Mystery Bride (Chapter 3)

Mystery Bride

Title                 : Mystery Bride Chapter 3

Author             : Shan Pu

Genre              : Romance, action, little comedy, marriage life, little hurt, school life

Rating             : General, T

Length             : Multi Chapter

Cast                 :

  • Oh Sehun
  • Park Mu Yeon(OC)
  • Xi Luhan
  • Park Mu Hwa(OC)

Other Cast       :

  • Eun Dodo
  • Park Chanyeol

Mystery Bride part 1

Summary         : Oh Sehun, anak calon presiden yang dikagumi oleh semua siswi di sekolahnya,  mendadak harus menikah dengan yeoja bertopeng misterius yang sama sekali tidak dikenalnya. Itu semua terpaksa dilakukan demi menjalankan perintah orangtua dan tradisi dari nenek moyangnya. Namun, dibalik itu semua, ada bahaya besar yang sedang mengintai Sehun.

        ***

   Annyeong. Masih adakah yang suka sama FF ini? Mungkin agak fantasy gitu ya? Sekali lagi mian kalo gak seru, ngebosenin atau typo bertebaran. Mungkin FF Mystery Bride ini akan sampai 21 chapter berhubung ceritanya panjang. But, Happy Reading^^

***

Author POV

*Di ruang basket*

“PEMENANG KELOMPOK 1, OH SEHUN”

“PEMENANG KELOMPOK 2, XI LUHAN”

“Kemarin kamu memimpikannya lagi?” Tanya Luhan

“Ne, aku ingat sekali dia melepaskan topengnya” jawab Sehun

“Lalu, seperti apa wajahnya?”

“Itu dia, kalau kamu tanyakan wajahnya….”

“OH SEHUN, AWAS!”

DUAKK

“AWWW!!”

Belum sempat Sehun menyelesaikan kalimatnya, seorang fansnya melempar kado yang cukup besar dan berat kepada Sehun, sehingga membuat kepala namja itu berdarah dan akhirnya…

Meninggal *salah script* Pingsan maksudnya ._.v

*Ruang Perawatan*

“Biskuit buatan sendiri, buku diary buatan sendiri, lembar angket, surat cinta dan selai buatan sendiri…” Luhan menyebutkan semua isi dari kado tersebut

“Sial, aku piker kepalaku akan pecah” rutuk Sehun. “ Mereka itu suka atau mau membunuhku? Kenapa mereka memperlakukanku kayak gini. Lanjutnya

“Mereka sedang bersaing memperebutkan perhatianmu.” Jawab Luhan

“……..” “ Karena kamu aku makin benci sama yang namanya yeoja! Kan masih banyak namja kaya diluar sana. Kenapa Cuma aku yang diganggu” jerit Sehun sambil menarik-narik selimutnya sendiri.

“Karena kamu paling top”

“Eh?”

“eommamu berasal dari salah satu keluarga terkaya di Korea dan appamu orang trpandang yang berkecimpung di dunia politik. Apalagi sekarang ayahmu mencalonkan diri menjadi presiden. Sudah sewajarnya mereka ingin mendapatkanmu. Apalagi kau tampan” jelas Luhan panjang lebar sama dengan luas*loh #ditimpuk*

“Kalau memang begitu, aku mau tukaran posisi dengan mereka. Apa kamu mau jadi diriku?”

“…….”

“Shireo! Aku gak mau mati hanya karena kotak kado kayak begini…” ucap Luhan acuh

“Kamu pikir aku akan mati gara-gara kotak kado itu?~” kata Sehun jengkel.

“Belum lagi, nanti kamu pasti akan dijodohkan dengan gadis pilihan orang tuamu. Jadi, bersabarlah” sambung Luhan

“…..”

‘Dijodohkan? Dengan seorang gadis’

“Ah, aku lupa, kamu kan sudah nikah, ya” kata Luhan

“Kamu cari mati ya!” jerit Sehun sambil melempar biscuit yang digenggamnya.

“Saat di mimpi, bagaimana wajah yeoja itu?”

