Saranghaeyo Ahjussi (Chapter 7)

Saranghaeyo Ahjussi ^^

Chapter 7

Author: Dreamcreampiggy (@DebDebyanca)

 

Length: Chaptered

 

Genre: Romance, Family, School Life, AU

 

Rating: Teenager

 

Cast:-Lee Youra (Fiction)

-Wu Yi Fan/Kris (EXO-M)

-Park Chanyeol (EXO-K)

-Im Yoon Ah/Yoona (SNSD)

-Kim Jae Joong (JYJ)

-Lee Yourin (Fiction)

-Song Qian/Victoria (F(X))

-Kim Jae In (Fiction)

Saranghaeyo Ahjussi (Next Cover)

Disclaimer:Cast adalah milik mereka sendiri, Tuhan, dan Orang Tua mereka. Tapi ‘Fiction’ adalah fiksi.  Cerita milik Author. Tidak ada plagiat apapun karena cerita ini murni 100% ‘Imajinasi’ Author. Maaf sekali jika ada kesamaan nama ataupun latar belakang cerita. Nama sekolah maupun perusahaan disini adalah fiksi.

 

~Happy Reading~

 

Jantung Youra masih saja berdebar keras hingga kini. Padahal sudah lebih dari dua jam kejadian tak terduga itu berlalu. Tapi tetap saja ia tak bisa berhenti memikirkan hal gila yang telah ia lakukan.

Kini Youra berjalan pelan menuju tempat tidurnya lalu mencari posisi yang nyaman baginya untuk bersantai. Setelah berhasil menemukan posisi duduk yang nyaman, ia segera mengambil ponselnya dan bersiap mengirim pesan untuk seseorang. Siapa lagi jika bukan Chanyeol? Youra sangat ingin memberi tahu Chanyeol tentang kejadian yang tidak terduga tadi.

To: Chanyeollie

Yeol! Kau pasti tak percaya! Kris Oppa menyatakan perasaannya padaku! Aku harus menjawab apa? >< Bagaimana jika aku katakan kalau aku juga menyukainya? Kau setuju?

Pesan itu terkirim. Youra hanya bisa tersenyum lebar lalu tertawa kecil. Akhirnya perasaannya terbalas. Ia tak menyangka Kris juga menyukainya. Walaupun aneh tapi ia belum bisa memutuskan apa yang harus ia katakan. Ia masih sedikit… Ragu.

Setengah jam.

Satu jam.

Satu setengah jam.

Dua jam.

Senyum yang selalu mengembang di wajah Youra kian lama memudar ketika Chanyeol tidak juga membalas pesannya. Kemana orang itu? Tidak biasanya ia begini. Setiap Youra mengiriminya pesan, tidak perlu menunggu sampai sepuluh menit, biasanya balasan dari Chanyeol selalu tiba. Tapi berbeda kali ini. Chanyeol belum juga membalas. Bahkan sampai dua jam.

Youra merebahkan tubuhnya dan menatap kosong layar ponselnya. Ia merasakan sesuatu yang berbeda akhir-akhir ini terhadap sikap Chanyeol. Namun ia sendiri tak tahu alasannya. Apakah Chanyeol marah padanya? Atau Chanyeol tak suka dengan Kris?

BIP

Ponsel Youra bergetar dan tepat seperti dugaannya, sebuah pesan dari Chanyeol masuk.

From: Chanyeollie

Terserah kau saja.

Rasanya jantung Youra sedikit sakit saat ia membaca balasan dari Chanyeol saat itu. Apa ia salah?

To: Chanyeollie

Ada apa? Kau marah?

Dan ketika Youra kembali mengirimi Chanyeol pesan yang berisi pertanyaan singkat namun penuh dengan tanda tanya itu, Youra juga harus menerima bahwa Chanyeol tak membalas pesannya sama sekali.

“Aissshhhhh! Orang ini ada apa sebenarnya?”

~**^^**~

Kris memandang wajah Ayahnya yang sedang memeriksa berkas-berkas pekerjaannya dengan tenang dan penuh konsentrasi. Berbeda dengannya yang hanya sedang melamun dan memikirkan sesuatu yang tak tentu. Terkadang pandangan Kris beralih ke samping untuk mengamati jalanan Kota Tokyo yang terlihat dari jendela kaca besar di kantor perusahaannya yang berada di Jepang.

