SHOOT (Chapter 1)

“SHOOT (Because Of Love) Chapter. 1”

Author : Dilla ‘ shevere ‘ (@DillaNBA)

Main Cast : EXO members, OC (karangan author), SMTOWN

Genre : Action, Romance, Comedy

Length : Chapter

Disclaimer : ff ini udah pernah saya post di rumahfanfiction.wordpress.com dengan cast member SJ, dan baru sampai chap. 2 tapi sekarang saya akan melanjutkan ff itu dengan cast member EXO dan mengganti beberapa nama OCnya. saya juga akan mengubah sedikit alur ceritanya. don’t be silent reader right? comment anda sangat dibutuhkan 🙂

EXO

 _______________________________________________

PROLOGUE : : Korea Selatan dan Korea Utara kini menjadi pusat perhatian dunia, kedua negara tersebut kini mulai berperang kembali karena kesalahpahaman. Sejak puluhan tahun yang lalu Korea Utara dan Korea Selatan memang sudah mulai berperang. Korea Utara yang saat itu diduduki oleh Uni Soviet menganggap Korea Selatan sebagai pengkhianat karna membela AS (Amerika Serikat). Semenjak saat itu hubungan Korea Utara dan Korea Selatan makin memburuk. Banyak negara yang berupaya mendamaikan ‘Perang Saudara’ dari kedua negara tersebut tetapi gagal. Hubungan kedua negara itu kian memburuk karena diduga ada salah satu agent FBI dari KorSel yang mengendap-endap ke KorUt dan membunuh presiden Kim Jong Il. Tentu saja hal ini dibantah keras oleh pihak KorSel. KorUt yang tidak terima pun diam-diam menyuruh beberapa anggota FBI mereka untuk membunuh satu-satu dari anggota FBI KorSel. KorSel yang mulai kehilangan anggota FBI pun meminta tolong kepada Amerika Serikat. Ini
membuat Amerika Serikat mau tak mau ikut turun tangan. Jonh Levs. Kolonel dari A.L. AS yang memang mempunyai keturunan Korea menyuruh anak buahnya Kris (Wu Fan) yang juga keturunan Korea-China untuk mencari 7 anak berumur 17-23 tahun berbakat dalam segala bidang di Korea

 

: : STORY BEGIN : :

NewYork City, AS , 03-01-2020

Seorang pria paruh baya sedang duduk dengan santainya disebuah ruangan. Ruangan itu terlihat begitu tertutup. Bahkan jendela dan gordennya pun tertutup rapi. Pria itu mengambil I-pad yang ada di atas meja perkakasnya kemudian sedikit mengutak-atik I-pad nya. tak lama datanglah seorang pria berkacamata yang sudah ditunggunya sejak tadi.

” Kolonel memanggilku ?? ” tanya pria berkacamata itu. Pria paruh baya itu mengangguk ringan sambil tersenyum.

” duduklah,” ucapnya masih dengan senyum ramahnya. Pria berkacamata itu mengangguk dan duduk tepat didepan pria paruh baya yang dipanggil Kolenel tersebut.

“kau mau minum dulu ??” tanya Kolonel itu. Pria berkacamata itu mengerutkan dahinya kemudia melirik kearah jam tangan yang dipakainya.

” Aaah~ kau pasti sibuk, ” ucap Kolonel. Pria berkacamata itu tersenyum masam ” setelah ini, aku harus ke chicago sebentar lalu kembali ke Korea “

” aku mengerti, kau pasti sangat sibuk akhir-akhir ini apalagi setelah Korea Utara Dan Korea Selatan kembali berperang “
” kau sudah makan ?? ” lanjut Kolonel. Pria berkacamata itu menggeleng ragu. Kolonel langsung memukul kepala pria berkacamata itu ” kau ini ! Sesibuk apapun, kau harus tetap makan !!” bentaknya. Pria berkacamata itu tersenyum kecil. ” maaf, aku mengerti ” ucapnya

” yasudah, ” ucap Kolonel ” kau.. Tahu kan alasan kenapa aku memanggilmu ??” tanya Kolonel. Kini tampangnya berubah menjadi serius.

