True Love (Chapter 2)

Title                 : True Love (Chapter 2)

Author             : @NissEXO

Length             : Chaptered

Genre              : Family, Romance, Sad

Cast                 : Xi Luhan (EXO-M)

Hwang Chansung (2PM)

Kim Min Ji (OC)

Kim Min Seok/Xiumin (EXO-M)

Kim Jonghyun (SHINee)

Supporting      : Kwon Yoo Rae (OC)

Kwon Jiyoung/G-Dragon (Big Bang)

Choi Seung Hyun/T.O.P (Big Bang)

Kim Jong Woon/Yesung (Super Junior)

Hwang Chansung (2PM)

KangTa

Untitled-1

Summary         : “Jonghyun oppa! Bagaimana ini?” tangis Min Ji. “Ada apa? Kenapa kau menangis? Minseok ~ ah, Luhan ~ah!” Jonghyun terlihat bingung. Akhirnya Luhan menceritakan semuanya.

 

NB                  : Ini adalah ff per chapter pertamaku dan hanyalah karya fiksi. Maaf ya kalo aga gaje sedikit? Maklum, walo aku suka baca ff, tapi aku juga suka nulis ff walo baru dikit. Blom punya pengalaman soalnya 😛 langsung aja deh…

~”~

“Eh, kalian… Mau kemana?” tanyanya dengan keheranan. Aku langsung menjawab dengan singkat, “Menjemput appaku.” Kami langsung pergi ke arah tempat yang tidak begitu jauh untuk menjemput appa. –Luhan’s P.O.V-

 

KangTa’s P.O.V

Rasanya rindu sekali dengan kampung halamanku. Ya, Seoul adalah kampung halamanku, tempat aku dilahirkan dan dibesarkan. Ah, tentu saja sampai aku memiliki anak-anak yang sangat aku rindukan. Siapa lagi kalau bukan Luhan, Minseok dan Min Ji. Sebenarnya anakku satu-satunya adalah Luhan. Tapi karena Minseok dan Min Ji sudah tidak memiliki orang tua lagi, aku pun menganggap mereka anak-anakku untuk menemani Luhan. “Appa..!! Itu appa kan??” Seorang namja yang terlihat berumur sekitar 22 tahun itu meneriakiku. “Oh, Luhan ~ah. Ya Tuhan, kau sudah besar..” Aku langsung berjalan cepat ke arahnya dan langsung memeluknya. “Appa, selamat datang kembali, appa. Aku sangat merindukanmu.” “Appa juga merindukanmu.” Kualihkan pandanganku ke arah Minseok dan Min Ji yang terlihat iri pada kami. “Kalian berdua kemarilah. Kalian juga anak-anakku.”

Xiumin’s P.O.V

Aku dan Min Ji langsung ke arahnya untuk memeluknya. “KangTa ahjussi…!!! Selamat datang….!!!!” teriak Min Ji, adik kecilku ini. “Aigoo.. Min Ji ~ah.. Putriku yang manis. Ingatlah ini tempat umum, sayang.” “Ah, maaf,” jawabnya malu sambil mencium pipinya. “KangTa ahjussi, selamat datang kembali. Sudah lama tidak bertemu dengan ahjussi,”kataku seraya memeluknya. “Gomapta, Minseok ~ah. Ngomong-ngomong, aku ada permintaan pada kalian berdu, Minseok ~ah, Min Ji ~ah.” Aku dan Min Ji saling tatap mata bingung. “Ada apa, ahjussi?” tanya Min Ji. “Kalian panggil aku appa saja seperti Luhan. Kalian kan sudah kuanggap anak-anakku sendiri. Kenapa masih memanggilku ahjussi?” “Benarkah itu?” “Tentu saja, Minseok ~ah. Kenapa tidak?” Kulihat Min Ji langsung memeluknya dan memanggilnya appa. Aku, Luhan dan KangTa ahjussi.. Ah, bukan.. KangTa appa maksudku, tersenyum lembut melihat tingkag Min Ji yang kekanak-kanakan tapi menggemaskan ini.

