My Lovely Driver (Chapter 4)

My Lovely Driver ( Chapter 4 )

                                                                             

 

 

 

Author            :  Kkamjong girl

 

Title                :  My Lovely Driver

 

Cast                :  Oh Ha Ra ( OC )

Kim Jong In ( Kai Exo K )

Exo Member

 

Rating             :  PG 15

 

Genre             :  Romance, angst

 

Length            :  Chaptered

 

lovely poster 2

 

~~

 

 

Ae Rin mendesah , Ia lega. Mungkin sementara ini ia bisa melupakan perasaannya yang lebih pada Kris.

 

“ Mungkin aku terlalu ingin menarik perhatianmu Kris Oppa “

 

 

~~

 

 

Kris memasukkan sepotong sandwich ke dalam mulutnya. Ia merasakan sedikit hambar pada makanan yang baru saja masuk kedalam mulutnya.

 

Kring…Kring…

 

Iphone 5 yang tergelak di samping meja makannya itu tiba-tiba berdering. Ia menatap layar ponselnya sejenak “ Appa “ desis namja itu.

 

Kemudian meraih benda hitam itu dan menerima panggilan Appanya yang masih berada di China.

 

“ Yeobseyo “ Sapa Pria itu pendek.

 

“ Kris bagaimana kabarmu ? “ Tanya Pria paruh baya itu.

 

“ Aku baik-baik saja “ Jawab Kris.

 

“ Bagaimana dengan Ae Rin ? “ Tanyanya lagi.

 

Kris diam beberapa detik sebelum menjawab pertanyaan Ayahnya “ Umm, Ae Rin juga baik-baik saja “ Ujarnya tak yakin.

 

Bahkan sejak beberapa hari yang lalu ia sama sekali belum bertemu dengan gadis itu, tepatnya sejak malam dimana Ae Rin menunggunya di meja makan.

 

Kris memustuskan panggilannya secara sepihak. Ia mendesah, mungkin perbuatannya malam itu terlalu kejam pikirnya, apalagi pada gadis serapuh Ae Rin.

 

“ Jung Eun “ Panggil Kris, pada salah satu pelayannya.

 

Wanita berseragam hitam putih itu, kini mendekat pada Kris dan menundukkan  sedikit tubuhnya “ Ya, Tuan muda “

 

“ Apa Ae Rin sudah berangkat kesekolah ? “ Tanya Kris,

 

“ Maaf Tuan, beberapa hari ini nona Ae Rin tidak pulang kerumah “ jawab Yeoja itu.

 

Kris menoleh kearah yeoja itu, ia sama sekali tak merubah wajah datarnya. Kris sama sekali tak tampak khawatir.

 

Beberapa detik kemudian Kris lebih memutuskan untuk meninggalkan meja makan sebelum ia menghabiskan sandwichnya.

 

 

~~

 

 

“ Jadi Kris adalah Oppa tirimu ? “ Tanya Ha Ra, mata gadis itu terlihat bulat sempurna setelah mendengar pernyataan Ae Rin barusan. Ia tak menyangka Kris adalah Oppa tiri Ae Rin. Tapi Ia buru-buru memfokuskan pikirannya kembali, Ia ingin kedua penumpang yang dibawanya itu selamat sampai ke sekolah.

 

Sementara Jong In yang saat ini duduk bersama Ae Rin di jok belakang mobilnya terkadang mengambil nafas bosan kedua gadis di dalam mobil itu asik mebicarakan Kris.

 

Ae Rin mengangguk, Ia kembali teringat akan wajah tampan Oppa tirinya itu. Dan sukses membuat kedua pipinya kembali bersemu merah.

 

“ Apa eonnie punya hubungan spesial dengan Kris Oppa ? “ Tanya Ae Rin hati-hati. Ia ingat betul kejadian di caffe beberapa hari lalu, saat Kris dan Ha Ra terlihat sangat akrab. Bahkan Ha Ra mampu membuat Kris tertawa.

 

“ Mwo ? “ Ucap Ha Ra dan Jong In bersamaan.

 

Sementara Ae Rin menatap Ha ra dan Jong In bergantian, “ Kalian kenapa ? “ Tanya gadis berambut coklat itu penasaran.

 

Mungkin ekspresi kedua orang itu terlalu berlebihan.

 

“ andwae, kami hanya berteman baik, ketika SMA “ jawab Ha Ra pendek. “ Kris pria yang sangat menyenangkan “ tambah gadis berponi itu.

 

“ Benarkah ? Aku ingin dia bersikap semenyenangkan itu jika bersamaku “ Ujar Ae Rin polos. Entah, pandangannya terlihat kosong beberapa saat , ketika mengucapkan kalimat itu.

 

Ha Ra mendongak, melihat kaca spion diatasnya. Ia ingin memastikan ekspresi Ae Rin saat ini. Mungkin hubungan Kris dan Ae Rin tak terlihat baik-baik saja di matanya.

 

“ Apa tidak ada topik yang lebih menarik untuk dibicarakan !! “ Ketus Jong In.

 

“ Dasar gila, ini lebih dari menarik “ Umpat Ha ra dalam hatinya. Jika saja bisa, Ia ingin menjitak kepala bocah kemarin sore itu dengan tangannya. Ha Ra mencengkram setir mobilnya kuat.

 

“ Kau baik-baik saja eonnie ? “ Tanya Ae Rin memastikan keadaannya.

 

“ Oh, ne “

 

“ dasar aneh “ celetuk Jong In.

 

 

~~

 

 

Seorang namja bertubuh tinggi mengenakan kemeja putih dengan bawahan celana panjang hitam lengkap dengan apron hitamnya tengah sibuk mengelap meja. Rambut coklat gelapnya sangat kontras dengan kulit wajahnya yang putih.

 

Terkadang tangannya mengusap keningnya yang basah asal. Ketika keringat itu mengaliri dahinya. Selain karna ini musim panas, keadaan caffe tempatnya bekerja juga sedang ramai. Membuat keringatnya keluar lebih banyak dari hari-hari biasanya.

 

Ia kembali menggosok meja yang terbuat dari marmer itu hingga mengkilat. Setelah semua terlihat bersih, ia buru-buru kembali ke pantry mengerjakan pekerjaannya yang lain.

 

Beberapa kali ia mendengar bisik-bisik segerombolan gadis SMA yang duduk meja paling ujung sana membicarakan dirinya.

 

“ Oppa itu sangat tampan “ bisik gadis berkuncir kuda yang dari tadi tak melepaskan pandangannya sama sekali pada namja itu.

 

“ seandainya dia mau jadi kekasihku “ timpal gadis yang lain.

 

Gadis-gadis itu masih menatap dimana namja bername tag Chan Yeol itu berdiri. Tapi pria itu seakan terbiasa, karna mungkin ini bukan yang pertama kali baginya mendengar kata namja tampan dari mulut yeoja.

 

Namja itu hanya tersenyum pendek ketika melewati kumpulan gadis SMA yang tengah menatapnya.

 

“ Ya, lihat dia tersenyum pada kita “ ucap yeoja-yeoja yang berjumlah sekitar 5 orang itu girang.

