You’re Not My Father (Chapter 5)

You’re Not My Father! Chapter 5

Author             : @Littlezwingly06 (follow me~) / Arin imnida (add saya yah #plak)

Genre              : Family, Angst

Main Cast        :

–          Oh Chaerin (OC) as Oh Family 1st Daughter

–          Wu Yifan/Kris

–          Oh Hyuna (OC) as Oh Family 2nd Daughter

–          Xi Luhan

Side Cast (Cameo)      :

–          Oh Sehun

–          Jessica Jung

–          Jung Eunji

–          Kim Jongin (Kai)

youarenot_violetkecil

Warning          : Typo bertebaran,  Genderswitch! Bagi yang tidak suka harap menyingkir. Don’t Like Don’t read also Don’t Bash

Pair                  : Broken HunHan! KrisHan

Tambahan : italic means mereka bicara dalam hati (batin) atau saat sedang bertelepon

Part of the reality of life is hardship. That is not a negative statement. It is simply a statement of fact. Every day brings new challenges. Living with the expectation that life will be difficult makes hard times easier to deal with. When a family encounters hard times they will need to join together and face the challenge as a team. They will need to be sensitive to the needs of individual family members each of whom will face unique difficulties. Life is not easy, but having a support system makes life that much easier.

.

.

Wednesday, 2nd February  2017 – 09.30 A.M – At School of Performing Art, Seoul (sekolahnya ChaeHyun)

“Aku menginginkan kebahagiaan umma. Bagiku tidak masalah siapapun yang dipilih umma untuk bersanding dengannya asalkan dia baik dan mau melindungi kita, dan satu hal lagi, Kris jussi tidak akan pernah menggantikan appa. Jangan egois, pikirkan juga kebahagiaan umma”

Sejaka kejadian 3 hari lalu, ucapan Hyuna masih terngiang ngiang di benak Chaerin. Bagaimana mungkin kebahagiaan itu akan datang jika umma menikah dengan namja itu?

Chaerin mengacak rambutnya frustasi, “Sial…..” tanpa sengaja ia menggebrak mejanya

“Ada masalah nona Oh?” tegur Park songsaenim

“Ani, tadi ada semut besar songsaenim, jadi aku pukul, mianhe” Chaerin buru buru memberikan alasan walaupun alasannya sama sekali tak masuk akal

“Baiklah, sekarang diam dan perhatikan pelajaranku” Park songsaenim kembali menulis di papan tulis sambil menjelaskan pada siswanya

“Ne songsaenim…… Hhhh…. menyebalkan” gumam Chaerin menatap kearah jendela

.

02.00 P.M

Teng Teng Teng!! Bel tanda berakhirnya kelas disambut dengan riang oleh para siswa yang memang menginginkan pulang sejak tadi

“Chae ayo kita pulang” Hyuna menghampiri Chaerin yang masih memasukkan bukunya ke dalam tas

“Hm baiklah, kajja” Chaerin menenteng tasnya dan berjalan keluar kelas

Sepanjang jalan menuju luar sekolah Chaerin terus melamunkan perkataan Hyuna

“Hei! Daritadi bengong terus? Waeyo?” Hyuna mengibaskan tangannya di depan wajah Chaerin

“Tidak apa apa” jawab Chaerin datar

“Bohong, cerita saja kalau ada masalah, ayolah~ aku kan twinmu” Hyuna terus merengek hingga Chaerin menghentikan langkahnya

“Aku….” Chaerin kembali diam

“Ne?” Hyuna memiringkan kepalanya

“Ah sudahlah, lupakan, umma sudah menunggu kita” ujar Chaerin menarik tangan Hyuna

Hyuna hanya menatap dengan tatapan bingung pada Chaerin, ia tau saudaranya sedang memikirkan sesuatu. Jika tidak, kenapa bisa akhir akhir ini Chaerin selalu tidak fokus pada pelajaran dan sering melamun? Tapi tetap saja Hyuna tidak mengerti apa yang sedang dipikirkan kembarannya itu. Chaerin memang pandai menyembunyikan perasaannya atau sekedar berbohong untuk kepentingan dirinya dan orang lain

.

