Playboy Insyaf

Title                       : Playboy Insyaf

Author                  : Lee Seung Ra/Ira P. (@pushy_puspa)#pada follow author ya..

Main Cast            : -Kim Jong In

                                  -Song Jae Min

                                  -Park Gie Tae

                                  -Kim Joon Myeon

Other Cast          : Find it by yourself

Genre                   : Romantic, a few sad

Rating                   : T

Length                  : Oneshot

A/N :

Hay, author is back-back-back-back-back*ala SHINee*#haha

Kali ini adalah fanfiction yang author dedikasikan buat temen author, #readers kan juga temen author

Ok, semoga banyak yang suka dan ninggalin komentar.

Semua itu sangat diperlukan untuk karya-karya autor selanjutnya

 __________________________________

-Author POV-

 

“Ash, ah neomu appo”, rintih Jong In pada seorang yeoja di depannya.

“Kau kenapa Jong In?”, tanya yeoja yang bingung pada Jong In yang tiba-tiba merasa sakit

“Hsh, appo..”, rintih Jong In sekali lagi

“Apa? mana yang sakit?”, tanya yeoja itu penasaran

Dan tangan Jong In tidak meleset saat menggenggam tangan yeoja itu dengan mata tertutup karena tuntutan acting yang biasa ia lakukan untuk yeoja-yeoja yang dapat dibodohinya.

Playboy, cukup singkat sebagai penggambaran seorang Jong In.

Lalu diletakkannya tangan yeoja itu di dada sebelah kirinya, tepat dimana biasanya jantung manusia berada.

“Di sini, rasanya seperti berdegub sangat cepat”, jawab Jong In yang hanya dibalas dengan tatapan aneh dari yeoja tu.

“Rasanya sangat cepat, dan itu adalah saat-saat kau ada di dekatku”, terang Jong In.

Dan yeoja bodoh itu dengan mudahnya blushing dengan apa yang Jong In katakan.

“Saranghae”, lanjut Jong In.

Yeoja itu hanya tersenyun simpul, maka berhasil sudah misinya hari ini.

Yeoja itu sekarang menjadi koleksi keplayboyannya.

***

“Bagaimana misimu kali ini?”, tanya seorang temannya begitu ia sampai di sebuah café yang sering ia dan teman-temannya kunjungi, dan saat ini tanpa yeoja itu, baru 10 menit yeoja itu sampai di rumahnya dengan diantar Jong In.

“Kau ini, seperti tak tahu aku saja, sudah pasti berhasil Yeolli”, jawabnya bangga

“Neomu daebak uri Jong In-ssi”, puji beberapa teman-temannya.

Di sana ada Sehun, Joon Myeon, Kyung Soo, Baek Hyun, dan Chanyeol.

Dan ingat, be-be-ra-pa, sudah pasti ada yang tidak memujinya.

Siapa lagi kalau bukan Joon Myeon.

Namja ini memang tidak bisa seenaknya saja untuk memainkan hati seorang yeoja.

Terlalu sakit untuk mengingat apa yang dialami eomma-nya.

Ya, seorang eomma yang ditinggalkan suaminya demi wanita ke-3.

Semua itu menyadarkannya dari kebiasaannya sedari dulu.

Kim Joon Myeon, seorang namja yang dulunya adalah seorang playboy, tepatnya sebelum ia tahu betapa sakitnya hati eomma tersayangnya saat diceraikan appa-nya.

Dia menutup hatinya beberapa bulan ini, dia mencoba mencari seseorang yang menurutnya layak untuk dia cintai dan membuat dirinya selayak mungkin untuk bisa dicintai, tanpa ada kata ‘berpisah’, jika itu bukan maut.

Tinggalkan Joon Myeon, kita kembali pada Jong In.

“Kau benar-benar hebat Jong In”, puji Sehun

“Aku sudah tahu itu”, jawab Jong In santai

“Hey kau Joon Myeon! Apa kau benar-benar akan meninggalkan gaya hidup lamamu?”, lanjut Jong In

“Aku? tentu saja”, jawab Joon Myeon santai sambil meneguk minumannya.

