Mwoyaa?! (Chapter 1)

Title: Mwoyaa?!

Author: Lilaa || @LilaaOohLilaa (twitter)

Genre: Comedy, friendship, romance (ntaran di chapter berikut-berikutnya/coming soon(?))

Main cast: Oh Sehun & Jung Soo Jung (Krystal Jung)

Supporting cast: Member EXO, Kim Seonmi (OC), others.

Rating: G or T? Mollayo~ #PLAKK

Length: Chapters

mwoyaaa

Poster: http://wemakeartfactory.wordpress.com

Disclaimer: ALL cast belong to god, him/herself except OC. The story is mine~! ^^ Don’t be silent readers~ and Typo may hiding here, so.. mianhae ^^ Oh yeah, this is HunStal (Sehun + Krystal) story. Kyahahhh~ Too much talking -_- okay then, Happy Reading~

~o0o~

Perkenalkan, namaku Krystal. Aku adalah yeoja yang tidak suka dengan yang namanya Oh Sehun (maknae-nya EXO). Iih, apaan dia? Kenapa juga para yeoja-yeoja lain bisa sampai tergila-gila? Ah sudah lupakan. Aku adalah seorang designer dan aku punya butik di beberapa kota: Seoul (Toko utama), LA, & Tokyo.  Aku mempunyai merk baju sendiri lho~ namanya ‘SeonStal’ (singkatan dari Seonmi + Krystal) itu aku dan sahabatku yang membuatnya!

“Krytal-ah! Ayo bangun!” ucap eomma sambil melepas selimut yang sedang kupakai.

“Tunggu eomma, tadi malam aku tidur jam setengah 12. Aku masih ngantuk eomma” ucapku sambil menarik selimutku yang di lepas eomma dari atas tubuhku.

“Ish, kau ini! Nanti kau akan terlambat! Hari ini hari sabtu, dan kata asistenmu jam 9 akan ada costumer yang sudah janjian denganmu”

“Aihh eomma.. ini memangnya jam berapa? Palingan masih jam 7, iyakan?”

“Siapa bilang? Ini udah jam 8.15”

Aku kaget lalu bangun dari tempat tidurku mencari-cari jam yang ada di dinding. Ternyata eomma tidak bohong, ini jam 8.15. aku langsung mengambil handuk dan berjalan malas agak sedikit berlari kearah kamar mandi yang ada di kamarku.

“Eomma tunggu kau di bawah, lalu sarapan baru kita berangkat ke butik-mu” ucap eomma sambil keluar dari kamarku.

“Iya, iya eomma”

Aku mulai membersihkan tubuhku dan 10 menit kemudian aku keluar dan memilih baju yang akan kupakai sekarang.

“Hmm.. yang ini saja deh” ucapku sambil mengeluarkan rok mini selutut berwarna hitam, dan sebuah kemeja berwarna abu-abu terang + blazer wanita warna putih. Setelah aku memakai pakaian itu, aku mengambil beberapa buku yang berisi gambar design-design baju buatanku. Kebetulan, tadi malam aku harus Membuat design 2 baju, jadi aku membawa buku-buku designku pulang.

Aku turun kebawah dan menaruh buku di atas meja ruang tamu, lalu pergi ke dapur untuk memakan sebuah roti dan segelas susu vanilla hangat.

“Eomma, ayo berangkat” ucapku sambil menaruh gelas susu itu di atas meja makan.

“Geurae, Kajja! Palli, ini sudah pukul 8.30” jawab eomma

Aku mengambil buku-buku dan kacamata-ku dan langsung masuk kedalam mobil yang ada di depan rumahku. 10 menit kemudian, kami sampai di butik. Hari ini aku sangat beruntung karena Seoul sedang tidak padat. Aku membuka pintu butikku yang bening dan lumayan lebar itu, ternyata costumernya belum datang. Aku menaruh buku-bukuku di meja. Ku lihat baju-baju yang baru selesai kemarin, aku memeriksanya dengan hati-hati mulai dari manik-manik yang ada disitu sampai benang-benangnya. Ternyata sudah perfect. Sempurna, tidak ada kesalahan yang terdapat di baju-baju itu. Sampai akhirnya ada seseorang yang masuk kedalam butik-ku dan aku menoleh kearah orang itu. Ternyata itu adalah costumer yang kutunggu.

