Get Out! Stupid Boy! (Chapter 2)

Get Out! Stupid Boy! (2/2)End

 untitled

Title                 :  Get Out! Stupid Boy!
Author             : Nam Ji Ruu/anaknya YeWook Shipper
Genre              : Romance
Main Cast        : Kris (Exo M), Park Jiyeon (T-ara), Luhan (Exo M).
Other Cast       : Suzy(Miss A), No minwoo (Boyfriend), Taemin (SHINee) DLL …
Rated               : NC! No comedy :P. PG+14
Length             :  twoshoot
Diclameir        : Author gaje boh ini, terinspirasi dari lagu Miss A- Good Bye Baby, drama korea “Pasta”, sama pas lagi disuruh emak nyuci piring. Semoga ga ada ff yang mirip yachh.. Dimohon RCL, coz aku baru nulis ff. mau bash, kritik, asal ga di klitik juga ga apa-apa* ikhlas. Karena bahas bertele-tele dan konflik kurang aku mohon maaf, mungkin ga bakat nulis (T,T).ffinipernahakupublishdiffnlho

HAPPY RINGDING DONG

::Kris POV::
Ku kendarai mobilku ugal-ugalan dengan kecepatan tinggi. Amarahku benar-benar tidak dapadi bendung lagi. Sh*t! kenapa harus dia?! Kenapa? BRAKK!! Kubanting pintu apartementku. Kubanting semua barang-barang & PranGG…. Ku pukul sebuah cermin sampai pecah, tanganku pun akhirnya berdarah-darah. Park Jiyeon! Kau puas sekarang! KENAPA HARUS ADIKKU NAMJACHINGUMU?! Arrrggggghh….. ini benar-benar membuatku kesal. Ini bukan harapanku….. kupikir kau masih menyukaiku. Butiran bening pun meleleh dari mataku, kau yang membuatku seperti ini! Bahkan kau juga yang membuatku memutuskan hubunganku dengan suzy. Apa yang harus kulakukan? Aku mencintaimu, tapi kau sudah mempunyai namja. Kupikir aku bisa merebutmu dari namja itu….. tetapi tidak! Karena namjamu itu adik kandungku. Ini dilemaku, aku ingin memilikimu tapi bagaimana dengan luhan yang dari dulu sudah menyukainya. Dengan lemahnya aku mengambil botol wine di kulkas & langsung menenggaknya.
::Jiyeon POV::
Lelahnya setelah berjalan-jalan bersama luhan. Tadi dia mampir dulu, untuk minum. Dia memang selalu membuatku bahagia. Aku merebahkan tubuhku di kasur. Apa luhan tidak tahu, kalau kris ada di korea? Pertanyaan yang ternyiang-nyiang di kepalaku. Kulirik jam yang menunjukkan pukul 10 malam, akupun berjalan menuju dapur untuk mengambil minum. Duk! Duk! Duk! Duk! Kudengar pintu rumahku digedor seseorang. Akupun berjalan kearah pintu sambil meminum airku. Ketika ku buka…..Wbbbburr!! Ehok, ehok, ehok. Aku menyemburkan air yang kuminum setelah mengetahui siapa yang datang. Tanpa aba-aba segera kututup pintu,tetapi dia mencegah dengan kaki panjangnya.
“DARI MANA KAU TAHU RUMAHKU!” bentakku histeris. Dia hanya menyeringai-ku.
“manager” singkatnya dingin, lalu mulai melangkahkan ke dalam rumahku.
“Yak! Siapa yang menyuruhmu masuk! PERGI! PERGI! PERGI!” teriakku seraya memukul-mukul dada bidangnya. Seketika dia mencengkram tanganku &  mendorong tubuhku. Chamkkaman! Tangannya berdarah-darah? Apa dia mau mati?
“apa yang kau inginkan dariku?!” tanyaku dingin.
“hanya kau….” Lirihnya. Tiba-tiba dia memelukku. Ku dorong terus tubuhnya, tapi apa dayaku aku seorang yeoja. Bau apa ini? Seperti bau alkohol, OMO! DIA SEDANG MABUK! Oh…. Daebak! Baru tadi aku bersenang-senang, sekarang aku harus berurusan dengan pria mabuk. Ketika dekapannya melemah, aku langsung mendorongnya sampai ia jatuh.
