I Do Love You (Xi Luhan’s Diary)

I DO LOVE YOU (XI LUHAN’S DIARY)

               Author : @leedonghyunn / @levinialdora

I do love you (luhan's)

+++

Pernahkah kalian benar-benar memikirkan apa itu arti ‘cinta’ yang sebenarnya? Cinta yang tanpa pamrih, cinta yang rela membiarkan orang itu mencintai orang lain selama dia bahagia, cinta yang tak mengharapkan balasan. Cinta yang memberikan 1001 maaf, cinta yang selalu mengingat seluruh kata ‘terima kasih’, ‘halo’, dan ‘selamat malam’ yang diucapkan olehnya. Dan cinta yang sampai akhir, cinta yang menyayangi, mengasihi, sekaligus melindungi.

Aku pernah. Dan aku menyadarinya. Meskipun aku seseorang yang bahkan masih harus bertanya pada orang lain dengan wajah polos, ‘Apa perbedaan antara cinta dan suka?’. Meskipun aku seseorang yang tak pernah terpikirkan akan memiliki sebuah cinta yang tulus, cinta yang sebenarnya. Tapi saat aku melihatnya, aku tahu. Aku mengerti bahwa itu cinta. Cinta dalam arti yang sebenarnya.

Beribu-ribu kali aku mengatakan perasaanku, dan beribu-ribu kali pula aku harus terus menunggu. Menunggu mulut kecil itu mengatakan ‘saranghae’, tapi aku tahu yang sebenarnya.. bahwa kata-kata itu takkan keluar dari mulutnya. Tapi, ini memang cinta yang sebenarnya kan? Cinta yang tak mengharapkan balasan, cinta yang tulus..

Ada pepatah mengatakan ‘laki-laki hanya boleh menangis dua kali dalam hidupnya : saat ia lahir ke dunia ini, menangis untuk kedua orangtuanya. Dan terakhir tangisan untuk orang yang sungguh-sungguh ia sayangi.’ Tapi aku takkan menangis. Hanya untuknya, benar-benar hanya untuk dia seorang, aku benar-benar ingin menjadi seorang namja. Menjadi namja dewasa yang dapat melindunginya. Yang selalu dapat memeluknya erat, mengatakan kata-kata indah saat dia bersedih. Yang selalu dapat menasihatinya, dapat mendengarkan seluruh kisahnya dan mengatakan hal-hal yang dapat meringankan bebannya. Aku ingin menjadi namja seperti itu untuknya.

Aku ingin dia melihatku sebagai seorang namja. Aku ingin dia mengatakan, ‘terima kasih sudah menghiburku’ padaku sambil tersenyum. Aku ingin dia mengatakan, ‘berada di pelukanmu membuatku tenang’ padaku. Aku…aku benar-benar sangat sangat menyayanginya.

Kadang aku menyesal dengan wajahku. Wajahku yang menurutnya terlihat seperti anak-anak. Aku benci saat dia tersenyum padaku dengan pandangan, ‘Aduh, lucunya anak ini’. Aku benci saat dia menatapku dengan pandangan meremehkan. Dan aku benci saat dia memperlakukanku seperti seorang anak. AKU ADALAH SEORANG NAMJA! NAMJA DEWASA YANG MENCINTAINYA!

Aku bukanlah boneka, dan aku benci kenyataan bahwa aku terlihat seperti sebuah boneka. Dan aku benci kenapa aku diberikan sifat seperti anak-anak yang membuat segalanya semakin menyusahkan dan menyebalkan. Aku benci kenyataan dia menatap namja itu, Byun Baekhyun, dengan pandangan yang berbeda. Menatap dan memperlakukan namja itu seperti namja dewasa. Dan aku benci kenyataan bahwa dia merasa sangat nyaman di sebelah Baekhyun, merasa aman dan terlindungi. Dan aku juga benci dengan kenyataan bahwa Baekhyun-lah namja yang paling dekat dan mengerti dirinya sejak puluhan tahun lalu.

Melihatnya merasa sedih dan terlihat tak baik-baik saja karena namja lain membuat dadaku sesak. Aku cemburu, asal kau tahu. Tapi, aku memang benar-benar mencintainya, kan? Bagiku, membuatnya kembali ceria jauh lebih penting dibandingkan perasaanku sendiri. Tak memedulikan betapa inginnya aku menjadi namja itu, betapa menyesalnya aku, kenapa bukan aku orang yang mengenalnya sejak dulu. Dan betapa kesalnya aku pada namja yang berani menyia-nyiakan seorang yeoja luar biasa sepertinya begitu saja.

Dan.. kau! Aku tahu perasaanmu, babo! Saat kau mengatakan ‘aku akan mencoba menyayangimu sebagai seorang namja’, aku tahu semua yang kau katakan itu tak benar, kau hanya membohongi perasaanmu sendiri. Kau hanya menggunakanku untuk melupakannya, aku mengetahuinya. Tapi, aku benar-benar bodoh kan? Aku bahkan menikmati masa-masa indah yang hanya sesaat itu bersamamu biarpun aku tahu hanya akulah yang bahagia. Hanya akulah yang mencintaimu begitu besar.

