Regret (Chapter 2)

title : Regret ( chapter 2 )

author : Hyo Ra ( @kathleen8399 )

main cast : Xi Luhan , u can find it in the story

other cast : kim jong in a.k.a kai

length : twoshoot

warning : This is a Yaoi Fanfiction

CEKIDOT!

.

.

.

.

Semenjak kepergianmu…

Aku semakin kacau..

Apapun yang kulakukan..

Selalu mengingatkanku padamu..

Mengapa kau meninggalkan dunia ini begitu cepat?

Bogoshipeo, sehun-ah..

Jeongmal bogoshipeo..

 

Aku membenci diriku yang baru menyadari bahwa aku mencintainya..

Aku membenci diriku yang selalu menghindarinya..

Aku membenci diriku yang selalu menyakiti hatinya..

Tak dapatkah waktu ku putar balik?

 

@^@^@^@

 

LUHAN POV

 

Aku duduk memeluk lutut di sudut kamar ku sambil menatap keluar jendela dengan tatapan kosong.

 

TES!

 

Lagi-lagi butiran bening lolos dari mata indahku.

 

“Sehun-ah.. saranghae…”

 

Entah sudah keberapakali nya aku menangis,aku juga tidak mau mengingat itu. Mataku yang sembab.. rambutku yang acak-acakan.. kamar yang berantakan.. menunjukkan betapa kacaunya diriku sekarang. Teringat kembali saat bibirnya menyentuh bibirku, senyuman khasnya, dia yang selalu berusaha tegar di depanku walau hatinya telah terluka, dia yang lebih mementingkan nyawa orang lain di banding nyawa nya sendiri.. Aku rindu semuanya.. aku rindu semua yang ada di dirinya..

 

“Neomu neomu bogoshipeo Sehun-ah…”

 

@^@^@^@

 

BRUK!

 

HEY!! Kau gak punya mata eoh?! Gak bisa lihat di sini ada orang?! Cih! Dasar namja jelek!” maki seorang namja yang tak sengaja ku tabrak tadi.

Aku tak menghiraukan makian itu. Aku tak peduli dengan semua orang yang ada di sekitarku. Diriku sangat kacau sekarang. Rambut acak-acakan yang kubiarkan terurai, baju yang kancingnya terlepas satu, tali sepatu yang tak terikat.. sehun-ah..aku tak bisa hidup tanpamu.. kau lihat kan? Betapa kacaunya diriku sekarang.. bogoshipeo chanyeol-ah.. bogoshipeo.. bogoshipeo.. pandanganku mulaii mengabur. Air mata mulai mendesak untuk keluar. TES! Lagi-lagi aku menangis. Tak ku hiraukan orang-orang yang menatapku dengan pandangan aneh. Aku terus berjalan hingga sampai ke rumah dengan air mata yang masih mengucur deras. Ku hempaskan tubuhku ke tempat tidur dengan kasar. Ku benamkan wajahku dalam dalam ke bantal. Membiarkan bantal ku basah akibat air mataku. Sungguh, aku sangat frustasi karena kepergiannya.. aku tak mau menerima kenyataan ini.. tapi.. kenyataan tetaplah kenyataan.. aku tak bisa merubah apapun..

 

“Hiks.. Hiks.. Sehun-ah.. bogoshipeo..”

 

Aku tak tahu sudah berapa kali aku mengatakan ‘bogoshipeo’.. aku hanya berharap dengan mengatakan itu, luka di hatiku akan tersembuhkan.. tapi apa yang kudapat? Hatiku lebih tersiksa! Aku semakin merindukannya! Hiks.. air mataku keluar semakin deras. Aku lelah Tuhan.. Aku lelah.. sampai kapan Engkau akan memberikan aku cobaan yang sangat berat?

 

CKLEK!

Terdengar suara pintu terbuka dan tampak seorang yeoja paruh baya yang tak lain adalah eomma ku.

 

“Luhan-ah.. Uljima.. Eomma tahu apa yang kau rasakan.. Eomma juga tidak tega melihat anak eomma seperti ini.. pergilah ke Beijing. Eomma sudah menyiapkan segala kebutuhanmu di sana. Jadwal pesawat pukul 04.30 KST.” Ucap eomma sambil mendudukkan diri nya di tepi ranjangku dan mengusap surai rambutku lembut.

