This is Crazy

Title  :  This is Crazy

Author  :  Kim Dhira (@farahwijaya)

Cast  :

– Kris Wu / Wu Yi Fan

– Lee Haera (OC)

– Oh Sehun

– Kim Jong In / Kai

– Lee Naeun (OC)

– Byun Baekhyun

– Cho Daehyun (OC)

– Xi Luhan

– Kim Jisun (OC)

Supporting cast  :  Zhang Yixing / Lay

Genre  : romance (?) , friendship (?)

Ratting  :  PG 16+

Length  : oneshoot

Note :

FF ini pernah di publish di GIGSent Fanfiction dan exo fanfiction indonesia, jadi kalau ada yang pernah baca berarti kalian baca disalah satu blog tersebut. Dan mengenai ratting ff ini, sebelumnya aku mau ingetin sama readers kalau yang belum berumur 16 tahun disarankan ada pembimbingnya *loh? apa ini?* tapi, walaupun ada rattingnya sekali pun pasti kalian akan tetep baca kan. Jadi aku pingin wanti-wanti di awal kalau ff ini bukanlah FF NC tetapi ada banyak part yang bisa dibilang kelewat batas normal (?). yasudahlah dari pada semakin panjang lebih baik kita langsung aja ya….

poster

Happy reading and enjoy 🙂

Ku lirik jam tangan berwarna abu-abu yang mengikat manis dipergelangan kiri ku. Tujuh kurang sepuluh? Ya… setidaknya aku masih memiliki sisa waktu sepuluh menit untuk berjalan menuju kelas. Mengingat kelas ku yang berada dilantai tiga, satidaknya waktu itu cukup untuk aku sampai disana, asalkan saat ini aku tak  bertemu dengan sahabat-sahabat ku. Tetapi sepertinya itu mustahil! Karena kini, saat aku belum melangkah satu langkah pun, mata ku sudah menangkap keberadaan mereka yang tengah.. ya…. melakukan ritual mereka dikala bertemu. Dan itu sungguh membuat ku merasa jijik.

Dengan sangat terpaksa, dan mengingat waktu yang telah mendesak ku, aku mulai melangkahkan kaki ku menuju koridor kampus dimana mereka tengah berada. Tepat lima lingkah dibelakang mereka, aku menghentikan langkah ku. Sungguh rasanya aku ingin mengikat mereka satu persatu dan mendorong mereka kedalam jurang agar mereka tak melakukan ritual konyol nan mejijikan itu.

“Haera-ah….”

Aku sedikit terkejut karena suara panggilan memekikkan yang berhasil membuyarkan lamunan yang tak akan pernah terjadi. Dan saat ini juga, aku merasa bahwa mereka tengah menatap ku dengan tatapan yang sangat ku benci.

“annyeong….” Sapa ku mencoba untuk tak mengindahkan tatapan menyeramkan mereka. Kini bulu  kuduk ku telah berdiri dan membuat ku merasa sedikit bergetar karena ulah mereka.

“hi.. Lee Haera, apakah tidur mu nyenyak?”

“hari ini kau terlihat sangat yeppeo dan.. err… sangat memikat ku.”

“yak! kalian menjijikan. lepaskan aku!” Pekik ku saat kedua namja gila ini telah membuat ku tak dapat bergerak. Kris, namja berambut pirang ini telah meletakkan tangannya di bahu ku. Yak! Apakah ia tak tahu, seberat apa tangannya yang ia letakkan di bahu ku? Melihat bagaimana postur tubuhnya, bagaikan aku seekor hamster dan ia kucingnya. Dan Sehun, apakah ia gila? Bagaimana bisa ia merangkul pinggang ku seperti ini? Aaahhh bisa-bisa sebentar lagi aku akan mati berdiri di tempat ini karena ulah mereka.

“hahaha… makanya lekaslah punya kekasih seperti kami. setidaknya dengan itu kau akan terbebas dari kedua namja keparat itu.”

Sontak aku langsung menatap tajam pada seorang Lee Naeun karena ucapannya yang membuat ku langsung tak berkutik. Menatapnya sama saja dengan melihat ritual konyol mereka. Aish… ya Tuhan… kenapa aku bisa memiliki sahabat seperti mereka semua??!!

“yak kalian! hentikan ritual menjijikan itu. sudah saatnya kita masuk kelas.” Ucap ku dengan intonasi yang masih sama seperti sebelumnya, sembari mencoba melepaskan diri ku dari perangkap kedua kucing menjijikan ini.

“tenanglah Haera-ah, kau tak ingat Naeun lah pemilik sekolah ini. jadi kau cukup berdiri disana dengan kedua namja mu itu sembari melihat kami melakukan ritual yang kau bilang menjijikan ini.” Ujar Kai, namja yang merupakan kekasih Naeun , dengan tangannya yang masih ia lingkarkan di pinggang yeoja nya itu yang semakin ia eratkan saja rangkulannya. Aiish…melihat Naeun dan Kai, itu sudah cukup memberikan gambaran untuk ku apa yang tengah dilakukan seorang Cho Dahyun dengan Baekhyun kekasihnya, dan juga seorang Kim Jisun dengan Xi Luhan yang juga kekasihnya.

KRRRIIIINNNGGGGGG

Mwoya? Bel nya? Aish… aku harus segera pergi dari tempat terkutuk ini. Aku tak mau menjadi bahan perguncingan oleh Sica-saem karena telat masuk ke kelasnya. Sedangkan mereka? Aku tak peduli. Toh.. ada Naeun sang pemilik sekolah ini.

Tunggu..  apakah mata ku tak salah lihat. Itu.. itu.. namja itu… Lay.  Apakah ini pertolongan Tuhan? Aish.. apa pun itu. Aku harus segera mengejarnya.

“yak! lepaskan!” Pekik ku lagi sembari mencoba menyingkirkan tangan-tangan menjijikan ini dari tubuh ku.

“annie, kami tidak akan melepaskannya.”

