My Lovely HUNey (Chapter 1)

My Lovely HUNey Chapter 1

Author                : Shailee Jay ^^ (ini nama english nya author :D)

Main Cast           : Hwang Soo Mi (OC), Oh Se Hoon (EXO-K), Huang Zi Tao (EXO-M), Xi Lu Han (EXO-M), Lee Jiyeon (OC)

Other Cast          : hmm.. cari sendiri yaa ^^

Rating                 : PG 15+

Length                : Chaptered

Genre                  : Romance, Frienship, AU

Warning!!

Kalau yang ngga suka, JANGAN DIBACA! Oke? ^^

Note :

Annyeong ^^

Balik aku balik lagi nih bawa sequel nya A ‘Showa’ Beautiful Girl yang kemaren 😀

Bagi yang belum puas sama ending nya silahkan baca sequelnya ini,

Tapi inget kalo ada sesuatu yang ngeganjel (?) langsung komen ya? 😀 hihihi

Mian banget kalo ceritanya makin gaje dan banyak typo nya L

Happy reading! ^^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author’s POV

Soomi tersenyum sendiri sambil melihat pemandangan malam dikota Seoul. Beruntung sekali rumah barunya berada didataran tinggi yang jauh dari polusi dan diselimuti oleh kesejukkan alam. Letak rumahnya bisa dibilang sedikit jauh dari keramaian kota. Maka dari itu suasana didalam rumahnya begitu sepi. Terkadang ia memainkan musik waltz atau jazz dengan keyboard yang terpampang jelas didepannya sekarang. Tapi sering kali ia menghabiskan waktunya bersama Sehun.

Ah, ini bukan hanya rumah Soomi. Tapi ini juga rumah Sehun. Sudah dua minggu lamanya mereka tinggal serumah. Dan itu yang menyebabkan keadaan kembali membaik setelah kejadian waktu itu. Mereka sering sekali tertawa bersama. bahkan mereka juga pernah tidur bersama didalam kamar Soomi. Dan lagi-lagi mereka dipergoki kedua orangtua mereka, hingga akhirnya mereka terus didorong untuk mengucapkan janji suci mereka sama seperti waktu itu (baca A ‘Showa’ Beautiful Girl chap 1). Orangtua mereka selalu saja salah paham pada apa yang telah mereka lihat. Padahal Sehun dan Soomi tidak pernah melakukan hal-hal buruk atau hal-hal yadong yang ada diotak orangtua mereka. Kecuali ciuman ‘panas’ tentunya (itupun kadang, sangat jarang).

Kadang mereka merasa canggung dengan status mereka saat ini. BERTUNANGAN. Masing-masing diantara mereka sudah mempunyai satu barang yang melingkar dijari masing-masing. Dijari Sehun, terukir nama Soomi. Dan juga sebaliknya. Tapi dengan pintar mereka bisa mencairkan suasana dan aura canggung dari keduanya.

“Apa yang sedang kau lakukan disitu?”

Soomi terlonjak kaget dan segera sadar dari lamunannya ketika suara cempreng (?) Sehun terdengar jelas ditelinganya.

“Ya! Bisakah kau tidak mengagetkanku? Kau ingin membuatku mati perlahan-lahan huh?!”

“Aigoo. Kau ini kenapa? Apakah kau sedang datang bulan, Soo-ya? Kenapa kau sensitif sekali?”, tanya Sehun bertubi-tubi. Tapi hanya dijawab dengan death glare dan tatapan dingin yang menusuk dari Soomi.

“Okay, okay, aku mengerti. Jangan berikan aku tatapan mautmu itu, Soo-ya”, pinta Sehun sambil menatap Soomi ketakutan.

“Lalu kenapa kau menggangguku dan menghancurkan mood ku malam ini hah?”

“Aku bukan bermaksud seperti itu. Hanya saja, apa kau tidak takut malam-malam begini melihat hutan?”

“Sehun! Ini bukan hutan tapi pemandangan indah!”

“Indah apanya? Hujan begini kok indah?”

“Memang sedang hujan diluar. Tapi itu tidak menutupi keindahan dikota Seoul in, Sehun-a. Aku sangat menyukainya”

Soomi kembali menatap jendela yang full kaca itu dengan senyuman indah diwajahnya. Sehun bisa melihat kecantikkan ‘yeoja’nya itu dari pantulan kaca jendela. Betapa bahagianya ia bisa mendapatkan calon anae yang cantik dan baik hati seperti Soomi. Meskipun kadang-kadang yeoja itu selalu membuatnya takut, marah, dan kesal. Tapi ia akui bahwa ia sangat mencintai yeojanya itu.

Sehun mendekati Soomi yang memejamkan matanya. Dipeluknya erat tubuh Soomi dari belakang. Membuat yeoja itu kaget dan mencoba untuk berontak. Bahkan detak jantungnya pun berdetak 2x lebih cepat dari biasanya. Tapi Sehun dengan cepat memeluk dan mengunci kembali seluruh tubuh Soomi untuk tetap melekat ditubuhnya. Ia menaruh dagunya dibahu Soomi. Dan mengucapkan sesuatu yang tidak Soomi kira sebelumnya.

“Saranghae, chagiya..”, ucapnya lembut.

Sehun menutup matanya, merasakan berapa nyamannya mendekap Soomi. Tidak dengan Soomi yang masih kaget dengan perlakuan manja Sehun. Tapi disisi lain ia pun sama nyaman nya dengan Sehun. Akhirnya dia pun menggenggam tangan Sehun yang berada diperut rampingnya. Menutup matanya, sama seperti yang Sehun lakukan sekarang.

