We Are One: Unbreakable (Chapter 1)

Judul               : we are one: Unbreakable

Author             : hunnieya94

Genre              : brothership

Length             : series

Rating             : general

Main Cats        : EXO-K Sehun, EXO-K Suho, EXO-K Kai

Support cast    : all exo member other than main cast

CHAPTER 1

WE ARE ONE: UNBREAKABLE

 

SUHO POV

Pintu dorm terasa aneh dan dingin, padahal sebelumnya aku selalu senang kesini. Apa yang kulakukan?kami adalah group rookie yang baru saja debut. Kami selalu bersama selama 6 tahun belakangan.

Suho mengusap airmatanya, membuka pintu dorm yang terasa berat. Suasana lengang, bahkan ketika hari cerah dan tidak ada jadwal seperti ini. Ipad baekhyun di cas di rung tengah seperti biasa, seragam sekolah sehun diletakkan semabarangan. Suho berjalan, mendudukan pantatnya ke sofa yang ia rindukan. Hanya dua hari setelah pertengkaran hebatnya dengan kai, ia sudah begitu merindukan dorm ini. Suho diam, walau batinnya mencari sosok kai. Dongsaengnya, dongsaeng yang paling keras kepala. dongsaeng yang seharusnya ia jaga, dan tegur dengan lembut.

SUHO POV

Mereka bilang dengan masa trainingku yang hampir 7 tahun aku memiliki kesabaran di atas semuanya, tapi apa?what the hell of seven years!

“hyung?” suara sehun terdengar kaget di belakangnya. Segera maknae itu memeluk suho. Membuat suho kewalahan dan hampir terjatuh. Tapi suho tidak mampu melepas pelukan maknae yang ia sayangi itu. sehun terisak-isak, tangannya memeluk erat suho seolah tidak ingin melepaskan kaka tertuanya lagi.

“maafkan aku hyung, ini semua karena aku. Karena aku kau dan jongin hyung bertengkar” sehun berbicara di dalam tangisnya. Bicaranya tidak jelas, karena tangisnya dan karena kepedihan hatinya. Suho diam saja, ikut menangis jarinya membelai kepala sehun menenangkan.

BAEKHYUN POV

Aku mendengarnya. Aku mendengar suara sehun yang menangis, aku bahkan mendengar suara suho hyung yang datang. Aku hapal bunyi sepatu kesayangannya yang selalu ia pakai. Tapi aku tidak kesana, aku masih terlalu marah. Aku ingin ikut menenangkan sehun, tapi aku tidak ingin bertemu dengannya. Aku benci suho hyung.

CHANYEOL POV

Bocah itu, setelah dua hari tidak mau makan dan berdiam diri di kamar ternyata yang membuatnya keluar adalah suho hyung? Untuk apa dia kesini lagi? Tidak puaskah dia?

DO POV

Aku tidak membencimu hyung. Aku tahu kau dengan baik, aku ingin bicara padamu. Menuntut penjelasan akan ini semua. Tapi tidak sekarang hyung, hatiku terlalu sakit. Ini belum waktunya.

END OF MEMBER POV

Masing-masing member mendengar drama menyedihkan di ruang tamu. Tapi mereka tidak keluar, mereka tidak mau.

Setelah setengah jam dalam pelukan suho, sehun akhirnya tenang. Ia kemudian merebahkan dirinya di atas sofa, termenung. Entah karena kelelahan atau karena masalah yang sudah dua hari ini memberatkan otaknya.

[FLASHBACK]

“apa-apaan kau ini ha?” bentak jongin pada sehun yang baru saja pulang. Sehun diam saja, wajahnya datar seolah sudah tahu hal ini akan terjadi.

“maaf hyung. Bukankah sekolahku juga penting?”

“kau!” kai maju mencengkeram kerah baju sehun lalu mendorongnya ke dinding. Baekhyun dan chanyeol hanya menoleh, menelan kembali kekagetan mereka karena kemarahan kai yang memuncak hari ini.

