The Future And The Past (Chapter 1)

The Future and The Past (Jewel of Life) .: Chapter 01 :.

 

Title: The Future and The Past (Jewel of Life) .: Chapter 01 :.

Sub-Title: ‘ The Mission ‘

Author: Choi Youngri [ @yunita_YIF ]

Cast:

  • Kim Joonmyun (Suho) [EXO]
  • Byun Baekhyun [EXO]
  • Park Chanyeol [EXO]
  • Kim Jongin [EXO]
  • Oh Sehun [EXO]
  • Member EXO lainnya muncul di chap-chap berikutnya

Other Cast:

  • Park Jaeyeong [OC]
  • Kwon Hyejin [OC]
  • Lee Shinkyu [OC]
  • Choi Youngri [OC]

Cameo: Lee Hyukjae [Super Junior]

Genre: Adventure, Friendship, Sci-Fi

Rating: T

Length: Chapter

Future

My blog >> http://choiyoungri.wordpress.com/  <<

Prolog >> https://exofanfiction.wordpress.com/2012/07/22/the-future-and-the-past-prolog/  <<

.

.

The Future and The Past

Created by Choi Youngri / Snowdrop

In Chapter 01

.

.

Cahaya berpendar indah dari benda langit yang mempunyai suhu terpanas itu. Karena jaraknya yang jauh dari bumi, menyebabkan suhu yang berada di bumi tidak sebanding dengan suhu asli dari benda langit itu, Matahari. Cahayanya yang terang-pun dapat menyinari bumi selama setengah hari sendiri, lalu yang setengah harinya lagi, cahayanya ia bagi dengan sang dewi rembulan.

Karena sekarang jarum jam masih menunjukkan pukul 07.02 a.m, sehingga hanya semburat-semburat merah keorenan yang menghiasi langit, ditambah angin pagi yang kadang-kadang berhembus membuat udara sejuk, lalu embun-embun pagi yang menempel pada dedaunan membuatnya terlihat lebih segar.

Brruuukk….ssrraaakk….

“Hua!! Jam berapa ini?!!”

brrraakkk…..

Sayanganya pagi yang indah itu, harus diusik oleh suara-suara yang tidak enak didengar itu.

“Ckckck…, selalu seperti itu.” Seorang namja yang sedang duduk di atas sofa, dengan lengan yang terlipat di depan dada, hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar suara yang tidak enak didengar itu. Karena baginya itu adalah hal yang biasa.

“Sudahlah Joonmyun-hyung, walaupun kau nasehati dia, dia takkan berubah.” Seorang namja yang sedang mengotak-atik sebuah benda di tangannya, menaggapi perkataan dari namja yang teridentifikasi bernama Kim Joonmyun.

Joonmyun mengalihkan pandangannya, ia memandang orang yang menanggapi perkataanya. Tidak! Lebih tepatnya ia sedang memandang benda yang sedang diotak-atik oleh namja itu.

“Barang ciptaanmu lagi eoh?” Joonmyun menaikkan sebelah alisnya. “Hm…” hanya sebuah gumaman yang menjadi jawaban, karena orang itu terlalu serius dengan benda yang diotak-atiknya, Joonmyun hanya menghela nafas.

“Anyeong hyung!!” seorang namja tiba-tiba muncul dengan posisi duduk di sebelah Joonmyun.

“Astaga, ya! Kim Jongin jangan suka datang tiba-tiba!, kau mengagetkanku saja!” seru Joonmyun, yang hanya dibalas senyuman tanpa dosa dari namja bernama Kim Jongin.

“Ck, satu lagi pembuat onar.” Namja yang dari tadi masih sibuk dengan benda di tangannya itu nampak acuh dengan wajah dari seorang Kim Jongin yang menyiratkan tanda protes atas sindirannya.

“Ya! Baekhyun-hyung! Jangan sebut aku sebagai pembuat onar. Karena pembuat onar di rumah ini bukan aku, melainkan Park Chanyeol, dan Oh Sehun yang setiap pagi membuat berisik.”

