Destiny

Title                : Destiny

Author           : blaqgeneration

Rating             : PG 15

Genre             : Romance

Length            : Oneshot

Cast                 :

  • Park Soojin (OC)
  • Byun Baekhyun (EXO)

Minor Cast :

  • Daniel Lachapelle
  • EXO Member
  • Park Jimin (OC)

poster_ff_destiny

 

Heeloowwww readers ~ keke

Ini FF pertama yang aku post di EXOFanFiction ~ keke

Dan juga ini FF Oneshot pertama yang aku buat ~ keke

Kalau begitu, silakan membaca. Mudah – mudahan tidak mengecewakan para readers semua ~ so enjoy

***

-Flashback-

“Soojin-a ~” Panggil seseorang dari belakang.

Mendengar namanya dipanggil, Park Soojin membalikkan badannya dan mendapatkan seorang laki – laki sedang berusaha untuk mengejarnya. “O ? Baekhyun sunbae ? Ada apa ?” Tanya Soojin heran.

Baekhyun berlari menghampiri Soojin. “Tidak ~ aku hanya ingin mengajakmu ke suatu tempat. Kau bisa ?” Tanya Baekhyun yang masih terengah – engah.

“Ne ? Kemana memang ? Jam 8 nanti aku harus membantu ibuku di butik. Dan ini sudah jam setengah 7” Balas Soojin.

“Hanya sebentar saja, ya ya. Hhmm, sudah ikut dulu saja, ok ?” Ujar Baekhyun sambil menarik tangan Soojin.

Soojin menyerah dan segera mengikuti Baekhyun.

Park Soojin, gadis berambut panjang itu terlihat sangat senang, karena senior yang ia sukai itu mengejaknya pergi.

Soojin dan Baekhyun memang sudah dekat satu sama lain sejak 3 bulan yang lalu. Dan mereka sudah sering jalan bersama, tapi Soojin tidak tahu kalau saat berjalan – jalan bersama Baekhyun itu terhitung berkencan atau bukan.

Berawal dari ketertarikkan yang sama yaitu ‘Piano’. Soojin dan Baekhyun bertemu saat ekskul musik di sekolahnya. Soojin memang sudah mengagumi Baekhyun sejak pertama kali masuk ke SM Senior High School. Sudah 2 tahun Soojin memendam rasa kagum akan seniornya itu.

Soojin berkesempatan bertemu dengan Bakhyun lewat ekskul musik itu. Piano yang mempertemukan mereka.

***

Baekhyun membawa Soojin ke sebuah gedung di dekat sekolahnya. Soojin adalah adik kelasnya yang memang sudah ia perhatikan sejak pertama kali Soojin masuk ke sekolahnya. Tapi karena Soojin bisa dibilang gadis yang tertutup, Baekhyun menjadi sedikit kesulitan untuk mendekatinya.

Dan pada akhirnya Baekhyun mengetahui bahwa Soojin sangat menyukai piano. Dari situ, Baekhyun memutuskan untuk masuk ekskul musik, agar lebih dapat dekat dengan Soojin.

“Sunbae ~ Sebenarnya kita mau kemana sih ?” Tanya Soojin.

“Sebentar lagi sampai.” Balas Baekhyun sambil tersenyum lebar.

Hari ini Baekhyun berencana untuk menyatakan perasaannya kepada Soojin. Di atap gedung itu sudah ada sahabat – sahabatnya Park Chanyeol, Do Kyungsoo, dan Kim Jongdae. Mereka membantu Baekhyun untuk menyiapkan semuanya.

***

“T-tapi sunbae ~ Aku harus membantu ibu di butik ~” Ujar Soojin.

“Tenang, aku sudah bicara dengan ibumu.” Jawab Baekhyun santai.

Mata Soojin membulat mendengar jawaban seniornya itu. Sejak kapan Baekhyun akrab dengan ibunya, Soojin tidak pernah tahu.

Sebenarnya apa yang akan dilakukan oleh seniornya ini, Soojin masih menerka.

Soojin berhenti melangkah, di hadapannya sekarang ada sebuah gedung yang kosong dan sedikit menyeramkan. Pikiran Soojin melayang kemana – mana. Soojin takut Baekhyun melakukan hal yang tidak – tidak terhadapnya.

Baekhyun membalikkan badannya, dilihatnya Soojin sedang berdiri mematung dengan tatapan kosong. “Park Soojin ~ Ayolah ~ Tenang, aku tidak akan macam – macam.” Ujar Baekhyun sambil menarik tangan Soojin.

