100 Ducks (Chapter 13B)

Title       : 100 Ducks

Part  13  :  “Penasaran part B”

Lenght   : Chaptered

Rating                                        : T

Genre    : School, Comedy and Romance

Author  : deeFA (Dedek Faradilla)

Twitter : @JiRa_deeFA

Main Cast : D.O EXO-K (Do Kyung Soo)

                     Song Hye Ji (You)

                     Kris EXO-M (Kris Wu)

                     Yoona SNSD

part 13 B

(Ini sambungan dari part 13 yang A. Author mohon maaf kalau gak bagus. Mohon kritik dan sarannya *bow* ^^.)

PART  13

‘Penasaran (part B)’

@D.O’s Room          

Waktu menunjukkan pukul 8 malam. Setelah selesai makan D.O masuk ke dalam kamarnya. Ia menatap kalender yang tergantung di dinding. Taruhannya hanya tinggal 6 hari lagi. Namun, semua berubah drastis, tidak sesuai dugaannya. Ia membuka laci meja belajarnya, ada sebuah majalah dengan cover Big Bang di depannya. Ia membuka lembaran demi lembaran, hingga matanya tertuju pada lembaran dengan judul ‘Berapa Persen Cintamu?.’

“Apaan nih?. Jadul banget!.” Gerutunya. Lalu ia mengambil buku pelajaran fisika di rak buku. Beberapa kali mencoba menyelesaikan soal-soal yang ada, namun pensil ditangannya hanya diam. Matanya melirik kesamping kanan, melihat majalah yang masih terbuka.

“Kadang suka meliriknya tanpa di sadari.” Gumamnya yang membaca isi majalah itu.

“Hmm sering atau kadang-kadang ya?.”

Sangking asiknya, ia sampai menggeser buku pelajaran favoritnya dan serius menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Hampir dua jam ia habiskan untuk menjawab pertanyaan itu. Hanya 10 pertanyaan tapi ia harus berpikir keras seperti ini.

“100% CINTA?!!. Ahahahahahaha…” D.O menertawai hasil dari pertanyaan yang di jawab.

“Ahahaha….jadul banget permainannya. Masa 100%. Jadi, aku cinta gitu sama cewek jadi-jadian itu?. Amit-amit!. Bohong banget nih majalahnya. Siapa sih yang ngarang?.”

“KYUNGSOOO……” Suara teriakan dari luar kamar D.O.

“Ya mommy.” Sahut D.O yang lalu membuka pintu kamarnya.

“Ada apa?” Tanyanya.

“Hyeji di luar nyariin kamu.”

“Ngapain juga sih malam-malam. Ganggu aja.” Batin D.O.

***

Setelah memakai jaket, D.O turun kebawah menghampiri Hyeji yang menunggu di depan gerbang rumahnya.

“Ada apa?!.” Ketus D.O.

“Aku heran sama kamu. Gak capek apa?, setiap hari marah-marah. Dikit-dikit marah. Aku kesini mau bicara baik-baik ya bukan mau ajak berantem. Disambut kek, di suruh masuk. Ketus banget jadi orang…” Hyeji terus saja nyeros panjang tidak ada habisnya. Sementara D.O terus menatap Hyeji dengan pertanyaan ‘100%?. Cinta aku 100% buat cewek kayak gini?’ di benaknya.

“Stop!. To the point aja deh.” Singkat D.O.

Flashback

@Rumah Nenek Jin

            Hyeji duduk di depan rumah nenek Jin bersama Da Ye.

“Eonni, aku gak mau pergi sama Kris besok.” Hyeji mengeluh dengan wajah cemberut.

“Kalau gak mau, bilang aja sama Kris kamu gak mau. Lagian eonni bingung sama kamu. Bukannya kamu taruhan untuk ngedapatin Kris ya?. Sekarang Krisnya sendiri udah datang mendekat, tapi kenapa kamunya malah menghindar?.” Selidik Da Ye.

“Eonni, aku gak mikirin lagi soal taruhan itu. Lagian, kata Jung Hwa, Kyung Soo juga gak ngedekatin Yoona lagi. Berarti dia kan juga gak peduli lagi soal taruhan itu.”

“Huuaa…, sakit kepala aku lama-lama. Kenapa kalian bego banget sih?.” Da Ye marah-marah.

“Kamu sadar gak sih kamu suka dengan siapa?.” Tanya Da Ye lagi.

Hyeji tersentak dengan pertanyaan Da Ye. Lalu ia hanya menggeleng.

“Tidak Tuhan!!. Bukan hanya masalah pelajaran, ternyata begonya sudah menjalar keseluruh tubuhnya.” Gerutu Da Ye.