 

Chan Yeol berjalan ke meja counter, disana berdiri seorang namja mengenakan seragam yang sama dengannya, kulitnya putih tanpa cela. Jika saja namja itu memiliki rambut yang panjang ia terlihat lebih mirip perempuan. Tapi ia lebih pendek di bawah Chan Yeol.

 

“ Baekkie “ panggil namja bertubuh tinggi yang berjalan mendekat kearahnya, sontak membuat seseorang pemilik mata sipit itu menengok kearahnya. Ia mengabaikan buku laporanya sejenak, untuk menatap Chan Yeol.

 

“ Wae “ Tanya Baek Hyun, Ia menatap Chan Yeol yang setiap hari terlihat tampan ,dilihat dari sisi manapun. Kecuali jika rambutnya di buat ikal seperti mie. Baek Hyun menggeram.

 

“ Apa bos sudah datang ? “ Tanya Chan Yeol balik.

 

Baek Hyun menaikkan kedua sisi bahunya bersamaan, ekspresi yang menunjukkan bahwa ia sama sekali tak tau jawaban dari pertanyaannya barusan.

 

Baek Hyun mengalihkan pandangannya pada gadis-gadis di ujung sana yang terlihat memperhatikan dirinya dan Chan Yeol. Ia menatap Chan Yeol lagi.

 

“ Gadis-gadis itu sepertinya naksir padamu “ Ujar Baek Hyun, sembari menunjuk ke arahnya.

 

Sementara Chan Yeol hanya mengguman pelan. “ Kalau begitu denganmu saja “ Ujarnya kemudian.

 

Baek Hyun menatap yeoja-yeoja itu lagi, mereka terlihat masih imut-imut. Namja itu Baek Hyun melambaikan tangannya pada mereka.

 

Membuat yeoja-yeoja itu kegirangan tak jelas. “ Oppa yang itu juga tampan “ celetuk seorang yeoja yang terpesona pada ketampanan Baek Hyun.

 

“ Apa yang sedang kalian lakukan ! “

 

Seseorang bertubuh tak kalah tinggi dari mereka tiba-tiba saja menyahut.

 

Kedua namja Baek Hyun dan Chan Yeol menengok ke arah sumber suara itu. “ Mwo “ Mereka nampak terkejut. “ Sajangnim !“

 

Dia adalah pemilik Caffe, Kim Hee Chul. Mengenakan jas hitam lengkap dengan dasi kupu yang melilit lehernya. Wajahnya terbingkai rambut lumayan panjang hitam, Namja itu lebih mirip tokoh dalam komik.
Tapi tak ada yang menyangka Pria itu memiliki sifat yang menyebalkan, sebagai seorang atasan. “ Apa kau sudah membersihkan semua meja ,Chan Yeol ? “ Tanyanya sembari menunjuk kearah Chan Yeol.

 

“ Aku sudah membersihkan semuanya hingga mengkilat “ jawab Chan Yeol.

 

Hee Chul menggumam “ Bagus “

 

“ Kau sudah menyelesaikan laporan untuk minggu ini Baek Hyun ? “ Tanyanya pada Baek Hyun seraya menatap wajah tak berdosa milik namja di hadapannya itu.

 

“ Aku butuh waktu 5 menit lagi “ Ujarnya gugup.

 

Pria berdasi kupu itu tampak menyeringai “ Baiklah 5 menit, berikan laporan itu ke ruanganku “ Ujarnya ketus.

 

Pria itu berlalu menuju ruangannya yang tak jauh dari meja counter tempat Baek Hyun bekerja.

 

“ Huft “

 

Kedua namja itu mendesah bersamaan, tepatnya setelah Hee Chul meninggalkan mereka.

 

“ Dia lebih mirip ibu tiri dari pada seorang pemilik caffe “ celetuk Baek Hyun asal.

 

“ Hey, kau mau di pecat ya ! “ balas Chan Yeol.

 

 

~~

 

 

Ha Ra Berjalan menyusuri koridor rumah sakit yang tampak mulai ramai. Kegiatannya mulai berubah sejak beberapa hari lalu. Setiap pagi ia bisa menemani Ummanya dirumah sakit, ketika Jong In merelakan ia memakai mobil mewahnya. Bahkan bocah itu tak pernah menanyakan kemana Ha ra membawa mobilnya selama Ia belajar di sekolah.

 

Apa ia harus menyebutnya sebagai anugrah dari Tuhan, atau malah ada yang salah dengan otak bocah itu, pikir Ha ra.

 

yeoja itu tak terlalu memikirkannya. Matanya masih menelusuri setiap sisi dimana beberapa orang sedang melakukan aktifitasnya masing-masing. Tapi fokusnya tertuju pada seorang Namja yang tak asing dalam penglihatannya.

 

Pria itu berdiri santai pada meja bagian pelayanan administrasi rumah sakit. Ia mengenakan hoodie berwarna hitam polos, sama sekali tak ada yang mencolok dari penampilan namja itu. Kecuali matanya yang begitu bening, bagaikan sumber mata air yang sama sekali belum tercemar, begitu transparan. Ia yakin dengan pemilik mata itu.

 

“ Joon Myun “ desisnya.

 

Apa yang namja itu lakukan di bagian pelayanan administrasi, “ Atau jangan-jangan “ Gadis itu teringat kejadian beberapa hari lalu, dimana namja itu mengakui bahwa ialah yang melunasi tagihan rumah sakit Ummanya.

 

Jujur gadis itu tak ingin sama sekali bertemu mantan kekasihnya itu lagi. Ia yakin , melihat namja itu sama saja membuatnya lebih lama melupakan masa lalunya. Tapi kali ini pengecualian.

 

Ha Ra meyakinkan dirinya lagi, perasaan bencinya pada pria itu jauh lebih besar dari pada cintanya yang tersisa untuk Joon Myun.

 

“ Ehmm “ Ha ra berdehem ketika ia berada tepat dibelakang Joon Myun.

 

Namja itu menoleh, wajah malaikatnya sekali lagi membuat Ha ra terpesona, tapi ia buru-buru mengalihkan perhatiannya.

 

“ Untuk yang kemarin aku akan segera mengembalikan uangmu “ Ujarnya pendek, tapi ia sama sekali tak menatap Namja dihadapannya, Ia takut terlihat bodoh. “ Aku akan lebih baik jika kau tak membantuku “ lanjutnya.

 

Suho berbalik sempurna menghadap Yeoja itu, setelah tadi ia hanya menoleh kearah Ha ra. Ia diam beberapa saat, berusaha merangkai kata yang tepat untuk yeoja itu, Su Ho tau betul yeoja itu keras kepala, ia tak suka dilecehkan.

 

“ Kesehatan Ummamu lebih penting, tolong lupakan masalah kita untuk saat ini. Aku takut jika Ummamu tak mendapatkan perawatan yang baik keadaannya akan lebih buruk “ Ujar Su Ho panjang lebar.

 

“ Aku tau, mudah bagimu untuk melupakan aku. Tapi maaf ini terlalu sulit untukku “ balas Yeoja itu. Ia berusaha mati-matian menahan air matanya agar tak tumpah . Ia memang selalu lemah ketika berhadapan dengan namja itu.