“yak Oh Sehun. apakah kau tak mendengar bel telah berbunyi?!” Maki ku lagi dengan tetap mencoba untuk menyingkirkan tangan-tangan ini. Dan berhasil. Aku berhasil melepaskan diri ku dari perangkap terkutuk itu. Dan sekarang saatnya aku untuk pergi.

“aku ke kelas dulu…” Pamit ku dan langsung berlari menghampiri Lay yang sepertinya juga akan menuju ke kelas. Lay… mimpi apa aku semalam? Saat ini aku bertemu dengannya dan mungkin dalam beberapa langkah lagi, aku akan berjalan bersamanya menuju kelas, bersama dengan seorang namja yang ku kagumi. Sangat ku kagumi.

*****^.^*****

Aku langsung menghempaskan tubuh ku saat bel nyaring itu telah berbunyi sangat nyaring. Akhirnya… setelah hampir tiga jam aku terus duduk dan memperhatikan seorang Jessica Jung, guru yang paling ku hindari karena ke killerannya, kini kebebasan telah berdiri didepan mata ku. Dan kini saatnya aku untuk sedikit meregangkan otot-otot ku dan mengisi perut ku dengan makanan-makanan yang lezat.

“ya Lee Haera. kau mau kemana?”

“aku ingin makan.” Jawab ku singkat dan langsung melesat pergi meninggalkan ketiga sahabat ku itu. Dapat ku tebak, apa yang akan mereka lakukan saat ini. Menunggu kekasih-kekasih mereka serta kedua temannya yang akan datang ke kelas ku.

*****

Semangkuk ramyun dan segelas juice jeruk telah habis ku makan. Dan kini saatnnya aku untuk merilekskan tubuh ku setelah makan. Huuhhh…. ini baru namanya surga. Tak ada kedelapan manusia menjijikan itu disini. Jadi aku tak perlu memaksa otak ku untuk memikirkan rencana pembebasan diri dari mereka.

“hai.. bolehkah aku bergabung dengan mu disini?” Aku sedikit terkejut saat mendapati siapa orang yang tengah mengajak ku berbicara. Sesaat rasanya seperti aku tak dapat menghembuskan nafas ku. Bahkan mungkin aku lupa bagaimana caranya untuk bernafas.

“ah? e.. em… ne.” Jawab ku setelah memastikan bahwa ini bukanlah mimpi. Ini benar-benar nyata. Kenyataan yang selalu aku harapkan.

“kau sendiri? tumben sekali. dimana teman-teman mu yang lain?”

“em.. mereka, sepertinya berada di kelas. yah… kau tahu sendirilah bagaimana mereka.”

Huuuhhh… kini dentuman di jantung ku telah membuat ku merasa tak nyaman karena aku tak dapat mengontrolnya. Setiap berada didekatnya, aku selalu seperti ini. Aish… Lee Haera cepat normalkan keadaan mu ini. Jangan permalukan diri mu sendiri.

Lambat laun aku mulai dapat mengontrol jantung ku. Yah.. walaupun perlu waktu lama untuk menormalkannya, tetapi setidaknya kini aku telah berhasil melakukan hal itu. Dan disaat aku tengah menikmati kebersamaan ku dengannya, aku merasa ada yang menarik lengan ku hingga membuat ku berdiri dari kursi yang tengah ku duduki.

Kris? Namja ini. Apa yang ia lakukan?

“ikut aku.” Ucapnya dingin dan langsung menarik ku pergi meninggalkan Lay yang sepertinya tengah menatap ku bingung.

“yak! lepaskan aku!”

Tak ada jawaban. Ia hanya terus menarik ku dengan wajahnya yang begitu dingin. Sungguh, rasanya ingin sekali aku membunuh namja ini. Kenapa bisa ada manusia seperti dia di muka bumi ini??!!!

“yak! lepaskan!!” Ucap ku lagi dengan mencoba menghentikan langkah kami. Tapi sepertinya itu hanya sia-sia, megingat sekekar apa tubuhnya, dan sekecil apa tubuh ku.

lamborghini sesto elemento

Kami berhenti tepat didepan lamborghini sesto elemento miliknya. Dan saat itu juga mata ku menangkap sosok ketujuh sahabat ku yang lain, dan tunggu tak hanya mereka saja. Tetapi hampir seluruh mahasiswa di kampus ku. Dan temaksud Lay? Lay ada disana, diantara kerumunan orang-orang itu. Yak! Apa yang ingin mereka lakukan?!

“perhatian. kami meminta kalian kesini untuk mengumumkan satu hal.”

“ne. kami ingin memberitahu kalian bahwa…… Lee Haera, yeoja ini adalah milik kami. ia adalah kekasih ku, Oh Sehun dan juga Wu Yi Fan atau kalian mengenalnya Kris Wu. jadi jangan sekali-kali mencoba untuk merebutnya dari kami.  karena kalian akan tahu apa akibatnya.”

“YAK!! APA YANG……”

Aku  menggantungkan ucapan ku, saat samar-samar telinga ku menangkap beberapa ucapan yang sedikit membuat ku tercengang. Bahkan dapat dibilang, aku tak dapat  mempercayainya.

“mwoya? mereka berpacaran dengan seorang yeoja yang sama?”

“bagaimana ini? harapan ku untuk memiliki salah satu diantara mereka pupus sudah.”

“ya! bagaimana bisa seorang Lee Haera mau menjalin hubungan dengan namja seperti Kris dan juga Sehun?”

“hentikan pemainan konyol kalian ini!” Bisik ku pada kedua manusia terkutuk ini.

“ini bukan permainan konyol. sejak saat ini, kau kekasih kami.” Jawab Kris begitu santai bahkan sangat santai hingga membuat amarah ku benar-benar terbakar olehnya.

“oh iya, ini kartu mahasiswi mu. kami akan memegangnya, sebagai jaminan selama tiga hari ini kau akan mengikuti kemauan mereka.”

“yak Lee Naeun! kembalikan kartu mahasiswi ku sekarang!” Perintah ku kepada sosok yeoja yang masih dengan setia berada didalam rangkulan seorang Kai.