“Ah, annyeong” ucapku sambil tersenyum dan sedikit membungkuk

“Ne, annyeong. Choneun, Hwenji imnida” balasnya

“Oh, iya.. Krystal imnida. Ayo langsung saja kita lihat bajunya” jawabku sambil mengajaknya kearah baju yang tadi aku periksa. Dia mengikutiku dari belakang.

Aku menaruh sebuah gaun berwarna putih di depan Hwenji, costumer-ku.

“Whoah! Bagus sekali gaun ini” ucapnya sambil melihat gaun yang di ada di depannya.

“Kamshamnida,” balasku sambil membungkuk sedikit “Kau suka?” tanyaku

“Ne, aku sangat suka. Boleh aku mencobanya?”

“Silahkan”

Hwenji mengambil gaun putih itu dan masuk kedalam sebuah ruang ganti. Beberapa menit kemudian, dia keluar dengan mengenakan gaun putih itu.

“Eottaeyo, Krystal’ssi?” Tanya Hwenji

“Wa~ Kau cantik sekali” jawabku

“Kamshamnida, ini kan juga kau yang Membuat gaun ini” balasnya

“Hehe..”

“Geurae, aku beli yang ini saja ya” ucapnya

“Ah, ne.. kau bisa membayarnya di kasir situ” balasku sambil menunjuk kearah kasir yang ada di butik-ku.

***

“Krystal-ah, jangan lupa besok kau akan pergi ke LA! Bangun pagi! Ne? Ingatkan Seonmi” ucap appa dan eomma. Seonmi adalah sahabatku dari kecil, kebetulan dia juga membantuku di butik. Dia bertugas sebagai designer, fotografer untuk model-model baju, dll. sama sepertiku. Tapi, aku lebih banyak tugasnya daripada dia, karena aku main owner-nya. Hahaha~

“Iya iya” ucapku sambil menutup pintu kulkas. Aku mengeluarkan handphone-ku dan menelpon Seonmi.

“Yeobseo?” ucap Seonmi di seberang telepon

“Seonmi-ah, besok jangan sampai telat! Kita harus sudah ada di Bandara pagi-pagi!” ucapku

“Ne, kita akan ketemuan kan? Bukan jemput-jemputan?”

“Iya”

“Geurae, sampai ketemu besok di bandara ya”

“Ne, Annyeong”

Kami mematikan telepon kami dan akhirnya aku tidur karena ini sudah malam. Remember? Besok aku harus bangun pagi karena ke LA.

@Krystal’s room 5.24 am (12.05.18)

“Well, karna hari ini aku hanya pergi biasa saja, tidak untuk acara penting… aku hanya memakai baju ini” ucapku sambil melihat kearah pakaianku dari cermin yang ada di meja rias-ku, lalu aku duduk untuk menyisir rambutku yang panjang, sedikit bergelombang, dan berwarna Coklat gelap. Aku menarik koperku menuju ke ruang tamu, dan memakai sneakers berwarna krim.

“Eomma, aku berangkat ya” ucapku sambil melambaikan tangan dan memeluk eomma

“Ne, hati-hati ya” balas eomma

“Jaga diri baik-baik disana ya” lanjut appa

Aku tersenyum dan mengangguk. Setelah itu aku keluar rumah sambil memakai tas ranselku, sedangkan koperku sudah dibawakan oleh supirku.

Setelah itu aku berangkat ke Incheon Airport dengan mobil dan diantar oleh supirku. Beberapa jam kemudian, sampailah aku di bandara tersebut. Aku memasuki bandara itu, melewati ‘tahap-tahap’ bandara, dan sampailah aku di ruang untuk menunggu pesawat. Aku menoleh ke seluruh ruangan yang besar itu, mencari sosok sahabatku, Seonmi.

