True Love (Chapter 1)

Title                 : True Love (Chapter 1)

Author             : @NissEXO

Lenght             : Chaptered

Genre              : Family, Romance, Sad

Cast                 : Xi Luhan (EXO-M)

Hwang Chansung (2PM)

Kim Min Ji (OC)

Kim Min Seok/Xiumin (EXO-M)

Kim Jonghyun (SHINee)

Supporting      : Kwon Yoo Rae (OC)

Kwon Jiyoung/G-Dragon (Big Bang)

Choi Seung Hyun/T.O.P (Big Bang)

Kim Jong Woon/Yesung (Super Junior)

KangTa

Untitled-1

Summary         : “Jonghyun oppa! Bagaimana ini?” tangis Min Ji. “Ada apa? Kenapa kau menangis? Minseok ~ ah, Luhan ~ah!” Jonghyun terlihat bingung. Akhirnya Luhan menceritakan semuanya.

 

NB                  : Ini adalah ff per chapter pertamaku dan hanyalah karya fiksi. Maaf ya kalo aga gaje sedikit? Maklum, walo aku suka baca ff, tapi aku juga suka nulis ff walo baru dikit. Blom punya pengalaman soalnya 😛 langsung aja deh…

Min Ji’s P.O.V

Saat ini aku sedang bermimpi bertemu seorang namja yang mungkin aku kenal, tapi entah siapa namanya. Namja ini melihat ke arahku. Aku ingin rasanya mengajaknya berbicara karena terlihat sekilas dari matanya bahwa dia sedang kesepian. “Ya! Sampai kapan kamu akan tidur terus?” Aku mulai membuka kedua mataku perlahan, dan ada dua sosok namja yang berada di sampingku dari tadi. Ternyata yang membangunkanku adalah oppaku sendiri yang bernama Minseok. Ya, aslinya adalah Kim Min Seok, tapi teman-temannya lebih sering memanggilnya dengan nama Xiumin. “Oh, ternyata oppa.” “Cepat bangun, nanti kamu terlambat sekolah.” Lalu, aku melihat namja yang berada disebelahnya walau siapa lagi kalau bukan Xi Luhan, sahabat dari Minseok oppa. “Luhan oppa, annyeong.” “Annyeong, Min Ji ~ah. Ayo, Cepat mandi dan segera turun dan sarapan. Sebentar lagi kita berangkat.”

Xiumin’s P.O.V

Setelah membangunkan adikku, Min Ji, aku segera turun untuk membuat sarapan untuk kami bertiga. Bertiga? Ya, sekarang ini sahabatku, Luhan, sedang menginap.karena orang tuanya sedang pergi ke luar negri. Aku pun melihat Luhan dan Min Ji turun bersama dan bercakap-cakap. Aku tahu kalau Luhan sudah menganggap Min Ji sebagai adiknya karena dia adalah anak tunggal. Dia menganggap keluarga kami adalah keluarga kedua baginya karena kedekatanku dengan Luhan dari semasa kami sangat kecil. Aku tersenyum saat mereka duduk menyantap sarapan yang kubuat. “Mashitaaa….” kata Min Ji. “Oppa memang selalu tahu apa yang kusuka saat sarapan,” kata Min Ji sambil tersenyum. “Tentu saja, aku kan oppamu,” balasku sambil menggodanya. “Luhan oppa juga oppaku kok.. Udah kayak oppa kandung sendiri,” cengirnya ke arahku dan mulai meninju kecil ke lengan Luhan.

Luhan’s P.O.V

Aku mencubit lembut pipi Min Ji yang imut dan lucu. Aku memang sudah menganggap Minseok dan Min Ji sebagain saudara-saudaraku karena aku anak tunggal. Aku dan Minseok memang sudah kenal lama dari sewaktu kami berdua masih berusia 3 tahun. Kami selalu bermain bola bersama. Setelah sarapan, kami bertigga pun mulai berangkat sekolah. Sesampainya di sekolah, kami melihat ke arah papan pengumuman karena hari ini adalah hari pertama kami di sekolah dengan semester baru. “Ya, Xiumin ~ah, kita sekelas lagi nih..” kataku sambil menunjuk ke arah selembar kertas yang ada nama kami berdua dalam satu kelas. “Ah, benar kah?” “Minseok oppa, Luhan oppa, aku sekelas dengan Yoo Rae… XD” kata Min Ji girang.