“annie. kami tidak akan mengembalikannya sebelum kau menyetujui semua ini.”

“kau gila Dahyun-ah! aku tak mau!!”

“kalau kau tak mau, ya… dengan sangat terpaksa kami tak mengembalikan kartu mahasiswi mu ini.” Ucap Jisun yang begitu tenang, membuat ku tak dapat berfikir lagi dan langsung mengiyakan keinginan mereka. Sungguh bodoh kau Lee Haera!!!!!

“bagus. kalau begitu, hari ini kau bersama ku. ayo masuk…” Aku kembali menatap Kris yang kini telah membukakan pintu mobilnya untuk ku. Arrgghhh.. apakah aku harus masuk?

“kau tidak mau masuk? berarti ucapkan selamat tinggal pada kartu mu ini.”

“aish baik-baik, aku masuk.” Jawab ku yang langsung memasuki mobil mewah milik Kris ini. Sungguh, aku akan menghabisi mu Byun Baekhyun karena ucapan mu tadi.

*****

Selama perjalanan yang entah kemana, tak ada satu pun kata yang terlontar dari bibir ku. Walau nyatanya banyak sekali pertanyaan yang ingin ku tanyakan padanya. Tetapi melihat ekspresinya  yang begitu dingin dan membunuh, nyali ku hilang begitu saja. Aish… kepala ku benar-benar pusing sekarang. Aku masih memiliki satu kelas lagi, tetapi kini aku sudah tak berada dilingkungan kampus. Argghhhh… aku ingin mati rasanya.

“apakah kau ingin terus berada disana?” Aku menoleh sekilas dan ku dapati Kris  telah membukakan pintu untuk ku. Apakah sedari tadi aku melamun? Tentu saja Haera pabo. Sedari tadi kau hanya melamun dan tak menyadari dibawa kemana kau oleh namja ini. Aish… matilah sudah.

“kita dimana?” Tanya ku saat kami tengah berjalan memasuki sebuah rumah mewah yang sanggup membuat ku tercengang. Sangat tercengang.

kris' house

Seorang wanita yang mengenakan pakian yang sepertinya merupakan seragamnya menyambut kedatangan kami. Ia merundukkan tubuhnya tanpa menghilangkan sebuah lengkungan di bibirnya.

“tuan muda, semua sudah siap.”

Tuan muda? Kenapa pelayan itu menyebut Kris tuan muda?

“ne. Haera-ah kau tunggu disini sebentar. nanti pelayan ku akan mengantarkan mu.” Ujarnya yang lansung beranjak pergi dan tanpa memberikan ku kesempatan untuk mengeluarkan sepatah kata pun. Tsk, namja ini benar-benar membuat ku kesal.

“nona mari ikut saya.”

Ku anggukan kepala ku perlahan dengan senyum yang ku paksakan pada pelayan tersebut. Layaknya orang bodoh, sembari berjalan aku terus saja mengedarkan arah pandang ku memperhatikan ruangan demi ruangan yang pelayan itu tunjukkan pada ku. Rumah ini begitu mewah, bahkan sangat mewah untuk orang semacam Kris. Aish… apakah pelayan ini tidak membohongi ku?

“sudah sampai. nona silahkan masuk.” Ujar pelayan itu yang membuat ku langsung menghilangkan semua fikiran-fikiran tak berguna itu. Aku mengangkat sedikit alis ku. Menatap sebuah pintu besar yang berada tepat didepan ku. Tempat apa lagi ini?

“apakah anda tidak masuk?” Bodoh. Pertanyaan macam apa itu Lee Haera?! Lihat wajah pelayan itu. Ia terlihat terkejut mendengar pertanyaan mu.

“annie. aku hanya bertugas untuk mengantarkan nona. mari nona, silahkan masuk.” Ujarnya lagi, dan kali ini dengan gerakan tangannya yang membukakan pintu tersebut untuk ku. Dengan sangat berat hati, aku melangkahkan kaki ku masuk kedalam ruangan ini.

Baru saja pintu ini tertutup, namun aku sudah terlebih dulu terkejut ketika mendapati sosok Kris yang telah berganti pakaian dengan sebuah kemeja putih yang dua kancing teratasnya tidak terkancing, serta setelan jas berwarna hitam. Ia bangkit dari duduknya, berjalan kearah ku dengan tatapan yang membuat ku langsung menundukkan kepala. Takut? Tentu aku merasa takut. Berada diruangan yang sama dengan namja mengerikan ini membuat siapa pun yang bersamanya pasti akan takut.

Ia semakin berjalan maju kearah ku. Dan hal itu langsung membuat ku melangkah mundur hingga kini tubuh ku sudah tertempel dengan daun pintu. Aish… Lee Haera! Kau benar-benar pabo! Kenapa kau berjalan mundur? Rungan ini luas. Kau bisa saja menghindar kesisi lain.

Aku sedikit mengangkat kepala ku. Dan mata ku langsung menangkap sebuah seringai mengerikan yang ditunjukkan oleh namja mengerikan ini. Aku tahu ia sahabat ku, tetapi melihatnya seperti ini membuat ku langsung membuang jauh-jauh pemikiran mengenai dia yang merupakan sahabat ku. Dentuman di jantung ku kembali bertambah cepat saat ia meletakkan kedua tangannya di kedua sisi tubuh ku, mengunci ku hingga membuat ku tak dapat bergerak sesuka hati ku.

“kenapa kau menunduk? apakah kau takut?”

Booddddoooohhhhh. Kenapa kau malah menanyakan hal yang sudah jelas-jelas memang tengah terjadi?

“n-ne. bi… bisakah kau menying…….” Belum sempat aku menyelesaikan ucapan ku, ia telah lebih dulu mengunci bibir ku dengan bibirnya. Otak ku tak dapat berfikir dengan baik. Hingga membuat ku lupa tentang bagaimana caranya untuk mendorong tubuh seseorang.

Semakin lama, aku merasa kian merendah kebawah. Dan kembali, tanpa ku sadari lagi kini tubuh ku telah berada dibawah tubuhnya.

