I’ll Never Let You Go, Again (Chapter 7)

Title                       :               I’ll Never Let You Go, Again (Chapter 7)

Author                  :               K.Li’s yoeja (@zvannyaz)

Length                  :               7/?

Genre                   :               Family, Sad, Love

Main Casts          :               Wu Yi Fan a.k.a Kris

Kim Quinn Rae

Kim Jong In a.k.a Kai

Kim Jun Myeon a.k.a Suho

Kim Taeyeon

Support casts     :               EXO, Super Junior, SNSD

Annyeong reader-deul. Author sudah mulai alay lagi yak? Maklumlah, kesetresan sama sekolah ya jadi gini. Labil-labil gimana gitu. Ngahahaha.. chingu, sepertinya chapter ini err… apa ya? Penasaran nggak sih sama FF author sebenarnya?._.v kalo iya baca lanjut aja. Kalo enggak close-tab aja ;_;. Annyeong… *author bow sama Kris*

***

“Hyung-ah!!” dan dengan sigap pun Baekhyun tak menghiraukan dua yeoja yang menunggu jawabannya dan berlari ke arah dua orang yang tak lain dan tak bukan adalah Chanyeol dan Siwon. Demiapapun sesungguhnya Baekhyun sedang bingung dan takut sekarang. Karena Kris…

“Mom, apa yang terjadi pada Kris oppa? Kenapa Baekhyun-uncle diam saja?” Quinn yang memang saat itu masih pada posisi menghadap ruang UGD kembali histeris setelah Baekhyun menghiraukannya.

“Quinnie, mom juga tidak tau. Pertanyaan mom pun sama saja tidak dijawab oleh Baekhyun-uncle. Sudahlah. Kau tenang dan berdoa saja Kris oppa baik-baik saja. Ara?”

Quinn hanya mengangguk. Perkataan ibunya cukup membuatnya sedikit lebih tenang walaupun sebenarnya ia ingin memberontak Baekhyun yang pada kenyataan tak menghiraukannya. Demiapapun Quinn hanya ingin tau kondisi Kris. Cukup hampir 2 bulan ini ia tak melihat Kris dan tak merasakan belai lembut kasih sayang dari kakaknya itu. cukup hampir 2 bulan ini juga ia dibuat gila karna memikirkan Kris dan merindukan sosok tampan yang menurutnya adalah tokoh komik manga itu.

Keadaan kembali sunyi. Setelah Baekhyun menghampiri Chanyeol dan Siwon, mereka langsung masuk ke ruang UGD lagi. sedang Quinn dan Taeyeon masih duduk diam menunggu. Kai? Sesaat setelah Baekhyun dan kawan-kawan dokternya kembali masuk, ia memutuskan pergi ke taman. Menenangkan pikirannya karna entah bagaimana bisa pikirannya terbagi menjadi dua.

“Hye Ae…” Kai terus menggumamkan nama itu. nama yang selama ini dimiliki oleh sosok yang sangat ia sayangi. Dan nama yang dimiliki oleh sosok yang selama ini ia rindukan.

Bayang-bayang tentang dirinya yang mengalami kejadian sama seperti apa yang dialami Quinn cukup membuatnya menangis menahan sesak didadanya sekarang. Bayang-bayang pahit 3 tahun lalu yang selalu membuatnya ingin marah dan bayang-bayang yang selalu membuatnya lemah dalam keadaan apapun kini kembali terlintas dibenaknya.

“Kai?” suara berat entah milik siapa memanggilnya. Namun dengan dirinya yang masih dalam dunianya sendiri, Kai hanya diam.

“Kenapa kau disini? Dimana Quinn?” sekali lagi Kai hanya diam. Suara berat yang masih memanggilnya pun kini duduk disampingnya.

“Hey, kau menangis Kai? Ada apa? Apa yang terjadi?”

“Aku tidak menangis. Ah.. Donghae hyung. Mianhae…”

Kai yang sekarang sadar bahwa suara berat itu milik seseorang yang ia kenal pun akhirnya membungkuk lemah pertanda permintaan maafnya karena tak menghiraukan panggilan Donghae tadi.