“HAH?! Kau pikir aku bodoh! Sekarang pergilah, aku tidak mau melihatmu!” ucapku dingin.
“obati luka-ku dulu, baru aku pergi. Kalau tidak, aku akan disini terus sampai pagi!” balasnya sambil menyodorkan tangannya yang terluka. Dengan berat hati aku menyetujuinya, dan mengambil kotak P3K. ketika kembali, kulihat dia sudah duduk di sofa. Dasar tidak tahu diri! Langsung saja aku menarik tangannya, dia pun langsung mengerang kesakitan. Cih!! Dia apakan tangannya ini, kenapa banyak pecahan kaca. Bodoh! Kalau mau mati jangan seperti itu caranya, harusnya dia gantung diri, terjun dari atas gedung, atau minum saja racun. Selesai juga mengobati tangannya. Ketika ingin berdiri, dia menarik tubuhku & menciumku! Sialan! Kucoba melepaskan diri darinya, tapi dia malah menarik tengkuk leherku. Apa-apaan dia! Tanpa sadar aku mengeluarkan air mata…. Aku takut! Luhan tolong aku! Luhan aku membutuhkanmu……
::Luhan POV::
Aigoo bodohnya aku! Ponselku tertinggal di rumah jiyeon. Kucoba meneleponnya dengan telepon umum, tapi tetap tidak diangkat. Akhirnya kuputuskan pergi lagi kerumahnya. Omo! kenapa pintu rumahnya terbuka?? Apa dia ada tamu? Sudahlah. Akupun masuk kedalam, kulihat tidak ada siapa-siapa & aku menuju ruang tamu. JLEB!!! Kulihat seorang yeoja dan & seorang namja sedang berciuman…. Yeo-yeoja itu ji-ji-yeon!
“JIYEON!” teriakku. Mereka pun tersentak & menghentikan –aktifitas- mereka. Ku lihat namja itu, ternyata dia….dia hyungku sendiri! Bagaimana mungkin?! Lalu ku alihkan pandanganku ke jiyeon. Dia sedang menangis sesegukkan. Akupun mendekatinya. Aku tahu ini pasti bukan salahnya. Tiba-tiba dia langsung memelukku erat & sambil menangis histeris. “Mian, jiyeon. Mian, aku tidak bisa menjagamu..” bisikku di telingannya. Akupun membalas pelukkannya & menangis. Pakaianku mulai basah karena tangisannya. Diapun melepas pelukkannya.
“Ba-bawa dia pe-pergi….” Lirihnya sambil menunjuk hyungku yang sedang menundukkan kepalanya.
“SEKARANG!” bentaknya sambil terus sesegukkan.
“tapi aku harus menghilangkan jejaknya dulu…..” ucapku sambil terus mendekapnya. Diapun memberi tatapan –jejak-apa-. Akupun tersenyum.
“jejak yang ini…” ucapku, lalu aku menarik wajahnya mendekat & melumat bibirnya lembut. Kulepaskan ciumanku, kulihat dia mematung. Ternyata tetap saja first kiss-nya aku yang memegang. Ku alihkan pandangan kearah Kris Hyung, aku memandangnya dingin. Kutuntun dia menuju mobilnya.
“biar aku menyetir.” Ujarnya tanpa melihatku, mobilnya pun mulai berjalan. Kenapa hyung? Kenapa kau seperti ini? Apa kau menyukai yeojaku? Kau tidak boleh egois hyung. Ku berjalan masuk ke dalam rumah jiyeon. Kulihat dia tertidur di kamarnya sambil terisak. Akupun duduk di sampingnya sambil mengelus rambutnya. Jiyeon maafkan namjachingumu yang bodoh sepertiku.
“jiyeon…mianhae, aku yang bodoh” ucapku. Ia pun membalikkan badannya.
“kau tidak salah chagi…. Tapi orang itu….”lirihnya. Segera saja aku mendekapnya dengan erat.
