Behind The Scene

 Behind The Scene

Author : Hwang Min

Main Cast :

 Chanyeol Exo k

Kim Min Rin

Other cast : Exo k

Genre : romance

One shot

angel-anime-anime-24597142-1600-1200 (2) copy

Karya ini adalah fiksi. Tidak berhubungan dengan tokoh dan kelompok yang sebenarnya. Ini karya asli dari pemikiran author.. tak ada unsur memplagiati karya orang jika ada kesamaan, mianhamnida.. happy reading ^^

_______________________

Normal P.O.V

“aku telat.. telat.. telat” ucap seorang yeoja manis yang berlari secepat yang dia bisa, sambil membawa jaket serta sekotak penuh makanan..

“hhuuuaaahh eomma tolong anakmu ini, semoga hari ini anakmu tidak akan dapat kata kata mutiara dari namja namja bodoh kelaparan disana” gumamnya tak jelas

Min Rin P.O.V

“sampai.. sampai sedikit lagi…” ucap ku sambil menunggu pintu lift di apartemen itu terbuka

Ooohh ayolah lift kau mau membuatku mati ya.. kalau aku tidak segera kesana maka 2 namja pabo disana pasti akan membunuhku

Akhirnya pintu lift itu terbuka juga, segera ku tekan tombol 11

Tak sampai 3 menit aku sudah berada di lantai 11 dan segera menuju ke kamar 286.. yaahh bisa dibilang tempat ini adalah tempat terkejam kedua setelah neraka

Kubuka kode pintu itu perlahan berharap tak ada seorang pun yang mengetahui kedatanganku.. ‘anda kurang beruntung’ itulah kata yang kudapat..

“YA! Imo kenapa lama sekali.. aku hanya menyuruhmu membelikan sarapan.. kenapa kau pergi selama setahun lamanya” bentak setan yang paling kecil dari mereka..

Oh iya saking sibuknya aku sampai lupa memperkenalkan diri

Annyeong hasseo naneun Kim Min Rin imnida..  appa berasal dari korea selatan dan menikah dengan eomma ku yang berasal dari Amerika. raut wajahku mirip appa dan sama sekali jauh dari eomma..

aku besar di LA sampai umur 13 tahun dan orang tua ku bercerai kini aku tinggal dengan appa, karena aku tau alasan mereka bercerai..

Eomma selingkuh.. aku pernah melihatnya selingkuh dengan asisten appa dikantor, dan tentu saat ditanya akan ikut eomma atau appa aku memilih appa.. kami berdua pindah ke korea selatan karena memang kebetulan appa mengurus pabrik nya yang ada di seoul

Sekarang umurku sudah menginjak 22 tahun, appa memintaku untuk bekerja di perusahannya tapi aku memilih untuk menjadi manager artis, dan… disinilah aku sekarang.. ditengah tengah siksaan iblis dan setan setan kecil

“imo.. kau mau mati eoh?” tanya namja tinggi yang membukakan pintu untukku tadi..

“imo kau tersesat ya? Kenapa begitu lama? Kau tidak membawa rumah mu seperti siputkan?” ucap namja yang berdiri disebelahnya namja bertubuh lebih kecil dari namja yang tadi.

Yaaahh.. aku sekarang menjadi manager boyband exo tapi hanya mengurus exo k saja pertama aku menganggap mereka seperti saeng saengku yang manis tapi.. hiks hiks.. huuueee

“mianhae.. di luar saljunya lebat.. lagi pula aku ini managermu bukan pembantumu dan satu lagi JANGAN PANGGIL AKU IMO” teriakku pada kedua namja yang berdiri di ambang pintu.. sehun dan baekhyun

“aish.. imo ini seperti nenek nenek ya.. berisik! Sini kemarikan makanannya aku sudah lapar” bentak baekhyun dan langsung mengambil paksa kotak makanan yang ada ditanganku

“imo mau masuk atau mau ku kunci diluar” kini giliran sehun yang berbicara

Aku melangkah masuk kedalam apartemen itu dan langsung memakai celemek.. kalian tau aku disini diperlakukan seperti pembantu.. beginikah kerjaannya seorang manager?

“imo mana piringnyaaaa” teriak baekhyun dari ruang tv

“sebentaaaaarrr.. namja pabo” aku sengaja memelankan suaraku di bagian “namja pabo” agar aku tidak dipecat

Kenapa tidak mencari pekerjaan lain?