“buaknkah ini sudah resikomu sebagai artis dan pelajar?kalau hanya karena belajar saja kau meninggalkan latihan apa yang akan kau lakukan jika kau akan ujian?”

“HA?JAWAB!! bisa-bisa kau keluar dari exo karena akan seneung!!!”sehun berontak, cengkraman kai pada kerahnya sudah terlalu kencang, membuatnya sulit bernapas.

“tidak tahukah kau?aku sudah menghabiskan 7 tahun hidupku untuk ini. Dan kalau sampai kau merusak ini! Kau.. kau” jongin terengah-engah akan kemarahannya sendiri. Jarinya menunjuk wajah sehun, tangan yang lain menekan sehun ke dinding.

“cukup kim jongin, mari kita dengar penjelasannya dulu” suho datang berusaha melerai jongin dan sehun. Selain itu ia kasihan pada sehun, wajah maknae itu sangat pucat.

“lepaskan! Kau selalu membela anak ini! Kau selalu membelanya kalau dia bolos latihan! Membelanya kalau gerakannya salah! Bahkan membelanya jika bersikap tidak sopan!”

Baekhyun dan chanyeol berdiri, mereka mulai khawatir pada kemarahan kai yang sangat hebat malam itu. Saat tangan baekhyun menyentuh bahu kai, kai menepisnya kasar.

“kalian juga hyung! Kalian selalu membela anak ini! Kalian lebih menyayanginya daripada aku! Kalian ingat? Hari dimana kami berdua sakit kalian hanya membelikan sup untuk sehun! Sementara aku?”

“aku muak hyung, aku muak! Aku muak dengan anak ini, aku sudah lama memendam ini semua!” mata kai kembali menatap sehun. Matanya yang liar dan tajam membuat sehun takut. Tapi rasa sayangnya pada jongin membuatnya berani untuk bicara.

“maaf hyung ini semua karena aku, tapi tadi aku sudah minta izin hary hyung untuk tidak ikut latihan. Aku berjanji ini tidak akan terjadi lagi hyung. Sekarang ayo kit….”

BUAGH! Jongin melayangkan pukulan pada sehun, tepat di pipinya. Membuat semua mata yang ada di ruangan itu terbelalak kaget. Tepat di saat sehun membentur dinding, suho berteriak. Amarahnya memuncak

“kau! Apa yang kau lakukan?”

“kau memarahi sehun hanya karena dia tidak ikut latihan hari ini?”

“kau takut kita tidak bisa comeback?”

“tidak tahukah kau, sebenarnya yang menghalangi kita comeback adalah kau!”

“kau dan berbagai macam kegiatan promo dancemu bersama sunbae! Maxstep, kau ingat?berapa kali kau tidak ikut latihan karena latihan maxstep?”

“sekarang kau menyalahkan anak ini?”

“hanya karena dia belajar untuk suneungnya?apa aku perlu memberimu kaca?” suho berteriak keras. Amarahnya terlihat dari tangannya yang mencengkeram kerah baju kai kuat-kuat.

“lepaskan” kai menepis tangan suho yang berada di lehernya. Ia bergerak, mendekatkan tubuhnya dengan suho.

“kau leader tidak berguna, kau bukan leader yang baik. Lihat saj-“

BUAGH! Kai terdiam, tangannya menyentuh pipi yang baru saja ditonjok suho. Nyeri, senyeri hati dan pikirannya. Hening sekali, hanya terdengar hela napas suho.  Rasanya sakit sekali, kai tidak tahan lagi, ia ingin menangis. Tapi tidak di depan hyungnya. Tidak di depan anak berengsek ini.

“baik, aku akan keluar dari exo. Setidaknya karena aku main dancer, semua orang sudah tahu kemampuanku. Kemungkinan aku direkrut  entertainment lain juga besar” suara kai terdengar dingin, ia menunduk, menutup matanya, menahan getar suaranya kuat-kuat. Lalu meninggalkan dorm. Mendorong sehun yang menahannya keluar. Melangkah keluar dengan kepahitan dan tangis.