Pria itu menjawab ” iya, Aku tahu “
Kolonel mengangguk dan tersenyum ” bagus, kalau begitu aku tidak perlu menjelaskan lagi kan ? Cepat kau cari 7 anak itu dan membawanya kehadapanku ” Pria berkacamata itu mengangguk paham. ” aku akan segera kembali ” ucapnya lalu memberi hormat kepada kolonel dan bergegas pergi.

***

KyungHee University , Seoul, South Korean

Seorang gadis anggun sedang duduk di bangku taman. Rambutnya yang bergelombang dikuncirnya dengan rapi. Mukanya terlihat damai sebelum ada suara yang mengganggunya

“Sooya-aah !!!” wanita yang dipanggil Sooya itu menoleh malas

” apa ?! ” tanyanya ketus

” yak ! kau ini galak sekali!! Aku hanya ingin memberitahumu. Tadi aku melihat ayahmu sedang berbicara dengan ketua yayasan kampus kita ” seketika gadis itu menegang ” kau bilang siapa ??” tanya Sooya memastikan bahwa telinganya tidak salah mendengar ” ayahmu Soo-ah ” ucap gadis itu lagi.

” Miina-ah, jangan bercanda. Ayahku kan sedang berada di Rusia jadi mana mungkin ia… ” ucapan Sooyaterhenti ketika melihat seorang pria paruh baya mendatanginya. Sooya melirik kearah Miina. Seakan meminta Miina meninggalkan mereka berdua. Miina mengerti

” aku akan menunggumu dikantin ” ucapnya lalu bergegas pergi.

” Sooya-ah ! Appa sudah berbicara dengan ketua yayasan kampus ini. Mulai besok kau tidak perlu kuliah disini lagi ” ucap ayah Sooya tegas.

Gadis itu mendengus ya, cepat atau lambat pasti
ayahnya memang akan melakukan hal ini.

“jadi… Apa mereka sudah mulai mencari 7 anak berbakat itu ?? “

***

Paran High School, Jeounju, South Korean

“lebih baik urungkan saja niatmu itu Jihyun-ah “

” Tidak akan Heeji-ah~ ” ucap gadis yang dipanggil Jihyun itu

Kini mereka berdua sedang berada di ruang olahraga. Lebih tepatnya didepan Locker bertuliskan ‘Xi Luhan’

” tapi ia kan calon kakak tirimu Jihyun-ah, memangnya apa sih yang membuatmu begitu membencinya ?! ” tanya Heeji heran. Jihyun terdiam

” kakak tiri apanya ?? aku dan dia itu kan seumuran ! lagi pula kau tahu ? Tadi malam ia dan ayahnya kembali datang kerumahku. Dan kau tahu ? selama makan malam ia terus memasang wajah datar padaku dan Ibu ! Bahkan ia sama sekali tidak tersenyum saat Ibu, aku serta ayahnya tertawa !! Benar-benar menjengkelkan ! ” ucap Jihyun emosi ” bahkan aku sangsi jika ibuku dan ayahnya menikah nanti. Ia akan menganggapku sebagai adiknya, ” lanjut Jihyun

” tunggu dulu ! Kau membencinya hanya karna itu ??” tanya Heeji tidak percaya

” tentu saja bukan hanya itu ! “

” lalu ? “

” kau kan tahu sejak kita kelas 1 SMA, aku dan ia sama-sama memperebutkan posisi pertama dalam hal pelajaran , Ekskul, dan.. Pamor ?? Ia selalu saja diperhatikan oleh semua orang, termasuk Ibuku” ucap Jihyun pelan

” ya, itu adalah takdir dan fakta ” ucap Heeji yang membuat Jihyun melotot kearahnya. Heeji menghela nafas ” Kau itu hanya iri padanya hyun-ah , dan kau terlalu gengsi mengakuinya ” ucap Heeji. Jihyun mendelik

