No Way! (Chapter 2)

Title                : No Way!

Author            : BlackPearl08/parktaemi

Genre              : Romance, Friendship

Length            : Multichapter

Cast                : EXO-M Lay, EXO-K Suho, EXO-M Kris, EXO-M Tao, EXO-K D.O, EXO-K Kai.

Rated              : T

Disclaimers     : Mereka bukan punya saya. Tapi cerita ini punya saya.

Warning         : Genderswitch, Typo(s), AU, Gaje, ide pasaran, dll. FF ini pernah dipost di FanFiction.net dan taemtaemi.wordpress.com

Twitter           : @HambaTuhan_

SuLay GS

Happy Reading!

________________

“Sebenarnya aku sudah lama ingin mengatakan ini. Aku ingin kita putus,” ucap Kris pada akhirnya. Lay hanya menunduk. Ia terlalu sedih. Ia ingin menangis. Tapi tidak di sini. Tidak di depan namja kurang ajar yang berani selingkuh darinya.

“Hmm. Begitu? Siapa yeoja itu?” setelah menguatkan hatinya, Lay memberikan senyumannya dengan paksa. Ia menatap yeoja yang berada di belakang Kris.

“Di-dia… Dia Tao. Yeojachingu ku. Kita sudah berpacaran sejak satu bulan yang lalu,” dapat Lay lihat yeoja itu menunduk. Mungkin ia takut dengan Lay karena telah merebut namjachingu-nya. Ia menatap Kris yang juga menatapnya tegas.

“Begitu, ya. Ya sudah. Cukhaeyo. Aku pergi dulu,” Lay membalikkan badannya dan pergi dari sana. Ia tidak mau melihat wajah namja yang sudah menghancurkan hatinya itu.  Namja yang telah membuatnya terbuai dengan kata-kata manisnya dan akhirnya menghancurkannya bagai benda tak berharga.

Pertahanannya hancur sudah. Air mata yang sedari tadi ia tahan mengalir deras. Ia berlari tak tentu arah. Ia hanya mengikuti kemana kakinya membawanya. Yang jelas ia ingin menjauhi area sekolah. Karena pasti ia akan bertemu dengan mantan namja-nya dan kekasih barunya itu.

Tanpa sadar kakinya telah membawanya menuju taman kota. Taman itu sekarang tidak begitu ramai karena langit yang sudah berwarna jingga kemerahan. Lay melangkahkan kakinya menuju bangku taman kesukaannya. Dia ingat bangku itu. Itu tempat di mana ia dan Suho bertemu untuk pertama kalinya.

Didudukkan tubuhnya pada bangku itu. Ia mengangkat lututnya dan menangis. Di dalam benaknya muncul berbagai pertanyaan. Kenapa Kris melakukan hal itu padanya? Kenapa Kris tega menghianatinya selama sebulan ini? Kenapa? Padahal hubungan mereka sebentar lagi akan mencapai satu tahun. Siapa yeoja itu yang berani merebut Kris-nya? Ingin ia menanyakan semua itu pada Kris. Tapi ia tidak memiliki keberanian untuk melakukannya. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Ia tidak tahu harus marah atau menerima itu dengan lapang dada. Ia tidak tahu. Karena ini pertama kali baginya.

“Hiks hiks… Kau tega sekali, Kris?! Huuu…,” Lay terus menangis di balik lututnya. Sampai ia merasa ada seseorang yang duduk di sebelahnya. Ia mengangkat kepalanya dan menatap orang yang duduk di sebelahnya dengan mata penuh dengan air mata.

Tidak. Yeoja itu. Dia yeoja yang bersama Suho tadi pagi. Yeoja yang bisa mendapatkan perhatian Suho. Hatinya berdenyut sakit mengingat kejadian di mana Suho mencium yeoja itu. Kenapa ia sial sekali hari ini?

“E-eonnie! G-gwenchana? K-kenapa menangis?” yeoja itu tampak panik dan khawatir. Ternyata ia sangat baik dan perhatian. Pantas Suho menyukainya, batin Lay. Ia semakin menunduk dan menahan tangisnya.