“Gwenchana. Waeyo? Kenapa kau menangis? Quinn baik-baik saja bukan?”

“Aku tak apa, hyung. Quinn juga tak apa. Ia baik-baik saja. Sekarang ia bersama Taeyeon-auntie didalam..” jawab Kai sekenanya sambil menghapus jejak air matanya.

“Lalu, bagaimana dengan Kris? Apa Siwon hyung dan yang lain sudah selesai menanganinya?”

Kai menggeleng. Ia cukup malas dan cukup lemah saat ini untuk bercerita tentang apa yang terjadi didalam. Mata sendunya hanya menatap Donghae sekarang. Ada sedikit perasaan yang mendorongnya untuk menceritakan sesak didadanya itu pada Donghae. ada sedikit rasa untuk dirinya meluapkan segala unek-uneknya pada orang yang duduk disampingnya sekarang. Entah bagaimana, tapi ia merasa Donghae adalah orang yang bisa ia anggap hyung.

“Kai? Gwenchana?” tanya Donghae saat ia mendapati Kai menatap dirinya dengan tatapan yang tak ia tau artinya.

“Nan gwenchana. Hyung, bolehkah, aku bercerita sedikit padamu?” tanya Kai hati-hati dan dengan mantap.

“Ceritalah. Siapa tau aku dapat membantumu. Ada masalah apa?”

Dengan seluruh kekuatan yang ia kumpulkan setelah membulatkan tekatnya bercerita pada Donghae, Kai berhasil menceritakan segala unek-uneknya. Menangis? Tentu saja. untuk saat ini jangan pandang ia sebagai laki-laki berusia 25 tahun. Pandang seorang Kim Jong In, penerus K Corporation di Seoul itu adalah laki-laki berusia 10 tahun yang kehilangan gulali.

Donghae yang memang mengenal Kai, karna statusnya pernah membantu Kai saat kehilangan Hye Ae dulu, membuatnya terenyuh akan hal itu. Diusapnya punggung Kai layaknya seorang kakak terhadap seorang adik. Di rangkulnya Kai dan ditenangkannya dengan kata-kata yang selayaknya ia berikan untuk Kai demi ketenangan Kai.

***

Suho baru saja selesai bertengkar dan berurusan dengan Kyuhyun. Sungguh demiapapun juga, saat ini ia marah sekali. Sangat marah kepada Kyuhyun yang berani-beraninya menyiksa anak laki-laki kesayangannya itu. sedikit juga, rasa bersalah karna saat menembak Kyuhyun tadi ia meleset dan mengenai bahu anaknya.

Ia menuju ke rumah sakit bersama dengan Chen. Hatinya, jujur, sangat tidak tenang. ia masih mengkhawatirkan Kris karna sedari tadi, istrinya, Baekhyun, Chanyeol, Donghae, bahkan Kai pun tak ada yang memberinya kabar. Dengan sikap bosnya, ia menyuruh sopirnya melajukan lamborgini nya dengan kencang.

TAP! TAP!

“Chagiya.. Bagaimana dengan Kris?” tanyanya setelah sampai dirumah sakit dan bertemu dengan istrinya didepan ruang UGD.

“Entahlah. Baekhyun sama sekali belum memberi tahu. Chanyeol dan Siwon oppa pun juga” jawab Taeyeon apa adanya.

Suho kemudian terdiam. Bukannya sedikit tenang justru semakin tidak tenang. terlebih dilihatnya anak gadisnya tertidur dipangkuan istrinya dengan wajah yang menyiratkan kesedihan. Ia duduk disamping istrinya. Merangkul pinggul indah milik istrinya itu dan menghela nafas berat beberapa kali.

Detik demi detik terus berganti. Baekhyun, Chanyeol, dan Siwon tak kunjung keluar dari ruang UGD. Entah apa yang mereka lakukan selama itu sampai-sampai tak mengabari orang-orang yang menunggu Kris dengan hati berkecamuk. Apakah Kris terlalu parah hingga selama ini mereka menanganinya di UGD?

