Memories (Chapter 7)

Title: Memories (Sequel of Soulmate) | Part 7

Sub-Title: Oh Se Hoon / Sehun (Chagi)

Author: Lee Yong Mi / @YongMiSM

Genre: Romance, Thriller, Tragedy, Fantasy

Length: Chapter

Main Cast:

  1. EXO-K Sehun
  2. Lee Yong Mi
  3. All EXO members
  4. Lee Hyunwoo

Cameo:

  1. U Kiss

Rating: Part 7… PG-16

Disclaimer:

Not for silent readers, please.

Poster credit: cipzcagraph.wordpress.com

 memories-sehun-chagi

 

 

Oh Se Hoon / Sehun (Chagi)

Aku membencinya…

Seorang namja terus membisikkan kata-kata itu di dalam batinnya. Ia berusaha menghilangkan segala rasa sayang yang pernah ada pada dirinya terhadap yeoja itu, yeoja bernama Lee Yong Mi.

Aku membencinya…

Namja itu mengepalkan tangannya geram. Ia memukul meja di hadapannya dengan kuat. Matanya menatap keluar jendela, dimana ia melihat Yong Mi sedang duduk di ayunan, dengan sinar bulan yang menerpa tubuhnya.

Aku membencinya…

Ia menatap Yong Mi tajam, memperhatikan setiap tingkah laku yang Yong Mi lakukan. Bahkan ia pernah mengatakan pada dirinya sendiri, bahwa ialah yang akan membunuh Yong Mi, agar Yong Mi merasakan bagaimana rasanya kehilangan jiwa, seperti Hyura.

Namja itu, bernama Oh Se Hoon.

+++

Lee Yong Mi

Dingin. Malam ini cuacanya begitu dingin, tidak seperti biasanya. Apakah memang karena suhu udara yang rendah, atau aku yang merasakan ada aura membunuh dari kejauhan? Gawat, sebaiknya aku kembali ke dalam saja.

Aku beranjak dari dudukku, kemudian melangkah masuk ke dalam rumah. Entah kenapa, tiba-tiba saja aku merasa bahwa rumah ini sangat sepi. Kemana yang lainnya? Bukankah Jong Dae telah menjelaskan bahwa aku tidak marah lagi pada mereka? Lalu kemana mereka semua?

“Yong Mi-ah!!”

Aku terkejut ketika Luhan memelukku erat. Ia mengacak-acak rambutku dan mencubit kedua pipiku gemas.

“Aigoo, akhirnya aku mempunyai waktu untuk berdua denganmu!” ucapnya semangat. Ia melepas pelukannya dan menatapku dengan polosnya. “Ayo, kita harus pergi jalan-jalan berdua hari ini!”

Luhan mencium puncak kepalaku lembut, kemudian ia menuntunku untuk berjalan keluar.

“Cha, chankamman! Ini malam hari, Luhan-ah!” ucapku seraya menariknya mundur, namun ia hanya tersenyum kembali.

“Lalu, apa masalahnya? Aku justru suka saat menghabiskan malam bersamamu, Yong Mi-ah.”

Wajahku merona merah. Luhan mendekatkan wajahnya padaku secara perlahan, membuatku menjadi lebih salah tingkah.

“Luhan hyung, Yong Mi-ah.”

Aku segera menoleh ke arah suara dan melihat Se Hoon menatap kami datar. Ia berjalan menghampiri kami.

“Aku ingin berbicara sebentar dengan Yong Mi. Apakah kau mengizinkan?”

Eh? Se Hoon ingin berbicara denganku?

“Yaah, padahal aku baru saja mau menghabiskan waktu dengan Yong Mi…” ucap Luhan seperti anak kecil. Se Hoon tetap menatap kami dengan tatapan datarnya.

“Akan kukembalikan dia secepatnya.” Ucap Se Hoon. Akhirnya Luhan mengangguk dan membiarkanku pergi bersama Se Hoon. Se Hoon tidak mengatakan apa pun selama kami berjalan.

“Se, Se Hoon-ah…” panggilku pelan. Ia berhenti berjalan, namun ia tidak menoleh ke arahku. “Apa yang ingin kau bicarakan padaku?” tanyaku. Suasana menjadi hening. Aku hanya menunggunya yang tetap diam tanpa menjawabku.