Soojin masih ragu dan menahan tangan Baekhyun. Soojin menatap Baekhyundengan tatapan takut. “Soojin-a ~ Percaya padaku. Kau akan baik – baik saja. Aku tidak akan melakukan hal yang macam – macam. Percayalah ~” Ujar Baekhyun sekali lagi sambil menatap lembut mata indah Soojin.

Melihat tatapan Baekhyun yang lembut itu, Soojin luluh dan percaya pada pemuda yang sangat ia cintai. Soojin menganggukan kepalanya pelan dan tersenyum tipis. Walau masih ada perasaan takut di dalam hatinya, tapi tatapan Baekhyun dan senyum Baekhyun menghilangkan rasa takutnya.

Baekhyun menarik tangan Soojin lembut dan mengajaknya masuk ke dalam gedung tersebut. Soojin melangkah takut, tangannya masih digenggam lembut oleh Baekhyun.

Soojin perlahan – lahan berjalan memasukkin gedung tersebut. Sedikit gelap. Soojin mengenggam erat tangan Baekhyun. “Sudah, jangan takut Soojin. Ada aku ~” Ucap Baekhyun meneruskan perjalanannya.

Baekhyun menuntun Soojin menaiki anak tangga. Soojin hanya menurut saja dan mengikuti langkah Baekhyun. Setelah menaiki beberapa anak tangga, Baekhyun memberhentikan langkahnya. “Hmmm ~ Soojin. Pejamkan matamu.” Pinta Baekhyun.

“Apa? K-kenapa s-sunbae ?” Tanya Soojin takut.

“Kau ini ~ Aku tidak akan melakukan sesuatu yang buruk. Percaya padaku. Sekarang pejamkan matamu.” Pinta Baekhyun sekali lagi.

Lagi – lagi Soojin kalah dari Baekhyun. Soojin menutup matanya. Dirasakannya tangan Baekhyun yang menarik Soojin perlahan – lahan. “Jalan pelan – pelan Soojin ~” Bisik Baekhyun.

Soojin menurut dan melangkah pelan – pelan. Terdengar suara pintu yang terbuka. Ya, Soojin ingat sebelum menutup matanya, ia melihat di hadapnya ada sebuah pintu.

Soojin tetap melangkah dan tangannya tetap menggenggam tangan Baekhyun erat – erat.

Soojin merasakan angin yang berhembus menerpa wajahnya. Rambut Soojin menjadi sedikit berantakan karena hembusan angin yang cukup kencang. “Sebentar Soojin ~ Kau diam disini. Jangan buka matamu sebelum aku menyuruhmu ~” Ujar Baekhyun seraya melepaskan genggamannya dari Soojin.

“S-sunbae ~ Kau mau kemana ?” Tanya Soojin yang terlihat gelisah.

“Sudah, kau tunggu disitu. Jangan kau buka matamu ~” Ujar Baekhyun.

Soojin mendesah pelan dan menunduk. Sampai kapan ia harus menutup matanya. Sekali lagi Soojin medesah. “Baekhyun sunbaenim ? Aku sudah bisa membuka mataku ? Mataku sakit ~” Tanya Soojin.

“Haha. Kau ini ! Sebentar lagi ya ~” Jawab Baekhyun.

“Memang sunbae sedang apa ?” Tanya Soojin lagi.

“Nah, sekarang kau boleh membuka matamu ~”

Soojin perlahan – lahan membuka matanya. Mata Soojin membulat seketika. Dihadapannya sekarang terdapat banyak sekali lilin yang membentuk sebuah kata – kata.

‘I ♥ YOU SOOJIN’

Soojin menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Tiba – tiba terdengar suara detingan piano yang sangat indah. Soojin menengok ke arah suara itu, dan dilihatnya Baekhyun yang sedang memainkan piano tersebut.

Sepersekian detik, terdengar suara lembut Baekhyun yang bernyanyi lagu favorite Soojin, Baby Baby dari 4men.

iyureul mollasseo wae naega byeonhaenneunji ( I don’t know the reason why I changed )
hancham saenggakhaesseo na mannan ihuro ( I’ve been thinking for a long time, with many difficulties ahead )
na byeonhan geot gata aju manhi mariya ( I seem to be changing quite a lot, please end this oh~ )
i norae deullini oh ( Can you hear this song? )
niga neomu gomapjanha oh baby ( Thank you oh baby )
niga neomu yeppeujanha oh ( You’re so pretty oh  )
nuneul ttel suga eobseo nae nunen neoman boyeo ( There’s not a thing that can stop me from looking at you )
neoman gyesok baro bogo sipjanha nan oh jeongmal oh baby ( Only you I continously see  )