Oh ayolah.. butuh waktu 2 tahun untukku mendapatkan pekerjaan ini, tak akan kubuat hancur karirku hanya karena kelakuan anak anak bodoh ini.. lagi pula masih ada namja normal dirumah ini..

“imo kau lihat handukku?”

“oh ada di sana yeolli-ah”

“YA! Jangan panggil aku begitu..” ucap chanyeol dengan tatapan membunuh

Chanyeol.. satu satunya namja di apartemen ini yang sangat aku sukai.. kalian mau tau sifat dari member exo k yang sebenarnya.. mari kita lihat

Suho

Dipanggung : bagaikan angel, mempunyai sifat yang berwibawa dan juga dewasa

Di dorm : sifatnya seperti bayi, menjengkelkan, aku membenci sikapnya yang tak ingat umur.. dia kan leader, cih.. leader tak berguna.. lagi pula dia itu lebih tua 1 tahun dariku.. kenapa dia memanggilku imo..

D.O

Di panggung : seseorang yang berkarakter lucu ramah namun pendiam, exotics banyak yang mengira dia pandai memasak dan rajin memasak untuk member lain

Di dorm : dia benar benar tidak menganggapku sebagai manager, tidak sopan dan sangat malas jika disuruh memasak walau sebenarnya dia lebih jago dariku dalam hal masak memasak

Baekhyun

Di panggung : dia lucu, baik, paling sempurnya jika ber aegyo, kelihatannya juga namja yang hangat dan ramah, membuat yeoja melelh dengan eyes smile-nya

Di dorm : setan kecil.. namja bodoh yang tidak bisa diam, suka memerintah dan berteriak, tidak mempunyai hati seorang manusia(?) dia yang paling menjengkelkan di dorm

Sehun

Di panggung : namja yang cool dan tidak banyak bicara

Di dorm : mungkin dia yang paling pandai mencela orang, mengkritik orang dan menasehati orang tanpa pandang usia

Kai

Di panggung : dia cool, leader dance, bahkan sesekali ia bisa ber aegyo

Di dorm : aku kerepotan karenanya.. dia penakut, cengeng dan pembuat masalah

Chanyeol

Di panggung : dia happy virus, dapat membius yeoja dengan senyumnya yang ramah dan bagaikan sinar matahari, tipe namja yang ideal

Di dorm : namja yang paling pemarah, kasar, dingin dan sangat sensitif

Yayayaya.. begitulah sifat sifat mereka, sekian..

“imooooooo.. mana piringnyaaaaa kami lapaaaaaar” teriak baekhyun sekali lagi

Aku segera mengambil beberapa piring serta sumpit dan sendok

“hei.. apa kakimu sakit? Kau perlu tongkat ya untuk berjalan? Kenapa jalanmu lama sekali! Kau ingin membuat kami mati kelaparan.. dasar manager tak berguna” cela sehun

Aku hanya tersenyum pahit dan kembali ke dapur.. lalu sekuat tenaga kupukul tembok apartemen itu

“imo.. aku kaget.. kenapa memukul temboknya? Kau tidak kasihan pada temboknya? Lihat, temboknya jadi retak.. Oh iya aku ingin main ps temani aku ya” ucap kai yang baru bangun

“dengar.. aku tidak punya waktu untuk itu, ajak suho saja”

“oohh ayolah.. ya ya ya ya?” ucapnya dengan mata berbinar binar

“kaaaaaaiii.. kau kan janji padaku kita main bersama.. kenapa malah mengajak imo.. kajja kita main di luar aku ingin jalan jalan” suho yang baru datang ikut membuatku jengkel

“tapi hyung aku ingin main ps” rengek kai

Aish.. kapan semua namja dirumah ini bersikap wajar

“oh iya imo aku lupa kalau aku lapar.. buatkan makanan, yang enak ya” pinta kai

“aku juga.. aku juga ya imo” sambung suho

“suho-ssi.. bisa kau panggil aku dengan nama saja? Kau kan lebih tua dariku?” ucapku memelas

“hah? Memang umurmu berapa? 30 kan?” ucapnya polos.. aku hanya bisa menahan kesal

Srek.. Srek.. terdengar suara langkah kaki namja yang sedang menuju ke arah dapur, sepertinya aku tau namja itu siapa

“imo ada makanan tidak?” bertambah lagi satu namja yang kerjanya hanya bisa tidur dan makan

“tidak ada.. kau ingin makan, kau harus masak” kritik ku pada D.O yang baru saja bangun

“manager tak berguna, kenapa harus kau managernya.. apa tidak ada yang lebih cantik dan muda selain kau.. ahhh setiap hari auranya menjadi suram” ucap D.O sambil melangkah menuju ruang tamu tempat baekhyun dan sehun sedang memakan makanan nya

“aku minta ya..” ucap D.O dan mengambil satu kimbab

“YA! D.O itu punyaku” teriak baekhyun

“hyung aku minta satu..”