Ya. Kris tidak lagi berada di Seoul sekarang. Hari Minggu kemarin, Jae Joong, ia dan Ayahnya pergi ke kantor cabang perusahaan mereka di Jepang untuk menyelesaikan beberapa masalah bisnis yang sangat membosankan untuk di bahas –Bahkan bukan bagian dari cerita ini– Itulah mengapa Kris tak terlalu bersemangat. Ia merasa tak enak pada Youra karena tak bisa mengantarnya seperti tempo hari.

“Kenapa?”, suara Ayahnya membuyarkan lamunan Kris. Ia mengangkat kepalanya dan segera membenarkan posisi duduknya agar sang Ayah tak curiga.

“Tidak.”, kata Kris. Ia sudah terbiasa berbicara dengan bahasa Mandarin pada Ayahnya sehingga ia sudah tahu jika Ayahnya berbicara dengan bahasa Korea seperti tadi itu menandakan bahwa perbincangan mereka akan mengarah pada sesuatu yang tidak formal dan berbau keluarga.

“Kau bohong. Kau sedang dekat dengan perempuan kan?”, tanya Ayahnya lagi. Tuan Wu tertawa seketika saat melihat wajah anaknya merah dan terlihat terkejut.

“Ti,,ti,,dak. Sungguh.”, kata Kris. Ia berdeham dan melonggarkan ikatan dasinya lalu mengambil berkas yang sudah di periksa Ayahnya itu dan bersiap kembali ke ruangannya.

“Ayah tak melarang jika kau menyukai seorang gadis. Kau kan sudah dewasa.”, kata Tuan Wu cepat ketika melihat Kris sudah berdiri.

Kris menaruh lagi berkas-berkas yang tadinya sudah ia genggam dan menarik kursi lalu terduduk di sana.

“Ish! Dad! Aku menyukai perempuan berusia 17 tahun! Aku tak bisa lagi berbohong padamu!”, kata Kris sambil mengacak-acak rambutnya. Ia memang tak pernah bisa berbohong pada Ayahnya itu. Dari dulu, ia sudah sangat dekat hingga segala hal pasti selalu Kris ceritakan. Jadi tak heran jika kali ini ia langsung menceritakan pokok permasalahan pada Ayahnya.

“Lalu? Kenapa? Aku dan almarhum Ibu-mu waktu itu berbeda 12 tahun. Dia itu dulu adalah mahasiswi saat aku menjadi dosen. Jadi wajar kalau ini terjadi lagi padamu.”, kata Tuan Wu sambil tertawa kecil.

“Maksudnya Dad menurunkan suatu kelainan padaku?”, tanya Kris dengan wajah datar. Tuan Wu tertawa lagi lalubangkit dari kursinya yang nyaman dan berjalan menuju Kris.

“Bukan menurunkan. Tapi itu sudah bagian dari alam. Lagipula bagus jika kau sudah menemukan pasangan. Tadinya Ibu-mu mau menjodohkanmu dan Kakak-mu dengan orang lain. Kebetulan itu adalah anak dari temannya. Dan kebetulan dua-dua-nya perempuan.”, kata Tuan Wu sambil menepuk bahu Kris berulang-ulang.

“Benarkah?”, tanya Kris.

“Iya. Tapi saat itu kau kabur. Dan anak dari teman Ibu-mu juga tidak datang.”, kata Tuan Wu yang sudah mendengar cerita jelasnya dari Jae Joong dan istrinya.

Kris mengerutkan dahinya dan mengingat kejadian saat itu. Kejadian yang membawanya bertemu dengan Youra. Sudah lama sekali. Ah lagi-lagi ia mengingat Youra, dan itu sontak membuatnya mengusap-usap sendiri pipinya.

“Ish kau kenapa?”, tanya Ayahnya. Tuan Wu menepuk pipi Kris yang satunya lagi cukup keras saat dilihan putranya itu melamun.

“Tidak apa.”, kata Kris.

“Tapi setahuku anak yang ingin dijodohkan oleh mu itu juga berusia 17 tahun.”, kata Tuan Wu. Ia menepuk bahu Kris lagi dan berjalan menuju jendela di dekatnya.