Baekhyun melirik ke arah Soojin yang menatap Baekhyun dengan tatapan-tidak-percaya. Lalu Baekhyun melemparkan senyuman manisnya kepada Soojin. Dilihatnya gadis yang sangat ia sayangi itu tersenyum bahagia.

haruga jinago ( The very next day  )
tto dasimannago geureoda heeojigo ( We meet again, after our break up )
tto dasi mannage doego neomu joheungeoya ( We meet again, it’s a good thing )
manyang utgiman hae ireon naega boini? woo baby ( I still laugh like this, do you see? woo baby )
nae haru haruga neomu haengbokhaeseo oh baby ( Day to day, I’ll be happy )
ireonnari kkeutnajil ankil modeunge da byeonhaji ankil ( Things have changed )
Oh baby oh oh oh
(Baby Baby – 4Men)

Baekhyun berhenti bernyanyi dan berjalan ke arah Soojin dengan membawa satu tangakai bunga mawar putih. Soojin masih saja menatap Baekhyun dengan tatapan tidak percaya. Baekhyun berjalan dan akhirnya berdiri tepat di hadapan Soojin.

Soojin harus sedikit mendongak untuk melihat wajah Baekhyun, mengetahui bahwa laki – laki yang berada di hadapannya itu lebih tinggi dari padanya.

“Soojin-a ~ Aku tahu ini sangat mengagetkan untukmu. Tapi, aku hanya ingin memberi tahu. Bahwa aku menyukaimu sejak pertama kali aku melihatmu. Ya, seperti yang kau lihat sekarang. Aku sangat mencintaimu. Jadi, maukah kau menjadi pacarku ?” Ujar Baekhyun sambil berlutut di hadapan Soojin dan menyodorkan mawar putih.

Soojin menahan nafasnya saat mendengar pernyataan Baekhyun. Soojin tidak menyangka bahwa senior yang ia kagumi selama ini juga menyukainya.

“Sunbae ~ Kau sudah tahu jawabannya. Yes i do ~” Ujar Soojin lembut.

Baekhyun mendongak dan langsung berdiri.

“Benarkah ?” Tanya Baekhyun yang terlihat sangat bersemangat.

Soojin menganggukkan kepalanya dan tersipu malu.

Baekhyun langsung memeluk erat tubuh Soojin.

“Aku tidak tahu harus berkata apa. Aaaa !! Terima kasih Soojin ~” Ujar Baekhyun.

Begitu juga Soojin. Soojin tidak tahu harus berkata apalagi, jadi Soojin hanya membalas pelukan Baekhyun.

Baekhyun melepaskan pelukannya dan mengenggam tangan Soojin erat. “Terima kasih Soojin ~” Ujar Baekhyun lagi.

Soojin hanya tersenyum manis ke arah Baekhyun. Tiba – tiba Baekhyun menatap mata Soojin lurus. Tatapan Baekhyun yang tajam membuat Soojin salah tingkah. Baekhyun masih menatap Soojin dengan tatapan penuh arti.

Perlahan – lahan Baekhyun mendekatkan wajahnya, mengurangi jarak antara wajahnya dengan Soojin. Baekhyun dapat melihat mata Soojin yang lembut dan indah.

Soojin hendak menundukkan kepalanya, tapi terlambat, Soojin merasakan sesuatu yang hangat menyentuh bibirnya. Mata Soojin membulat seketika. Soojin bisa melihat mata Baekhyun tertutup rapat..

Soojin bergerak mundur saat Baekhyun menekan bibirnya. Tapi tangan Baekhyun menahan punggung Soojin. Perlahan – lahan Soojin menutup matanya dan melingkarkan tangannya di leher Baekhyun.

Soojin yang awalnya kedinginan karena angin musim gugur yang menerjang, sekarang merasa hangat saat Baekhyun memeluknya.

Soojin membuka matanya dan menarik diri dari pelukan Baekhyun. Wajah Soojin berubah menjadi merah padam dan segera menunduk. Baekhyun tertawa pelan. “Aigoo ~ Kau ini lucu sekali Soojin-a ~” Ujar Baekhyun sambil mencubit pelan pipi Soojin dan mendekapnya kedalam pelukkannya.