Dan, HAAA!!

Aku menemukannya! Dia sedang duduk memainkan iPad-nya sambil memakai earphone di telinganya. Aku mendekatinya.

“Yaa! Seonmi!” ucapku mengagetkan Seonmi

“Aish kau ini bikin aku kaget saja!” jawab Seonmi

“Mianhae, Oh iya.. kau sudah menunggu dari tadi?”

“Aniyo. Aku baru sampai sini kira-kira 7 menit yang lalu”

“Sini dimana?”

“Ya disini”

“Maksudku, di sini mananya?”

“Di bandara”

“Ishh.. bandara dimananya? Di gerbangnya, ruang tunggu, toilet”

Seonmi menepuk jidatnya sambil menggelengkan kepalanya “Maksudku di ruang tunggunya”

“Ooh, bilang dong dari tadi”

“Kau ini, aku bingung.. mengapa yeoja sepertimu bisa menjadi designer dan punya butik di LA, Seoul, & Tokyo”

“Mwo? Itu karna aku pintar, teliti, cerdas, kreatif, bai-“ tiba-tiba perkataanku terputus karena Seonmi menutup mulutku dengan tangannya

“Sudah diam. -___-“ ucap Seonmi lalu melepaskan tangannya dari mulutku.

“Hih, Seonmi-ya! Kau ini nutup-nutup mulut orang sembarangan saja!”

“Biarkan, abisnya kau cerewet sekali”

“Lah? Kau lebih cerewet. Apalagi kalau kau sedang membicarakan tentang EXO, cihh”

“Hey! Masalah?”

“Iyasih, kau sangat berisik seperti ibu-ibu yang nge-gosip di pinggiran tukang sayur kalau sudah ngobrol tentang exo”

“Shut up~”

“Ahh You!”

Saat kami berbincang-bincang, tiba-tiba saja banyak suara teriakan yeoja. Aku dan Seonmi langsung melihat kearah yeoja-yeoja itu berteriak dan mengelilingi beberapa namja yang sedang berjalan.

“Eh? Ada apa Seonmi?” tanyaku

Seonmi masih melihat namja-namja yang berada di sekumpulan yeoja-yeoja yang memegangi kamera + teriakan mereka yang bisa Membuat telinga sakit. Lama-lama Seonmi tersenyum lebar dan mengeluarkan kamera DSLR-nya dari tas ransel miliknya.

“SUHO OPPAAA!” teriak Seonmi sambil memegang kameranya dan meninggalkanku.

Aku melihat Seonmi yang sedang berlari kearah namja-namja itu. Saat ini, aku sangat bingung.

“Suho? Hmm… kayaknyaa aku tahu siapaa.. uhmmm” ucapku sambil berpikir keras. Tiba-tiba aku melihat ada sosok yang aku benci, maknae-nya EXO-Sehun.

“Ah iya, EXO! Ishh..” ucapku mulai kesal. Aku langsung berjalan menghampiri Seonmi yang sedang tergila-gila memfoto 12 namja itu. Sampailah aku di belakang Seonmi.

“Yaa! Ayo, balik! Nanti kau digigit oleh satpam itu” ucapku sambil memukul pelan lengan Seonmi dan menunjuk sebentar kearah satpam yang bertubuh gemuk dan memiliki wajah yang menyeramkan.

“Apaan kau ini sih? Aku masih ingin mengambil foto Suho Oppa! Lagipula pesawat tujuan LA juga belum dipanggil” jawab Seonmi

Tiba-tiba ada sebuah bunyi pengumuman di bandara itu yang menyebutkan bahwa penumpang pesawat tujuan LA diharap masuk ke pesawat (?)

“Noh, kan. Udah dipanggil, kajja! Nanti kita terlambat gara-gara kau! Palli, palli!” ucapku sambil menarik tangan Seonmi dan akhirnya Seonmi keluar dari kerubunan yeoja-yeoja itu.