 

Haruskah aku ke Beijing untuk melupakan Sehun? Ah.. mungkin itu akan lebih baik daripada aku hidup di korea seperti ini. Barang-barang yang berhubungan dengan Sehun akan semakin mengingatkanku padanya.. tempat-tempat yang selalu ku lalui bersama sehun di korea.. itu akan selalu mengingatkan ku padanya.. tak mungkin juga aku hideup begini terus bukan? Aku akan membuka lembaran baru di Beijing!

“Baiklah.. aku akan pergi ke Beijing!” ucapku dengan senyum mantap.

 

I’ll try to forget you..

 

@^@^@^@

 

Sudah setahun aku tinggal di beijing.. lama.. sudah lama.. aku sudah mulai bisa melupakan Sehun..

 

Aku memakai sandalku dan mengambil tasku. Aku melangkahkan kaki ku keluar dari apartemen ku dan berjalan menuju supermarket sambil bersenandung kecil.

 

“Ahh.. sudah sampai…” aku melangkahkan kaki ku ke dalam supermarket dan mulai ke kasir untuk membayar belanjaan tersebut. Aku pulang ke rumah sambil menenteng belanjaanku yang termasuk berat untuk ukuran namja kecil sepertiku.

 

“Biar ku bantu.” Ujar seorang namja sambil meraih barang belanjaanku.

 

Aku menoleh ke arahnya…

DEG!

Jantungku terpompa lebih cepat dari biasanya. Tubuhku mematung saat melihat sosok itu. Aku memandangi wajahnya dengan seksama. Sosok yang selalu menghantuiku selama ini.. mengapa ia harus meuncul kembali di saat aku sudah mulai dapat melupakannya? Hati yang sudah hampir pulih seakan terhias kembali oleh luka itu..

 

“ S-sehun-ah..” ucapku dengan suara nyaris berbisik. Air mata mulai mengumpul di pelupuk mataku.

 

“OMO! Kenapa kau menangis?!” teriaknya panik ketika melihat buliran-buliran yang jatuh dari pipi mungilku.

 

“a-ani..” ucapku cepat sambil mengusap air mataku.

 

“jinjjayo? Kau benar-benar tidak apa-apa?”

 

“ne…” ucapku dengan sebuah senyuman paksa.

 

Dia membalas senyumanku. Ah.. bahkan senyumannya sangat mirip dengan sehun.. senyuman yang sangat ku rindukan..

 

“Ohya, namamu siapa?” tanyanya.

 

“Xi Luhan Imnida.”

 

“Lee Ji woo imnida. Bangapseumnida..” ucapnya sambil tersenyum manis padaku lagi.

 

Lee ji woo… siapa dia? Mengapa diri nya sangat mirip dengan sehun? Benarkah dia sehun? Otakku di penuhi dengan tanda tanya dengan dirinya.

 

@^@^@^@

 

Aku memeriksa handphone ku berkali-kali.

 

Flashback ON

 

“Gomawo sudah membawakan belanjaanku.” Aku tersenyum manis kepada lee ji woo.

“Ne .. Cheonma..” Ucapnya sembari membalas senyumanku.

Aku sudah mau masuk ke dalam apartemenku , hingga sebuah suara menghentikanku.

“Chakkaman! Boleh kah aku meminta nomor pomsel mu?” Tanya lee ji woo sambil menyerahkan sebuah kertas kosong dan pulpen kepadaku.

“Ah.. Ne.” Aku mengambil kertas & pulpen itu

“Ige ..” Ku serahkan kertas yang tertera no ponsel ku dan pulpen itu ke dia.

“Gomaptta. Nanti malam , tunggu pesan dariku ne? Hehehe~”

 

Flashback OFF

 

Aku memeriksa handphone sekali lagi. Dia belum juga mengirimiku pesan.

“Argh !! Kenapa aku menunggu pesan darinya??” Teriakku sambil meremas-remas rambutku.

Aku tak mengerti kenapa aku menunggu pesan darinya. Seseorang yang baru saja ku kenal.. Seseorang yang begitu misterius .. Aku tak habis berpikir.. Tak bisa kupungkiri wajahnya yang sangat mirip sehun.. Apakah karena aku menanggap nya sebagai sehun hingga aku menunggu SMS darinya?

