Memories (Chapter 8)

Title: Memories (Sequel of Soulmate) | Part 8

Sub-Title: Do Kyungsoo / D.O (Joahae)

Author: Lee Yong Mi / @YongMiSM

Genre: Romance, Thriller, Tragedy, Fantasy

Length: Chapter

Main Cast:

  1. EXO-K D.O
  2. Lee Yong Mi
  3. BAP members

Rating: Masih di part 8… PG-16

Disclaimer:

Annyeong readers~ Ada yang menyadari siapa yang bertambah menjadi main cast? Yup, it’s B.A.P~ Mereka akan berperan sebagai apa? Mari kita lihat ne~ XD

Poster credit: Poster credit at: cipzcagraph.wordpress.com

 

Do Kyungsoo / D.O (Joahae)

 memories-d

 ____________________________

 

“Nan jeongmal joahae!”

Namja itu menghela nafas kesal. Entah keberapa kalinya dalam hari itu, ia berlatih mengucapkan kalimat yang sama di depan cermin. Hasilnya? Ia masih tidak dapat mengatur jantungnya agar tetap berdetak secara normal.

“Bagaimana aku dapat mengatakannya pada Yong Mi kalau aku selalu tidak dapat mengaturmu, jantung?!”

Ia kembali ke tempat duduknya, menarik nafas dalam, kemudian menghembuskannya kuat.

“Yong Mi-ah… Nan jeongmal saranghaeyo.”

Namja itu mengacak-acak rambutnya. Tidak, ia pikir kata-kata itu tidak akan berhasil mengungkapkan apa yang ia rasakan pada Yong Mi. Maksudnya, semua kata ‘saranghae’, ‘joahae’, dan lain-lain itu tidaklah cukup untuk mengungkapkan perasaannya!

“Aku harus apa sekarang? Kalau aku hanya diam, bisa-bisa Yong Mi lebih menyayangi orang lain jika dibandingkan denganku…”

Ia menunduk, berusaha menahan emosinya. Bagaimana pun, ia tidak mungkin menyalahkan kesebelas saudaranya karena semua pernikahan-secara-vampire­ ini murni terjadi dengan sendirinya. Mereka tidak dapat membatalkan hal yang telah terjadi. Yong Mi telah sah menjadi istri mereka semua.

Tapi siapa yang tidak akan cemburu jika harus berbagi satu istri dengan sebelas saudaranya?

Tentu, ia juga merasa cemburu. Sangat cemburu.

Oleh karena itulah, ia memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya pada Yong Mi. Ia ingin Yong Mi tahu, bahwa ia adalah namja yang paling mencintai Yong Mi jika dibandingkan dengan yang lain.

Dan ia, bernama Do Kyungsoo.

+++

“Ayo, kita mulai latihan lagi!!”

Kris dengan semangat menarik semua anggota untuk masuk kembali ke dalam ruangan khusus dimana mereka melatih kemampuan mereka.

“Sekarang, kita harus melatih Yong Mi bagaimana cara untuk menggunakan kekuatan kita masing-masing. Ada yang ingin memulai terlebih dahulu?” tanya Kris. Luhan tidak kalah semangat untuk mengangkat tangannya.

“Aku! Aku, Kris!” ucap Luhan antusias. Ia segera maju mendekati Yong Mi. “Kau siap, Yong Mi?” tanyanya. Yong Mi mengangguk. Luhan pun menjelaskan bagaimana cara untuk menggunakan kemampuannya.

“Untuk pertama kalinya memang sulit, karena kau harus berkonsentrasi secara penuh. Namun, jika kau telah terbiasa-atau jika kau benar-benar emosi, maka kau akan dapat menggunakan kekuatanmu dengan mudah.” Jelas Luhan. Yong Mi mengangguk seraya mendengarkan dengan teliti. Luhan pun mempraktikkan cara untuk menggunakan kemampuannya. Ia mengangkat tubuh Kris-sebenarnya ia hanya sedang ingin mengerjai Kris.

“Luhan hyung cepat turunkan aku!” perintah Kris kesal karena dibuat melayang-layang tanpa arah di udara. Luhan tertawa seraya menurunkan Kris, namun entah kenapa Kris tidak turun juga.