Aku dan Seonmi kembali ke tempat duduk kita tadi dan membawa tas ransel kami. Koper kami sudah ditaruh di bagasi pesawat. Lalu, kita mulai berjalan kearah petugas yang akan mengecek boarding pass kami, dan kami melanjutkan berjalan masuk kedalam pesawat.

Kami sudah menemukan tempat duduk kami, aku duduk di sebelah Seonmi. Aku mengikat tali sepatuku yang terlepas dan aku melihat kearah Seonmi yang sedang asik memainkan kameranya. Tiba-tiba, Seonmi melihatku dan tersenyum lebar. Seonmi menunjukkan foto yang ada di kameranya dan berkata “Krystal-ah, liat ini! Suho oppa ganteng yaa~”.

Aku melihat kearah foto yang ditunjukkan Seonmi. “Cih, kau ini” ucapku sambil mengeluarkan majalah fashion.

“Oh iya, Krystal.. sudah 1 ½ bulan kita belum Membuat majalah baru untuk model-model baju kita yang baru” ucap Seonmi.

Aku menoleh ke Seonmi. “Hmm.. iya juga sih, mau kita ambil fotoshoot-nya di LA? Atau di Seoul & Tokyo saja?”

“Di LA saja! Modelnya kan bisa EXO, kan mereka sedang ada di LA. Tadi, aku sempat bertanya pada Suho oppa! Plus, kita sudah selesai banyak model baju namja”

“Mwo? Exo? Andwe!” ucapku sambil menggeleng dan meneruskan melihat majalah fashion tadi.

“Waeyo? Aku kan fotografer-nya”

“Tapi aku kan juga ownernya”

“Nah, kalo di masalah photoshoot.. siapa yang ngurus?”

“Ehmm.. kamu”

“Pinter, kalau begitu EXO saja yah”

“Kenapa nggak yang lain saja? Bisa BtoB, 2AM, 2PM, B1A4, Boyfriend, B.A.P, Big Bang dan lain-lain. Kenapa harus EXO?”

“Karna EXO sedang ada di LA. Dan mereka akan mengadakan konser SMTOWN”

“Kan masih banyak yang lain, bisa TVXQ, SHINee, Super Junior, Kangta”

“Andwae!”

“Lah? Atau kita bisa pakai artis lain saja selain dari Korea. Bisa kan model-model laki-laki yang lain?”

“ANDWAE! Harus tetap EXO”

“ANIYO! SHIREOYO!”

“Pleaasee,.. Krystal-ah, EXO~” ucap Seonmi sambil memakai ‘puppy eyes’nya.

“Aaaaaahh..”

“Krystal-aah~ Exo” ulangnya

“Ishh..” ucapku sambil menarik nafas panjang “Iya, iya” lanjutku dengan wajah ‘tidak-rela’.

Seonmi langsung tertawa dan tersenyum kegirangan, karena ia berhasil.

***

Beberapa jam kemudian, sampailah kita di Los Angeles International Airport. Aku dan Seonmi sudah turun dari pesawar 15 menit yang lalu. Kami sedang menunggu koper kami, dan akhirnya aku mendapatkannya terlebih dahulu dari Seonmi. 2 menit kemudian, koper Seonmi muncul dan ia langsung mengambilnya. Kami keluar dari bandara itu dan menaiki taksi untuk sampai di Hotel.

“Seonmi-ah, aku sangat lelah” ucapku sambil membaringkan tubuhku di atas tempat tidur.

Kami menginap di sebuah kamar hotel yang ber-tempat tidur dua, aku memilih tempat tidur yang dekat dengan pintu menuju balkon kamar + jendela di kamar kami.

“Aku juga, Krystal-ah.. aku sangat lelah”

Seonmi menyalakan TV dan menontonnya, aku ikut menontonnya sampai akhirnya mataku sudah tidak bisa menahan, aku tertidur pulas.