Sekolah sedikit ramai kali ini. Bukan karena mendiskusikan pelajaran, sekolah ramai karena ada sesuatu yang akhirnya terungkap. Apakah itu?? Let’s cekidot!

“Jiyeon! Lee Jiyeooon!!”, teriak Minji saat masih diluar kelas. Ia pun menghampiri Jiyeon dengan wajah capeknya karena tadi habis lari mati-matian dari kantin.

“Wae geurae, Minji-a?”, tanya Jiyeon saat Minji sudah ada didepannya, masih ngos-ngosan.

“Itu.. hosh.. hosh.. itu.. hosh.. hosh…”

“Tenang dulu, ini minum”

GLUK.. GLUK..

“Begini, tadi aku kan ke kantin—“

“Intinya saja”

“Ada rumor bahwa Tao dan Soomi berpacaran!”

“MWO?!”

Jiyeon dan Minji terlonjak kaget karena yang kaget karena perkataan Minji adalah Sehun yang bangkunya ada dibelakang mereka. Tanpa menunggu apapun lagi, Sehun langsung pergi ke kantin.

Soomi yang baru keluar dari perpus bersama Tao mendapat tatapan menusuk dari yeoja-yeoja yang dilaluinya. Meskipun ia sudah biasa menerima itu semua tapi itu membuatnya risih.

“Sunbae, kenapa banyak yang melihat kita dengan pandangan tidak suka?”, tanya Soomi pada Tao sambil berbisik.

“Dwaesseoyo, Soo-ya. Mungkin mereka iri karena kau berjalan dengan King of Sports disekolah ini”, ucap Tao pede sambil menepuk dadanya. Bukan King of Sports seharusnya, tapi Prince Panda :p wkwkwk

“Sunbae, aku serius!”, kata Soomi sambil memukul pelan lengan Tao.

“Hahaha, arra arra. Nan mollaseo..”

“Hahh”

Hening sekejap.

“OPPAAAAA!!!”

Soomi kaget mendengar suara para yeoja. Begitu pula dengan Tao. Dengan reflek, mereka langsung menoleh kearah suara. Mata mereka membulat saat melihat kerumunan yeoja mengepungi mereka. Sebagian menatap Tao dengan pandangan ingin menangis. Tapi sebagiannya lagi memberi death glare pada Soomi.

“Oppa! Apakah benar oppa berpacaran dengan yeoja tengil ini?”

“Iya oppa? Jawab!”

“Jawab kami oppa!”

“Benar atau tidak?”

Tao menatap mereka semua secara bergantian. Dan tiba-tiba ia langsung memeluk Soomi dalam rengkuhan tangan kanannya. “Iya. Perkenalkan, ini Hwang Soo Mi, yeojachinguku yang baru”. Dan saat itu juga para yeoja berteriak histeris. Bahkan ada yang sampai pingsan.

Tao dan Soomi bingung. Dan akhirnya mereka meninggalkan tempat itu. Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang memerah. Ini kedua kalinya mata itu memerah karena melihat sesuatu yang sama. Sehun. Dia melihat segalanya. Tanpa menunggu apapun lagi, ia langsung pergi dari situ. Sampai pulang, ia tidak berbincang dengan Soomi. Bahkan dia meninggalkan Soomi untuk pulang duluan.

“Ya! Sehun-a! Kau mau kemana?!”, teriak Soomi saat Sehun keluar dari kelas. “Aneh sekali”, gumamnya. Ia kembali membereskan buku-bukunya. Dan tak lama kemudian Tao muncul dari ambang pintu.

“Soo-ya! Ikut aku, cepat!”

“Ah, ne sun, eh oppa!”

Soomi pun langsung berlari kecil dan menghampiri Tao. Setelah kejadian tadi siang, ia mulai memanggil Tao dengan sebutan ‘oppa’.

.

.

.

Sehun mundar-mandir kesana-kemari mencari alamat.

20.30.

Kepanikannya bertambah setelah melihat waktu yang amat sangat larut itu. Panik? Bagaimana tidak? Soomi belum pulang semenjak pulang sekolah tadi. Ia memang salah meninggalkan yeoja itu pulang sendiri. Mana ini rumah jauh dari kota lagi.

Ia menggigit jarinya sendiri. Ia sudah tak sabar menunggu Soomi pulang. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi mencari dimana yeoja itu berada. Baru saja mengambil beberapa langkah, ia sudah ditenangkan oleh suara seorang yeoja. Yang ditunggunya sejak tadi.

“Aku pulang”

Sehun langsung berlari menuju pintu depan. Setelah ditemukannya, ia langsung memeluk erat tubuh Soomi. Tentu saja Soomi kaget.

Ada apa dengan dia hari ini?

“Untunglah kau selamat”

“Ya! Memangnya kau pikir aku kecelakaan hah? Ada apa sih?”

“Kau ini! bagaimana mungkin yeoja boleh berkeliaran sendiri malam-malam begini hah?!”, bentak Sehun sambil menggenggam erat bahu Soomi.

“Baiklah aku minta maaf”

“Sedang apa kau malam-malam diluar?”, ucapan Sehun melembut.

“Aku keluar sebentar dengan Tao oppa”

DEG!

Soomi, andai kau tahu, Sehun tidak ingin kata-kata itu keluar dari mulutmu. Panggilan ‘oppa’ pada Tao. Dan lebih lagi keluar bersama namja yang jelas-jelas bukan siapa-siapanya. Oh, ralat! Sehun melupakan sesuatu. Ia lupa bahwa Soomi sudah menjadi milik Tao. Jadi, apa urusannya?