“Apa kau yakin?”, tanya Chanyeol

“Kenapa tidak? Aku tak ingin semua yeoja yang mengenalku senasib dengan aomma-ku”, jawabnya santai sambil meninggalkan segerombolan teman-temannya itu.

Dan minumannya? Tentu dibayar oleh Sehun yang masih berhutang satu bubble-tea pada Joon Myeon minggu lalu.

“Apa benar yang dia katakan?”, gumam Kyung Soo

“Biarkan saja, disini kita tidak mempermainkan wanita, hanya menyeleksi mereka, haha..”, ucap Jong In dan gelak tawanya yang pecah, tentu saja disambut keempat namja lainnya.

Dasar para namja playboy, memang bila itu bisa menjadi salah satu alasan mereka untuk melancarkan aksi playboy-nya, tapi bagaimana dengan para yeoja? Semua itu- alasan itu sangat membuat mereka merasa tidak terhargai, memangnya mereka anggap apa seorang yeoja? Boneka? Tidak lucu!

Sudah menjadi rahasia umum tentang keenam manusia playboy itu, ah mianhae maksudku kelima namja itu.

***

Joon Myeon keluar dari café itu dengan langkah santai dan hati yang sengaja ia buat tenang untuk saat ini.

“Joon oppa..”, panggil seorang yeoja

“Gie..”

“Nae, kau sedang apa?”, tanya yeoja itu

“Aku mau pulang, kau sendiri dari mana?”, balas Joon Myeon

“Aku dari rumah temanku”

“Apa kau juga akan pulang?”,

“Nde, kalau tidak pulang pasti eomma akan mengeluarkan keahliannya”, balas yeoja itu

“Apa?”

“Apa lagi kalau tidak mengomel, seperti yang sering ia lakukan pada oppa-ku”

“Kajja, kita pulang bersama”, ajak Joon Myeon

“emh, nde”

***

Esok harinya di ruang kelas Jong In.

“Kyung Soo-ah, bagaimana pendapatmu kalau aku memacari sahabat dari salah satu yeojachinguku?”

“Ya,, aku tak bisa berkata-kata kalau itu keputusanmu, tapi apa tidak berbahaya kalau salah satu yeojachingu-mu tahu kalau kau memacari sahabatnya juga?”, komentar Kyung Soo

“Ya benar, bukankah itu rawan”, sela Sehun

“Sudahlah, kalau begitu tunggu sebentar-”

Jong In berjalan menuju bangku seorangy eoja di kelas-nya, sudah bisa ditebak apa yang ia pikirkan.

Diletakkannya sebuah sapu tangan dengan sulaman bertuliskan SARANGHAE.

Sengaja ia meletakkan pada saat yeoja yang menempati bangku itu ada di ambang pintu dan saat yeoja itu datang, maka secara langsung aksinya terpegoki oleh yeoja itu.

“Jong In, kau sedang apa?”

“Eh, kau sudah datang ya?”, tanya Jong In bergaya seperti baru bertemu dengan semua yeojachingu-nya saat sedang asyik merayu yeoja lain(sadap)

“Apa itu?”, tanya yeoja itu saat melihat sapu tangan di atas meja-nya, dan lalu diambilnya sapu tangan itu.

Dibacanya sulaman yang ada pada sapu tangan itu.

“Saranghae? Mwo? k-kau?”, tanya yeoja itu gelagapan.

“Nde, saranghae”, jawab Jong In.

“Na-na-na-.. nado”, jawab yeoja itu.

“Jadi sekarang kau yeojachingu-ku?”

“Tentu saja”

Sampai di situ saja romansa itu.

Bukan maksudnya putus, tapi bel sudah berdering.#wahaha *LOL*

***

“Joon Myeon-ah kau tahu hari ini Jong In melancarkan aksinya lagi”, kata Baek Hyun

“Lalu?”, jawab Joon Myeon santai.