“Molla, aku lupa. Kayaknya aku amnesia deh” jawab Sehun dengan tampang begonya *author kabur*

‘Sehun babo-_-‘

TOK TOK

KRIETT

“Annyeong” ucap Chanyeol sembari masuk ke ruangan

“Lukamu gak parah kan? Good. Karena kalian pemain inti di pertandingan ini, kalian bisa istirahat untuk minggu ini”

“Sudah ya, aku pergi dulu. Annyeong” sambungnya sambil wink yang membuat HunHan berwajah O_O seketika.

“Chanyeol hyung kenapa?”

“Entahlah Sehun, mungkin kelainan”

***

Luhan POV

*di luar ruangan*

“Oh, Luhan”

Aku berbalik, ternyata Dodo memanggilku, aku hanya menatapnya dengan wajah datarku.

“Apa kabar? Bagaimana keadaan Sehun. Aku juga mau menjenguk Sehun”

Aku hanya diam lalu berbalik dan berjalan pergi

“Luhan, chakkanman!”

Langkahku terhenti

“Aku tahu kamu gak suka padaku. Tapi aku ingin berteman denganmu karena kamu sahabatnya Luhan”

“Eun Dodo” ucapku akhirnya.

“Ng?”

“Aku tidak membencimu. Hanya tidak tertarik denganmu”

Setelah berkata seperti itu aku langsung pergi dari hadapannya. Aku muak!

*Di Kamar HunHan*

“Mmwo? Apa ini?”

Sekarang aku dan Sehun berada di dalam kamar, kami melihat foto-foto horror Sehun saat ulangtahunnya kemaren melalui laptopku. Dalam foto-foto itu, dibelakang Sehun terdapat bayangan seekor ular besar yang aneh.

“I..ini diambil saat pesta ulang tahun kemaren?” Tanya Sehun. “Dasar menyebalkan” gerutunya.

‘Apa ini alas an Chanyeol sangat baik sama kami’ tanyaku dalam hati

“Sialan! Nggak akan kubiarkan. Ini semua hanya rekayasa!” ucap Sehun sambil beranjak dari bangkunya

“……”

‘Apa benar ini hanya rekayasa? Kenapa aku merasa janggal’

Luhan POV End

***

*Di taman sekolah*

Segerombolan yeoja sedang berbicara tentang HunHan. Tiba-tiba…

“Hei! Siapa yang melempar kado ke Sehun? Nuguya!” Tanya seorang yeoja kasar

Seketika gerombolan yeoja itu berwajah pucat

***

Author POV

*Di Kediaman keluarga Oh*

“Tuan Oh datang!”

“Kenapa datang terlambat?”

“Aku harus menemui seseorang dulu tadi”

“Nugu?”

“Itu….”

“Permisi”

Perkataan tuan Oh terhenti karena sapaan dari dua orang yeoja aneh, ya, mereka Mu Yeon dan Mu Hwa. Sementara Tuan dan Nyonya Oh memandang mereka aneh setelah terkejut

“Kami memberi hormat” ucap keduanya bersamaan sambil berlutut

“Siapa kalian?”

“Apa yang kalian lakukan disini?”

“Jangan mendekat”

Tiba-tiba ada seorang biksu yang muncul dan menghalangi Tuan dan Nyonya Oh.

“Mereka adalah orang-orang suci” lanjutnya.

“Biksu, maaf sudah merepotkan. Siapa orang yang perlu kami temui hari ini” kata nyonya Oh sopan, tapi…

“Aku tahu kalian akan datang, bangunlah”

Biksu itu berbicara pada kedua yeoja itu -o-

“Merekalah yang harus kalian temui. Orang yang 15 tahun lalu aku ceritakan”ujar biksu botak*yaiyalah-_-* itu

“Ah, arraseo” jawab Tuan dan Nyonya Oh bersamaan. Dalam hitungan ketiga….

“MWOO?!”

***

“Aku pulaang” “Akhir minggu aku juga akan pulang, kenapa menyuruhku pulang sekarang sih?” omel Sehun setelah sampai dirumahnya. Tetapi saat melihat kedua orangtuanya yang horror dia hanya bisa bingung.

