Hello Baby (Chapter 1)

Author: viviviviski

Title: Hello Baby EP 1

Length: Chapter

Genre: Comedy, Romantic, Family

Rating: All Ages

Main Cast: Kai, EXPLOSION Member, Lincoln, ChanRi (OC)

EXPLOSION adalah à http://exoismine.wordpress.com/about-explosion/

untitled-1 (2)

—–

 

-^25 October 2012^-

 

EXPLOSION Dorm’s, Apgujong, Gangnam-Gu, Seoul, South Korean

23:34 AM KST

“Manager, ini sudah malam aku mau tidur, kenapa harus mengadakan rapat disaat  seperti ini?” Sungrin mengeluh seraya menyenderkan kepalanya di bahu Leader Explosion, Jangmi.

Sophie, Produser Explosion mengeluarkan beberapa kertas dari map yang ia bawa. Kemudian menyerahkannya kepada masing masing member. “Baca dahulu, jika ada yang kalian tidak mengerti tanyakan kepada aku atau manager kalian.” Sophie melirik ke arah Hana yang berada di samping Kiyoo.

Setelah beberapa saat suasana terasa hening karena semua member sibuk membaca kertas mereka. Terkadang sesama member bertanya kepada member yang lain, kemudian disusul anggukan mengerti dari mereka.

“Chan Ri!  Baca punyamu!” gertak Hana kepada Chan Ri yang sedari tadi malah menjadikan kertas itu sebagai penutup wajahnya, untuk menutupi matanya yang terpejam.

Chan Ri yang merebahkan kepalanya di paha Jiyoung menyerahkan kertasnya ke arah Jiyoung, “Jiyongie onnie, bacakan untuku, jebaal,” katanya bergumam. Jiyoung mendecak pelan tetapi kemudian mengambil kertas Chan Ri dan membacanya.

“Hello Baby, verified variety show for Park Chan Ri Explosion, will start on October 26th, 2012,” kata Jiyoung. Tapi Chan Ri tidak merespon apapun, dia memejamkan matanya, bersiap memasuki alam mimpi. Jiyoung yang kesal akhirnya melempar kertas Chan Ri tepat di wajah Chan Ri.

Sophie melirik sebal ke arah mereka, Chan Ri dan Jiyoung, “Chan Ri! Duduk yang benar di situ, atau aku akan mengambil ponsel mu!” Chan Ri langsung bergegas bangun. “Aku sudah siap Captain Monster jahat pencuri handphone!” kata Chan Ri dengan posisi hormat ke arah Sophie.

“Buahaha captain monster jahat pencuri handphone!” Sung Rin tertawa keras seraya memegangi perutnya. Tapi begitu ia melihat wajah Sophie yang tenang, datar dengan pandangan yang memincing, tawa nya langsung terhenti seketika. “Aku sudah selesai tertawa,” gumam Sung Rin tidak jelas. Sedangkan Jangmi yang memperhatikan kelakuan aneh trio alien, Chan Ri, Jiyoung dan Sungrin hanya menggeleng. Kiyoo, sang monster magnae palsu, panggilan dari Chan Ri hanya tetap bersender di bahu Hana seraya terkadang menguap, benar benar image seorang magnae polos yang jauh dari Chan Ri.

“Jadi, beberapa staf acara sudah menawarkan kalian untuk mengapresiasikan kalian di acara mereka, beberapa hari ini popularitas Explosion semakin membaik, lanjutkan usaha kalian, sampai sini saja tidak cukup. Buat para penonton menganggumi kalian, semakin kalian mengambil perhatian mereka, semakin baik Explosion di mata orang lain. Tidak mengandalkan popularitas karena Jangmi Eonni adalah teman baik Wu Yi Fan, atau mengandalkan Chan Ri dan Jiyoung yang notabanenya adik Park Chanyeol dan Byun Baekhyun. Variety Show pertama jadwalnya adalah Park Chan Ri, akan dimulai besok,” jelas Hana panjang lebar.

Chan Ri memasang wajah weird bercampur wajah terkejutnya, “Jadi tanggal 26 Oktober itu… besok?!”