“Terserah.” Namja yang sibuk dengan benda di tangannya, yang teridentifikasi bernama Byun Baekhyun itu hanya memutar matanya malas mendengar pembelaan dari Jongin.

Drap…drap… drap… drap… drap… drap… drap….

 

Terdengar suara langkah kaki yang menuruni tangga dengan tergesa-gesa.

“Ya! Oh Sehun, aku terlebih dulu!”

“Aniyo, harusnya yang tua harus mengalah!”

“Hei! Jangan kau bawa masalah umur!”

“Sayangnya aku tak bisa, Park Chanyeol!”

“Panggil aku hyung!”

Joonmyun hanya memutar bola matanya kesal. Bagaimana tidak? setiap pagi ia harus mendengar celotehan tak jelas dari kedua dongsaengnya.

“Ya! Park Chanyeol! Oh Sehun! Hentikan adu mulut kalian, cepat kesini dan sarapan bersama!”

Chanyeol dan Sehun langsung diam, lalu mereka segera menuruni tangga. Chanyeol langsung duduk di samping Baekhyun, dan Sehun di sebelah Jongin.

Setelah semua berkumpul, dan duduk manis. “Sarapan!” Joonmyun menjetikkan jarinya. Detik itu juga meja yang ada di hadapan mereka berubah menjadi lebih lebar, panjang, dan tinggi. Lalu sofa yang tadinya mereka duduki berubah menjadi kursi yang lebih tinggi, sehingga terlihat sebagai meja dan kursi makan.

Lalu dua buah robot yang berbentuk seperti manusia muncul dari ruang belakang, keempat lengan robot itu membawa berbagai hidangan yang khusus untuk sarapan. Lalu dua robot itu meletakkan makanan yang mereka bawa ke atas meja makan secara rapi.

Tanpa ba-bi-bu, mereka langsung menyantap makanan yang sudah tehidang, mereka menyantap makanan tanpa ada suara, hanya sesekali terdengar bunyi dentingan antara sendok dan piring yang saling bertemu.

“Oh Sehun, ayo berangkat ke akademi!, hihihi…” tiba-tiba sebuah suara berdenging di kepala Sehun, lebih tepatnya fikiran atau otaknya. Karena dengingan itu, Sehun langsung memegangi kepalanya dan menjatuhkan sendok yang berada di genggaman tangannya.

“Eh? Sehunnie waeyo?” tanya Joonmyun. Sehun bukannya menjawab, tapi dia malah menghabiskan susunya, dan langsung berlari kearah jendela yang berada di samping kiri ruang makan tersebut.

“Ya! Choi Youngri!, sekali lagi kau memanggilku melalu telephati!, kau akan menyesal!” seru Sehun pada seorang yeoja yang berdiri di luar pagar Sehun. Sebagai jawaban untuk Sehun, yeoja itu hanya melambai-lambaikan tangannya, dan tersenyum tanpa dosa dengan sesekali menjulurkan lidahnya mengejek.

“Aish…awas kau!” Sehun lalu kembali ke ruang makan sembari mengacak-acak rambutnya.

“Ada apa?” tanya Baekhyun heran.

“Itu, adik dari Jaeyeong-noona mengajak ribut dengan tiba-tiba berteriak di fikiranku,” jawab Sehun seadanya.

“Ah…hyung! aku berangkat dulu!” lanjutnya lalu keluar dari rumah berniat menemui yeoja yang tadi masuk ke dalam fikirannya untuk membalas dendam.

Saat sampai di depan pagar, Sehun tidak menemukan siapa-siapa, “Choi Youngri! Kau dimana hah?!” Sehun terus mencari yeoja itu. Tiba-tiba sebuah hologram muncul dari belakang Sehun, dan hologram itu lama-kelamaan membentuk sesosok yeoja.

“Oh Sehun, ayo berangkat! Hihihi….” yeoja yang bernama Choi Youngri atau sering dipanggil Youngri itu menepuk pundak Sehun dari belakang, yang membuat Sehun terlonjak kaget. Saat Sehun berbalik, Youngri buru-buru mengeluarkan sayap dari punggungnya dan terbang tinggi.