 

 

~~

 

 

Su Ho menatap seorang wanita paruh baya yang saat ini masih berjuang melawan mautnya. Sejak 3 bulan lalu wanita itu hanya terbaring tak berdaya di tempat tidur. Ia merasa prihatin, karna walau bagaimanapun namja itu sudah menganggapnya sebagai Umma sendiri.

 

Namja itu berdiri disisi kanan dimana Umma Ha Ra, Nam Hye Seok berbaring. Sedangkan Ha Ra duduk di sebelah kiri Ummanya berbaring.

 

Yeoja itu terus menggenggam telapak tangan Ummanya, Ia berharap sedikit keajaiban dari Tuhan. “ Kenapa Umma tidak membuka matanya, apa Umma tidak lelah berbaring seperti ini terus ? “ Tanya Ha Ra pada wanita yang masih menutup matanya itu.

 

Walaupun ia tau Ummanya tak akan bisa menjawab pertanyaannya, tapi setidaknya ia yakin Umma mendengarnya. Yeoja itu mencium telapak tangan ibunya lembut.

 

Sementara Su Ho masih menatapnya, ada setitik rasa bersalah pada hati kecilnya atau lebih tepatnya rasa menyesal. Ia menyesal membuat gadis yang ia cintai terluka, bahkan ia membiarkan gadis itu menanggung penderitaannya sendirian.

 

Gadis itu bangkit, menimbulkan suara deritan pada suara kursi kayu tempatnya duduk. Membuat namja di hadapannya menoleh kearahnya. Sementara yeoja itu sama sekali tak melirik namja itu sedikitpun.

 

Ia tak peduli Su Ho ada atau tidak diruangan ini. Yeoja itu pergi begitu saja meninggalkan Ummanya, atau bahkan untuk menoleh kearah Su Ho pun ia enggan melakukannya.

 

Ha Ra melangkahkan kakinya cepat-cepat meninggalkan ruang perawatan Ummanya. Dadanya terasa begitu sesak, seharusnya ini adalah hari bahagianya bersama Joon Myun. Tapi yang terjadi justru sebaliknya.

 

Ia menoleh ke arah Su Ho lewat jendela kecil yang terdapat pada pintu ruang perawatan. Namja itu masih tak bergeming dari tempatnya tadi. Berdiri, menatap Ummanya intens.

 

Perlahan air mata yang sejak tadi ia tahan lolos begitu saja. Ia menggigit bibir bawahnya, agar tak terisak di tempat itu.

 

Kenapa Joon Myun tak membiarkan Ha Ra melupakannya. Kenapa Ia malah terlihat begitu peduli. Ini membuatnya seratus kali jauh lebih sakit. “ Jika aku tak bisa bersamamu, tolong biarkan aku melupakanmu “ Isak Ha Ra, sembari menyeka air matanya.

 

 

~~

 

 

Ha Ra meniup poninya bosan, beberapa menit lalu ia sampai di sekolah Jong In. Dan ia terpaksa menunggunya di depan pintu gerbang sekolah. Karna security tak mengijinkannya masuk ke tempat parkir.

 

Sementara jam di dashboard mobilnya baru menunjukkan pukul 13.00. masih sekitar satu jam lagi ia menunggu bocah itu.

 

Sesekali ia menggumam, menyanyikan lagu rock yang ia putar pada ponselnya. Ini sedikit membuat perasaannya lebih baik dari pada ia harus mendengarkan lagu ballad , yang pasti malah akan membuat perasaannya bertambah buruk.

 

Yeoja itu menyipitkan matanya ketika sebuah cahaya memantul dari kaca mobil yang baru saja parkir di depannya.

 

Ia melongok, memastikan sesuatu yang baru saja membuat matanya kabur itu. Mobil bercat hitam itu seperti tak asing baginya.

 

Ha Ra memutar otaknya, mencoba mengingat-ingat sesuatu sampai seorang namja yang ia yakin mengenalnya keluar dari mobil.

 

“ Kris “

 

Apa ini sebuah kebetulan atau takdir ia selalu di petemukan dengan Kris disaat yang tepat.

 

 

~~

 

 

Namja berambut blonde itu mencoba mengedarkan pandangannya ke sekitar. Gedung Art of performing School yang tampak menjulang tinggi pun kini sudah ada di hadapannya. Tapi ia masih tak yakin dengan apa yang akan di lakukannya. Yaitu mencari informasi keberadaan yeodongsaengnya, Ae Rin.

 

Ia masih berdiri seraya menatap ragu pada udara disekelilingnya, terutama setelah ia bertemu Ae Rin nanti. Apa ia harus bertanya keadaannya sekarang atau tempat tinggalnya. Yang pasti semua ini membuatnya semakin ragu.

 

Kris nampak membuka pintu mobilnya kembali, ia hendak mengurungkan niatnya untuk menemui Ae Rin.

 

“ Kris “ Panggil Seseorang yang membuatnya menoleh reflek kearah yeoja yang baru saja menyapanya itu.

 

Kris tersenyum, ia mendapati yeoja manis ada dihadapanya.

 

“ Ha Ra “ balas Kris seraya berbalik menghadap yeoja yang kini berjalan kearahnya.

 

“ Apa yang sedang kau lakukan disini ? “ Tanya Ha Ra,

 

Yeoja itu menatap Kris intens, memastikan jawaban dari namja di depannya itu. Ha Ra mengerutkan dahinya ketika beberapa saat ia sama sekali tak mendapatkan jawaban dari namja itu.

 

“ Kau merindukan Ae Rin “ Tebak Ha Ra asal.

 

Kris menoleh cepat kearahnya, seakan ingin menyangkal penyataannya. Walaupun sebenarnya tak ada yang salah pada pertanyaan Ha Ra, tapi ini terlalu tabu bagi Kris.

 

“ Aku hanya ingin memastikan keadaannya baik-baik saja “

 

“ Tenang saja Kris, aku akan menjaga Ae Rin untukmu selama ia tinggal dirumah Jong In “ Ujar Ha Ra sembari menepuk bahu Kris.

 

Kris nampak terkejut, ternyata beberapa hari ini Ae Rin memilih tinggal dirumah Jong In. Ia bahkan sempat berpikir yeoja itu tinggal disalah satu apartementnya. Tapi disisi lain ia lega, karna Ae Rin pasti akan lebih baik bersama dengan Jong In dari pada bersamanya.

 

“ beberapa hari lagi salah satu kerabatku akan mengadakan pesta peresmian Hotelnya didaerah Kangnam, Kau mau menemaniku Ha Ra “ Tanya Kris

 

“ Mwo ? “ Ha Ra tampak terkejut dengan pertanyaan Kris yang tiba-tiba. Ia yakin pasti itu bukan pesta sembarangan, dan menghadiri acara seperti itu malah akan mempermalukan dirinya sendiri & Kris.