TRRRT… TRRRT….

Aku segera mengambil ponselku dan melihat ada sebuah SMS masuk.

 

Annyeong , aku lee ji woo ^^

Mian , baru bisa SMS sekarang T.T

 

Aku segera mengetik untuk membalas pesan nya.

 

Hahaha .. ^^

Gwaenchanayo .. ^^

 

Belum saja aku sempat meletakkan hp ku , ponsel ku sudah berbunyi lagi.

 

Hari Sabtu nanti kau ada waktu?

Maukah kau ke apartemenku untuk makan malam? Kalau kau mau , kau bisa datang ke apartemenku pukul 06.30 KST ^^

 

Baiklah .. ^^

Aku akan ke apartemenmu hari sabtu nanti ^^

Gomaptta~

 

Aku memencet tombol ‘send’ , dan muncul ‘pesan terkirim’ di layar ponselku.

 

@^@^@^@

 

TING TONG !

Aku memencet bel apartemen ji woo dan seseorang membukakan pintu.

 

“Masuklah.” Ji woo tersenyum dan mempersilahkan aku untuk masuk.

 

“Gomaptta.” Aku membalas senyumannya dan melangkah masuk ke apartemennya.

 

Dia berjalan duluan dan duduk di kursi meja makan. Aku terpana melihat ruang tamu tertata rapi yang berada di sebelah ruang makan.. Meja makan yang terhidang berbagai makanan.. DEG! Sushi .. Makanan kesukaan Sehun .. Aku termenung selama beberapa saat.

 

“Ji woo-ssi , apakah sushi ini makanan kesukaan mu?” Tanyaku.

 

“Ne.. Ini makanan kesukaanku.. Waeyo? Apakah kamu tidak suka sushi?” Terlihat wajahnya yang kecewa.

 

“Ah.. Ani .. Ani .. Aku suka kok.” Aku tersenyum kepadanya seraya mengambil posisi tempat duduk di sebelahnya.

 

Hening .. Aku tak berniat membuka mulut untuk berbicara dengannya dan sepertinya dia juga tak berniat untuk membuka mulutnya.

 

“Kajja , kita ke kamarku.” Ajaknya setelah makan.

 

“Eh?”

 

“Kenapa malah bengong? Kajja,kita ke kamarku. Ada yang ingin ku ceritakan.”

 

“Ne..”

 

GREB !

DEG ! Miripp …. Sentuhan tanganya… Mirip Sehun…

CKLEK !

Dan sekali lagi ! aku berhasil dibuatnya terpana oleh kamarnya yang tertata rapi..

 

“Ige..” Dia menyodorkan sebuah barang kepadaku.

DEG! Kalung .. Kalung yang sama denganku yang kuberikan pada chanyeol ketika dia berulang tahun yang ke 17.. Kalung dengan rantai perak yang terdapat liontion batu berwarna silver mengkilat dengan ukiran inisial nama ku dan Sehun.. Indah..

“Dulu..” Dia mulai membuka pembicaraan dan aku mendengarkan nya dengan seksama. Penasaran! Sungguh,aku sangat penasaran! Dia bergeming untuk beberapa saat dan setelah itu dia mulai melanjutkan kata-katanya yang tertunda tadi. “Aku pernah tertabrak mobil di korea.. Aku.. Di bawa ke beijing karena aku akan menjalani masa pengobatan ku disini.. Aku tak dapat mengingat semua masa laluku.. Kalung itu.. Adalah barang yang selalu ku pakai hingga aku mengalami kecelakaan tersebut..”

DEG!

 

“S-sehun?! Langsung saja aku berteriak histeris karena kejadian yang dialami nya sangat mirip dengan sehun dan mereka bahkan memiliki kalung yang sama persis…

 

Kulihat dia terlonjak kaget akibat teriakanku dan wajahnya yang menunjukkan sirat kebingungan.

 

“Sehun? Nugu?” Dia bertanya kepadaku. Tapi aku tak menghiraukan pertanyaanya. Yang ada di otakku sekarang adalah aku hanya ingin membuktikan dia chanyeol atau bukan. Ku sibakkan bajunya sedikit dan .. Benar ! Tanda lahir itu ! Tanda lahir yang terdapat di pinggulnya bagian kanan.. Membuktikan dia adalah Sehun..

