Love Is Difficult

Title      : LOVE IS DIFFICULT (sequel of my first love in 3 minutes)

Author: HunJae

Cast       : Choi Jinri, Oh Sehun

Genre   : Romance

Length  : Ficlet

Summary :

Cinta itu tulus…

Seperti perasaanku padanya

Cinta itu melelahkan…

Ketika kita harus menutupi perasaan kita didepannya

Terkadang cinta juga indah…

Saat aku bisa melihatnya tersenyum

Oh GOD … I think love is difficult

 

………………………………………

Annyeong…

Gomawo yang udah baca ff my first love in 3 minutes. Dan berhubung kemaren pada minta sequel, author balik lagi nih bawa sequel yang kalian minta. Mohon maaf kalo agak gaje lagi, hehe

Happy reading …

 

 

                Sejak kejadian beberapa hari yang lalu, aku merasa jika hari-hariku telah berubah, choi jinri yang dulu sangat membenci novel romance sekarang malah sebaliknya. Tapi karena kejadian itu, sekarang aku menjadi dekat dengan oh sehun. Seseorang yang telah mengubah hidupku, seseorang yang selalu ada dihatiku, dan tentu saja cinta pertamaku.

               

                1 jam lagi pelajaran akan selesai. Tapi yang aku rasakan menunggu 1 jam saja seperti menunggu bertahun-tahun. Tebak, kenapa aku ingin cepat keluar dari ruangan kelas ini. Yap, aku ingin bertemu oh sehun. Sepulang sekolah kemarin dia menyuruhku untuk melihatnya bermain basket. Hahh.. aku pikir aku benar-benar mencintainya, rasanya setiap saat ingin selalu melihatnya. Aku berharap kau juga merasakan hal yang sama padaku, oh sehun.

                Seulas senyuman kini mengembang dipipiku, tentu saja karena pelajaran telah selesai. Hanya ada satu alasan mengapa aku begitu bahagia sekarang ini, tak perlu ku jelaskan lagi bukan.

                Oh sehun.. oh sehun.. oh sehun…

Sudah 5 menit yang lalu aku berdiri didepan lapangan basket ini, apa kau mendengar jika aku telah ratusan kali menyebut namamu didalam hati. Oh tidak, dia melambaikan tangan dan tersenyum padaku. Ya tuhan.. kenapa selalu saja dia membuatku gugup dan terpesona akan ketampanannya.

                “hey, apa yang sedang kau lakukan, cepat kemarilah”, teriaknya. Apa aku tidak salah dengar, oh sehun menyuruhku untuk menghampirinya. Kaget? Tentu saja, gugup? Itu sudah pasti. Demi tuhan aku benar-benar seperti orang bodoh.

Aku berusaha menenangkan denyut jantungku yang mungkin 100x lebih cepat dari biasanya. Dengan perasaan yang sedikit gugup aku mulai menghampirinya, lebih tepatnya mungkin sekarang ini aku sudah berada didepannya.

                “Yak, kau lama sekali,  rutuknya. Mungkinkah dia marah padaku karena aku terlambat, bahkan terlihat jelas dari raut mukanya. Oh tidak, jangan sampai aku membuatnya marah.

                “mi..mianhae, tadi dikelasku ada pelajaran tambahan”, sesalku. Aku berusaha meyakinkannya, tentu saja agar dia tidak benar-benar marah padaku.

                “hahahaha.. kau pikir aku marah padamu karena kau terlambat eoh, aku sudah tau bodoh”, tawanya. Dia tertawa bahkan dia tau jika aku kelasku ada pelajaran tambahan, aku merasa lega dia tidak marah padaku. Walaupun agak sedikit sebal karena dia memanggilku dengan sebutan bodoh.

                “yak, yak aku tidak bodoh. Aku ini pintar tau”, elakku. Sambil menggembugkan pipi, aku berusaha mengelak jika aku ini tidak bodoh.

                “kau tidak bodoh, tapi kau terlalu polos”, ujarnya. Dia mencubit kedua pipiku dan tertawa puas, dia seperti makhluk tidak berdosa. Tapi aku sangat senang bisa melihatnya tertawa karenaku.

                “Ah, sebagai gantinya karena kau sudah terlambat, kau harus memasukkan bola ini sebanyak tiga kali dan tidak boleh meleset”, pintanya. Dia menyuruhku untuk melakukan hal itu, apa dia tidak tau jika aku tidak bisa. Terus terang karena aku pendek -_-

                “OMO… aku tidak mau”, tentu saja aku menolaknya. Aku rela melakukan sesuatu yang lebih sulit, asal jangan melakukan hal yang menurutku konyol ini.

                “wae? Bilang saja jika kau tidak bisa”, ejeknya. Huh, kenapa dia begitu menyebalkan, kalau saja dia bukan seseorang yang aku suka. Sudah aku cincang-cincang (LoL)

                “ne, aku memang tidak bisa. Puas kau!”, ujarku dengan kesal. Bodoh, kenapa aku terlihat lemah dihadapannya, apa aku harus melakukan sesuatu yang dia suka agar aku terlihat hebat dihadapannya. Sadarlah choi jinri, ini bukan sebuah drama.

                “kau jelek sekali kalau marah, hahaha”, apa-apaan ini, selalu saja dia mengejekku. Apa dia tidak bisa sekali saja memujiku.