“Sebaiknya kau menjauh, Lee Yong Mi.”

Kali ini aku yang terdiam. Se Hoon berbalik dan menatapku tajam.

“Menjauh dari kami, Yong Mi. Kau hanya membuat keadaan bertambah buruk.”

Se Hoon melangkah mendekatiku, kemudian ia mengangkat daguku sehingga aku menatap matanya.

“Dengar? Jangan mendekati kami, dan menjauhlah dari kami. Jika kau ingin…”

Tangannya menyentuh leherku, yang dalam sekejap membuatku takut.

“… dirimu selamat.”

Dan kemudian ia berjalan meninggalkanku. Aku tetap terdiam, sampai akhirnya Luhan menghampiriku.

“Yong Mi, kau telah selesai berbicara dengan Sehun?”

Tidak… Aku tidak dapat menjawabnya…

“Mianhae, aku lelah. Harus tidur.”

Aku segera berlari meninggalkan Luhan seraya berusaha untuk menahan air mataku. Tapi… mengapa aku harus menangis? Mengapa aku merasa sakit?

+++

Sehun duduk di tepi jendela kamarnya. Ia menatap ke arah luar jendela kamarnya dan tidak mendapati Yong Mi-yang biasanya-duduk disana. Sehun tersenyum sinis.

“Ternyata ia takut pada ancamanku…” gumam Sehun. Ia merasa menang akan diri Yong Mi. Ya, kebencian benar-benar menguasai Sehun sehingga ia tidak peduli lagi akan apa yang dia lakukan. Selama tujuannya tercapai, ia tidak akan segan-segan melakukan berbagai cara.

Sehun beranjak dari duduknya. Ia memainkan secangkir kopi yang berada di atas meja. Well, vampire memang tidak minum kopi… tapi tidak ada salahnya bukan baginya untuk mencoba?

“Ternyata kau bodoh, Lee Yong Mi…”

+++

Oh Se Hoon / Sehun

Aku membaca bukuku dengan santai ketika Suho hyung berteriak tidak jelas.

“Aneh! Kenapa Yong Mi tidak mau keluar dari kamarnya?!”

Dan lagi, ia membicarakan yeoja tidak penting itu.

“Jinja? Kau telah mengetuk pintunya?” tanya Luhan hyung. Suho hyung mengangguk cepat.

“Ne, dia bahkan mengusirku, hyung. Aku tidak tahu mengapa, tapi aku benar-benar khawatir…”

Aish, berisik!

“Hyung, biar aku saja yang melihat keadaannya.”

Aku berdiri, menawarkan diriku untuk melihat keadaannya-walau sebenarnya aku tidak berniat sama sekali. Sebisa mungkin aku menutup pikiranku agar tidak dapat dibaca oleh Luhan hyung.

“Arasseo.” Ucap Suho hyung. Aku segera beranjak dan berjalan ke kamar Yong Mi. Sebisa mungkin, aku harus menjauhkan Yong Mi dari yang lainnya.

Aku terus melangkah ke kamar Yong Mi, namun hidungku sepertinya mencium bau yang aneh… Tunggu, bukankah ini bau…

Brak!!

Aku mendobrak pintu itu sekuat tenaga, dan mataku terbelalak ketika melihat Yong Mi berlumuran darah.

+++

Sehun segera menghampiri Yong Mi. Hal pertama yang ia lakukan adalah memeriksa apakah Yong Mi telah kehabisan darah atau tidak.

Darahnya masih terasa… batin Sehun. Ia segera mengikat bagian tangan Yong Mi dengan kain-karena darah tersebut berasal dari pergelangan tangan Yong Mi yang disayat dengan benda tajam. Sehun melihat sekelilingnya, berharap ada sesuatu yang dapat membantunya untuk menyembuhkan Yong Mi, namun nihil. Tidak ada barang yang dapat membantunya.

Sial! Batin Sehun kesal. Ia menggendong Yong Mi, kemudian membawanya ke ruang bawah tanah dengan cepat.