“he.. henti.. kan…..” Ucap ku dengan susah payah karena bibirnya yang terus melumuti bibir ku.

Ia menghentikan ciumannya. Sepertinya ia mendengar ucapan aneh ku tadi.

“wae?” Tanya nya yang masih berada diatas tubuh ku. Dan aku yang masih berada dibawahnya, serta tangan ku yang ku letakkan didadanya bermaksud untuk mendorong tubuhnya, tetapi aku sama sekali tak dapat melakukan hal itu.

Aku hanya diam. Aku tak tahu jawaban apa yang harus aku berikan padanya. Aku hanya ingin ia menghentikan aktivitas menjijikannya ini tanpa ada jawaban apa pun.

“kau diam, berarti kita akan lanjutkan lagi.” Ucapnya yang langsung menyambar bibir ku tanpa memberikan jarak waktu untuk aku melontarkan satu kata pun. Ia kembali menyapu bibir ku lembut, hingga membuat ku tak dapat berkutik. Aku mulai terbawa permainannya. Tanpa sadar, sedikit demi sedikit aku mulai membalas ciumannya. Walau aku tak membalas ciumannya sepenuhnya.

Ia kembali menjauhkan bibirnya dari bibir ku. Dan mungkin ini saatnya untuk aku bangkit dan mengakhiri hal aneh ini. Tetapi, baru saja aku akan mendorong tubuhnya menjauh dari ku. Ucapannya langsung membuyarkan semuanya, lagi.

“kau belum membalas sepenuhnya. aku ingin kau membalas sepenuhnya.” Ucapnya yang langsung kembali menyapu bibir ku. Dan untuk kali ini, aku benar-benar sudah terhipnotis oleh dirinya. Aku benar-benar melakukan apa yang ia katakan. Sungguh, perbuatan bodoh ku ini tak dapat ku maafkan. Tetapi aku benar-benar tak berkutik dibuatnya.

Aku mengalungkan kedua tangan ku pada lehernya. Tanpa sadar, aku benar-benar sudah terperangkap didalam permainannya. Contohnya, membalas ciumannya ini.

Ia mengakhirinya. Pipi ku langsung terasa panas saat mata kami bertemu. Sepertinya aku harus benar-benar mengakhiri nya. Tanpa aba-aba, aku langsung mendorong tubuhnya dan bangkit dari posisi ku. Aku menatapnya dengan kesal, tetapi ia malah tersenyum. Sungguh, rasanya aku ingin langsung membenuhnya. Namun aku tak mungkin melakukan hal itu.

“ganti pakaian mu.”

“nde?”

“ne. ganti pakaian mu. aku telah menyiapkannya.” Dalam kebingungan yang ku rasakan, ia mendorong tubuh ku menuju kamar mandi yang berada didalam ruangan ini. Aish… apa lagi yang ia rencanakan???!!!!

*****^.^*****

gaun-1

Gaun yang cantik. Tetapi untuk apa ia menyuruh ku mengganti pakaian ku dengan gaun ini? Aish.. sudahlah. Lebih baik aku segera keluar dan mengakhiri semua ini agar aku segera mendapatkan kembali kartu mahasiswi ku.

Author POV

Haera membuka pintu kamar mandi tersebut dan langsung disambut oleh Kris yang telah menunggunya. Sedikit terkejut, tetapi ia mencoba untuk menyembunyikan rasa keterkejutannya itu. Ia pun melangkahkan kakinya menghampiri Kris.

“neomu yeppeo. kau cantik dengan gaun ini.” Ucap Kris yang sedikit membuat lengkungan tipis dibibir Haera terbentuk. Tetapi ia segera menghilangkan lengkungan itu sebelum namja dihadapnnya menyadarinya.

“lalu untuk apa kau menyuruh ku memakai gaun ini?”

“untuk berdansa.” Ucap Kris yang langsung menarik tangan Haera mengikuti langkahnya.

*****

“aku tak bisa berdansa Kris.” Ucap Haera saat Kris tengah mempersiapkan beberapa piringan hitam yang akan mengiringi mereka.

“tak apa. toh ini bukan ajang pencarian bakat. kita hanya akan bersenang-senang disini.” Jawab Kris dan langsung menuntun Haera mengikuti gerakannya.

*****

Alunan musik yang kian melambat, menandakan bahwa sebentar lagi mereka harus menghentikan kegiatan mereka. Semakin lambat, semakin lambat, dan tap, alunan musik telah benar-benar berhenti. Walaupun musik telah tak terdengar lagi, Kris, namja itu masih saja merangkulkan tangannya pada pinggang ramping Haera. Dan itu sanggup membuat Haera kembali merasakan panas disekujur tubuhnya.

“em… bisakah kau melepaskan ku?” Ucap Haera ragu tetapi masih tetapi ia utarakan.

“annie. aku tak akan melepaskannya.”

Kris mengangkat salah satu tangannya. Ia gerakkan tangannya untuk mengenyampingkan rambut panjang milik Haera yang terurai. Sedangkan Haera, tubuhnya telah terlebih dulu menunjukkan reaksi atas rasa takut yang masih menggelayuti benaknya.

Kris, namja itu kini mendekatkan wajahnya pada pundak milik Haera. Menyesapi aroma tubuh yeoja itu yang terkuar begitu saja. Perlahan ia dekatkan bibirnya pada pundak bagian kanan yeoja itu. Membuat sang pemilik pundak merasakan sensasi aneh disekujur tubuhnya.

“he.. hentikan Kris…” Ujar Haera masih dengan tubuh yang begetar.

“tenang saja. aku tak akan melakukan hal yang lebih dari ini. aku hanya ingin membuat tanda ditubuh mu sebagai bukti bahwa kau hanya milik ku.” Ujar Kris masih dengan melakukan aktifitasnya yang kini telah beralih dengan leher jenjang Haera. Perlahan ia mulai menciumi leher yeoja itu, hingga menyebabkan sang pemilik leher tersebut harus menahan sekuat tenaga rasa takut yang kian menggelayuti dirinya. Aktifitas namja itu berhenti tepat ketika suara erangan pelan sang pemilik leher yang terlontar begitu saja. Ia tersenyum puas saat melihat sebuah tanda yang berhasil ia buat dileher yeoja yang masih berada didalam rangkulannya itu.