“Kenapa mereka lama?” tanya Suho entah sudah yang keberapa kalinya.

“Sabarlah, chagi. Mungkin sebentar lagi.” kata Taeyeon mengusap tangan suaminya yang sedari tadi menggenggam tangannya.

“Tapi ini sudah terlalu lama. Apa saja yang mereka lakukan didalam? Kenapa lama? Bagaimana keadaan Kris? Setidaknya mereka mengabari kita, chagi..”

Suho yang masih terbawa suasana emosi hanya terus-terusan menggerutu karna tak seorang pun keluar dari UGD. Kecuali…

CKLEK!

“Baekhyun! Bagaimana dengan Kris? Apa yang terjadi padanya? Kenapa kau baru keluar sekarang? Kenapa lama?” dengan antusias Suho langsung mendekati Baekhyun, adiknya, yang baru keluar dari UGD.

“Hyung…”

“Apa? Bagaimana dengan Kris? Apa yang terjadi padanya?”

Suho yang memang sudah tak sabar sedikit menaikkan nadanya saat Baekhyun hanya memanggilnya hyung. Sungguh, emosinya masih diluar kendali dan itu sudah menutup pintu kesabarannya sehingga ia semakin marah. Taeyeon yang notabene adalah istrinya, kini mendekatinya dan mengusap lembut lengannya menyuruhnya untuk sedikit tenang dan membiarkan Baekhyun menjelaskan dulu.

“Baekki.. Mian.. jadi, bagaimana dengan keadaan Kris sekarang?” Suho melembutkan suaranya.

Baekhyun kemudian menatapnya sekilas. Kemudian matanya beralih menatap Taeyeon, Quinn, Kai, Donghae, dan Chen, yang saat itu berkumpul semua didepan UGD.

“Hhh…” Baekhyun hanya mendesah berat. Sungguh, ia tak sanggup mengatakan apa yang terjadi pada Kris. Kalau saja Chanyeol juga ikut keluar, mungkin ia lebih berani mengatakannya terang-terangan sesegera mungkin agar kakaknya, keluarga kakaknya, cepat mengetahui bagaimana kondisi Kris, yang notabene keponakan laki-laki kesayangannya.

“Baekki?”

“Mianhae…”

“Apa? / Maksud uncle?”

“Mianhae.. jeongmal mianhae.. aku sedikit terlambat..”

“Baekki, bicaralah dengan jelas! Jangan setengah-setengah!” Suho membentak Baekhyun tepat saat Chanyeol keluar.

“Hyung?”

Chanyeol yang saat itu memang belum tahu kalau Suho sudah datang sedikit terkejut mendapati Suho didepannya. Jujur, sebenarnya ia ingin mengatakan semua tentang keadaan Kris secara langsung pada keluarga Kris. Saat di UGD tadi, ia dan Baekhyun memilih mengatakannya sesegera mungkin sebelum Suho datang. Namun ternyata keinginan mereka gagal. Suho sudah terlanjur datang dan mereka harus mengatakan semuanya didepan Suho.

“Chanyeol, bagaimana dengan Kris? Dia baik-baik saja bukan?”

“…”

Chanyeol hanya menatap Suho sama seperti apa yang dilakukan Baekhyun tadi.

“Chanyeol? Bagaimana? Kenapa kalian semua diam? Bisakah kalian memberitahuku bagaimana keadaan Kris?”

“Kris… ia… mianhae, hyung. Kris terlanjur lemah dan ia koma sekarang..”

Dengan berat hati Baekhyun yang mengatakan keadaan Kris didepan hyungnya. Suho, yang notabene ayah Kris, seketika itu juga menegang. Mendengar pernyataan bahwa Kris koma cukup membuatnya mendapat serangan stroke seketika. Taeyeon yang juga mendengar langsung pernyataan Baekhyun dengan mudahnya mengucurkan air mata ke pipi mulusnya.

Quinn, Kai, dan yang lain, walaupun sedikit jauh dari tempat Baekhyun berdiri, masih bisa mendengar jelas kalau Kris sedang mempertaruhkan nyawanya disana. Quinn, orang yang menunggu-nunggu Kris, dengan histeris menangis dan memberontak.