-skip-

Luhan’s P.O.V

Hari Rabu! Astaga, sudah tiga hari appa berada di rumah bersama kami bertiga. Rasanya bahagia sekali appa tidak akan pergi-pergi lagi ke luar negeri. Eh, tapi ada yang aneh dengan Jonghyun selama tiga hari ini. Dia sekarang dimusuhi oleh anak-anak satu sekolah. Ada apa ya? Rasanya ingin mendekatinya untuk mengetahui masalahnya, tapi tidak bisa. Akhirnya aku mencari Minseok dan Min Ji untuk membicarakan hal ini. Aduuuhhh… Ada dimana mereka? “Luhan oppa!” Kudengar panggilan itu. “Ah, Yoo Rae ~ah. Eh, apa kau melihat Minseok dan Min Ji?” tanyaku saat dia sudah dekat denganku bersama Jiyoung hyung. Dia menggeleng. “Belum. Untuk hari ini aku belum melihat mereka. Bukannya mereka bersama oppa?” “Tadi sih pas berangkat iya. Tapi mereka bilang mau ke suatu tempat dulu tapi aku tida tahu.”

Jiyoung’a P.O.V

Aku sedikit terkejut dengan jawaban Luhan. Apa dia ada masalah dengan adikku? Tidak mungkin! Tapi aku melihat kemana Minseok dan Min Ji pergi yang memang belum kuberitahukan pada adikku. “Sepertinya tadi aku melihat mereka.” “Oh ya? Kemana, hyung?” “Sepertinya aku tadi melihat mereka ke arah gedung olahraga. Entah apa yang mereka lakukan di sana.” “Terima kasih, hyung!” Aku dan Yoo Rae melihatnya berlari ke arah gedung olahraga.

Min Ji’s P.O.V

Aduh, aku tidak mengerti apa yang appa katakan tadi. Aku bingung maksudnya. Oh, tapi entah kenapa saat aku berada di dekat Jonghyun oppa, aku merasa ada yang aneh denganku. Apa aku menyukainya? Ah, sepertinya aku memang menyukainya. “Oppa, sepertinya aku…” “Kamu kenapa? Ada sesuatu yang mengganggumu? Biar oppa usir..” “Ah, bukan, oppa… Yang ingin kukatakan itu adalah kalau aku… Mulai…” Aku mulai gugup untuk mengatakannya pada oppa. “Mulai apa?” tanyanya lembut. “Mulai… Menyukai Jonghyun oppa,” jawabku jujur.

Xiumin’s P.O.V

Ah, ternyata dia hanya ingin mengatakan hal ini denganku. “Jadi ini maksudmu mengajakku ke sini?” Dia mengangguk mengiyakan. “Apa aku tidak boleh menyukainya, oppa?” “Bukannya tidak boleh. Aku merasa sedikit khawatir dengan sikapmu dari dua hari lalu karena kau selalu diam.” “Oh… Tapi, oppa. Apa oppa mengizinkanku kalau aku…” “Tentu saja aku izinkan! Kalau kau memang menyukainya, silahkan. Oppa tidak marah,” balasku sambil mengelus kepala adikku ini. Aku tersenyum saat melihatnya tersenyum gembira. “Ya! Minseok ~ah, Min Ji ~ah!” Kami menengok. “Ada apa, Luhan oppa?” “Ada yang harus kubicarakan dengan kalian!” Segera kuberitahu mereka tingkah Jonghyun yang aneh selama tiga hari ini.

-skip-

Jonghyun’s P.O.V

Aku…. Tidak tahu kalau Jong Woon hyung ternyata bukan kakak kandungku. Appa dan eomma juga bukan ayah kandungku. Lalu? Aku ini apa? Aku dianggap apa oleh mereka? Anak angkat? Kalau begitu, kemana perginya keluarga kandungku? Ah! Aku bingung sekali! Aku sedih kalau mengingatnya. Aku juga berpikir kalau ternyata Jong Woon hyung sebenarnya memang memiliki adik, tapi bukan aku. Mungkin saja orang yang bernama Hwang Chansung itu. Aku selalu mendengar namanya dari pembicaraan appa, eomma dan Jong Woon hyung. Aku pun masuk kelas berbarengan dengan sungsaenim. “Selamat pagi,” sapanya. “Selamat pagi, sungsaenim,” balas kami serempak. “Hari ini ada murid pindahan dari Meokpo. Masuklah.” Eh? Murid baru? Benarkah? Kenapa aku mulai merasa gugup? Aku melirik ke arah Luhan dan Xiumin yang sedari tadi melihatku. Apa mereka mengkhawatirkan keadaanku. Mungkin!