                “lupakan yang tadi, bagaimana kalau sekarang kita beli es krim saja. Aku ingin sekali membeli es krim”, ajaknya

                “ayo! Kalau ini aku mau, hehehe”, girangku. Sambil menarik-narik lengan oh sehun, aku benar-benar seperti anak umur 5 tahun yang sedang kegirangan.

-skip-

                “kau mau yang rasa apa?”, tanyanya padaku.

                “cokelat”, jawabku singkat. Dengan mata yang berbinar-binar aku refleks menyebutkan rasa es krim favoritku.

                “ahjussi, tolong ambilkan 2 es krim rasa cokelat untukku”, pintanya kepada penjual es krim itu.

                “ne, tunggu sebentar…. Ini”, penjual itu pun kemudian memberikan 2 es krim rasa cokelat pada oh sehun.

                “gomawo” ucap kami bersama

                “ini untukku dan ini untukmu”, ujarnya. Kemudian kami pun menikmati es krim yang kami beli tadi sambil bercanda dan sekali-kali dia menjahiliku dengan es krimnya itu. Aku pun tidak mau kalah, aku membuat bibirnya dipenuhi es krim karena ulahku. Lucu sekali, dia seperti badut. Si badut tampan oh sehun.

Tidak terasa waktu sudah menjelang malam. Aku harus berpisah dengannya. Tentu saja karena arah rumah kita yang berbeda.

                Satu hal yang aku dapatkan hari ini, aku sangat bahagia bisa menghabiskan waktu bersama seseorang yang aku suka. Walaupun aku tidak tau dia mencintaiku atau tidak. Yang, jelas cukup bercanda, bermain dan tertawa bersama dengannya saja sudah membuat hatiku berbunga-bunga. Yaa.. terkadang sifat egoisku untuk memilikinya pun sudah tidak bisa dipungkiri lagi.

                Benar-benar sulituntuk mengontrol perasaanku ketika bersamanya. Ternyata benar, cinta itu butuh pengorbanan. Aku pikir jika para penulis romance menuliskan ungkapan-ungkapan tentang cinta dengan bahasa yang lebay itu hanya permainan kata belaka. Aku sadar, saat aku merasakannya sendiri memang seperti itu adanya.

Ketika kita jatuh cinta, semua akan terlihat semu. Bahkan persepsiku dulu tentang cinta yang menjijikkan itu aku alami sendiri sekarang. Bayangan seperti sebuah drama dan cerita novel juga selalu saja membuatku terlalu berharap akan kenyataan. Aku boleh saja berharap, tapi apa mungkin harapanku itu akan menjadi nyata atau hanya sebuah cerita saja.

 

                Mencintai seseorang itu ternyata lebih sulit daripada hanya mendapatkan cinta dari seseorang yang mencintai kita. Berusaha untuk menjaga perasaan, hingga berpura-pura cuek dihadapannya selalu aku lakukan untuk menutupi semua perasaan yang bergejolak dihati.

Entah mengapa perjalanan menuju kerumah terasa sangat lama. Jika saja kau tidak memikirkan laki-laki itu sepanjang jalan ini mungkin 5 menit pun aku sudah sampai dirumah. Seolah-olah waktu juga ikut menjadi lambat saat aku memikirkannya. Ya tuhan… begitu sulitkah mencintai seseorang.

                “oh sehun… bagaimana perasaanmu padaku?”, lirihku sambil memandang keatas langit penuh bintang, berharap tuhan mau membantuku.

                “sepertinya aku juga mencintaimu… choi jinri”. Apa aku tidak salah dengar, aku mengenali suara itu sangat. Aku membalikkan badan kearah belakang, dengan perasaan cemas dan tentu saja berharap ini bukanlah mimpi.

                “k..kau, bukankah arah rumah kita berbeda. Kenapa kau ada disini? K..kau mengikutiku?”, tanyaku pada laki-laki yang tidak lain tidak bukan oh sehun.

                “ne”, jawabnya singkat. Ada yang aneh darinya, tatapan seorang oh sehun sekarang benar-benar berbeda. Manik matanya seperti memancarkan keteduhan dan keseriusan, bukan seperti oh sehun dengan tatapan sok cool seperti biasanya.(emang udah cool kali thor-_-)

                “ya, aku mencintaimu. Jangan tanyakan alasannya mengapa. Aku hanya merasa nyaman ketika bersamamu”, ujarnya dengan penuh ketulusan.

Ini bukan mimpi dan ini juga bukan hanya sekedar cerita. Ini nyata. Aku merasakan sendiri bagaimana seorang oh sehun menyatakan cinta padaku. Mungkin gila, jika aku ingin berteriak pada orang-orang bahwa cintaku teklah berbalas. Sebuah rasa yang muncul hanya dalam waktu 3 menit tapi bias merubah semuanya.

                Dia menggenggam tanganku erat, berusaha menyalurkan semua perasaanya padaku. Aku pun begitu, tersenyum kepadanya seolah-olah memberikan senyuman terbaik yang pernah aku beri.

                Takdir memang seperti roda yang berputar, kadang diatas dan kadang dibawah. Seperti inilah takdirku, setelah aku merasakan lelahnya mencintai seseorang kini aku mendapatkan hasil dari sebuah  pengorbanan.

Cintaku… hanya untuk satu nama, OH SEHUN.

Iklan

9 pemikiran pada “Love Is Difficult

  1. Wooow daebak thor
    bisa gak di kasi squal lagi???
    Maunya -___-”
    keren lanjut sama ff yang selanjutnya fighting!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s