“Berbahagialah juga atas yeojachingu baru-ku”, kata Jong In

“Mwoya? Yeojachingu baru?”, pekik seorang yeoja yang termasuk dalam koleksi yeojachingu Jong In

“Eh? A-a-a- aniyo bukan maksudku-”, kata Jong In gelagapan

“Kukira cukup sampai di sini saja semua hubungan kita. Let me say END”, yeoja itu memberi penekanan pada kata terakhirnya sebelum meninggalkan keenam namja yang sedang asyik di kantin.

“Baiklah aku turut bersuka cita”, kata Joon Myeon memecah belenggu teman-temannya yang baru saja menyaksikan drama korea(?)

“Kau ini memang sangat kejam Joon Myeon-ah”, balas Jong In dan Joon Myeon hanya terkekeh.

Lalu lewatlah seorang yeoja di depan mereka dan berhasil membuat mereka melongo(?) saat yeoja yang ternyata hobae mereka menghampiri Joon Myeon unuk sekedar mengembalikan buku.

“Joon oppa, mianhae seharusnya kukembalikan kemarin malam, tapi aku lupa”, kata yeoja itu

“Gwechana Gie”, balas Joon Myeon.

“Anyeong”, gadis itu tak sedetikpun menatap yanglain, hanya Joon Myeon.

“Katanya kau bukan playboy lagi?”, sindir Chanyeol.

“Memang bukan, aku masih-”

“Lalu siapa dia? Emh yeppeo, siapa namanya?”, sela Baek Hyun.

“Kau tak perlu tahu, dia sulit kau bodohi”, balas Joon Myeon.

“Tidak jika itu aku”, tambah Jong In.

“Buktikan!”, tantang Sehun pada Jong In.

“Jangan, dia terlalu rapuh bila suatu saat nanti kau sakiti”, tahan Joon Myeon

“Aku memasukkaannya dalam daftar seleksiku”, kata Jong In.

***

“Hei”, tegur Joon Myeon dari motornya pada yeoja yang kemarin malam ia temui dan juga yeoja yang sehabis mengembalikan buku padanya.

“Oppa..”,

“Kajja, kuantar kau sampai rumah”, kata Joon Myeon lalu dibalas dengan senyum dari Gie Tae.

Park Gie Tae.

***

“Gomawo oppa”, ucap yeoja itu begitu sampai di depang rumahnya.

Rumahnya memang dekat dengan rumah Joon Myeon, dan itu juga yang membuat mereka saling mengenal, dan juga membuat rasa yang meletup-letup di hati Joon Myeon.

“Cheomaneyo”, balas Joon Myeon.

“Oppa, aku masuk dulu ya. Eh apa kau tidak mampir?”, tawar Gie Tae

“Tak usah, eomma-ku pasti sudah menunggu”, kata Joon Myeon.

Dan Gie Tae tak jadi masuk ke rumah lebih dulu.

Ditepuknya bahu Joon Myeon saat namja itu akan melajukan motornya, dan saat motor itu melaju Gie Tae hanya senyum-senyum sendiri melihat punggung namja bernama lengkap Kim Joon Myeon.

***

Berkat dari berakhirnya hubungannya dengan yeoja yang tadi memutuskan hubungan dengannya, maka Jong In akan mencari pengganti.

Namja sialan, begitulah yang seharusnya para yeoja katakan tapi.. ketampanan, kelihaiannya merayu dan aktingnya yang bagus, semua itu membuat hati para yeoja luluh, mungkin hanya yeoja-yeoja bodoh saja.

Tak jauh-jauh, memang dari tadi Jong In mengikuti motor Joon Myeon setelah dilihatnya bahwa Joon Myeon mengantarkan seorang yeoja cantik nan misterius itu pulang.

Jong In tak langsung melancarkan aksinya, karena dilihatnya yeoja itu terburu-buru masuk ke rumahnya.

“Besok,”, kata Jong In sambil tersenyum sombong#pasti bibirnya miring.

***

Pagi-pagi hari sekali Jong In mendatangi rumah yeoja bernama Park Gie Tae, meski dia sendiri tidak tahu mana yeoja itu.