@Hotel (Krystal & Seonmi’s room)- 4.00 pm

“Aaaahhh..” aku menguap dan merentangkan kedua tanganku. Aku mengucak mataku dan melihat kearah Seonmi yang masih tertidur pulas di atas tempat tidurnya. Aku berdiri dan pergi menuju balkon kamar. Udara sore sekarang ini sangat sejuk~ aku mulai lapar, akhirnya aku kembali masuk ke kamar dan menutup pintu balkon. Sekarang, aku akan membangunkan Seonmi.

“Seonmi-ah, Ireonaa! Seonmi-ah!” ucapku sambil membangunkan Seonmi. Akhirnya Seonmi-pun bangun dari tidurnya, dan duduk di tempat tidurnya.

“Waeyo, Krystal-ah? Aku masih ngantuk” ucapnya sambil kembali berbaring dan menutup matanya.

“Ish kau ini, jangan tidur lagi!”

“Diam saja ah, aku masih ngantuk”

Aku mengambil nafas panjang dan aku terpaksa untuk berbicara seperti ini. “Suho oppa ada di luar” ucapku.

Seonmi kembali terbangun dengan mata besarnya + tatapan tidak percaya-nya. “N-ne? Jinjjayo?” balasnya sambil berlari keluar balkon dan menoleh kearah manapun untuk mencari Suho.

“Mana? Mana? Kok nggak ada?” tanyanya sambil melihatku.

“Aahahahaha!” aku tertawa melihat sahabatku yang begitu konyol itu

“Loh, kok ketawa?”

“Abisnya, kau gampang sekali tertipu olehku~ mana ada Suho oppa disini?”

“Yaaa!! Kau ini!”

“Mianhae… Seonmi-ah, haha”

“Ashh, jinjjayo. Kau ini benar-benar, ihhh”

“Mana aku tahu mereka ada di hotel ini atau tidak”

“Iya, iya… eh, tapi tadi alasan sebenarnya kau membangunkanku apa?”

“Aku lapar, ayo makan”

“Geurae, jankamman.. aku mau mengganti bajuku dulu”

“Ne, jangan lama-lama! Oh ya, jangan pakai baju yang terlaru mewah & berlebihan yaa! Kita Cuma mau makan di restaurant hotel saja”

“Iyaaa”

Seonmi memasuki kamar mandi dan 5 menit kemudian, dia keluar dengan menggunakan celana jeans pendek + T-Shirt berwarna putih yang memiliki gambar “mustache”nya. Sama sepertiku, hanya saja yang membedakan aku memakai T-shirt berwarna putih polos + cardigan berwarna peach, dan sama seperti Seonmi, aku memakai celana pendek.

“Kajja! Ayo kita makan” ajaknya.

Aku beranjak dari kursi yang kududuki dan mengikuti Seonmi keluar kamar dari belakang. Eits, tidak lupa kamarnya dikunci dulu!

Sampailah kita di restaurant hotel. Aku mulai mengambil sebuah chicken burger dan segelas susu vanilla, lalu aku duduk di sebuah tempat, begitu juga dengan Seonmi. Ia duduk di depanku.

“Krystal-ah, tadi aku lihat di internet, katanya SMTOWN konsernya digelar besok, AKU NGGAK KEBAGIAN TIKET!!” ucap Seonmi dan dia menaruh kepalanya di atas meja di akhir kata “aku nggak kebagian tiket”.

“Cih, who cares” ucapku singkat.

“Ihh kau ini! Selalu saja begitu”

Beberapa menit kemudian, makanan kami selesai. Aku dan Seonmi kembali ke kamar, aku mengambil iPad-ku dan memainkannya sekalian mencari inspirasi untuk Membuat design baju. Sedangkan Seonmi, dia pergi keluar untuk mencari tempat yang bagus untuk dijadikan fotografi.