” aku tidak seperti itu ! Mana mungkin aku iri pada pria sok kegantengan sepertinya ! ” ucap Jihyun. Heeji memutar kedua bola matanya

” baru kubilang, gengsimu sudah kumat lagi “

” ya, ya, ya, terserah yang jelas aku tidak akan kalah dengannya ! Tidak Akan !!” ucap Jihyun mantap

” terserah padamu sajalah, ” ucap Heeji pasrah

” yasudah, daripada kau cerewet terus. Lebih baik kau cepat bantu aku membuka locker laknat sialan ini !! ” ucap Jihyun yang hampir frustasi karna locker ‘calon kakak tirinya’ itu tidak bisa dibuka

” kau yakin itu kunci duplikatnya ?? ” tanya Heeji

” tentu saja, penjaga sekolah Hwang langsung yang memberikannya padaku ” ucap Jihyun

” tapi, kuncinya macet hyun-ah ” ucap Heeji sambil terus mencoba membuka locker itu. KREEEK. Locker laknat sialan itu sedikit terbuka.

” Akhirnyaaa, ” ucap Jihyun dengan mata berbinar-binar. Sedangkan HeeJi hanya menggeleng-geleng melihat tingkah laku ‘sahabat’ nya itu

“jadi apa yang akan kau lakukan dengan Locker itu ?? ” tanyanya. Jihyun tersenyum misterius menatap HeeJi

” It’s Show Time ! ” gumamnya

***

Lee’s Chocolate, MyungDeong, Seoul, South Korean

” Selamat Datang~ ” ucap salah satu pelayan cafe

” aku Kris Wu. Tadi pagi aku sudah memesan tempat untuk 2 orang ” ucap seorang pria berkacamata

” Oohh, tuan Kris Wu, untuk 2 orang sudah kami siapkan. Mari ikuti saya ” ucap pelayan itu ramah. Kris balas tersenyum

” apakah tamuku juga sudah datang ? ” tanya Kris kepada pelayan itu

” sudah tuan, kami juga sudah memberinya jamuan sementara, sambil menunggu tuan ” ucap pelayan itu.

Pelayan itu membuka sebuah ruangan bernomor 103. Kris masuk lalu terpaku melihat seorang gadis berbaju kebesaran dengan memakai rok jeans yang tengah duduk manis sambil menyesap Milkshake vanilanya.

” jadi.. Kau Kris Wu ??!” tanya gadis itu begitu melihat Kris duduk tepat didepannya. Kris tersenyum lalu mengangguk ” dan kau adalah Lee Jung ra ?? ” tanya Kris memastikkan. Gadis itu tidak menjawab ” baiklah.. Cukup basa-basinya. Sekarang sudah berapa anak yang kau temukan ?? “

Kris tersenyum ‘ gadis ini sepertinya tidak suka basa-basi ‘ pikirnya. ” sejauh ini baru kau saja, ” ucapnya santai. Gadis itu mengerutkan keningnya.

” hanya aku ??? ” tanyanya tak percaya. Kris mengangguk polos.

” aku harus mencari 6 anak lagi, itu benar-benar merepotkan. Kau tahu ?? ” ucap Kris ” aku sudah membaca riwayat hidup kalian. Dan dari kalian bertujuh sepertinya hanya kau yang peka dan bergerak cepat ” lanjutnya. Kris menatap Jungra penuh arti ” Jadi.. “

” jadi kau ingin aku membantumu, begitu ?? ” tanya Jungra malas. Kris mengangguk mantap ” tidak mungkinkan, kalau aku mencari 7 anak berbakat dalam 2 hari. Sendirian ?? ” ucap Kris

” tadi kau bilang apa ?? 2 hari ??? ” tanya Jungra

“ya, 2 hari dari beberapa jam yang lalu, ” ucap Kris sembari melihat jam tangannya. Jungra menatap Kris tidak percaya.