“A-aku tidak apa-apa. G-gomawoyo,” Lay segera bangkit dan pergi menjauh. Kemana saja agar itu bisa membuatnya tenang. Ia terus melangkah tanpa memperdulikan teriakan yeoja tadi yang memanggilnya.

!           !           !

“Ya! Eonnie!! EONNIEE!!!” teriak yeoja manis berambut hitam panjang pada Lay yang sudah berada jauh dari tempatnya. Kenapa dengan yeoja itu? Sepertinya ia pernah melihatnya. Ia mencoba untuk mengingat-ingat.

“Sedang apa, Kyungie?” tiba-tiba seorang namja menepuk pundaknya dari samping. Yeoja tadi atau Do Kyungsoo terlonjak kaget dan menatap Suho yang berdiri di sampingnya.

“Oppa! Kau membuatku kaget!” Kyungsoo mempoutkan bibirnya kesal. Suho terkekeh geli dan mengacak rambut hitam lurus itu. Kembali Kyungsoo merenggut.

“Oppa!”

“Ne. Arra, arra. Kenapa tadi kau berteriak, eoh?” tanya Suho sambil duduk di sebelah Kyungsoo. Ia membantu Kyungsoo yang menggerutu kesal untuk merapikan rambutnya.

Setelah selesai merapikan rambutnya, Kyungsoo segera menatap Suho dengan mata besarnya dan mulai bercerita tentang yeoja yang ia temui tadi.

“Tadi aku lihat eonnie itu menangis. Karena sepertinya aku mengenalnya, aku mendekatinya. Tapi setelah aku menyapanya, ia langsung pergi. Tapi dia itu siapa, ya?” Kyungsoo bercerita sambil menatap langit yang mulai menggelap. Suho menarik tangannya untuk berdiri dan menggandenganya untuk meninggalkan taman itu.

“Sudah. Tidak usah dipikirkan. Ayo pulang,” Kyungsoo menurut dengan melingkarkan tangannya pada lengan kiri Suho. Ia masih tetap mengingat-ingat wajah yeoja tadi.

“Ah!” teriaknya tiba-tiba membuat langkah mereka terhenti. Suho menatapnya dengan dahi berkerut bingung. “Ada apa?”

“Aku ingat! Eonnie tadi itu yeoja yang fotonya ada di ponsel oppa! Kalau tidak salah namanya Yi—uppss!” Kyungsoo segera menutup mulutnya setelah menyadari apa yang ia katakan. Suho menatapnya dengan tajam.

“Kau mengotak-atik ponselku, ya?” Suho bertanya dengan nada yang mengintimidasi. Sedangkan yang ditanya hanya nyengir dan menganggukkan kepalanya. Suho menghela nafas panjang dan kembali berjalan. “Kau ini. Jangan ulangi!”

Selama perjalanan, Suho terus memikirkan apa yang telah membuat pujaan hatinya menangis. Apa karena dirinya? Atau masalah lain. Ia tidak tahu. Ia harus menanyakannya pada Lay besok.

!           !           !

Setelah sampai di rumah, Lay langsung masuk ke kamarnya tanpa permisi pada Chen dan ibunya yang kebetulan sedang ada di rumah.

“Yi Xing. Kau sudah pu—“ BLAM. Pintu kamar tertutup. Seorang yeoja paruh baya yang sepertinya adalah ibu dari Lay menatap bingung pintu kamar anaknya. Apa yang terjadi? Tidak biasanya.

“Ada apa dengan jiejie-mu, Chen?” tanyanya pada Chen yang sedang asyik dengan televisi dan cemilan di hadapannya.

“Mana Chen tau, Mom,” Chen menjawab pertanyaan ibunya tanpa menatapnya. Nyonya Zhang menatap anak bungsunya ini dengan tatapan dasar-anak-kurang-ajar.

“Hhh… Dasar kau ini,” Nyonya Zhang memukul kepala Chen dengan majalah yang tadi ia baca dan berjalan menuju kamar Lay tanpa memerdulikan rintihan kesakitan Chen.

Nyonya Zhang menarik nafas dalam sebelum mengetuk pintu kamar putrinya. “Yi Xing chagi. Ada apa, nak?” tanyanya dengan nada selembut mungkin. Tidak ada jawaban dari dalam. Ia mencoba untuk mengetuk lagi.