“Eh? Ada yang menahan kekuatanku?” gumam Luhan bingung. Ia segera menoleh ke arah Yong Mi di sebelahnya, dan Yong Mi hanya tertawa lepas.

“Aku belajar menggunakan kemampuanku! Otte? Apa aku mengganggu?” tanya Yong Mi. Ternyata ia menggunakan kemampuannya untuk menahan Luhan agar tidak menurunkan Kris.

“Woaah, daebbak!!” ucap Luhan. Ia ber­high five ria dengan Yong Mi.

“Baiklah, sekarang TURUNKAN AKU!”

Mereka kembali tersadar bahwa Kris belum mereka turunkan.

“Hehe, mianhae Wu Fan!” ucap Yong Mi seraya terkekeh. Ia menurunkan Kris. Kris mengibaskan bajunya, kemudian ia menghampiri Yong Mi.

“Sekarang, aku akan melatihmu untuk mengendalikan api seraya terbang. Kau siap?”

Dan Kris pun melayang ke atas. Yong Mi terkagum-kagum melihatnya, apalagi saat Kris mengayunkan tangannya dan dalam sekejap api keluar dari tangannya dan hampir mengenai dinding rumah-jika Suho tidak segera menahan api itu dengan kemampuan airnya.

“Aku ikut!!”

Yong Mi melompat ke atas, namun dia kembali turun ke atas tanah. Luhan tertawa melihatnya, membuat Yong Mi cemberut dan mendorong Luhan dengan kemampuan telekinesisnya.

“Saat terbang, jangan membayangkan bahwa kau hanya terbang dengan melompat seperti itu.” Ucap Kris dari atas. “Bayangkan, bahwa tubuhmu mempunyai sepasang sayap. Kau terbang menggunakan sayap itu, dan itu adalah sayap dari seekor naga!”

Yong Mi menarik nafas. Ia memejamkan matanya, membayangkan bahwa ia memiliki sepasang sayap naga…

Hap!

Yong Mi tersenyum lebar ketika ia berhasil terbang seperti Kris. Mereka berdua melayang dengan riang di atas, membuat beberapa dari anggota EXO merasa cemburu.

“Baiklah, kau coba untuk mengeluarkan api dari tanganmu.” Ucap Kris. Ia mempraktikkan bagaimana cara untuk mengeluarkan api, namun anehnya api di tangan Kris seakan dikendalikan untuk tidak melaju lurus. Api tersebut berbelok ke kanan.

“Ups, mianhae…” ucap Yong Mi kembali tertawa. Ternyata ia yang memainkan api di tangan Kris. “Aku bisa mengendalikan apimu, Kris!” ucapnya lagi. Ia melayang turun, kemudian dengan polosnya bertanya pada yang lain.

“Jadi, siapa lagi yang akan mengajariku?”

+++

Do Kyungsoo / Dio

Aku hanya diam, membiarkan kesebelas saudaraku mengajari Yong Mi terlebih dahulu. Kemampuanku hanyalah mengedalikan bumi, jadi tidak akan terlalu sulit untuk diajarkan. Apalagi, Yong Mi ternyata berhasil menguasai kesebelas elemen lainnya dengan sempurna. Jadi, kemampuanku hanyalah sesuatu yang kecil untuk diajarkan.

“Kyungsoo-ah, ayo ajar aku!” ucap Yong Mi seraya menghampiriku, membuatku segera tersadar. Aku berusaha agar wajahku yang memerah tidak terlihat olehnya.

“E, em… Arasseo…” ucapku. Aku mengajaknya untuk berjalan ke tengah, dimana Kris hyung telah menyiapkan sekitar sepetak tanah untuk kugunakan. Aku mengayunkan tanganku, kemudian sekitar beberapa gumpal tanah terangkat dari petak tersebut.

“Kau mengerti? Beginilah cara untuk mengendalikan tanah…” ucapku pelan. Aku hanya membiarkan Yong Mi untuk mencobanya, namun entah mengapa ia tidak mencoba untuk mengendalikan tanah itu. Sebaliknya, ia justru menatapku khawatir.

“Kau tidak apa-apa, Kyungsoo-ah?” tanyanya. Ia memegang dahiku. “Apa kau sakit?”

Sepertinya wajahku semakin memerah. Aish, apa aku ini namja sejati? Aku bertingkah seperti seorang yeoja!