“Begini saja. Kamu ajak D.O jalan besok. Dan perlihatkan sama Kris, kalau kamu gak suka sama dia. Kalau perlu kamu mesra-mesraan deh sama si anak mami. Eonni jamin, dia gak akan ganggu kamu lagi.” Saran  Da Ye yang sebenarnya tersembunyi tujuan lain di dalamnya.

Falshback End

“Cepat dikit!. Dingin nih di luar.” Gerutu D.O.

“Besok jam 5 sore di dekat Gangnam Land. Awas jangan telat sedetikpun!. ARASEO!!.” Kata Hyeji yang langsung angkat kaki dari hadapan D.O.

D.O terdiam sejenak tanpa bergerak.

“Ini kenyataan atau mimpi?. Ini mimpi?. Aku gak mau bangun!.  Aku gak mau bangun!. Tolong jangan bangunkan aku!.” Gumam D.O yang mengacak-ngacak rambutnya.

Ada dua orang gadis  yang lewat di depan rumahnya, menatapnya aneh.

“Tolong tampar saya!. Tolong tampar saya!. Tolong!!.” Kata D.O sampai membungkuk 90 derajat. Dua gadis itu menjadi takut dengan sikap D.O. Mereka mengira D.O seorang penjahat.  Tanpa ragu-ragu, gadis itu menampar wajah D.O dengan sangat keras.

“Auuuu…., sakit-sakit…” D.O mengelus wajahnya yang sakit karena di tampar, sementara dua gadis itu malah lari terbirit-birit.

“Hah?. Sakit?. Ini bukan mimpi?. Terima kasih banyak ya. Terima kasih, terima kasih.” D.O begitu senang saat tamparan itu terasa sakit. Ia sampai melambaikan tangan pada punggung dua gadis itu. Lalu, ia masuk ke dalam rumah dengan wajah sumbringah.

“Kenapa tuh wajah kamu?.” Tanya ibunya saat D.O ingin menaiki tangga.

“Ditampar mom.” Jawabnya sambil tersenyum manis.

Didalam kamar D.O merebahkan badannya di atas tempat tidur. Wajahnya terus saja tersenyum, ia seperti orang gila.

***

Disaat yang bersamaan, namun di tempat yang berbeda. Sepanjang perjalanan wajah Hyeji terus saja tersenyum. Ia begitu bersemangat mengayuh sepedanya. Hatinya sudah tidak sabaran menunggu hari esok.

***

Keesokan paginya…

@Kris’s House

Kris menatap sebuah ruangan yang di penuhi dengan baju, celana dan aksesoris seperti jam, dasi, kacamata dan lain-lain. Ia memilih baju apa yang cocok di kenakan untuk bertemu Hyeji.

“Good Luck!.” Ia berkata pada bayangan dirinya yang ada di cermin.

***

Kedai es serut di sebuah gang sempit menjadi tujuan utama Jung Hwa pagi ini. Dengan alasan ingin jalan-jalan menaiki sepeda, ia pergi secara diam-diam untuk menemui orang penting.

Setelah mencagak sepedanya, Jung Hwa masuk ke dalam.

“Hyung…” Sapa Jung Hwa.

“Akhirnya, sampai juga kamu. Hyung khawatir tahu gak sih. Tempat ini kan lumayan jauh dari rumah kamu. Lagian kamu gak ngasih hyung jemput sih.” Kata D.O dengan raut wajah cemas.

“Tenang hyung. Stay cool!. Ini Song Jung Hwa Hyung, anak jenius. Bukan Song Hye Ji, anak ingusan. Ini tak-tik namanya hyung. Kalau hyung jemput, pasti nuna bakalan curiga dong.”

D.O mengangguk-angguk mendengar Jung Hwa bicara. Ia heran, kenapa Hyeji sangat jauh berbeda dengan Jung Hwa.

Setelah selesai memakan es serut, D.O dan Jung Hwa memulai pembicaraan yang sesungguhnya.

“Jadi, hyung butuh informasi apa?.” Tanya Jung Hwa.

“Gini, hyung bingung. Kira-kira hyung harus pakai baju yang gimana ya?. Trus nuna kamu itu suka bau parfum yang gimana?. Trus nuna kamu suka di kasih cake, bunga, boneka, atau mungkin kalung atau cincin gitu?. Aduuh, hyung bingung nih. Hyung takut, kalau salah pilih nanti Hyeji gak suka.” Keluh D.O dengan tampang susah.

Jung Hwa yang tersenyum menyelidik, lalu bertanya pada D.O. “Hyung suka dengan nunaku ya?.”

Tanpa ragu D.O mengangguk kecil. Dan mukanya pun menjadi semakin memerah.

***

@Hyeji’s House

Saat-saat yang di nanti Hyejiakan segera tiba. Sekarang Hyeji sedang sibuk mempersiapkan baju yang akan di pakai.Ditemani oleh Da Ye yang sibuk mengobrak-abrik lemari Hyeji.