 

“ Bagaimana ? “ Tanya Kris memastikan

 

“ Umm, aku tak yakin “ Ujar Ha Ra ragu

 

Disatu sisi ia ingin hubungannya dengan Kris lebih baik lagi. Ia pernah mendengar pepatah mengatakan “untuk melupakan cinta yang lama kita harus membuka hati untuk cinta yang baru”, mungkin Kris bisa membuatnya melupakan Su Ho. Tapi disisi lain ia merasa tak pantas datang ke acara seperti itu. Apa lagi Jong In belum tentu mengijinkannya pergi.

 

“ Aku akan membantumu “ balas Kris

 

Ha Ra ingin menolak tapi ia terlalu sayang melewatkan kesempatan ini, lagi pula jika melihat wajah Kris membuatnya semakin tak bisa menolak permintaan namja itu.

 

Ia mencoba berpikir jernih seraya menggaruk kepalanya. Ha Ra melirik kearah Kris, disaat namja itu juga masih menatapnya.

 

Baiklah ia menyerah sekarang, wajah yang beberapa hari ini selalu membuatnya insomnia itu tak henti-hentinya mengharapkan kata ‘ya’ terlontar dari bibirnya.

 

Dan mulai sekarang ia harus menyiapkan beberapa alasan yang tepat pada Jong In nantinya.

 

 

~~

 

 

Ha Ra menatap jam dinding dikamarnya menunjukkan tepat pukul 9. Tapi ia terlihat sedikit gelisah, untuk apa ia juga bingung. Beberapa kali yeoja itu berusaha mengubah posisi tidurnya tapi sama sekali tak membuatnya nyaman.

 

Ia beranjak dari single bednya menuju meja rias kecil di depan nya. Matanya menatap bayangan dirinya sendiri. “ Apa aku harus bilang pada Jong In sekarang ? “ Tanya Hara pada bayangnya dicermin.

 

Ia masih menatap lurus kedepan, sama sekali tak ada jawaban dari sana. Tapi entah kenapa perasaannya yakin ,inilah saat yang tepat.

 

Beberapa hari ini Ae Rin selalu saja pergi kemanapun Jong In pergi, alhasil ia tak bisa dengan leluasa bicara masalah permintaannya kemarin pada bocah itu. Karna ia tak ingin Ae Rin tau bahwa ia akan meminjam uang pada Jong In.

 

 

~~

 

 

Jong In menatap soal-soal fisika didepannya bosan, Matanya terasa amat berat, ingin sekali tertutup. Tapi setiap matanya menutup selalu saja gadis di depannya memanggilnya.

 

“ Oppa “ panggil Ae Rin , membuat mata Jong In yang setengah tertutup terbuka lebar kembali.

 

“ Wae ? “  Tanya Jong In seraya menegakkan kepalanya sejenak.

 

“ Bukannya tadi kau bilang mau mengerjakan tugas Fisika bersamaku ? “ Ujar Ae Rin kesal melihat namja yang duduk dihadapannya kini malah menaruh kepalanya di atas meja kembali.

 

“ Aku mengantuk Ae Rin, besok aku akan mengerjakannya disekolah saja “ Ucap Jong In, sembari bangkit dari kursi dan meninggalkan Ae Rin sendirian.

 

Sementara gadis berambut coklat itu hanya mendesah kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali.

 

Jong In terseok-seok menuju kamarnya yang berada tak jauh dari tempat belajarnya dengan Ae Rin. Namja itu berusaha susah payah menjaga keseimbangannya agar tak jatuh.

 

Setelah beberapa langkah berjalan ia berhasil menemukan kamarnya.

 

CKLEEEK

 

Jong In menutup pintu kamarnya kembali setelah ia berhasil memasuki kamarnya yang lebih besar dari lapangan volley itu. Baru beberapa langkah ia berjalan ada seseorang yang tiba-tiba mengetuk pintu kamarnya.

 

Tok Tok Tok..

 

Namja itu menggaruk rambutnya kesal, ia bisa memastikan seseorang yang baru saja mengetuk pintu kamarnya itu tak akan selamat lagi.

 

Jong In membuka pintu kamarnya kesal. Tapi ia lumayan terkejut dengan seseorang yang berada di balik pintu kamarnya.

 

“ Apa yang kau lakukan Oh Ha Ra ? kau tau ini jam berapa ? “ Ucap Jong In kesal.

 

Ha Ra terlihat bingung, sesekali ia menengok kekanan kiri. Ia takut seseorang memergokinya dan melaporkannya pada Mi Sun. Pasti masalahnya akan bertambah rumit.

 

Tak menjawab pertanyaan Jong In yang baru saja di lontarkan pada dirinya, ia malah mendorong namja itu masuk kedalam kamarnya.

 

Gadis itu hanya memasang senyum paling bodohnya, saat melihat Jong In menatapnya tajam.

 

Tanpa sadar ia masih memegang bahu Jong In saat tadi mendorongnya , “ Ah, Mianhae “ pekik gadis itu. ia segera melepaskan tangannya yang tak sopan.

 

Sementara Jong In masih terlihat menyeringai melihat gadis di depannya yang berkelakuan amat aneh.

 

Jong In menutup pintu kamarnya kencang, membuat yeoja itu bergidik. Ia sadar , baru saja membangunkan harimau yang tertidur. Apa lagi dikamar ini hanya ada mereka berdua, dan Jong In bisa saja membunuhnya kapanpun Ia mau.

 

“ Ini sangat mendesak “ ujar Ha Ra tiba-tiba.

 

“ Apanya yang mendesak ? “ Tanya Jong In tak mengerti.

 

“ Ini antara hidup dan mati “ ujar Ha Ra lagi

 

“ Siapa yang mati ? “ Tanya Jong In mulai kehilangan kesabaran “ bisakah bicara yang lebih jelas Oh Ha Ra ? “ Namja itu mulai mendekat kearah Ha Ra yang tak jauh berada di hadapannya.

 

Yeoja itu melangkah mundur secara teratur, melihat namja di depannya semakin merangsek maju mendekatinya.

 

Tapi langkah Ha Ra terhenti ketika mendapati dinding di belakangnya. Sementara Jong In terlihat menyeringai, rasa kantuknya tiba-tiba hilang melihat wajah Ha Ra yang sedikit ketakutan.

 

Namja itu mengurung Ha Ra dengan kedua lengannya yang bertumpu pada dinding.

 

“ Aku..aku …bisakah aku meminjam uang besok ? “ Ujar Ha Ra gugup,

 

Seharusnya Ha Ra tak perlu segugup ini, karna beberapa hari yang lalu Jong In sudah menyetujuinya bukan, tapi entah kenapa suasana yang membuatnya tak nyaman.

 

Jong In tak menjawab pertanyaannya, namja itu lebih tertarik menatap bibir Ha Ra yang nampak kemerah-merahan. Perlahan wajahnya semakin mendekat ke wajah Ha Ra.

 

Aroma shampoo yeoja itupun tengah mengusik penciumannya. Membuat Namja itu semakin tak mengerti apa yang membuat jantungnya bergejolak. Tapi Jong In buru-buru menahan emosinya, setidaknya sampai besok.

 

“ Baiklah , berapa yang kau butuhkan ? “ Tanya Jong In, berusaha menetralkan suaranya.