“Ya! Awas kau Youngri!” Sehun lalu mengeluarkan sayapnya, dan terbang untuk mengejar Youngri.

.

.

“Aish…mereka berdua itu,” rutuk Joonmyun yang tidak sengaja melihat pertengkaran antara Sehun dan Youngri dari ruang makan.

“Aku heran, bagaimana bisa yeoja itu menaklukan Sehun yang keras kepala dan semaunya sendiri itu. Apa dia tidak takut bila Sehun marah padanya, bukankah Sehun bila sedang marah itu menakutkan, hi…” Chanyeol bergidik saat membayangkan wajah Sehun yang marah.

“Bagaiman Sehun bisa marah? Setiap kali Sehun atau siapapun yang akan memarahi Youngri, pasti yeoja itu akan menghilang entah kemana menggunakan kekuatan hologramnya. Bukankah kita juga sudah ditaklukan oleh yeoja itu,” ujar Baekhyun sambil memasukkan suapan terakhirnya.

“Ya…kita memang sudah ditaklukan oleh yeoja itu, yeoja itu selalu saja menang. Tapi satu kelemahannya, ia tidak bisa bertarung. Mungkin jika kita duel dengannya, kita yang akan menjadi pemenangnya,” timpal Jongin dengan nada bangga.

“Apa kalian lupa dengan kedua eoninya, Kwon Hyejin dan Lee Shinkyu? Walaupun kalian berhasil menang dari Youngri atau malah sebelum kalian ber-duel dengan Youngri, kalian akan berhadapan langsung dengan mereka berdua. Yang satu hebat dalam beladiri, sedangkan yang satunya penembak jitu.”

“Ah..iya, mereka berdua itu-kan juga menakutkan. Sepertinya Hyejin, Shinkyu, dan Youngri hanya bisa ditaklukan oleh leader mereka, Park Jaeyeong.” Yang lain hanya mengangguk mendengar penuturan terakhir dari Baekhyun.

Praaang….praaanng....

Tiba-tiba sebuah cahaya hijau melesat dengan cepat dari rumah sebelah. Cahaya hijau tersebut langsung memecahkan kaca jendela yang tadi sempat dihampiri oleh Sehun, dan juga memecahkan piring dan gelas yang berada di atas meja. Untung saja, semua isinya sudah habis dimakan oleh Joonmyun, Baekhyun, Chanyeol, Jongin, dan Sehun.

“Hhhaaaahhh….pasti ini ulah Lee Shinkyu.” Joonmyun hanya menghela nafas melihat meja makannya berantakan dengan pecahan-pecahan piring. Sedangkan Chayeol, ia langsung berdiri dan menghampiri jendela, lalu ia mengeluarkan sebuah laser dari telapak tangannya, dan menembakkan ke arah rumah sebelah.

Tapi sayang, laser dari Chanyeol hanya memantul sebelum mengenai rumah tersebut.

“Percuma saja Yeollie, rumah mereka itu dilindungi oleh perisai laser, perisai elektromagnet, dan perisai yang lainnya,” ujar Baekhyun yang melihat kejadian itu.

“Lalu, kenapa hyung tidak membuat perisai laser, untuk melindungi rumah kita?” tanya Jongin.

“Apa kau tak ingat? Aku baru saja bergabung di keluarga ini, jadi aku baru bisa membuat perisai elektromagnet. Selebihnya aku baru akan menelitinya. Dan membuat perisai laser yang tidak terlihat itu sulit. Bukankah di akademi ini, rumah yang sudah dilindungi perisai laser itu hanya milik keluarga Jaeyeong-noona yang dibuat oleh Youngri, lalu milik keluarga Leeteuk-sunbae yang dibuat oleh Kyuhyun-sunbae.”

