We Are One: Unbreakable (Chapter 2)

Judul               : we are one: Unbreakable( chapter 2)

Author             : hunnieya94

Genre              : brothership

Length             : chapter 2 (END)

Rating             : general

Main Cats        : EXO-K Sehun, EXO-K Suho, EXO-K Kai

Support cast    : all exo member other than main cast

 __________________________

JONGIN POV

Aku melihatnya, tubuh ringkih yang biasanya kegendong, kulit pucat yang selalu ia banggakan. Dan jas kuning yang ia pakai, yang ia selalu minta padaku untuk mencucikannya. Aku melihatnya melayang, dan jatuh dengan keras di aspal. Kenapa?kenapa aku harus melihat ini?kenapa aku harus ke gedung SM di hari sial ini?kenapa aku berlari menuju anak berengsek yang seharusnya kubenci mati-matian?

Jantungku seolah berhenti, jas kuning dan wajah sehun yang menabrak aspal-lah yang menyadarkanku. Aku berlari kesetanan menghampirinya, mengangkat tubuhnya, menatap matanya yang sudah terpejam. Tidak. Oh tidak. Aku mengangkat tubuh itu, tidak peduli akan rasa hangat yang mengaliri tubuhku karena darah sehun. Tidak peduli akan tatapan iba dan kagum dari orang-orang di jalan. Bantu aku bodoh. Adikku akan mati. Aku ingin berteriak pada mereka, tapi aku terlalu tegang. Aku harus segera menyelamatkan anak ini.

Tubuh cokelat kai basah oleh keringat dan darah. Matanya terpejam menahan gejolak hatinya dan keinginan menangis. Di lorong rumah sakit yang sepi ini ia tidak tahu harus berbuat apa. Sejak tadi, setelah membawa sehun ke rumah sakit yang ia lakukan hanya duduk, membungkuk dengan tangan memeluk lutut.

“apa anda keluarganya?”suara dokter membuat kai terbangun. Ia buru-buru menghapus airmatanya.

“saya kakaknya”

“sehun-ssi kritis. kami sedang berusaha menanganinya. Kau tenang saja, kami akan melakukan yang terbaik”

Kai tidak menjawab tapi airmatanya turun semakin deras.

“hyung, sehun kecelakaan…. dia ada di ruang 405 seoul international hospital” kemudian kai menutup telepon.

SUHO POV

“….405 seoul international hospital…” suara bariton dengan aksen yang kurindukan itu menutup telepon tanpa aba-aba. Sejenak aku merasa diriku linglung. Aku hanya fokus pada tiga kata. Sehun. Kecelakaan. Kritis. Tiba-tiba yang aku ingat hanya senyum sehun, tangannya yang hangat, bibirnya yang merah dan pipinya yang pucat. Setelahnya, semua yang kulakukan terasa seperti mimpi. Menarik baekhyun dan chanyeol, menggedor kamar manajer dan memerintahnya meneyetir. Aku tidak menangis, tidak mampu. Aku bisa melihat tatapan penuh tanda tanya dari 3 orang ini. Tahu-tahu aku sudah sesenggukan sambil menceritakan keadaan sehun. Aku belum pernah sehancur ini.

DO POV

Aku tidak merespon apa-apa. Mendengar kabar sehun kecelakaan. Dan kritis. aku masih bisa mendengar suara sehun yang memanggilku eomma dan aku yang menggeram marah. Aku mengulang saat itu, beberapa kali sampai airmataku tiba-tiba jatuh. Aku merasakan pelukan dua orang yang baunya aku kenal. Lalu kita bertiga menangis, chanyeol tidak bersuara tapi aku bisa merasakan airmatanya yang menetesi kaosku. Tangis baekhyun yang keras.  Suho hyung lebih senang menumpahkan airmatanya ke dinding.  Berengsek.

JONGIN POV

Mereka bertiga datang berlari-lari. Aku tidak berbuat apa-apa. Kubiarkan saja atmosfer pedih ini mengudara. Aku masih terlalu sakit, mungkin. Atau aku yang keras kepala. aku tidak peduli.