“Ti..tidak apa-apa. Naiklah ke kamarmu” ujar Tuan Oh gelagapan

“Eh? Apa ada yang ingin appa katakan padaku?”

“APA SEKARANG KAU SEDANG MEMBANTAH APPA?! KALAU KAU MEMBANTAH, AKAN KUCORET KAU DARI DAFTAR PEWARISKU. DASAR ANAK DURHAKA” umpat Tuan Oh yang gak ada api, gak ada hujan malah ngomel -_- Sementara Sehun malah makin bingung dengan sikap appanya itu.

“Baiklah, kalau begitu. Jaljjayo appa, eomma” jawab Sehun dan segera keluar

BLAM

“Kenapa kau terlalu tegang?! Sehun bisa curiga!” semprot Nyonya Oh. Apalagi sekarang Tuan Oh malah minum dari mangkok saking syoknya.

“Bagaimanapun, ini tidak boleh terjadi” ratap Tuan Oh

“Chakkanman” ujar Nyonya Oh. “Demi anak semata wayang kita, kita tidak punya cara lain lagi. Daripada nanti masalahnya semakin besar!”

***

Sehun POV

*Di Kamar Pribadi Sehun*

“Mereka kenapa sih? Kalau tau gini aku tetap di sekolah. Aku juga harus mencari gadis desa bertopeng itu” omelku sambil mendudukkan diri di tempat tidurku.

“Kalau sampai orangtuaku tahu masalah ini….”

Tapi perkataanku terhenti sampai disini, karena tiba-tiba aku mencium bau dupa. Ya, DUPA. Tidak lama setelah itu,

“Suamiku”

DEG

Akupun berbalik, dan dia sudah berada dibelakangku. Bagaimana dia bisa disini?

“Neo… kenapa ada disini? Neo…”

Setelah itupun aku pingsan.

‘Suamiku, aku akan melewatkan malam ini bersamamu. Inilah malam pertama aku menjadi istrimu. Ini adalah malam yang sangat penting, tapi aku sudah berbuat lancang. Mianhae, nae namphyeon’

***

Hmm,, kepalaku pusing sekali, aku terbangun dan melihan Mu Yeon disisiku.

“KYAAA~!” saking terkejutnya aku sampai terjatuh, huh.

‘Aa…aaaapppa yang dia lakukan disini’. Aku benar-benar tidak habis pikir.

Timbul keinginan untuk membuka topengnya itu. Pelan-pelan aku mendekat ke arahnya dan membuka topengnya. Sedikit lagi dan…..

“KYAAAAAAAAAAAAAA!!!!!”

Wajahnya canti tapi,,, berhidung babiii???!!!”

TOK TOK TOK

Ada yang mengetuk pintu. Langsung saja aku membukanya. Hah? Mu Yeon? Tunggu, lalu yang ditempat tidurku tadi siapa?? Aku berkali-kali mengucek mataku dan,

“Datanglah padaku, suamiku”

“AAKKHH”

Aku terbangun.

‘Untung Cuma mimpi. Wajah itu.. kenapa dia datang ke rumahku? Nggak mungkin kalau dia sampai datang ke sini…’

Tiba-tiba ada yang memecahkan jendela kamarku. Kulihat keluar….

“Nona, jangan berburu burung dengan ketapel disini”

“Bukan berarti nona boleh pakai pedang juga” ujar pelayanku

Baiklah kalian tau siapa dia. Sementara aku menatap tidak percaya yeoja itu.

DRAP DRAP DRAP

Dengan kekuatan Kai, aku sampai di ruang makan dengan cepat(?) disana sudah ada appa, eomma, pelayan-pelayanku dan… Mu Yeon. Aku rasa aku sudah gila.

“Aku sudah buatkan sarapan untuk sua…ebbhhh”

Aku membungkam mulutnya*gimana bisa, dia aja pakai topeng-_-*

“Appa, eomma aku akan jelaskan semuanya pada kalian” kataku gugup. Oh astaga.

“Justru kami yang akan menjelaskannya padamu, duduklah” ujar eommaku dengan wajah lesu.

Akupun duduk. Appaku menunjukkan pecahan yang kutahu adalah warisan keluarga Oh turun temurun.