Jangmi lagi lagi menggeleng, “Dia itu aneh, sangat aneh, mengigau, atau memang benar benar bodoh?”

—-

01:04 AM KST

“What kind love…

What kind love…

Distence Distence make me so…

Crazy Crazy

Let me see your face…

Let me touch your body…

Let me feel your warmy

I just miss that little things”

 

“Akh!” Chan Ri menekan beberapa tuts piano secara bersamaan sehingga menimbulkan bunyi yang menyeramkan.

Suara tawa diiringi suara tepukan tangan itu membuat Chan Ri mengangkat kepalanya dari meja piano. “Hahaha, lagu baru buatan Park Chan Ri yang berakhir dengan not tragis.” Hana, manager Explosion, Girl Band yang dinaungi Chan Ri mengambil posisi di samping Chan Ri. Kemudian wanita itu merangkul Chan Ri yang terlihat sangat frustasi.

“Whats wrong sista? Heum? Tidak jadi tidur?” Hana menatap Chan Ri lekat.

Chan Ri menghela nafas, “Aku merindukan Ken yang gagal.” Hana menatap Chan Ri bingung saat ini, tidak mengerti siapa orang yang dimaksud Chan Ri, “Ken yang gagal?” Chan Ri mengangguk. Wanita yang merangkul Chanri itu semakin bingung, matanya terlihat menerawang, berfikir.

“Aa~ Gotcha! Kim Jong In right?” tebak Hana. Lagi lagi Chan Ri hanya mengangguk.

“Memangnya kau dan dia kenapa?” tanya Jiyoung yang baru saja masuk dengan coffee latte di tangannya. Jiyoung memilih duduk di lantai dekat Hana dan Chan Ri.

“Satu hari ini dia tidak menghubungi mu? Sudahlah jangan terlalu difikirkan, dia mungkin sibuk,” Hana menepuk pundak Chan Ri pelan, sesekali mengelusnya.

Chan Ri menggeleng, aliran sungai yang deras sudah membanjiri peluk mata dan pipinya. Pemandangan itu sudah wajar di mata Hana, Jiyoung ataupun member Explosion yang lain. Chan Ri adalah tipe orang yang perasa, saat hatinya terluka, walaupun sedikit, dia akan menangis. Tapi jika fisiknya terluka, bahkan sampai berdarah darah, ia tidak akan menangis, itu kepribadian Chan Ri yang paling unik menurut kakaknya, Chanyeol.

Chan Ri berbicara dalam terisak, “Bukan satu hari, tapi satu minggu. Dasar monster krong jahat!”

Hana kembali mengusap punggung Chan Ri, “Itu biasa dalam kasus Long Distence Relationship, kalian harus percaya satu sama lain. Kau harus belajar melakukan itu Chan Ri.”

Jiyoung melirik meremehkan ke arah Hana, “Manager-nim, kau terlihat berpengelaman, bahkan umur manager hanya satu tahun diatasku, sudah berapa banyak pria yang kau takhlukan manager?” Jiyoung menyeringai ke arah Hana. Hana menatap Jiyoung tanpa ekspresi, tapi tangannya bersiap melemparkan alas kakinya ke arah Jiyoung.

“Byun Jiyoung! Keluar kau! Now!” teriak Hana.

“Percaya, kau harus percaya Park Chan Ri,” Chan Ri berulang kali mensugesti dirinya sendiri di balik bantal tidurnya.

Bukk…

Jiyoung melemparkan bantal tidurnya ke arah Chan Ri, “Park Chan Ri berhenti bergumam aneh dan pergi tidur, sekarang!” Jiyoung berjalan untuk memungut bantalnya, kemudian kembali ke kasur.

“Dasar alien aneh!” gumam Jiyoung saat kembali ke kasurnya.

Bukk…

Lutut Jiyoung terkantuk dengan pinggiran tempat tidurnya. Wanita yang setengah sadar itu meringis tapi kemudian kembali tidur, sedangkan Chan Ri terkikik pelan di balik bantalnya. ‘Pabo Byun Jiyoung,’ rutuk Chan Ri berkali kali di hatinya.