 

[FLASHBACK]

Dua namja tampan terlihat berlalri kecil diantara jalanan yang bersalju, tengah berusaha untuk mengusir dingin dengan banyak bergerak.

“park chanyeol! Berhenti menggangguku!”bentak baekhyun, berusaha menyingkirkan tangan chanyeol yang panjang dari kepalanya.

“ya! Chany-“

“omo” chanyeol berhneti, matanya terbelalak lucu. Menambah ketampanannya.

“lihat! Sup untuk jongin jadi jtuh. Ya Tuhan kau benar benar. Aish, kau harus tanggung jawab.” Baekhyun menuntut, tangannya menunjuk chanyeol. Namja itu hanya merengut, lalu memasang aegyo.

“tapi tokonya jauh sekali baekhyun-a, dan ini dingin sekali”chanyeol memeluk dirinya sendiri sambil emnggetarkan badannya.

“lalu bagaimana?”

“kita bagi dua saja?untuk sehun dan jongin?”

“tapi sehun kan suka sekali sup nasi ini”

‘entahlah, kurasa jongin akan mengerti” bekhyun mengangguk ragu, lalu berlari mengindari salju dan rasa dingin yang sudah menderanya.

[END OF FLASHBACK]

JONGIN POV

Rambutnya yang cokelat emas terlihat serapuh raganya. Aku merabanya lembut,  tidak ada gelengan manja yang biasanya sehun berikan untukku. Aku sudah tidak menangis lagi. Airmataku sudah habis. Aku bisa mendengar orang tua dan kakak laki-laki sehun di ruang tamu. Sebuah perasaan hampa menyerangku. Apa ini gara-gara aku? Apa aku terlalu kekanak-kanakkan karena mundur semudah ini?

Mungkin sudah kali seribu aku menatap wajah sehun, menanti gerakan pada kelopak matanya. Tunggu. Aku menyentuh bekas membiru pada pipi kanannya. Tunggu. Ini aku. Bekas biru ini adalah perbuatanku. Kemudian aku teringat.

[FLASHBACK]

“hyung” suara sehun yang lirih terdengar dari balik selimutku. Aku masih marah. Tapi aku tidak mau bilang pada baekhyun dan chanyeol hyung.

“hyung” aku bisa mendengar langkah sehun yang terhuyung-huyung menuju ke kasurku. Sebelum ia membuka selimutku, aku memejamkan mataku. Tidak lama, setelah aku yakin ia sudah tidur. Aku membuka selimutku. Menahan rasa malu ketika melihat bubur yang ada setengah di mejaku.

Kai tersenyum getir. Rasa sayangnya membuncah, tubuhnya yang cokelat memeluk sehun. Mereka berdua tidur bersama hari itu.

[FLASHBACK]

“sehuna, apa yang kau lakukan disini?”

“kau lupa baju olahragamu hyung. Nanti youngwoon sonsaengnim bisa marah”

“ya dasar bodoh, kau meninggalkan jam pelajaranmu hanya gara-gara ini?” kai memukul kepala sehun lembut. Sehun hanya meringis lalu berlari.

“dadah hyuuung”

[FLASHBACK]

Sehun mengulurkan jas kuningnya pada kai. Yang diberi menggeleng kasar.

“tidak sehunnie, kau nanti dihukum”

“tapi kau akan ujian hari ini hyung, kalau kau tidak memakai ini kau tidak boleh ikut ujian”

“tapi s-“ kai mengumpat ketika mendapati sehun yang sudah berlari menjauh. Hari itu kai dan sehun pulang terlambat. Sehun karena hukuman membersihkan ruangan kelas. Kai karena menunggu sehun pulang seraya membantunya.

Airmata kai meleleh, tangannya bergerak mengusap lengan sehun. Kemudian berdiri untuk mengecup kening maknae yang disayanginya.

“bagaimana aku bisa melakukan itu padamu sehuna?”