 

“ 30 juta won “  Jawab Ha Ra,

 

“ Mwo ? “ mata Jong In terlihat bulat sempurna, mengetahui jawaban Ha Ra. 30 juta won tentu bukan jumlah yang kecil,  “ Untuk apa uang sebanyak itu ? “ desis Jong In.

 

“ itu bukan urusanmu kan bos “ Ujar Ha Ra pendek, kemudian menampakkan senyum tak bersalahnya.

 

Sejak kapan yeoja itu memanggilnya bos, bahkan ia lebih suka di panggil Jong In “ Baiklah “ ketus Jong In, Ia membiarkan yeoja itu tersenyum ‘ setidaknya sampai besok ‘ ucapnya dalam hati.

 

 

~~

 

 

“ Oppa kau mau kemana ? “ Tanya Ae rin yang saat itu sedang menikmati sarapannya.

 

Yeoja itu menatap Jong In yang berjalan menuju kearahnya. Ia sudah terlihat rapi dengan kemeja dan celana jeansnya.

 

Jong In mengambil tempat duduk diantara Ae Rin dan noonanya. “ Aku ada acara belajar kelompok dengan Kyung soo “ Ucap Jong In asal sembari mengambil sebuah pancake, kemudian meletakkan kedalam piringnya. Tangannya menyambar sebuah cup berisi madu dan menuangnya di atas pancakenya.

 

Ia mulai melahap bagian demi bagian dari makanannya. Sementara Ae Rin masih menatapnya tak percaya. Sejak kapan Jong In peduli pada belajar kelompok. Batin Ae Rin.

 

“ Kau tidak keberatan kan Ae Rin, aku meninggalkanmu dirumah ? “ Tanya Jong In memastikan.

 

Ae Rin hanya menggeleng.

 

“ Nanti siang kami akan pergi jalan-jalan jadi pergilah, belajar yang rajin ya ! “ Sahut Mi Sun. Tapi mata yeoja itu seakan menampakkan rasa tak percaya pada jawaban dongsaengnya barusan. “ Kau bersama Ha Ra ? “ Tanya Misun

 

Sementara Ae Rin menatapnya penuh selidik, Ia memang tak melihat kedekatan Jong In dan Ha Ra tapi sikap Jong In itu yang sedikit membuatnya heran.

“ Tentu saja, dia kan digaji untuk menjadi supirku “ balas Jong In, sembari berusaha menelan makanan yang masih ada di mulutnya.

 

“ Baiklah nikmatilah liburanmu dengan belajar “ Ujar Mi Sun lagi.

 

~~

 

 

Ha Ra nampak kesal, 30 menit ia menunggu Jong In di depan rumah tapi belum ada tanda-tanda kemunculan dari bocah yang ditunggunya itu.

 

2 jam yang lalu Jong In menelponnya, menyuruh yeoja itu mengantarkannya pergi kerumah Kyung Soo. Ha Ra yang saat itu masih terlelap di tempat tidurnya di buatnya terkejut.” Bukankah ini hari minggu “ desis Ha Ra kesal, bahkan dihari liburpun ia harus bekerja. Seharusnya ia bisa bangun siang untuk hari ini.

 

“ Maaf aku terlambat “ Ucap seorang namja, yang kini tengah berada tepat dibelakangnya, membuat Ha Ra sedikit terkejut.

 

“ Sejak kapan bocah ini bisa meminta maaf ? “ pikir Ha Ra kesal.

“ Baiklah “ Ucap Ha Ra kemudian membuka pintu mobilnya. Tapi Jong In buru-buru menarik tangannya. Membuat Ha Ra tersentak.

 

“ Karna hari ini kita berkencan jadi aku yang akan menyetir untukmu “ Ujar Jong In yang kemudian masuk kedalam mobilnya.

 

“ Mwo ? “ Ha Ra memutar bola matanya bingung, “ Bukankah tadi dia bilang mengantarnya kerumah Kyung Soo, tapi sekarang dia bilang berkencan !! Aish “ Yeoja itu berjalan menuju kursi penumpang kemudian masuk kedalam mobil Jong In.

 

 

~~

 

 

Hari Minggu hari yang melelahkan bagi sebagian orang terutama bagi Karyawan Nampyon Caffe dimana Chanyeol dan Baek Hyun bekerja.

 

Kim Hee Chul terlihat mengawasi beberapa karyawannya yang sedang melayani pelanggan yang kebetulan sedang penuh.

 

Baek Hyun berdiri di meja kasir, memberi senyuman pada setiap pelanggan yang datang ke Caffe. Sementara Chanyeol sibuk mengantar pesanan pada setiap pengunjung Caffenya.

 

Chan Yeol tampak memijat-mijat lengannya yang terasa pegal akibat ia harus bekerja keras Hari ini. Kedua rekan kerjanya Joon Woo dan Eun Min tidak masuk, ini membuat pekerjaannya 3 kali lipat lebih banyak.

 

Baek Hyun menatap Chan Yeol prihatin “ Apa Bos sudah gila, masak membiarkanmu melayani tamu sendirian “ Ucap Baek Hyun berapi-api, ia tau bos sudah pergi makannya ia berani berkata seperti itu.

 

“ Sudahlah Baekkie aku bisa mengatasinya “ Ujar Chan Yeol.

 

“ Pelayan “ panggil seorang pengunjung wanita di meja no. 9 membuat Chan Yeol langsung berlari kearah tamunya itu.

 

“ Aku minta lemon tea 1 lagi ya “

 

Chan Yeol mengangguk dan dengan cepat ia menulis pesanan di note nya. “ Ada lagi ? “ Tanya Yeol .

 

“ Cukup “ ucap yeoja itu.

 
~~

 

 

“ Sebenarnya kau ini mau mengajakku kemana ? “ Tanya Ha Ra ketus, Ia bingung sedari tadi Jong In hanya berputar-putar dikawasan Myeongdong tanpa tau arah tujuan, bahkan mereka sudah melewati tempat ini lebih dari 3 kali.

 

“ jadi kau mau kemana ? “ Tanya Jong In seraya menatap wajahnya datar.

 

“ terserah kau sajalah “ balas Ha Ra kesal.

 

 

~~

 

 

Mi Sun menepikan mobilnya diparkiran Nampyon Caffe Ia memutuskan membasahi tenggorokannya dulu sebelum pergi kesalon bersama Ae Rin.

 

“ sebaiknya kita minum dulu, sebelum tenggorokanku benar-benar kering “ Ucap Mi Sun sembari membuka pintu mobilnya yang kemudian diikuti oleh Ae Rin.

 

“ Tidak biasanya eonnie memilih caffe seperti ini “ Tanya Ae Rin heran, Yeoja itu menatap sekeliling cafee yang nampak biasa-biasa saja, bukan seperti selera Mi Sun yang selalu mewah.

 

“ Ini caffe  milik temanku namanya Kim Hee Chul , aku akan mengenalkannya padamu ? “ Ujar Mi Sun lagi.

 

Ae Rin terlihat pasrah mengekor langkah Mi Sun yang lumayan cepat.