Yoo Rae’s P.O.V

Aku datang ke sekolah setelah aku mengantar eommaku. Aku pun melihat sahabatku, Min Ji, yang sedang berbincang dengan kedua oppanya. “Min Ji ~ah..” Seorang yeoja yang dipanggil langsung menengok ke arahku. “Yoo Rae ~ah…” teriaknya sambil berlari ke arahku. “Min Ji ~ah, apa kau sudah melihatnya?” aku bertanya dengan semangat. “Ya, tentu saja! Kita sekelas loh..” jawabnya dengan senang. “Benarkah? Kau tidak bohong kan?” “Tentu saja tidak.” senyumnya. “Ngomong-ngomong selamat ya kalian sekelas?” Kami berdua langsung melihat ke arah suara yang ternyata adalah suara Luhan oppa dan Xiumin oppa secara berbarengan. “Ne, Luhan oppa dan Minseok oppa, annyeonghaseyo..” aku pun membungkuk sopan kepada mereka. “Annyeonghaseyo, Yoo Rae ~ah..” “Yoo Rae ~ah, annyeonghaseyo.”

-skip-

Min Ji’s P.O.V

Saat bel pulang berdentang, aku mengajak Yoo Rae untuk ke mini restoran yang kami selalu datangi malam ini. Mini restoran itu telah menjadi tempat langganan kami, termasuk Minseok oppa dan Luhan oppa. “Min Ji ~ssi?” Aku terdiam saat ada namja yang memanggilku. Aku pun menengok untuk melihatnya. Itu Jonghyun! Ya, Kim Jonghyun yang terkenal karena suara emasnya! Dia satu angkatan dengan kedua oppaku. Kenapa dia memanggilku? Apa dia ada keperluan denganku? Dia kan termasuk orang yang… Ya, lumayan baik dengan orang lain walaupun dia anak dari pasangan penyanyi dan penulis lagu yang terkenal. Terutama dengan para yeoja yang menyukainya. Padahal aku ingin ke kelas kedua oppaku bersama Yoo Rae. “Uhm.. Ada apa sunbae?” jawabku dengan tenang. “Ah, sebenarnya tidak ada apa-apa sih. Tapi, hari ini kamu ada acara tidak? Maksudku… Malam ini?” Aku pun menatap ke arah Yoo Rae yang juga sama bingungnya denganku. “Anu, sunbae, sebenarnya ka-“ “Min Ji ~ah, kenapa lama sekali? Kami dari tadi menunggumu di kelas,” Xiumin oppa memotong perkataanku. Aku pun menengok. “Ah, oppa, maafkan kami..” jawabku. Minseok oppa dan Luhan oppa melihat ke arah Jonghyun yang sedari tadi berdiri yang lumayan dekat dengaku.

Jonghyun’s P.O.V

Entah kenapa, saat melihat gadis ini, aku mulai menyukainya. Ya, siapa lagi kalau bukan  Kim Min Ji. Siapa yang tidak mengenalnya? Padahal aku sendiri anak dari pasangan penyanyi dan penulis lagu yang terkenal di seluruh dunia. Hyungku juga seorang penyanyi seperti eomma. Aku begitu kaget saat dia memanggil Minseok ~ssi dengan kata “oppa”. Hey! Apa dia adiknya? “Dia… Adikmu ya?” tanyaku pada Xiumin. Xiumin yang melihat keberadaanku berdiri yang lumayan dekat dengan Min Ji ini menjawab, “Iya, dia adikku. Tapi juga adik dari Luhan. Uhm… Apa… Kau ada ke perluan dengan adikku, Jonghyun ~ssi?” Entah kenapa pertanyaan itu membuatku deg-degan dengan cepat seperti disambar petir. “Ah, tidak apa-apa. Maaf ya?” Aku pun langsung pergi meninggalkan mereka berempat yang melihatku dengan aneh. Ya Tuhan! Ada apa denganku? Apa yang terjadi? Kenapa pertanyaan Xiuminitu benar-benar seperti menanyakan apa aku menyukai adiknya itu? Argh! Aku bingung.

