My Little Love (Chapter 2)

Title                :“My Litle Love (Chap 2)

Author            : Kim Yura (tw : @Myori Yura , fb : Kim Yura Primz )

Main Cast      : Park Chanyeol , Byun Baek Hyun , Kwangso ( OC )

Genre              : Romance

Leght              : 2/?

Disclaimer      : Tokoh dalam epep ini Cuma author pinjem bentar , mereka milik Tuhan YME dan keluarga mereka. Tapi, epep abal ini 100 % milik author XD satu lagi , ijinkan author tetap memiliki Baekkie ne ?? #plakk

WARNING    : Shonen-ai , Tpyo (S) , Bahasa semrawut , Alur gak jelas !!

A/N                 : Adakah yang kangen ama author?? Readers:kgaaak thooor!!  T^T      ya udah deh kgak papa kok yang penting author kembali lagi dengan ff lanjutan dari “My Litle Love” hhehehe .. adakah yang penasaran ama lanjutan caritanya?? Ya udah langsung aja ne??

.

.

.

.

Happy Reading~

Chapter 2

 

-Chanyeol POV-

Setelah cukup lama menangis, akupun mulai lelah. Aku berjalan keluar gereja untuk mencari Baekhyun yang tadi sempat meninggalkanku secara tiba-tiba. Disebuah bangku kecil didepan gereja. Akhirnya kutemukan sosok yang kucari-cari sejak tadi. Aku sedikit lega ternyata Baekhyun ada disini. Tapi, langkahku mendadak terhenti saat kulihat tubuh mungil itu bergetar. Ia juga menggumamkan kata-kata yang tak jelas sambil sesekali terisak pelan.

Apa mungkin Baekhyun menangis ? gumamku dalam hati. Tapi apa yang membuatnya

menagis, perlahan aku mendekat ke arah tubuh mungil itu lalu dengan lembut ku usap ujung

kepalanya dari belakang. Sesaat ia menoleh tampaknya ia terkejut akan kedatanganku.

“Cha .. Chanyeol …”  ucap Baekhyun sambil mengusap sisa-sisa air mata di wajahnya.

Ya Tuhan, Baekhyun menangis. Entah mengapa melihatnya yang menangis seperti ini

mengingatkanku pada sosok Kwangso.

“Hey .. kenapa kau menagis Baekkie~ ??” tanyaku lembut.

“Si .. siapa yang menangis ?? aku kan tidak cengeng  sepertimu, aku hanya kelilipan tadi”

jawab Baekhyun gugup. Tapi jawaban itu sama sekali tak masuk akal, aku tahu kalau ia

berbohong.

“Hmm .. jangan bilang kalau kau menangis karena cemburu dengan Kwangso kecilku ..”

tanyaku yang sengaja memberi penekanan pada kata ‘Kwangso kecilku’ yang kemudian di

sambut dengan sebuah jitakan tepat di kepalaku.

“YA!! pede sekali kau Park Chanyeol ..!!” teriak Baekhyun sambil menghentak-hentakkan

kakinya lucu.

“Hhehehe … sudahlah ayo kita pulang, sekarang sudah sore Baekkie ..” ajakku sambil

menarik tangan mungil Baekhyun.

Di sebuah restoran kecil di pinggiran kota Seoul, nampak 2 namja yang sedang sibuk dengan

aktivitasnya masing-masing.

“Yeollie .. sudahlah kau tunggu aku saja sambil duduk di depan, sebentar lagi selesai kok ..”

ucap Baekhyun sambil membereskan piring-piring kotor di dapur.

“Ahh .. tak apa-apa Baekkie .. sebentar lagi aku juga selesai kok” kata namja bertubuh tinggi

itu sambil melanjutkan aktivitasnya mencuci piring yang sempat tertunda.

“Sekarang aku sudah selesai ..” tambah Chanyeol sambil mendekat ke arah Baekhyun yang

kini tengah berdiri membelakanginya.

“Yeollie .. apa kau lapar ? aku lapar, bagaimana kalau sekarang ku masakkan sesuatu

untukmu ?” tanya Baekhyun pada namja bertubuh tinggi di belakangnya.

“Umm .. baiklah, aku juga lapar. Kau mau masak apa ?”

“Ahh .. hanya ada ramen da acar labu, apa kau mau Yeollie ? kalau kau tak mau kita bisa

makan di luar saja” tawar Baekhyun.