 

Yeoja itu memasuki caffe yang terlihat lumayan ramai, ia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut cafe.

 

Mi Sun berjalan menuju meja yang terlihat kosong, sementara Ae Rin masih mengekor dibelakangnya. Yeoja itu masih terlihat bingung melihat sekelilingnmya yang terlalu ramai.

 

BRUKK

 

Seorang namja menumpahkan segelas lemon tea kebaju mahalnya. Membuat dress putihnya kotor.

 

“ Ah..maaf  “ Ucap namja itu seraya membungkukkan badannya berkali-kali .

 

Ae Rin berusaha mengelap pakaiannya dengan telapak tangannya, tapi tetap saja noda itu tak menghilang. Sementara Namja itu memberikan sebuah lap bersih untuk membersihkan baju Ae Rin.

 

“ Maaf  “ Ulang namja itu,

 

“ Gwenchana “ Ujar Ae Rin sembari mengelap bajunya dengan lap yang baru saja diberikan padanya. Ia mendongak menatap namja yang baru saja menumpahkan segelas minuman ke dressnya.

 

Ae Rin melihat mata itu, hidung itu, dan bibir itu. Sekilas terlihat seperti Oppanya, Kris. Tapi garis wajah namja itu terlihat lebih hangat. Dibandingkan Kris yang terlihat lebih dingin.

 

 

~~

 

 

Mi Sun yang baru saja mendengar beberapa keributan membuatnya menoleh. Ternyata ia tak mendapati calon adik iparnya lagi dibelakangnya.

 

Ia berjalan dimana Ae Rin beberapa lagkah dibelakangnya.

 

“ Apa yang terjadi ? “ Tanya Mi Sun pada Ae Rin.

 

“ Um, dia menumpahkan minuman ke bajuku “ Jawab Ae Rin pendek.

 

Mi Sun menatap geram pada Namja dihadapannya, “ Ah sepertinya aku mengenalmu ! “ Ujar Mi Sun ketika melihat wajah Chan Yeol. Yeoja itu terlihat berpikir sejenak “ Kau ini namjacinggunya Ha Ra kan ? “ lanjutnya beberapa detik kemudian.

 

Wajah yeoja itu tampak menyeringai “ jadi sekarang kau bekerja disini ya ? Aku bingung kenapa Hee Chul Oppa bisa menerima karyawan sepertimu ? “

 

Ae Rin menatap Chan Yeol yang masih terdiam, sesekali ia menatap Mi Sun yang masih memarahi Chan Yeol “ Sudah Unnie, ini salahku, tadi aku yang menabraknya “.

 

Ia berbalik menatap Chan Yeol “ Aku akan mengganti minumanmu “ .

 

Sementara Chan Yeol lebih memilih diam tak meladeni kata-kata Mi Sun, Ia terlalu lelah untuk berdebat. Namja itu lebih memilih membersihkan serpihan-serpihan gelas yang berserakan dilantai. Ia yakin beberapa saat lagi Hee Chul akan memanggilnya.

 

 

~~

 

 

Beberapa saat yang lalu Jong In memutuskan untuk berjalan-jalan di pusat perbelanjaan Myeongdong. Setelah ia berhasil memarkirkan mobilnya, namja itu mengajak Ha Ra berjalan mengelilingi toko-toko di kawasan tersebut.

 

Jong In melangkahkan kakinya lebar sementara yeoja yang tadi datang bersamanya kini masih tertinggal dibelakang. Tapi Yeoja itu masih dapat melihat tubuh Jong In didepan sana karna suasana yang tak terlalu ramai.

 

Ha Ra hanya berdecak-decak sesekali ia menggerutu kesal. “ Aish, sebenarnya apa sih yang dicari bocah itu di tempat ini ? “ desis Ha Ra lirih , ia menghentikan langkahnya sejenak mengoreksi kakinya yang mulai pegal seraya membungkukkan badannya agar lebih rileks beberapa detik saja.

 

Ha Ra mendongak menatap ke depan, mencari seorang Jong In yang tadi bersamanya, ternyata namja itu tak nampak oleh penglihatannya lagi.

 

“ Sebenarnya ini kencan atau acara lomba lari sih “ gerutu Ha Ra kesal dalam hatinya. Tapi masih nampak dalam raut wajahnya juga terlihat sedikit menyeramkan.

 

Ia mulai berjalan kembali, kali ini agak cepat. Ia berusaha mengejar Jong In yang mungkin sudah berada jauh di depan sana.

 

Pria berkulit coklat, mengenakan kemeja biru muda dan celana jeans itu yang ia ingat mengenai sosok Jong In terakhir kali.

 

“ Aigoo “

 

Ha Ra hanya berkacak pinggang saat matanya menemukan sosok itu sedang duduk santai di sebuah bangku kayu panjang berwarna putih. Ia berjalan mendekati namja yang saat ini juga tengah menatap kearahnya.

 

“ tidak bisa berjalan lebih cepat ? “ ketus Jong In, setelah Ha Ra benar-benar sampai dihadapannya.

 

“ Ya “ balas Ha Ra sebal.

 

Kemudian ia menjatuhkan tubuhnya di kursi yang sama dengan Jong In, tapi ada jarak cukup jauh antara mereka.

 

Jong In menoleh ke kanan dimana Ha Ra berada, nampak yeoja itu sedang mengusap dahinya yang basah dengan tisu.

 

“ Kau lelah ? “ Tanya Jong In, masih menatapnya.

 

“ Umm “ gumam Ha Ra pelan, tanpa memperdulikan Jong In sedikitpun.

 

“ Kalau begitu sama “ Ujarnya lagi, “ Tolong belikan aku minuman soda “ perintah Jong In.

 

Ha Ra menoleh cepat kearah namja disampingnya yang kini sedang memasang tampang coolnya.

 

“ Dasar napeun namja “ rutuknya dalam hati.

 

 

~~

 

 

Ha Ra datang dengan 2 kaleng soda dalam genggamannya sembari menetralkan nafasnya yang memburu. Ia terlihat seperti habis dikejar anjing.

 

“ minumanmu “ ujar Ha Ra sembari memberikan salah satu soda kaleng di tangannya pada Jong In.

 

“ gomawo “ balas Jong In.

 

Hara duduk kembali ketempatnya semula, sejenak ia bisa relax, merenggangkan ototnya yang terasa pegal sembari meneguk sodanya. “ huft “ yeoja itu mengambil nafasnya dalam-dalam, mengumpulkan sebanyak-banyaknya oksigen untuk memenuhi paru-parunya yang tadinya terasa kekurangan udara.

 

“ Kaja kita lanjutkan jalan-jalannya “ Ajak Jong In, sembari bangkit dari kursinya.

 

Ha Ra yang saat ini sedang meneguk sodanya tersedak. Ia menatap punggung Jong In yang perlahan berjalan menjauh darinya. “ Mwo !! “

 

Bahkan tak lebih dari 5 menit ia bisa menghirup udara dengan tenang “ Awas kau ya !!! “ Umpat Hara kesal.