Flashback

“Aku tidak melakukannya” ucap Chaerin santai

“Tapi yang ijin meninggalkan ruang makan untuk mengambil sesuatu ke dapur tadi hanya kau” Luhan memandang tajam putri pertamanya

“Ada Sica eonnie dan maid yang lain di dapur umma, jangan asal menuduhku dong” ujar Chaerin sambil memainkan rambutnya

“Sudahlah Lu, mungkin memang bukan Chaerin yang melakukannya” Sehun menepuk pundak istrinya pelan, bermaksud meredam emosinya

“Tapi Sehunnie, ini sudah keterlaluan! Setiap ada rekan kerjaku namja yang datang kemari, makanan yang ada di piring mereka selalu tidak beres, terlalu asin atau bahkan sangat pedas” gerutu Luhan

“Mungkin maid yang memasak salah memasukkan bumbunya” sahut Sehun sambil menaik turunkan alisnya

“Nah benar kata appa, jadi bukan salahku umma. Lagipula aku ke dapur karena haus bukan untuk meracuni mereka” Chaerin menggembungkan pipinya

“Tapi.. aish baiklah, mianhe sayang, umma tidak akan menuduhmu lagi” ujar Luhan

“Nah gitu dong umma, ahahaha tertipu lagi untuk kesekian kalinya~” batin Chaerin sambil berlalu meninggalkan umma dan appanya yang kini tengah berdebat

-Taman belakang rumah-

Chaerin duduk santai di ayunan sambil sesekali menginjak injakkan kakinya di tanah

“Dasar anak nakal”

Chaerin menoleh kearah sumber suara mendapati Sehun telah berdiri di belakangnya

“Mwo?” ucap Chaerin tidak mengerti

“Kau pikir appa tidak tau hm? Kamu kan yang memasukkan garam ke dalam sup kemarin?” Sehun duduk di salah satu ayunan

“Tidak, kenapa appa bisa bicara begitu?” Chaerin mem-pout-kan bibirnya

“Appa melihatmu saat appa akan ke toilet melewati dapur. Mengaku sajalah, tidak akan kuadukan pada Luhan” ujar Sehun

Chaerin tampak berpikir, “Ne memang aku, mianhe appa”

“Kenapa kau melakukannya?” tanya Sehun

“Habisnya ahjussi teman umma itu selalu memandang umma dengan tatapan errr… mesum” jawaban Chaerin membuat Sehun tertawa

“Ih kenapa appa tertawa? Itu kenyataan! Aku sering melihatnya, aku tau umma memang cantik, tapi-“

“Ya ya cukup ahahahahahaaa kau ini ada ada saja” Sehun mengacak rambut Chaerin

“Hwaa rambutku! Berhenti tertawa appa! Tidak ada yang lucu” Chaerin mendengus sebal

Sehun menghentikan tawanya, “Ya appa juga harus berterima kasih padamu juga, rekan kerja ummamu memang agak mesum sih, kalau tidak salah namanya Kim Jongin”

“Hehe dan aku senang selalu berhasil mengerjainya” Chaerin cekikikan

Sehun kembali tertawa dan ber-high 5 dengan anak yang paling mirip dengannya itu

Flashback End

.