“Jadi, pecahan ini adalah warisan keluarga yang diberikan secara turun menurun. Pecahan lainnya dimiliki oleh yeoja yang bernama Mu Yeon ini.”

“Maksud appa, benda ini memiliki kekuatan hebat kalau digabungkan?” tanyaku

“Intinya, ada kewajiban bagimu untuk menikah dengan orang yang mempunyai pecahan warisan ini”

“Mwo? Ya! Shireo! Maldo andwae!” tolakku

‘Aku tahu, pasti begini akhir ceritanya-_-

“Tapi, kenapa kalian bisa percaya pada cerita dongeng seperti itu?! Mungkin saja kan dia dapat atau membelinya dari seseorang” ujarku agak membentak. Ya, aku benar-benar kesal sekarang.

“Kami juga berfikir seperti itu, nak. Tapi, biksu yang menjaga rumah kita sudah memutuskan hal tersebut” balas eommaku sambil memegang kepalanya.

‘Yeoja ini adalah anak emas yang sangat berharga. Anak seperti ini hanya lahir 100 tahun sekali. Kalian harus ambil kesempatan ini dan menikahkannya dengan anak kalian. Kalau tidak, anak kalian akan dikutuk dan mati muda, amithaba’

“……”

“Jadi yang dimaksud anak emas itu dia?!” tanyaku emosi

“Begitulah, appa juga tidak tau kenapa harus anak bertopeng aneh itu yang jadi anak emasnya” jawab appa sambil gemetaran

“Sudah, jangan bicara lagi’ akhirnya eomma menengahi

“Sampai saat ini biksu itu belum pernah salah. Jadi, tolonglah orangtuamu ini. Eomma tidak ingin hal buruk terjadi padamu nak” ujar eommaku memohon

“Nan gwaenchana! Tidak akan ada yang bisa melukaiku! Kenapa appa dan eomma masih percaya hal-hal seperti itu sih?! Dan kenapa kalian percaya pada yeoja ini?! Dia hanya seorang yeoja kampung dari hutan pedalaman” bentakku kasar. Aku sudah tidak kuat lagi.

“Aku sudah belajar dengan eommaku saat di gunung”

Akhirnya yeoja ini berbicara juga.

“Aku menguasai matematika, ilmu pengetahuan, kesusastraan budha, kesusastraan sejarah, buku tentang perubahan. Aku juga dilatih untuk mengusir setan di kuil- ” lanjutnya.

“Tunggu, jadi kamu gak sekolah?” tanyaku

“……”

“Ini pasti jebakan! Saat kecil, aku sudah pernah bertemu dengannya. Dia pasti sengaja membuntutiku!” sergahku.

“Lalu, siapa suruh kau menikah dengannya?” Tanya eommaku berwajah flat

“Walaupun masih kecil, tapi berpikirlah dulu sebelum bertindak’ lanjut appaku

“I…itu…”

“Nanti saja kita bahas lagi masalah ini. Untuk sementara, Mu Yeon akan tinggal disini bersama kita. Dia akan tidur di kamarmu” sambung eommaku

“Mwo? Eomma bilang apa?”

Tuhan, tolong aku

***

BRUK

SET, SET, SET

Aku memasukkan baju-bajuku kedalam koper. Aku benar-benar tidak tahan sekarang.

“Yeobo, kau mau kemana?”Tanya Mu Yeon padaku

“Jangan panggil aku seperti itu!”bentakku agak keras. “Aku mau kabur” sambungku.

“ANDWAE!”ucapnya sambil menahan kakiku dengan tiba-tiba, membuatku kehilangan keseimbangan dan terjatuh dengan wajah mencium lantai. Bagus,sekarang aku mimisan.

“Apa yang kau lakukan hah?!” bentakku lagi

“Jangan karena aku, kamu pergi dari sini. Kamu gak boleh pergi” jawabnya. “Biar aku saja yang pergi”

Tapi….

“Ya! Katanya mau pergi, kenapa masih disini! Kenapa malah membuat tenda segala?!”bentakku

Ya, dia tidak pergi, hanya mendirikan tenda kecil disudut kamarku. Dan itu membuatku gila.