Genggaman tangan Sehun dibahu Soomi melonggar. Matanya mulai berkaca-kaca, tapi rasa sakitnya tertutup dengan amarah yang sekarang sudah mencapai puncak. Ia mencoba sabar dan untunglah ia bisa mengontrol dirinya kembali. Tanpa berkata apapun lagi, Sehun pergi meninggalkan Soomi yang berdiam diri ditempat.

Sehun menutup pintu kamarnya dengan keras dan menyebabkan Soomi terlonjak kaget setelah mendengarnya. Tanpa menghiraukan tingkah aneh Sehun, ia duduk disofa dan langsung membawa kotak kecil dari tas nya. Ia tersenyum setelah membuka kotak itu. Hadiah dari seseorang yang saat dicintainya yang baru saja ia temui beberapa jam yang lalu. Sebuah kalung berbentuk hati.

TOK.. TOK.. TOK..

“Ya! Oh Se Hoon! Sampai kapan kau akan bermalas-malasan dikamarmu hah?! Cepat sekarang kita sudah telat pabo!”

Soomi terus-terus mengetuk kasar pintu kamar Sehun. Sedari tadi ia menunggu dibawah tapi Sehun tak kunjung datang. Untuk sarapan pun ia tidak turun. Saking paniknya, ia langsung membuka paksa kamar Sehun.

“Sehun-a?”

Tidak dikunci dan.. kosong. Kemana namja itu pergi? Apa dia sudah berangkat? Pikirnya. Ia berjalan keluar rumah, menuju garasi mobilnya.

Garasinya terbuka dan motor sport nya sudah tidak ada.

Akhirnya dia tidak menghiraukan Sehun lagi. Ia langsung berlari sekuat tenaga untuk mengejar waktu. Bahkan dia lupa seberapa jauh jarak rumahnya untuk sampai dipinggir kota. Itu sangat sangat jauh.

Pukul 07.45. Hanya ada waktu sebanyak 15 menit untuk sampai disekolah tepat waktu. Ah, jika saja Sehun masih ada barusan. Ia pasti tidak akan terlambat meskipun tersisa sebanyak 10 menit pun. Karena motor sport nya sangat cepat dan Soomi tidak akan terlambat kesekolah.

Sekarang dia sudah ada dipinggir kota. Keringat bercucuran dipelipis, dahi, dan lehernya. Nafasnya ngos-ngos (?) an bertanda dia sudah sangat lelah. Dia lupa tidak membawa air minum dari rumahnya.

Soomi’s POV

Aigoo, aku capek sekali….

Bagaimana ini? Sudah pukul 07.19. Aku pulang kembali kerumahpun sama jauhnya jika aku berjalan lagi untuk sampai kesekolah. Yasudahlah, lebih baik dihukum karena kesiangan daripada aku absen tanpa ada alasan yang kuat. Ah! Ini semua gara-gara namja sialan itu! (>̯┌┐<)

Akhirnya setelah berjalan lebih dari satu jam aku sampai disekolah. Ternyata gerbangnya ditutup. OMG! Kenapa aku sial seperti ini? Terpaksa aku harus melewati satpam yang galak itu. Aish!

“Soo-ya!”

Sepertinya ada yang memanggilku. Tapi siapa? Aku mengedarkan pandangan kesekelilingku. Tapi nihil. Aku tidak menemukan siapapun.

“Aku disini, Soo-ya”, ucapnya lagi sambil berbisik.

Aku kaget setengah mati ketika melihat Tao sunbae berada diatas pembatas pagar sekolah. Kalian bisa bayangkan jika berada diatas sana? Itu sangatlah tinggi. Bisa mencapai 2,5 meter.

“Ya, sunbae, apa yang sedang kau lakukan diatas sana? Cepat turun!”, ujarku berbisik. Aku menghampirinya yang hanya senyam-senyum geje. Ada apa dengan Tao sunbae? Apakah dia tidak takut ketahuan petugas atau satpam sekolah yang galak dan seram itu?

“Aku sudah menyangka kau kesiangan. Ayo naik!”, ucapnya santai sambil mengulurkan tangannya.

“Eh? Apa kau salah minum obat, sunbae? Aku tidak mungkin naik keatas situ. Itu terlalu tinggi, sunbae”

“Gwaenchana, aku akan menarikmu dan menahanmu disini”, kata Tao sambil menepuk pahanya sendiri.”Cepat! Nanti kalau kau lama berpikir satpam galak itu bisa mengulitimu hidup-hidup, Hwang Soo Mi”, lanjutnya meyakinkanku.

“Baiklah”

Aku pun menyerah pada ajakannya itu. Dan aku mulai memegang tangannya. Digenggamnya tanganku erat dan tak lama kemudian dia menarikku dengan satu tangan. Omonaaa. Ini aku nya yang kecil atau memang Tao sunbae bukan manusia? (author : dia panda, Soomi XD #digaplok readers)

Akhirnya aku berada diatas. Sungguh, Tao sunbae adalah namja kuat. Keren sekaliiii :3

“Nah, sekarang ayo kita turun”

Setelah aku mengangguk, dia langsung merengkuh pinggangku dan membawaku lompat bersamanya. Aku GUGUP!!  >///<

HUP!

“Gomawoyo, sunbae”, aku tersenyum padanya.

“Ne, cheonma. Sekarang cepat kau kekelas, bilang saja kau terlambat sedikit lalu lama karena diinterogasi satpam jelek itu, arrachi?”

“Siap, sunbae!”, ucapku menurut. Ia hanya terkekeh dan mengacak rambutku pelan dan langsung meninggalkanku. Dia sunbae yang baik terhadap hoobae-nya. tak lama kemudian aku pun pergi meninggalkan taman belakang sekolah itu.