*****^.^*****

Matahari telah menyinarkan sinarnya. Burung-burung pun telah menyumbangkan suara indah mereka untuk menghiasi pagi itu. Seorang yeoja masih terus berdiri tepat didepan bangunan bertingkat yang merupkan universitas nya, tanpa ada niatan untuk masuk kedalam. Ia menatap sekilas pakaian yang tengah dipakainya. Ia merasa aneh ketika melihat syal yang menutupi lehernya. Tetapi tak ada pilihan lain, mengingat sesuatu telah terjadi pada leher jenjangnya, ia harus tetap memakai syal itu.

hoodie-1

Dengan hati yang berat, ia melangkahkan kakinya menyusuri koridor  bangunan tersebut. Sepanjang koridor yang ia lewati, tak terlihat satu mahasiswa pun disana. Jelas saja, kini waktu telah menunjukkan pukul  tujuh lebih lebih lima, tak mungkin masih ada mahasiswa yang berkeliaran pada saat itu. Terkecuali kedelapan orang yang merupakan temannya.

Dari jarak yang tak terlalu jauh, ia dapat melihat apa yanng tengah dilakukan teman-temannya itu. Ya.. apalagi kalau bukan melaksanakan ritual pagi hari mereka.

“itu Haera..” Ujar seorang namja yang langsung membuat seluruh pasang mata langsung beralih menatap sosok yeoja yang masih berdiri terpaku menatap kearah mereka.

“ya Tuhan.. kenapa Luhan melihat kearah ku?” Geram yeoja bernama Haera itu yang lebih terdengar seperti  rutukan putus asa. Dengan bersusah payah, ia memaksakan kakinya untuk melangkah menghampiri teman-temannya.

“ada apa dengan mu? apakah kau sedang sakit?”

“sakit? kau bercanda Jisun-ah? tak mungkin seorang Lee Haera akan dengan mudahnya sakit.”

“lalu, kenapa kau memakai syal di musim yang tak dingin ini?”

“ya Baekhyun-ah! kau bodoh atau pura-pura bodoh, eo?”

“aish.. apa maksud mu Kai-ah. aku tak mengerti.”

Perdebatan kecil yang terjadi membuat Lee Haera, yeoja yang menjadi topik perdebatan itu merasa geram. Rasanya ingin sekali ia membuang teman-temannya itu keluar angkasa. Namun belum sempat fikirannya terealisasikan, seorang yeoja telah lebih dulu menarik Haera dan melepaskan syal yang dikenakannya dengan paksa.

“cepat lepas syal mu..”

Dalam hitungan detik, leher jenjang nan putih milik Haera telah terekspos seutuhnya didepan teman-temannya. Dan tepat dileher bagian kanannya, sebuah tanda berwarna merah langsung menarik perhatian ketujuh teman-temannya, terkecuali seorang namja yang hanya tersenyum senang mendapati hasil karyanya yang ia anggap sangat memuaskan itu.

“apakah ini kau yang buat Kris-ah?” Tanya seorang namja berkulit putih yang berdiri tepat disamping namja yang ia panggil Kris itu. Sebuah anggukan kepala oleh Kris menjadi jawaban atas pertanyaan yang diarahkan kepadanya. Sontak, seluruh pasang mata itu langsung beralih menatap Haera, yeoja yang sedari tadi hanya mampu menundukkan kepalanya.

“berarti kini giliran ku. kajja Lee Haera..” Sosok namja yang bediri disamping Kris itu  kini menarik lengan Haera pergi. Haera nampak bingung saat sosok namja itu membukakan pintu mobilnya untuk Haera.

“kita mau kemana Sehun-ah? kau tahukan aku ada kelas pagi ini?”

“sekali-kali tak masuk tak apa kan? ayo masuk..” Ujar namja bernama Sehun itu sembari mendorong pelan tubuh Haera masuk kedalam mobil mewah miliknya.

2013 McLaren MP4-12C

Dalam sekejap mata, McLaren putih tersebut  telah melaju meninggalkan area parkir universitas.

*****^.^*****

Sebuah mobil mewah baru saja terparkir tepat didepan sebuah boutique terkenal. Sang pengemudi segera turun dan membukakan pintu untuk seorang yeoja yang berada di mobil tersebut.

“kenapa kita kesini?” Tanya yeoja itu saat pintu mobil tersebut baru saja ditutup.

“kita akan mencari gaun untuk mu. kajja…” Ucap namja itu sembari kembali menarik tangan yeoja tersebut.

“annyeonghasaeyo tuan Sehun.. kami telah mempersiapkan pesanan anda. mari ikut saya…” Sambut pelayan boutique itu saat melihat kedatangan mereka. Dengan segera, pelayan tersebut langsung berjalan menuju satu ruangan yang telah dipenuhi beberapa gaun cantik yang juga dapat dibilang sexy, karena sebagian besar gaun tersebut merupakan gaun yang mengekspos lengan yeoja yang akan memakainya.

Sehun, namja itu langsung menyusuri ruangan tersebut. Melihat-lihat berbagai macam gaun cantik yang dipajang disana. Langkahnya terhenti tepat didepan sebuah manekin yang  mengenakan sebuah gaun berwarna merah muda yang cantik dan juga cukup dikategorikan sexy. Sebuah gaun yang mengekspos pungggung yeoja yang akan mengenakannya.

gaun-2

Ia meraih gaun tersebut dan memberikannya pada sosok yeoja yang sedari tadi hanya termangu melihat gaun-gaun cantik tersebut. Tetapi ia kembali dibuat terkejut saat melihat gaun yang diberikan Sehun padanya. Matanya membulat tak percaya ketika melihat gaun yang kini telah berpindah tangan ke tangannya.