+++

Oh Se Hoon / Sehun

Sial! Lee Yong Mi, sadarlah!!

Aku mengguncang-guncangkan tubuh Yong Mi, namun ini berakibat buruk karena darahnya semakin mengalir keluar. Ottokhae? Apa yang harus aku lakukan sekarang?

“Ugh…”

Yong Mi tersadar! Aku segera memeriksa darahnya. Masih ada!

“Sakit… Argh, sakit…”

Tubuhnya bergetar. Aku berusaha menahan tubuhnya agar tetap tenang.

“Yak, Yong Mi! Tenanglah! Aku akan segera menolongmu!!”

Ia tetap tidak membuka matanya, bahkan tubuhnya semakin bergetar hebat. Tanpa pikir panjang, aku merobek kulit lenganku. Rasa sakit menyerangku dengan cepat, namun aku mengabaikannya. Aku menancapkan taringku, menghisap darahku sendiri, kemudian memberikannya pada Yong Mi melalui mulut. Aku menciumnya dan memaksanya untuk menelan darah tersebut.

Aku terus melakukannya beberapa kali, bahkan aku tahu bahwa Yong Mi telah membuka matanya.

“Se… Se Hoon-ah…”

Sekejap tubuhku membeku. Aku menatap matanya yang menatapku sayu.

“Kau… menolongku?”

Aku tersadar. Aku menolongnya? Bukankah aku membencinya?

“Go… mawo…”

Ia menutup matanya lagi. Aku segera menjauh darinya. Pabo, kenapa aku menolongnya? Seharusnya aku membiarkan ia sekarat! Seharusnya… aku benar-benar membunuhnya!

“AAAAAARRRRRRRRGGGGGGGGGHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Aku segera berlari keluar.

+++

Lee Yong Mi

Se Hoon-ah…

Se Hoon-ah…

Se Hoon-ah…

“Se Hoon-ah!!”

Aku beranjak. Sekarang aku telah berada di dalam kamar-entah kamar siapa-dan Luhan menatapku khawatir.

“Yong Mi-ah, gwenchana? Lukamu telah disembuhkan oleh Lay…”

Aku menggeleng pelan. Mataku mencari dimana Se Hoon.

“Di, dimana Se Hoon?” tanyaku cepat. Luhan mengernyit.

“Wae? Aku tidak ta-“

“Se Hoon-ah!”

Aku segera melompat dari tempat tidur dan berlari keluar dari rumah, mengabaikan teriakan Luhan yang memanggilku. Aku berlari menyusuri hutan, mencari dimana Se Hoon-walau aku tidak tahu sedikit pun dimana ia berada.

Krasak.

Aku berbalik, mengira Se Hoon muncul di belakangku. Namun ternyata…

“Annyeong, Yong Mi.”

Kevin-ah?

+++

Oh Se Hoon / Sehun

Aku harus membencinya… Aku harus membencinya…

Krasak krasak…

Kakiku terus berlari entah kemana. Aku tidak peduli apakah aku tersesat atau tidak, yang jelas aku hanya ingin berlari menjauh. Aku tidak mau memikirkan sesuatu yang membuatku pusing.

“Se Hoon-ah!!”

Aku berhenti berlari. Suara teriakan tadi membuatku kembali memutar arah. Tunggu, kenapa tubuhku bergerak dengan sendirinya? Dan juga, siapa yang berteriak memanggilku?!

Crang!

Aku segera menunduk ketika sebuah petir melayang melewatiku. Apa ini? Ada yang sedang berperang?

“Lemah!”

Brakk!!

Terdengar bunyi dentaman yang sangat keras. Aku segera menyelinap, melihat siapa yang sedang berperang tersebut. Ada sekitar 9 orang namja, dan mereka menyerang ke satu titik dengan kekuatan yang berbeda-beda.

“Hyung, kita harus membuatnya pingsan terlebih dahulu!!”

Jadi, 9 lawan 1? Mereka licik.

“Hen, hentikan…”

Tunggu, suara ini…

“Hentikan? Tidak.”

Aku segera menyeruak. Kakiku berlari ke arah tengah, menahan semua rasa sakit dari serangan mereka yang mengenai tubuhku, melindungi tubuh lemah dari orang yang mereka serang, kemudian mengeluarkan kekuatanku dengan kuat sehingga mereka semua terlempar ke belakang.