“aku sungguh bodoh”

“maaf sehuna, aku bukan hyung yang baik” kai mengguncang tubuh sehun.

“jebal, bangunlah. Aku minta maaf”

“aku akan menemanimu membeli bubble tea setiap hari. Aku akan membiarkanmu membolos latihan. Nanti aku akan memberimu latihan privat”

“jebal sehunnie bangun”

“jongin-ah” suho memanggil kai yang tengah memeluk sehun sambil menangis.

[FLASHBACK]

Aku bisa melihat wajah young min subae yang mengeras ketika aku mengatakannya. Sampai sekarang kata itu masih terngiang-ngiang di pikiranku.

“saya ingin mengundurkan diri dari exo sunbae” young min ajjuhsi menoleh padaku dengan cepat, mengalihkan pandangannya dari laptop yang sejak tadi menjadi perhatiannya. Ia tidak bertanya kenapa. Tapi, seiring dengan teralihkannya perhatiannya pada laptop, ia berkata bijaksana.

“pikirkan lagi”

“saya sudah yakin” ia kembali membeku. Beliau adalah orang paling berwibawa yang pernah aku kenal setelah lee sooman sunbaenim. Aku bisa merasakan udara yang semakin dingin, karena kegugupan dan rasa takutku. Ia mengetuk-ngetukkan jarinya ke laptop.

“baik, aku akan mengirimkan surat pemberitahuan pada member exo k. Jika 2 minggu setelah hari ini kau tidak merubah pikiranmu. Kau resmi keluar” sekarang gantian aku yang tersentak. Kenapa ia tidak begitu peduli sehingga ingin tahu apa penyebabnya? Aku membungkuk hormat sebelum keluar dari ruangannya yang mewah.

[END OF FLASHBACK]

“aku minta maaf” suho memeluk tubuh kai yang membungkuk ke arah sehun. Membiarkan airmata penyesalan turun dari matanya. Suho tidak peduli apakah kai akan membalas pelukannya atau malah mendorongnya. Tekanan dan rasa sakit menekannya habis-habisan. Leadr tampan itu tidak beranjak ketika tubuh kai yang gagah memeluknya balik. Kai ikut menangis, meletakkan kepalanya di bahu suho yang jauh lebih pandek darinya. Diantara suara alat yang terpasang di tubuh sehun, tangis mereka terdengar keras dan menyedihkan.

“jebal, jangan pergi” suho berkata susah payah. Napasnya habis karena menangis. Kai menangguk dalam diam, mensyukuri sikap bijaksana young min.

“maaf hyung, aku bodoh. Aku-“ tidak mampu melanjutkan kata-katanya, kai kembali menangis, memeluk suho lebih erat. Mengabaikan pelukan chanyeol, baekhyun dan DO yang sudah dari tadi mendengar mereka menangis. Melihat para dongsaengnya yang datang, suho melebarkan tangnnya, meraup keempat adiknya ke dalam peluukannya yang hangat.

SEHUN POV

Setelah rasa sakit yang datang karena terbentur aspal keras. Semuanya jadi gelap, tapi aku masih mampu mencium aroma mist dengan campuran aqua. Mirip seperti parfum jongin hyung. Jongin hyung. Apa dia disini?kemudian rasa sakit itu menghantamku lagi. Membuatku benar-benar tidak sadarkan diri. Cukup lama aku tidak sadar hingga aku mendengar suara rendah yang kurindukan. Sesuatu menetes di pipiku, apa itu?aku juga merasakan sesorang memelukku. Tangannya yang kekar, aku pernah digendong oleh tangan seperti ini. Semuanya terdengar samar-samar, tapi aku tidak bisa melihat apa-apa. Apa aku buta? Sebuah desakan keras tiba-tiba menabrakku, menekanku pada sebuah dinding. aku berusaha mendorongnya, tapi ia sangat kuat. Aku tidak tahan lagi, tubuhku masih sakit karena terbanting tadi. Sesuatu itu terus mendorongku, percuma aku melawannya. Lalu kubiarkan diriku tedorong.