[i] Why So Serious? Get your crayon~[i/]

Ponsel Chan Ri bergetar di sebelahnya, sebuah panggilan masuk. Chan Ri berlari menuju balkon kamar mereka, kemudian menutup pintu yang menjadi penghubung antara kamar dan balkon tersebut. Chan Ri menghela nafas berat kemudian menyeret layar touch bertuliskan ‘answer’.

“………….”

“Yobaseyo? Chan Ri?”

“…………”

“Chan Ri? Barbie? Kau disana?”

“………..”

“Park Chan Ri! Aku serius!”

“Huf.. aku disini. Miss you! Lets meet! Bagaimana dengan lusa?”

Kai diam sejenak di telefon, “Aku harus menghadiri sebuah acara, mianhae.”

Chan Ri menghela nafas, berusaha mengendalikan nada bicaranya, “Padahal lusa aku kan u-“

“Your birthday? I know exactly, Barbie,” Kai tertawa dengan suara beratnya.

“So?”

Kai mengehela nafas, “I cant. Sorry.”

Chan Ri dan Kai kembali diam sejenak.

“Ken, can you make Barbie to trust you?” tanya Chan Ri dengan nada yang menggantungkan sejuta harapan.

Kai tertawa, “I know the fact that you already trust me, come on Barbie, whats wrong?” Kai masih saja tertawa.

Chan Ri marah, dia sama sekali tidak menganggap permohonannya itu adalah bahan candaan, “Aniyo.” Satu kata itu mengakhiri pembicaraan mereka malam itu, Chan Ri menutup telefonnya. Berlari menuju ranjangnya, dan menutup seluruh wajahnya dengan bantal.

—–

EXO Dorms, Gangnam-Gu, South Korean

@ChanLily27:  After watching barbie movie again, forever Barbie and Ken, miss you my Ken, Lol. Who’s my Ken? You? You? Or You who read this tweet? :p

“Apa apaan ini?” omel Kai, layarnya masih bermain di layar sentuh handphonenya.

Sehun kemudian duduk di samping Kai dan di samping Kyung Soo yang sedang asik menonton acara tv. “Hyung, snack juseyo~” pinta Sehun pada Kyung Soo dengan nada imut.  Kyung Soo akhirnya menyerahkan makanan ringan di tangannya ke Sehun. Kai? Pria itu sedari tadi masih fokus terhadap ponsel di tangannya. “Aish, jinjja.”

“Waeyo?” tanya Sehun sesaat sebelum memasukan makanan ringan hasil rampasanya dari Kyung Soo.

Kai menunjukan twitter Chan Ri ke arah Sehun. Sehun membacanya sejenak, kemudian… “Phuahaha, kau mempunyai banyak rival,” Sehun tertawa bahkan makanan ringan di mulutnya sebagian berhamburan keluar dari mulutnya, menjijikan.

“Wae? Wae?” Kyung Soo yang sedari tadi fokus pada layar di hadapannya itu akhirnya ikut tertarik, ia merebut handphone Kai. Tetapi kemudian segera mengembalikannya ke Kai setelah membacanya, dengan muka datar, layaknya tidak terjadi apa apa.

“Hanya itu?” kata Kyung Soo polos.

Kai menatap Kyung Soo tak percaya, “Kyung Soo Hyung, bagaimana kau hanya mengatakan ‘hanya itu’, ini parah, aku ini satu satunya ken miliknya, jika semua yang membaca tweetnya adalah ken-nya, jadi Sehun dan Kyung Soo Hyung juga ken-nya, andwe.” Kai menggeleng lemah.

Kyung Soo memegang kedua bahu Kai, “Jangan sesering mungkin bertemu Chan Ri, jangan sesering mungkin bermain dengan Chanyeol Hyung,  kau mulai terlihat….aneh.” Kyung Soo melepas tangannya di bahu Kai kemudian melanjutkan menonton.

Suho yang baru saja selesai dengan papan jadwal EXO bersama manager EXO akhirnya ikut berkumpul dengan Kai, Kyung Soo dan Sehun. “Aku sudah mengecek jadwal kalian, persiapkan diri kalian masing masing, jadwal kita semakin penuh menuju comeback.”