 

“S-sehun.. K-kau Sehun…!” Aku segera menghambur ke pelukannya.

 

“Akhirnya aku dapat bertemu denganmu,Sehun-ah.. Kau tahu? Betapa rindunya aku padamu.. Hikss .. Aku selalu mengira aku tak akan bertemu denganmu lagi.. Aku selalu mengira kau sudah meninggal.. Hikss.. Sehun-ah.. Hikss.. Aku sekarang juga mencintaimu! Tak ingatkah kau kalau kau dulu juga mencintaiku?! Hiks.. Kenapa sekarang kau melupakan ku?! Kenapa?! Kenapa?! Hikss.. Hikss..” Aku melepaskan diriku dari pelukannya dan ku kalungkan lenganku di leher jenjangnya. Sedikit lagi ! Sedikit lagi bibir kami bersentuhan..

 

BRUK!!

Dia mendorong ku keras hingga aku jatuh terduduk di lantai dengan tidak elit nya.

 

“YA! APA YANG KAU LAKUKAN?!” Dia membentakku dengan volume suara yang sangat keras.

“Mi-mian. A-aku..” Belum saja aku selesai berbicara,dia sudah memotong pembicaraanku duluan.

 

“KELUAR!! KELUAR SEKARANG!!” Bentaknya lagi hingga aku terlonjak kaget. Aku tak menyangka Sehun .. Akan menbentakku seperti ini.. Sakit.. Hatiku sakit.. Beginikah rasa sakit Sehun dulu? Aku berlari keluar dari apartemen nya dengan air mata yang masih saja kunjung keluar.

 

LEE JI WOO/SEHUN POV 

 

“Cih! Apa-apaan namja itu?!” Aku mendesis kesal kesal karena dia hampir saja menciumku. MENCIUMKU! Tapi.. Tak dapat kupungkiri.. Jantungku berdetak sangat kencang ketika ia bibirnya hampir menyentuh bibirku. Aneh bukan? Ada apa dengan jantungku ini?

 

“Ji woo! Kau sudah memilik namjachingu! Ingat itu!” Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dengan kuat untuk mengusir pikiran-pikiran ku yang sudah ngawur.

 

LUHAN POV

 

Ku hempaskan tubuhku ke kasur dengan kasar. Kejadian tadi masih saja berputar di otakku.

“Sehun-ah.. Benarkah kau telah melupakanku?” Ucapku pelan di sela isakanku.

 

Tuhan.. Mengapa kau selalu memberi ku percobaan yang sangat berat?

Tak puaskah kau menyiksaku begini?

Kejam.. Dunia ini sangat kejam…

 

“Hiks.. Hiks..” Tangisanku semakin deras.

Buliran-buliran kristal yang jatuh.. Menggambarkan rasa luka yang sangat dalam.. Menandakan aku sangat mencintainya.. Andai aku dulu sadar jika aku mencintainya.. Aku pasti sudah bahagia bersamanya.. Sungguh.. Aku sangat bodoh..

 

@^@^@^@

 

Aku berjalan menelusuri jalan setapak. Tiba-tiba mataku menangkap suatu sosok seseorang yang sangat tak asing bagiku. Sehun.. Bersama seorang namja? Dan tunggu! Apa yang sedang mereka lakukan?! Mataku memanas siap mengeluarkan buliran kristal yang mengumpul di pelupuk mataku. Aku melihat suatu permandangan yang seharusnya tak ku lihat! Pemandangan yang sangat menyakitkan!

 

“Hiks.. Hiks..” Aku jatuh terduduk di tepi jalan membuat semua mata tertuju padaku keculi sepasang kekasih yang sedang berlovey dovey ria. Sehun tak mungkin melihatku kan? Dia saja sedang sibuk berciuman dengan namjachingunya, bagaimana ia bisa melihatku?

 

“Hiks.. Hiks..” Aku masih saja menangis hingga seorang namja mendatangiku.

 

“Gwaenchana?” Tanyanya sambil berjongkok di depanku.

 

Aku mengangkat kepalaku dan melihat namja itu tersenyum manis padaku. Tapi, alhasil tangisanku semakin menjadi-jadi.

 

“Uwaa, uljima ne..” Pekik nya panik tapi aku tetap saja menangis hingga..