“haruskah aku memakai gaun ini?”

“ne. cepat ganti pakaian mu. aku akan tunggu disini.”

Mengingat kartu mahasiswi yang masih berada di tangan teman-temannya, ia pun dengan pasrah menuruti apa yang dikatakan namja tersebut. Dengan berat hati, ia harus merelakan punggungnya terekspos begitu saja.

*****

Ia pandangi pantulan dirinya di cermin. Gaun yang cantik membuat seulas senyum sedikit mengembang dibibirnya. Namun ketika ia memutar tubuhnya, senyum itu berganti menjadi gurat pasrah pada wajahnya.

Haera POV

Kalau bukan karena kartu mahasiswi ku, aku tak akan mau mengenakan gaun bodoh seperti ini. Gaun macam apa ini? Apakah designer nya sudah tak mempunyai ide lagi, sampai-sampai membuat gaun tak sempurna seperti ini? Atau, apakah ia tak memiliki uang untuk membeli bahan untuk melengkapi karya nya, eo? Aaahhhh…. aku sudah benar-benar dibuat gila oleh mereka semua.

“igeo..”

Aku melirik sekilas pada pelayan tersebut dan juga namja gila ini. Sehun benar-benar sudah gila. Kenapa ia rela mengeluarkan uangnya demi gaun bodoh seperti ini.

“ne gamsahamnida…”

Sampai kapan aku akan menjadi budak teman-teman ku sendiri!?? Jika saja aku menjadi budak seperti budak pada umumnya, setidaknya rasa takut ku tak akan sebesar ini. Argghhh… kenapa aku bisa berteman dengan orang-orang seperti mereka?!!!

*****

“ya!!!” Pekik ku. Aku menatapnya kesal. Bagaimana tidak kesal? Ia kembali menarik ku pergi keluar dari boutique sesuka hatinya.

“kita mau kemana lagi?” Tanya ku saat mobil mewahnya ini telah melaju meninggalkan boutique.

“ke rumah ku. wae?”

“mwoya? ke rumah mu?”

“ne. bukankah kemarin kau bersama dengan Kris di rumahnya. jadi kini giliran mu berada di rumah ku.”

Author POV

Sehun menuntun Haera memasuki rumah mewah yang merupakan miliknya. Baru beberapa langkah mereka berjalan kedalam, seorang pelayan wanita telah menyambut kedatangan mereka.

“selamat datang tuan…”

“tolong kau antarkan dia.”

“ne tuan. nona mari ikut saya..” Ucap pelayan itu ramah pada Haera. Ia pun mengikuti langkah pelayan tersebut. Walaupun rasa bingung masih menggelayuti dirinya, tetapi pada akhirnya ia harus mengubur rasa itu karena ia tahu tak ada jawaban apa pun yang akan ia terima dari bibir namja tersebut.

sehun's room

Saat otaknya masih terus memikirkan sesuatu yang tak penting, kakinya telah melangkah masuk kedalam sebuah ruangan yang hanya dalam hitungan detik langsung membuatnya takjub dan melupakan semua yang sebelumnya tengah ia fikirkan. Warna putih yang mendominasi ruangan tersebut mampu membuat matanya tak berkedip untuk beberapa detik. Dimulai dari ranjang, sofa, dinding, hingga ornamen-ornamen kecil pun semuanya berwarna putih.

“nona silahkan tunggu disana.” Ucap pelayan itu membuyarkan lamunan Haera dalam sekejap.

“disana?” Tanya Haera tak percaya pada pelayan tersebut.

“ne. kalau begitu saya permisi..” Pamit pelayan tersebut.

Masih dengan rasa takjub dan rasa bingung nya, Haera memperhatikan seisi ruangan tersebut. Namun aktivitasnya terhenti saat suara namja yang ia kenali terdengar olehnya. Ia membalikkan tubuhnya, menatap sosok namja yang kini tepat berdiri dihadapannya. Dengan kemeja yang belum terkancingkan semua, sosok itu berhasil membuat rasa gugup hinggap dibenaknya.

“tolong kancingkan kemeja ku..” Ucap namja tersebut tepat ditelinga Haera. Membuat sang pemilik telinga refleks bergerak mundur kebelakang hingga langkahnya terhenti saat kakinya menyentuh pinggir ranjang yang ada didalam ruangan tersebut.

“ke-kenapa tak kau kancing….”

“sssttttt kau ingin kartu mahasiswi mu kembali kan. kalau begitu cepat lakukan..”

Dengan sangat berat hati, Haera melakukan apa yang diperintahkan Sehun padanya. Mengancingkan satu persatu kancing yang tertempel di kemeja yang melekat di tubuhnya. Namun, belum sempat Haera mengancingkan satu kancing pun, Sehun, namja itu telah lebih dulu menautkan bibirnya pada bibir mungil milik Haera. Sontak, Haera menggerakkan tangannya mendorong tubuh Sehun. Tetapi semua itu gagal karena Sehun telah lebih dulu melingkarkan salah satu tangannya pada pinggang Haera, dan juga meletakkan tangan yang satu nya pada tengkuk Haera.

“he.. henti…..” Ujar Haera yang tak terselesaikan disela-sela ciuman mereka.

Perlahan Sehun mendorong tubuh Haera hingga jatuh keatas ranjang tanpa sekali pun melepaskan ciuman mereka. Berkali-kali Haera mencoba untuk mengakhiri ciuman itu, tetapi Sehun tak kunjung memberikan kesempatan untuk Haera. Hingga semakin lama, Haera mulai menikmati apa yang tengah dilakukannya bersama dengan Sehun.

“kau belum sepenuhnya membalas ciuman ku…” Ucap Sehun yang membuat Haera sedikit terkejut, dan membuat rona merah muncul dikedua pipinya.

“pipi mu memerah, apakah kau malu?”

Haera tak menjawabnya. Dentuman di jantungnya telah membuat otaknya tak mampu berfikir dengan baik.