Tapi apalah daya teka-teki ini jika Jong In secara langsung menanyakan hal itu pada tetangga Gie Tae

Itu sudah lagu lama.

Begitu sang yeoja keluar, Jong In dengan gagahnya menunggunya di depan gerbang rumahnya sembil mengaca pada spion motor.

“Emh..”

“ah anyeong Gie Tae”, sapa Jong In.

“Anyeong, nuguseyo?”, balas yeoja itu.

“Kim Jong In imnida”, yeoja itu hanya mengangguk.

“Ayo kita berangkat bersama”, ajak Jong In

“Eh? Kau mau menculikku ya?”

“Hah? Aniyo-ani-ani-.. aniyo”

“Mana mungkin, kau baru saja kenal tapi sudah ingin mengantarku ke sekolah, kau pasti penculik”, tuduh Gie Tae.

“Jong In? Gie Tae?”, kata orang yang tiba-tiba muncul di antara mereka dan sukses membuat hati Gie Tae merasa lega karena tak jadi diculik(?)#masa’ iya sih seorang KAI EXO nyulik anak orang?

“Joon oppa..”

“Joon Myeon-ie”, Joon Myeon hanya bis berkutat dengan kebingungannya begita dua anak manusia itu menatapnya dengat tatapan yang berbeda-beda.

Yang satu berbinar-binar entah karena ketampanan Joon Myeon atau apalah.. dan yang satu menatap dengan kesal.

“Oppa aku berangkat denganmu ya..”, kata Gie Tae

“Nde kajja”, kata Jong In bersemangat dan Joon Myeon menatap Gie Tae dengan pandangan berartikan –denganku atau dia?-

Tanpa sungkan-sungkan Gie Tae menduduki jok motor Joon Myeon dan Jong In hanya melongo(?)

“Aku boleh minta antar oppa?”, tanya Gie Tae pada Joon Myeon

“Nde, kajja. Jong In aku pergi dulu”

Melesatlah seorang Joon Myeon bersama Gie Tae.

Dan manusia berkulit eksotis bernama Kim Jong In hanya bisa meratapi kegagalannya dalam meluluhkan hati wanita.

“Bagaimana bisa aku kalah dengan Joon Myeon?”, umpatnya sendiri

“Apa kurangku? Aku lebih tinggi, aku lebih tampan, pacarku lebih banyak dan juga lebih eksotis(?)”, katanya pada dirinya sendiri #bangga sama ke-eksotisanmu ya oppa?

“Ahm tadi itu siapa oppa?”, tanya Gie Tae begitu sampai di parkiran motor bersama Joon Myeon

“Temanku, memangnya kenapa?”

“Entahlah, kurasa dia seorang-”

“Sudahlah, aku tahu apa yang kau pikirkan”

Gie Tae hanya mengangguk dan mengikuti langkah Joon Myeon.

“Hei, dimana kelasmu?”, tegur Joon Myeon

“Eh? Iya mianhae”, yeoja itu terlihat telah dibingungkan oleh perasaannya sendiri#apakah ini *-*-*-*?

Dan saat yeoja itu mencoba untuk melesat, dirasakannya sebuah tangan kekar menahan lengannya

“Nanti kuantar lagi ya”, kata Joon Myeon

“Nde arraeseo oppa”, jawab yeoja itu sambil tersenyum dan mengangguk-angguk.

Dan saat yeoja itu benar-benar melenyap dari pandangan Joon Myeon, tersebutkan sebuah kata yang sangat mendebarkan bila didengar oleh seorang yeoja.

“Saranghae”, lirih teramat sangat, bahkan telinganya sendiri tak bisa menangkap kata yang melesat dari mulutnya itu.

Namun begitu saja, tak akan dinyatakannya sebuah perasaan sebelum ia tahu pasti kalau suatu saat nanti tak akan ada yang merubah perasaanya pada Gie Tae.

***

Cukup lama dua anak manusia bernama Kim Joon Myeon dan Park Gie Tae sering pulang bersama, dan juga sering terucapkan kata-kata romantic dari mulut Jong In untuk Gie Tae.