 

GREB!

Ia memelukku.. Mataku membulat dan seketika tangisanku berhenti. Hangat.. Ia memelukku dengan sangat erat.. Aku membalas pelukannya dan membenamkan wajahku di dada bidangnya melanjutkan tangisanku dalam diam.

 

LEE JI WOO/SEHUN POV

 

Aku melepaskan ciuman ku dari namjachinguku.

 

“Chagi,aku mau pulang..” Kata namjachinguku yang bernama baekhyun.

 

“Ne chagi.. Mau kuantar?” Tanya ku sambil mengusap pipinya lembut.

 

“Ahh.. Tidak usah.. aku bisa pulang sendiri kok..” Jawab nya sambil tersenyum manis.

 

“Baiklah.. Hati hati ne..”

 

“Ne chagi..”

 

Aku berjalan untuk pulang setelah baekhyun pulang dan tak sengaja mataku menangkap sosok yang kukenali. Xi Luhan? Bersama seorang namja? Dan… Mereka berpelukan? Tiba-tiba emosi bersarang di hatiku. Aku benci melihatnya bersama namja lain. Aku juga tak tahu kenapa.

 

“Cih! Mau saja di peluk-peluk oleh namja! Dasar murahan!” Desisku kesal.

Tanpa sadar aku mengepalkan kedua telapak tanganku.

 

@^@^@^@

 

LUHAN POV

 

Aku berlari ke rumahku bagai seekor anjing yang tengah ketahuan mencuri daging.

 

BLAM!

Aku langsung duduk bersandar di balik pintu sambil terengah-engah karena kehabisan oksigen.

deg.. deg.. deg..

Hatiku berdebar tak karuan sekarang.

 

FLASHBACK  ON

 

“Sudah tenang?” Tanya seorang namja yang tengah memelukku sekarang.

 

Aku mendongakkan wajahku “ne..”

 

Dia melepaskan pelukannya dan tersenyum manis.

 

“Kim jong in imnida, kau bisa memanggil ku kai.namamu luhan kan?”

 

“Darimana kau tau?” Tanyaku bingung.

 

“Rahasia.” Ujarnya sambil memeletkan lidahnya.

 

“Ya!” Teriakku berpura-pura marah sedangkan ia hanya terkekeh-kekeh.

 

“Sudahlah.. Itu tak penting. Aku mau bertanya padamu.. Tadi kenapa kau menangis?”

 

“Mianhae.. Aku tak bisa menceritakannya padamu.”

 

“Ah.. Gwaenchana..” Dia terlihat kecewa, aku pun tak tega.

 

“Kau benar-benar mau tahu?”

 

“Ne!” Ucapnya semangat dengan mata berbinar.

 

Aku menceritakan semua kepedihan ku dengan Sehun dan air mata mulai mengumpul kembali di pelupuk mataku.

 

“Omona! Mian, membuatmu menangis lahi!” Pekiknya dengan tatapan bersalah.

 

“Ah.. Gwaenchana..” Ujarku sambil memaksakan diriku untuk tersenyum.

 

Tiba-tiba dia menangkup kedua pipiku dengan kedua tangan kokohnya dan menatap mataku dalam.

 

“Lupakan saja namja itu! Kau lebih baik bersamaku! Aku yakin aku bisa membahagiakanmu! Aku tak membuatmu menangis seperti namja itu!”

 

“MWO?!” Pekikku dengan mata yang membulat sempurna.

 

“Sejujurnya.. Aku telah memperhatikanmu sejak lama. Hanya saja kau tak pernyah menyadarinya.”

 

BLUSH!

Seketika pipiku memerah dan aku menunduk untuk menyembunyikan wajahku yang memerah.

 

“Would you be my boyfriend?” Ucapnya sambil menggengam tanganku.

 

“Ah.. I-itu.. A-aku..” Aku berusaha mencari alasan yang tepat untuk kabur darinya.

 

“Ohya! Aku harus pulang ke rumah sekarang!” Aku cepat-cepat melepaskan paksa tanganku darinya dan berlari ke arah rumahku sekencang-kencangnya. Tentu saja itu hanya alasanku untuk kabur darinya.

 

FLASHBACK OFF

 

Deg deg deg..