Dan pada akhirnya, pura-pura tak tahu segalanya memang jauh lebih menyakitkan pada akhirnya. Benar-benar sakit di dalam sini, rasanya benar-benar menyayat. Dan aku benar-benar benci dengan kenyataan kenapa aku harus mendengar segalanya secepat ini. Bahkan aku sudah mati-matian berhenti memikirkan segala kebenaran itu dan hidup dalam ilusiku sendiri. Tapi saat aku melihat yeoja itu berdiri dengan air mata di wajahnya, segalanya berubah. Aku sadar aku masih seorang namja yang sangat mencintainya. Dan itu tak berubah.

Aku memeluknya untuk pertama kalinya, menahan segala sakit dan menangis dalam hatiku. Pada akhirnya aku berhasil menjadi seorang namja baginya. Pada akhirnya aku berhasil menjadi seseorang yang sejak dulu aku inginkan, di dalam kesedihanku. Tapi aku merasa menang. Karena aku dapat membuat air matanya berhenti mengalir, bahkan tak peduli siapa yang ia tangisi. Pada akhirnya, ini memang cinta. Cinta yang membuatku tersenyum disaat aku seharusnya menangis.

Dan mendengar segala kebenaran dari mulutnya sendiri, bahkan aku menangis tersedu-sedu dalam hatiku, dengan senyum palsu di bibirku. Dan aku memaksa diriku untuk tak membuatnya sedih, untuk membuatnya tak khawatir. Untuk terakhir kalinya ini, aku ingin membuatnya bahagia seperti yang sudah kulakukan selama ini. Dan segalanya benar-benar pecah berantakan saat dia pergi menjauh dengan namja itu. Dengan namja yang dia cintai selama ini. Dengan namja yang memang seharusnya berjalan bersamanya. Dan aku cukup tahu diri untuk tak mengejarnya dan menariknya kembali, karena saat ini dia sudah kembali ke tempat di mana dia berada seharusnya.

Segalanya serasa berakhir dan waktu terasa berhenti saat aku berjalan di tengah hujan deras, seakan langit ini tahu apa yang sedang kurasakan. Mengeluarkan air mata yang kusimpan dalam hatiku. Bahkan rasa sakit dan dingin dalam hatiku lebih menyakitkan dan menyedihkan dibanding hujan deras yang sedang menerpaku saat ini. Aku sadar sekarang, apa yang sudah pergi memang terasa lebih berharga.

Selama 3 tahun ini, dia adalah yeoja satu-satunya, pertama dan..mungkin yang terakhir. Selama 3 tahun ini, aku belajar bagaimana tulus mencintai yeoja sepertinya. Bagaimana dia berharga untukku, bagaimana aku mencintainya, bagaimana setiap apapun yang dia lakukan selalu membuatku terpana akan kecantikannya. Bagaimana aku ingin menjaganya, bagaimana aku selalu ingin menjadi namja yang keren di matanya..

Dan bagaimana aku melihatnya pergi, bagaimana aku tak dapat mengenggam tangannya..

Dan bagaimana aku dapat mendengar suaranya di tengah suara hujan yang sangat deras. Bagaimana aku melihatnya melambaikan tangan sambil tersenyum lega ke arahku, bagaimana aku berlari ke arahnya tanpa peduli apapun. Aku hanya ingin meraih tangannya lagi, aku hanya ingin memeluknya satu kali lagi, aku hanya melihatnya.

Bahkan di saat aku merasa sangat lelah dan ingin menutup mataku, aku masih terus melihatnya. Mataku hanya tertuju padanya, dan aku sangat ingin mengangkat tanganku untuk menghapus air matanya. Tapi semuanya terasa tak mungkin lagi, semuanya terasa kaku. Dan aku merasa aku harus menyerah sekarang, rasanya seluruh tubuhku sangat lelah dan aku butuh istirahat.

Dan kata-kata terakhir yang kudengar sebelum aku menutup mataku membuatku tersenyum. Pada akhirnya, setelah 3 tahun ini, aku merasa sangat bahagia. Meski harus disaat seperti ini, aku sangat bahagia. Dan aku tersenyum, tersenyum untuknya. Tersenyum untuk yeoja yang mengatakan ‘XI LUHAN, AKU JUGA MENYAYANGIMU’ di detik terakhirku melihatnya. Tersenyum untuk terakhir kalinya pada yeoja itu. Lee Jihyun.

Untuk cinta pertamaku yang menangis untukku di tengah hujan, aku sangat menyayangimu..

 

28 pemikiran pada “I Do Love You (Xi Luhan’s Diary)

  1. T.T trnyata luhan bnran mati ya ?? Klo aku jd cast yeoja aku ga akan nyia2in luhan.. Tp sayang cast yeoja sukanya sama baekhyun.. Pdhal selama ini ada yg selalu merhatiin dia yaitu luhan.. Semoga suatu hari nanti aku jg bisa dapet namja yg kaya luhan.. Dia namja yg sabar (˘̩̩̩˛˘̩ƪ)

  2. Ih kok luhan mati? Ahh jangan gitu dong thorr, kan jihyun baru aja sadar kalo emang ternyata dia suka sama luhan. Masa luhannya langsung mati? Kesian dong jihyun nya harus sad lagi, trus sena sama baekhyun endingnya gimana tuhh? Buat sequelnya lg dong thor biar lebih jelas endingnyaa! Keep writing! Aku suka bgtt!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s