“Aniiya .. aku lebih suka masakan buatanmu Baekkie~ “  jawab Chanyeol sambil

menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Baiklah .. kalau begitu kau tunggu di situ ne ? aku akan memasak dulu”  ucap Baekhyun

sambil menunjuk meja makan kecil yang ada di dapur itu. Sambil menunggu Baekhyun

memasak, pandangan Chanyeol tak pernah lepas dari kekasihnya tersebut. Baekhyun yang

merasa sejak tadi di awasi oleh sang kekasih akhrinyapun menoleh ke arah Chanyeol.

“Hey .. jangan menatapku terus seperti itu, aku jadi tak nyaman ..” protes Baekhyun sambil

menggembungkan kedua pipi chubby miliknya.

“Hhahaha .. habis kau terlalu manis untuk tidak di pandang .. makanya aku tak bisa berhenti

untuk tidak menatapmu ..” jawab Chanyeol sambil mengeluarkan cengiran (?) khas miliknya.

“YA!! kau itu ..”

“Umm .. baiklah aku akan berhenti untuk menatapmu, sekarang cepatlah aku sudah sangat

lapar Baekkie~ “ rajuk Chanyeol sambil mengeluarkan puppy eyesnya.

“Ah .. ne sebentar lagi kok “

“Nah ..lihat sekarang sudah matang “ tambah Baekhyun seraya mengangkat panci yang berisi

ramen panas buatannya.

“Hmm .. kelihantanya enak ..” balas Chanyeol sambil memasang wajah lapar pada ramen

buatan Baekhyun.

“Selamat makan Baekkie ..” ujar Chanyeol yang siap menyantap ramen di depannya, tapi di

urungkan niatnya itu setelah mendengar handphone milik Baekhyun bergetar.

Drrrtt .. Drrrtt ..

“Ah mian Yeollie …” sesal Beakhyun karena merasa telah mengganggu acara makan

malamnya dengan Chanyeol.

“Gwenchana .. angkat saja” jawab Chanyeol dengan senyum di wajahnya.

‘Gomawo” ucap Baekhyun seraya berdiri agak menjauh dari meja makan untuk mengangkat

telpon.

“Annyeong”

“…….”

“Mianhae .. tapi aku masih makan bersma Chanyeollie “ Chanyeol yang mendengar namanya

di sebut langsung mendekat ke arah Baekhyun.

“…..”

“Ku mohon sebentar saja”

‘…..”

“Hhh .. ne, baiklah kalau begitu”

Ttuutt … tttuut … tttutt

Terdengar sambungan di telpon itu terputus. Wajah Baekhyun yang semula ceria sekarang

mendadak berubah menjadi muram.

“Hey .. kenapa wajahmu seperti itu ?? memangnya siapa yang menelponmu tadi Baekkie ?” tanya Chanyeol penasaran melihat perubuhan air muka kekasihnya itu.

“Umma .. menyuruhku untuk segera pulang .. hhh aku ini sudah besar, umurku sudah 20 thn

tapi selalu saja menganggapku seperti anak kecil. Tidak boleh telat makan, tidak boleh

pulang larut malam dan masih banyak lagi …” keluh Baekhyun pada kekasihnya yang sejak

tadi hanya mengangguk kecil untuk menanggapi cerita Baekhyun, yang entah sudah berapa

kali di ceritakan pada Chanyeol.

“Itu artinya Umma Baekkie sayang sama Baekkie ..” hibur Chanyeol sambil mengusap

lembut kepala Baekhyun.

“Tapi .. aku kan ingin makan malam bersamamu Yeollie ..” rajuk Baekhyun manja.

“Tak apa .. lain kali kita bisa makan bersama kan ? sekarang aku akan mengantarkanmu” ajak

Chanyeol.

“Anii aku tak mau merepotkanmu Yeollie .. 15 menit lagi Kim ahjushi akan menjemputku”

tolak Baekhyun halus.

“Umm .. kalau begitu aku akan mengantarkanmu sampai depan dan menemanimu sampai

Kim ahjushi datang” ajak Chanyeol smabil menarik tangan mungil Baekhyun.

“Mian selalu merepotkanmu Yeollie ..” gumam Baekhyun dengan suara pelan.

-Baekhyun Home-

“Baekkie .. ini sudah siang sayang, mau sampai kapan kau mengurung dirimu di kamar

seperti itu ?” tanya yeoja paruh baya itu dengan lembut, yang tidak lain adalah Umma

Baekhyun sendiri.

“Anii .. aku tidak mau keluar !!” jawab Baekhyun yang masih tetap setia meringkuk di balik

selimut tebal miliknya.

“Hey .. apa kau masih marah pada Umma soal kemarin malam?”

“Ne” jawab Baekhyun singkat.