Huftt… sekarang aku sudah berada didepan pintu kelas. Aku ragu untuk masuk kekelas. Entahlah. Padahal Lee seonsaengnim belum datang mengajar. Kubuka pintu kelas. Murid-murid yang berisik dan gaduh segera terdiam melihatku datang. Aish, ada apa ini? Tak biasanya mereka memandangku seperti itu.

Aku segera duduk disebelah calon ‘nampyeon’ku. “Annyeong, Sehun-a”, sapaku dengan senyuman lembut.

Hey, dia pun sama seperti anak-anak yang lain. Begitu dingin dan mengacuhkanku. Wae geurae?

“Sehun-a, kau kenapa meninggalkanku tadi pagi? Aku sampai berja—“

“Bisakah kau diam? Tak lihat aku sedang belajar? Apa kau buta?”, tanyanya ketus.

Ini bukan Sehun yang biasanya. Ada apa dengan mereka ini? Jiyeon yang sekarang bangkunya ada didepanku pun tumben tidak cerewet. Aneh sekali. Daripada aku terhanyut dalam keheningan bersama mereka lebih baik aku tenangkan diriku diatap.

Aku berdiri dan reflek semua pasang mata menatap lekat kearahku. Kecuali Sehun. tuh kan, mulai lagi. Ada apa sebenarnyaaaa??? Tanpa menghiraukan tatapan mereka aku berjalan keluar kelas. Dan belum juga aku jauh dari kelas, bisa kudengar mereka kembali berbisik-bisik. Aku yakin mereka sedang membicarakanku. Haahhh… ( ̄へ ̄)

.

.

CKLEK.. WHOOSHH..

“Huahh, angin pagi sungguh segar! Lebih baik aku disini daripada terjun kedalam suasana hening. Aaaahh, segarnyaaaa!”, aku menutup mataku dan menikmati udara pagi hari ini.

Sekejap aku teringat kelakuan aneh Sehun akhir-akhir ini. Ada apa dengannya? Kenapa dia menjadi dingin dan acuh kepadaku? Apa aku bersalah padanya? Tapi apa salahku? Aku mengingatnya pun aku tidak ingat. Huh, Sehun! kau membuatku GALAAAAU!! (>̯┌┐<)

“Sedang apa kau disini?”

“Omo!”

Aku terlonjak kaget saat ada seseorang yang mengagetkanku. Aku menoleh dan… AAAAH TAO SUNBAEEE!!

“Ya! Sunbae! Kenapa kau sering sekali mengagetkanku huh? Kenapa kau sama seperti dia?!”

“Dia?”

“Ah, aniyo hehe. Lalu kenapa sunbae mengagetkanku huh?”

“Ahaha mian, bukan maksudku kok! Lagipula salah sendiri kau selalu melamun”

Tao sunbae berdiri disampingku dan memejamkan mata sama seperti yang aku lakukan sebelumnya. Aku pun kembali menikmati indahnya dunia bersama Tao sunbae.

“Aku tahu apa yang kau lamunkan”

“Eh? Sunbae ada-ada saja. Aku tidak melamunkan siapa-siapa kok!”

“Hey, ketahuan kau. Aku kan bilang ‘apa yang kau lamunkan’ bukan ‘siapa’. Berarti kau sedang memikirkan seseorang, machi?”, tanya Tao sunbae dengan pandangan menyelidik.

“A-Aku sedang ti-tidak memikirkan siapa-siapa a-atau apa-apa, sunbae”

Tao sunbae mendekatkan wajahnya kearahku, kyaaa, aku menjadi gugup saat ini!! Wajahnya yang tampan itu berada pada jarak yang seharusnya tidak ditempuh (?). Orang-orang hari ini sungguh aneh!

Sehun’s POV

Ah, aku sedikit khawatir jika dia kutinggalkan kesekolah. Bagaimana dia akan kesekolah? Jarak antara rumah kekota saja jauhnya minta ampun. Ah, mianhae, Soo-yaaa! (-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)

Aish, kenapa kelas ini begitu ramai? Aku jadi tidak bisa konsen untuk belajar nih!

“Jiyeon-a, kudengar Soomi dan Tao oppa menjadi semakin dekat. Mereka benar-benar pasangan, Jiyeon-a!”, ucap Minji sedih.

Ah, berita itu lagi. Itu membuatku muak! Yang benar saja. Asal kalian tahu ya, Soomi itu calon anae-ku, yeoja-ku, dan milikku. Tidak mungkin dia berpacaran dengan namja bermata panda seperti Tao sunbae. Ada-ada saja mereka ini.

Tapi tunggu, kemarin malam bukankah Soomi pulang malam karena bertemu dengan Tao? Jadi, mana yang benar? Apa dia mengacuhkanku dan masih membenciku? Maldo andwae!

CKLEK..

Kudengar pintu dibuka. Itu tidak mungkin Lee seonsaengnim, dia tidak akan masuk dalam beberapa hari. Jadi.. kami bebas! Hey, kenapa semuanya diam? Kurahkan pandanganku pada seseorang yang baru saja masuk.

DEG! Itu Soomi! Untunglah dia selamat!

Semuanya menatap Soomi dengan dengan tatapan yang tidak bisa kuartikan. Bukan tidak bisa, tapi banyak sekali arti dari tatapan itu. Para yeoja menatap sinis Soomi sedangkan para namja menatap Soomi seperti.. memohon? Ah, entahlah, yang penting aku harus bersikap biasa saja. Dia pun duduk disebelahku.

“Annyeong, Sehun-a”, sapanya tapi tidak digubris olehku. Ingin sekali aku bersikap biasa saja, tapi setelah mendengar gosip yang belum tentu benar itu aku jadi ragu untuk bersikap biasa padanya.