“Yi Xing-ah, Mom masuk, ya?” bukannya mendapat jawaban, malah isak tangis yang terdengar. Nyonya Zhang segera membuka pintu kamar Lay dan menemukan putrinya itu sedang dalam keadaan telungkup di atas kasur tanpa mengganti seragamnya dan melepas sepatunya.

Nyonya Zhang duduk di pinggiran kasur Lay dan mengusap lembut rambutnya. Lay menoleh dan langsung memeluk Mommy-nya.

“Hiks, Mom! Huweee!” Lay memeluk ibunya erat. Ia menumpahkan segala air matanya pada ibunya. Lay bukanlah anak yang tertutup pada keluarganya. Walaupun ibu dan ayahnya sering meninggalkan ia dan Chen, tapi mereka tetap harmonis dan dekat satu sama lain.

Nyonya Zhang mengelus rambut Lay sayang. Ia menepuk-nepuk punggung putrinya agar ia tenang dari tangisnya. “Chagiya, ada apa? Tenanglah, dan ceritakan pada Mom.”

“Hiks, Mom. A-aku…”

Lay menceritakan semua pada ibunya. Mulai dari perasaannya pada Suho yang tiba-tiba muncul, Kris yang memutuskannya, hingga tentang yeoja yang membuatnya cemburu. Nyonya Zhang mendengarkannya dengan sabar. Sesekali ia mengelus punggung Lay ketika gadis itu mulai terisak menceritakan masalahnya.

“Mom, apa aku salah mencintai dua orang?” tanya Lay ketika ia selesai menceritakan semuanya. Ia menatap Nyonya Zhang dari pelukannya. Ibunya tersenyum dan menatapnya dengan lembut. Nyonya Zhang menggeleng pelan.

“Tidak. Kau tidak salah, Yi Xing. Mungkin dulu kau menyukai Junmyun dan kau tidak menyadarinya. Tetapi perasaan itu mulai memudar seiring berjalannya waktu. Hingga kau bertemu dengan Kris dan mulai mengaguminya,” Nyonya Zhang tersenyum lembut pada Lay yang menatapnya dengan mata sembab yang membesar. Ia menarik nafas sebentar sebelum melanjutkan kalimatnya.

“Perasaan kagum itu perlahan-lahan berubah menjadi perasaan cinta karena kau terus memperhatikannya. Lalu di saat Junmyun datang kembali, perasaan yang mulai memudar itu kembali muncul dan membuatmu merasakan debaran yang sama seperti yang kau rasakan pada Kris,” Lay menatap ibunya dengan takjub. Ternyata ibunya ini tau banyak tentang msalah percintaan.

“Kenapa Mom begitu tahu hal seperti itu?” tanya Lay dengan nada polosnya. Nyonya Zhang terkekeh geli melihat ekspresi anaknya sebelum menjawab.

“Karena dulu Mom pernah mengalaminya,” jawabnya enteng. Lay menatapnya dengan mata membesar dan mulut terbuka lebar. Ia siap melemparkan banyak pertanyaan tetapi ibunya sudah duluan memotongnya.

“Sudah sana mandi dan segera istirahat. Jangan lupa kompres matamu dengan es batu,” ucapnya sambil menepuk-nepuk kedua pipi anak sulungnya ini. Lay segera bangkit untuk menuju kamar mandi sampai ucapan ibunya menghentikan langkahnya.

“Bisa saja perasaan kagum itu tidak berubah sama sekali. Jadi pikirkanlah siapa yang kau cintai. Dengar kata hatimu,” tambahnya sebelum pergi dari kamar Lay.

Lay mematung. Dengarkan kata hati, ya?

!           !           !

“Laayy!!” teriak Luhan, Baekhyun, dan Xiumin pada Lay yang baru saja datang. Mereka langsung menarik Lay menuju kantin, tempat nongkrong mereka.

“Jelaskan pada kami! Kenapa tadi aku melihat Kris datang dengan hoobae kita?!” seru Xiumin dengan tatapan penasaran. Kedua temannya yang lain tak jauh berbeda dengan si chubby imut ini.