“Katakan padaku kau bohong, uncle! Katakan padaku kau bohong! Kris oppa tidak mungkin koma! Ia hanya tertidur saja kan? Jangan bohongi aku uncle! Jangan bohong!” Quinn layaknya seseorang yang kesetanan memukul-mukul dada Baekhyun dengan tangisannya. Sedang Baekhyun yang mengerti perasaan keponakan perempuannya itu hanya menerima perlakuan Quinn dengan lapang.

“Chagi…”

“Lalu? Apa lagi yang terjadi pada Kris?” tanya Suho dengan pandangan kosong.

“Jantungnya terlalu lemah. dan paru-parunya mendapat efek obat bius yang berlebihan. Orang-orang biadab itu terlalu over memberinya obat bius. Terlebih Kris memiliki asma..” jelas Siwon yang ternyata Chanyeol minta untuk menjelaskan semuanya.

“Dan?”

“Untuk organ lainnya masih stabil. Kita tunggu hari ini kalau dalam waktu 3-5 jam Kris tak kunjung sadar, maka tunggulah 1-2 hari. Kalau Kris masih tak kunjung sadar, dengan berat hati ia dikatakan koma berlanjut. Mianhae Suho-ssi, aku hanya bisa menolong Kris sampai sejauh ini. keadaannya yang memang lemah yang menyebabkan ia seperti ini. bersabarlah dan tetaplah pada sisi Tuhan. dan mulai dari sekarang, aku dan Chanyeol akan bersama Baekhyun memantau perkembangan Kris. Aku permisi..”

Dengan detail, Siwon menjelaskan semuanya. Ia menepuk pundak Suho kemudian pergi keruangannya diikuti Chanyeol. Sedang Baekhyun, ia masih diam ditempat dan .. menangis?

“Mianhae hyung. Jeongmal mianhae.. aku tak bisa menolong Kris lebih cepat. Mianhae…”

“Bukan salahmu, Baekki…”

Suasana seketika hening. yang terdengar hanya suara isakan tangis dari Taeyeon yang masih dalam rangkulan Suho dan juga isakan tangis dari Quinn yang sudah bersama Kai. Baekhyun sendiri menahan tangis dan sesak didadanya. Ia menyandar ke dinding sebelah pintu UGD dan terus-terusan merutuki dirinya sendiri.

“Katakan padaku ini semua bohong! Ini hanya sandiwara uncle! Katakan semuanya tidak benar! Oppaa…” Quinn terus saja memberontak didepan Kai, Baekhyun, Suho dan Taeyeon. Kali ini benar-benar hatinya sakit. sangat sakit untuk melihat dan mengetahui kenyataan kalau kakaknya satu-satunya, kakaknya yang sangat ia sayang, terbaring lemah tak berdaya seperti sekarang. Sungguh demi apapun, kalau Quinn berkehendak ia akan marah kepada Tuhan.

***

Detik tak lama setelah itu, pintu UGD kembali terbuka dan tampak beberapa suster sedang mendorong brankar tempat dimana Kris berbaring lemah dengan damainya. Berbagai macam alat kedokteran menempel pada tubuh Kris. Selang infus dengan indahnya menusuk tangan kiri Kris. Dan wajah tampannya tertutup oleh masker oksigen.

Suho dan Taeyeon sebagai orang tua dengan setulus hati membenarkan bahwa batin mereka sakit. sakit melihat anak kandungnya sendiri menderita seperti itu. sakit karna tak bisa menjaga Kris dengan baik untuk keluarga mereka. Baekhyun selaku paman dari Kris, sama halnya seperti Suho dan Taeyeon, merasa tidak pantas menjadi dokter karna gagal membuat Kris secepatnya sembuh. Quinn?

“K..Kris oppa?” ucapnya saat melihat Kris keluar dari UGD.

“Kris oppa? bangunlah.. ini aku Quinn. Apa kau tak merindukanku? Aku sudah datang disini menjemputmu oppa! oppa! oppa!”