“Kalian lama sekali” ujar Luhan ketika Chaerin dan Hyuna berlari kearahnya

“Mianhe umma hehe kajja kita pulang, aku lapar sekali” Hyuna langusng membuka pintu mobil dan masuk kedalamnya diikuti Chaerin

Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, tak seperti biasanya yang ramai karena ocehan Chaerin Hyuna yang menceritakan pengalamannya di sekolah tadi

“Oh iya, nanti malam kita diundang keluarga Kris untuk makan malam di rumahnya. Kalian mau?” tanya Luhan, pandangan tetap fokus menyetir

“Eh? Baiklah aku mau, bagaimana denganmu twinnie?” Hyuna menyetujuinya, ia menyikut lengan Chaerin

“Hm” hanya jawaban singkat tak bermakna yang keluar dari bibir Chaerin dan itu Luhan anggap sebagai tanda setuju

.

07.00 P.M – Oh family House

“Aku tidak ikut, mendadak ada kerja kelompok dengan Eunji dan Hayoung” Chaerin menolak ajakan ummanya untuk berangkat

“Kerja kelompok apaan Chae? AWW” Hyuna meringis saat kakinya diinjak Chaerin

“Diam atau kau akan tau akibatnya” bisik Chaerin, Hyuna hanya mengangguk sweatdrop atas kelakuan twinnya

Luhan yang memperhatikan tingkah kedua anaknya jadi merasa curiga, “Sini umma pinjam ponselmu”

“Buat apa umma?” tanya Chaerin

“Hanya mengecek, kemarikan ponselmu” Chaerin segera menyembunyikan ponselnya

“Oh Chaerin, berikan ponselmu sekarang!” Luhan menaikkan nada bicaranya

“Tidak ada yang perlu di cek umma” Chaerin tetap ngeyel

Luhan segera merebut paksa ponsel Chaerin dari tangan anaknya, ia menekan beberapa angka dan terlihat sedang menelpon seseorang

“Yeoboseyo? Chaerin?”

“Ini bukan Chaerin, saya ummanya”

“Ah mianhe ahjumma, ada apa ahjumma menelpon saya?”

“Apa benar malam ini ada kerja kelompok Eunji-ya?”

“Kerja kelompok? Tidak ada ahjumma”

“Hm kalau begitu terima kasihnya Eunji-ya” Luhan menutup ponsel Chaerin, ia menatap putrinya sambil tersenyum manis yang menurut Chaerin mengerikan

“Habislah aku…” batin Chaerin

“Sekarang cepat ganti bajumu dan kita berangkat, tak ada penolakan. Arraseo?” ujar Luhan masih tetap tersenyum manis –coret- mengerikan kearah putri pertamanya

“Ne umma” Chaerin melangkah malas menuju kamarnya

-Beberapa menit kemudian-

“Rambutmu berantakan twin”

“Bajumu tidak rapi Chae”

“Kau tidak pakai parfum?”

“Astaga, kau tidak pakai bedak sayang?”

“Sangat tidak niat -__-“

Chaerin hanya diam dan memasang tampang tak peduli pada Luhan dan Hyuna yang mengomentari penampilannya

“Sini umma benahi penampilanmu”

Sekali lagi Chaerin hanya diam saat ummanya menyeretnya kembali ke kamarnya di lantai dua

.

.

.

“Nah kalau begini kan terlihat cantik sama sepertiku ^^” Chaerin hanya memalingkan wajahnya

“Lebih baik daripada yang tadi twin, jangan malu maluin keluarga Oh dong”

“Kau anak umma yang pintar, masa penampilanmu tidak sama dengan otakmu”

“Selera berpakaianmu jelek twin, tapi sekarang lebih bagus kok~”

“DIAAAAMMM!!! Memangnya kenapa ha? Masalah?”

Luhan dan Hyuna reflek menutup mulut mereka, “Uhuk, baiklah ayo berangkat” Luhan segera menaiki mobilnya disusul Chaerin dan Hyuna

.

.