“Seonmi kan lagi pergi, aku juga pergi saja deh.. aku ingin jalan-jalan” ucapku sambil menaruh iPad di atas meja TV. “Tapi nanti Seonmi akan mencariku!” lanjutku sambil berfikir. “Oh! Aku akan sms dia saja lah..”

Seonmi POV.

“Nah, pemandangan disini bagus. Ada angsa-angsa yang berenang” ucapku sambil memulai mengambil foto dari angsa-angsa tersebut.

Tiba-tiba, handphone yang ada di kantong celanaku bergetar. Itu adalah sms dari Krystal, aku langsung membuka dan membacanya.

 

 

From: Krystal Jung

4.45 pm

Seonmi-ah, aku pergi keluar yaa.. aku ingin jalan-jalan, kau mau ikut?

 

————–

From: Kim Seonmi

4.47 pm

 

Aniyo, aku masih ingin di tempat aku sekarang. Aku tidak ikut, tapi aku ingin menitip Bacon Pizza. Ne?

————–

From: Krystal Jung

4.48 pm

 

Ne! Baiklah, aku pergi dulu ya..

————–

From: Kim Seonmi

4.48 pm

 

Iya

Krystal POV.

Setelah itu, aku pergi ke sebuah mall di LA, butik-ku yang ada di LA terdapat di mall itu. 20 menit kemudian, aku sampai disitu. Kebetulan, hotel yang aku tempati berjarak tidak terlalu jauh dari mall itu. Disitu sangat padat sekali, banyak orang-orang yang berjalan-jalan, bermain, shopping, makan, dan lain-lain. Aku memasuki toko yang menyediakan berbagai macam pizza.

“Can I help you?” Tanya seorang pegawai yang berada di counter.

“Yes, I want to order a bacon pizza, please” jawabku

“Oh Okay, wait until 75 minutes later” balasnya

“Okay” ucapku

“And this is the bill” ucap pegawai itu sambil memberiku bill harga pizza yang aku beli.

“Oh, here’s the money. Thank you, by the way… can I go to other place first, I’ll come back again 75 minutes later when my pizza is ready” tanyaku

“Sure” jawabnya sambil tersenyum. Aku ikut tersenyum dan keluar dari toko itu.

“Hmm.. aku harus ke butik-ku dulu” ucapku sambil berjalan menuju butik-ku yang ada di mall ini.

.

.

.

Aku membuka pintu masuk toko butik-ku dan aku dapat melihat pegawai-ku yang sibuk melayani costumer + costumer-ku sedang sibuk dengan baju-baju yang akan mereka beli.

“Hello~” sapaku kepada pegawai-pegawaiku.

“Hello!” balas mereka Semua dengan senyuman yang indah.

“Hmm, miss.. Where’s Ms. Seonmi?” Tanya salah satu pegawai yang bernama Calissa.

“Please, Calissa.. don’t call us ‘miss’ I haven’t married yet. Just called us with our name” ucapku sambil sedikit tertawa

“Oh, sorry~ but where’s is Seonmi?” Tanya Calissa.

“She’s going to a place for.. you know.. taking pictures there.. she’s our photographer right?” ucapku sambil melihat-lihat baju disitu.

Dia hanya tersenyum.

“Oh, Elina.. did this shop have received some new dresses?” tanyaku kepada pegawaiku yang lain.

“Yes, we have received it 3 days ago” jawabnya.

“Okay” balasku.

“Also, we’re gonna do a photo shoot for our new clothes” ucapku lagi

“Who’s the model? Is it boy or girl?” Tanya mereka

“Seonmi wants EXO to be our model. But really, I disagree with Seonmi. Hmm, but because Seonmi have won, we will use EXO as our model”

“Really? Waaaah!”

“Do you guys like them too?”

“Yes!”

“Hiii.. you guys are weird”

75 minutes later…

Aku kembali ke toko pizza yang tadi aku datangi dan mengambil pizza itu, lalu pulang ke hotel.

Aku sudah sampai di kamar hotel. Seonmi sudah ada di kamar, ia sedang memainkan handphone-nya sambil menonton sebuah acara musik.