“Ini kulakukan demi melindungimu, suamiku. Aku gak bisa pergi jauh darimu. Mohon kamu bisa mengerti”jawabnya.

“Kamu mempermainkanku ya?!”kataku frustasi.

Aku mulai menariknya, tetapi dia berpegangan pada tendanya itu

“Cepat pergi! Kalau mau pergi, pergi yang jauh sekalian!”kataku sambil terus menariknya

“Shireo!”

“Pergi sekarang juga!”

“Jangan paksa aku, suamiku”

***

Luhan POV

*Di taman depan keluarga Oh*

Saat aku masuk ke halaman keluarga Oh, aku terkejut melihat Mu Hwa sedang membakar Ubi, ya, membakar ubi. U-B-I Ubi*yaudahlah*

Dia yang melihatku, langsung menarik pedangnya dan mengarahkannya ke leherku. Tapi, dengan cepat aku mengantisipasinya,

“Aku bawakan kue untukmu”

Haha, benar saja, dia langsung menyimpan kembali pedangnya dan mulai memakan kue yang kuberikan. Aku mengamatinya, caranya makan benar-benar lucu.

‘Lucu juga dia’ ucapku dalam hati.

***

Author POV

“Oh Sehun, ya, aku dapat pesan SOS darimu….” Ucapan Luhan terhenti ketika masuk kedalam kamar Sehun yang berantakan. Ya, tenda Mu Yeon yang rubuh benar-benar tidak enak dipandang mata. Luhan hanya bisa sweatdrop melihat itu.

“Kamu lagi apa? Katanya mau kabur?” ucap Luhan meremehkan

“Bukan begitu, Luhan. Ya! Cepat bereskan tendanya!” sentak Sehun

Mu Yeonpun memperbaiki tendanya pasrah

“Kenyataan kalau Oh Sehun sudah menikah, pasti akan membuat siswi satu sekolah patah hati” ujar Luhan

“Rahasiakan hal ini dari Dodo, jebal. Arraseo?” balas Sehun

Tanpa Sehun sadari, hati Mu Yeon berdenyut sakit mendengar perkataannya.

*Di gudang sekolah*

Seorang yeoja terikat di bangkunya dan dikelilingi oleh 5 yeoja yang menatapnya sinis sampai salah satu dari kelima yeoja itu mendekat kearah yeoja terikat itu dan menatapnya dengan penuh kebencian.

“Kamu tahu kan, Sehun itu milik siapa?”

“N..ne”

“Berani sekali kamu melukainya!” “Kalau sekali lagi kamu melempar kado dan bilang menyukainya… aku akan menguncimu disini selama akhir pecan” ucap yeoja itu dingin membuat tubuh yeoja lawan bicaranya bergetar hebat sambil menangis.

“A…aku bersalah. Aku gak akan mengulanginya lagi”

“Kalau nanti berpapasan di koridor, menjauhlah. Jangan sampai aku melihat wajah jelekmu itu, kalau nggak, kamu akan mati ditanganku!”

“N…ne…Arraseo”

Setelah itu, yeoja itu melepaskannya.

“Bahkan adik kelasjuga dihabisi oleh Dodo… jahat sekali”

“Adakan pertemuan dengan seluruh siswa perempuan! Akan kutunjukkan pada mereka semua, milik siapa Sehun itu sebenarnya!”

“Baik, ketua”

Yeoja jahat itu, Dodo.

***

Luhan POV

*Di Kamar Pribadi Sehun*

“Ini pedang yang kulihat hari itu. Teman si topeng itu membawanya”kataku pada sehun.

“Nama pedang ini Gwiyeon. Pedang ini merupakan benda bersejarah dan sekarang ada di museum. Ini adalah pedang penangkap hantu” lanjutku pada Sehun.

Masih kuingat kejadian saat ulangtahun Sehun

‘Hari itu, walau gak ada apa-apa di langit, tapi pedang ini seperti jatuh karena mengenai sesuatu’

“Kejadian mati lampu dan jendela di belakangmu yang tiba-tiba pecah bukan hanya sekedar kebetulan bukan?” sambungku

“Kamu ngomong apasih, Luhan?”