“Ti, tidak… Aku tidak apa-apa.” Ucapku terbata. Ia justru menarikku keluar.

“Kau seharusnya beristirahat! Luhan! Wu Fan! Aku izin dulu dari latihan hari ini!” teriak Yong Mi, dan ia kembali menarikku masuk ke dalam kamar. “Kau pasti sakit! Sebaiknya kau cepat beristirahat!”

Ia membaringkanku di atas tempat tidur, kemudian ia melangkah, berniat mencari sesuatu untuk mengobatiku. Namun aku segera menahan lengannya.

“Chankamman.”

Inilah saatnya, Dio! Kau harus mengucapkannya pada Yong Mi!

“N-ne?” tanya Yong Mi bingung. Aku membuka mulut, tapi entah mengapa tidak ada suara yang keluar.

“A, aku…”

Ayolah, Dio! Katakan saja!!

“Aku… menyukaimu?”

+++

Lee Yong Mi

Menyukai? Tunggu, MENYUKAI?

Baiklah, aku heboh. Kyungsoo benar-benar mengatakan bahwa ia… menyukaiku?

“A, a, abaikan perkataanku yang tadi.”

Kyungsoo beranjak berdiri, kemudian ia berjalan keluar dari kamarnya dengan kepala menunduk. Aku sedikit merasa bersalah padanya, namun apa yang dapat kukatakan? Aku sedang shock sekarang dan… aku mengabaikannya. Mianhae, Kyungsoo…

Aku berjalan keluar dari kamar Kyungsoo dan mendapati ia berjalan kembali ke ruangan dimana kami latihan tadi.

“Kyungsoo-ah!”

Bukannya berhenti, ia justru mempercepat langkahnya dan dalam sekejap, ia menghilang dari pandanganku. Melihat tingkah laku Kyungsoo yang seperti ini, membuatku merasa… ada yang hilang…

Apakah ini yang dinamakan ikatan batin antara suami-istri? Kalau ya, ikatan ini terlalu kuat…

+++

Dio melangkah kembali ke ruangan itu, sementara anggota EXO lainnya segera mengerubunginya.

“Gwenchana, Dio hyung?” tanya Kai. Dio mengangguk pelan. Ia tidak ingin banyak berbicara hari itu.

“Yong Mi ada dimana? Apa benar latihan ini tidak akan kita lanjutkan?” tanya Baekhyun. Dio menggeleng.

“Sepertinya tidak. Oh ya hyung, aku mau keluar sebentar. Kebetulan sebentar lagi matahari juga tenggelam. Jadi aku akan baik-baik saja.” Ucap Dio. Kris sebenarnya tahu ada sesuatu yang aneh pada Dio, tapi ia berpikir bahwa Dio sedang membutuhkan waktu untuk sendiri.

“Arasseo.” Hanya itu jawaban Kris. Dio kembali mengangguk, dan ia berjalan keluar dari ruangan tersebut. Sebisa mungkin, ia sedang tidak ingin bertemu dengan Yong Mi. Ia takut jika Yong Mi akan… mengatakan ‘tidak’ padanya.

Padahal ia tidak tahu, bahwa Yong Mi akan mengatakan…

+++

Lee Yong Mi

“Ne? Kyungsoo pergi?”

Tubuhku melemas. Ada apa dengan Kyungsoo? Mengapa ia seakan melarikan diri seperti ini?

“Ne, Yong Mi-ah. Wae?” tanya Wu Fan padaku. Aku menggeleng pelan.

“Aniyo, Wu Fan…”

Aku berjalan lemas ke kamarku. Jong In berlari kecil menghampiriku.

“Yong Mi-ah, gwenchana? Wajahmu pucat.” Ucap Jong In. Ia menarik lenganku, membuatku berhenti berjalan dan menatap ke arahnya. Ia memegang dahiku. “Tidak panas, tapi mengapa wajahmu pucat, Yong Mi-ah?”

“Aku tidak apa-apa, Kai..” jawabku lemah. Aku menarik tanganku pelan dari genggamannya, kemudian kembali berjalan ke kamarku. Disana, aku mengunci pintunya agar tidak ada orang yang masuk ke dalam kamarku.