“Seonmi-ah, ini bacon pizza-nya” ucapku sambil memberi pizza itu kepada seonmi.

“Gomawo” jawabnya.

Aku mengangguk, lalu ikut menonton acara TV itu. “Seonmi-ah, jadi photoshoot-nya bagaimana?” tanyaku pada Seonmi

“Hmm.. Oh iya! Aku harus menghubungi manager mereka dulu” jawab Seonmi

“Geurae, hubungi sana” suruhku

Seonmi langsung menghubungi nomor manager Exo.

“Annyeong Haseo, apakah ini benar manager EXO?” ucap seonmi

“….”

“Kim Seonmi imnida, saya sebagai fotografer pakaian merek SeonStal ingin meminta Exo menjadi model untuk baju-baju kami. Kebetulan, saya lihat Exo sedang di LA, bukan?”

“…..”

“Iya, apakah bisa? Kebetulan saya juga sedang di LA. Photoshoot-nya akan diadakan tanggal 21 Mei, pukul 9 pagi, di gedung xxx”

“….”

“Jinjjayo? Kamshamnidaa”

“….”

“Ne, annyeong haseo”

Seonmi memutuskan teleponnya dengan Manager Exo.

—–

Sehun POV.

Aku sedang duduk di sebuah sofa di hotel bersama hyungdeul-ku dan manager hyung. Tiba-tiba, manager hyung mendapat sebuah telepon.

“Yobseo?” ucap Manager hyung

“….”

“Annyeong haseo, benar Saya manager EXO, ada apa dan ini dengan siapa ya?”

“….”

“Ooh, iya.., Mereka semua sedang ada di LA”

“….”

“Baiklah, kalau begitu, aku terima”

“….”

“Ne, cheonma~ annyeong haseo”

“….”

Manager hyung mematikan teleponnya itu. Aku dan member yang lain penasaran dengan apa yang dibicarakan manager hyung. Mungkin saja schedule baru? Molla..

“Hyung, ada apa? Schedule baru?” tanya Baekhyun hyung

Manager hyung menatap Baekhyun dan mengangguk. “Ne, tanggal 21 kalian akan mengadakan photoshoot di gedung xxx, pukul 9 pagi” jelas manager hyung

“Ooh.. Geurae” ucap Suho hyung.

“Itu photoshoot untuk merek pakaian? Atau produk lain?” tanyaku

“Pakaian, kau tahu.. Itu adalah merek korea. Sudah menjadi merek internasional” jawab manager hyung

Aku dan hyungdeul hanya mengangguk.

“Apa nama merek-nya?” tanya Tao hyung

“SeonStal” jawab manager hyung.

Merek SeonStal, kedengarannya menarik.

Krystal POV.

“Apa dia bilang?” tanyaku pada Seonmi

“Dia menerimanya,” jawab Seonmi

Aku hanya mengangguk. Well, sebenarnya aku agak senang dan agak kesal. Senang karena bisa cepat mengeluarkan majalah baru untuk model-model baju, tapi kesalnya aku akan bertemu Sehun.

“Krystal-ah..” panggil Seonmi

“Ne?”

“Boleh tanya?”

“Ne, tanya apa?”

“Kenapa kau benci Sehun?”

To be continued..

~o0o~

Ah, akhirnya aku ngepost chapter 1 juga.. .-. gimana yah? Ntar Krystal kira-kira jawab apa? Ah! Karna author udah jadi yeojachingu-nya Sehun! Makanya Krystal benci Sehun ._.v *kumat dah -_- #digebukinEXOTICS .-. nah, kita liat aja ntar di chapter berikutnya. Okeh, silahkan diberi kritik & saran, pendapat, dan lain-lain. Kutunggu, ne? 😀 yaudah, gomawo juga yang udah mau baca FF ini. Tapi JEONGMAL GOMAWO untuk yang udah baca + comment 🙂

Iklan

20 pemikiran pada “Mwoyaa?! (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s