Tapi apa?

Yeoja itu menyukai sunbae-nya.

Bukanlah seorang sunbae yang selama ini merayunya, melainkan sunbae yang selama ini menjaga dan perhatian padanya.

Dan pada akhirnya sebuah perasaan yang dipendam Joon Myeon kini terbalaskan dengan ucapan cinta dari Gie Tae.

Siapa yang lebih dulu menyukai? Dan siapa yang lebih dulu menyatakan?

Dasar namja! Terlalu lama menunggu seorang namja membuat Gie Tae gemas.

“Oppa, saranghae”, katanya terang-terangan

“Mwoya?”

“Apa kau tak dengar? Saranghae!”, suara Gie Tae naik 1 oktav.

Joon Myeon hanya terpaku dan sesaat kemudian dilihatnya seorang yeoja yang sedang menunduk menanti kepastian.

Direngkuhnya tubuh yeoja itu.

Tepat sekali, sekarang Joon Myeon berusaha membuat sebuah jawaban dengan bahasa cinta, bahasa bisu yang tak bisa diungkapkan, bahasa yang hanya bisa tersalurkan dari getar-getar yang aneh dalam hati#author bisa aja deh!

Yeoja itutersenyum dalam pelukan Joon Myeon, dan Joon Myeon terharu akan kepercayaan diri yeoja ini, tapi bukan percaya diri juga kalu Joon Myeon melakukan ini.

Bukankah keduanya punya perasaan yang sama?

Kembali ke masalah Jong In,

Esok harinya sepulang sekolah Jong In menemui yeoja bernama Park Gie Tae yang sudah sebulan ini tak juga bisa ia luluhkan.

“Harus berapa kali kukatakan kalau aku sangat mencintaimu? Bukankah kita sudah saling mengenal?”

Gie Tae hanya tersenyum

“Bukan begitu, tapi aku tak bisa”

“Kenapa? Bukankah kau tahu kalau aku tampan dan sangat mencintaimu?” #PD banget

“Aku tahu itu, tapi apa itu semua benar?”, tuntut Gie Tae

“Apa kau meragukanku?”, tanya Jong In

“Harusnya kau yang meragukanku, aku tak mungkin mencintai dua namja sekaligus, aku tak mungkin membagi perasaanku, aku terlalu sulit untuk melupakan seorang Joon Myeon, dan juga sulit untuk belajar mencintaimu. Aku sangat mencintai Joon Myeon oppa”, terang Gie Tae panjang lebar.

“Joon Myeon?”

“Nde, namjachingu-ku”, balas Gie Tae yang dibalas senyum TANPA ketulusan dari seorang Jong In.

“Maafkan aku Jong In”, kata Joon Myeon lirih dari kejauhan yang sedari tadi menonton aksi penolakan dari yeojachingu-nya.

“Joon Myeon-ah, kau harus ingat JANGAN MEMBUATKU MENYESAL KARENA HARUS MELUPAKAN GIE TAE”, balasnya sinis lalu pergi meninggalkan Joon Myeon dan Gie Tae.

“Oppa..”

“Tak apa, kajja kita pulang”, ajak Joon Myeo

“nde..”

***

Di jalan Jong In tak henti-hentinya mengumpat, seperti..

‘Bagaimana bisa aku kehilangan target besar dengan semudah itu?, aku sudah mencoba bersabar, tapi apa yang kudapat? Selama ini aku hanya melihat Joon Myeon yang santai-santai saja, sudah banyak yeoja yang kubodohi, tapi dia adalah yang paling lama.. Ommo mereka benar-benar menyebalkan’

Tak sengaja motornya menyrempet seorang yeoja yang sedang berjalan tenang.

Bukan salah yeoja itu, yeoja itu berjalan dengan tenang, tapi Jong In yang melaju tanpa ketenangan.

“Kya!!”, pekik Jong In

“Mianhae agashi..”