“Argh!! Jantung!! Kenapa kau terus berdebar seperti ini?!” Teriakku sambil memukul-mukul dadaku.

Tiba-tiba terlintas di pikiran ku bayangan sehun. Aku termenung untuk beberapa saat.

 

“Sehun-ah.. Benarkah kau sudah melupakanku? Apakah namaku sudah tak ada lagi di hatimu? Apakah posisiku sudah tergantikan oleh namja itu? Hiks.. Hiks..”

 

aku menangis dalam diam.. Tanpa seorang pun yang tahu.. Sakit hati ini.. Adakah orang yang mampu merasakannya?

 

@^@^@^@

 

Aku menghempaskan tubuhku di bangku taman menikmati hembusan angin sore itu. Aku menatap langit-langit dan hanyut dalam pikiranku.

 

Puk!

Sebuah tepukan di bahuku membawaku kembali ke dunia nyata. Aku menoleh dan DEG! Namja yang saat ini sangat tak ingin ku lihat! KAI! Bukan.. Bukan karena aku membencinya.. Hanya saja.. Kali ingat pengakuannya kemarin bukan?

Dia mendudukkan dirinya di sebelahku.

 

“Apakah aku mengganggumu?” Tanyanya.

 

“Ah.. Itu.. T-tidak kok..” Ucapku tersenyum salah tingkah.

 

Aku menunduk. Aku takut ia akan menanyakan tentang pengakuannya semalam. Aku sama sekali tidak mencintainya! Aku hanya mencintai sehun! Apa aku harus menolaknya? Aku tak tega.. Ia terlalu baik padaku..

 

“Argh!!” Aku meremas rambutku frustasi.

 

“Waeyo?” Tanyanya heran karena mendengar aku berteriak.

 

“Ah.. A-ani.” Ucapku dengan salah tingkah.

 

‘ARGH! XI LUHAN! Neo baboya!! Bisa-bisanya kau berteriak di depannya!! Babo!! Babo!!” Batinku merutuku kebodohanku.

 

Tuhan… Apakah Kau tak mengijinkan aku bersama sehun? Apakah kai adalah orang yang kau utus untuk bersamaku?

 

“Luhan-ah..”

Aku menoleh ketika kai memanggilku.

 

“Ne?”

‘Semoga bukan tentang pernyataan cintanya semalam! Semoga bukan! Aku belum siap!’ Batinku berdoa pada Tuhan.

 

“Mm, i-itu.. Tentang pernyataan cintaku yang s-semalam.. Kau mau?” Tanyanya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

 

DUAR!!

Ya tuhan! Aku benar-benar belum siap! Aku harus jawab apa?

 

“Ah.. I-ituu..”

 

“Gwaenchana jika kau tak menerimanya..” Ucapnya sambil tersenyum lembut.

 

“Mianhaeyo..”

 

“Gwaenchana..” Ujarnya seraya mengusap surai rambutku lembut.

 

@^@^@^@

 

Lagi-lagi aku melihat sehun bersama namjachingunya. Ish, apa-apaan namja itu? Ngapain ia bergelayut manja di lengan sehun?! Andwae!! Sehun hanya milikku!! HANYA MILIKKU!!

Ahh.. Akhirnya namjachingunya itu pergi. Bagus! Sehun sedang sendiri! Aku berlari-lari kecil menghampirinya.

 

“Sehun!” Panggilku sambil menepuk pundaknya.

sepertinya ia kaget. Terbukti ia langsung mengelus-ngelus dadanya.

 

“Ngapain kau disini?” Tanyanya dingin.

 

“Mianhae sehun-ah.. Waktu itu aku hampir menciummu..” Ucapku menunduk.

 

“Hahh(membuang nafas).. Sudahlah.. Gwaenchana.. Tapi, bisakah kau jangan memanggilku dengan nama ‘sehun’? Aku tak mengenal dia.”

 

DEG!

Sadarkah kau telah menorehkan luka di hatiku lagi? Dapatkah kau merasakan sakit di hatiku? Kau mengatakan itu…

Seolah-olah kau benar-benar sudah melupakanku..

 

“Ah.. Baiklah..” Aku memaksakan diriku untuk tetap tersenyum di depannya.