“kalau begitu mari kita lanjutkan lagi.” Sehun kembali menyapu lembut bibir yeoja yang berada dibawahnya. Semakin lama pertahanan yang dibuat oleh yeoja tersebut runtuh begitu saja. Dan pada akhirnya, Haera, yeoja itu membalas ciuman Sehun sepenuhnya.

“akhirnya kau membalas ciuman ku. gomawo Haera-ah….”

“k-kau yang.. membuat ku membalasnya.” Ucap Haera gelagapan karena smirk yang tiba-tiba saja ditunjukkan oleh Sehun tepat didepan wajahnya.

Haera POV

Tak ku sangka, ternyata dari kamar ini aku dapat melihat taman yang begitu cantik. Oh iya ngomong-ngomong.. dimana Sehun? Kenapa ia belum juga kembali?

Yak! Apa yang kau fikirkan Lee Haera. Bukankah jika ia tak ada kau akan tenang. Ya.. setidaknya jantung mu tak akan dibuatnya berpacu dengan sangat kencang.

Aish… lupakan lupakan. Tak selayaknya kau memikirkan hal itu sekarang.

“apakah kau tengah memikirkan ku?”

Deg… suara ini. Sentuhan ini. Ya Tuhan… baru saja jantung ku kembali  berdetak dengan normal. Tetapi sekarang kenapa kau biarkan namja ini datang, dan…. argghhhh… kenapa ia menyentuh punggung ku??!!

“sing… singkir……..”

“ssssstttttttt… tenang saja, aku hanya ingin menikmati harum tubuh mu. tak lebih.”

Author POV

Sehun menyentuh lembut punggung yeoja dihadapannya. Membuat sensasi-sensasi aneh hinggap dibenak yeoja itu. Ia juga tak lupa mengalungkan satu tangannya pada pinggang ramping yeoja tersebut. Perlahan, tangannya mulai beralih menyentuh pundak yeoja itu. Membuat yeoja tersebut merasakan rasa geli di tubuh nya.

“Sehun-ah.. henti…..”

Lagi-lagi, Sehun memotong ucapan yeoja itu dan tanpa memberikannya kesempatan untuk menyelesaikan ucapnnya.

“ssstttttt… tenanglah Haera-ah. sama hal nya dengan Kris, aku juga ingin membuat tanda pada tubuh mu sebagai bukti bahwa kau milik ku.” Ucap Sehun tepat ditelinga yeoja yang ia panggil Haera itu.

Ia melepaskan rangkulannya dan menuntun Haera menuju sofa yang berada dibelakang mereka. Tak ada yang bergeming satu pun diantara mereka. Hanya diam dan saling tatap yang terjadi saat itu.

Sehun mulai mendekatkan wajahnya pada pundak bagian kiri Haera. Ia menyesapi aroma parfum yang selalu dipakai Haera. Perlahan sasarannya berubah menuju leher jenjang yeoja itu. Ia mulai menciumi leher yeoja itu, hingga membuat pemiliknya harus merasakan banyak sensasi yang timbul karena perbuatannya.

Aktifitas yang tengah dilakukan Sehun tersebut sontak meloloskan satu erangan pelan oleh Haera. Mendengar erangan itu tak membuat Sehun mengakhiri kegiatannya, ia kini beralih pada pundak Haera yang masih bersih. Sehun mulai menciuminya, hingga membuat Haera merasakan rasa geli yang menyebabkan tubuhnya sedikit bergetar. Tak butuh waktu lama untuk Sehun membuat tanda pada pundak yeoja itu. Karena tak lama setelah itu, ia mengakhiri kegiatannya saat warna merah telah terlihat jelas pada pundak yeoja tersebut.

“mianhae telah membuat mu takut..” Bisik Sehun tepat ditelinga Haera.

Haera POV

Ku pandangi pantulan wajah ku dicermin yang ku bawa. Haruskah aku mengenakana syal lagi? Tak bisakah tanda ini menghilang dalam hitungan detik? Ya Tuhan… apa yang harus aku lakukan?!

“nona, sudah sampai.” Suara Park ahjussi berhasil membuat ku langsung menepiskan impian bodoh ku itu. Mana mungkin tanda-tanda ini akan hilang dalam hitungan detik.

“ne, gamhasamnida ahjussi..” Ucap ku berterimakasih padanya sebelum berjalan pergi menuju koridor kampus.

Selama menyusuri koridor, aku terus menundukkan kepala ku. Huuuhhh… aku berharap pagi ini, saat ini, aku tak bertemu dengan mereka. Aku ingin menenangkan diri ku untuk beberapa saat. Menyiapkan mental ku untuk menghadapi keusilan mereka.

“itu Haera..”

Suara itu, suara Cho Dahyun. Hhhaaaa… sepertinya harapan ku hanya harapan semu.

“ckckck.. ada apa dengan gaya berpakaian mu? kenapa kau masih memakai style seperti ini? hoodie abu-abu disertai dengan syal?”

hoodie-2

Aku hanya mampu menghembuskan nafas ku. Rasanya seperti tubuh ku tengah melayang-layang, dan tak menapaki tanah sedikit pun. Aku yakin, sebentar lagi pasti akan ada yang melepaskan syal ku secara paksa.

“sudahlah lepaskan syal mu.” Kai, namja itu kini menarik lengan ku hingga aku berpindah kedekatnya. Dan benar saja, tak lama setelah ia mengetakan kalimat itu, syal ku telah berpindah ke tangannya.

“mwo? Haera-ah leher mu..” Suara keterkejutan Baekhyun membuat ku menatap kearahnya. Apakah ia bodoh? Atau ia sengaja? Bagaimana bisa ia melontarkan kalimat seperti itu dengan nada bicara yang aarrggghhhhh???!!!!

“coba ku lihat.” Tangan dinginnya langsung menarik ku kedalam dekapannya. Ia singkirkan rambut ku kesatu sisi, dan sedikit memiringkan wajah ku.

“ehm…. tunggu. apa ini?” Ia tarik leher hoodie ku sedikit. Dan saat itu hembusan nafasnya mengenai pundak ku, dan membuat rasa geli kembali menghinggapi ku.