“Ah..benar juga. Kau juga tidak bisa bertanya bagaimana membuat perisai laser pada Kyuhyun-sunbae atau Youngri. Kalian tahu-kan mereka itu sepasang adik-kakak sepupu yang mempunyai sifat sama.” Mereka hanya mengangguk lagi mendengar Joonmyun.

“Lalu kalian bertiga, kenapa kalian tidak segera berangkat ke akademi, ini jam berapa hah?!” Baekhyun, Chanyeol, dan Jongin langsung tersadar begitu mendengar bentakan dari Joonmyun. Mereka bertiga langsung bergegas berdiri dan berangkat ke akademi.

Saat Baekhyun sampai di ambang pintu, ia langsung berbalik, “Lalu kenapa hyung tidak berangkat ke akademi?”

“Aku mendapat panggilan dari ketua akademi, Lee Sooman. Untuk menemuinya nanti.” Baekhyun hanya mengangguk, lalu keluar.

“Huufftt….mereka itu.” Joonmyun lagi-lagi menghela nafas.

“Eh?” Joonmyun tiba-tiba merasakan sebuah benda yang bergetar dari sakunya, ia lalu mengambil benda itu, dan membuka flip benda itu, lalu ia arahkan ke depan.

Tiba-tiba dari benda tersebut muncul sebuah cahaya, dan cahaya itu membentuk seseorang, seseorang dari sebuah hologram. Seorang yeoja dengan mata teduhnya.

“Annyeong Joonmyun-ah.” Sapa yeoja tersebut.

“Eh? Jaeyeong-ah. Ada apa memanggilku?”

Hologram yeoja itu membungkuk, “Aku hanya ingin meminta maaf atas perbuatan Shinkyu tadi.”

Gwenchana, itu sudah biasa.”

“Ah..ya! apa kemarin kau dipanggil oleh ketua akademi untuk menemuinya nanti?”

Ne, darimana kau mengetahuinya?”

“Aku juga dipanggil oleh ketua. Bagaimana jika kita pergi menemuinya bersama-sama?”

“Sepertinya tidak buruk.”

“Sekali lagi maafkan dongsaengku Shinkyu. Annyeong, aku tutup panggilannya.” Hologram yeoja bernama Park Jaeyeong itu menghilang. Joonmyun langsung menutup flip, dan memasukkannya kembali.

.

.

Angin berhembus menerpa tiga wajah tampan yang terlihat serius pada kegiatannya dengan lumayan kencang. Bagaimana angin tidak menerpa wajah mereka lumayan kencang? Mereka sedang terbang dengan lumayan cepat, ditambah arah terbang mereka berlawanan arah dengan arah hembusan angin.

Kalian bertanya bagaimana bisa mereka bertiga tidak kedinginan melawan hembusan angin tersebut? Jawabannya karena mereka manusia yang sudah dimodifikasi dan termasuk manusia pilihan dari Jewel of Life.

“Hm..kira-kira kita akan mendapat misi seperti apa ya? Kudengar tadi, Joonmyun-hyung dipanggil oleh ketua akademi.” Chanyeol membuka pembicaraan.

“Entahlah, aku berharap misi kali ini adalah misi yang menantang,” jawab Baekhyun.

“Aku juga-…”

Ssrret….

seberkas cahaya berwarna hijau datang kearah mereka bertiga

“Menyingkir!!” ucapan Chanyeol terputus karena teriakan dari Jongin.

ddhhuuaarr….

Sebelum cahaya hijau itu mengenai salah satu diantara mereka bertiga. Baekhyun, Chanyeol, dan Jongin terlebih dahulu mengindar. Sehingga cahaya hijau atau sering disebut laser itu hanya mengenai sebuah papan.

Annyeong!” dua orang yeoja muncul di hadapan mereka bertiga –Baekhyun, Chanyeol, Jongin–, yang satu dengan wajah datarnya, sedangkan yang satu lagi dengan senyum mengembang.

“Lee Shinkyu! Apa kau ingin membunuh kami?!” seru Jongin kesal, bagaimana tidak? Yeoja bernama Shinkyu itu sudah menghancurkan meja+jendela rumah mereka, sekarang ia ingin membunuh mereka dengan lasernya.

