My dreaming, Saranghae!!!!

Title: My dreaming, saranghae!!!!
Author: Kim Jin Rin (@XiaoLu950406)
Cast : Kim Se Na (maybe as you), Oh Sehun (Sehun EXO) & OC
Genre: Romantic
Length: Oneshoot

Annyeonghaseyo.. ^^ ff ini sebenarnya udah dipublish di blog aku di http://kimjinrinrilakkuma07.blogspot.com tapi aku mau aja coba kirim ke EXOfanfiction. Kalo ceritanya kurang bagus, mian yah ._. Ide aku cuma sampai sini u,u

 

— The Story is Begin —

 

____________________________

— Kim Se Na POV —

“Se Na-ya, maukah kamu menjadi yeojachingu ku?”

“Aku…”

Kriiiiiinnnnnggggggggg!!!!!!!!!!!!!!

Ku buka mataku dan ternyata itu cuma mimpi. Aku hanya menghela nafas.

“haahhh… Kenapa aku selalu bermimpi tentangnya..” gumamku sambil melirik jam beker disampingku. Omo!!!!! Sudah jam 8
dan kelas akan dimulai jam 9.00. Aku mulai berlari ke kamar mandi dan membersihkan diri dengan cepat.

Namaku Kim Se Na, umurku saat ini 18 tahun dan aku sedang kuliah di salah satu universitas terkenal di Seoul. Dan inilah salah satu kebiasaan burukku, selalu
terlambat bangun. Ini seperti menjadi rutinitasku sehari hari.

“Eomma.. Aku berangkat ya..” kataku sambil berlari keluar rumah tanpa menunggu jawaban dari eomma.

Aish, kenapa jauh sekali sih halte bus.

Brukkkkkkk!!!!!!!!!

Aigoo, tanpa sadar aku menabrak
seseorang sampai terjatuh.

“Aish, siapa yang berani menabrakku?” gerutu orang itu.

“ng.. Mianhae..” ucapku pelan. Dia kemudian bangkit berdiri dan menatapku. Rambutnya coklat acak-acakan dan mengenakan jaket jeans, sepertinya dia salah satu bad boy di kawasan ini.

“Ng.. Nae jeomal mianhaeyo karena menabrakmu” aku membungkuk meminta maaf “sekali lagi maaf, permisi” aku kemudian berjalan pergi karena sesungguhnya aku takut jika harus bermasalah dengan para bad boy. Aku kemudian berlari meninggalkannya, beruntung saat aku sampai di halte ada bis sehingga aku bisa langsung berangkat ke kampus.

— Author POV —

“Aish.. Dasar pabo yeoja..” gerutu namja itu. Bagaimana tidak, saat dia sedang berjalan tiba tiba dia ditabrak oleh yeoja.

Saat dia melangkah, dia melihat kartu tanda pengenal. Dia memungut kartu itu dan membacanya.

“Kim Se Na.. Hm.. Gadis yang menarik” gumamnya.

— Kim Se Na POV —

Aku berjalan di taman. Hari ini aku
merasa tenang sekali. Kalo boleh jujur, hal ini karena aku bermimpi bertemu seorang namja. Entah mengapa, dia selalu datang di mimpiku setiap hari.

Setelah puas di taman, aku berjalan pulang. Saat aku memasuki sebuah gang, aku terkejut karena namja yang tadi pagi kutabrak berada dihadapanku.

“Kau… Bukannya yang tadi pagi
menabrakku..” katanya sambil
memandangku.

“ng.. I… Iya.. Joesonghamnida… Maaf karena sudah menabrakmu tadi pagi” kataku dengan takut. Dia lalu merogoh sesuatu di kantongnya.

“Ini, tadi aku menemukannya tadi pagi. Ku pikir, ini punyamu” dia menyerahkannya kepadaku, ini kartu tanda mahasiswa milikku.

“Kamsahamnida sudah memunggutnya”

“Ne, cheonmaneyo. Kau, namamu siapa?”