END OF SEHUN POV

“hyung…”

Suara sehun yang lemah membuat kelima namja yang sedang berpelukan itu tersentak. Serentak 5 namja tampan itu menoleh pada asal suara, kemudian berlari seperti kesetanan ke ranjang sehun.

 

 

SEHUN POV

Aku bisa melihat mereka lagi. Padahal sebelumnya kupikir aku buta?pertanyaan hyung seperti tidak ada habisnya, kurasa mengeja namaku sendiripun aku tidak akan bisa. Tubuhku rasanya remuk, padahal aku ingin menjawab pertanyaan mereka semua. Tangan mereka tidak pernah berhenti menyentuhku. Meskipun keluargaku ada disini, aku bisa merasakan perasaan senang luar biasa saat hyungku berkumpul mengelilingiku seperti saat ini.

Ada jongin hyung. Itulah fakta pertama yang aku dapat saat aku membuka mataku. Aku membuka mataku, mendengar kelima hyungku menangis. Entah apa sebabnya, ada lima, bukan empat bahkan tiga seperti dua hari kemarin. Tidak, aku tahu itu bukan manajer. Aku tahu tubuhnya yang tingginya hanya lebih sedikit dibanding aku, kulitnya yang karamel, tangannya yang gagah dan rambutnya yang dicat sama persis sepertiku. Jadi aku memanggil mereka, hanya memastikan kalau aku tidak salah. Saat jongin hyung menoleh, aku senang luar biasa.

“saya tidak tahu bagaimana, sehun-ssi bahkan belum melewati masa kritisnya. Tapi syukurlah sekarang dia sudah sadar. Kerja organ tubuhnya yang cedera pun cenderung membaik” jelas dokter yang dipanggil oleh ibu sehun. Wanita itu cantik, kulitnya putih pucat sama seperti pigmen anaknya. Umurnya hampir 50 tahun tapi kecantikannya masih terlihat. Wajahnya berbinar senang, di sampingnya, ayah dan kakak laki-laki sehun terlihat sama bahagianya. Masing-masing dari mereka memeluk dan mencium sehun sebelum memberikan waktu privat bagi exo-k.

CHANYEOL POV

Saat aku mendengar suara yang kukenal dengan baik itu. jantungku terasa berhenti berdetak, aku berlari ke arahnya. Dan saat mendapati matanya yang indah sudah terbuka, aku tidak dapat menahan diriku untuk memeluknya. DO segera menahanku, mengingatkan bahwa tubuh sehun masih belum cukup pulih.

Aku mengenggam tangan kanannya berebutan dengan baekhyun yang sudah merengut sambil mengusap puncak kepala sehun. Hari ini berlangsung sangat baik. Hanya dengan berpelukan kami mendapatkan dua anggota kami kemabali, jongin dan sehun. Dua maknae kami yang sangat berharga.

DO POV

“sehuna aku minta maaf” kami berpura pura tidak mendengar saat jongin mendapatkan jatah privatnya dengan sehun. Sialnya, aku tidak bisa mendengar respon sehun karena suaranya yang sangat lirih dan lemah.

“aku bukan hyung yang baik” kembali aku mendengar isakan jongin. Anak itu sedang mengusap punggung tangan sehun. Menahan airmatanya yang terus menerus turun. Aku kembali merapat pada dinding, tapi tetap tidak dapat mendengar apa-apa. Berikutnya ketika aku kembali mengintip, kai sudah naik ke ranjang sehun. Mereka berdua tidur bersama, sama seperti saat mereka berdua sakit.

 

 

LUHAN POV

Kami sedang melakukan wawancara di salah satu stasiun di china ketika manajaer hyung memanggil kami. Menghentikan syuting untuk sebuah berita yang baru ia dapatkan di telepon? Aku bisa melihat wajah kris yang mengernyit heran. Ia tidak suka ketidak-profesionalan.