“appo..”, rintih yeoja itu

Mwoya? Yeppeonida.., pikir Jong In saat tampak wajah dari yeoja itu.

“Nde,”, yeoja itu berusaha berdiri sendiri karena Jong In masih sibuk memperhatikan kesempurnaan setiap lekuk wajah yeoja di depannya.

“Ah, eh? Mi-mianhae agashi”

“Taka pa, permisi”, yeoja itu mencoba pergi sebelum Jong In menariknya dengan lembut.

“Apa mau kuantarkan pulang?”

“Tak perlu, anyeong”, gadis itu menghilang dari pandangan Jong In.

“Yeppeo”, gumam Jong In

***

Lagi-lagi saat pulang sekolah Jong In harus dihadapkan dengan pemandangan tak mengenakkan, Joon Myeon dan Gie Tae.

“Hey Jong In, lupakan Gie Tae!”, perintahnya pada diri sendiri.

Lalu dilajukannya motor berwarna hitam pekat seperti orangnya(?)

“Eh?”, dihentikannya motornya tepat di hadapan yeoja yangsepertinya adalah yeoja yang kemarin.

“Nuguya?”, tanya yeoja itu

“Kim Jong In imnida”, kata Jong In sambil melepas helm.

“Kau yang kemarin bukan?”

“Aigo kau tepat sekali agashi”, kata Jong In tak diindahkan dan seenaknya saja yeoja itu pergi.

“Ah? kau mau kemana, aku kan belum minta maaf”

“Bukannya kemarin sudah?”

“Tapi aku harus memastikan kau benar-benar memaafkanku”

“Aku memaafkanmu”

“Andwae, aku harus mengantarmu pulang”

“Aish, baiklah”, akhirnya yeoja itu luluh juga#Lho?

***

“Gomawo”, kata yeoja itu sambil menatap Jong In yang asyik bersiul menatap rumahnya.

“Oh iya, namamu siapa?”

“Jae Min, Song Jae Min imnida”, kata yeoja itu lembut

“Min-nie besok boleh aku main ke rumahmu?”

“Eh? Untuk apa? dan kenapa kau memanggilki Min-nie?”

“Ayolah..”

“Nde, main saja”, yeoja itu berlalu memasuki rumahnya.

Jong In hanya tersenyum, tak ada perasaan untuk memacari seorang Jae Min, bukan itu.

Maksudnya, tak bermaksud untuk mempermainkan hatinya.

Karena kedinginan yeoja ini yang membuat Jong In sedikit melting(what?)

***

Jong In dengan mantap melangkahkan kakinya ke dalam kelas yang sudah dihuni olek kelima sohib-nya.

“Hey..”, sapanya

Joon Myeon masih merasa bersalah, dia diam saja tak merespon.

“Hei tak baik tak menjawab salam orang tampan”, tegur Jong In.

“A- aku”

“Sudahlah lupakan saja, jangan membuatku menyesal telah memberimu suatu kebahagiaan, aku juga bingung pada perasaanku sendiri”, jelas Jong In

“Jong In kau?”, tanya Chanyeol

“Entah apa yang harus kulakukan, aku tak tahu perasaanku pada Gie Tae itu benar-benar cinta atau tidak?”, teter Jong In

“Mwo?!!!!!!”,pekik yeoja yang sekelas dengan mereka.

Tepatnya yeoja sapu tangan, maksudku yeoja yang ditembak dengan sapu tangan.

PLAKKK

Yeoja itu menampar Jong In

“Don’t say anymore, I hate you”

Yeoja itu pergi meninggalkan kelas yang sekarang hanya berisikan enam namja.

Jong In memegangi pipi kiri-nya yang pasti terasa sakit,

“Gwechanaeyo Jong In?”, tanya para temannya

“Nde, ini tidak sakit”, jawabnya sok-sok’an#aish ngaku aja deh!!

“Kurasa memang tidak sebanding sakit daripada sakit hati yeoja itu”, kata Joon Myeon

“Kau benar”, balas Jong In

“Kukira aku akan memfokuskan perasaanku pada yeoja bernama Jae Min”, terus Jong In

“Oi!! Nugu?”, tanya Sehun

“Dia adalah… kau tak perlu tahu!”