“Hmm Umma .. akan pergi ke Beijing hari ini dan mungkin baru pulang lusa depan, kau

boleh mengajak Chanyeol untuk menemanimu samapai Umma pulang nanti, bagaimana?”

tawar Ny. Byun pada anaknya yang kini tengah merajuk dan tak mau keluar dari kamarnya.

Tap … Tap … Tap

Terdengar langkah-langkah kaki yang berjalan tergesa-tergesa dari balik kamar Baekhyun.

Cklek

“Jjinja ?? Umma tidak bohong kan ??” tanya Baekhyun dengan mata berbinar-binar layaknya

seorang anak kecil yang tengah di beri Ice cream oleh Umma-nya

“Anni, Umma tidak bohong. Kalau begitu apa sekarang Baekkie sudah tidak marah lagi sama

Umma ?” tanyanya sambil tersenyum melihat tingkah putra satu-satunya yang sangat

menggemaskan itu.

“Umm .. Baekkie sudah tidak marah lagi kok, Baekkie sayang Umma~” jawab Baekhyun

dengan riangnya sambil memeluk tubuh Umma-nya.

“Ahh .. ne .. ne .. ne, Umma juga sayang Baekkie. Tapi sekarang kau harus mandi dulu,

setelah itu Umma akan menyiapkan sarapan untukmu”

“Siap bos !!” jawab Baekhyun semangat lalu segera berlari menuju kamar mandi yang ada di

dalam kamarnya.

****

-Chanyeol POV-

Drrttt … Drrrttt

Segera kuraih ponsel putih milikku yang kini tengah bergetar di atas meja. Aku sedikit

tersenyum saat mengetahui nama orang yang mengirim pesan padaku.

From   : Baekkie Chagi~

To       : Yeollie

Yeollie~ apa hari ini kau sibuk ? Umma-ku akan pergi ke Beijing untuk beberapa hari

kedepan. Datanglah ke rumah. Ini perintah ! ^^

 

From   : Yeollie

To       : Baekkie Chagi~

Hhahaha .. jadi kau mengancamku eooh ?? umm, as your wish chagi~ aku akan segera

 ke sana. Tunggu aku ne ^^

 

From   : Baekkie Chagi~

To       : Yeollie

Eh ? tapi bukankah kau harus bekerja ?? umm, nanti saja sepulang kerja kau bisa

mampir ke sini, itupun kalau kau tak capek Yeollie.

 

From   : Yeollie

To       : Baekkie Chagi~

Anii, aku sedang libur selama 3 hari ke depan. Restoran tutup, karena Kwangsoo

sedang pergi ke Jepang bersama Kkamjjong-nya. Jadi aku bisa menemanimu ^_^

 

Segera ku raih jaket tebal dan sarung tangan milikku, mengingat cuaca hari sedang tidak

bersahabat. Aku tak mau membuat Baekhyun-ku menunggu terlalu lama, karena aku tahu

betul ia paling tak suka menunggu.

 

Skip Time-

Di sinilah aku sekarang, berdiri di depan sebuah rumah mewah yang megah dan luas. Jujur

saja, selama aku berpacaran dengan Baekhyun aku tidak pernah sekalipun masuk ke dalam

rumah mewah di depanku ini. Kalaupun aku mengantanya itupun hanya sebatas gerbang

depan rumahnya. Aku sadar, bahwa aku dan Baekhyun sangatlah berbeda. Umm, mungkin

lebih mirip seperti seorang Puteri dan pelayan-nya. Kau tahu kenapa aku menyebutnya Puteri

? karena memang dia sangat cantik di mataku. Walaupun banya perbedaan di antara kami,

itu tak masalah karena cintalah yang menyatukan kami. Cinta yang tak pernah mengenal

perbedaan, umur, maupun derajat. Aku benar-benar beruntung bisa memilikinya.

Segera ku tekan bel yang ada di sisi kanan gerbang dan tidak lam setelah itu, gerbangpun

terbuka. Kulihat Baekhyun dengan senyum manisnya sedang melambaikan tangan ke arahku

di depan pintu rumahnya. Setengah berlari aku melewati halaman rumahnya yang kelewat

luas ini.

“Hey, apa aku terlalu lama Baekkie ?” tanyaku sambil mengusap pelan rambutnya.

“Anii .. bahkan kau datang lebih cepat dari perkiraanku” jawabnya sambil menggeleng-

gelengkan kepalanya.

“Baiklah ayo kita masuk, di luar dingin” tambah Baekhyun sambil menggandeng tanganku,

aku hanya tersenyum menanggapinya.

“Umma-mu sudah berangkat ?” tanyaku pada Baekhyun saat kami sampai di kamar super

luas miliknya.