Mengapa Kyungsoo pergi? Apa aku bersalah karena tidak menjawabnya tadi? Tapi… aku hanya terkejut saja… Lagipula, aku sama sekali tidak menyangka bahwa Kyungsoo akan mengatakan perasaannya secara tiba-tiba. Maksudku, Yi Xing dan Baekhyun juga memang mengatakan perasaan mereka secara tiba-tiba, namun ada yang berbeda dengan Kyungsoo. Ya, ada yang berbeda darinya… Tatapannya, suaranya, tingkah lakunya…

Aku hampir gila! Aish, tunggu saja Do Kyungsoo! Jika kau kembali, maka aku tidak akan pernah melepaskanmu…

+++

Do Kyungsoo / D.O

Oke, aku hanya ingin mengatakan satu hal pada diriku sendiri.

NAN JEONGMAL PABOYAAAAAA!!!! Aku benar-benar bodoh! Seharusnya aku berani menghadapi apa pun yang akan dijawab oleh Yong Mi, bukannya justru kabur seperti ini! Aku…

Pengecut.

“Annyeong, Do Kyungsoo!”

Aku segera menoleh dan melihat seorang namja berjalan menghampiriku. Sekejap aku merasakan ada aura aneh dari dirinya.

“Nu, nuguya?” tanyaku terbata. Ia melangkah menghampiriku, dan disaat itulah aku merasakan bahwa ia mempunyai niat buruk.

“Woah, sepertinya kau takut, Dio!” ucap namja itu meremehkanku. “Tenanglah, aku hanya ingin menawarkan sesuatu padamu.”

Aku yakin bahwa ia akan menawarkan sesuatu yang buruk padaku.

“Aku tahu, kau sangat mencintai Yong Mi, bukan?”

Awalnya aku ingin segera mengatakan tidak, tapi mendengar pertanyaannya tersebut… entah mengapa membuatku merasa tergoda untuk terus mendengarnya.

“Jika kau ingin hanya kau seorang yang dicintai olehnya…”

Glek. Sial, aku benar-benar tergoda untuk mengangguk. Keinginan  untuk menjadi satu-satunya namja yang dicintai oleh Yong Mi memang pernah melintas di pikiranku. Tapi sekarang…

“… tapi setelah beberapa tahun, kami akan mengambil Yong Mi.”

Dalam sekejap, semua itu merubah pikiranku. Aku…

+++

Yong Mi gelisah. Sudah jam 12 malam dan Dio belum juga kembali. Berulang kali ia berjalan dari kamarnya ke arah jendela, hanya untuk memastikan apakah Dio akan muncul dari balik hutan di depan rumahnya.

“Apa yang lain tidak khawatir pada Kyungsoo?” gumam Yong Mi bingung. Ia masih tetap cemas di depan jendela kamarnya, berharap Dio akan cepat pulang.

Bruk.

Yong Mi segera bereaksi karena bunyi itu, dan dia terbelalak melihat Kai yang memapah Dio, dalam keadaan pingsan dan darah mengalir dari beberapa bagian tubuhnya.

“Kyungsoo-ah!!”

Kai segera membaringkan Kyungsoo di atas tempat tidur, sedangkan Yong Mi menghampiri mereka.

“Jong In-ah, apa yang terjadi? Mengapa ia terluka seperti ini??” tanyanya panik. Jong In menggeleng cepat.

“Aku tidak tahu! Tiba-tiba saja ia memanggilku dan saat aku berteleportasi ke tempatnya, ia telah terluka seperti ini!” jawab Jong In tidak kalah panik. Yong Mi mendorong Jong In untuk menjauh. Ia mengalirkan kekuatan yang ia miliki, yaitu kekuatan penyembuh dari Lay. Perlahan, luka-luka di sekujur tubuh Dio menutup. Kai sedikit menghela nafas lega.

“Tolong panggilkan Yi Xing.” Ucap Yong Mi pada Kai. “Ada yang ingin kudiskusikan.”

+++

Lee Yong Mi

“Kau tahu, luka-luka yang berada di tubuh Kyungsoo itu disebabkan karena apa?”

Yi Xing mengernyit akan pertanyaanku. Namun akhirnya ia mengerti. Ia menghampiri Kyungsoo yang masih tertidur di atas tempat tidurku, kemudian tangannya memegang dahi Kyungsoo.

“Em… Aku tidak yakin, tapi sepertinya ia melanggar aturan vampire.” Ucap Yi Xing yang membuatku bingung.