[END OF FLASHBACK]

Dua hari belakangan dorm exo terasa sepi sekali. Tidak ada keceriaan maknae mereka yang biasanya berteriak-teriak memerintah hyungnya dengan aegyo. Maknae itu sekarang lesu, wajahnya tirus dan kantung mata menggantung hitam di wajahnya.

“hyung, apa jongin hyung-“

“tidak, aku tahu dia tidak akan pergi” jawab suho tanpa merasa perlu mendengar pertanyaan lanjutan sehun.

“aku percaya padamu hyung”

“lalu bisakah kau tidur disini saja malam ini?kamarnya terlalu besar untukku” sehun menahan suaranya yang kering karena terlalu sering menangis.

SUHO POV

“lalu bisakah kau tidur disini saja malam ini?kamarnya terlalu besar untukku” suara sehun yang rendah terdengar pedih menusukku. Aku tidak suka menyadari getaran yang ada di suaranya.

Aku menatap sehun, maknae-ku. Adik kecilku yang harusnya kujaga. Mungkin kai benar, aku bukan leader yang baik. Aku tidak seharusnya meningglakannya sendirian karena rasa bersalah.

Kantung mata di wajahnya yang pucat membuatku iba. Tanpa pikir panjang aku segera mengajaknya ke kamar supaya ia bisa istirahat. Aku tahu dia sudah hampir 20 tahun. Tapi bagiku, dan kami hyungnya ia akan selalu menjadi bayi yang harus kami jaga dan beri kasih sayang.

 

SEHUN POV

Suho hyung pulang. Ketika aku mendengar langkah sepatu yang decitannya khas itu datang, aku merasa melihat cahaya yang selama dua hari ini hilang dari hidupku. Aku tidak mau kehilangan hyungku yang satu ini, tidak lagi. Tidak setelah jongin hyung.

“just sleep well baby…the moon will embrace you, the wind will whisper the goodnight song”

Suara suho hyung terdengar sangat merdu di telingaku, suho hyung disini. Aku menggenggam tangannya. Perasaan tenang itu membawaku tertidur. Menggelapkan pandanganku dengan perasaan damai yang nyaman.

END OF SEHUN POV

Suho menyentuh puncak hidungnya. Matanya mengerjap lelah. Saat ia ingin melangkah ke arah sofa, ia melihat siluet DO di belakangnya. DO dan suho, mereka dekat. Seperti soulmate, mereka tidak perlu bahasa untuk saling bicara. Hanya tatapan mata, dan gerak tubuh. Suho menganggap do sebagai partnernya, dongsaeng yang paling bisa diandalkan untuk mengurus member karena kelembutannya.

Suho menatap do lama, di depan sahabat sekaligus dongsaengnya ini ia tidak bisa menahan semua lagi. Tidak butuh waktu lama hingga suho terisak-isak. Sesenggukan hingga susah bernapas. DO memeluknya, memeluk kakak tertuanya ingin membantu meringankan beban yang dimiliki suho. Tanggung jawabnya sebagai leader, mengurus member, mengendalikan amarah. Cukup lama do memeluk suho ketika tiba-tiba baekhyun ikut memeluk mereka berdua.

“hyung, aku benci padamu” ucap baekhyun dingin.

“aku benci melihatmu memukul jongin dan membuatnya pergi.” DO merasakan bahu baekhyun yang mulai naik turun. Suasana begitu emosional, menangis menjadi hal yang biasa.

“aku tidak mau kita berhenti disini hyung. Aku belum memberi yang terbaik” tangisan bekhyun terdengar jelas sekarang. Mereka bertiga sebagai saudara, menangis bersama, membuang semua perasaan benci dan berbicara dari hati ke hati.

“hyung”

“jebal, buat jongin kembali” terdengar suara bass yang bergetar mendekati mereka. Park cahnyeol, namja tinggi dengan suara bass yang rendah. Terlihat gagah dan kokoh, bagai karang yang tidak tergoyahkan. Tapi ia menangis, ia menangis karena takut kehilangan saudara yang selama ini ada di belakangnya, membangkitkan semangantnya. Keluarga yang ia sayangi. Kemudian mereka berempat berpelukan, menangis keras, saling menenangkan dan berbicara.