“Ne,” jawab Kyung Soo dan Sehun bersamaan.

 

~^26 October 2012^~

Everland, Yongin, Gyeonggi-do, Seoul,  South Korean

 

“Silahkan tunggu disini Chan Ri-ssi,” salah satu seorang staf acara Hello Baby mempersilahkan Chan Ri duduk sebelum mereka melaksanakan take scene.

Sekitar dua puluh menit, semua peralatan untuk take scene sudah siap, seorang cameramen mengacungkan jempolnya ke arah seorang pria tua yang mengawas dibalik monitor kecil. “Shoot akan dilakukan dalam hitungan 10 detik dihitung mundur, bersikaplah natural Chan Ri-ssi, 10…9….8..7…6…5…4…3…2…1…and Action!”

Chan Ri meminum frapuchino dingin di tangannya, seolah olah tak ada sekotak alat apapun yang merekam dirinya saat ini. Tiba tiba seorang pria dengan jaket baseball perpaduan warna merah dan hitam datang ke arahnya.

“Jongmal mianhae, maafkan aku karna terlambat PD-nim,” Pria itu membungkuk ke arah semua staf, padahal kamera sudah me-record sejak sebelum ia datang. PD nim di balik monitor kecil itu melambaikan tangan ke arah pria itu, bermaksud untuk menyuruhnya ‘melanjutkan’ apa yang seharusnya ia lakukan.

Pria berambut hitam itu yang bahkan tak menyadari keberadaan Chan Ri di belakangnya itu tersenyum kikuk, tak tau apa yang harus ia lakukan. Chan Ri yang merasa sudah seharusnya mengambil alih akhirnya berdeham pelan. Pria itu menoleh. Chan Ri tersenyum kikuk, ia sama sekali tidak mengetahui kalau lawan mainnya dalam  acara reality show nya ini adalah…….. Kai.

“Annyeonghaseyo, Jong In Sunbae,” Chan Ri membungkuk sedikit, menunjukan formalitasnya kepada senior.

Kai terlihat sedikit terkejut, tapi kemudian ikut membungkuk, “Annyeonghaseyo, Chan Ri Hobae. Aku tidak menyangka akan satu acara dengan Hobae ku di sekolah.” Chan Ri mengangguk seraya tertawa, “Aku juga tidak tau kalau itu Sunbae.”

Seorang staf menyerahkan mission card kepada Chan Ri dan Kai. Kai menerimanya, kemudian membukanya. Kai menarik tangan Chan Ri agar mendekat, supaya mereka dapat membaca Mission Card bersama. Di dalam hati Chan Ri, dia merutuk Kai, kenapa pria itu harus menarik tangannya, gadis itu benar benar tidak ingin dibunuh oleh fans EXO dan lagipula ini bukan acara We Got Married, jadi untuk apa melakukan skinship.

Mission Card:

 

Cari seorang anak laki laki, berumur 5 tahun, dia sangat menyukai ice cream strawberry. Dia ada di pororo land.

Chan Ri mengangguk, Kai menatapnya. “Kajja!” kata Kai.

Chan Ri menoleh ke arah Kai, “Ka..jja?” Kai mengeluarkan smirk andalannya, kemudian menarik Chan Ri berlari seraya berteriak, “Kajja! Kajja! Kajja!”

‘Ya Tuhan, lindungi aku dari haters yang membenci ku karena adegan ini, pabo kim jong in,’ Chan Ri memejamkan mata dalam langkah nya, ia benar benar  pasrah dengan keadaan yang akan terjadi.

—-

Pororoland, Everland, South Korean

“Permisi adik kecil, apa kau menyukai ice cream strawberry?”

“Adik kecil, siapa namamu? Apa kai menyukai ice cream strawberry?”

“Adik kecil yang manis, kau suka ice cream rasa apa?”

Kai menghampiri Chan Ri dengan dua botol cola di tangannya. Satu diantaranya ia serahkan ke Chan Ri. Chan Ri mengambilnya seraya tersenyum, “Kamshamnida, Jong In Sunbae.” Kai mengacungkan jempolnya, bermaksud memberi pengertian ‘dengan senang hati’.