-Flashback End-

***

Park Soojin duduk di sebuah bangku taman merasakan sejuknya angin musim semi. Lagi – lagi Soojin memikirkan Byun Baekhyun, cinta pertamanya. Sudah bertahun – tahun Soojin tidak bertemu dengan laki – laki itu.

Baekhyun pindah ke Jepang. Tidak ada kabar dari laki – laki itu. Dan saat Baekhyun pulang ke Korea. Soojin melihat Baekhyun sedang menggandeng wanita lain di daerah Hongdae. Saat Soojin menghampirinya, Baekhyun pura – pura tidak mengenalnya. Kejadian itu membuat Soojin sakit hati.

Ingin sekali Soojin melupakan laki – laki itu, tapi tidak bisa. Akhirnya Soojin memutuskan pindah ke New York bersama adik perempuannya, Park Jimin. Soojin meneruskan kuliahnya di Juilliard mengambil jurusan Musik. Kecintaannya terhadap piano membawanya menjadi seorang composser musik yang cukup terkenal di Amerika.

Di New York Soojin perlahan – lahan dapat melupakan Baekhyun, dan tentu saja dengan bantuan adiknya, Jimin. Dan beberapa bulan yang lalu Soojin kembali ke Korea, memulai lembaran hidup yang baru lagi.

Sesampainya di Korea, Soojin langsung mendapat pekerjaan di sebuah Management yang terkenal di Korea, yaitu SM Entertainment. Disana Soojin menjadi composser lagu untuk artis – artis SM seperti, Kangta, BoA, Super Junior, Girls’ Generation dan artis lainnya.

Mata indah Soojin memandang taman yang cukup luas. Ini adalah cara Soojin mencari inspirasi untuk lagu yang akan dibuatnya nanti.

Sudah berjam – jam Soojin berada di taman itu.

Soojin melirik arloji berwarna putih yang melingkar di pergelangan kiri tangannya. Waktu menunjukkan pukul 4pm KST, Soojin beranjak pergi dan berjalan menuju ke suatu tempat untuk menjemput seseorang yang sangat ia sayangi.

Soojin berjalan tergesa – gesa dan brruuukkkk ~

Semua file – file dan partitur musik milik Soojin jatuh berantakan. Soojin cepat – cepat merapikan semua file-nya yang berantakan dan memasukkannya ke dalam mapnya.

“Park Soojin ~” Ujar seseorang yang suaranya tidak asing di telinga Soojin.

Soojin mendongak dan benar saja orang yang ada di hadapannya sekarang adalah orang yang dulu sangat berarti untuknya. “Byun Baekhyun?” Ujar Soojin.

“Sedang apa kau disini ? Aku dengar kau pindah ke New York.” Tanya Baekhyun sambil memberikan partitur musik kepada Soojin.

“Ya aku memang pindah ke New York dan pindah lagi kesini.” Jawab Soojin seraya menerima partitur musik yang Baekhyun berikan.

Soojin tidak pernah merasa dendam terhadap Baekhyun. Ya, Soojin sudah bisa melupakan Baekhyun tapi Soojin tidak bisa membencinya. Kenapa ? Soojin juga belum tahu jawabannya.

***

Tidak Baekhyun sangka, bahwa ia akan bertemu dengan Park Soojin, gadis yang ia khianati beberapa tahun yang lalu. Sebenarnya Baekhyun merasa bersalah dengannya. Ia terpaksa melakukan itu di depan Soojin karena orang tuanya menjodohkan dengan gadis lain.

Baekhyun adalah tipe orang yang tidak dapat melawan apa kata kedua orang tuanya. Jadi ia terpaksa menerima perjodohan itu. Tapi semuanya hancur saat calon istrinya hamil dengan laki – laki lain. Baekhyun marah besar dan meminta kepada ayah dan ibunya membatalkan semua perjodohannya.

“Apa kabar ?” Tanya Soojin sambil tersenyum.

“Hm ? Aku ? Aku baik – baik saja. Bagaimana dengamu ? Kau semakin cantik Jin-a ~”

Jin-a ? Sudah lama sekali Soojin tidak mendengar panggilan itu. Panggilan kesayangan dari seorang Byun Baekhyun, mantan kekasihnya.

“Aku juga baik – baik saja Baekki oppa. Benarkah aku semakin cantik ? Haha.” Jawab Soojin sambil memegang pipinya yang panas.

“Haha. Kau tidak berubah Soojin. Selalu cepat tersipu malu.” Ujar Baekhyun lirih.