Xiumin’s P.O.V

Jonghyun ~ssi terlihat begitu aneh kenapa tiba-tiba dia ingin mengajak Min Ji. Haish! Ya sudahlah… Aku juga tidak ingin mengganggu kehidupannya. Aku pun langsung mengalihkan perhatian. “Min Ji ~ah, jadi kan? Malam ini, seperti biasa. Kamu mau ikut kan, Yoo Rae? Sepertinya Min Ji ingin kau ikut.” “Jadi dong, oppa.. Ayolah, Yoo Rae, ikut saja yuk? Kau boleh mengajak Jiyoung oppa.” Kata Min Ji dengan senyum lebarnya. Entah kenapa tiap kali aku dan Luhan melihat Min Ji tersenyum lebar, rasanya kami tambah sayang dengannya, seakan tidak ingin kehilangan dia. “Entah kenapa aku selalu menyukai Min Ji saat tersenyum seperti itu. Membuatku tidak bisa marah kepadanya,” bisik Luhan padaku. “Ya! Memangnya aku tidak, Luhan? Dia kan adik kita, tentu saja kita tidak bisa memarahi dia karena dia anak yang begitu sensitive. Ingat hal itu, Xi Luhan!” “Hehehee… Iya aku tahu,” jawabnya dengan canda ciri khasnya.

Yoo Rae’s P.O.V

Aku senang sekali saat akan diajak makan malam lagi, seperti biasa. Tapi, aku sudah berjanji dengan Jiyoung oppa kalau aku akan pulang cepat dan makan di rumah menemaninya. Ya, Jiyoung oppa yang aku maksud ini adalah G-Dragon dari Big Bang, atau yang biasa dipanggil dengan nama GD. Saat ini Jiyoung oppa sedang di rumah karena sakit dan teman-temannya akan datang menjenguk. “Uhm… Min Ji ~ah, sebenarnya aku ingin ikut. Tapi… Saat ini Jiyoung oppa sedang sakit keras, jadi aku harus segera pulang dan membuatkan makan malam untuknya. Maaf ya? Minseok oppa, Luhan oppa, maafkan aku kali ini aku tidak bisa ikut.” “Oh, Jiyoung hyung sedang sakit ya?” tanya Luhan oppa dengan nada sedih. “Hmm.. Oppa, bagaimana kalau kita ke sana menjenguknya. Aku ingin melihat keadaan Jiyoung oppa,” saran Min Ji. Aku kaget saat mendengar kata-kata Min Ji. “Min Ji ~ah, apa benar itu? Kau mau ke rumah dan menjenguk Jiyoung oppa?” tanyaku dengan ragu. “Tentu saja! Kan aku belum pernah ke rumahmu sama sekali. Xiumin oppa, Luhan oppa, ke sana yuk?” “Hmm… Boleh saja. Yoo Rae ~ah, kami akan ke rumahmu. Min Ji akan membantumu memasak,” balas Minseok oppa dengan senyuman riang.

Luhan’s P.O.V

Aku dan saudara-saudaraku akhirnya membatalkan rencana awal malam ini yang seharusnya makan di restoran yang biasa kami datangi berempat. Sebenarnya memang malam ini kami niat mengajak Jiyoung hyung yang baru saja pulang dari world tour nya bersama Big Bang. Tetapi tiba-tiba saja Yoo Rae membawa berita bahwa Jiyoung hyung sakit keras saat pulang. Kami pun sampai di rumahnya. “Wah, Yoo Rae ~ah. Rumahmu besar juga ya?” siapa lagi kalau bukan adik kecilku dengan Xiumin ini yang bertanya? “Terima kasih, Min Ji ~ah. Lain kali aku akan mengajakmu ke sini lagi.” “Terima kasih, Yoo Rae ~ah…” balasnya senang.