 

“Luhan-ah.. Kau mau menemani ku ke cafe?” Tanyanya dengan senyum yang sangat kurindukan.. Senyuman yang tak pernah ku lihat lagi akhir-akhir ini..

 

“Ne..”

 

“Kajja.” Ia menarik tanganku dan membawaku ke cafe.

 

@^@^@^@

 

JI WOO/SEHUN POV

 

Kami masuk ke dalam cafe dan duduk di salah satu meja. Tiba-tiba..

 

“Luhan!” Seorang namja memeluk luhan, bergelayut manja di lengannya.

 

DEG!

Siapa namja itu? Mengapa hatiku kesal? Kenapa aku marah melihatnya dengan namja itu?

 

ARGH!!!

 

“Uwaa, kai-ah, apa yang kau lakukan disini?” Tanya luhan.

 

“Ini cafe appa ku. Hehehe..”

 

ishh! Apa-apaan mereka? mereka malah asyik berbincang-bincang seakan tak ada aku disini. WHAT THE HELL?!

 

“ayo kita pulang.” Aku menarik tangan luhan tak memedulikan ia yang protes akan perlakuanku.

 

Oh tuhan! Mengapa aku menarik tangan luhan pergi jauh dari namja itu? Ada apa dengan ku sebenarnya?!

 

Aku mengantarnya hingga di depan rumahnya dan ketika ia mau masuk, aku menarik pergelangan tanganya dan mendorongnya ke tembok, mengunci segala pergerakanya dengan tubuhku. Ku dekatkan bibirku ke telinganya.

 

“Kau.. Tak boleh dekat dengan namja lain selain aku.. Kau hanya milikku..” Aku berbisik kecil dan setelah itu aku meninggalkannya yang masih tercengang.

 

@^@^@^@

 

LUHAN POV

 

Perkataan sehun terus berputar di otakku.

 

“Kau.. Hanya milikku..”

 

BLUSH!

 

HYAAA!! XI LUHAN!! JANGAN BERPIKIR YANG ANEH ANEH!! IA TAK MUNGKIN MENCINTAIMU!! IA PASTI HANYA MEMPERMAINKANMU!! Ya.. Benar.. Ia tak akan pernah mencintaiku lagi seperti dulu.. Tapi.. Bolehkah aku menggangap rasa marah itu sebagai suatu bentuk dari kecemburuannya? Bolehkah aku sedikit berharap?

 

JI WOO/SEHUN POV

 

Apa yang kulakukan tadi?! Kenapa aku bisa berkata seperti itu? Itu benar-benar bukan kemauanku! Apakah aku cemburu? Tuhan… Aku tak mungkin mencintainya kan? Benar! Aku tak mungkin mencintainya..

 

@^@^@^@

 

Aku berjalan menelusuri jalanan. Tiba-tiba langkahku terhenti dan mataku tertuju pada sepasang kekasih yang tengah berlovey-dovey ria. Baekhyun? Aku mendatanginya dan menatap sepasang kekasih itu.

 

“Wahh.. Menyenangkan yah berselingkuh di belakangku?”

 

Baekhyun tampak terkejut dengan kedatanganku.

 

“B-bukan.. D-dia hanya hyungku..” Jawab Baekhyun terbata-bata.

 

“Benarkah? Aku rasa kau berbohong.”

 

“A-aku tak berbohong!” Bantahnya.

 

“Putus. Kita putus. Lagipula.. Aku sudah bosan denganmu.” Ucapku santai sambil berlalu pergi.

 

Tuhan.. Mengapa hatiku tak merasakan sakit walaupun baekhyun jelas-jelas berselingkuh di belakangku? Tuhan! ada apa denganku sekarang sebenarnya? Aku.. Tak mengerti.

 

@^@^@^@

 

Aku duduk di sebuah cafe dan tiba-tiba ponselku berdering pertanda sebuah pesan masuk.

 

jika kau tak mau Luhan celaka, segera datang ke hotel SM.

-Kai-

 

DEG!

Kai? Apa yang ingin dilakukannya dengan Luhan?! ANDWAE!! Aku harus segera kesana!! Oh tuhan!! Mengapa aku sangat mengkhwatirkannya?

Aku segera keluar dari cafe itu dan berlari secepat mungkin ke hotel SM.