“Sehun-a, kau kenapa meninggalkanku tadi pagi? Aku sampai berja—“

“Bisakah kau diam? Tak lihat aku sedang belajar? Apa kau buta?”, aku langsung memotong omongannya dengan nada bicaraku yang ketus. Dia terdiam dan aku kembali menatap buku yang berada didepanku. Aku tidak belajar, hanya saja aku ingin sedikit menghindarinya.

Tak lama kemudian dia berdiri lalu berdiam sebentar. Aku tidak bisa melihat wajahnya, nanti aku bisa terpesona lagi dengan kecantikannya. Lalu dia pun berlalu entah kemana. Setelah dia keluar, keadaan kelas menjadi ribut kembali. Membicarakan Soomi dan membahas gosip itu. Ada yang setuju dan ada yang tidak. Kalau aku, lebih milih TIDAK!

Tapi tunggu, dia mau kemana? Tumben sekali dia tidak pamit padaku. Aish, ya! Oh Se Hoon! Mana mungkin dia akan berbicara padamu lagi setelah kau berbicara ketus seperti barusan huh? Pabo!

Tanpa membuang waktu lagi, aku segera keluar. Mencarinya. Sepertinya aku tahu dia ada dimana.

Author’s POV

Sehun terus berlari untuk mengejar Soomi. Ia tahu sekali jika ‘yeoja’nya itu sedang kesal sedih atau galau dia selalu keatap gedung sekolah. Ia tak peduli saat dia melewati ruang guru banyak sekali guru yang memperhatikannya. Yang ada dibenaknya saat ini adalah Hwang Soo Mi. Tunangannya, calon anae-nya, yeoja-nya, dan milik-nya yang tidak boleh tersentuh oleh namja manapun.

Dia berhenti dibawah tangga untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya sebelum ia berlari kembali. Sedikit cape memang, tapi untuk Soomi ia mampu berlari keliling dunia tanpa bantuan siapa dan apapun #eaaaa

Tapi kecapeannya tidak membuahkan hasil saat dilihatnya Soomi dan seorang namja tengah berciuman.

JLEB!

Jantungnya berpompa keras karena ada sesuatu yang menancapnya. Sakit, begitulah yang dirasakan Sehun. ternyata semua gosip itu benar. Telah terbukti oleh mata kepalanya sendiri. Yeoja-nya berciuman dengan Tao. Diulangi, berciuman.

Tanpa menambah rasa sakitnya, Sehun langsung berlari. Kembali kekelas dengan perasaan hancur. Hatinya sudah hancur berkeping-keping melihat semua itu. Dua buah pisau menyayat hatinya hingga tak ada lagi tempat dihatinya. Lemah, lelah, letih, lesu, lunglai, itulah yang Sehun rasakan dan sekarang, ia ingin menenangkan dirinya dan mencoba untuk melupakan nama Hwang Soo Mi untuk sekejap.

Soomi’s POV

Aku memejamkan mataku, tidak ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba hembusan nafas Tao sunbae ditelinga kiriku. Aku sedikit geli dengan itu semua. Hingga…

“Kau pasti sedang memikirkan teman sebangkumu kan?”, tanya Tao sunbae setengah berbisik.

Aku pun mendorongnya dan menatapnya heran. Bagaimana dia bisa tahu? ”Mwo?”

“Hahaha, terlihat jelas diwajahmu bahwa kau mencintai namja itu, Soo-ya”, ujar Tao sunbae. Baiklah, kau benar sunbae. Tentu saja aku mencintainya, mencintai seorang Oh Se Hoon, tunanganku.

Sepertinya aku membutuhkan teman curhat. Aku tidak bisa menahan rasa penasaranku sendirian.”Sunbae, aku ingin curcol, bolehkah?”

“Ne? Tentu saja. Kau mau curhat apa memang?”

“Ini.. tentang Sehun”

Tao sunbae mengangguk menandakan ia siap untuk mendengarkan ceritaku. Aku emnuntunnya untuk duduk disalah satu bangku.

“Begini, sunbae tahu kan Sehun itu adalah Prince Charming sekolah kita dan dia sudah bertunangan?”, sunbae mengangguk.

“Sebenarnya, akulah tunangannya itu sunbae”, ucapku tertunduk. Aku tahu Tao sunbae sedikit kaget mendengar ucapanku.

“Wah, aku kaget. Aku baru tahu, selamat ya!”, Tao sunbae mengulurkan tangannya dan lansung kusambut.

“Tapi, akhir-akhir ini dia aneh. Tepatnya setelah kemarin malam karena aku pulang telat. Dia memarahiku dan akhirnya meninggalkanku. Dan tadi pagi juga, dia meninggalkanku. Pergi duluan kesekolah tanpa pamit denganku. Aku menunggu lama sekali diluar kamarnya, pas aku buka pintu kamarnya eh dia sudah tidak ada. Akhirnya terpaksa aku berangkat sendirian. Ditambah lagi jarak rumah kepinggir kota itu sangat jauh. Itu baru dipinggir kota, lah kalau kesekolah? Dua kali lipat jarak rumah-pinggir kota, sunbae”

“Kau.. serumah dengannya?”, tanya Tao sunbae hati-hati.

Astaga! Aku lupa! Someone, plis tapok my jidat! -_-

“Ah, n-ne sunbae. Tapi sunbae, jebaaaal jangan bocorkan rahasia terbesaku ini ya? Ya ya?”, aku mengeluarkan jurus puppy eyes-ku. Dan akhirnya ia mengangguk.

“Baiklah, lalu apa yang terjadi selanjutnya?”, tanyanya lagi begitu antusias.