“Hah? Siapa namanya?”, tanya Kris segera bangkit dan mengejar Ayahnya.

“Aku lupa. Kalau tidak salah marganya Lee.”, kata Tuan Wu. Ia memejamkan matanya dan mengingat sedikit namun ia gagal.

“Lee? Lee Youra?”, kata Kris. Entah darimana namun setelah ia mengenal Youra, orang yang selalu terpikir olehnya saat mendengar marga Lee memang hanya dirinya.

“Ah kalau tak salah itu!”, kata Ayahnya sambil menjentikkan jari.

KLEK

Belum sempat Kris mengucapkan sesuatu pintu ruangan mereka terbuka dan Jae Joong terlihat berjalan tergesa-gesa menghampiri Kris dan menarik pria bertubuh sangat tinggi itu menuju sofa yang terletak di ujung ruangan.

“Aku ingin menjelaskan sesuatu padamu! Aku baru mengetahui ini dari Eomma dan tak percaya sama sekali saat mendengarnya! Kris ini seperi mimpi!”, kata Jae Joong antusias. Tuan Wu hanya menggelengkan kepalanya dan berusaha untuk tidak ikut campur dan membiarkan Kris mengetahui sesuatu yang membuatnya terkejut.

~**^^**~

Youra melangkahkan kakinya malas menuju halte bus untuk pulang ke rumah setelah belajar seperti biasanya di sekolah. Hari ini sangat menyebalkan. Hari Minggu kemarin Kris memberi tahunya bahwa Kris harus pergi ke Jepang karena suatu urusan kantor. Dan itu membuat Youra sedikit kecewa. Ia sudah terbiasa dengan Kris disisinya sehingga merasa sedikit merindukannya ketika Kris tak ada.

Di tambah sikap Chanyeol yang semakin aneh. Tadi, saat di kelas orang itu sengaja meminta Baekhyun untuk bertukar tempat dengannya. Bahkan pulang tadi Youra melihat Chanyeol pulang bersama dengan Jae In. Ada apa sebenarnya? Kenapa Chanyeol bisa berubah jadi semenjengkelkan itu?

“Ah Yeol! Kau menyebalkan!”, kata Youra sambil menendang kerikil di trotoar. Ia berlari kecil menuju halte bus dan terduduk di sana untuk menunggu. Namun bukannya bus yang ia dapati berhenti. Melainkan sebuah Taxi. Youra hendak menggelengkan kepala memberi isyarat bahwa ia tak ingin menaiki Taxi itu sebelum kaca jendelanya terbukan dan menampakan wajah seorang perempauan yang tak asing.

Im Yoon Ah.

Ia kembali.

~**^^**~

Kini mereka sedang duduk berhadapan di sebuah Café. Youra melihat Yoona yang sedang menyesap kopinya dengan pelan. Bahkan wajah perempuan ini masih sangat cantik walaupun ia sedang tidak tersenyum. Pantas saja dulu Kris sangat mencintai perempuan ini. Dan seketika itu juga Youra merasa dirinya sangat rendah.

Yoona memakai Dress berwarna Baby Pink yang sangat cantik sedangakan ia hanya seragam sekolah yang sudah kusut. Karena itu sedari tadi Youra sibuk merapihkan pakaian dan rambutnya yang sedikit berantakan.

Karena sehebat apapun ia berusaha menandingi Yoona ia masih akan tertinggal jauh.

“Lee Youra-ssi. Tak apa kan aku memanggilmu begitu? Aku hanya ingin suasana di antara kita semakin akrab dan tidak canggung.”, kata Yoona yang sudah selesai menyesap kopinya dan tersenyum. Astaga. Kecantikannya bertambah berkali-kali lipat saat itu.

“Ne.”, kata Youra sambil mengangguk.

“Aku langsung saja ke pokok pembicaraan kita. Tolong jauhi Kris.”, kata Yoona singkat.

“Ye?”, Youra yang tadinya masih menunduk kini terbelalak dan mencengkram erat rok seragamnya. Bagaimana mungkin? Menjauhi Kris? Apa ia gila? Ia disuruh menjauhi seseorang yang sangat ia sukai dan ingin ia miliki di saat sudah sejauh ini?