 

‘Ya Tuhan! Kabulkan permintaanku sekali ini saja ya tuhan! Semoga Luhan tak apa-apa!’ Batinku.

Benar! Aku sangat takut sekarang! Aku tak mau.. Luhan terluka.

 

BRAK!

 

BUGH!

Satu tinjuan kuat ku layangkan pada pipi kai dan ia tersungkur ke lantai.

 

“Hiks.. Hiks.. A-aku takut sehun-ah..”

 

Luhan menangis dan aku segera menariknya ke dalam pelukanku.

 

“Uljima.. Jangan takut.. Aku ada disini..”

 

Perkataan yang terlontar dari mulutku bukan kemauanku! Itu refleks..

ku dekatkan bibirku ke bibirnya dan CHU~

Tuhan! Apa yang sedang ku lakukan sekarang? Kenapa… DEG!

Tunggu.. Sepertinya aku mengingat sesuatu.. Sentuhan bibir ini mirp..

BRUK! Setelah itu pandanganku menjadi gelap. Aku…. Tak sadarkan diri..

 

@^@^@^@

 

” Aku mencintaimu.. Aku sudah lama mencintaimu.. Mengapa kau tak pernah menyadarinya Luhan-ah?”

CHU~~

 

DEG! Aku langsung duduk terbangun di atas ranjang. Kepalaku pusing.. Kenapa aku bisa bermimpi seperti itu? Luhan-ah.. Aku memegangi kepalaku karena kepalaku yang sangat pusing..

DEG!

Aku mengingat sesuatu lagi!

 

‘Sehun-ah.. Kau tak boleh mati.. Aku bahkan belum sempat mengatakan bahwa aku juga mencintaimu sehun-ah.. Hiks..’

 

Suara Luhan? Tunggu! Tunggu! Sehun? Argh!! Kepalaku benar-benar akan pecah sekarang! Tidak! Mengapa ingatanku beru pulih sekarang? Benar! Namaku adalah OH SEHUN! XI LUHAN.. Namja yang sangat ku cintai dulu! Bahkan sekarang aku masih mencintainya! Argh! Tidak! Kenapa aku bisa melupakan ingatan yang sangat berharga seperti itu?

Aku segera turun dari ranjangku dan keluar dari rumah untuk menemui Luhan.

 

‘Mianhaeyo Luhan-ah, aku telah melupakanmu..’ Batinku.

 

Perih.. Rasanya perih melupakan seseorang yang sangat dicintai..

 

Ting tong! Ting tong!

 

Aku memencet bel rumahnya dengan tidak sabar berharap ia segera keluar.

Cklek! Pintu terbuka dan tampak seorang namja manis keluar.

 

“Ji woo? Mengapa kau bisa ada di..”

 

GREB!

Aku memeluk nya erat dan sepertinya ia tercengang dengan perlakuanku yang sangat tiba-tiba. Dadaku sesak mendengarnya memanggilku dengan nama ‘ji woo’..

 

“Luhan-ah.. Mianhaeyo aku melupakanmu.. Hiks.. Sekarang aku telah ingat dirimu dan diriku sendiri.. Hiks.. AKU OH SEHUN MENCINTAI SEORANG NAMJA BERNAMA XI LUHAN!” Bisikku padanya dengan air mata yang tak kunjung berhenti.

 

TES! Ia meneteskan air matanya dan tentu saja itu membuatku panik.

 

“Uwaa!!! Kenapa kau menangis?!”

 

GREB! Ia memelukku sangat erat.

“Bogoshipeoyo sehun-ah.. Hiks.. Jeongmal….”

 

Aku tersenyum dan mengusap surai rambutnya sayang.

Mereka menangis dalam bahagia.

 

Semua pasti akan indah pada waktunya..

Kita hanya perlu bersabar..

Tuhan tak mungkin membiarkan umatnya menderita..

Kalian percaya itu bukan?

 

END!

 

Hyaaaaaaa!!! Mianhaeyoo jika ending nya mengecewakan T^T *nangis di pojokan*

 

Okelah!

RCL ne~ ^^

Gomawoo *bow

4 pemikiran pada “Regret (Chapter 2)

  1. Waahh HunHan><, bagus koq, walaupun alurnya rada kecepetan Thor.Heeh, seneng deh paling enggak mereka bahagia^^. di tunggu FF lainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s