“tapi kenapa harus punyaku”

“entah.. hhhmm mungkin karena punya sehun sudah habis dan hanya tinggal punya hyung saja”

Kalau bukan karena pekerjaan aku tak sudi berada di tempat ini.. tempat berisi 6 orang namja yang mempunyai kepribadian ganda

“palli.. palli kita ada jadwal penting hari ini” ucap ku lelah sambil membereskan semua piring yang kotor

“chanyeol-ssi palli..” aku pun mengetuk pintu kamar mandi berkali kali agar chanyeol keluar, dan saat chanyeol membuka pintu kamar mandi

“imo kau berisik sekali aku sedang pakai baju” ucap chanyeol

Blusshh..

Aku sadar sekarang wajahku seperti kepiting rebus.. merah hingga ke telinga.. tentu saja, karena sekarang dihadapanku seorang namja yang hanya memakai celana training tanpa memakai baju atasan.. oh my god.. chanyeol Topless

Park chanyeol you so sexy.. rambutnya menjadi lurus berantakan karena basah.. seperti namja namja di komik jepang yang kupinjam dari teman..

“aa.. hhmm cepat.. pakai bajumu.. kita berangkat sekarang” ucapku gugup

“IMO AKU KAN BELUM MANDI” teriak D.O, kai, suho bersamaan

Sontak aku menutup telingaku.. dan tindakkan itu berhasil membuat chanyeol sedikit tersenyum

“ya sudah sudah.. cepat mandi.. PALLI”

Yaaahh mungkin seperti itulah kegiatan ku sehari hari, berteriak dan saling mencela..

““`

“we are ONE annyeong hasseo eko k imnida” sapa mereka

Hhaaahhh andai saja aku bisa bilang kelakuan mereka di dorm..

“ne, annyeong hasseo naneun happy virus chanyeol imnida” ucap chanyeol pada saat memperkenalkan diri di dalam studio radio, suaranya yang besar membuat jantungku bergetar

“chanyeol-ssi beritau aku apa tipe yeoja idamanmu? Pasti exotics di seluruh dunia ingin mengetahuinya” tanya mc radio tersebut

Aku sudah siap dengan telinga yang sengaja ku dekatkan ke arah ruangan agar bisa mendengar mereka dengan jelas

“hhhmmm ne.. yeoja idamanku itu harus pandai memasak, mempunyai kaki yang jenjang, tubuh yang bagus rambut hitam lurus panjang, dan tentunya dia harus yeoppo” ucap nya lalu tersenyum

Aku menjauhkan diri dari studio radio itu.. merasa terpuruk setelah mendengar kata kata dari chanyeol..

Aku memang pandai memasak.. tapi rambutku coklat gelombang, kakiku juga tak sejenjang snsd.. huueeeee im broken heart..

“imo waeyo?” suara chanyeol menyadarkanku dari keterpurukan..

“anni.. hhmmm, siarannya sudah selesai ya? Kalau begitu kita langsung ke.. WUUAAAH” aku sontak berteriak.. dan menjatuhkan daftar kegiatan exo k yang tadinya berada ditanganku

“aigooo imo kau berteriak dikupingku” ucap chanyeol sambil memegangi kupingnya yang terasa berdengung..

“HEY! Kau yang salah kenapa mendekatkan wajahmu seperti itu?” ucapku dengan wajah yang seperti kepiting rebus..

“aku hanya ingin melihat daftar yang ada ditanganmu tadi.. aish.. kupingku sakit.. kau pikir ku akan berbuat mesum padamu?” ucapnya dingin

“a.. anni.. bukan seperti itu.. hanya saja, aaahhh sudahlah cepat panggil yang lain.. kita masih ada jadwal pemotretan” ucapku lalu menjauh dari chanyeol

Oh tuhan.. kenapa dia bisa begitu tenang saat mendekatkan wajahnya.. ya tentu saja dia merasa tenang.. pasti chanyeol hanya menganggapku seperti noona nya sendiri.. kenapa aku begitu bodoh berteriak seperti itu, aaahhh benar benar memalukan

““`

“huuuaaah aku lelah.. super lelah” teriak suho

“jangan mengeluh.. kalian masih ada satu acara lagi” ucapku sambil menyender pada sebuah papan yang ada diruang tunggu

“IMO AWAS!” teriak kai

Aku tak tau kalau di atas papan itu ada rantai besi yang digunakan untuk properti.. dan kalian tahu.. chanyeol yang menyelamatkanku..