07.27 P.M – Wu family House

Pintu gerbang Wu family langsung terbuka lebar begitu mobil Luhan membunyikan klakson. Tampaknya memang sudah direncanakan oleh Kris untuk tamu istimewanya ini

“Welcome to my house” sambut Kris dan para pelayannya ramah

“Penyambutan yang luar biasa Kris” ujar Luhan melangkahkan kakinya memasuki rumah Kris yang mewah bak istana tersebut

“Biasa saja Lu, silahkan masuk” tiba tiba saja Kris menggandeng tangan Luhan dan hal itu reflek membuat pipi Luhan bersemu merah

“Wae?” Kris menatap Luhan setelah tau pujaan hatinya tengah blushing

“Ani, tidak apa apa….kenapa jantungku berdebar? Apa perasaan ini sama dengan saat aku bersama Sehun?” gumam Luhan memalingkan wajahnya dari Kris

Hyuna tersenyum melihat ummanya dan Kris ahjussi tampak akrab, “Sepertinya Kris jussi akan jadi pendamping yang baik untuk umma”

Berbeda dengan Hyuna, Chaerin hanya memasang tampang datar nan cueknya, “Lain kali aku harus memakai kacamata jika melihat mereka berdua, mataku sakit”

“Kris!! Apa mereka sudah datang?” terdengar teriakan Mrs. Wu dari arah dapur

“Sudah mom, ayo kita makan malam” Kris tetap menggandeng tangan Luhan disertai senyum yang tak lepas dari wajahnya

.

.

-Wu Family’s Dining room-

Baru saja mereka sampai di ruang makan, Mrs. Wu langsung menerjang memeluk Luhan

“Omoo!! Kau Luhannie yang dulu? Semakin cantik saja” Mrs. Wu merangkul Luhan

“Ahaha kamsahamnida, ahjumma juga tidak berubah” ujar Luhan

“Dan siapa ini? Anak anakmu Luhan-ah?” Mrs. Wu beralih menatap Hyuna dan Chaerin

“Ne, mereka anak anak saya, Chae, Hyun, ayo beri salam” perintah Luhan pada aegyanya

“Selamat malam ahjumma, Oh Hyuna imnida” ujar Hyuna sambil membungkukkan badannya

“Kyeopta, persis seperti Luhan” Mrs. Wu mencubit pipi Hyuna

“Kamsahmnida ahjumma ^^, twin jangan diam saja” Hyuna menyikut lengan Chaerin

“Oh Chaerin, bangapta” ujar Chaerin sekenanya dan tentu saja ia juga membungkukkan badannya menjaga sopan santun

“Yeppo, aigoo aku tak bisa membayangkan mempunyai cucu yang manis dan cantik seperti ini” seru Mrs. Wu seraya memeluk Chaerin, sedangkan yang dipeluk berusaha melepaskan diri

“Selamat datang di rumah kami, silahkan duduk” Mr. Wu tersenyum ramah pada para tamunya

“Ne kamsahamnida ahjussi” Luhan membungkuk sopan pada ayah Kris

Mereka larut dalam makan malam mereka, hingga Kris membuka percakapan

“Jadi mom dad, bagaimana menurut kalian?” tanya Kris sambil menuangkan wine di gelasnya, menatap kedua orang tuanya

Mr. Wu melatakkan garpu dan mengelap mulutnya, “Dad setuju saja kalau menurutmu itu yang terbaik, Luhan sepertinya cocok denganmu, dia cantik dan manis, benar begitu kan Luhan-ah?” Mr. Wu tertawa ringan

Muka Luhan bersemu merah mendengar ucapan Mr. Wu, “Ti-tidak ahjussi, saya tidak begitu cantik”

“Daddymu benar Yifan, mom sangat setuju. Mereka sopan dan anggun, tidak seperti yang lain. Mom jadi tidak sabar memiliki menantu secantik Luhan dan cucu yang kyeopta seperti mereka” Mrs. Wu menudukung jawaban suaminya

“You’re right mom dad, bagaimana Lu? Apa keputusanmu? Kau setuju?” Kris mengalihkan pandangannya kearah Luhan

“Aku terserah anak anakku, keputusan ada tangan mereka. Bicaralah sayang, umma menyetujui apa yang kalian katakan” Luhan mengelus kepala Hyuna dan Chaerin