“Dasar penindas orang lemah.” Gerutuku. Aku menunggu sampai pasir yang berterbangan-karena akibat dari angin kencangku tadi-itu menghilang.

“Se… Hoon-ah?”

Seketika tubuhku membeku. Tangan dari orang yang kulindungi ini menyentuh pipiku, dan sekejap aku mencium baru darah yang sama dengan bau yang tadi kucium di kamar Yong Mi… Dengan cepat aku menatap orang yang kutolong ini, dan dia adalah… Yong Mi?

“Kau… menyelamatkanku lagi?”

Tidak. Aku membencinya. Tapi kenapa aku menolongnya?!

“Gomawo…”

Ia berbisik, lirih. Kemudian matanya tertutup.

Dan apa yang terjadi selanjutnya? Entahlah, yang jelas aku merasakan sesuatu bergejolak di dalam diriku. Aku marah… Ya, aku marah… Siapa yang berani menyakiti Yong Mi-ku seperti ini?

Hell, sepertinya ikatanku dan Yong Mi begitu kuat.

+++

Sehun menaikkan Yong Mi di punggungnya. Matanya menatap tajam pada 9 namja yang tadi menyerang Yong Mi dengan kejam.

“Jadi…” ucap Sehun tenang. “Siapa di antara kalian yang ingin mati terlebih dahulu?”

Shut that mouth up!”

Seorang namja berambut pirang menyerang Sehun dengan kemampuan cahayanya. Sehun menghindar dengan cepat, bahkan ia mengerahkan kemampuan anginnya untuk memotong tubuh namja itu. Sayangnya, meleset.

“Kalian menyerang Yong Mi-ku tanpa ampun…”

Sehun kembali mengeluarkan kemampuan anginnya ke seluruh arah, membuat 9 namja itu kembali terpental ke belakang.

“Dan sekarang, aku marah…”

Ia kembali melemparkan anginnya ke salah satu dari namja tersebut, membuat tubuh sang namja terluka dan berdarah.

“Jadi jangan berani menyerang Yong Mi-ku lagi…”

Sorot mata Sehun berubah. Sekali lagi, ia mengeluarkan kemampuan anginnya ke segala arah, hingga akhirnya angin tersebut berhasil membuat 9 namja tersebut tidak sadarkan diri. Tanpa membuang waktu lagi, Sehun berlari dan membawa Yong Mi kembali ke rumah mereka.

+++

Oh Se Hoon / Sehun

Aku segera menerobos kamar Lay hyung, membangunkannya yang sedang tidur dengan nyenyak-di saat yang salah-dan memaksanya untuk segera mengobati Yong Mi.

“Hyung! Palliwa!!” ucapku cemas. Lay hyung hanya mengangguk dan terus berusaha untuk mengobati Yong Mi. Aku cemas, sangat cemas sekarang. Ya, aku tidak akan mengungkiri perasaaanku lagi. Selama ini, aku membohongi diriku dengan mengatakan bahwa aku membencinya. Aku saja yang terlalu bodoh, terbawa akan perasaan benciku. Yong Mi adalah yeoja kecil yang pernah kutemui dulu, dan sudah seharusnya aku tahu bahwa ia tidak menghendaki semua ini… Argh, paboya!!

“Bisakah kau tenang?” maki Lay hyung padaku. “Aku tidak dapat berkonsentrasi jika kau terus mendesakku beberapa menit sekali!”

“Hyung, bagaimana mungkin aku dapat tenang kalau melihat orang yang kucintai sedang sekarat seperti ini?!”

Lay hyung tidak menjawab apa pun. Ia hanya terus berkonsentrasi untuk mengobati Yong Mi. Aku melihat luka-luka pada tubuh Yong Mi perlahan menutup. Aku menghela nafas lega.

“Hyung, sekarang Yong Mi baik-baik saja, kan?” tanyaku pelan. Lay hyung mengangguk.

“Ia akan siuman sebentar lagi. Aku lelah, jadi kau bisa membawanya ke kamar, Sehun-ah?” ucap Lay hyung.