” kolonel bilang kalau dalam 2 hari ketujuh anak itu tidak ditemukan maka ia akan memberikan hukuman mati padaku, juga dirimu ” ucap Kris santai. Jungra tertegun.

“MWOYA ????? Kenapa aku juga ikut dihukum mati ?? ” tanya Jungra tidak terima.

” karna aku sudah bilang pada Kolonel Jonh, bahwa aku ingin meminta bantuanmu untuk mencari anak-anak berbakat lainnya. Jadi kalau aku anniya maksudku kita tidak menemukan mereka maka hukumannya, yaa hukuman mati, “

Jungra menatap Kris. ” baiklah, aku minta riwayat hidup mereka, kita harus mulai mencarinya sekarang, ” ucap Jungra mantap, Kris menatap Jungra. Sedetik kemudian ia tersenyum kecil ‘ tidak salah aku memilihnya ‘ gumam Kris dalam hati.

***

Seoul MyeongDeongHouse, (Jisun’s home)

” AKU TIDAK MAU ! “

” tapi Jisun-ah , dengan kemampuan analisismu kau bisa membantu Korea Selatan, negaramu sendiri ” ucap wanita paruh baya

” bibimu benar Jisun-ah, lagipula dengan begini kau bisa membalaskan kematian orang tu.. ” ucapan Jungra terpotong oleh ucapan Jisun ” jangan sok kenal dan sok tahu tentang diriku !! ” ucapnya sinis lalu bergegas masuk kedalam kamarnya.
Flashback

” jadi.. Kita mau kemana dulu ?? ” tanya Jungra yang kini sedang berada dimobil Kris. Kris memberikan Jungra kertas yang berisikan Riwayat seorang gadis

” Han Jisun ?? ” tanyanya pelan. Kris mengangguk

” rumahnya tidak terlalu jauh dari sini, hanya melewati beberapa blok lagi kita sampai ” ucapnya menerka-nerka.

Jungra hanya bergumam. Lalu melanjutkan membaca riwayat yang ada ditangannya itu. Sedetik kemudian ia selesai membaca. Kris mengerutkan keningnya menatap Jungra. Jungra yang merasa risih pun bertanya

” apa ? “

” apa kau sudah membaca semuanya ?? “

” sudah “

” lalu ?? “

” lalu apanya ?? ” tanya Jungra bingung

Kris menghela nafas lalu memberhentikan mobilnya ” kau sudah membaca pekerjaan orang tuanya ?? ” tanya Kris menatap Jungra. Jungra mengangguk balas menatap Kris

” semuanya ?? ” tanyanya lagi. Jungra menatap Kris dengan tatapan sulit dimengerti

” orang tuanya kerja sebagai anggota FBI juga kan ?? ” tanya Jungra. Kris mengangguk

Jungra memutar kedua bola matanya ” bukankah itu sama sepertiku dan anak-anak lainnya ?? ” . Kris menggeleng ” anniya, dia berbeda ” ucap Kris ” bukankah sudah kubilang ?? Baca semuanya ” lanjutnya. Sambil kembali menjalankan mobilnya

” kau ceritakan saja intinya ! Aku malas membaca kertas lembar berlapis itu ! ” ucap Jungra

” baca saja sendiri. Kau punya mata kan ? ” ucap Kris

Jungra mencibir lalu membaca ulang Riwayat itu penuh rasa dongkol. ” Han Jisun, gadis berumur 18 tahun. Mempunyai kelebihan analisisnya yang selalu tepat. Orang tuanya adalah anggota FBI ” ucap Jungra lantang ” apanya yang berbeda ? Ini sama saja seperti orang tuaku ! ” ucap Jungra kesal

” ternyata tuhan memang adil ya ? ” ucap Kris tiba-tiba

” apa maksudmu ?? ” tanya Jungra tidak mengerti

” kau mempunyai kemampuan peka dan bergerak cepat tetapi kau juga mempunyai kelemahan serampangan dan.. Bodoh ” ucap Kris ragu-ragu. Jungra melotot kearahnya. Kris hanya tersenyum kecil.