Soojin terdiam dan tertunduk. Sedangkan Baekhyun tetap memperhatikan Soojin. Ya, penampilan gadis itu berubah menjadi semakin dewasa dan tentu saja cantik. Rambutnya tergerai panjang, dan saat Baekhyun perhatikan rambut gadis itu dicat coklat yang membuatnya semakin cantik. Badannya tidak terlalu kurus tidak terlalu gemuk, sangat pas. Satu yang Baekhyun rindukan dari Soojin, matanya yang sangat indah dan teduh.

Mommy ~” Panggil seorang anak kecil yang langsung memeluk Soojin.

Daniel ~ Hey, how’s your day my lil’ prince ?” Tanya Soojin kepada anak kecil yang ia panggil Daniel itu.

Soojin berjongkok dan segera membalas pelukan Daniel.

It’s was great mom ~ Kris daddy give me this ~” Jawab Daniel sambil memamerkan mainan pesawatnya.

“Really ? have you say thank you to Kris daddy ?” Tanya Soojin lagi. Anak laki – laki itu hanya mengangguk dengan penuh semangat. “Dan ~ Where’s your daddy ?” Lanjut Soojin.

I’m here ~” Jawab seorang laki – laki yang tiba – tiba saja datang.

Soojin berdiri dan tersenyum manis kepada laki – laki itu. “Terima kasih sudah mau menemani Daniel hari ini.” Ujar Soojin.

Hati Baekhyun hancur berkeping – keping dan tentu saja sakit seperti ada yang menusuk hatinya dengan benda tajam. Di saat ada peluang untuk meminta maaf pada Soojin dan ingin mengulang semuanya, ternyata Soojin sudah mempunyai seorang suami dan anak laki – laki yang sangat tampan. Baekhyun tertunduk lesu.

“Baekhyun oppa ~ Kenalkan ini Daniel Park.” Ujar Soojin kepada Baekhyun. “Dan ~ Say hi to uncle Baekhyun. He’s my friend.” Lanjut Soojin.

Hello uncle, i’m Daniel. Nice to know you ~” Ujar Daniel kepada Baekhyun.

Hi, Daniel. I’m Baekhyun, nice to know you too handsome.” Balas Doojoon.

Uncle ~ uncle ~ uncle so handsome ~” Kata Daniel sambil menyentuh wajah Baekhyun lembut.

Really ? You too Daniel ~” Balas Baekhyun sambil mengacak – acak rambut Daniel lembut.

“Dan ~ Ikut Kris daddy dulu ya, mommy akan meyusulmu ~ Ok ?” Ujar Soojin kepada Daniel.

Daniel menangguk semangat, menyusul Kris dan segera menggandeng tangan Kris.

“Biar aku tebak, laki – laki itu pasti suamimu ? Ya kan ? Tampan. Kau pintar memilih suami Soojin ~” Ujar Baekhyun.

“Aku belum menikah Byun Baek ~ Haha.” Jawab Soojin.

“Apa ? Lalu i-itu Daniel dan siapa tadi. Ah, Kris ?” Tanya Baekhyun yang matanya berubah menjadi bulat.

“Daniel ? Hhh, dia anak angkatku.”

“Anak angkat bagiamana ?”

“Ya, aku menemukan Daniel di depan pintu apartmentku saat di New York. Dia berada di dalam sebuah keranjang bayi dan dibalut dengan selimut berwarna putih. Entah siapa yang tega membuang anak setampan Daniel. Jadi, aku memutuskan untuk mengangkatnya menjadi anakku. Kalau Kris oppa, dia adalah teman dekatku. Daniel selalu memanggilnya daddy, karena dia merasa Kris itu seperti ayahnya sendiri. Kris juga sudah mempunyai tunangan. Dan tunangan Kris itu adalah sahabatku, dan Daniel juga sering memanggilnya Mommy.”

“Jadi kau belum menikah Soojin ?”

“Belum ~ Memang kenapa ? Ah, Baekki oppa. Sepertinya aku harus pergi, kasihan Kris oppa, mungkin dia lelah bermain dengan Daniel seharian ini. Aku pergi duluan ~” Ujar Soojin.

“Sebentar ~” Kata Baekhyun sambil menarik tangan Soojin. “Aku minta nomor ponselmu, agar aku bisa bertemu denganmu lagi.” Lanjut Baekhyun.

Soojin tersenyum lebar, merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah kartu nama.

SM Entertainment

Park Soojin – Composser

xxxxxxxxx

Setelah menyerahkan kartu namanya, Soojin pergi meninggalkan Baekhyun.