“Aturan vampire yang utama?” tanyaku. Yi Xing menepuk dahinya pelan.

“Aku lupa kalau kau itu manusia yang berubah menjadi vampire. Begini, sebenarnya setiap vampire itu hanya mempunyai satu aturan. Jika mereka memaksakan diri mereka untuk menggunakan kekuatan mereka dengan sangat maksimal-atau yang berarti mereka mengeluarkan seluruh kekuatan mereka, maka mereka akan mati.”

Eh??

“A, aturan seperti apa, itu?!” tanyaku tidak percaya. Yi Xing hanya menggeleng.

“Dan melihat keadaan Dio seperti ini, aku yakin tadi dia hampir menggunakan kekuatannya secara maksimal.”

Aku terpekik. Kyungsoo melakukannya?

“Permasalahannya adalah, untuk apa Dio mengeluarkan kemampuannya seperti itu?”

Molla. Aku tidak tahu…

+++

Dio bergerak. Ia membuka matanya dan menyadari bahwa ia berada di kamar Yong Mi.

“Ah… Aku masih hidup ternyata.”

Ia segera beranjak, namun entah mengapa kepalanya masih terasa pusing. Bukannya kembali berbaring, ia justru memaksakan dirinya untuk segera berdiri dan berjalan. Hasilnya, ia terjatuh ke atas lantai.

“Ugh… Ayolah, Dio… Apa sulitnya untuk berjalan?” gumamnya. Ia berusaha untuk berdiri, namun kakinya tidak menuruti perintahnya. “Aish… Apa boleh buat.”

Dio mengayunkan tangannya, berniat untuk mengendalikan tanah agar bergerak dan membawanya ke kamarnya sendiri, tapi tidak ada yang terjadi. Dio segera menyadari kebodohannya sendiri.

“Aku memaksakan diriku tadi… Sekarang kemampuanku tidak dapat digunakan untuk sementara.”

Mau tidak mau, Dio menyeret dirinya untuk segera keluar dari kamar tersebut. Ia tidak ingin berada di kamar Yong Mi, karena…

“Kyungsoo-ah!!”

Dio semakin mempercepat jalannya, namun ia tahu bahwa Yong Mi jauh lebih cepat dibandingkan dengannya. Sekejap, Yong Mi telah berada di hadapannya.

“Kau baru sadar! Jangan memaksakan dirimu untuk berjalan!”

Yong Mi berniat membantu Dio berdiri, namun Dio justru menepis tangannya.

“Aku tidak membutuhkan bantuanmu sedikit pun, Yong Mi.”

Dio mengucapkan kalimat itu dengan dingin. Ia kembali menyeret dirinya untuk menjauhi Yong Mi, namun Yong Mi justru membantunya berdiri dan membawanya kembali ke dalam kamar.

“Kau tidak mempunyai hak untuk melarangku.”

Yong Mi membaringkan Dio di atas tempat tidurnya. Matanya menatap Dio tajam dan tangannya menahan kedua tangan Dio.

“Katakan padaku. Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Yong Mi. Dio tidak menjawab. Ia hanya menatap lurus mata Yong Mi. “Do Kyungsoo, jawab pertanyaanku.” Ucap Yong Mi penuh penekanan.

“Kalau aku tidak mau?”

Yong Mi mengernyit. Tidak biasanya Dio seperti itu.

“Kau harus menjawabku, Kyungsoo.” Ucap Yong Mi lagi. Dio tersenyum miring.

“Kau terkesan memaksaku, Nona.”

“Aku memang memaksamu.”

“Aku tetap tidak mau.”

“Kau harus menjawabnya.”

Hening. Yong Mi mengira Dio akan menjawab pertanyaannya, namun ternyata Dio justru menggenggam kedua tangannya dan membalikkan posisi mereka. Sekarang, Dio berada di atas tubuh Yong Mi.

“Aku tidak mau menjawabnya, Yong Mi.”

Keadaan berbalik.

+++

Lee Yong Mi

Eh… Eh…

“Aku tidak akan pernah menjawab pertanyaanmu, kecuali jika kau menjawab pernyataanku tadi.”

Per… pernyataan?

“Sepertinya kau lupa.” Ucap Kyungsoo. Dia mendekatkan wajahnya padaku, membuatku menutup mata karena takut. “Aku tadi mengatakan apa padamu, Yong Mi? Jo-a-hae. Ingat?”