-skip-

G-Dragon’s P.O.V

Semua member Big Bang lainnya mendengar suara orang bercakap-cakap saat aku membuatkan teh dan menyiapkan kue untuk mereka. “Itu… Yoo Rae ya? Yang datang..” tanya T.O.P hyung. “Eh? T.O.P oppa dan yang lain sudah datang ya? Jiyoung oppa mana?” tanya Yoo Rae dengan lugu. “Oppa di sini, sayang,” aku pun menjawab saat mendengar pertanyaannya itu dengan suara lemah. “Ish, oppa! Sudah kubilang jangan keluar kamar!!!” katanya kesal. “Maaf, maaf. Abisnya oppa sudah bosan di kamar, hehe..” jawabku dengan tawa kecilku yang lemah seraya aku memberikan baki pada adikku satu-satunya yang aku sayangi ini. “Oppa istirahat saja sana! Biar aku saja yang siapkan!” balasnya dengan nada yang masih terdengar kesal. Member Big Bang lainnya hanya tertawa kecil saja melihatku dimarahi oleh adikku sendiri.

Daesung’s P.O.V

Yoo Rae lucu sekali saat memarahi GD hyung seperti itu. Tapi yang menarik perhatianku adalah tiga orang yang datang bersamanya. Terlebih lagi gadis yang menggunakan seragam yang sama Yoo Rae. GD hyung yang melihatku heran langsung memberitahuku, “Gadis itu sahabat adikku. Lalu kedua namja itu adalah para oppanya. Mereka baru pertama kali datang ke sini.” “Oh” jawabku. Ternyata gadis itu temannya ya? Manis juga anaknya.

Xiumin’s P.O.V

Aku heran kenapa banyak yang melihat adikku ini. Pertama adalah Jonghyun ~ssi saat kami mau pulang sekolah tadi, kedua orang ini. Haduuuuhhhh!!! Pikiranku pusing sekali.. “Mungkin mereka menyukainya,” bisik Luhan menebak pikiranku. “Mungkin juga. Tapi tidak mungkin,” kata batinku. Aku pun mengalihkan perhatian, “Jiyoung hyung, gimana keadaanmu?” “Hanya butuh istirihat banyak aja, Min Seok ~ah,” jawabnya lesu. “Kau sendiri, bagaimana denganmu?” “Sehat kok.. Hyung, mungkin kami bertiga akan lebih sering ke sini. Sepertinya..” Sebelum aku mengatakannya, aku melihat Jiyoung hyung mengangguk tanda mengerti. “Tanpa kau beri tahu aku juga sudah tahu kok. Aku pun tersenyum dan pergi ke dapur bersama Luhan.

Luhan’s P.O.V

Aku yang sedari tadi tidak ikut berbicara akhirnya mengeluarkan suara. “Hyung, cepat sembuh ya? Kalau tidak nanti beneran jadi naga loh” aku sedikit meledek Jiyoung hyung agar dia tetap terlihat senang walau sedang lemah. “Ya! Xi Luhan! Kau kira ini aku apa, huh??” bentak Jiyoung hyung yang tiba-tiba terbatuk karena ulahku. Aku langsung kabur ke dapur menyusul Minseok. Yang mendengarnya malah tertawa terkikik-kikik karenaku. Aku pun  bisa melihat bahwa Minseok, Min Ji dan Yoo Rae juga tertawa mendengar ledekanku.

-skip-

Min Ji’s P.O.V

Akhirnya kami bertiga pulang. Aku langsung mengecek kotak surat saat baru sampai di depan rumah untuk melihat apa ada surat yang datang apa tidak. Ternyata ada sebuah dari appanya Luhan oppa untuknya. “Luhan oppa, ada surat dari ahjussi,” kataku yang langsung menyerahkan surat itu padanya. “Oh, terima kasih, Min ji ~ah” Kami bertiga langsung masuk ke rumah dan aku pun langsung pergi ke kamar untuk  mandi. Selesai mandi, aku kembali turun untuk membantu Minseok oppa menyiapkan cemilan malam.