“Kenapa wajahmu sembab? Apa kau habis menangis semalaman?” lanjut Luhan yang duduk di hadapannya. Lay hanya meringis mendengarnya. Apa sangat terlihat?

“Apa kau dan Kris sudah break?” tambah Baekhyun membuat ekspresi wajah Lay menjadi murung. Xiumin dan Luhan menatap ke arah yeoja berambut brunette itu tajam. Baekhyun hanya memberikan tatapan minta maafnya.

“Ne. Kau benar, Baekkie. Aku dan Kris sudah putus kemarin,” jawab Lay mewakili semua pertanyaan temannya. Wajahnya menunduk.

“Kalau kau tidak mau cerita dulu tidak apa. Kami akan menunggu,” ucap Xiumin yang disetujui dua yang lainnya. Lay mengangguk dan kembali menunduk.

Semua yang ada di meja itu terdiam. Mereka turut bersedih karena sahabat mereka harus kehilangan cinta pertamanya—atau kedua dengan cara yang menyakitkan. Diduakan. Itu pasti sangat sakit.

“Mianhae, Yeol sudah menungguku. Aku pergi dulu, chingudeul,” ucap Baekhyun berpamitan yang dibalas anggukan kepala ketiga temannya.

!           !           !

Suho sangat penasaran dengan yeoja yang ditemui Kyungsoo kemarin sore. Apa benar itu Lay? Kalau benar kenapa Lay menangis? Suho membasuh wajahnya dengan air wastafel di toilet pria agar terasa lebih segar dan bisa berpikir jernih setelah menerima pelajaran rumit dari seonsaengnim.

“Nghh~~ Ahh~”

Suho tersentak mendengarnya. Itu suara desahan yeoja. Tapi siapa? Didekatinya bilik toilet paling ujung yang merupakan sumber dari suara itu. Semakin dekat semakin terdengar jelas suaranya. Suho sudah bersiap dan membuka pintu bilik yang ternyata tidak terkunci.

BRAK

“APA YANG KAU LAKUKAN, PARK CHANYEOL!!” seru Suho dengan tidak santainya melihat Chanyeol, adik kelas sekaligus tetangganya, bersama dengan yeoja yang sering ia lihat bersama Lay sedang berciuman panas. Bagaimana ia mau santai jika keadaan dalam bilik itu benar-benar mengerikan. Dua kancing kemeja seragam dan resleting celana yang dikenakan Chanyeol sudah terbuka. Belum lagi yeoja itu yang empat kancing teratas seragamnya terbuka dan roknya yang tersingkap.

“E-eh, hyung. A-ano, itu…” Chanyeol tergagap dan segera merapikan pakaiannya. Begitu juga dengan yeoja imut yang tadi duduk di pangkuan Chanyeol.

“Ck! Kalian berdua sudah melakukan tindakan asusila di sekolah! Akan kulaporkan pada kepala sekolah!” Suho segera beranjak dari sana, tetapi suara berat Chanyeol menghentikannya.

“Tu-tunggu, hyung! Kumohon jangan laporkan pada kepala sekolah!” Chanyeol memohon pada Suho dengan puppy eyes-nya yang membuat Suho ingin muntah, tapi tetap tak tega melihat wajah bagai anak unta(?) yang tersesat itu.

“Tetap saja kalian melanggar peraturan. Akan tetap kulaporkan—“

“Aku akan membantumu mendekati Lay!” ucap Chanyeol cepat menghentikan kalimat Suho. Suho menatap Chanyeol tak percaya. Namja tinggi itu menyeringai dan merangkul yeoja yang juga menatapnya tak percaya.

“Baekkie kan temannya Lay. Jadi dia bisa membantumu,” Baekhyun melotot pada Chanyeol. Wajahnya terlihat sangat enggan. Chanyeol mendekatkan bibirnya pada telinga Baekhyun dan berbisik.

“Ini agar kita tidak di drop out, chagi,” bisiknya seraya menjilat telinga sensitif Baekhyun seduktif. Baekhyun harus menundukkan kepala dan menggigit bibirnya agar desahannya tak keluar.