Joahae? Itu… ITU?!

“Tapi aku yakin, kau pasti hanya terpaku pada Luhan hyung. Dibandingkan kami, kau sangat menyukainya, bukan?”

Tidak! Itu tidak benar!

Begitulah yang ingin kuteriakkan, tapi entah mengapa lidahku begitu kaku untuk mengatakannya.

“Reaksimu bagus. Hanya diam saja dan mendengarkan. Aku semakin yakin bahwa kau akan menjawab bahwa kau tidak menyukaiku.”

Ia beranjak. Tunggu, bukankah ia tidak dapat berjalan tadi?

“Oh ya, Yong Mi…” ucap Kyungsoo. “Terima kasih telah memberiku kekuatan. Aku telah sembuh.”

Ia berjalan pergi. Apa ini? Mengapa ia meninggalkanku dengan penuh perasaan bersalah? Do Kyungsoo! Apa kau tidak mengerti akan perasaan seorang wanita?!

“Annyeong, Lee Yong Mi.”

Aku terkejut ketika melihat seorang namja telah berada di dalam kamarku. Namja itu mengenakan baju serba putih, dan aku dapat melihat sepasang sayap melekat di punggungnya. Siapa dia?!

“Kau ingin tahu, mengapa Dio memperlakukanmu seperti itu?” tanya namja itu padaku. Apa maksudnya? “Ah, aku belum memperkenalkan diriku. Namaku adalah Kim Himchan. Aku datang kesini karena ingin menjemputmu.”

“Mwo? Menjemputku? Apa maksudmu? Aku tidak mengerti!” ucapku bingung. Himchan berjalan menghampiriku, namun aku segera berjalan mundur.

“Aku membuat kesepakatan pada Dio. Karena aku telah memenuhi keinginannya, maka sebagai gantinya aku akan membawamu ke tempatku.”

“MWO?!” ucapku tidak percaya. “Andwae! Aku tidak percaya! Kyungsoo tidak mungkin membuat kesepakatan itu!!”

“Sayangnya, ia setuju.” Ucap Himchan. Ia kembali melangkah, namun aku terus berjalan mundur. “Jadi, Lee Yong Mi, kau harus mengikutiku!”

Tangannya mencengkram tanganku, sedangkan aku meronta. Tidak! Tidak mungkin Kyungsoo melakukan hal ini! Tidak mungkin.

“KYUNGSOO-AH!!!!!!!!!!”

Himchan menyeretku dengan kasar, namun seseorang menarikku ke belakang dengan cepat sehingga cengkraman Himchan terlepas dari tanganku.

“Apa kau tahu, bahwa berbohong itu tidaklah baik?”

Suara… Kyungsoo…

+++

Do Kyungsoo / D.O

Aku marah. Alasanku menjauhi Yong Mi karena aku takut bahwa namja brengsek itu akan membuat Yong Mi menyukaiku dengan kekuatannya, dan sekarang… ia menyeret Yong Mi pergi.

Aku benar-benar marah.

“Aku tidak pernah menyetujui kesepakatan itu.” Ucapku nyaris seperti berbisik. Namja itu justru tersenyum.

“Bukankah justru kau yang berbohong, Dio?”

Brengsek!

“Berhenti berbohong.” Ucapku penuh penekanan.

 

Flashback

Bruak!!

Aku mengangkat tanah di hadapanku dan melemparkannya ke arah namja itu.

“Aku menolak semuanya!” teriakku marah. “Kau, tidak akan pernah mendapatkan YongMi!”

Namja itu ternyata tidak terkena serangan dariku. Dia hanya mengibaskan baju putihnya yang terkena debu.

“Yong Mi akan tetap kami ambil.” Ucapnya tenang, namun kalimat itu justru membuat amarahku semakin menaik.

“PERCUMA SAJA JIKA YONG MI MENJADI MILIKKU, TAPI NANTI KAU AKAN MENGAMBILNYA DARIKU!!!!”

BRAAAKKKKK!!!

Tanah di bawah namja itu berdiri pun terangkat, membuat dia oleng dan disaat itulah aku menghantamnya dengan batu yang besar.

“Ugh!”