“Tadi saat aku berada dikelas aku otomatis menyapanya, tapi dia begitu dingin bahkan mengeluarkan kata-kata yang sempat membuat hatiku sesak. Apa aku begitu mencintainya? Padahal waktu itu aku begitu cuek padanya. Tapi dia selalu menggangguku dan bahkan sering bermanja-manja padaku. Sebelum kami terikat apapun dan diriku masih kuno seperti waktu itu”, aku sedikit terisak menahan tangis. Aku tidak ingin terlihat lemah dihadapan orang lain, aku harus menahannya!

“Dia mencintaimu, menurutku dia mencintaimu”, ujar Tao sunbae menghiburku.

“Jika memang itu benar aku pasti bersyukur, tapi kenapa sekarang dia seperti ini, sunbae?!”

Aku tidak bisa menahannya. Tangisanku pecah disaat aku berada dipelukan namja yang sudah kuanggap sebagai oppa ku sendiri. Dia sunbaeku, Huang Zi Tao.

“Sudahlah, mungkin ada suatu masalah dengan dirinya. Mungkin dia ingin sendiri dulu. Kau tidak boleh berpikiran negatif sebelum kau mengetahui kebenarannya, arraseo?”, Tao sunbae melepas pelukannya dan memandangku.

“Geundae—“

“Sssh, kau harus menurut pada sunbaemu ini”, Tao sunbae kembali memeluk tubuh kecilku.

Entah berapa lama aku berada dipelukannya. Mungkin sekitar 5 menit. Dalam keheningan. Tidak, tidak hening. Isakanku masih terdengar jelas. Memalukan. Bagaimana mungkin aku membiarkan namja selain appa ku melihatku menangis seperti ini?

“Gomawo, oppa”, aku melepaskan pelukan Tao sunbae.

“Ah, akhirnya kau memanggilku dengan sebutan ‘oppa’ lagi hehe”

Ah, aku lupa! Bukankah aku harusnya memanggil Tao sunbae dengan sebutan oppa mulai dari kemarin? Ah! Readers, tapok jidat aku lagi! #ditaplokreaderspakekapak -_-

“Ehehe, mianhae oppa!”, ucapku tertunduk malu. Aigoo, pabo sekali aku ini.

“Haha, dwaesseo, gwaenchanayo”, ujar Tao oppa sambil mengacak rambutku pelan.

“ADUH!!”

Ada apa dengan mataku? Seperti ada yang masuk. Perih!

“Sini, biar kutiup”

Tao oppa menarik tengkukku dan mendekati wajahku. Dia meniupkan mataku dan akhirnya aku tidak kelilipan lagi.

“Gomawo, oppa”

Sekali lagi kukerjapkan mataku. Ah untunglah sudah tidak perih lagi.

Author’s POV

Seperti kemarin, Sehun meninggalkan Soomi lagi. Tapi berbeda dengan kemarin, sekarang ia tak beruntung karena Tao tidak bisa mengantarnya pulang. Dan lagi-lagi untuk beberapa hari kedepan Tao harus mengikuti lomba untuk menjadi wakil dari sekolahnya. Dan sial sedang menimpa kehidupan Soomi saat ia mengetahui bahwa diluar sedang hujan deras.

“Aigoo, mana aku tidak bawa payung lagi. Dan masalahnya dirumah pun aku tak punya payung. Miris sekali hidupku jika tidak bersama Sehun (-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)”

Dengan sabar Soomi menunggu hujan reda. Tapi setelah 3 jam ia menunggu, hujan tak kunjung reda. Dan dengan berat hati ia harus pulang dengan tubuh yang basah. Dia bahkan lupa dengan taksi dan angkutan umum lainnya.

“Ah, kalau saja tadi aku tidak menghiraukan hujan ini mungkin aku sudah bersantai dirumah sambil menonton tivi”, keluhnya sambil berteduh disuatu halte. Dia melipat tangannya didadanya. Mencoba untuk memeluk dirinya sendiri melawan dinginnya angin malam.

Tak lama kemudian ia mencoba berlari menuju jalan sempit yang biasa ia lewati untuk pergi atau pulang kerumah. Sepi. Tak ada siapapun. Sedikit merinding mengingat hari ini hari Kamis alias malam ini adalah malam Jumat. Ditambah lagi lampu-lampu jalanan itu redup.

Dan akhirnya, setelah berjuang untuk mendapat kejayaan (?) Soomi tiba dirumahnya. Sebelum masuk kerumah, ia sedikit meniup-niup tubuhnya agar tidak kaku. Sekujur tubuhnya basah dan dingin. Bahkan tangannya pun sudah keriput.

CKLEK..

Ia pun membuka kenop pintu dan langsung pergi kekamarnya. Ia lupa dengan Sehun.

Sehun’s POV

Aku merebahkan diriku dikasur. Sekarang sudah tepat pukul 10 malam. Apa yang dilakukan Soomi malam-malam begini? Kenapa ia belum juga pulang? Entah kenapa aku belum tidur padahal biasanya jam 8 pun aku sudah ngantuk sekali. Apa mungkin karena kekhawatiranku pada Soomi yang belum juga pulang?

Ah, mungkin dia sedang jalan-jalan dengan oppa panda nya itu. Aish! Mengingat dia sudah menjadi milik orang lain aku jadi kesal. Apakah dia tidak memikirkan perasaanku yang galau ini? Kenapa dia menjadi milik oranglain setelah dengan resmi ia sudah menjadi milikku?

Apakah dia salah makan makanan? Dasar yeoja bodoh. Mana bisa kau menyia-nyiakan namja tampan sepertiku? Aaahhhh!! Kau membuatku gila Hwang Soo Mi!