“Kita tidak tahu apa yang sedang mengancammu. Dua yeoja itu benar-benar sedang melindungimu” kataku serius

“……..”

“Coba lihat itu! Yang satu sibuk melempari burung, yang satu lagi sibuk menjahit baju. Kau piker mereka bisa melindungiku?” katanya kesal sambil membalik kepalaku, melihat Mu Yeon yang sedang menjahit baju Sehun

“Ya! Mau apalagi kamu dengan bajuku. Jangan coba-coba menyentuhnya! Kamu harus menjauh dari baju-bajuku!”

“Tapi, kancing bajumu terlepas…”

‘Aku juga gak ngerti. Mungkin, aku terlalu berlebihan’ ucapku dalam hati sambil melihat pertengkaran mereka berdua.

***

Aku berjalan keluar rumah Sehun, sesampai diteras, tiba-tiba Mu Yeon memanggilku.

“Ya, chakkanman” ujarnya. Otomatis aku menghentikan langkahku dan berbalik

“Itu alat yang bisa memunculkan gambar yang sering digunakan utnuk belajar ya?” tanyanya sambil menunjuk laptopku.

“Ah, maksudmu ini”

Sepertinya dia ingin tahu sekali. Akhirnya akupun mengajarinya

“Lalu, tekan ini” kataku.

“Waahhh… Daebakk!” pujinya. Dia benar-benar polos.

Dia masih asyik memainkan laptopku. Tanpa kusadari, aku tersenyum.

‘Dia lucu juga’

***

Sehun POV

Dari jendela kamarku, kulihat Mu Yeon dan Luhan sedang asyik sekali. Sedang apa mereka? Hah? Mengapa aku jadi cemburu begini sih?

‘Dia berbeda dengan yeoja-yeoja yang biasanya. Terutama dengan Dodo. Dia terlihat baik’

Setelah Luhan pulang, dia masuk ke kamarku dan menatap keluar jendela. Diam-diam aku mengendap dibelakangnya, dan mendekatkan dupa bius yang digunakannya untuk membiusku tadi. Dia terkejut.

“Ah…”

BRUKKK

Yak, dia pingsan

“Sekarang giliranku”

Aku menggendong  tubuhnya yang berat dan membaringkannya di tempat tidurku. Aku terdiam melihatnya tertidur. Entahlah.

***

Author POV

*Di teras keluarga Oh*

“Untuk apa nona mau menemui Tuan Muda Sehun?” Tanya seorang pelayan

“Kemarin dia sedikit terluka, saya mau menjenguknya”

“Maaf, nama nona siapa ya?”

“Saya teman sekolahnya, Eun Dodo. Saya hanya ingin memberikan bunga ini untuknya”

“Eh? Dodo?”

Dodo berbalik dan melihat Luhan berada dibelakangnya

Sehun POV

*Di kamar pribadi Sehun*

SRAKK

TEP

Aku melanglah menuju beranda kamarku.

‘Jalgayo. Kita nggak akan bertemu lagi’ ucapku dalam hati sambil melihat Mu Yeon yang tertidur. Aku tersenyum dan kemudian mulai berjalan.

Tetapi…

TOK TOK TOK

“Tuan muda. Tuan muda Luhan datang lagi, katanya ada yang tertinggal. Lalu ada nona Dodo yang datang untuk menjenguk tuan muda”

DEG

Apa?? Dodo datang kemari?

Perkataan pelayanku membuatku terkejut dan sontak membuatku berbalik.

BAGAIMANA INI??!!

“Ya,, ya,, Mu Yeon ireona!!”

“Ya! Yeoja kampung! Sekarang bukan waktunya tidur!”

Aku terus membangunkannya tapi tetap saja gagal. Aku terpaksa menggendong tubuhnya yang tertidur dan mulai membawanya sampai….

“Sehun-ah, aku Luhan, aku masuk ya!”

‘Gawat! Kenapa dia datang di saat seperti ini? Kumohon, jangan masuk!’

-TBC-

Iklan

21 pemikiran pada “Mystery Bride (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s