Chan Ri meneguk cola di tangannya sampai setengah, dengan cara bar-bar nya seperti biasa, Kai yang sudah biasa melihat pemandangan seperti itu hanya melihatnya malas. Dalam hatinya berkata, tidak kah gadis itu sadar kalau kamera masih mengintai mereka kemana pun.

“Kita tak bisa seperti ini terus!” kata Chan Ri seraya menutup botol cola nya. Kai memandang Chan Ri bingung.

Kai tertawa meremehkan, “ Lalu mau seperti apa?”

Chan Ri hanya menjawab pertanyaan Kai dengan senyuman. Gadis itu berdiri di sebuah kursi, kedua tangannya di telungkupkan di sekitar mulut, “Annyeonghaseyo adik adik semua, hari ini aku ingin membeli ice cream, aku ingin pergi dengan anak kecil berumur 5 tahun yang menyukai strawberry ice cream, ayolah datang kepadaku!” teriak Chan Ri.

Tapi tak kunjung ada hasil. Chan Ri kembali ke tempat Kai, “Aku gagal.” Kai tertawa terbahak bahak. Ide Chan Ri barusan benar benar gila. Memang sebodoh apa anak kecil masa kini yang mau saja datang dengan tawaran yang benar benar tidak menarik sepeerti itu.

“Berhenti tertawa Sunbae,” kata Chan Ri memelas.

Tiba tiba Kai menunjuk salah satu anak kecil yang sedang memakan ice cream strawberry, “Hoobae, lihat anak itu! Menurut ku anak itu orang yang PD-nim maksud.”

Chan Ri kini yang tertawa, “Kau ini sok tahu sekali.”

“Bukan sok tau. Aku menebak. Karna aku tampan, wajah anak ku pasti juga tampan, lihat anak itu sangat tampan,” kata Kai dengan polos. Chan Ri menatap pria disampingnya dengan pandangan aneh karna ucapananya barusan. Kai balas menatap Chan Ri.

“Apa? Lagipula anak itu sedang memakan ice cream strawberry,” kata Kai polos. Kemudian pria itu melengos pergi menuju anak yang di maksudnya, Chan Ri yang merasa sengaja ditinggal, akhirnya menyusul dengan berlari pelan.

“Adik kecil, ice cream strawberry mu terlihat enak, siapa namamu?” tanya Kai yang sudah berjongkok untuk mengimbangi tinggi anak itu.

Anak kecil itu menggeleng, “Kata Eomma, tidak boleh memberi tahu namaku pada orang asing.”

Kai membeku, bingung harus bertanya apa lagi. Chan Ri yang masih berdiri mengelus kepala anak itu, “Ice Cream mu terlihat enak, kau menyukai ice cream strawberry? Nuna juga menyukainya loh.”

“Ne! Neomu Choahaeyo!” kata anak kecil itu semangat, kemudian kembali menjilat ice cream nya.

“Kai Appa, Chan Ri Eomma, kapan kapan kita harus pergi membeli ice cream bersama,” kata anak kecil itu lagi. Kai dan Chan Ri terkejut, menatap anak kecil di depannya tak percaya.

“Lincoln imnida, appa eomma, kajja!” Lincoln menggandeng tangan Chan Ri dan Kai, setelah ice cream nya habis.

“Ne Kajja!” Chan Ri mengelus rambut Lincoln.

Tiba tiba Chan Ri tertawa, “Kai Appa, Chan Ri Eomma, bukan kah itu aneh Sunbae?” tanya Chan Ri dalam tawanya.

“Tidak, mulai sekarang panggil aku Appa dan aku akan memanggil mu Eomma, lagipula aku kan yang sudah menemukan Lincoln, aku hebat bukan?” kata Kai kemudian menggendong Lincoln.

Chan Ri mencibir, “Hanya kebetulan.”

TBC

This original fanfiction already posted at my blog viviviviski.wordpress.com and this blog exoismine.wordpress.com  Thanks for read my fanfict and comment juseyo ^^ kamsahamnida

3 pemikiran pada “Hello Baby (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s