“chanyeol-ah gwechanayo?” tanya baekhyun yang melihat chanyeol menahan sakit saat melindungiku dari rantai itu.. ya, rantai itu mengenai pundaknya.. cukup keras, bahkan aku dapat mendengar bunyi tulang yang beradu dengan besi itu

“Panggil ambulans, CEPAT!” ucap ku panik..

“anni.. jangan berlebihan, ini hanya luka kecil” ucap chanyeol sinis..

Gawat.. pasti aku akan diomeli habis habisan olehnya..

tiba tiba chanyeol mengelus kepalaku dan beucap dengan lembutnya..

“lain kali hati hati”

Hey.. apa ini? Rantai tadi tak mengenai kepalanya kan? Dia tidak geger otak kan? Kenapa dia bersikap seperti itu padaku.. tidak biasanya dia seperti itu

“wuuooh pemandangan apa ini? Kalian pacaran ya?” goda D.O

“mana mungkin hyung.. mungkin chanyeol hyung geger otak ringan, tipenya bukan tante tante seperti dia” cela sehun… aish, anak ini benar benar tidak ada sopan santunnya sama sekali

“imo kau benar benar pabo.. kau harus berterima kasih ke chanyeol.. kalau dia tidak menyelamatkanmu.. mungkin kau sudah cidera” jelas baekhyun

“ne arraseo” ucapku pelan

“anniya.. sudahlah jangan memojokkannya.. kajja sekarang giliran kita” ucap chanyeol lalu bergegas meninggalkan ruangan lalu semua mengikuti

Chanyeol.. kenapa kau melindungiku?

Sikapnya aneh, tadi dia tiba tiba saja mendekatkan wajahnya walau dia bilang ingin melihat daftar jadwal.. tapi rasanya aneh jika dia mendekat seperti itu.. sekarang dia melindungiku.. huueee chanyeol-ssi kau membuat kepalaku ingin pecah..

““`

“kasur.. kasur.. kasur..” ucap kai polos sambil berlari dan langsung tertidur di kamarnya.. benar benar seperti anak kecil..

“aish.. kai sudah kubilang kau harus bersihkan wajah dan sikat gigimu sebelum tidur” ucapku dari luar kamar

“aku lelah imo” rengek kai

“ya sudahlah terserah kau saja.. tapi jangan salahkan aku jika saat bangun nanti wajahmu tumbuh jerawat dan mulutmu jadi bau” ucapku lalu pergi ke dapur..

Kulihat kai berjalan gontai ke arah kamar mandi.. rayuan itu selalu berhasil jika kai mulai merengek seperti bayi..

Semua member sudah tidur kecuali chanyeol.. kulihat dia masih menonton tv sambil mencoba mengoleskan obat ke pundaknya yang memar..

“boleh kubantu?” tanyaku

“ya, kalau kau mau.. aku kesulitan mengoleskannya” ucap chanyeol lalu menggeser posisi duduknya agar aku bisa duduk

“jadi, mana yang perlu diobati? Apa masih sakit?”

“anni.. hanya lebam sedikit di pundak belakang sebelah kanan” ucapnya sambil membuka bajunya..

“YA! A.. apa yang mau kau lakukan?” tanyaku panik

“hah? YA! Kau bilang tadi ingin membantuku? Luka itu ada di belakang.. bagaimana kau bisa mengolesnya jika aku tak buka baju PABO?!” jelasnya sedikit kesal

“aa.. oohh iya, iya.. baiklah kalau begitu” malunya aku.. min rin apa yang kau pikirkan..

Kulihat luka lebam yang mulai membiru.. mengoleskan sedikit obat kesekitarnya.. oh tuhaaan aku menyentuh pundak chanyeol.. apa degup jantungku terdengar olehnya ya?

“chanyeol-ssi luka ini cukup parah.. apa kau yakin tak mau kedokter?”

“sudah kubilang jangan berlebihan.. tapi”

Sedetik itu chanyeol menarikku dan menjatuhkan tubuhku kesofa.. lalu tubuhnya berada diatasku.. menatapku dengan tatapan memburu.. nafasnya kini bisa kurasakan ditelingaku..