“Se Na, Kim Se Na”

“Aku Se Hun, Oh Se Hun”

“Baiklah Se Hun-ssi, sampai jumpa lagi. Annyeong” aku membungkuk dan berjalan pulang ke rumahku.

“Aneh.. Sepertinya aku pernah mendengar suaranya tapi entah dimana..” gumamku pelan.

— Author POV —

Se Na berjalan menuju minimarket dekat rumahnya. Ada beberapa keperluan yang harus dibelinya. Tanpa disadari olehnya, ada seseorang yang mengikutinya.

— Oh Se Hun POV —

Aku mengikuti yeoja itu, Kim Se Na dan jujur aku tertarik padanya. Aku terus mengikutinya bahkan ketika tadi sore saat aku bertemu lagi dengannya, sampai aku tahu rumahnya. Dia masuk ke minimarket. Ku lihat dia sedang memilih sesuatu.

“ah.. Yang mana ya? Ini atau ini?”
gumamnya sambil memilih. Aku menepuk pundaknya.

“Se Na-ssi..” dia menoleh kepadaku.

“Ah, annyeong Se Hun-ssi..” katanya sambil tersenyum. Se Na-ssi, kau begitu manis ketika tersenyum, batinku.

Akhirnya aku menemaninya sampai ia membeli semua keperluannya.

“Tak ku sangka kita akan bertemu lagi, Se Hun-ssi” katanya sambil berjalan.

aku hanya tertawa pelan “ya, kukira juga seperti itu, Se Na-ssi”

“ah ya, kenapa kau masih berkeliaran malam malam seperti ini? Apa orangtuamu tak mencarimu?” tanyanya dengan polos.

“mereka tidak perduli terhadapku” jawabku dingin.

“ah, mianhae karena aku menanyakan hal tak boleh ku ucapkan” sesalnya.

“gwenchana Se Na-ssi..” aku tersenyum kepadanya. Tanpa terasa aku dan Se Na sudah sampai di depan rumahnya.

“Nah, ini rumahku. Mampirlah dulu” katanya.

aku menggeleng “tidak usah, aku juga harus pergi”

“baiklah, kalau begitu aku masuk dulu..Selamat malam, Se Hun-ssi” dia tersenyum kepadaku sebelum akhirnya dia masuk ke dalam rumah.

“Selamat malam juga, Se Na-ssi. Kuharap mimpimu indah” kataku dan berbalik menuju tempat berkumpulku di ujung gang
ini.

“Eoh… Se Hun-ah, dari mana saja kau?” tanya Kai, temanku.

“Aku hanya ketiduran” jawabku
berbohong.

“Kau yakin?” tanya temanku yang lain, Chen.

“Ne..” aku hanya mengangguk pelan.

— Author POV —

Se Na, yeoja itu tertidur dengan pulasnya dalam keheningan malam. Namun, siapa sangka, dalam kesunyian malam itu Se Na
bermimpi.

“Se Na-ya, nae jeomal saranghaeyo..” ucap seseorang dalam mimpinya.

“Nado.. Tapi kau siapa?” tanya Se Na. “Kita.selalu bersama, namun aku tak pernah tau siapa dirimu”

Namja itu tersenyum. Wajahnya tidak terlalu jelas karena kabut “Kau akan mengetahuinya nanti”

— Oh Se Hun POV —

“aish.. Mimpi itu lagi..” gumamku ketika bangun. Aku melirik jam dinding di kamarku, menunjukkan pukul 7 pagi.

aneh.. Hampir setiap hari aku bermimpi dengan seorang yeoja. Aku memang tidak mengenalnya tapi aku ingin bertemu dengannya. Yah, aku memang tertarik dengan yeoja itu selain dengan Kim Se Na.

Ku pakai jaket dan sepatu kets milikku dan melangkah keluar. Hari ini aku harus bertemu dengan teman-temanku. aku melewati jalan menuju rumah Se Na. Dan sepertinya kebetulan, aku bertemu dengan Se Na yang baru keluar dari rumahnya.

“Se Na-ssi..” panggilku. Dia kemudian melihatku dan tersenyum kepadaku.