Luhan’s P.O.V

Ada apa dengan appa? Tumben dia mengirim surat untukku. Aku langsung membacanya:

“Luhan, appa akan segera pulang ke Korea. Appa ingin sekali menjengukmu karena appa sangat merindukanmu serta Minseok dan Min Ji. Apa kalian juga merindukanku? Maaf, appa lama sekali memberi kalian kabar. Tapi, appa akan segera kembali pada kalian. Appa akan sampai di Incheon airport pada hari Minggu, sekitar pukul 14.40 siang. Apa kau serta Minseok dan Min Ji bisa menjemputku? Appa akan sangat bahagia apabila kalian menjemputku. Appa tidak akan pergi meninggalkan kalian lagi, tidak akan pernah. Oh ya. Appa dengar kalian sudah menjalani sekolah di semseter baru ya? Selamat ya anak-anakku? Terutama Min Ji kecil. Appa sangat bahagia sekali saat mengetahui dia sekarang satu sekolah denganmu dan Minseok. Saat appa berada di Korea nanti, appa akan mentraktir kalian.

Salam sayang,

Appa                                                                                                                                “

 

Aku langsung menitikkan air mata karena appa akan pulang dan tidak akan meninggalkanku serta Minseok dan Min Ji. Mereka berdua memang sudah menganggap appaku itu adalah appa mereka sendiri karena kedua orang tua mereka telah tiada. Mereka juga sudah berusaha keras untuk hidup, terutama Minseok, karena dialah yang paling berusaha keras untuk melakukan pekerjaan apapun untuk menghidupi Min Ji yang masih kecil pada saat itu. Aku pun langsung mengabari mereka. “Minseok ~ah, Min Ji ~ah, appa akan pulang! Appa akan pulang!” teriakku.

Xiumin’s P.O.V

Aku kaget sekali saat Luhan berteriak seperti itu. “Benarkah? Ahjussi akan pulang??” tanyaku girang. “Iya, dia yang mengatakannya sendiri dalam surat ini. Dia juga mengatakan kalau dia tidak akan pergi lagi meningglkan kita,” aku pun langsung menjawab. “Ahjussi pulang!! Ahjussi pulang!!” teriak Min Ji. “Aish, Min Ji ~ah, bisakah lebih tenang sedikit? Kau menganggu para tetangga,” aku pun menjitaknya dengan pelan. “Ah, maaf, oppa. Aku begini karena aku sangat senang karena ahjussi akan pulang,” jawabnya seraya memelukku. Aku dan Luhan pun tersenyum melihatnya yang memang selalu meminta maaf. Sifatnya ini yang membuat kami selalu ingin menjaganya, tidak ingin dia kenapa-kenapa.

-skip-

Min Ji’s P.O.V

Tepat hari Minggu, aku pergi ke Incheon airportmenunggu kedatangan ahjussi bersama Minseok oppa dan Luhan oppa. Sambil menunggu, aku memohon pada Minseok oppa dan Luhan oppa agar kami makan di tempat yang biasa kami datangi saat di airport. “Oppa, ayo kita makan di tempat biasa…” ambekku kepada Minseok oppa dan Luhan oppa. “Baiklah, ayo! Aku yang traktir deh..” ajak Luhan oppa. Yup! Tempat itu bernama BB World Resto. Tempat itu pusatnya ada di dekat gedung YG, serta dekat dengan gedung KBS, SBS, serta MBC. Tempat itu kepunyaan semua member Big Bang bersama. Namanya saja BB World Resto (BB = Big Bang). Kami bertiga selalu diberi diskon yang jauh lebih murah karena kami termasuk kerabat Big Bang. Tentu saja! Kami pun duduk di sana dan memesan makanan kesukaan kami.