“tapi.. jika kau mau merawatku.. aku tak butuh lagi dokter atau apapun itu” ucapnya dengan nada suara yang seksi

Aku merasa wajahku memerah.. dia semakin mendekatkan wajahnya, semakin dekat.. aku menutup mataku menunggu apa yang selanjutnya terjadi..

“hhmmpp.. buaahahaha..”

Chanyeol tertawa.. ya, itu yang selanjutnya terjadi.. dia tertawa geli.. hingga mengeluarkan air mata

“imo.. kau.. hahaha.. kau tidak  berfikir kalau aku akan menciummu kan? Hahaha.. tadi itu lucu sekali kau tau itu” ucapnya sambil tertawa

Napeun namja… dia mempermainkanku

“apa itu lucu? Mempermainkan perasaan wanita.. apa kau pikir itu lucu?.. apa membuat wanita terlihat seperti orang bodoh itu lucu? Jika jawabanmu iya.. kau benar benar rendah chanyeol-ssi.. tidurlah besok pagi kita harus segera ke jaeju.. aku pulang dulu” ucapku lalu begegas mengambil tas

“hey.. hey.. imo.. aku tadi hanya bercanda” ucapnya membela diri

“aku tak peduli kau bercanda atau tidak.. jadi, lupakan saja” ucapku lalu

Brruuuuaakk

Dengan kasarnya aku menutup pintu apartement itu.. setetes air jatuh ke pipiku.. tak kukira chanyeol bisa berbuat sekeji itu.. lalu apa maksudnya membuatku seperti orang bodoh? Bercanda? Candaanmu keterlaluan park chanyeol

(sementara itu di dorm)

“YA! Tadi itu apa? Aku kaget..” ucap suho yang muncul dari kamarnya

“mana imo?” tanya D.O yang juga mendengar benturan keras tadi..

chanyeol yang masih duduk sambil memakai bajunya kembali lalu membereskan meja tv yang berantakan

“sudah pulang” ucapnya singkat

“tidak biasanya dia pulang secepat itu” ucap Suho

“maksudmu?” kini D.O kembali bertanya

“iya.. tidak biasanya dia pulang cepat.. biasanya dia pulang setelah beres beres.. lalu menyiapkan daftar jadwal untuk hari hari berikutnya.. tak jarang juga dia pulang tengah malam.. tapi kenapa hari ini dia pulang cepat? Padahal masih jam 10” jelas Suho

Chanyeol hanya bisa diam seribu bahasa.. lalu bergegas ke dapur.. menghindari tatapan mengintrogasi dari D.O dan sang leader suho

“apa yang sudah kuperbuat.. aakhh, pabo..” ucap sesal chanyeol

““`

Normal P.O.V

“hheeeeeeyyy.. kemana manager bodoh itu..” ucap sehun bosan..

“aku lapar.. aku bosan.. aku rasanya ingin mati” baekhyun kini ikut mengomel

“sudah kubilang ini tidak beres.. dari tadi malam imo memang aneh” suho yang dari tadi bermain ps dengan kai mulai angkat bicara

Tiba tiba pintu dorm terbuka, dan muncullah manusia yang sedari tadi ditunggu tunggu

“maaf aku telat.. kajja kita berangkat, kita telat 5 menit” ucapnya tanpa banyak bicara

“tapi imo kita belum sarapan” rengek baekhyun

“kita sarapan dijalan saja.. kajja.. suho-ssi, kai matikan ps-nya.. kita tak punya banyak waktu” ucap min rin lemas

“hey kau sakit? Wajahmu pucat..” tanya chanyeol

“bukan urusanmu” jawab min rin sinis lalu keluar menuju van yang lain mengikuti.. hari ini terasa aneh.. tak ada acara rutin mencela dan berteriak.. suasananya juga agak canggung

““`

“imo.. imo.. oh imo.. aku lapar kau tau itu, kau tidak mendengarku ya?.. apa kau ingin membunuhku secara perlahan?” tanya baekhyun.. baekhyun memang cerewet kalau soal makanan

“dia tak punya otak sekaligus tak punya kuping” lagi lagi sehun mencela seenaknya

“iya, iya.. kalian tunggu disini.. aku akan belikan makanan” ucap min rin.. lalu menyuruh supir untuk menghentikan van tepat di depan restoran keluarga