” orang tua Han Jisun itu sudah meninggal ” gumam Kris. Jungra menatap Kris bukan dengan tatapan marah lagi melainkan tatapan ingin tahu. Kris memberhentikan mobilnya lalu mengambil kertas yang dipegang Jungra

” kita sudah sampai. Ayo masuk ! ” ucapnya. Jungra menatap rumah ‘anggun’ yang ada dihadapannya. Matanya menatap takjub akan ukiran-ukiran diluar rumah. Ia bahkan sempat menerka-nerka bagaimana isi dalam rumahnya sebelum Kris menyadarkannya

” kau mau masuk atau mematung seperti orang bodoh disini ?? ” tanyanya yang membuat Jungra mendelik. Kris mengangkat bahu tidak perduli lalu berjalan kearah pintu rumah.

“yak Kris-sshi tunggu aku ! ” ucap Jungra. Kris menghiraukannya. Jungra menahan lengan Kris paksa.

” tunggu ! kau belum selesai menceritakan yang tadi ! “

” nanti juga kau akan tahu, ” ucapnya malas

Flashback END
Jungra menghela nafas lalu melirik Kris meminta bantuan. Kris terdiam lalu bangkit dari duduknya ” bibi, kami akan kembali lagi besok ” ucapnya sembari pamit kepada bibi Jisun. Jungra meatap Kris bingung “apa yang kau lakukan? kita tidak punya waktu lagi ” bisik Jungra
” karna kita tidak punya waktu lagi, maka lebih baik kita mencari anak yang lain dulu ” bisik Kris. ” aaahhh, majyo~ ” ucap Jungra mengerti.

***

Nowon, Seoul, South Korean (22.00)

” tap tap tap ”
seorang anak laik-laki berseragam sekolah itu nampak berjalan santai di sebuah gang kecil nan gelap. anak laki-laki itu menengok kebelakang, merasakan ada sesuatu kejanggalan dibelakangnya. ia mengangkat bahunya tidak peduli. sampai saat klimaksnya ia berhenti, memejamkan matanya lalu menghembuskan nafas . Hilang. ia menghilang
” woaaaahh… hebaaaat ” ucap ‘wanita’ yang mengikuti anak laki-laki itu ” Kris, kau lihat kan tadi? anak itu hanya memejamkan matanya dan menghembuskan nafas dan tarraaa ia menghilang ” ucap Jungra takjub. Kris menghiraukan ucapan Jungra, ia mengedarkan pandangannya seakan mencari sesuatu. ” Kris? ” panggil Jungra. Kris memejamkan matanya seakan sedang berpikir keras. ” Kris? ” panggil Jungra lagi ” jangan bilang kalau kau  juga akan menghilang? yak! aku tidak punya kekuatan itu” lanjut Jungra. Kris masih memejamkan matanya. ” yak Kris! kau mendengarku tidak sih? ” Kris membuka matanya dan langsung berlari. Jungra yang peka pun reflek langsung ikut berlari. kali ini ia tidak bertanya akan kemana mereka karna ia sudah tau tujuan Kris tadi. Jungra berlari sangat cepat yang membuat Kris ‘ sebagai seorang pria ‘ pangling dibuat terkejut. kekuatan lari Jungra sama seperti kendaraan motor 100km.

***
Sooya’s home, Seoul (South Korean)

” maaf, nona Sooya , anda dipanggil oleh tuan muda ” ucap seorang pelayan yang masuk kedalam kamarnya. Sooya mengangguk

” Tolong bilang ke ayah. 10 menit lagi aku turun ” ucap Sooya yang sedang duduk didepan laptopnya. Pelayan itu mengangguk mengerti

Sooya kembali menatap ke laptopnya, membaca data rahasia yang sebenarnya tidak boleh ia lihat dahulu.

” jadi Leadernya adalah… Kris Wu ?? ” gumamnya sinis.
***

 

To Be Continued …

Iklan

8 pemikiran pada “SHOOT (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s