“Eh? Kenapa oppa menyalahkanku? Yang tadi itu Hyejin-eoni yang menembak. Hyejin-eoni sedang belajar membidik target dengan keakuratan yang tepat, supaya akurasinya semakin tinggi. Tapi sayangnya target meleset.”

“Jadi kalian berdua menjadikan kami sebagai target yang tidak berdosa?!”

“Tidak juga. Sudahlah Shinkyu! Ayo kita lanjutkan perjalanan ke akademi.” Kwon Hyejin, yeoja yang tadi datang dengan wajah datarnya itu langsung memegang tangan Shinkyu, dan mulai melesat kembali.

“Aisshh…” mereka bertiga mengacak-acak rambut mereka, kesal.

“Sepertinya kita harus balas dendam.”

.

.

Seorang yeoja dengan sayapnya terus terbang, kadang menukik, lalu berbelok secara tajam. Ia terus terbang secara cepat dan berkelak-kelok semaunya.

“Ya! Choi Youngri! Berhenti, kita harus ke Akademi!” teriakan dari belakang tidak Youngri pedulikan, ia malah semakin menambah kecepatannya. Begitu pula  Sehun yang di belakangnya juga menambah kecepatan terbangnya, dan mengikuti gerakan Youngri.

Karena kesal teriakannya tidak dipedulikan, Sehun mengunci gerakan Youngri dengan matanya yang tajam, lalu ia sedikit menggerakkan tangannya. Tiba-tiba angin muncul dari belakang Youngri, lalu angin itu mengenai sebelah sayap Youngri. Menyebabkan Youngri sedikit oleng, sehingga ia menurunkan kecepatan terbangnya.

Karena masih tidak mau berhenti, Sehun menggerakkan tangannya sekali lagi. Lalu angin yang lebih capat dari yang tadi muncul, dan mengenai sayap Youngri yang tadi sudah terkena angin dari Sehun.

Sayap kanan Youngri mengeluarkan percikan listrik, sehingga ia tidak dapat menjaga keseimbangan, dan buugghh… ia jatuh di depan sebuah gedung dengan tidak elitnya. Asap tipis mengelilingi tempat dimana Youngri jatuh.

“Eh? Youngri gwenchana?” Sehun mendarat dan berjalan mendekat ke tempat Youngri jatuh.

“Urrggh..” Youngri berdiri dari posisi jatuhnya, lalu ia menoleh ke belakang melihat sayap kanannya yang sudah tidak berbentuk, dan kembali menoleh ke depan menghadap Sehun.

Gwenchana.”

“Tapi sayapmu?”

“Ah..ini tidak apa-apa, aku sudah biasa mengalaminya.”

Dengan tangan kirinya, Youngri menggapai sayap kanannya yang rusak. Krreekk… ia sedikit meringis saat mematahkan sayap kanannya. Setelah patah, ia membuangnya, dan mengeluarkan sebuah benda berbentuk seperti pistol dari telapak tangannya, lalu ia arahkan ke arah sayap yang ia buang. Saat Youngri memencet tombol pada benda itu, cahaya biru langsung keluar, dan menghancurkan sayap itu. Benda yang dipakai Yougri adalah sebuah laser penghancur.

Sehun yang melihat kejadian dari Youngri jatuh sampai menghancurkan sayapnya, hanya bisa bergidik ngeri. Pasalnya dulu sewaktu Sehun menjalan misi pertamanya, ia juga pernah mengalami hal yang sama, saat itu ia merasa nyeri sekali bahkan punggungnya seperti mati rasa. Setelah diobati atau dipasang sayap kembali, ia tak mau keluar rumah selama lima hari karena trauma.

Tapi Youngri? Ia malah mematahkan sayapnya sendiri, dan bersikap seperti tidak terjadi apa-apa. Youngri yang menyadari ekspresi wajah Sehun berubah, langsung menatap Sehun dengan pandangan bertanya.

“Sehun-ah kau tak apa?” Youngri mengibas-ibaskan tangannya di depan wajah Sehun.