Hyuna terdiam sebentar, “Baiklah umma, aku setuju. Alasanku kemarin sudah jelas, aku harap umma bisa bahagia”

“Terima kasih sayang” Luhan mengecup puncak rambut Hyuna, “Chaerinnie?” Luhan beralih menatap Chaerin yang hanya diam menatap tajam piring yang ada di depannya

“Aku setuju dengan amat sangat berat hati jika kalian mau memenuhi permintaanku… kalau saja ini bukan di rumah ahjussi sialan itu tentu aku akan menolak, hhh apa boleh buat, ya sudahlah” gumam Chaerin

“Apa saja Chae, apa saja akan aku penuhi. Katakan, kau ingin mobil? Sepatu? Atau benda lainnya?” seru Kris cepat

“Kalian tidak boleh memiliki anak” ucap Chaerin tegas

Semua mata memandang Chaerin dengan tatapan bingung. Chaerin hanya menatap santai pada orang orang sekelilingnya, “Kenapa? Ada masalah? Hei! Itu bukan permintaan yang sulit” batinnya

Kris tampak mengerutkan keningnya, tapi akhirnya dia mengangguk setuju, “Baik, lagipula cukup jika hanya memiliki kalian berdua”

“Kau ada ada saja Chaerin, aku sudah senang kok memiliki cucu seperti kalian” Mr. Wu mencubit pipi Chaerin

“Terima kasih sayang, umma tidak menyangka kau setuju Chae…” Luhan mencium pipi dan memeluk Chaerin erat

“Ya ya, lepas umma, aku tidak bisa bernafas” Luhan segera melepaskan pelukannya pada Chaerin

“Syukurlah… Akhirnya Chae luluh juga..” Hyuna tampak senang melihat Chaerin akhirnya menyetujui pernikahan ummanya dan Kris

“Jadi sudah jelas keputusannya, kapan kalian akan menentukan tanggal pernikahan kalian?” Mr. Wu meminum wine di gelasnya

“Kalau bisa secepatnya dad, aku akan membicarakannya dengan Luhan” Kris melirik Luhan sejenak

“Hum.. terserah kau saja Kris, tapi baiklah kami akan merencanakannya dulu” ujar Luhan

“Secepatnya? Kenapa tidak tahun depan atau satu abad lagi saja?” pikir Chaerin frustasi

Luhan melirik jam tangannya, “Ah sudah malam, kami pulang dulu ahjumma, ahjussi, Kris. Terima kasih atas makan malamnya”

“Tak masalah Luhan-ah, datanglah setiap saat bersama anak anakmu kalau kau mau” Mr. Wu menepuk pundak Luhan dan mengacak rambut ChaeHyun

“Kalau begitu kami permisi dulu” Luhan membungkuk pamit

“Ne, silahkan, hati hati di jalan”

.

.

.

10.00 P.M – Oh family House

Luhan POV

Akhirnya sampai rumah, kulihat Hyuna yang sudah menguap tanda mengantuk

“Umma aku ke kamar, ngantuk hoahm” Hyuna mengucek matanya sambil menguap

“Ne tidur sana” Hyuna bergegas menaiki tangga menuju kamarnya di lantai dua

“Kau belum ngantuk Chae?” tanyaku pada Chaerin yang duduk santai di sofa sambil mendengarkan music lewat headsetnya

“Sedikit, aku ke kamar dulu kalau begitu” Chaerin beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamarnya

Aku menghela nafas, masih tidak percaya bahwa Chaerin menyetujui pernikahanku dengan Kris walaupun ada syaratnya. Entah kenapa perasaan ini sama dengan perasaanku ketika akan menikah dengan Sehun. Bahagia

.