“ada masalah dengan exo-k.” Ia mengawali pembicaraan. Aku tidak berpikir macam-macam, mungkin hanya masalah teknis seperti yang biasa kami hadapi. Tapi, jika memang masalah kecil kenapa ia sampai harus menghentikan syuting?

“aku juga tidak tahu bagaimana cerita detailnya, tapi maknae kalian sedang dalam keadaan kritis” xiumin hyung yang pertama kali menanggapi. Sedangkan aku?entahlah aku merasa hyungku ini hanya bercanda.

“maksudmu sehunnie?” manjaer hyung mengangguk. Tanpa menanggapi pertanyaan yang bertubi-tubi datang. Ia menyuruh kami melanjutkan syuting. Berengsek, kau menyuruh kami melanjutkan syuting setelah kabar buruk ini menguasai pikiranku? Aku menepuk bahu tao yang naik turun. Tidak menyadari langkahku yang limbung. Yixing menggamit lenganku.

“jangan  menangis sekarang. Nanti make upmu luntur”

“hyung, biar aku saja yang mengambil talent menyanyi. Nanti kau lakukan bbuing-bbuing” tiba-tiba jongdae sudah berada di sebelahku. Aku hanya mengangguk. Tidak mampu berpikir. Bbuing-bbuing?aku ingat sehun yang selalu melakukan itu padaku, memintaku membelikan bubble tea untuknya. Apa aku tidak akan bisa melihatnya lagi? Shit. Aku tidak bisa menahan ini. Berhenti bodoh, nanti make upku luntur.

KRIS POV

“…..maknae kalian sedang dalam keadaan kritis” aku tersentak, berusaha membuat wajahku tetap terlihat tenang. Yang menjadi pokok perhatianku sekarang adalah luhan hyung. Terlihat jelas, wajahnya shock dan dingin. Kenapa manajerku tidak memberitahu tentang ini nanti saja?tidak tahukah dia kami harus melanjutkan syuting? Ketika aku ingin menghampiri luhan, aku mengingat crybaby yang sudah tertunduk di sebelahku. Baiklah, bocah ini dulu.

“ya, nanti make upmu luntur”

“kau tidak mau seperti angelica di all grown up kan?katanya kau benci itu?”

Berhenti tao, nanti aku juga ikut menangis. Aku merasakan mataku yang memanas. Sekarang melihat ke ataspun tidak akan membuat airmataku berhenti. Ya tuhan wufan, mana bisa kau menangis? Aku melihat sekeliling, mengecek apakah keadaan lebih baik daripada aku dan si crybaby.  Rupanya tidak, luhan berjalan seperti tidak tahu arah, di sampingnya yixing dan jongdae. Mata mereka terlihat berkaca-kaca. Sedang xiumin hyung? Ia berusaha tenang dengan memandangi langit-langit. Tapi aku bisa melihat cairan bening yang menumpuk di matanya.

 

 

LUHAN POV

Setelah 6 jam perjalanan yang terasa seperti setahun, ditambah kekurangan cairan karena sering menangis. Akhirnya aku sampai di kamar 405 ini, aku buru buru masuk, tidak mempedulikan member lain yang bila kuperkirakan masih sampai di pintu utama seoul international hospital.

Aku melihat jongin dan sehun tertidur bersama. Tidak, tunggu. Bukankah sehun? Apa jongin juga? Saat ribuan pertanyaan seperti akan meledakkan kepalaku aku merasakan tubrukan kuat dari arah belakang. Rupanya member exo-k.

Aku buru-buru melepas pelukan mereka. Mengeluarkan semua pertanyaan yang sudah bersarang si kepalaku.

“kenapa ada jongin?”

“apa dia sakit juga?”

“apa yag terjadi pada sehun?”

“bagaimana keadaannya?apa kritisnya sudah lewat?”

Aku tidak bisa menghitung berapa pertanyaan yang aku keluarkan. Yang aku tahu, aku harus minum 1 botol air untuk menanggulangi rasa hausku.