“ah, annyeong Se Hun-ssi” sapanya.

“Kau akan berangkat kuliah?” tanyaku.

“Yah.. Begitulah.. Kau mau kemana?”

“Aku akan bertemu dengan teman-temanku. Yah, kau tahu kalau aku hanyalah seorang berandalan..” kataku sambil memegang tengkuk leherku.

Se Na hanya tertawa pelan “You’re such a bad boy, Se Hun-ssi. Ah baiklah, sepertinya aku harus berangkat sekarang” Saat dia akan berangkat pergi, aku menahan tangannya. Dia hanya menoleh kebingungan.

“Bagaimana jika aku mengantarmu ke kampus? Apa kau tidak keberatan?” kataku sambil gugup.

“Ah, jjinjja? Kalau begitu, kajja..” katanya sambil tanpa sadar menggandeng tanganku. Aku tersenyum senang dan aku menggandeng erat tangannya.

“ehm.. Se Na-ssi..”

“ne? Sehun-ssi, waeyo?”

“mianhae kalau aku menanyakan hal tak wajar, tapi.. Apakah kau sudah mempunyai namjachingu? Maksudku karena beberapa hari aku mengenalmu, aku tak pernah melihatmu bersama dengan seorang namja”

“Gwenchana Se Hun-ssi, aku memang belum mempunyai namjachingu..” jawabnya. Aigoo, kenapa jantungku berdetak lebih kencang.

“Tapi.. Jika seandainya aku mempunyai seorang namjachingu, ku harap dia seperti kau Se Hun-ssi” lanjutnya kemudian memasuki bis. Dia melambaikan tangan kepadaku. Aku membalas lambaian tangannya dan bis yang dinaiki Se Na kemudian pergi.

aigoo.. Apa aku tak salah dengar? Dia ingin mempunyai namja yang seperti diriku, batinnya.

Dia merasa senang dengan ucapan Se Na tapi dia tidak ingin percaya diri.

***

Kai menepuk pundakku “hey.. Kenapa kau seperti ini? Kau terlihat senang?”

“Molla.. Entah mengapa jantungku berdetak lebih cepat, apalagi setelah aku bertemu dengan seorang yeoja..” ceritaku.

“Mwo? Jantung berdetak lebih cepat? Yeoja? Woaaaahhhh…” aku menatap Kai dengan kebingungan.

“waeyo?”

“Itu artinya kau sedang jatuh cinta dengan seorang yeoja..”

Aku? Jatuh cinta dengan seorang yeoja? Apakah.. Mungkin itu dengan Se Na?

— Author POV —

Berhari-hari setelah pertemuan terakhir mereka, entah mengapa Se Hun dengan Se Na tidak bertemu lagi. Se Hun duduk di bangku taman. Dia bingung karena akhir akhir ini dia tidak dapat bertemu dengan Se Na.

Aish… Kemana Se Na, hampir seminggu aku tidak bertemu lagi dengannya. Ada apa dengan dia sebenarnya?, batin Se Hun.

“Ah baiklah, lebih aku kerumahnya saja…” katanya beranjak pergi dari tempat duduknya.

— Oh Se Hun POV —

Aku berdiri di depan rumahnya. Aku lalu mengetuk pintu rumahnya. Tak lama, pintu terbuka dan tanpa seorang wanita yang sudah cukup berumur.

“Nuguseyo?” tanyanya.

“Annyeonghaseyo ahjumma. Naneun Oh Se Hun imnida. Naneun Se Na-ssi chingu”

“Kau temannya Se Na?” tanyanya kebingungan.

“Ne, apakah Se Na ada, ahjumma?”
tanyaku sopan.

“Mianhae, tapi apakah kau tak tahu jika Se Na kecelakaan dan sedang berada di rumah sakit?” aku langsung terkejut mendengarnya.

“Aku tidak tahu, ahjumma”

“Hm.. Bagaimana jika kuantar kau ke rumah sakit sekalian aku menjaganya?” tawarnya. Aku mengangguk setuju.