Aku membulak-balikkan tubuhku dikasur. Kebingungan dan kekhawatiran menyelimutiku. Apa yang akan dilakukannya bersama Tao? Apa yang akan Tao rebut lagi dariku? Jika sesuatu terjadi pada Soo-ku, kau akan mati Tao! (>̯┌┐<)

CKLEK..

Ah, itu pasti Soomi! Tanpa menunggu apapun lagi aku langsung berlari kedepan pintu kamarku. Kubuka perlahan-lahan kenop pintunya dan.. hey, tak ada siapapun. Apa mungkin dia sudah kekamarnya? Tumben sekali dia tidak meyapaku. ( ⌣ ́_ ⌣ ̀)

Author’s POV

Soomi merasakan tubuhnya panas dingin tapi ia terus saja menyangkalnya. Demam telah menjalar keseluruh tubuhnya. Itu membuat dirinya mempunyai cairan kental yang keluar dari hidungnya. Belum lagi batuk dan perubahan suara dari pita tenggorokannya. Ah, rasanya sangat tersiksa saat tak ada yang merawatnya. Apalagi Sehun masih saja menutup dirinya.

Pagi ini Soomi masih saja meringkuk didalam selimutnya. Masih dingin. Tak ada niat secuil pun untuk turun dari kasurnya. Ia terus menggigil dan menarik-narik ingus (?) nya agar naik kembali kedalam. #ieeeewh!

“OMO!”

Sesuatu berjalan dipikirannya. Sesuatu yang telah ia lupakan. “Tugas Bahasa Inggris!”. Ia lupa bahwa tugasnya yang satu ini harus dikumpulkan sekarang. Tugas yang paling tidak bisa ia tinggalkan begitu saja. Walaupun ia sedang sakit ia harus tetap mengantar tugas itu.

“Ah, daripada hanya mengantar tugas lebih baik aku juga masuk sekolah saja”, lirih Soomi. Ia beranjak malas dari kasurnya. Dengan langkah gontai dan terpaksa ia mandi dan bersiap-siap untuk pergi kesekolah. Sehun. Ah, namja itu. Dia sudah menduga kalau namja itu akan berangkat mendahuluinya lagi. Ya sudahlah.

Tak butuh waktu lama Soomi berangkat kesekolah. Dan untungnya hari ini ia mendapat tumpangan dari mobil yang sedang berpiknik dipuncak dekat rumahnya.

“Annyeonghaseyo”

Ia dikagetkan dengan suara berat seorang namja yang berada dibelakangnya.

“Jong In-a.. apa yang sedang kau lakukan disini?”, tanya Soomi menatap Jong In bingung.

“Ah, itu sih aku sedang berpiknik bersama keluarga besarku, tak jauh dari sini. Kau tinggal disini, Soo-ya?”

“Ah, ne. Begitulah. Emm, Luhan-a, bolehkah aku… menumpang?”

“Ooh, kebetulan sekali kalau begitu. Oh iya, kenapa kau memilih menumpang? Apa kendaraanmu mogok atau—“

“Tidak. Banyak alasan sih sebenarnya dan salah satunya tidak bisa kuberitahu”

“Ahaha, gwaenchanayo”

“Ne, aku itu.. tidak bisa menggunakan kendaraan”, ucap Soomi sambil berbisik.

Jong In membulatkan matanya dan segera merubahnya kembali kesemula.”Jinjjayo? Aigoo, aku baru tahu anak orang kaya sepertimu tidak bisa menggunakan kendaraan. Bahkan motorpun?”, Soomi menggeleng.”Baiklah, akan kuantar kau sampai kesekolah, kekelas pun akan kuantar hahaha”

“Hahaha, apa-apaan kau ini Luhan-a. Kita kan memang sekelas. Eh, by the way, gomawoyo, Jong In-a”

Xi Lu Han, salah satu teman sekelas Soomi, ia menjabat sebagai ketua kelas. Dialah orang pintar kebanggaan para seonsaengnim disekolahnya. Banyak bakat yang ia bisa. Tapi anehnya ia tidak menjadi teman Sehun. Meskipun itu, jangan ditanya ia mempunyai banyak fans atau tidak. Namja dingin, rata, dan datar seperti Jong In mempunyai banyak fans, bahkan bisa dibilang lebih dari segudang.

Ia adalah namja nomor 2 setelah Sehun dan yang ketiganya itu adalah Tao, Kungfu Panda sekolah :p. Tiga orang ini memiliki sifat yang berbeda-beda. Sehun namja imut tapi cool. Jong In namja dingin, keren, dan kece (suami author iniii :3). Dan Tao, namja seram tapi berhati lembut.

Mereka telah sampai disekolah. Tanpa melakukan hal lain mereka langsung mesuk kesekolah bersama-sama. Banyak sekali yang menatap dingin dan sinis pada Soomi. Tentu saja, ia sedang berjalan dengan Prince Ice Cool sekolah! Karena sudah biasa seperti jalan bersama Sehun, ia tak mempedulikan tatapan yeoja-yeoja yang iri kepadanya itu.

Dan lagi-lagi tatapan itu ia dapatkan setelah ia masuk kekelas. Suasana menjadi hening ketika semua murid memberikan tatapan aneh pada Soomi. Tapi ada yang aneh menurut Soomi, kemana perginya Sehun? Ia memandang kursi yang harusnya ditempati Sehun. Apa namja itu bolos?

Soomi tak menghiraukan lagi ketidakberadaan Sehun disampingnya. Meskipun memang kelas menjadi terasa lebih hambar tanpa ada Sehun. Tapi tak apalah, toh dia masih bisa bertemu dengan Sehun setelah pulang nanti. Pelajaran terus berlangsung, tapi tiba-tiba Soomi merasa ada yang menusuk kepalanya, rasanya sakit dan pusing.