“Iya. Aku masih mencintainya. Dan aku yakin ia juga begitu. Aku tahu dulu aku pernah mengecewakannya. Namun aku yakin ia masih bisa memaafkanku. Aku akan kembali ke Kanada sebentar lagi. Dan aku bermaksud mengajaknya untuk kembali bersamaku.”

Youra kembali menunduk.

Harusnya ia sadar akan hal ini. Kris hanya menyukainya. Bukan mencintainya. Sungguh Youra. Kau sangat bodoh. Bagaimana bisa kau salah mengartikan maksud dari seorang Kris?

“Umur kalian juga terpaut sangat jauh bukan? Kris tak mungkin menunggumu sampai berusia dua puluh lima tahun atau lebih lalu menikahimu. Ia pasti memilih menikah secepatnya. Maaf tapi aku harus berterus terang Youra-ssi.”

Youra hanya mengangguk dan tersenyum menatap Yoona. Orang ini benar. Ia terlalu muda untuk Kris. Lagipula dimana janjinya dulu yang mengatakan bahwa ia tak akan mencintai laki-laki yang umurnya terpaut jauh di atasnya? Lalu kenapa ia termakan ucapannya sendiri? Ini sangat lucu.

“Aku tahu.”, kata Youra singkat.

“Lalu? Kau setuju? Youra-ssi. Kalaupun kau mencintainya tapi kau tak mungkin membiarkan ia menderita bukan?”, tanya Yoona lagi. Youra mengangguk.

“Jadi aku mohon. Apapun yang terjadi, jangan pernah mendekatinya lagi. Kalaupun ia menyatakan perasaannya padamu itu mungkin karena ia menganggapmu sebagai adik yang baik. Bukan seorang kekasih atau lebih. Maaf jika aku telalu kasar padamu Youra-ssi.”, kata Yoona yang segera meminta maaf ketika melihat setetes air mata mengalir dari mata Youra.

“Baik. Aku akan menjauhinya. Aku memang tak seharusnya dekat dengan Kris Oppa.”, kata Youra singkat. Sedari tadi ia sudah tak bisa mengatakan apapun karena gugup. Di tambah kini dengan air mata yang mulai membasahi wajahnya.

“Terima kasih. Sungguh. Kau sangat baik hati Lee Youra-ssi. Aku tak menyangka kau bisa sebaik ini. Aku pasti tak akan membuatmu kecewa. Aku akan membuat Kris bahagia nantinya.”

“Dan. Sekali lagi. Aku minta maaf jika menyakiti perasaanmu. Aku hanya tak ingin membuatmu terlalu berharap akan Kris. Aku tahu ia masih belum bisa melupakanku. Ingat bukan kejadian di Namsan Tower tempo hari? Ia bahkan masih bisa memelukku. Maka dari itu aku tak ingin ada kesalah pahaman antara Kris dan kau Youra-ssi.”, Yoona mengakhiri kata-katanya sambil kembali menyesap kopinya dan memanggil pelayan.

Yoona segera membayar kopi dan minuman Youra lalu tersenyum manis.

“Youra-ssi. Terima Kasih dan maaf jika aku berbicara terlalu kasar padamu. Aku tak bermaksud begitu. Setelah ini aku masih harus pergi. Bagaimana jika kau ku antar pulang?”, tanya Yoona.

“Tak perlu. Aku bisa sendiri. Terima Kasih minumannya.”, kata Youra masih bisa tersenyum ramah.

Yoona mengangguk lalu segera pamit dan meninggalkan Café itu. Berbeda dengan Youra yang masih terduduk lama dan merenung. Tapi kemudian ia segera bangkit dan berjalan pergi untuk mencari halte terdekat. Ia ingin sekali pulang kali ini. Ia melihat sebuah halte dan segera menunggu.

Di tengah-tengah hiruk-pikuk kendaraan, di seberang sana Youra bisa melihat soosk pria menyeramkan yang bertubuh besar. Ia menyipitkan matanya sedikit takut ketika mengenali pria itu adalah perampok yang pernah hampir berhasil mengambil ponsel Kris jika saja Youra tak menyandungnya.