***

“Kau tahu, Se Hun-ssi? Se Na, anakku sering menceritakan hal tentangmu kepadaku..” kata Kim ahjumma yang merupakan eomma dari Se Na.

“Mwo? Jjinjayo?” aku terkejut mendengarnya. Beliau hanya tersenyum.

“Dan.. Kurasa anakku menyukaimu, Se Hun-ssi. Aku tidak keberatan jika kau dekat dengan anakku..”

aku langsung tersipu malu mendengar perkataan Kim ahjumma. Jujur, aku senang dengan perkataan kim ahjumma karena sepertinya Se Na mempunyai perasaan yang sama denganku. kami sampai di depan ruang tempat dimana Se Na dirawat. Aku mengikuti Kim ahjumma masuk.

Hatiku terasa miris melihat keadaannya. Tangannya dipasang infus. Mukanya pucat sekali dan terdapat perban di kepalanya. Kim ahjumma menepuk pundakku.

“sebaiknya kau disini menemaninya sampai dia bangun..” beliau keluar dari ruangan.

Aku hanya menghela nafas dan duduk di kursi sebelah ranjang tempat Se Na berbaring.

“Se Na-ssi, bangunlah. Ini aku..” aku menggenggam erat tangannya.

***

Aku bertemu yeoja itu lagi.

Deg!

Aku tak menyangka dengan apa yang ku lihat. Yeoja itu.. Se Na!

“Se Na-ssi?” dia menoleh kepadaku dan tersenyum.

“Se Hun-ah..” dia lalu memelukku

“akhirnya.. Kau tahu siapa diriku..”

***

aku membuka mataku perlahan. Rupanya aku tertidur. Se Na sudah bangun. Dia duduk sambil tersenyum kepadaku.

“Se Hun-ssi, kau sudah bangun rupanya.. Kau terlalu lelap tertidur sampai aku tak tega untuk membangunkanmu..”

“Yah, begitulah Se Na-ssi..” aku kemudian memeluknya.

“Waeyo, Se Hun-ssi?” dia terlihat bingung. Aku lalu mencium bibirnya lembut.

— Kim Se Na POV —

Se Hun? Aku tak menyangka jika ia menciumku tepat dibibirku dan herannya aku tak menolak hal ini. Dia melepaskan ciumannya.

“Saranghaeyo, Se Na-ssi…” bisiknya di telingaku.

apa aku tak salah dengar? Dia? Mencintaiku?

“Se Hun-ssi? Kau bercanda?” tanyaku. Se Hun hanya tersenyum dan menggeleng kepalanya.

“Se Na-ssi, aniyo. Nae jeomal saranghaeyo.. Dan ini bukan mimpi. Jadi, maukah kau menjadi nae yeojachingu?” tanyanya lembut.

Ini bukan mimpi kan? Se Hun yang merupakan namja yang hadir dalam mimpiku kini mengutarakan pernyataan cintanya kepadaku.

aku menggangguk pelan “Ne.. Nado saranghaeyo” jawabku tersipu malu.

Dia lalu memelukku dan menciumku dengan lembut. Aku pun membalas perlakuannya.

— Satu Tahun Kemudian… —

— Kim Se Na POV—

Aku berjalan dengan Se Hun di pinggir sungai Han. Aku memutar kembali ingatanku. Aku tak pernah menyangka jika setelah kami berpacaran, Se Hun akhirnya mampu memperbaiki hubungan dengan orang tuanya. Saat ini Se Hun mengelola perusahaan milik ayahnya. Se Hun menggenggam erat tanganku. Dia kemudian menoleh kepadaku.

“Se Na-ya.. Apa kau percaya dengan soulmate?”

aku menggeleng “tidak.. Aku tidak mempercayai soulmate tapi aku lebih mempercayai takdir yang memilih kita untuk bersama” jawabku.

“Aish, arraseo.. But.. I love you my
dreaming..”

“I love you too, my dreaming..”

— FIN —

Iklan

5 pemikiran pada “My dreaming, Saranghae!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s