Flashback

“Benarkah kau mau menikah denganku noona?” Sehun menatapku tidak percaya. Saat ini kami berada di restaurant mewah di pusat kota Seoul

“Harus kuulangi berapa kali baru kau percaya eoh? ne, I do” aku mengulangi perkataanku untuk yang ke tiga kalinya

“Jeongmal kamsahamnida noona!! Aku senang sekali akhirnya kau menjadi milikku seutuhnya” reflek Sehun langsung memelukku erat

“Aish, kau masih memanggilku noona, Luhan saja ne”

“Baiklah Luhannie chagi~ “ Sehun mengecup pipi kiriku

Sehun tampak sangat senang, jarang sekali senyuman ceria itu terpasang lama di wajahnya yang cool. Ahahha so cute

“Umma dan appa pasti akan sangat senang mendengar kabar gembira ini, aku jadi tidak sabar memberitahukannya pada mereka”

“Ne Sehunnie, aku juga ingin segera memberitahukannya pada umma dan appaku nanti”

“Hm, lebih baik kita sekarang menentukan tanggal pernikahan kita” Sehun mengetukkan jarinya di meja

“Bagaimana kalau 3 minggu lagi?”

“Terlalu lama, 2 minggu lagi hm?

“Itu terlalu cepat Sehunnie, kita belum menyiapkan-“

“Siapa bilang? Umma ku bahkan sudah melihat lihat gaun pengantin yang cocok untukmu. Hehe ummaku memang mempunyai feeling yang bagus, dia tau saja kalau nanti pasti kau akan menerima lamaranku” calon mertua yang baik pikirku

“Bagaimana dengan tempat, undangan dan yang lainnya? Itu butuh waktu lama juga hunnie” aku mencubit pelan lengan Sehun

“Tidak usah khawatir, masalah tempat aku serahkan pada appaku, dia sudah mengamati gereja yang bagus. Dan undangan, aku mempunyai teman yang memiliki toko percetakan, hasilnya bagus dan cepat. Daftarnya undangannya nanti kita susun bersama sama” Sehun tertawa melihat wajahku yang bengong

“Aku tidak menyangka kau sudah mempersiapkan segala Sehun, bagaimana jadinya kalau aku menolak lamaranmu?”

“Gampang, akan kubatalkan semuanya dan aku akan loncat ke Han river” jawab sehun santai

“Paboya” aku menjitak kepala Sehun pelan

Sehun meringis mengusap kepalanya, “Aduh, kau tega menjitak calon suamimu hannie?”

“Memangnya kenapa hm?”

“Aku akan membalasmu Lulu” Sehun berdiri dari kursinya, wajahnya kembali datar seprti biasanya. Aku memejamkan mataku siap menerima jitakannya

Chu~

Eh? Kenapa tidak terasa sakit? Tapi..

Aku membuka mataku perlahan, omo!! Sehun mencium tepat di bibirku

“Sudah aku balas” Sehun ber-smirk ria di hadapanku

Aku memukul bahunya pelan, “Ini tempat umum hunnie, membuatku kaget saja”

“Haha, disini sepi, tak akan ada yang lihat”

Siapa bilang tak ada yang lihat huh? Lihat saja para pelayan dan pengunjung lain, mereka cekikikan melihat kami. Dasar….

Flashback End

Sehunnie, aku sangat merindukanmu. Aku mengelus foto Sehun yang sedang tersenyum, disampingnya terlihat Chaerin dan Hyuna memegang tangannya

Aku akan tetap mencintaimu walaupun kau sudah tidak berada di sisiku lagi Sehunnie. Kau akan selalu ada di hatiku. Selamanya…..

.

.

.

END /plak/ TBC kok .__.v

-Author Corner –

/baca ulang dari atas/ aduh mian kalo chapter ini gaje sekali (_ _) ide author lagi mentok, dan lagi saya masih sakit demam hiks hiks T^T

 

 

 

 

 

Iklan

5 pemikiran pada “You’re Not My Father (Chapter 5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s