Baekhyun merasa ada secercah harapan timbul. Ternyata Soojin belum menikah. Ini adalah kesempatan Baekhyun untuk memiliki Soojin kembali.

***

“Daniel ~ Ayo sayang, kau sudah siap ?” Ujar Soojin di depan pintu ruang rias.

“Sebentar mommy ~ Aku kesulitan memakai sepatuku.” Jawab Daniel.

Soojin tersenyum geli melihat putra satu – satunya itu sedang kesulitan memakai sepatunya. Akhirnya Soojin turun tangan. Soojin kembali masuk ke dalam ruang rias dan membantu Daniel memakai sepatunya.

Thank you mommy ~” Ujar Daniel yang langsung memeluk dan mencium pipi Soojin. “Mom ~ Mommy terlihat sangat cantik hari ini.” Lanjut Daniel sambil tersenyum lebar.

Ya, hari ini adalah hari pernikahan Baekhyun dan Soojin. Dan sekarang, Soojin masih berada di ruang rias bersama ayahnya dan putranya, Daniel. Soojin terlihat sangat cantik dengan gaun putih yang melekat di tubuh indah Soojin.

Pertemuan yang tidak disengaja itu, membuat Baekhyun dan Soojin menjadi dekat kembali. Baekhyun menjelaskan semuanya tentang mengapa ia mencampakan Soojin begitu saja. Dan Soojin dapat menerima alasan tersebut. Kembali, Baekhyun menyatakan perasaannya pada Soojin, dan beberapa bulan kemudian Baekhyun melamar Soojin.

Soojin sudah tidak khawatir lagi soal Daniel, karena putra angkatnya itu sudah dekat dengan Baekhyun dan sudah menanggap Baekhyun seperti ayahnya sendiri.

“Soojin sudah saatnya.” Ujar ayahnya.

Soojin menaruh tangannya di lengan ayahnya dan berjalan memasukki gereja. Di depan ada Daniel dan Lauren, sepupunya berjalan sambil menaburkan bunga. Semua mata tertuju pada Soojin. Dan Soojin memasang senyumnya yang paling manis, wajahnya terlihat sangat bahagia.

Dilihatnya adik perempuannya, Park Jimin sedang berdiri dengan kekasihnya, Oh Sehun. Mungkin sebentar lagi Jimin akan mengikuti jejak kakaknya, yaitu menikah dengan Sehun.

Sesampainya di depan altar, Soojin melepaskan tangannya dari lengan ayahnya. Dan Baekhyun segera meraih tangan Soojin, menuntunnya naik ke altar.

Seorang pendeta meminta Baekhyun dan Soojin mengucapkan janji mereka sebagai sepasang suami istri. Dan mereka melakukannya dengan lancar. Lalu proses pemasangan cincin. Baekhyun memasangkan cincin di jari manis Soojin, begitu juga sebaliknya.

I found home. And you’re my home. Stay with me forever. And …. Park Soojin, you’re my destiny ~” Bisik Baekhyun.

“All i have to say is ….. I’m so lucky to have you, Byun Baekhyun.” Ujar Soojin.

Baekhyun menarik wajah Soojin mendekat dengan wajahnya. Dan sesaat kemudian, Soojin dapat merasakan bibir Baekhyun yang lembut menyentuh bibirnya.

Semua orang yang berada di gereja besorak – sorai merayakan pernikahan Baekhyun dan Soojin. Soojin menarik dirinya dan tersenyum lebar ke arah Baekhyun.

Mommy ~ Congratulation ~ And Baekhyun daddy ~ Finally i have a daddy ~~~” Ujar Daniel yang melompat dari pangkuan Jimin dan langsung memeluk Baekhyun dan Soojin bersamaan.

Inilah akhir cerita Baekhyun dan Soojin. Mereka – Baekhyun dan Soojin akhirnya menikah, setelah menuggu penantian yang sangat lama dan rintangan yang cukup berat.

Baekhyun memang percaya bahwa takdirnya adalah bersama Soojin bukan dengan wanita lain. Akhirnya Baekhyun, Soojin dan Daniel menjadi sebuah keluarga yang utuh dan harmonis.

– END –

Soooo, bagaimana menurut para readers ? Baguskah ? Burukkah ? atau Biasa saja ? ~

Ditunggu comment dan like dari para readers semua J

Oh iya, kalian bisa berkunjung ke WordPress aku dan juga kalian bisa follow twitter aku @sheilayupasha atau @kkmjngs ~ ^^

Thank you 😀

Iklan

15 pemikiran pada “Destiny

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s