Sehun langsung tersadar, “Mwo? Ya! Panggil aku oppa, aku ini lebih tua darimu!”

Aniyo, umur kita hanya terpaut dua bulan, dan aku lebih nyaman memanggilmu tanpa embel-embel oppa.”

“Aissh, terserah, ayo kita ke Akademi.”

Mwo? Hey apa kau tak sadar? kita ini sudah sampai di Akademi, aku tinggal masuk gedung ini, dan kau tinggal masuk gedung di sebelahnya,” ujar Youngri sambil menunjuk gedung di depannya.

“Eh? Benar juga.” Sehun hanya menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.

“Ri-ya!” Youngri yang merasa namanya terpanggil (?) membalikkan badannya menghadap dimana sumber suara berasal. “Eh? Eunhyuk-oppa, ada apa?”

“Ini.” Eunhyuk memberikan sebuah kotak pada Youngri.

“Apa ini.”

“Entahlah, tadi si-Setan itu menyuruhku memberikan ini padamu, dan kau disuruh membukanya di lab-mu.”

“Setan? Maksud oppa, Kyuhyun-oppa?”

Eunhyuk memutar bola matanya malas, “Siapa lagi jika bukan dia?”

Youngri hanya mengangguk-angguk, “Ah…ya! Oppa tolong beritahu Kyuhyun-oppa, nanti sepulang dari Akademi, aku akan akan ke lab-nya terlebih dulu.”

“Untuk apa?”

“Ini sayap kananku patah, aku ingin menggantinya.”

“Kenapa bisa patah? Apa karena dia?” Eunhyuk memandang Sehun tajam.

“Bila memang karena dia, nanti akan aku adukan pada si-Setan Kyunhyun itu,” lanjut Eunhyuk, Sehun yang mendengarnya berubah menjadi tegang, pasalnya sayap Youngri patah memang karena dia.

“Ini bukan salah Sehun. Tadi aku jatuh, hanya karena kecelakaan kecil. Eunhyuk-oppa, kami masuk dulu, bye…bye..”

‘Aishh.., bila Youngri datang, apa jadinya rumah kami, jika di dalamnya ada dua setan,’ batin Eunhyuk.

.

.

Jaeyeong dan Joonmyun sama-sama menghela nafas setelah keluar dari ruangan pimpinan Akademi mereka. Joonmyun brbalik ke kanan sedangkan Jaeyeong berbalik ke kiri, sehingga keduanya saling berhadapan.

“Baiklah Park Jaeyeong, aku mewakili dari keluargaku mohon kerja sama dengan keluargamu.” Joonmyun mengulurkan tangannya.

Ne, semoga keluarga kita dapat bekerja sama dengan baik, dalam misi yang sepertinya akan panjang ini.” Jaeyeong menjabat tangan Joonmyun, keduanya sama-sama tersenyum.

“Ayo kita kumpulkan anggota, setelah itu kita adakan rapat kecil.” Mereka berdua berjalan beriringan keluar dari Akademi.

“Bukankah itu Yougri?”

“Eh..iya. Yongri-ya!” panggil Jaeyeong. Sedangkan yang dipangil hanya menoleh sebentar, lalu langsung pergi keluar dari kawasan Akademi.

“Aneh, ada apa dengannya?”

Jaeyeong hanya mengangkat bahunya, “Entahlah, mungkin ada urusan. Aku akan menghubungi dongsaengku untuk ke rumahmu, mungkin Hyejin dan Shinkyu sudah berada di rumah.”

“Baiklah, aku juga akan menyuruh dongsaengku untuk menerimanya.”

.

.

“Shinkyu! tadi aku mendapat pesan dari Jaeyeong-eoni, kita disuruh berkumpul di rumah keluarga Joonmyun-oppa.” Hyejin menghampiri Shinkyu yang sedang sibuk dengan berbagai senjatanya.

“Untuk apa kita kesana?” Hyejin hanya mengendikkan bahunya.

“Entahlah, ayo kita segera kesana.”