“Ne, hyung!” ucapku semangat. Aku segera menggendong Yong Mi dengan pelan ke atas punggungku, kemudian aku membawanya ke kamarnya. Disana, aku membaringkannya di atas tempat tidur dan ikut berbaring di sebelahnya.

Lee Yong Mi…

Apakah kau akan memaafkanku jika aku mengatakan bahwa aku pernah membencimu? Astaga… Sepertinya aku adalah namja yang terlalu bimbang. Awalnya aku menyukaimu, kemudian membencimu, dan sekarang aku menyukaimu lagi. Mungkin jika orang lain mendengar ceritaku, mereka akan bingung sendiri. Jangankan mereka, aku juga bingung terhadap perasaanku ini.

Tapi, kurasa sekarang semua telah jelas…

Aku mencintai Yong Mi, sangat mencintainya.

+++

“Argh, sial!”

Kevin memukul pohon di dekatnya kesal. Ia membersihkan darah yang mengalir di sudut bibirnya.

“Aku membenci ini, tapi kita terlalu banyak bermain tadi.” Ucap salah satu namja itu pada Kevin. Kevin menggertakkan giginya kesal.

“Kalau begini terus, jangan sampai kita tidak dapat merebut Yong Mi dari tangan mereka!”

“Perlu bantuan?”

9 namja itu menoleh ke arah suara. Mereka melihat Hyunwoo berdiri dengan tenang.

“Nuguya?” tanya salah satu dari 9 namja tersebut. Hyunwoo hanya tersenyum tipis.

“Lee Hyunwoo imnida. Aku akan membantu kalian untuk mendapatkan Lee Yong Mi.” Jawab Hyunwoo. Ia menundukkan kepalanya sedikit, sehingga mereka tidak dapat melihat senyum sinis di wajahnya. “Asal kalian dapat melakukan sesuatu terlebih dahulu…”

“Neo?!!” ucap Kevin ketika ingat siapa Hyunwoo itu. “Kau yang merasuki tubuhku dan menggunakannya dengan semena-mena!”

Hyunwoo berdesis.

“Semua yang berlalu biarkanlah berlalu. Sekarang, jika kalian sangat ingin mendapatkan Yong Mi, maka satu-satunya jalan kalian adalah bekerja sama dengan kami.” Ucapnya tetap berusaha untuk tenang.

“Kau pikir aku akan percaya padamu?” balas Kevin acuh. Sekejap ia telah berada di belakang Hyunwoo dan bersiap menancapkan taringnya pada leher namja itu, namun…

“Tunggu, Kevin!”

Kevin berhenti bergerak. Ia mendesis ketika salah satu temannya menghentikannya.

“Waeyo, Soohyun hyung?!” tanya Kevin kesal. Namja-yang bernama Soohyun-itu melangkah ke depan.

“Kita bisa menerima tawarannya.” ucap Soohyun. “Namun, ia tidak mempunyai hak sedikit pun atas diri Yong Mi. Bagaimana? Kau setuju?”

Hyunwoo tersenyum kaku.

“Baik. Kita akan bekerja sama.”

+++

Lee Yong Mi

Eng… Oke, apa yang terjadi? Terakhir kali yang kuingat adalah… Kevin dan teman-temannya menyerangku… kemudian Se Hoon menolongku dan…

“Se Hoon?”

Aku baru saja ingin beranjak, namun sebuah tangan menahanku. Tangan itu melingkar perutku, dan saat aku menoleh ke arah si pemilik tangan, aku melihat Se Hoon yang tertidur dengan pulasnya di sampingku.

“Se Hoon?” panggilku untuk membangunkannya, namun ia tidak bangun juga. “Se Hoon-ah??” panggilku lagi lebih keras. Se Hoon perlahan membuka matanya dan ia menatapku lama. Kemudian ia terbelalak dan segera beranjak duduk.

“Yong Mi-ah? Kau telah sadar??” tanyanya khawatir. Aku sedikit tergagap untuk menjawabnya, apalagi saat ia memelukku erat. “Syukurlah… Akhirnya kau sadar juga…”

Bukankah ia… sebelumnya memintaku untuk menjauhi mereka semua?