Keringat mengucur keluar dari wajah dan tubuh Youra ketika melihat laki-laki menyeramkan itu menunggu lampu untuk penyebrang jalan berubah hijau. Tak ada Kris dan Chanyeol yang bisa membantunya kini. Semuanya mendadak pergi menjauh entah kemana. Dan ketika perampok itu masih menunggu, bus datang.

Youra bernapas lega dan segera menaiki bus itu secepat mungkin dan mencari tempat duduk  di sana. Tak beberapa lama keemudian, bus itu berjalan ketika tak ada lagi penumpang yang akan masuk.

Benar. Semua menghilang. Tak ada yang tersisa untuknya.

Suara Yoona masih terngiang-ngiang di telinga Youra, dan itu membuatnya hanya bisa terdiam sambil memandang keluar.

Usia mereka terpaut sangat jauh. Tak mungkin mereka bisa bersama. Kris tak akan mau mempunyai kekasih sepertinya. Dan seperti yang Yoona katakan, mungkin Kris hanya menganggapnya sebagai seorang adik. Tapi yang Youra sayangkan hanyalah sikap Kris yang terlalu perhatian dan memberikan harapan padanya.

Untuk apa Kris menjemput dan mengantarnya? Menyatakan perasaannya? Menggenggam tangannya saat bermain di Everland kemarin jika hanya sebagai adik? Kenap adari awal Kris tidak mengacuhkannya saja?

Youra menundukan kepalanya dan merasakan matanya sudah berkaca-kaca. Kemudian, butiran air mata pun meluncur keluar dari matanya tanpa bisa di tahan. Meluapkan emosi yang menguasai pikirannya. Hingga ia tak dapat berpikir jernih dan membedakan mana yang berkata benar dan berkata bohong.

~**^^**~

BRAK

Suara pintu rumah yang terbanting membuat Yourin yang sedang duduk sambil bersantai dan membaca majalah Fashion mingguannya terkejut. Yourin melempar majalahnya panik ketika melihat Youra berlari dengan wajah yang tidak bisa dibilang baik-baik saja melainkan sangat mengkhawatirkan itu. Yourin mengejar Youra sampai ke lantai atas dimana kamar mereka berdua terletak.

“Youra ada apa?”, tanyanya panik.

Youra tak menjawab. Ia hanya berlari dan dengan cepat menutup pintu. Padahal Yourin ingin memberi tahukan sebuah kabar bahagia. Ibu mereka baru saja mengatakan bahwa hari Minggu nanti mereka akan di pertemukan dalam suatu acara dengan keluarga yang berstatus masih sebagai teman Ibu mereka. Keluarga besar Wu.

~**^^**~

Kris memang baru kembali dari Jepang dua hari sebelum hari yang sudah di tentukan. Hari yang juga membuatnya sangat senang dan tak percaya. Ia tak pernah menyangka ia bisa seberuntung ini. Namun, semenjak ia kembali, ia belum juga melihat Youra. Bahkan ketika ia ingin mengantar Youra, Yourin yang keluar dan menghampirinya lalu dengan menyesal mengatakan bahwa Youra sudah berangkat lebih dulu. Saat pulangpun Youra memilih melewati gerbang belakang untuk menghindari Kris sesuai janjinya dengan Yoona.

Pesan bahkan telpon sudah Kris coba. Tapi takada satupun yang mendapatkan respon dari Youra. Hingga hari ini tiba dan Kris hanya bisa pasrah. Ia duduk di ruang tengah di rumah kedua orang tuanya dengan kemeja putih, celana hitam dan jas yang tersampir di lengannya. Ia sudah terlihat tampan tapi bisa terlihat gurat kekesalan dan kebingungan di wajahnya. Kris tak henti-hentinya memandangi layar ponsel menunggu respon dari Youra yang juga tak kunjung datang.

“Kenapa? Kau belum siap?”, tanya Jae Joong yang baru saja keluar dari kamarnya. Ia duduk di sebelah Kris dan bersedekap.

“Tidak. Aku sangat siap. Aku kan hanya perlu memberi tahu kepada orang tua Youra bahwa aku menyukai putri mereka dan meminta Youra menjadi kekasihku.”, kata Kris.

“Yap. Lalu?”, kata Jae Joong mengangguk.

“Youra tidak bisa kuhubugi sejak hari Senin yang lalu. Bahkan aku belum melihatnya sampai sekarang.”, kata Kris.