“apa perlu kutemani? Wajahmu benar benar pucat” tanya suho

“anni.. gwenchanayo suho-ssi” ucapnya lalu turun dari van

“suasana ini aneh ya?” kini D.O yang bicara

“tadi pagi, dia tak cerewet seperi biasanya.. lalu tak mengomel panjang lebar.. dan ada satu keanehan lagi.. lihat, chanyeol hyung tidur lelap sekali.. apa itu tidak aneh?” jelas D.O

Chanyeol memang jarang tertidur saat perjalanan.. dia paling tidak bisa tidur dengan keadaan bergoyang.. tapi hari ini, semua menjadi aneh

Min Rin P.O.V

“ini.. kimchi, kimbab dan lainnya.. makanlah, dan jangan berisik” ucapku lemas.. kalian tahu.. aku tak bisa tidur semalaman.. menangis seperti orang gila.. aku jadi terlambat, badanku juga lemas.. aku tak punya tenaga untuk menggubris ocehan namja pabo yang sedang kelaparan

“kau tak makan min rin?” tanya suho.. wuoohh tumben anak ini tidak memanggilku imo.. baguslah sedikit demi sedikit mereka pasti akan menjadi namja yang normal

“anni.. aku tidak lapar..”

Ketengok sekilas keadaan di kursi belakang.. chanyeol tertidur pulas di samping baekhyun.. tidak biasanya anak itu tidur saat perjalanan

““`

Udara khas laut menyambut kedatangan kami.. pemotretan memang berlokasi di pantai.. aku dapat keuntungan juga bisa santai di hamparan pasir putih dan terpaan ombak..

Kuarahkan pandanganku pada sekelompok namja keren dengan baju putih tipis yang basah.. kenapa mereka bisa mempunyai 2 kepribadian ya..

Aku memang sedang melihat proses pemotretannya.. mereka seksi.. dengan tatapan  itu mereka bisa membuat yeoja cinta mati kepada mereka..

Tatapan ya..

Aku jadi teringat tatapan chanyeol semalam..

Aakkkhhh… kenapa aku mau saja dipermainkan seperti itu oleh anak kecil.. bodohnya aku, bahkan aku sudah tidak punya muka lagi untuk bicara dengannya..

YA! Tunggu dulu… harusnya dia yang merasa malu… bukan aku.. aku seharusnya marah padanya.. huuuaaaa aku membencinya sekaligus menyukainya..

Kuputuskan untuk melupakan kejadian tadi malam, untuk apa juga aku mengingatnya..

Kulangkahkan kaki ku menuju sebuah kursi panjang yang terletak di dekat pantai.. kursi itu tersembunyi.. jadi tak akan ketahuan jika aku tidur disana.. kalian tahu.. aku sangat lelah hari ini.. aku hanya tidur 2 jam karena terus menerus memikirkan hal bodoh itu..

Saat aku benar benar terduduk dibangku itu.. dan saat aku mulai menutup kedua mataku.. ada suara yang memanggil manggil namaku.. aaahhh aku tau ini pasti akan terjadi

“immmoooo.. sedang apa disitu?” tanya suho berlari mendekat..

“hanya sedikit beristiahat.. apa pemotretannya sudah selesai?” aku menyeka rambutku yang  sedikit menutupi wajahku

“belum.. giliranku masih lama.. imo kita main ya” bujuk suho dan ikut duduk disampingku

Rasanya baru tadi pagi aku merasa dia sudah normal.. tapi melihat perilakunya sekarang, huft.. kutarik ucapanku pagi tadi

“hahahahaha aku hanya bercanda..” ucapnya melihat reaksiku yang tidak mengenakkan..

“ya sudah.. aku mau menyiapkan makanan untuk kalian..” ucapku lalu bangun dari tempat dudukku tadi.. namun tangan yang kuat mencekram lenganku, mencegah agar aku tidak beranjak pergi

“mau kemana? Istirahatlah disini.. kau sudah menjadi manager yang baik.. dan, aku tau kau ada masalah dengan chanyeol.. ceritakan padaku.. walaupun kelakuanku seperti anak kecil, aku masih seorang leader disini.. aku harus tanggung jawab jika ada dongsaengku yang bermasalah” jelasnya dengan mimik wajah serius

Aku tersenyum padanya.. baru kali ini dia bersikap seperti seorang pemimpin..

“wooww.. ucapanku tadi benar benar keren ya” tambah suho.. senyumanku yang tadinya berkembang hilang seketika.. anak ini benar benar menyebalkan

“tapi aku serius.. ayo ceritakan saja” lanjutnya

Aku pun menurut.. lalu mulai menceritakan kejadiannya.. secara detail, dan tanpa kebohongan.. juga menceritakan perasaanku pada chanyeol.. suho sedikit kaget saat aku mengatakan aku menyukai chanyeol.. namun setelah itu dia mulai memahami perasaanku

Chanyeol P.O.V

“mana suho.. sebentar lagi giliran dia kan?” tanya para staf..