“Mi, mianhae…”

Aku hanya menatap Se Hoon ketika ia menunduk dan mengucapkan kata itu.

“Aku… aku bersalah… Tidak seharusnya aku membencimu… Tidak seharusnya aku melarangmu untuk mendekati kami, karena tanpa keberadaanmu di dekat kami pun, kami merasa kehilangan… Jeongmal mianhae, Yong Mi…”

Aku tidak salah dengarkah? Se Hoon meminta maaf padaku?

“Ka, kau jangan diam saja!” ucap Se Hoon dengan wajah merah karena malu. “Se, setidaknya… katakan sesuatu… Kau boleh memukulku, kau boleh memarahiku, aku tidak akan melawan! Aku memang pantas mendapatkannya…”

Tidak, Se Hoon-ah. Mana mungkin aku akan memukulmu atau memarahimu disaat kau… bertingkah sangat lucu…

“Arasseo.” Ucapku seraya menahan tawa. “Aku akan menghukummu, Se Hoon-ah.”

Ia menutup kedua matanya, jelas ia terlihat takut. Aku meletakkan tanganku di atas kepalanya, kemudian mengacak-acak rambutnya secara perlahan. Ia kembali membuka matanya, menatapku polos.

“Bagaimana mungkin aku akan menghukum seseorang yang telah mengakui kesalahannya? Aku bukan orang seperti itu, Se Hoon-ah…” ucapku seraya tertawa kecil. Se Hoon menatapku tidak percaya, namun kemudian ia tersenyum dan kembali memelukku.

“Gomawo, chagi…” ucapnya yang membuat wajahku merona. Dia memanggilku ‘chagi’? “Mulai sekarang, aku akan selalu menjagamu. Aku tidak akan membiarkan ada orang lain yang menyakitimu. Kau cukup memanggilku dengan cepat, maka aku akan segera datang!”

“Kau tidak mempunyai kemampuan teleportasi seperti Jong In.” Ucapku. Ia hanya mengerlingkan matanya. Tunggu, ia bersikap… genit?

“Aku akan selalu datang untuk istriku ini.”

Eh, eh, ia… apa yang akan ia lakukan? Kenapa ia mendekatkan wajahnya padaku?

“Se, Se, Se Hoon-ah-“

Brak!

Aku menghela nafas lega ketika Luhan membuka pintu kamar Se Hoon, namun Se Hoon menggunakan kemampuan anginnya untuk mendorong Luhan keluar dan menutup pintu, kemudian ia mengunci pintunya.

“Sekarang, tidak ada yang dapat mengganggu kita.”

Se Hoon mendorongku kembali berbaring, dan ia mencium dahiku, kemudian turun ke hidungku. Aku menutup mataku, takut jika ia melakukan hal-yang-belum-boleh-dilakukan-meski-kami-telah-menikah-secara-vampire (?)

Cup.

Aku membuka mata ketika Se Hoon kembali mencium dahiku. Ia hanya tersenyum, menunjukkan wajahnya yang… tampan.

“Aku tidak akan melakukannya jika kau masih takut.”

Ia membantuku untuk kembali duduk, kemudian tangannya merapikan rambutku yang berantakan.

“Tenanglah, Yong Mi… Aku ini namja yang bertanggung jawab.” Ucap Se Hoon seraya tertawa kecil. Aku hanya dapat terpana melihatnya. “Tentu saja aku akan menunggu sampai kau siap, bahkan aku yakin hyung-hyungku yang lain juga akan menunggumu sampai kau siap. Kalau perlu, kita akan menikah dengan cara manusia terlebih dahulu agar kau benar-benar yakin pada kami.”

Tanpa terasa air mataku menetes. Se Hoon panik seketika.

“Yo, Yong Mi, apa aku mengatakan sesuatu yang salah? Katakan padaku… Aku akan-“

“A, ani… Kau tidak salah…” ucapku memotong kalimatnya. Tanganku menghapus air mataku cepat. “Aku… aku hanya terharu… Maksudku, aku tidak percaya bahwa aku… mempunyai 12 suami seperti kalian…”

Se Hoon tersenyum tipis. Ia mengusap rambutku, berusaha untuk menenangkanku.