“Mungkin ia sibuk. Ia kan pelajar.”, kata Jae Joong berusaha membuat Kris berpikiran positif.

“Gege! Oppa! Ayo berangkat!”, suara teriakan itu nyaring terdengar di kedua telinga laki-laki tampan yang sedang berbicara itu. Mereka segera bangkit ketika melihat Jae In yang sedang berdiri di ambang pintu depan rumah besar mereka. Jae Joong dan Kris mengangguk lalu berjalan keluar.

“Hyung. Aku akan membawa mobil sendiri. Kalian bisa berangkat lebih dulu.”, kata Kris.

“Baiklah.”, kata Jae Joong. Jika ia bisa sebenarnya ia juga akan membawa mobil sendiri, namun itulah Jae Joong, bagaimanapun ia harus menemani kedua orang tuanya. Berbeda dengan Kris yang sedikit lebih acuh.

~**^^**~

Kris duduk dengan gelisah sambil memperhatikan jam tangannya. Ia sudah sampai lima menit lebih dulu di sebuah restoran mewah yang sudah di sepakati sebagai tempat dua keluarga itu bertemu. Dan Jae Joong yang duduk tepat di sebelahnya kelihatan lebih gugup lagi. Jika Kris sudah menyatakan perasaannya kepada Youra sebelumnya dan hanya perlu meminta Youra menjadi kekasih dan izin dari orang tua Youra, Jae Joong harus melakukan tiga hal itu sekaligus kepada Yourin.

Ibu mereka tak bisa berhenti bersyukur kepada Tuhan ketika dua putranya sudah memilih wanita yang mereka inginkan. Apalagi itu adalah anak dari teman baiknya yang sudah ia recanakan namun gagal tempo hari. Tapi ternyata takdir memang menentukan jalannya sendiri. Buktinya walaupun tak sesuai rencana, anaknya tetap bersama dengan orang yang Nyonya Wu inginkan.

“Itu dia.”, kata Nyonya Wu.

DEG

Jantung Kris berdebar-debar ketika ia menemukan Youra dalam sekali tatap. Perempuan itu terlihat sangat cantik dengan balutan Dress  putih dan tatanan rambut yang membuatnya sedikit lebih dewasa dan anggun.

“Astaga apa kabar?”, kata Nyonya Wu kepada Nyonya Lee ketika mereka sudah berhadapan. Kedua perempuan itu berpelukan erat dan saling berbicara panjang lebar. Setelah itu Nyonya Wu segera meemperkenalkan keluarganya kepada keluarga Lee.

Sejak awal Kris memperhatikan ekspresi Youra yang tak berubah. Ia masih saja diam dan tampak tak terkejut. Apa Youra sudah tahu? Berbeda dengannya dan Youra yang masih duduk di area orang tua mereka, Jae Joong dan Yourin sudah memisahkan diri dan memutuskan untuk mengobrol sebentar di taman restoran.

Obrolan mereka terus mengalir dan hanya didominasi oleh obrolan yang tak bermutu sebagai pengantar menuju acara perjodohan yang dibuat oleh kedua Ibu ini. Kris tak henti-hentinya memandangi Youra yang terus saja menunduk. Setiap Youra melihat Kris menatapnya pasti Youra segera mengalihkan pandangan. Ya. Youra sudah tahu hal ini dari Yourin. Ia terkejut tentu saja. Namun, ia tak bisa berkata apa-apa lagi. Jika ia harusnya senang dan bahagia, namun karena masih teringat dengan kata-kata Yoona, ia sontak terdiam dan tak bisa mengatakan apapun. Ia tetap harus merelakan Kris dengan Yoona nantinya.

“Baiklah mari kita masuk ke hal inti saja. Sebenarnya aku juga tak menyangkan anakku bisa kenal dengan anakmu secara kebetulan. Tapi baguslah setidaknya ini berjalan dengan lancar Geun Yong… Hahaha…”, kata Nyonya Wu pada Ibu Youra yang bernama Lee Geun Yong.

“Iya. Aku tak menyangka Shin Ah. Ternyata bisa seperti ini. Apalagi Yourin dan Jae Joong. Bahkan mereka sudah memisahkan diri. Hahaha…”, kata Nyonya Lee.