“Baiklah, setelah ini kalian bisa pulang. Tapi jika kalian ingin menyelesaikan tugas ini, kalian bisa mengerjakannya diperpus karena materi disana dapat kalian pahami dengan jelas”

Tak menunggu apapun lagi Soomi langsung pergi menuju perpus. Meskipun pening dikepalanya belum pulih. Tugas lebih penting dari dirinya. Setelah sampai diperpus dia langsung mencari-cari buku yang akan ia pilih untuk materi pelajaran Geografi nya itu. Suasana diperpus sangat sepi. Hanya ada beberapa siswa yang menekuni diri mereka untuk belajar. Hahh, kenapa tak ada satupun murid dari kelasnya yang kemari? Apa yang sedang mereka lakukan dihari Jumat yang kosong ini?

Sepi. Lagi-lagi sepi yang setia menemaninya. Kenapa anak-anak disini begitu malas?, gerutunya dalam hati. Soomi berjalan santai melewati koridor dan lorong-lorong sekolahnya. Sedikit demi sedikit ia melupakan rasa pusing yang berasal dari kepalanya.

Sesampainya diperpus ia langsung mencari bahan materi untuk makalahnya. Tidak gampang memang. Ditambah lagi makalah kali ini harus ada inovasi dari tiap individu. Tapi dengan semangat yang bergairah (?) Soomi mencari bahan materinya. Tak lama kemudian dia menemukan satu buku yang menurutnya cocok untuk menjadi bahan materi.

“Ah, itu dia”

Tapi sayangnya buku itu berada jauh dari jangakauan tangannya. Dan karena tubuh Soomi tidak terlalu tinggi, ia harus meloncat-loncat pelan untuk mendapatkan buku itu.

“Aish, kenapa aku dilahirkan sebagai orang yang pendek?”, gerutunya pelan.

Tak lama kemudian ada satu tangan yang ikut membantunya membawakan buku itu.

“Gomawo”, ucap Soomi girang sambil menatap buku itu lekat-lekat.

“Ne, cheonma”, ucap seorang namja dengan suara yang berat.

Suara berat itu.. Senyuman Soomi semakin merekah setelah melihat sang empunya tangan kokoh itu. Benar, itu Jong In. Jong In pun membalas senyuman Soomi dengan senyuman yang lebih lembut.

Soomi’s POV

Aigoo, ternyata Prince Ice ini tidak sedingin yang aku pikirkan. Aku yakin namja ini tidak dingin. Hanya saja wajahnya yang terlihat cool, jadi hati lembutnya tertutupi. Aish, aku jadi terpesona oleh namja ini. Andwae! Ingat Sehun! Ingat Sehun!

“Baiklah, kau sudah mendapatkannya kan? Kalau begitu aku duluan. Annyeonghaseyo”

Ucapan Jong In menyadarkanku dari imajinasi yang tidak mungkin aku perbuat. Dan ketika itu aku hanya bisa mengangguk dan tersenyum padanya. Detik berikutnya, berikutnya, dan berikutnya lagi, tubuh kekarnya tidak terdeteksi lagi oleh indra penglihatku. Dia meninggalkan jejaknya dibalik pintu.

Hihihi, aku suka pada tipe namja yang seperti itu. Sayangnya aku sudah terpikat duluan pada Sehun ︶.︶

BRAK!!

“Omo!”, pekikku.

Tiba-tiba aku kaget dengan suara yang entah dari siapa. Tapi sepertinya sesuatu terjatuh dan sepertinya itu terjadi dibarisan belakang. Hahh, kenapa sekolah ini mempunyai perpustakaan yang lebar dan besar seperti ini sih? Untuk apa? Toh anak-anaknya juga tidak ada yang berkunjung kemari.

Karena penasaran, aku pun berjalan pelan sambil mengendap-endap mendekat kesumber suara. Begitu mengejutkan saat aku baru sampai diujung rak buku. Mataku membulat dan mulutku menganga. Terasa sakit, dan terasa ada yang menghujam-hujam hatiku. Membuatnya seperti tersayat-sayat.

Kenapa aku melihat hal yang seharusnya tidak kulihat? Kenapa semua ini diperlihatkan padaku?

SEHUN sedang BERCIUMAN dengan JIYEON!

.

.

.

.

TBC ^^

Aigoo, mian banget kalo makin gaje ( ⌣ ́_ ⌣ ̀)

Apapun komen kalian aku tetep ngehargain ko 🙂

Silahkan tuangkan (?) saja komen kalian dibawah ini, uneg-uneg kalian tentang FF sequel ini juga bisa diungkapkan ko #yaiyalah -_- #apapulaini?

Sekali lagi mian, ne? 😀

Insyallah kita ketemu lagi di next chapter, terus kalo ada yang mau request *ehem* FF NC boleh kok ke saya 😀 #yadongketularanEnyuk xD

Iklan

18 pemikiran pada “My Lovely HUNey (Chapter 1)

  1. Aih sehun itu kenapa gitu sih ! 😥 *nangis di pojokkan
    jahat banget sih sehun nyium jiyeon >.<
    jangan sampe nyium beneran …
    Author next chapnya jgn lama" yaaa 😀
    Selalu kutunggu chap selanjutnya ^^

  2. thor.. lanjutin dong ceritany ,, aq udh nunggu lama bgt soalny,, kalo gk cepet2 d lanjutin ntar bsa aq penasaran stengah mati #apaansihh ..
    tolong d lanjutin segera yya thor,, jeball ^^ 🙂
    gua tunggu dah 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s