Dan semacam itulah yang diucapkan Quinn sampai Kris dipindahkan ke kamar rawat. Terus-terusan ia meraung ketika melihat Kris, kakaknya, menderita seperti itu. Quinn, sebagai adik yang benar-benar menyayangi Kris dunia akhirat, merasa buruk dan kacau melihat kakaknya seperti itu. namun dengan berbagai macam perkataan Kai yang entah bagaimana, Quinn akhirnya menerima kenyataan kalau Kris koma dan ia harus menunggu sampai Kris benar-benar pulih dan bisa tersenyum padanya.

***

“Excuse me! Apa ada orang disini?”

“Hallo!! Anybody here?”

“Aisss.. kenapa tak ada orang? HALLOO!! ANYBODY HERE? SIAPA SAJA HELP ME, PLEASE!!”

Seorang namja jangkung berkulit putih berambut pirang terus-terusan berteriak mencari orang lain di sebuah ruangan yang serba putih. Benar-benar putih sampai sofa berwarna putih pun menyatu dengan warna ruangan itu.

“Aku dimana? kenapa semuanya putih? Kenapa tak ada orang disini? Kenapa aku hanya sendiri?” rutuk namja tersebut saat duduk disebuah sofa di ruangan itu.

“Mom.. Dad.. kalian dimana?”

Lagi-lagi namja tersebut mencari seseorang untuk menemaninya. Syukur-syukur mengenalnya. Jujur, sudah lama sekali ia mengitari seluruh isi ruangan serba putih ini. namun ia tak kunjung menemukan tanda-tanda bahwa ia akan selamat dan ia akan bertemu seseorang disana.

Detik berikutnya, suasana masih sepi. Hening. hanya hembusan nafas namja tersebut yang terdengar. Kemudian detik berikutnya, nampak cahay bersinar tepat didepan namja itu dan menyilaukan pandangannya.

CRING!!

“Apa ada orang disana?” tanya namja itu pada cahaya yang masih menyilaukan matanya.

“Ne. Ada orang disini. Tenanglah Kris, aku akan mendekatimu. Diamlah disitu” sebuah suara entah suara siapa menjawab namja jangkung yang ternyata Kris. Kemudian selang beberapa detik terdengar dentuman langkah kaki seseorang mendekati Kris.

“Si…siapa kau?” tanya Kris sedikit terbata karna disisi lain ia juga merasa takut.

“Tenanglah. Aku bukan siapa-siapa. Namun aku yakin kau kenal padaku!”

Kemudian muncul lah sosok namja berwajah manis dengan mata bulat yang berhasil menatap mata Kris. Namja itu tersenyum suci, berpakaian putih, dan memiliki aura malaikat. Entahlah itu siapa, tapi yang ada di pikiran Kris saat itu adalah apakah namja ini pencabut nyawanya?

“K..kau siapa? Kenapa kau yakin aku mengenalmu?” tanya Kris sekali lagi saat namja bagai malaikat itu duduk disamping Kris dan masih menatap Kris.

“Aku Do Kyungsoo. Apakah daddy-mu pernah menceritakan aku padamu?” tanya namja yang bak malaikat tadi sambil memperkenalkan diri.

“Do Kyungsoo? Tunggu! apakah kau, Kyungsoo-uncle? Adik dad dan adik Baekhyun-uncle? Apakah kau…”

“Ya. Aku adik dad-mu. Dan adik dari Baekhyun. Jadi, sekarang kau tau kan aku siapa?”

“I..iya. tapi.. tapi kenapa aku bisa bertemu denganmu? Bukankah uncle sudah…”

“Mati? Ne. Aku sudah mati. Dan aku kesini karna sedari tadi kau berteriak-teriak dan mencari.”

“Mianhae. Jeongmal mianhaeyo. Aku tak bermaksud berteriak-teriak tak jelas. Hanya saja aku takut disini. Semuanya serba putih. Atau jangan-jangan aku…”

“Belum, Kris. Kau belum mati. Hanya saja rohmu sedang bertemu denganku. Kris…”

“Ne?”