“Tapi sungguh anak-anakmu sangat cantik.”

“Kau juga. Anak-anakmu tampan sekali hahaha..”

Dan itulah perbincangan mereka. Tanpa memperhatikan Kris yang terus memandang Youra meminta jawaban. Ada apa sebenarnya? Kenapa Youra seperti mengasingkannya?

“Kris. Kau jadi mengutarakan sesuatu kan?”, tanya Nyonya Wu pada Kris. Kris dengan cepat mengangguk dan berdeham pelan.

“Ne.”

Youra semakin mencengkram kuat Dress-nya ketika mendengar suara Kris. Youra mengangkat wajahnya dan melihat Kris yang kini berdiri tegak.

“Ahjumma, Ahjussi. Aku memang baru mengenal putri kalian. Tapi aku tahu bahwa aku sudah menyukai putri kalian. Jadi. Aku ingin meminta izin kalian untuk meminta Youra menjadi kekasihku.”, kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulut Kris. Ia sendiri tak percaya. Dan kini jantungnya berdegup kencang menunggu jawaban.

“Kami setuju. Tapi kami juga menyerahkan hal ini pada Youra.”, kata Tuan Lee. Kris tersenyum dan menatap Youra lagi. Kini bukan hanya Kris yang menatap Youra, namun semua orang. Termasuk kedua orang tua mereka dan Jae In.

Satu detik, dua detik, tiga detik.

Belum ada satupun kata yang terlontar dari mulut Youra. Hingga kemudian perempuan itu berdiri dan membungkukan tubuhnya cepat.

“Maaf.”

Dan setelah itu dengan cepat Youra berlari pergi menuju taman. Mengacuhkan panggilan orang tuanya dan tatapan bingung dari orang tua Kris. Kris tidak tinggal diam. Ia bukan laki-laki yang dengan mudah mencerna sesuatu yang belum tentu benar. Ia segera mengejar Youra lalu menarik dan menggenggam tangannya erat.

“Kenapa?”

“Maaf.”, hanya kata itu yang bisa Youra katakan. Karena setelahnya Youra hanya bisa menundukan kepalanya lemas dan merasakan air matanya mengalir.

“Jadi aku mohon. Apapun yang terjadi, jangan pernah mendekatinya lagi. Kalaupun ia menyatakan perasaannya padamu itu mungkin karena ia menganggapmu sebagai adik yang baik. Bukan seorang kekasih atau lebih. Maaf jika aku telalu kasar padamu Youra-ssi.”

 

~To Be Continued~

Author Note: Jelek banget deh. Youra bilang Maaf terus TBC-_-“ Timpuk Author sendiri… Wooo… Berlebihan gak sih Readers? Author bingung. Sebenernya sih Chapter ini udah kepikiran apalagi Chapter berikutnya. Tinggal nulis doang. Bahkan Ending aja udah tau. Tapi ya sekali lagi waktu. Jadi maaf kalau Chapter ini pendek. Agak kaya Drama banget kali ya. Tapi emang Author kalo bikin Fanfic gak mau yang biasa. (Apa lagi-_-“) Maksudnya mau ada yang berkesan. Terus kan nanya kapan masuk konflik? Nah ini konfliknya.. Yeahhhh! (Konflik aja bangga. Author macam apa ini-_-“) Jadi sekali lagi maaf ya kalau misalnya Chapter ini gak panjang… Author usahain di Chapter 8 panjang kaya Ramyeon. Kalo bisa. WkwkwkwkOh iya RCL ya Readers! Soalnya kalo gak RCL Chapter selanjutnya lama lagi hahahaha… Gomawo sudah baca dan jangan lupa comment. Kayaknya segini aja. Ini juga udah panjang. Soalnya seruan nulis Author Note sih daripada FF. Apa ini–_–“ Pokoknya gitu deh hahahaha.. Gomawo dan jangan lupa RCL (lagi)  Selamat berjumpa di Chapter 8^^ Oh iya, Sekarang Blog Author Address-nya udah di ganti jadi imaginepiggy.wordpress.com Visit ya!

 

 

Iklan

26 pemikiran pada “Saranghaeyo Ahjussi (Chapter 7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s