“Kok celana semua sih?. Masa sih, pakai baju dari Kyung Soo lagi. Malu banget!.” Gerutu Da Ye.

“Eonni, kayaknya aku emang harus pakai baju dari D.O lagi deh.” Kata Hyeji.

“Gak!. Kamu tunggu di sini. Aku pulang sebentar.”

Beberapa menit kemudian, Da Ye membawa sebuah ribbon dress selutut yang tidak berlengan di tangannya.

“Ini salah satu jurus jitu untuk meluluhkan hati D.O.” Kata Da Ye sambil menaikkan alis.

Jam menunjukkan pukul 16.25. Beberapa menit lagi menuju pukul 5 sore. Da Ye dan Jung Hwa menunggu di depan kamar Hyeji dengan tidak sabar.

“Nuna…, cepetan dong. Nanti telat.” Teriak Jung Hwa dari luar.

“Ia sebentar.” Kata Hyeji dari dalam.

“Nu…” Kata-kata Jung Hwa tersangkut di ujung lidah, saat pintu terbuka. Ia memukul-mukul pipinya. Ia tidak percaya dengan yang di lihatnya.

“Ottokhe?.” Tanya Hyeji yang keluar menggunakan ribbon dress berwarna krem milik Da Ye. Baju itu sangat cocok dengan kulit putihnya, di tambah lagi rambut hitamnya yang sudah panjang dan bando pita bewarna senada dengan dressnya. Satu kata ‘Cantik’.

“Eonni jangan bengong.” Gerutu Hyeji.

“Wuah, kalau begini mah, bukan Kyung Soo saja yang bisa klepek-klepek liat kamu. Semua orang di jalan juga pasti bisa klepek-klepek liat kamu. Eonni gak nyangka kamu cantik banget. Kenapa gak dari dulu aja sih, kayak gini.” Kata Da Ye yang terkagum-kagum melihat Hyeji.

“Eonni bisa aja.” Kata Hyeji malu.

Da Ye dan Jung Hwa mengantar Hyeji kedepan.

“Aku ramal, hari ini nuna akan mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan yang ada di benak nuna. Aku saranin nuna jangan ragu-ragu ya.” Nasihat Jung Hwa sesaat sebelum Hyeji pergi.

“Araseo.” Kata Hyeji yang lalu berjalan untuk mencari taksi. Da Ye melafalkan kata ‘Hwaiting’ pada punggung Hyeji.

“Tuhan!. Tolong satukan dua orang bodoh itu. Aku mohon!.” Gumam Da Ye.

***

 

 

@D.O’s House

Dari lantai bawah dapat tercium harumnya parfum yang di pakai D.O. Kali ini ia benar-benar memakai habis sebotol parfum, karena ia takut kalau wangi parfumnya cepat hilang.

Penampilan D.O benar-benar berbeda, ia tampak lebih maskulin dengan kemeja dan blazer yang di gunakannya.

“Kyung Soo jangan takut. Jangan  grogi. Kamu pasti bisa!. Hwaiting!.” Sugesti D.O pada dirinya sendiri di depan pintu gerbang.

***

Senyuman terus terlukis di wajah D.O. Hari ini tujuannya adalah mengutarakan isi hatinya pada Hyeji. Ia sama sekali tidak peduli lagi dengan taruhan bodoh yang telah di sepakatinya dengan Hyeji.

Taksi yang di tumpanginya berhenti di sebuah florist langganan ibunya. D.O masuk ke dalam dan memilih-milih bunga yang cocok dengan Hyeji.

“Cari bunga untuk pacarnya ya?.” Tanya seorang wanita pekerja di florist itu pada D.O.

“Ah, hmm…lebih tepatnya, emmm…untuk katakan cinta.” Kata D.O malu-malu.

“Tipikal wanitanya seperti apa?. Disini kami bisa mencocokkan kepribadian dengan jenis bunga.”

“Hmm, kepribadiannya menyebalkan, tapi dia orangnya lucu. Kenak-kanakan, tapi kadang menggemaskan. Dan dia itu gak nyadar, kalau dia itu sebenarnya cantik.” Jelas D.O sambil mengingat satu persatu tentang Hyeji di memorinya.

“Lily…, Lily warna putih segar.” Kata wanita itu.

Lily berwarna putih, telah di rangkai dengan cantik. Hati D.O tambah dag dig dug saja. Sebentar lagi, saat-saat yang akan mengubah hidupnya.

***

Setelah berhenti di halte bus, Hyeji berjalan menuju Gangnam Land. Wajahnya tidak henti-hentinya tersenyum. Berkali-kali ia menarik napas panjang karena grogi. Tangannya pun sudah membeku seperti es. Ia tidak tahu harus mengatakan isi hatinya pada D.O atau tidak.