 

 

~~

 

 

Yang sebelumnya ia duga benar-benar tepat. Hee Chul memanggilnya keruangan. Juga yang seperti ia duga di ruangan itu ada 2 orang gadis, dan dari salah satu gadis itu ia mengenalnya, Mi Sun, musuh bebuyutan sahabatnya Ha Ra. Dan yang satunya adalah gadis yang tadi ia tabrak.

 

Yeoja berambut coklat panjang itu mengganti dress putihnya yang kotor dengan sebuah dress bermotif bunga. Membuat Chan Yeol hampir tak berkedip saat menatap yeoja itu. Ia tampak lebih dewasa dari sebelumnya, Batin Chan Yeol.

 

 

Tapi ia buru-buru mengalihkan fokusnya kearah Hee Chul kembali. Namja itu berdiri di depan meja Bosnya.

 

Beberapa kali ia hanya bisa menelan ludahnya saat Hee Chul menatapnya sakartis.

 

“ Apa ada pembelaan sebelum kau dikeluarkan ? “ Tanya seorang yeoja dengan wajah penuh seringainya.

 

Sementara Yeoja yang disebelahnya,Ae Rin tampak sedikit khawatir. Ia ingin membela Namja yang belum ia kenal itu tapi lidahnya terasa kaku untuk mengucapkan sesuatu.

 

“ Apakah benar, kau menabrak nona itu dan menumpahkan lemon tea ke bajunya “ Tanya Hee Chul penuh selidik.

 

Chan Yeol terdiam beberapa saat, baru saja ia akan menjawab tapi sebuah suara mendahuluinya.

 

“ Aniyo “ teriak Ae Rin, membuat 3 orang didalam ruangan itu sukses menatap kearahnya.

 

“ Aku yang menabraknya, aku rasa masalah ini tak perlu sampai sebesar ini “Ujarnya lagi. “ Maaf aku membuatmu mendapatkan masalah seperti ini “ Yeoja itu membungkukkan sedikit badannya pada Chan Yeol.

 

Mi Sun yang saat ini berada di dekatnya benar-benar terkejut, untuk apa Ae Rin membela Namja itu sampai seperti ini.Seharusnya ia tak perlu peduli, karna ia sama sekali tak mengenalnya.

 

Chan Yeol masih menatap yeoja anggun itu tak percaya, bagaimana bisa yeoja itu malah membelanya, bukankah seharusnya ia berada di pihak Mi Sun. Bahkan Ia 100% yakin tadi ialah yang menabrak yeoja itu.

 

Hee Chul terdiam sejenak “ Aku ingin mendengar sendiri dari mulutmu Chan Yeol ? “ Ucapnya.

 

“ Aku “ Chan Yeol tak bisa melanjutkan kata-katanya.

 

“ Ayolah Chan Yeol ssi “ Ujar Ae Rin, memberi kepercayaan pada Chan Yeol.

 

Namja berambut coklat gelap itu melirik kearah Ae Rin tak yakin “ nona itu yang menabrakku “ Ujar Chanyeol berbohong,

 

“ Baiklah jadi masalahnya sudah selesai bukan ? “ Hee Chul melonggarkan posisinya agar lebih rileks. “ Kau boleh kembali bekerja “

 

Mi Sun menatap namja yang sedang berjalan keluar dari ruangan itu sengit, rupanya ia harus memikirkan cara lebih jitu lagi untuk membuat musuh-musuhnya sengsara.

 

Sementara Ae Rin menghela nafas lega. Entah kenapa ia bisa selega ini, untuk menyelamatkan orang yang bahkan ia belum kenal.

 

 

~~

 

 

Jong In menoleh kebelakang, mendapati yeoja itu lagi-lagi berada jauh dibelakangnya. Ia menghentikan langkahnya sejenak menunggui Ha Ra.

 

“ tidak bisa jalan lebih cepat ya ? “ Ucap Jong In ketus, beberapa saat setelah Ha Ra berhasil mendekatinya.

 

“ Kalau mau jalan cepat, ya sudah jalan saja, tidak perlu menungguku “ Balas Ha Ra tak kalah ketus seraya menaruh kedua lengannya didepan dada.

 

“ Kau !! “

 

Tiba-tiba Jong In mengangkat tubuh Ha Ra ke dalam gendongannya. “ Ya !! Kim Jong In apa yang kau lakukan “ Teriak Ha Ra kencang.

 

Ia tak memperdulikan teriakan yeoja itu. Jong In masih berjalan dengan santai, sementara Ha Ra sibuk memukul-mukul dada Namja itu.

 

“ Lepaskan !! Lepaskan aku Kim Jong In “ bentak Ha Ra

 

Terdengar beberapa bisikan dari orang-orang disekitar mereka, yang memang sedang menyaksikan kejadian itu.

 

“ Bisa diam tidak ? “ Ujar Jong In , Ia masih melangkahkan kakinya.

 

“ Kau mau apa hah, turunkan aku ? “

 

Namja itu menyeringai kecil pada Yeoja yang ada dalam pelukannya, “ Aku akan menurunkanmu sebentar lagi “

 

Matanya menatap sebuah kolam kecil dengan air mancur ditengahnya, Ia tersenyum.

 

Ha ra merasakan sesuatu yang ganjil pada hatinya, Ia menatap sebuah kolam didepan sana “ Ya, Kim Jong In, Jebal turunkan aku “

 

“ Aku akan menurunkanmu dikolam itu “ bisiknya

 

“ Mwo ? “ Ia berfikir Jong In tidak akan benar-benar melakukannya, tapi namja itu rupanya benar-benar serius, ia terus berjalan menuju kolam yang letaknya tak jauh lagi di depan mereka.

 

“ Jebal, turunkan aku “ Ujarnya Frustasi.

 

Jong In menatap Ha ra yang masih ada dalam dekapannya, rasanya ia tak tega juga melihat Ha Ra memohon-mohon padanya. Ia melihat mata yeoja itu yang hampir memerah.

 

“ Baik-baik aku akan menurunkanmu “ Ucap Jong In sembari menghentikan langkahnya. “ Tapi kau harus mengatakan kalau kau mencintaiku dengan keras “

 

“ mwo !! Kau gila ya “ elak Ha Ra.

 

“ Ya sudah kalau kau menolak “ Jong In mengambil langkahnya lagi.

 

“ baiklah “ Ucap Ha Ra pasrah, beberapa saat kemudian.

 

“ Kim Jong In aku mencintaimu “ Ucap Ha Ra cepat.

 

“ Kalau suaramu seperti itu tidak akan ada yang mendengarmu “ Marah Jong In.

 

“ Aku mendengarnya, kau mendengarnya “

 

Jong In mengambil langkahnya lagi, Ia kembali berjalan menuju kolam yang tinggal beberapa langkah didepannya.

 

“ Kim Jong In, jebal lepaskan aku “ isak Ha Ra, Ia tau Jong In tak akan mengasihaninya dengan alasan apapun dan mau tak mau ia harus menuruti permintaan bocah itu.

 

“ Kim Jong In aku mencintaimu “ teriak Ha Ra.

 

“ Kim Jong In aku Oh Ha Ra sangat sangat mencintaimu “ teriak Ha Ra lebih keras dari yang pertama.