Tiba-tiba ekspresi wajah Suho berubah. Ia segera berbalik ke pintu keluar toilet. “Tidak perlu. Aku tidak akan melaporkan kalian,” setelah mengatakan itu, ia segera hilang di balik pintu toilet yang tertutup.

!           !           !

Lay melangkahkan kakinya menuju atap sekolah. Angin kencang mengibarkan rambutnya setika ia membuka pintu besi besar yang menghubungkan atap sekolah. Ia melangkah menuju gudang sekolah yang ada di sana dan bersender pada salah satu sisi dindingnya.

“Hhhh…” ia menghela nafas panjang. Ditekuknya kedua lutut putihnya dan memeluknya. Dia masih belum bisa bertatap muka dengan Kris secara langsung setelah apa yang kemarin namja tinggi itu lakukan padanya. Oleh sebab itu ia datang ke atap sekolah, tempat yang hampir tidak pernah ia datangi sebelumnya, untuk menghindari Kris. Ia bahkan melewatkan makan siangnya.

Lay mulai berdiri. Ia ingin melihat tempat di mana ia dan Kris mulai menjalani hubungan dan di tempat itu juga mereka mengakhirinya. Taman belakang. Ia menyentuh kawat pembatas dan mulai mengedarkan pandangannya pada taman belakang.

Deg!

Matanya terbelalak melihat sebuah pandangan yang benar-benar diluar dugaannya. Bukankah itu Kris dengan yeojachingu barunya? Mereka sedang… berciuman. Pasti ia salah lihat! Diusapnya kedua matanya dan melihat ke arah mereka kembali. Sakit di hatinya bertambah, saat tahu bahwa itu bukanlah khayalan. Ia segera berbalik dan jatuh merosot kelantai. Dibenamkan wajahnya di antara kedua lututnya yang ditekuk. Lagi. Ia menangis lagi karena Kris. Seharusnya ia bisa merelakan dan melupakan Kris.

“Hey, noona cantik jangan menangis,” sebuah suara berat khas namja menyentakkan Lay dari tangisannya. Ia mengangkat kepalanya dan menatap namja berkulit gelap yang berdiri di hadapannya dengan wajah bingung.

Namja itu berjongkok dan menatap Lay intens. “Aku Kim Jongin, panggil saja Kai,” Ia meraih dagu Lay yang tertunduk dan menghapus air mata Lay dengan kedua ibu jarinya. Segera ia tarik Lay kedalam pelukannya.

!           !           !

“Oppa! Ayo cepat!”

“Jangan berlari terus, Kyungsoo-yah! Nanti kau terjatuh,” Suho terus mengikuti Kyungsoo yang berlari di tangga menuju atap sekolah. Yeoja manis itu menyuruhnya untuk makan siang bersama di atap sekolah.

Setelah sampai, pintu untuk menuju atap sekolah sedikit terbuka. Berarti sudah ada orang yang kemari tadi. Kyungsoo berhenti dan berjalan kearahnya. Ia menarik Suho untuk berjalan lebih cepat.

Pintu pun terbuka lebar. Suho membulatkan matanya melihat pemandangan menyakitkan di hadapannya. Hatinya sakit, seperti tertusuk oleh belati dan setelah itu lukanya ditaburi oleh garam. Sakit dan ngilu. Tanpa sadar pegangannya pada kotak bento di tangan kanannya melemah dan kotak itu pun jatuh sehingga semua isinya berhamburan di lantai.

“Yi Xing…”

To Be Continue

 

Iklan

10 pemikiran pada “No Way! (Chapter 2)

  1. Chanyeol baekhyun apa yg kalian lakukan??? Seharusnya kalian gak boleh melakukan itu disekolah,,,,,,,,,,,,, kalo dirumah / dihotel sih capcus aja kalo ya???

    Suho sabar ya!! Lay jadi org sabar gak dosa kok palingan nanti pant*t lo lebar hehehe….

    Thor kok banyak typo sih??,,,,, itu yg sama kris typo tau aturan tuh hyelyn bukan tau gimana sih thor

  2. aku nangis kenapa kyungsoo oppa dijadiin yeoja huweeee :”
    tapi ceritanya keren :< lanjut thor hiks :" <<masih gak terima

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s