“Jiyeon aku berjanji akan selalu bersamamu, aku akan selalu menjadi pelindungmu, aku akan selalu menjadi malaikatmu.  Jadi berhentilah menangis, aku pasti menjadi sedih…” jawabku. Kurasakan dia mengelus pipiku. Dia pun tersenyum.
“yak! Chagi! Janjimu harus dipegang! Sekarang pulanglah, aku takut kau sakit” pintahnya. Akupun menggeleng, tapi aku akhirnya menurutinya karena dia melotot ke arahku. Akupun langsung mencium puncak kepalanya& berpamitan.
~Keesokkan harinya
::Jiyeon POV::
“Jiyeon!! Meja 7, meminta gelas tambahan!”
“Jiyeon!! Meja 12 meminta piring untuk bayi!”
“Jiyeon!! Cuci piring dengan cepat!! Aku membutuhkan piring!!” Pintah mereka semua.
Akupun langsung mengerjakannya dengan cepat, tanpa jeda. Yap! Ini juga karena aku harus menjaga jarak dari namja brengsek itu. Semalam adalah malam paling bodoh yang pernah kualami, bagaimana tidak! Kemarin aku harusnya menghajarnya sampai mati! Kulanjutkan mencuci piring yang bertumpukkan itu. Hmhm untung saja, luhan datang kerumahku! Kalau tidak bagaimana nanti nasibku! Luhannie memang my angel!
“Kau! Jangan terlamun terus! Antarkan minuman ini, kita kekurangan pelayan!” pintah seseorang yang ternyata kris…
“ye chef” jawabku se-formal mungkin. Akupun langsung mengambil pesanan itu & mengantarkannya ke pengunjung,dengan tergesa-gesa. Tanpa sengaja, aku menabrak seorang yeoja cantik. Sampai bajunya terkena tumpahan minuman yang kubawa.
“Ahh!! Josong hamnida, josong hamnida!” ucapku sambil membungkukkan badanku. Akupun langsung membersihkan bajunya yang kotor.
“Yak!! Apa yang kau lakukan!! Baju ini sangat mahal!!jangan menyentuh dengan tangan kotormu. Dasar Pengemis!!” ejeknya lalu mendorong tubuhku sampai tersungkur kebelakang. Sontak kamipun menjadi pusat perhatian. Amarahku tidak dapat dibendung lagi! Bagaimana tidak, dia menyebutku PENGEMIS!.
“kenapa, kau marah ku sebut pengemis, HAH?!” bentaknya. Akupun langsung berdiri.
“aniyo, aku tidak marah. Tapi aku hanya berfikir kau adalah yeoja paling jelek yang pernah ku lihat!” jawabku tajam. PLAAKK!! Sebuah tamparan melayang ke pipiku.
“Sakit? Itulah pelajaran dariku! Kau mau lagi?” hadiknya. Ketika inginku tinju wajahnya, sebuah tangan menahan pergelangan tanganku.
“Sudahlah! Ehmm.. agasshi aku meminta maaf atas nama yeoja ini, nanti kerugiannya ku tanggung! Ini kartu namaku.” Ucap kris sambil tersenyum. Kulihat yeoja sial itu terkagum-kagum melihat kris. Kris pun menyeretku kebelakang restoran. Aisshhh orang ini! Akupun langsung menangkis tangannya & mendorong badannya ke tembok.
“KAU! Lagi?! Dengar aku tidak butuh pertolonganmu! Dan satu lagi jangan pernah menyeretku seenakmu, arasso!” geramku sambil mencekik lehernya dengan kakiku. Kulepaskan cengkramanku, diapun terbatuk-batuk. Menyenangkan melihatnya menderita.
“ehok, ehok! Hmhm anggap saja kalau itu permintaan maafku atas kejadian semalam” katanya. Akupun membalikkan badanku & meliriknya tajam
“jangan berlaga sok pahlawan. Karena pahlawanku hanya luhan seorang!” tegasku.