Mobil Ford berwarna putih milik Kris melaju dengan kecepatan sedang. Tiba-tiba, dari dalam mobil melalui kaca spionnya Kris melihat seorang gadis cantik sedang berjalan. Ia seperti mengenal gadis itu. Tanpa ragu ia memarkir mobilnya di sebuah tempat dan mengejar gadis itu.

“Hyeji…” Teriak Kris dari sebarang jalan pada Hyeji.

Hyeji di seberang jalanpun menoleh dan mendapati yang memanggilnya adalah Kris. Ia menutupi mukanya dengan tas kecil dan berlari meninggalkan tempat itu.

Dengan kencang pula Kris mengejar Hyeji dan mendapatkan tangan kirinya, hingga membuat Hyeji berhenti.

“Kenapa kamu lari waktu aku panggil?.” Tanya Kris.

“Hari ini aku bukan mau ketemu sama kamu. Jadi kamu pulang aja deh. Aku ada urusan.” Kata Hyeji dengan raut wajah yang kesal.

“Mau bertemu siapa?.” Tanya Kris lagi yang masih memegang tangan kiri Hyeji.

“Siapa lagi kalau bukan Kyung Soo. Lepasin tangan kamu!.”

Kris melepas tanggannya yang memegang Hyeji. Ia terlihat seperti orang bodoh.

“Aku gak tahu sejak kapan aku menjadi bodoh seperti ini. Seandainya aku bisa mengulangi waktu aku gak mau ketemu sama kamu. Aku benci dengan diriku sendiri. Aku benci dengan rasa ini. Setiap hari aku semakin idiot, aku tidak bisa memikirkan hal yang lain.”

Kris menatap Hyeji dengan pandangan sendu. Hyeji hanya terdiam karena tidak mengerti maksud perkataan Kris.

“Saranghae!. Jeongmal saranghaeyeo!. Tidak bisakah kamu mengerti?.”

Hyeji terkejut dengan perkataan Kris. Ia tidak percaya dengan apa yang di dengar.

“Aku tidak bisa mengerti!. Karena aku juga cukup bodoh, cukup bodoh sampai aku begitu mencintai D.O.”

Kris memegang kedua tangan Hyeji.

“Lihat mata aku, aku bersungguh-sungguh.”

Saat Kris berkata demikian, tanpa di sadari D.O ada di tempat itu dengan bunga di tangannya. Takut terlihat oleh Hyeji dan Kris, D.O sembunyi di balik box telepon umum.

“Di sini cuma kamu.” Kata Kris yang menaruh tangan Hyeji ke dadanya.

“Saranghae.” Lanjut Kris sangat serius.

Terdengar jelas di telinga D.O saat Kris mengucapkan kata ‘saranghae’ dengan nada yang tegas. D.O dapat merasakan hal yang dikatakan Kris benar-benar tulus. Ia menatap langit dan menarik napas panjang, lalu meninggalkan tempat itu.

“Kamu gak perlu jawab sekarang. Aku beri kamu waktu untuk berpikir. Tolong pikir baik-baik.” Kata Kris.

“Gak perlu.” Ketus Hyeji yang melepaskan tangannya dari tangan Kris.

“Aku akan jawab sekarang. Maaf, aku gak bisa menerima kamu. Karena aku tidak akan mencintai laki-laki selain Kyung Soo. Bagi aku, kamu cuma orang baru yang datang di hidupku.”

Hyeji menatap Kris dalam dan berkata, “Mianhae”. Hyeji lalu pergi dari hadapan Kris. Ia berat mengatakan hal tadi. Ia berusaha menahan air matanya.

Sementara Kris terus menatap punggung Hyeji yang berlari makin jauh darinya.

***

@In Front of Gangnam Land

            D.O bersandar di sebuah dinding, ia sedang menunggu kedatangan Hyeji. Pikirannya masih terbayang dengan kata-kata Kris yang tadi.

“Kyung Soo…” Teriak Hyeji dari jauh menyadarkannya dari lamunan.

“Maaf telat.” Kata Hyeji yang merasa bersalah di hadapan D.O.

“Chukkaeyo…” Kata D.O dengan ekspresi datar sambil menyerahkan rangkaian bunga lily pada Hyeji.

“Selamat?. Untuk apa?.” Hyeji bingung karena D.O memberi selamat dan menyerahkan bunga untuknya.

“Mulai besok dan seterusnya kamu gak usah jemput aku lagi. Dan anggap kita gak saling kenal.” D.O berkata dingin dan pergi meninggalkan Hyeji.

Air mata Hyeji jatuh tanpa di sadarinya. Ia menjatuhkan bunga yang di berikan D.O dan mengejarnya.

“Kenapa?.”

To Be Continued…

 

 

 

61 pemikiran pada “100 Ducks (Chapter 13B)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s