BRUKK(suara sepeda di jatuhin)…CRUSH(suara sepeda reot)…. JBUKK…(suara Jeri jatuh) Untungnya Jeri berhasil lompat dari sepedanya itu. Tapi dia jatuh di jalan raya dan kepalanya terbentur aspal. Banyak orang yang ada di sekitar tempat kejadian pun langsung berlari ke arah Jeri. Jerim yang berada di antara orang-orang itu pun ikut melihat siapa yang tertabrak. Betapa terkejut Jerim setelah ia melihat siapa yang tertabrak. “JERI….” Pekik Jerim langsung menuju ke arah adiknya yang terkapar itu. Jerim pun memeluk adiknya sambil menangis. Jeri tidak sadarkan diri. Tubuhnya penuh darah. Beberapa saat kemudian mobil Ambulance pun datang dan menggotong tubuh Jeri untuk di bawa ke rumah sakit. Jerim pun ikut untuk menemani adiknya dan beberapa orang yang ada di TKP pun menghubungi orang tua Jeri. Jerim terus menangis melihat keadaan adiknya seperti itu. Sesampainya di rumah sakit, Jeri di bawa ke UGD untuk di periksa. Jerim menunggu di luar ruang masih dengan menangis. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa sepeda barunya itu hampir membuat nyawa adiknya melayang. Tak lama kemudian Orangtua Jerim dan Jeri pun datang. “Chagi, dimana adikmu,” tanya eommanya sambil terisak. Jerim masih terus menangis. “Mianhaeyo eomma, aku tak bisa menjaga Jeri dengan baik,” ujar Jerim sambil terus menangis. Appanya pun memeluk Jerim erat. “Tidak chagi, kau sudah menjaga Jeri dengan baik, sudah jangan menangis lagi,” ujar appanya. Eommanya pun ikut memeluk Jerim. “eommalah yang salah,” ujar eommanya. Lalu dokter yang memeriksa Jeri pun keluar daru ruang UGD. “Tuan Lee, dan Nyonya Lee,” ujar Dokter itu. “Ne kami,” ujar appanya. “Tuan, keadaan anak anda saat ini baik-baik saja, lukanya tidak terlalu parah, tapi sampai saat ini dia belum sadarkan diri, mungkin karena benturan di kepalanya saat ia terjatuh, sebaiknya dia dirawat intensif di rumah sakit ini, kalau begitu saya permisi dulu,” ujar Dokter itu. “Ne..! Gamsahamnida,” ujar eommanya. *flashback end* ‘Jeri akan berbuat apapun untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, aku tidak mau kejadian itu terulang lagi. Mungkin aku harus merelakan Sehun untuk menjadi milik Jeri,’ ujar Jerim dalam hati. Jerim pun menaiki tangga menuju kamarnya. Dia benar-benar lelah dengan kejadian hari ini. Dan dia harus menjauhi Sehun agar Jeri tidak salah paham kepadanya. Mungkin harus melepas statusnya sebagai ‘Sahabat Karib’ Sehun. ~To Be Continued~

Iklan

2 pemikiran pada “Confused Love (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s