Tidak, itu bukan suara namja itu, melainkan suaraku. Aku merasakan tanganku seakan tersayat oleh sesuatu.

“Kaget?”

Namja itu tetap baik-baik saja. Ia berdiri di hadapanku tanpa luka sedikit pun.

“Jika makhluk bumi berusaha untuk menyakiti seorang Wingstale… maka mereka akan terluka.” Ucap namja itu dengan senyum di wajahnya. “Bagaimana? Sakitkah?”

Aku menggertakkan gigiku, berusaha menahan rasa sakit ini.

“Kau, langkahi dulu mayatku jika ingin mengambil Yong Mi dari kami.”

Dan disaat itu, aku hanya mengerahkan seluruh kekuatanku. Bumi bergetar dengan hebat, membuat sebuah lubang besar di bahwa namja itu dan dia jatuh ke bawah… Kemudian aku yang terjatuh ke atas tanah.

“Kai…” bisikku pelan, sebelum semuanya menggelap.

Flashback End

 

“Benar, Himchan. Berhenti berbohong.”

Aku sedikit terkejut ketika Yong Mi justru mendorongku ke belakang.

“Beraninya kau… membuat Kyungsoo terluka seperti tadi…”

Samar, aku melihat sebuah aura yang melesat keluar dari tubuh Yong Mi. Aura itu… sangat menyesakkan. Tubuhku seakan dihimpit di sebuah ruang hampa, dan sedetik kemudian kesadaranku menghilang.

+++

Lee Yong Mi

“Kim Himchan, aku akan membunuhmu.”

Aku berjalan mendekatinya, namun entah mengapa ia justru berjalan mundur.

“Argh, kau…”

Tanpa ragu aku mengayunkan tanganku, dan sebuah cahaya dengan cepat melesat ke arahnya, membuat tubuh itu terbakar cahaya dengan tingkat kepanasan yang tinggi…

“Huwaaaaa!!”

Tidak, itu tidak cukup, Himchan…

Aku kembali mengayunkan tanganku. Seketika es bermunculan dari bahwa dan membekukan kakinya. Aku mengangkat tanah yang berada di luar kamarku dan…

“Berhenti!!” teriak Himchan ketakutan. Aku tersenyum sinis.

“Tidak.”

Aku menghantamkan tanah keras itu padanya, dan bulu-bulu berwarna putih bertebaran di dalam kamarku… Debu menghalangi pandanganku darinya, namun disaat debu tersebut menghilang, aku tidak melihat tubuh namja itu lagi. Sial, dia kabur!

Aku segera berbalik, dan mataku terbelalak melihat Kyungsoo terkapar di atas lantai.

“Kyungsoo-ah!!”

Disaat itulah, baru yang lain muncul. Mereka segera menolong Kyungsoo.

“Apa yang terjadi?!” tanya Luhan padaku.

“Tadi… ada seorang tamu yang tidak diundang. Aku mengusirnya.” Jawabku pelan. “Mianhae, aku sepertinya bertindak terlalu jauh.”

Wu Fan mengambil satu bulu yang berada di atas lantai, seketika wajahnya memucat.

“Ini tidak baik…” gumam Wu Fan. “Yong Mi-ah, kau baru saja melawan salah satu dari Wingstales!

“Hyung, memangnya apa yang berbahaya dari Wingstales?” tanya Jong Dae bingung.

“Jika salah satu dari mereka terluka, maka yang lain akan menyerang…” bisik Wu Fan pelan. “Mereka akan menyerang kita, suatu hari nanti!”

Ne?!! Aku… aku  telah melakukan sesuatu yang salah?!

 

TBC

 

Next episode: Tao (Appo)

 

“Akan kumanfaatkan kesempatan ini.”

 

“Kau mengalahkanku lagi, Tao.”

 

“Kau tidak dapat menghindari takdirmu, Yong Mi…”

 

“Kalau begitu, aku akan menawarkan sesuatu yang menarik untukmu.”

 

“Itu adalah pedang yang dapat membunuh seorang wingstales.”

 

“Benci? Seberapa butakah diriku, hm?”

 

“Sial. Kenapa semua ini selalu gagal?!”

 

30 pemikiran pada “Memories (Chapter 8)

  1. you know what, i do not like D.O that somuch. But i’ve like him after read this ! #bahasainggrisngacoo mantaap thor 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s