Aku memang tak melihat hyung sejak tadi.. biasanya dia selalu ada di dekat kami..

“chanyeol-ssi bisa kau cari dia?” pinta kepala staf

“aku? Memang yang lain tak bisa..” ucapku menolak

“semua sedang pemotretan.. bagianmu kan selesai lebih cepat..” jelasnya lagi..

“baiklah.. aku mengerti” ucapku singkat..

“Hyung kau benar benar merepotkan..” gumamku ditengah berisinya suara ombak..

Aku terus berjalan menyusuri pantai.. mencari suho hyung disetiap sudut pemandangan yang tertangkap oleh mataku.. dan kulihat hanyalah sepasang kekasih yang tengah duduk santai sambil mengobrol satu sama lain.. kulihat yeoja itu menangis.. hhmmm jika perhatikan mirip dengan min rin..

Hey.. itu memang min rin.. dan, suho hyung! Apa yang mereka lakukan? Kenapa min rin menangis.. suho hyung juga memeluk min rin..

Karena penasaran akhirnya aku mendekat dan berhati hati agar tidak ketahuan oleh mereka

Samar samar kudengar suara min rin yang bergetar..

“lalu.. aku harus apa?” tanya min rin disela tangisnya

“kau cukup diam saja dan aku akan membantumu melupakannya.. aku selalu ada disampingmu, jadi tenanglah” ucap suho hyung.. sikap suho hyung itu jarang ia tunjukkan kesembarang orang.. apa dia menyukai min rin?

“jadi.. kau mau kan menerimaku?” tanya suho hyung dengan wajah yang serius..

Aku tak terima.. aku tidak mau min rin berpacaran dengannya.. aku tidak akan menyerahkan min rin.. sekarang aku menyadarinya.. ternyata aku.. menyukai min rin

“suho hyung! Aku tak akan menyerahkan min rin begitu saja kepadamu.. karena aku mencintainya” ucapku yang datang tiba tiba di belakang mereka

“chanyeol-ssi” ucap min rin kaget

Min Rin P.O.V

“hah? Chanyeol berbuat seperti itu?” tanya suho kaget..

“ne..” ucapku sambil berlinang air mata

“apa lebih baik jika aku memberinya ganjaran?” usul suho

“anni… aku takut masalahnya akan tambah rumit”

“itu tidak akan terjadi.. serahkan semua padaku.. hehhe” ucapnya membanggakan diri

“lalu.. aku harus apa?” tanyaku dengan nada gemetar..

“kau cukup diam saja dan aku akan membantumu melupakannya.. aku selalu ada disampingmu, jadi tenanglah” ucap namja itu.. aku senang jika dia mau membantuku.. tapi aku tak tega jika harus membuat chanyeol terluka

“jadi.. kau mau kan menerimaku?” tanya suho sekali lagi.. kuputukan untuk menerima bantuannya

“suho hyung! Aku tak akan menyerahkan min rin begitu saja kepadamu.. karena aku mencintainya”

Suara itu.. suara yang kukenal.. ku balikkan badan kebelakang dan melihat chanyeol sudah ada dibelakang kami dengan wajah yang memerah

“chanyeol-ssi”

Chanyeol? Kenapa dia bisa disini? Apa yang tadi dia katakan? Dia mencintaiku? Apa dia masih ingin mempermainkanku lagi?

“chanyeol? Kenapa kau bisa disini? Pemotretannya sudah selesai?” tanya suho dengan santainya

“HYUNG! kau dengar kan apa yang tadi ku ucap.. jadi MENYINGKIRLAH DARI YEOJA KU” bentak chanyeol sambil meremas baju suho

“chanyeol apa maksudmu? Apa apaan ini?” tanya suho bingung.. aku sendiri bingung dengan sikap chanyeol

“kau.. kau meminta min rin menerimamu menjadi namja nya kan? Aku tau hyung.. aku tau kau menyukai min rin” jelas chanyeol

Aku dan suho saling beradu pandang.. lalu dengan kompak tertawa bersama.. chanyeol-ssi kau salah paham ternyata