SEHUN POV

“hyung?apa sarapan-?”

“hyung?” aku manggil-manggil hyungku. Aku tahu mereka disini, suho hyung juga masih disini. Aku bisa melihat sepatu converse cokelat kesayangannya di rak sepatu. Dan tapi rajutnya yang tergeletak di kasurku.

“apa ini?” gumamku ketika melihat sebuah surat di atas meja makan. Ada logo SM di depan, kenapa hyung tidak mem-. Oh tidak, apa ini tentang jongin hyung?

Aku membuka surat itu dengan tergesa-gesa melupakan susu yang baru kuaduk setengah. Aku tidak membaca keseluruhan surat itu. Mataku hanya tertuju pada satu kalimat, kalimat yang seolah diberi garis bawah dan huruf tebal. Pikiranku seolah hilang. Setelah kalimat, hanya ada empat kata yang berputar-putar di otakku.

Kim jongin. Mengundurkan diri. Exo. Hanya 5 member.

Aku berjalan limbung, berpegangan pada pintu kulkas. Tidak hyung. Tidak, tidak, tidak. Aku terjatuh seolah tidak mendengar langkah kaki hyungku dari luar. Mereka tidak berbicara, langkah kaki mereka bagaikan menyuarakan kesedihan.

“sehuna, omo” aku merasakan tubuhku diangkat. Airmataku merembes turun tanpa bisa dikontrol.  Aku tidak merasakannya lagi. Pelukan hyungku, aku tidak mendengar apa-apa. Aku berjalan keluar mengabaikan tarikan entah siapa itu padaku.

END OF SEHUN POV

Sehun berjalan seperti zombie, wajahnya yang tampan terlihat menyeramkan, airmatanya mengalir turun dari matanya yang cekung. Sehun menunduk dalam-dalam. Memandang jalan yang sekarang kelihatan lebih menarik. Ia tidak mempedulikan kanan kirinya, menyebrang begitu saja. Sekali, mobil mampu menghindar. Tapi pada jalan raya kedua…..

SEHUN POV

Aku mendengar klakson mobil yang semakin dekat, tapi tidak mampu menghindar. Tidak seperti hatiku yang mati rasa, rupanya tubuhku masih mampu merasakan rasa sakit. Aku merasakannya, tabrakan keras pada tubuhku, rasanya melayang, kemudian terbentur aspal keras. Aku juga merasakannya, cairan hangat yang membasahi pelipisku. Oh tidak aku teringat kata jongin hyung.

Baik sehuna, aku mencucikan seragam ini untukmu, tapi aku tidak boleh mengotorinya sembarangan. Atau aku tidak akan mencucikan ini lagi untukmu.

Jongin hyung tidak akan mencucikan seragam ini lagi untukku?

“jongin hyung” lirihku. Ada cairan lain yang mengalir dari mataku. Kemudian aku menyadari itu air mata. Lalu gelap.

One more brothership from me. Hihi, makasih sudah mau baca. Jangan lupa komen yaaaaa. Author hunniye94 selalu menanti. Nantikan chapter selanjutnya 😀

 

Iklan

37 pemikiran pada “We Are One: Unbreakable (Chapter 1)

  1. Jongin iteeeeeeeeem emang lu kira Sehun bolos buat main? Engga kan??? Main tonjok tonjok aja lu pesek!! Duh nggak kasian apa sama ade lu yang kurus ceking tulang sama kulit doang kaya gitu? Tega ya lu ya nonjok muka seunyu itu. Gue sih nggak bakal sanggup. Yang ada gue semaput duluan itu muka udah seindah bidadari gitu(?)

    Ya ampun kasian sama Thehun ih si baby meni sedih gitu hidup nya =_=

  2. sedikit kecewa sama kai,dan gak bisa ikut2an benci sama suho kayak member lainnya,karena tindakannya suho bisa dimaklumi,menurutku sih 🙂
    feelnya dapet,sampe hampir nangis T_T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s