DO POV

Aku melihat figur kecil, tinggi yang ramping. Rambut dan wajahnya terlihat familiar. Sebelum aku sempat menyebut namanya. Suara chanyeol yang besar mendahuluiku.

“luhan hyung?”

Kami semua, kecuali jongin dan sehun tentunya langsung berebutan memeluknya. Lupa akan hal penting yang membuatnya kesini. Makanya, tidak heran ia segera melepaskan pelukan kami alih-alih membalasnya.

Selanjutnya, semua pertanyaan dijawab oleh suho hyung, sementara kami hanya menambah sedikit anggukan atau “ne hyung”. Sampai pada bagian jongin menonjok sehun, aku bisa melihat tatapan luhan hyung yang membara. Aku tahu dia ingin membunuh jongin jika ia bangun nanti. Wajah hyungku yang cantik ini menampilkan segala ekspresi, mulai dari marah datar, sedih. Aku juga bisa melihat matanya yang membengkak, ini pastilah karena maknae kami itu.

BAEKHYUN POV

“Kami semua disini untukmu sehun” ucapku sambil membelai rambutnya. Jongin sudah bangun, ia sekarang kebagian bercerita kepada exo-m. Aku tidak tahu dia akan jadi apa setelahnya. Tapi sudahlah, yang penting ini semua sudah selesai. Surat pengunduran diri jongin juga sudah diurus manajer. Semnetara sehun? Aku baru saja mengantar keluarganya pulang. Mereka bilang, mereka bisa mempercayakan sehun pada kami. Tentu saja, kami sangat menyayanginya.

 

SEHUN POV

Saat aku membuka mataku, aku tidak merasakan sakit luar biasa yang tadinya seperti melubangi kepalaku. Tanganku diperban sana-sini. Aku tahu ada lecet di pelipisku sungguh tidak baik. Mungkin obatnya adalah mereka. Melihat mereka semua kembali bersama.

Aku tidak suka menyadari mata hyungku yang hampir semuanya bengkak.

END OF SEHUN POV

“hyung ah. Kalian semua jadi gemuk” sehun berkata asal. Mendapat pelototan dari xiumin.

“hihi, tidak entah kenapa. Kalian semua bengkak di bagian yang sama” tangannya menggapai-gapai ke arah hyungnya.

Luhan yang sejak tadi belum bicara dengan sehun mendekatinya.

“di bagian sini” sehun menunjuk bagian bawah mata luhan.

“gemuk sekali, jelek. Aku tidak suka”

“ini semua karena kau, sehuna” balas luhan.

“kenapa kau iseng sekali menabrakkan dirimu ke mobil. Apa kau mau mati?” kris bersuara dingin.

“ya itu benar, apa kau gila?” baekhyun berteriak.

“ya. Lalu kenapa kau harus kritis dan membuat kami semua hampir mati karena mencemaskanmu?” chanyeol iku berteriak, walau harus dengan usaha keras. Suaranya terlalu rendah.

Sehun merengut, membuat luhan yang ada di sampingnya tidak tahan. Tangan luhan mengusap pipi sehun sayang. Ia sangat merindukan adiknya.

“apa kau baik baik saja sehuna? Kau tidak boleh begini lagi”

Sehun mengangguk, tersenyum ke arah hyungnya yang semuanya melihat ke arahnya.

JONGIN POV

“…aku menyesal sekali. Aku tidak tahu aku akan membuatnya begini. Ini semua kesalahanku” aku tidak berani menatap mereka ketika menceritakan detail kejadiannya. Aku bisa merasakan tatapan wufan hyung yang lebih dingin dari biasanya. Dan melihat tangan luhan hyung mengepal kuat.

“kalian….boleh memukulku kalau ingin” aku akhirnya pasrah. Rupanya pasrah adalah pilihan tepat, karena setelahnya suasana bisa sedikit mencair.

“aku akan sangat berterimakasih kepada suho yang telah dengan berbaik hati menonjokmu” kata luhan hyung sambil menyilangkan tangannya di dada. Sama sekali bukan gayanya. Sudah kuduga, menceritakan aku menonjok sehun di pipi kanannya pada luhan hyung bukan pilihan tepat. Yixing hyung membelai lenganku, menenangkan.