“hey.. apa yang lucu?” tanya chanyeol dengan wajah yang masih marah

“chanyeol.. kau salah paham.. min rin sudah menceritakan kelakuanmu terhadapnya.. kau tau, itu keterlaluan.. dan aku tadi meminta izin untuk membuatmu jera.. jadi, kau tadi menguping ya?” goda suho

Wajah chanyeol seketika itu merah padam karna malu lalu melepaskan cengkramannya.. aku hanya bisa tertawa melihat kelakuannya.. lalu berhenti ketika mengingat kata kata chanyeol tadi.. kata kata yang bahkan sampai saat ini belum bisa kupercaya

“lebih baik aku pergi dari sini.. hey chanyeol.. aku akan menyingkir dari yeojamu.. hahaha” sekali lagi godaan suho berhasil membuat wajah chanyeol kembali memerah

“Hyung! kuhabisi kau nanti” bentak chanyeol..

Suho melangkah pergi lalu melambaikan tangan tanpa membalik badannya.. dan, kami hanya berdua.. degup jantungku bertambah cepat ketika chanyeol mulai berbicara

“hhmmm.. aku bingung mau berbicara apa.. kau tau, aku sangat malu tadi” ucapnya sambil menunduk.. lalu duduk disampingku

“jadi.. apa maksudnya kata katamu tadi?” tanyaku.. oh, apa yang kulakukan.. aku bertanya seakan berharap dia akan menyatakan perasaanny lagi..

“itu..”

Kata katanya terhenti… chanyeol menatapku dalam dalam.. tatapan yang sama saat dia mempermainkanku

“kau mau mempermainkanku lagi ya?”

“jangan terlalu percaya diri” ucapnya dingin

Aku diam tanpa bicara.. kenapa saat ini sifatnya masih sama seperti yang dulu

“saranghaeyo manager” ucapnya tiba tiba

“kau tak ada pilihan untuk menolak?” paksa chanyeol

Lalu perlahan aku mengecup lembut bibirnya.. terasa kering dibibirku

“aku tak mungkin menolaknya” ucapku lalu tersenyum manis

Chanyeol menggeleng pelan.. lalu tertawa.. manis, yah.. wajahnya yang terkena sinar matahari memang sangat manis..

“tapi.. kenapa bibirmu kering?” ucapku..

“jinjja? Mungkin dehidrasi..” chanyeol mulai menjilati bibirnya..

“mau diulang?” tanyaku malu

“anni.. untuk apa mengulangnya” ucapnya lalu pergi menjauh dariku..

Yaaahh.. akhirnya aku memang mendapatkan namja yang kucintai.. tapi tak berarti sikap chanyeol jadi hangat padaku.. sikapnya sama saja..

““

“imoooo kau kemana saja? Aku kedinginan.. mana handuknya? Kenapa tak ada teh disini?” teriak baekhyun..

“manager bodoh dan akan selamanya bodoh dan tidak akan pernah lepas dari kebodohannya” sehun dengan santainya mencela sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk

“D.O-ssi ayo main pasir..” ajak kai..

“mwo? YA! Apa kau tidak bisa melihat kalau aku sedang tidur eoh?” bentak D.O

“heeeiii jangan ribut..” ucapku pasrah..

“apa kau kedinginan?” tanyaku pada chanyeol.. dan, tak ada balasan darinya..

“kaaaiii… ayo kita main air..” teriak suho dari kejauhan.. kai dengan girangnya menyusul suho.. saat ini pemotretan memang sudah selesai.. dan tak ada satupun staf yang tersisa.. jadi mereka kembali ke sifat mereka..

“malam ini.. kita menginap disini.. karena besok masih ada jadwal” ucapku sedikit berteriak.. entah mereka mendengarkan atau tidak

“nanti aku ke kamarmu ya?” tanyaku dengan nada manis.. setidaknya aku bisa pacaran dengannya tanpa ada siapapun yang melihat

“kau mau mati eoh?” jawab chanyeol

Sudah kubilang sikapnya tak akan pernah berubah.. aku jadi sedikit curiga.. sebenarnya dia benar benar mencintaiku atau tidak..

“aku yang akan kekamarmu” ucap chanyeol tiba tiba.. senyum merekah diwajahku.. dan aku yakin sekarang bahwa chanyeol memang mencintaiku

The end

17 pemikiran pada “Behind The Scene

  1. omo omo,..Chanyeol-ssi, bener bener ya,
    tapi bisa romantis jga ya dia trnyata..,
    dan, ya ampun Oh Sehun…
    kmu kejam bnget sih klo lgi mncela manager’ny..,
    deuh,
    suka sama ff ini,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s