“Kau memang sudah seharusnya bersyukur karena mempunyai 12 suami seperti kami.”

Narsis.

“Dasar. Kukira kau akan mengatakan sesuatu yang membuatku tenang, tapi-“

Aku terkejut ketika Se Hoon secara tiba-tiba menciumku, namun itu hanya sesaat, karena ia segera menarik kepalanya menjauh.

“Sekarang, kau akan merasa bersyukur, bukan?”

Wajahku memerah, sedangkan ia tertawa penuh kebanggan.

“OH SE HOON!!”

+++

Setelah Sehun tidak berada lagi di dalam kamarnya, Yong Mi melangkah ke arah jendela dan membukanya lebar, menghirup aroma dari udara segar di luar rumahnya. Ia masih tidak menyadari akan sepasang sayap yang berada di punggungnya.

Sepertinya ada yang aneh… batin Yong Mi. Ia melihat sekelilingnya, namun ia tidak menemukan hal yang aneh seperti di dalam pikirannya. Ada sesuatu yang aneh, tapi… apa?

“Yong Mi-ah!!”

Kris menghampiri Yong Mi, membuat yeoja itu mengabaikan semua pikirannya tadi. Ia segera menghampiri Kris, tanpa menyadari bahwa sebenarnya sedari tadi Hyunwoo telah mengawasinya.

“Sial… Sayap itu…” gerutu Hyunwoo kesal. Ia melompat ke dalam kamar Yong Mi, kemudian memeriksa apakah ada orang yang akan melihatnya. “Sepertinya tidak ada…” gumamnya pelan. Ia pun bergerak cepat. Dengan gesit ia memeriksa seluruh isi kamar Yong Mi, memperhatikan apakah ada sesuatu yang dapat membuat yeoja itu lemah dan tidak dapat melawannya.

“Kenapa tidak ada?!” gerutu Hyunwoo lagi. Ia mengacak-acak rambutnya kesal. “Lebih baik aku segera pergi.”

Ia kembali melompat ke arah jendela, namun pandangannya terhenti pada Yong Mi dan Kris yang telah berada diluar. Tangan mereka saling bertautan. Hyunwoo semakin kesal melihat pemandangan tersebut.

“Lee Yong Mi…” desisnya. “Tunggu saja, aku akan membuatmu berlutut di hadapanku, dan meminta agar aku segera membawamu kesana…”

Kekesalannya bertambah ketika melihat Kris memetikkan sebuah bunga di halaman rumah mereka. Ia merasa ingin segera membunuh Kris, namun ia harus tetap bersabar. Bagaimana pun, rencananya sendiri akan gagal jika ia tidak berhati-hati dalam mengambil langkah.

“Awas saja kau, namja pemimpin EXO…” gerutu Hyunwoo lagi. “Saat perang nanti, kau adalah orang pertama yang akan kubunuh.”

Dan ia melompat pergi.

Yong Mi melihat sekilas bayangan Hyunwoo yang pergi, namun ia tidak terlalu menanggapinya, karena saat itu Kris benar-benar berhasil mengambil perhatiannya dari apa pun.

“Jadi, bagaimana, Yong Mi-ah?” tanya Kris. Yong Mi mengangguk pelan.

“Ne, Kris. Aku setuju dengan pendapatmu jika kita semua harus kembali berlatih.” Jawab Yong Mi. Kris tersenyum.

“Kau memang pengertian.”

Kemudian Kris mencium puncak kepala Yong Mi, membuat yeoja itu tersipu malu.

TBC

Next Episode: D.O (Joahae)

“Nan jeongmal joahae!”

 

“Aku… menyukaimu?”

 

“Aku hanya ingin menawarkan sesuatu padamu.”

 

“Jika kau ingin hanya kau seorang yang dicintai olehnya…”

 

“Tapi sepertinya ia melanggar aturan vampire.”

 

“Kau tidak mempunyai hak untuk melarangku.”

 

“Apa kau tahu, bahwa berbohong itu tidaklah baik?”

 

“Aku akan membunuhmu.”

43 pemikiran pada “Memories (Chapter 7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s