“kau harus berpikir lama sebelum memutuskan sesuatu kim jongin” wufan hyung akhirnya bersuara. Aku menahan tawa melihat matanya yang sedikit membengkak, tidak bisa membayangkan hyungku yang cool ni menangis. Karena sehun. Karena aku.

“sudahlah, yang penting kau sudah tahu kesalahanmu jongin-ah” kata xiumin hyung yang diikuti anggukan tiap member.

“tapi, sebenarnya aku masih ingin menonjokmu jongin” ugh. Luhan hyung terlihat bernafsu sekali sampai harus dipeluk jongdae hyung.

“sudahlah hyung. Nanti kita buat game saja. kalau kau beruntung kau akan bisa memukul jongin” usul jongdae hyung. Diam-diam aku menelan ludah.

“babo, jangan terburu-buru memutuskan lain kali. Kau tahu kan sudah 6 tahun kita bersama, aku tidak ingin kehilangan satupun dari kalian” yixing hyung menyentuh puncak kepalaku. Entahlah, kata-katanya yang lembut ternyata lebih manjur daripada hyung yang lain. Perasaan bersalah yang sudah hilang sekarang kembali muncul, bahkan lebih besar. Bagaimana aku bisa melakukan itu?membuat kami berpisah hanya karena keegoisanku? Airmataku turun lagi. Kurasa bukan hanya airmata, karena aku merasakan sebuah tangan yang memelukku. Ugh, tangisanku pasti keras.

“kami memaafkanmu. Aku memaafkanku karena telah menonjoknya” bisik luhan hyung yang ikut memelukku. Kemudian setiap member bergantian memelukku.

1 TAHUN KEMUDIAN

“shireo hyung” (tidak mau hyung)

“suruh saja jongin hyung melakukannya. Aku kan capek hyung” lanjut sehun sambil memasang aegyo. Baekhyun memutar bola matanya, memanggil kai yang sedang bermain game di ruang tengah.

“wae hyung?”(ada apa hyung?)

“cuci piringnya” jawab baekhyun asal.

“kenapa tidak sehun saja” jawab jongin sedikit kesal karena gamenya yang terganggu.

“shireo hyung” timpal sehun sambil menjulurkan lidahnya. Lucu. Tampan sekali.

“aish, dasar maknae menyebalkan”

“bukankah kau sudah bersedia melakukan semuanya untukku hyung?”

“kapan aku berkata begitu?”

“ketika aku kritis dulu, benar kan baekki hyung?” tanya sehun yang diikuti anggukan baekhyun.

Sehun berdiri di atas sofa, meledek kai yang sedang kesal. Wajahnya merah menahan malu.

“aku tidak bilang begitu, aku bilang hanya akan menjadi guru privat dancemu”

“aku mendengarnya hyung, aku juga mendengar kau yang menangis tersedu sedu. ‘sehuna huhuhu’” sehun memeragakan kai yang sedang menangis, bakhyun tertawa terbahak-bahak.

“ya berhenti”

“sehuna huhuhu” sehun tidak berhenti, malah semakin menjadi. Karena tidak tahan kai akhirnya membanting spon sabun yang dipegangnya. Beranjak untuk mengejar sehun. Melihat adanya bahaya, ia berlari mengindari kai.

“suho hyuuuuuuung”

Setelah kejadian yang hampir merenggut nyawa maknae, exo-K kekeluargaan exo-K menjadi lebih era. Mereka saling menyayangi satu sama lain. Mengahrgai dan mencintai. Keluarga memang seharusnya begitu kan?

 

23 pemikiran pada “We Are One: Unbreakable (Chapter 2)

  1. untung sehun selamat,untung kai gak jadi keluar,gosong2 gitu penting juga tuh anak #dibantaikai
    chap ini beneran sempet nangis,untung happy end 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s