“Bisakah kau berhenti, memuji namja itu! Hah?!” teriaknya. Lalu dia mengunci tubuhku ditembok. Sial! Dia memulai lagi.
“tidak! Karena dia namjachinguku!” jawabku datar.
“KAU HANYA MILIKU!” teriaknya. Tiba-tiba… BRUKKK! Seseorang meninju kris dari samping. Itu luhan….
“Hyung!! Ini sudah keterlaluan! Kau membuatnya takut! Ada apa sebenarnya denganmu?” ucap luhan. Belum sempat menjawab, kris malah menyerang balik luhan. Merekapun berkelahi…… aku benar-benar bingung. Kulihat kris berhasil mengalahkan luhan. Akupun segera menghalangi tubuh luhan agar tidak terkena pukulan kris.
“Hentikan! Kris! Kau gila, dia adikmu!” bentakku. Luhan lalu menarikku bersembunyi di balik tubuhnya.
“hyung… ada apa denganmu? Apa kau menyukainya?” Tanya luhan. Akupun terkejut dengan pertanyaan. Kulihat kris terdiam sejenak mengambil nafas.
“Ye. Aku menyukainya bahkan mencintainya. Maafkan hyungmu ini luhan, tapi aku sudah tidak bisa menahannya lagi” jawab kris. Belum sempat luhan menyerangnya lagi, aku segera memeluknya dari belakang.
“hentikan chagi… hentikan! Aku tidak mau kau terluka” ucapku memohon. Dia pun dapat mengatur emosinya lagi.
“hyung! Aku sudah mengira ini akan terjadi, tapi aku tidak akan menyerahkannya. Dia milikku!” tegas luhan.
“bisakah kau tidak seegois dulu. Bisakah kau mengalah untukku kali ini saja? Bisakah kau mengerti perasaanku, saat aku harus mengorbankan semua yang kumiliki hanya untukmu! Seperti saat aku harus di pindahkan ke Canada! Kau tahu? Harusnya kau yang pergi! Bukan aku. Tapi kau memohon agar aku mengantikanmu!” ujar kris histeris.
“hyung, hyung ma-maafkan aku….” Lirih luhan.
“hm.. ternyata benar, kau masih seegois yang dulu!” jawab kris. Krispun berlari kearah jalan raya & luhan mengikutinya. Tanpa disadari sebuah mobil melintas dengan kecepatan tinggi dan….
“HYUNG!!!!” kudengar suara luhan. Akupun langsung menutup mataku. Deg, deg, deg, jantungku berpacu dengan cepat. Aku takut. Kubuka mataku perlahan-lahan. Pemandangan itu lah yang menyambutku, pemandangan terkutuk itulah yang kulihat. Segera aku berlari kearah
mereka. Kulihat tubuh luhan penuh dengan darah, Yap! Dia menghalangi tubuh hyungnya. Air mataku langsung meleleh melihatnya seperti itu.
“LUHANN!!! Yak! Bangun! Bangun!” teriakku histeris sambil mendekap tubuhnya. Ku dengar nafasnya terputus-putus, akupun mengenggam tangan. Diapun tersenyum, ketika kris ada disebelahnya
“h-h-hyung…ja-jagalah…di-di-a….untuk-ku” ucapannya terputus……
SKIP
::Jiyeon POV::
Langit sangat gelap karena mendung. Aku tidak mempedulikannya, yang ada hanyalah gundukkan tanah ini. Gundukkan tanah yang menyimpan jasad namjaku. Xi Luhan. Pemakaman ini sudah selesai 2 jam yang lalu, tapi aku tidak peduli. Aku akan tetap disisimu, aku akan tetap di sampingmu, aku akan tetap  menunggumu. Pengkhianat! Kau berjanji ada disampingku, kau berjanji akan melindungiku!  Mana janjimu, PABO! Tik, tik, tik, tik, hujanpun turun dengan derasnya. Bodoh! Kau mengirimkanku hujan? Jangan sok peduli lagi denganku lagi. Aku tidak akan pergi walaupun hujan ini membasahi tubuhku. Kurasakan ada seseorang memayungi tubuhku, akupun mendongakkan kepalaku….