“Baiklah.” Shinkyu langsung memasukkan senjata-senjatanya ke lengannya. Mereka berdua lalu berjalan keluar rumah, lalu menghampiri rumah yang berada di sebelah rumah mereka. Apa kalian berfikir, kenapa mereka tidak terbang lalu masuk melalui jendela saja? Hey..mereka ini masih mempunyai sopan santun saat bertamu.

“Apa ada orang?!” Hyejin mengetuk pintu rumah keluarga Joonmyun.

“Kalian berdua, ada apa datang kemari?” suara dari belakang membuat Hyejin dan Shinkyu membalikkan badan, dan keduanya mendapati 4 orang namja mendarat dari terbangnya lalu memasukkan sayapnya masing-masing.

“Kami disuruh Jaeyeong-eoni untuk berkumpul di rumah kalian.”

“Untuk apa?”

“Kami tidak tahu. Hey! Apa kalian akan membiarkan tamu kalian berdiri di luar seperti ini!”

“Sebentar.” Baekhyun mengambil sebuah benda dan membuka flipnya.

“Huft…baiklah.” Baekhyun lalu membuka rumah keluarganya.

“Ya! Apa hyung gila, membukakan pintu untuk mereka berdua!” protes Jongin tidak terima. Ia berfikir jika kedatangan dua yeoja itu hanya untuk menghancurkan rumahnya lagi

“Barusan aku mendapat pesan dari Joonmyun-hyung untuk menerima tamu kita. Katanya ada yang akan dibicarakan.” Perkataan Baekhyun berhasil membuat kedua yeoja itu tersenyum menang.

“Silahkan diminum.” Mereka semua sudah berada di ruang tengah.

“Maaf merepotkan oppa,” ujar Shinkyu sopan.

“Cih, sok bersikap manis,” gumam Jongin, yang langsung mendapat tatapan tajam dari Shinkyu.

“Diam kau anak kecil!”

“Hm…berarti kita tinggal menunggu Jaeyeong-eoni, Joonmyun-oppa, dan Youngri.”

“Sepertinya Youngri tidak datang. Tadi sewaktu berangkat ke Akademi, dia bilang bahwa setelah pulang dia akan pergi ke lab Kyuhyun-sunbae terlebih dahulu,” celetuk magnae, Sehun.

Annyeong! Apa semuanya sudah berkumpul?!” pintu depan terbuka, dan terpampanglah seorang namja dan yeoja dengan senyum yang terpatri di wajah mereka.

“Tidak, Youngri tidak datang, ia ke lab Kyuhyun-oppa.”

“Eumm…ternyata ia ke lab Kyuhyun-oppa,” gumam Jaeyeong. Joonmyun dan Jaeyeong langsung bergabung dengan yang lainnya.

“Kita mendapat sebuah misi. Untuk Baekhyun, Chanyeol, Jongin, dan Sehun, apa kalian masih ingat dengan orang-orang pilihan dari Jewel of Life?” Joonmyun menatap keempat dongsaengnya itu.

“Aku hanya ingat bahwa hanya ada 12 orang pilihan, tapi jika siapa orangnya aku tak tahu,” jawab Baekhyun yang diangguki oleh Chanyeol, Jongin, dan Sehun.

“Lagipula bagaimana kami mengingatnya? sewaktu kecil kami sudah dipisahkan, yang tidak hanya hyung, Chanyeol-hyung, aku, dan Sehun. Baekhyun-hyung saja baru bergabung beberapa bulan yang lalu,” tambah Jongin.

Joonmyun, dan Jaeyeong menghela nafas.

“Memang ada apa eoni? Kenapa kalian berdua tiba-tiba bertanya tentang ke-12 orang pilihan itu?” tanya Shinkyu.

“Itulah misi kali ini. Kita diharuskan mencari ke-7 orang pilihan lainnya. Dan untuk Baekhyun, kau harus membuat sebuah android sempurna yang akan dibantu oleh Youngri,” jawab Jaeyeong.