T.O.P’s P.O.V

Aku sedang makan di resto yang kami, Big Bang, buat di cabang Incheon airport bersama anak-anak Big Bang lainnya selain GD. Tiba-tiba saja aku melihat teman-teman Yoo Rae. “Eh, kalian bukannya teman-temannya Yoo Rae ya?” langsung saja aku bertanya pada mereka yang baru saja duduk dan memesan makanan. Gadis itu menengok ke arah kami yang sedang menunggu pesanan kami. “Ah, oppadeul bukannya yang pernah datang ke rumahnya ya?” tanyanya seraya terlihat terkejut sedikit. “Iya, kami ini teman-temannya GD… Eh, mkasudku Jiyoung,” kata Taeyang memberi tahu. “Eh? Kalau tidak salah Yoo Rae memberi tahuku.. Kalau tak salah….” Kami berempat melihatnya sedang berpikir. Langsung saja Seungri menjawab, “Big Bang. Tapi jangan sampai ketahuan ya kalo kami di sini?” “Eh, iya Big Bang. Hehehee… Maaf aku lupa…” jawabnya sambil menjulurkan lidahnya dengan imut.

Jonghyun’s P.O.V

Aish… Kenapa eomma yang menyuruhku menjemput Jongwoon hyung? Yah, tapi setelah dipikir-pikir, aku memang tidak pernah sekalipun menjemputnya di bandara. Aku pun iseng berjalan ke BB World Resto yang berada di situ. Sekali-sekali aku ingin makan tteokbokki khas situ. Kata anak-anak enak sekali. Aku kaget saat melihat Kim Min Ji sedang duduk berbincang bersama Xiumin dan Luhan. Tapi, aku tidak begitu mengenali empat orang yang berbincang bersama mereka bertiga. Aku ragu-ragu untuk masuk ke sana dan aku memutuskan untuk tidak makan di sana. “Jonghyun ~ssi? Sedang apa? Mau makan ya? Makan di sini saja..” Aku langsung cangung ketika Xiumin memanggilku. Tapi aku tidak bisa menolak tawarannya dan aku pun mendatanginya. Ternyata yang sedang bersama mereka adalah empat member Big Bang. Betapa bodohnya aku kenapa sampai aku tidak mengenali wajah mereka.

Yesung’s P.O.V

Akhirnya aku sampai juga di Incheon airport. Aku pun memulai mencari Jonghyun. Kata eomma dia akan menjemputku. Tapi, haish.. Kemana perginya anak itu? Jonghyun ~ah kemana kau? Aku menelponnya dengan cepat. “Jonghyun ~ah, kau dimana?” “…” “Oh, ya sudah, aku ke sana.” Dasar anak ini, ternyata malah makan dia. Aku pun berjalan dengan cepat ke tempat dimana Jonghyun makan. Akhirnya aku menemukannya. “Ya! Kim Jonghyun! Kenapa tidak menunggu?” tanyaku sambil menahan amarahku. Kulihat Jonghyun langsung menoleh ke arahku. “Oh, maaf, hyung. Tapi aku benar-benar kelaparan. Eomma menyuruhku berangkat tanpa memperbolehkanku makan dahulu.” Yah, tapi aku bisa melihat dari matanya. “Ya sudah. Cepat habiskan dan kita pulang. Hyung sudah capek!” “Iya, hyung..”

Luhan’s P.O.V

Aku merasa sedikit heran dengan Jonghyun ini. Dia terlihat tidak senang dengan apa yang diberikan oleh keluargya. Aku melihat ke arah Minseok yang memang merasakan hal yang sama denganku. Minseok memberikan kedipan padaku yang akhirnya aku mengerti dan segera aku membayar makanan pesanan kami bertiga, tentu saja diskon karena Jiyoung hyung. Kami bertiga berpamitan kepada empat member Big Bang yang ternyata juga ingin pergi. Sebenarnya aku dan yang lain hendak meninggalkan Jonghyun dan hyungnya ini. “Eh, kalian… Mau kemana?” tanyanya dengan keheranan. Aku langsung menjawab dengan singkat, “Menjemput appa kami.” Kami langsung pergi ke arah tempat yang tidak begitu jauh untuk menjemput appa.

-to be continued-

Satu pemikiran pada “True Love (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s