“BABO! Berdiri sekarang juga!! Kau ingin melihatnya bersedih disana!” pintahnya. Aku masih belum bergeming, diapun mengangkat bahuku sampai aku berdiri.
“apa urusanmu” jawabku dingin.
“urusanku? Kau! Sekarang kau urusanku, dia menitipkanmu padaku.” Balasnya. Aku sudah tak kuasa lagi menahan tangisanku ini.
“Dia bodoh! Dia berjanji selalu bersamaku, dia berjanji selalu melindungiku, dia akan menjadi malaikatku! Tapi dia berbohong, dia pengkhianat!” ujarku sambil terisak. Krispun menarikku ke dekapannya. Hangat…
“Dia tidak bodoh. Aku akan mengantikannya! Aku akan selalu bersamamu selamanya sampai ajal memisahkan kita. Luhan pasti akan menyetujuinya” jawabnya sambil menatap ke atas langit.
“Dia gila & bodoh! Dia pergi dan menitipkanku kepadamu! Dia memilih kau mengantikannya…” ucapku sambil terus terisak
“Jiyeon SARANGHAE! Jangan pernah meninggalkanku lagi!” tegas kris. Akupun mendongakkan kepalaku dengan pandangan terkejut. Dia langsung menyeka air mataku dengan tangannya sambil tersenyum.
>3 TAHUN KEMUDIAN<
“Umma! Aku bosan, appa selalu memasak!” ucap seorang anak laki-laki berumur 3 tahunan.
“min, memang kenapa kalau appa selalu memasak? Masakkan appa kan sangat enak!” jawabku
“memang masakkan appa sangat enak, tapi masakan umma lebih enak!” jawab saudara kembarnya han.
“aigoo! Kenapa min & han sangat manja hari ini? Ahh pasti karena….” Ucapanku terpotong
“Chagiya….aku mau kau masak! Masakkanmu kan sangat enak…” ucap suamiku, kris dengan nada manja.
“ternyata benar, ketua nya kau! huH! Tapi baiklah aku akan memasak untuk anak-anakku dan anak yang besar itu!” kataku semangat sambil melirik kris.
“Horeee!” teriak mereka bersama-sama. Min dan han pun menunggu sambil bermain.
“chagi… aku mau melihatmu memasak!” ucap kris bersemangat. Akupun langsung menjitak kepalanya.
“kau! Sejak kapan kau menjadi manja seperti itu padaku!” bentakku. Dia hanya tertawa tidak jelas.
“sejak?? Aku menjadi suamimu!” jawabnya sambil menjulurkan lidah. Kamipun tertawa bersama-sama. Ya! Itulah keluargaku yang baru aku dan kris menikah. Kamipun mempunyai anak kembar. Min & Han. Ketika asik-asiknya memasak, kurasakan kris mendekapku dari belakang.
“apalagi? Kau jadi seperti anak kecil? Mengelikan!” kesalku.
“aku hanya minta….”
“minta apa?” balasku.
~CHU~ dia menciumku! Lagi?! Benar-benar tidak ada puasnya!
“YAK! KAU INGIN MATI?!” teriakku kesal, tapi ternyata dia sudah kabur sambil cekikikan.

FIN

 

Gimana?! Jelek yah… mian soalnya aku dah kehabisan ide… >,<

Hiks hiks T.T*meluk kris sayangku*

 

 

29 pemikiran pada “Get Out! Stupid Boy! (Chapter 2)

  1. Endingx tdk mengecewakan,aq setuju jiyeon ma kris. Tapi tapi kris disandingkan ma luhan aq lebih milih kedekapanx luhan hohoho #nah-lho???yaiyalah-soalxkrisbersedekapsedangluhanmembentangkantanganxjadibegitulahhahahahaha,oranggaje#plakkk

  2. y klo luhan harus meninggal si, oppa aku. >_<
    jadinya malah sma kris huhuhuu
    y meskipun sedih oppa luhan meninggal tpi ngk papalah buat skrang yg penting ngk sad endingnya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s