Luhan’s P.O.V

Entah kenapa saat aku dan Minseok bertatapan mata dengan Jonghyun, dia merasa sangat kesepian dan juga takut. Aku juga melihatnya merasa gugup. Apa mungkin dia gugup karena murid baru ini. Kami semua pun melihat murid baru itu. “Baiklah, perkenalkan dirimu pada yang lain,” kata sungsaenim pada anak itu. “Annyeonghaseyo. Hwang Chansung imnida. Panggil saja Chansung,” kata anak itu. Nama anak itu Chansung. Lalu aku melihat ke arah Jonghyun yang mulai ketakutan yang kemungkinan mendengar namanya.

Chansung’s P.O.V

Aku melihat namja yang bernama Jonghyun itu. Huh! Ternyata namja itu hanya namja ingusan saja. Setelah itu aku dipersilahkan duduk di bangku kosong. Hah! Tepat di belakangnya! Sekali bertemu saja aku memang tidak menyukainya sebagai saudaraku. Selama pelajaran ini membuatku cepat bosan. “Hey, kau namanya Chansung kan?” Aku mendengar namaku dipanggil dan segera aku menoleh ke arah suara itu. “Oh, iya, aku Chansung. Ada apa?” “Kenalkan, aku Luhan dan yang ini Minseok,” kata namja yang ternyata bernama Luhan. “Oh”

Xiumin’s P.O.V

Aku berbisik pada Luhan, “Sombong sekali dia.” Luhan mengangguk tanda setuju. Aku pun berkata padanya bahwa aku ingin menyapa Jonghyun saat istirahat. “Aku ikut..” Aku mengangguk. Bel pun berbunyi. Kami berdua melihat Jonghyun yang langsung keluar kelas bertepatan bel berbunyi. Aku pun berdiri sambil berkata pada Luhan, “Aku mau ke kelas Min Ji. Tolong bereskan ya, Luhan?” Luhan yang sedang memasukkan buku-bukunya ke dalam tasnya mengangguk. Aku tahu dia mengerti maksudku. Aku pun langsung mengejar Jonghyun untuk menanyakan masalahnya.

Min Ji’s P.O.V

Ah, akhirnya bel istirahat berbunyi. Aku dan Yoo Rae segera keluar kelas untuk makan di kantin. Tiba-tiba saja aku menubruk seorang namja yang tidak kukenal. BRUG! “Aduh…. Hati-hati dong kalau berjalan!!!” bentakku sambil melihat ke arahnya. Tapi namja itu hanya melewatiku dan Yoo Rae. Ih, sombong sekali dia! Tapi aku tidak peduli padanya. Aku hanya memikirkan Jonghyun oppa. Aku dan Yoo Rae melihatnya bersama Minseok oppa di kantin sekolah. Kami langsung pergi ke arah mereka. “Jo-Jonghyun oppa??” panggilku dengan wajah sedih. “Oppa ngga apa-apa kan??” “Ah, Min Ji ~ssi. Aku…” Aku melihatnya melirik ke arah Mineok oppa yang langsung mengangguk ke arahnya. “Aku ingin memberitahumu sesuatu.” “Ada apa?” Setelah dia menceritakan semuanya, aku langsung terkejut. Aku memberitahunya mengenai diriku dan Minseok oppa setelah oppa mengizinkanku. Setelah itu aku juga mengatakan, “Tapi kami tidak apa-apa, oppa, selama ada Luhan oppa dan KangTa appa.”

-to be continued-

Satu pemikiran pada “True Love (Chapter 2)

  1. rada bingung..knp minji tiba2 bisa suka sama jonghyun pdhl baru beberapa kali ketemu..knp jonghyun djauhin teman 1 sekolah..bnyak yg g jelas chingu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s