“Kembalilah. Suho hyung, Baekhyun hyung, Taeyeon noona, dan tentu saja keponakan gadisku, Quinn, menunggumu disana. Mereka sangat menunggu kehadiranmu lagi. kembalilah…”

Namja yang datang dari cahaya yang ternyata bernama Do Kyungsoo itu menyuruh Kris untuk kembali lagi ke alam sadarnya. Namun seketika itu juga Kris hanya menundukkan kepala dan satu yang ada diotaknya. Quinn. Setelah Kyungsoo berhasil mengucapkan nama Quinn, tiba-tiba Kris tertunduk dan terhanyut dalam pikirannya akan Quinn.

“Apa aku masih bisa bertemu dengan Quinn?” tanya Kris kemudian saat keheningan mulai menyelimuti mereka berdua.

“Ne. Tentu saja kau masih bisa bertemu denganmu, Kris. Maka dari itu, kembalilah. Quinn menunggumu. Bukankah tadi kau sempat melihatnya saat Baekhyun hyung dan Chanyeol hyung membawamu ke ruang UGD?”

Kris hanya menatap Kyungsoo. Sungguh diluar dugaan ternyata Kyungsoo tahu keadaannya tadi. walau ia sempat lupa kalau tadi ia melihat adiknya namun hanya sepintas dan pikirnya itu hanya halusinasinya saja.

“Kris? Kembalilah. Sebelum kau benar-benar lelah, kuharap kau kembali ke mereka. Dan satu lagi, kumohon, maafkan Suho hyung, daddymu sendiri. Jangan benci dia walaupun ia telah mengusirmu secara terang-terangan dan menyebabkan Quinn hilang beberapa waktu kemarin. Jangan membenci daddymu sendiri karena kau belum tau alasannya, Kris”

“Maksud uncle?”

“Kembalilah dahulu. Kau akan mengetahui semuanya setelah kau kembali ke alam sadarmu. Cepatlah kembali Kris. Atau kau akan semakin lelah…”

Dan saat itu juga Kyungsoo tiba-tiba kedatangan (?) seberkas cahaya putih yang lagi-lagi menyilaukan pandangan Kris. Selang beberapa detik saja Kyungsoo sudah menghilang entah kemana dan Kris lagi-lagi sendiri di ruangan serba putih.

Tak lama kemudian, Kris yang sudah beranjak dari duduknya hendak mencari jalan keluar, tiba-tiba merasa tubuhnya ditarik oleh sesuatu. Entah itu apa namun Kris tak berhasil melawannya dan kemudian semuanya menjadi gelap.

***

Pip.. Pip.. Pip.. Pip.. Piiiiiiiiiiippppp….

Suara yang benar-benar memekakan telinga kini membuat semua yang ada diruangan itu menegang. Panik, takut, khawatir, dan kacau, semua menjadi satu dalam ruangan itu. tak ada satupun yang tenang. yang ada hanya keterkejutan dan kepanikan histeris.

“Kris!! Kau kenapa sayang? Kris! Ini mom!”

“Oppa!! ada apa? Apa yang terjadi pada oppa? oppa bangunlah!!”

“Baekhyun!! Chanyeol!! Siwon hyung!! Oh Tuhan!! Kris!! Apa yang terjadi padamu?”

“KRISS!!!”

“Tuhan!! Ini tidak mungkin terjadi!!”

“Kumohon semuanya keluar!!”

“Kris, apa yang terjadi padanya?”

“Chanyeol, Baekhyun, siapkan alat kejut!!”

“KRIS oppa!!!”

“Kris…”

TBC~

Wohoooo… gimana reader-deul? Penasaran sama kelanjutannya nggak? Kalau enggak ya nggak diterusin. Kalau iya, nerusinnya kapan-kapan. Wahahaha.. tebak dulu deh. Krisnya mati apa tetep hidup? Itu Kris kenapa hayoo? (kenyataan author guling-guling bikin cerita gini T^T). Syudahlah reader, ditunggu saja next chapternya. Comment yuksseeee. Annyeong ^^ *fly with Kris*

12 pemikiran pada “I’ll Never Let You Go, Again (Chapter 7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s