Mwo? Mencari ke-7 orang lainnya, untuk apa?!”

“Entahlah, Pimpinan hanya menyuruh mencari terlebih dahulu, baru setelah itu pimpinan akan memberikan misi selanjutnya,” jawab Jaeyeong.

“Lalu kata Pimpinan, 4 orang lainnya berada di China. Maka dari itu kita membutuhkan bantuan dari Jaeyeong dan Hyejin yang sebelumnya pernah tinggal di China.” tambah Joonmyun.

“Kenapa tidak meminta bantuan dari Zhoumi atau Henry sunbae saja.”

“Mereka itu juga mempunyai misi sendiri. Apalagi sekarang keluarga Leeteuk-sunbae itu baru mendapat beberapa misi.” Semuanya mulai memperhatikan dengan baik penjelasan dari Joonmyun dan Jaeyeong tentang rencana mereka, sedangkan Baekhyun terlihat sibuk sendiri dengan benda flipnya yang sering kita panggil dengan sebutan ponsel.

“Jaeyeong-noona, bolehkah aku bertanya sesuatu?” sela Baekhyun tiba-tiba.

“Bertanya apa?” Jaeyeong terpaksa menghentikan penjelasannya.

“Apa Youngri tidak mengetahui tentang Jewel of Life dan 12 orang pilihan seperti kami?”

“Sepertinya, waeyo?” Baekhyun tidak menjawabnya. Ia malah mengutak-atik ponselnya, lalu menaruhnya di atas meja. Detik berikutnya keluar cahaya dari ponsel tersebut dan membentuk sebuah layar yang berukuran 50 x 30 cm. Di layar tersebut terpampang sebuah pesan yang berbentuk seperti dialog antar 2 orang.

From: Youngri

Oppa aku sudah dijelaskan oleh
Kyuhyun-oppa tentang misi kita.
K
ita hanya tinggal membuat sebuah
android sempurna saja-kan, itu mudah.
Membuatnya di lab oppa saja ya,
lab-ku penuh dengan barang privacy.
Aku tak menerima penolakan.

“Ck, anak itu selalu menangan sendiri,” komentar Chanyeol saat melihat pesan pertama.

To: Youngri

Mudah apanya? Kita harus
mencari orang pilihan Jewel of Life.

From: Youngri

Jewel of Life? Orang pilihan?
Bahasa alien mana itu?
Apa itu penemuan baru dari Akademi?

To: Youngri

Ani, tidak usah difikirkan.

From: Youngri

Yasudah, oppa tolong beritahu
Jaeyeong
-eoni, aku ingin bermain
di rumah Leeteuk-sunbae terlebih dulu.

“Bagaimana anak itu bisa tidak mengenal Jewel of Life. Kukira ia tahu segalanya,” heran Sehun saat ia telah selesai membaca.

“Wajar saja, ia-kan sejak kecil hanya berkutat di-lab saja. Jadi ia sedikit kurang pergaulan,” tukas Hyejin.

.

.

.

.

.

TBC 😛

 

Pertama-tama saya selaku author mau minta maaf karena baru bisa ngirim chapter ini, padahal ini ff udah selesai dari beberapa bulan yang lalu. Ini semua karena laptop saya yang harus rusak entah karena apa (?), tapi untung aja waktu diservice datanya gak ada yang ilang sama sekali, kecuali kumpulan variety show sama konser-konser harus ilang semua *nanging bareng Sehun oppa* *ini kok malah curcol*

Dan satu hari sebelum saya kirim, ff ini saya ganti semua cast OCnya dikarenakan sesuatu hal yang tidak bisa diungkapkan (?).

Saya mau tanya sama readers sekalian, menurut kalian ff ini perlu dimasukin genre romance atau pure friendship aja?

Sekian dari saya, Gomawoyo!

2 pemikiran pada “The Future And The Past (Chapter 1)

  1. Hey ..
    Entah lah sepertinya aku udh pernah baca FF ini tapi aku lupa ..
    Aurhor oh author Lanjutkan !1 ngk pke lama ya :3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s