 

Teriakan Ha Ra sukses membuat Jong In menghentikan langkahnya, bahkan beberapa orang di sekitarnya menghentikan aktifitasnya masing-masing untuk melihat yeoja itu.

 

Jong In tersenyum puas.

 

“ sekarang turunkan aku “ ujarnya.

 

Jong In menurunkan Ha Ra, “ Kau berat juga ya “ goda namja itu.

 

Ha Ra menatap orang-orang disekelilingnya, puluhan orang membentuk lingkaran mengelilingi mereka berdua, beberapa orang diantaranya sibuk berbisik-bisik, walaupun ia tak bisa mendengarnya dengan jelas.

 

 

Jong In merasa tak canggung dengan keadaannya sekarang. Bahkan ia semakin ingin menggoda Ha Ra.

 

“ Aku juga mencintaimu “ Ujar Jong In.

 

Sementara Yeoja itu hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ia benar-benar tak nyaman dengan posisi ini.

 

“ jadi kau mau menikah dengan ku “ Tanya Namja itu.

 

Ha Ra membulatkan matanya lebar-lebar, namja itu hampir saja membuatnya detak jantungnya terhenti secara paksa.

 

Ia sadar banyak yang sedang melihatnya saat ini, dan yang harus ia lakukan adalah mengikuti permainan Jong In. Ha Ra mendesah.

 

“ Belajar dulu yang rajin, baru noona mau menikah denganmu “ Ujar Hara asal.

 

Jong In mendelik tak percaya dengan jawaban yeoja dihadapannya itu, Ia pikir Ha Ra akan marah-marah padanya.

 

“ oh jadi yeoja itu lebih tua ya “

 

“ dasar anak muda jaman sekarang “

 

Beberapa bisikan dari orang-orang yang terdengar jelas oleh telinga Ha Ra, walaupun membuat telinganya panas tapi ia tak memperdulikannya.

 

 

Tanpa Ia sadari Jong In tiba-tiba menarik pinggangnya, membuat tubuhnya merapat ketubuh Jong In.

 

Ia menatap manik mata Jong In yang lurus berada di depannya. Kedua tangan Ha Ra berada diantara dada mereka, membuat jarak kecil pada tubuh keduanya.

 

Ha Ra mengontrol keterkejutannya atas tindakan Jong in yang tiba-tiba. Jantungnya tiba-tiba bekerja tak normal, ia tak bisa mengelak. Ini benar-benar tiba – tiba.

 

Ia masih menatap Jong In, bahkan ia tak sadar ketika perlahan wajah namja itu semakin mendekat kearahnya. Namja itu bahkan tak peduli lagi puluhan orang sedang mengawasinya.

 

Seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat dingin, ia gugup ketika perlahan bibir namja itu menyentuh bibirnya. Ia tak bisa memejamkan matanya sama sekali, ia hanya bisa merasakan beberapa kali bibir namja itu menggigit kecil bibirnya.

 

Ha ra berusaha mengumpulkan seluruh kekuatannya untuk melawan setitik keinginannya untuk melanjutkan permainan ini. Tapi ia malu, kedua pipinya memerah.

 

Sekuat tenaga ia mendorong tubuh Namja itu agar menjauh dari tubuhnya. Dan berhasil, Jong In melepaskan pelukannya.

 

“ Hei, kalian pikir ini tempat untuk berbuat mesum hah “ Amuk seorang ahjumma yang baru saja menyaksikan adegan Ha Ra dan Jong In. “ Dasar anak muda tidak tau sopan santun “

 

“ benar “

 

“ benar “ sahut yang lainnya

 

Yeoja itu membungkukkan badannya berkali-kali “ ah mianhae “ ujarnya. Sementara Jong in terlihat santai tak terlalu peduli kata-kata orang disekitarnya.

 

 

~~

 

 

Misun melajukan mobilnya dengan kencang, sedari tadi moodnya sedang tidak baik. Tindakannya membuat yeoja yang tengah duduk di sampingnya itu gelisah, Ae Rin.

 

“ Unnie, terlalu bahaya melajukan mobil dengan kecepatan seperti ini “ Ujarnya, tangannya meremas seat belt yang tengah dipakainya erat.

 

“ tenang saja aku sudah biasa “ jawab Mi Sun ketus, ia melirik spedometer yang sudah menunjukkan angka 100km/h.

Ia dapat mendengar suara deru mesin mobil yang ia lajukan begitu nyaring, bahkan beberapa mobil yang ada di depannya bisa ia susul dengan mudah. Menandakan bahwa saat ini ia melajukan mobilnya dalam kecepatan sangat tinggi.

 

Gelapnya malam tak membuatnya bergeming sedikitpun. Yeoja bermata besar itu melirik Ae Rin sekilas . Jika saja Ae Rin bukan calon adik iparnya mungkin ia akan menyingkirkan Ae Rin sekarang juga . Ia tersenyum kecut, ‘ yeoja itu terlalu polos ‘.

 

 

~~

 

 

Jong In sengaja tak menyalakan lampu dalam mobilnya, ia membiarkan cahaya bulan masuk lewat kaca depan mobilnya. Ini cukup membuatnya bisa melihat benda-benda disekitarnya, juga yeoja yang masih duduk disampingnya.

 

Namja itu mengeluarkan sesuatu dari sakunya, sebuah benda berbentuk persegi panjang. Dan Ha ra yakin ada beberapa angka yang tertulis disana.

 

Yeoja itu menyipitkan matanya, melihat benda di tangan Jong In dan ia yakin benda itu adalah sebuah cek. Ha Ra berusaha mengambil lembaran kertas itu dari tangan Jong In. Dan ia merasa lega cek bertuliskan 30 juta won kini berada di tangannya.

 

“ gomawo, aku akan berusaha mengembalikannya padamu secepat mungkin “ Ujarnya pelan seraya menoleh Jong In yang ada di sampingnya.

 

 

Jong In menatap balik kearah Ha Ra “ Dari mana kau akan mendapatkan uang sebanyak itu ? “ Ucap Jong in meremehkan.

 

Ha Ra memutar bola matanya, “ benar juga bagaimana ia mendapatkan uang sebanyak itu ? “ pikirnya, atau ia harus mengurungkan niatnya dan membiarkan Su Ho melakukan apa yang ia mau. Yeoja itu menggelengkan kepalanya beberapa kali “ dimana harga dirinya ? “ batinya lagi.

 

“ Kau tidak perlu mengembalikan uang itu “ ujar Jong In cepat. “ Lagi pula aku tidak terlalu membutuhkannya “

 

Ha Ra menatap wajah Jong In yang masih dengan seringaiannya, ia tak yakin bocah itu akan memberikan uang secara Cuma-Cuma. Ia yakin menerima uang itu adalah awal kesengsaraaanya.

 

 

TBC

Iklan

17 pemikiran pada “My Lovely Driver (Chapter 4)

  1. Next chapter nya ya eon !! >~< cepetan di update, ceritanya Daebakk !! Suho jgn digituin dong eon.. Kasian kkk xD *peluk suho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s