“Ne, Umma sudah berangkat sejak tadi siang. Ah, kau tunggu di sini sebentar ne ? aku mau

membuatkanku cokelat panas dulu. Pasti kau kedinginan.” Tawar Baekhyun dengan senyum

manisnya.

“Ne, gomawo” jawabku singkat. Selepas Baekhyun pergi, aku mulai bosan karena harus

berdiam diri seperti ini tanpa melakukan apapun. Akupun berinisiatif untuk menyusulnya di

dapur. Tapi, langkahku mendadak terhenti saat melihat sebuah album foto dengan sampul

berwarna Blue Sky yang tergeletak di atas meja nakas milik Baekhyun. Karena penasaran

akupun mengambilnya. Dengan hati-hati mulai kubuka album tersebut. Aku tersenyum begitu

melihat foto pertama yang ada di dalam album itu. Di foto itu terlihat aku yang sedang

memeluk Baekhyun dari samping dengan senyum ceria. Ah, aku jadi ingat foto itu di ambil

waktu kami datang di acara kelulusan sekolah kami sekitar 2 tahun yang lalu. Dengan

semangat akupun  mulai membuka halaman-halaman berikutnya dengan senyum yang masih

setia menghias bibirku. Namun, tubuhku seketika menegang saat aku  menemukan sebuah

foto usang yang terselip di antara foto-foto yang lain. Foto itu begitu femiliar bagiku, karena

aku sendiri  juga mempunyai foto yang sama dengan foto yang ada di tanganku sekarang. Foto yang selam ini selalu ku simpan baik-baik di rumahku. Tanganku kembali bergeter saat

aku menatap wajah mungil nan manis yang ada di foto tersebut. Tepat saat itu Baekhyun

kembali dengan 2 cangkir cokelat panas di tanganya.

“Cha .. Chanyeol” ucapnya pelan seraya mendekat ke arahku.

“Siapa kau sebenarnya ..?! katakan oadaku siapa kau sebenarnya ?!!” ucapku dengan nada

membentak yang otomatis membuat Baekhyun ketakutan dan menangis.

“Hiks .. mi .. mianhae Yeollie .. a .. aku benar-benar minta maaf” ucap Baekhyun di sela-sela

tangisnya. Oh God !! apa yang telah ku lakukan. Kau sungguh bodoh Park chanyeol !! kau

sukses membuat orang yang paling kau cintai menangis karenamu ! rutukku dalam hati.

“Sstt .. uljima .. mianhae telah membentakmu tadi “ ucapku dengan nada lembut.

“Hiks .. ini semua salahku .. hiks .. aku terlalu pengecut untuk mengatakan yang sebenarnya”

ucap Baekhyun denagn tangis yang semakin keras. Sungguh ! aku tak tahan saat melihatnya

menangis, terlebih itu semua karena diriku sendiri. Segera kurengkuh tubuh mungilnya

kedalam pelukanku. Berharap bisa menghentikan tangisnya.

“Mianhae Yeollie .. harusnya aku jujur padamu”

“Hey .. apa maksudmu Baekkie ..??” tanyaku tak mengerti dengan apa yang di ucapkan

Baekhyun padaku.

“A .. aku adalah Kwangso kecil yang selama ini kau cari” ucapnya terbata-bata.

Oh My !! bagus !! sekaranga apa lagi ?? kekasihku sendiri mengaku kalau  dia adalah

Kwangso yang selama ini kucari ?

“A .. apa kau bilang ??” tanyaku tak percaya.

“Ku mohon jangan benci aku Yeoliie .. “

“Ta .. tapi bagaimana bisa Baekkie ?? aku tak mengerti” ucapku mulai frustasi.

“Maaf karena aku tak mengatakannya dari dulu .. hiks .. maaf karena telah membuatmu

menunggu selama ini ..”

“Aku .. pikir kau sudah ..” ucapku ragu.

“Anii .. sebenarnya waktu itu ..”

.

.

.

.

.

.

TBC

 

Uwwaaa … chapter supeeerrr panjang yang gak kalah abal dari chapter sebelumya T.T mian ya kalau di chap ini ceritanya makin gak jelas dan mengenaskan. Author benar-benar minta maaf #deep bow dan satu lagu author juga mengucapkan terimakasih banyak pada mimin yang udah mau nge-publish ff ini, juga para readers yang masih setia menunggu kelanjutan ff abal bikinan saya ini n_n udah dulu ah cuap-cuapnya .. di tunggu next chap-nya yaaa~ jangan lupa review ne ? yang pedes, asin, manis apapun daah auhtor terima kok ^^.v

Jeongmal Gomawo~

.

.

.

Give me some review ^_^

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s