“Sehun-ah apa ini?” Tanya nya sembari memperlihatkan tanda merah yang terletak di pundak kiri ku.

“kiss mark? waeyo?”

“ya! aku hanya membuatnya di leher. kenapa kau membuatnya dia dua tempat?!”

“ckckck aku baru melihat mu seperti ini Kris. sudahlah.., tak usah diperpanjang. toh kalau kau iri, kau tinggal buat saja tanda lagi di pundak sebelahnya..”

Aku langsung menatap Luhan kesal. Apa yang baru saja ia katakan? Mudah sekali ia mengatakan hal itu. Aaarrgghhhh aku benar-benar…….

“kalau begitu aku akan membuatnya sekarang!”

“nde?” Kini mata ku langsung berbalik menatapnya. Sorotan tak terima langsung ku tunjukkan padanya. Tapi sepertinya ia tak memperdulikan itu. Ia malah semakin mengeratkan genggamannya pada lengan kiri ku.

“sini kemarikan pundak mu yang sebelah kanan.”

“m-mwo.. mwo… mwoya??”

“sudah diam saja. aku hanya akan meminjam pundak mu. kalau kau tak mau, aku akan kembali melakukan apa yang kita lakukan tempo hari disini, di tempat ini.” Ancamnya yang langsung membuat ku terdiam tak berkutik.

Aku dapat merasakan bagaimana nafasnya terhembus, dan tak lama kemudian bibirnya telah menempel di pundak ku. OMONAA!!!! Dia benar-benar melakukannya!!!!!

Selama ia melakukan hal itu, selama itu pula aku mencoba untuk menormalkan detakan jantung ku. Dan selama itu pula paru-paru ku tak dapat bekerja dengan baik. Membuat ku harus terus memburu nafas ku.

“ehem…. sepertinya sudah ada yang terbiasa dengan keadaan seperti ini.”

“ne. dan sepertinya tak akan ada lagi yang akan mengganggu ritual kita di pagi hari.”

Ku lirikan mata ku pada Naeun dan juga Luhan. Ya, dua orang itulah yang baru saja mengucapkan kalimat itu. Kalimat yang sedikit membuat ku berfikir tentang hal ini. Apakah yang mereka katakan benar? Tetapi kenapa bisa?

Tiba-tiba saja semau fikiran-fikiran yang tengah ku fikirkan hilang begitu saja, saat sebuah erangan pelan lolos dari bibir ku bersamaan dengan Kris yang mengakhiri kegiatannya di pundak ku.

“aaaaaaaa…”

“selesai. dan kini berarti kau telah resmi menjadi milik ku.”

“dan itu berarti, tidak akan ada namja lain selain kami berdua. dan jika kau melanggarnya, maka kau akan mendapatkan hukuman. dan hukuman mu adalah…….” Sehun menggangtungkan kalimatnya. Tetapi aku tak memiliki hasrat untuk mengetahuinya. Karena aku yakin hukuman yang mereka maksud adalah hukuman yang…… ah aku bingung untuk menjelaskannya. Yang jelas, mendengarnya saja bulu kuduk ku telah berdiri.

“kau harus menuruti apa yang kami perintahkan.” Ucap Sehun dan Kris bersamaan.

“mwoya?” Ku sorotkan tatapan tak terima ku pada mereka. Bagaimana bisa hukuman yang ku terima seperti itu? Aaaaahhhhh ini benar-benar gila.

“sssttttt sudahlah. kau tak usah membantah. lebih baik kita masuk ke kelas sekarang, sebelum kita akan berakhir di ruang guru.”

Dengan sangat putus asa, mengingat waktu yang telah membuat ku tak dapat membantah mereka, aku langsung menyetujui usulan Sehun untuk segera menuju ke kelas. Dan melupakan semua bantahan-bantahan yang telah ku buat. Karena saat ini aku telah benar-benar terikat dengan mereka.

Dan karena…. apa yang mereka katakan sepertinya benar. Aku mulai terbiasa dengan keadaan ini. Keadaan yang dulu sempat ku anggap menjijikan dan juga konyol. Mungkin ini gila, tunggu tunggu.. ini bukan mungkin, tetapi ini memang gila. Benar-benar gila. Nampaknya aku mulai menyukainya. Menyukai apa yang Naeun dan Kai lakukan, Dahyun dengan Baekhyun, dan juga Jisun dengan Luhan. Dan kini, semua yang biasanya mereka lakukan sudah ku alami. Hhaaa.. semua ini karena kegilaan seorang Wu Yi Fan dan juga Oh Sehun. Mereka yang membuat ku melakukannya dan membuat ku menjadi menyukainya. Hingga membuat ku tak memperdulikan lagi kartu mahasiswi ku yang masih berada di tangan mereka.

The End ^^,

Hhoooaaa…. akhirnya. Gimana gimana? Apakah menarik? Semoga readers merasa terhibur dengan FF abal-abal ku ini. Maaf kalau banyak typo dan alurnya yang cepat, karena sesungguhnya aku juga masih belajar. Dan karena itu, aku mohon kepada readers untuk memberikan saran dan komentar untuk ku supaya aku bisa lebih baik lagi, tetapi kalau readers mau ya.

Oh iya, aku juga mau berterimakasih kepada admin yang sudah dengan ikhlasnya mau mempublish ff ku ini. Gamsahamndia 🙂

29 pemikiran pada “This is Crazy

    • hehehe gomawo:)
      sequel ya? em~ aku belum ada pikiran untuk buat sequelnya.
      tapi mungkin aku akan bikin, soalnya member exo kan ada 12 *apa hubungannya?*
      sekali lagi terima kasih:)

    • makasih ya chibgu udah respon dan comment ff aku:)
      sequelnya? semoga aku bisa bikin ya. soalnya sampai saat ini aku belum ngedapetin feel dan nemuin jalan ceritanya. tapi aku akan usahain.
      *deep bow*

Tinggalkan Balasan ke thehunhun Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s