TEEEEETTTTTTTT….(bell masuk)*LOL*

***

“Apa yang ada di otak mu? Ha?”, tanya Baek Hyun yang speechless(what?)

“Iya, kuras baru kali ini ada perasaan aneh”, balas Jong In

“Apa kau mau melepas gelarmu sebagai raja playboy?”

“mungkin saja”

“Bingo!”, celetus Joon Myeon

“Nde aku akan mencoba setia”, balas Jong In

“Lalu bagaimana seleksinya? Apa dia lulus?”, sindir Joon Myeon

“Dia lulus tanpa seleksi,”:D

***

Semakin sering Jong In main ke rumah Jae Min, dan juga semakin dekat hubungan mereka, tak disangka Jong In merasakan jatuh cinta yang teramat dalam pada yeoja ini, apalagi Jae Min yang baru mengenal sebuah perasaan aneh dalam dirinya

***

“Anyeong!!”, teriak Jong In di depan pintu rumah Jae Min

“Iya, aku mendengarmu, jangan berteriak!”, teriak Jae Min

“Oooiii, kau saja berteriak kanapa aku tak boleh?”

“Karena ini rumah appa-ku bukan appa-mu”

“Hehe, mian..”

“Memangnya ada apa?”

“Aniyo, aku hanya suka melihat wajahmu, kau percaya pada LOVE AT FIRST SIGHT?”

“Mwoya apa yang kau katakan?”

“Saranghae Song Jae Min”, yeoja itu hanya bisa membulatkan matanya dan kemudian mengerjap seper-seberapa detik.

“Jong In-ssi kau terlalu mendadak”

“Kau tahu kan cinta tak bisa diduga, dia bisa datang kapan saja”, terang Jong In

“A-aku tahu itu tapi..”

“Kumohon”, -jangan sampai aku menerima penolakan lagi-, pikir Jong In.

Akhirnya muncul suatu ide untuk jurus pamungkasnya.

“Min-nie, kau tahu?..”

“Apa?”, tanya Jae Min yang bingung dengan polosnya melihat wajah memelas Jong In

“A- aku sakit, aku sakit, aku sakit Leukimia, mungkin aku hanya bisa bertahan untuk beberapa waktu saja, maukah kau membahagiakan hari-hariku?”

Deg..(Jae Min)

-Kau sakit Leukimia??-, pikir yeoja itu.

“Kau mau kan Min-nie”

“Ba-baiklah..”, jawab yeoja itu.

Bukan kasihan dan bukan cinta yang dirasakannya saat ini, tapi…

***

“Aku mendapatkannya”, kata Jong In dengan bangganya pada sejumlah temannya.

“Apa benar?”,

“Tentu saja, meski harus menggunakan jurus pamungkas”, kataya sambil memanyunkan bibir

“Ah, itu bukan masalah, kau lebih dari hebat Jong In”, puji Kyung Soo

***

Genap seminggu mereka berpacaran.

Saat Jong In memarkirkan motornya di depan rumah Jae Min, terlihat banyak orang berlalu-lalang dengan pakaian adat hanbok hitam dengan ekspresi wajah sedih memadati rumah Jae Min.

“Ajusshi, apa yang terjadi?”, kata Jong In

“Song Jae Min, sekarang telah menempuh perjalanan baru”, kata ajusshi itu

“Mwo??????????”,

“Dia sakit Leukimia, waktunya sudah habis, apa kau Jong In?”

“Nde”

“Ini untukmu, darinya”, ajusshi itu menyerahkan secarik kertas untuk Jong In.

 

 

~ISI SURAT JAE MIN~

Jong In-oppa, maaf bila tak kuberi tahu sebelumnya, mungkin sekarang saat kau membaca surat  ini aku sudah berjalan menuju gerbang kehidupan baru.

Sengaja aku tak memberi tahu-mu, karena aku telah menerima penjelasanmu.

Bahwa kau juga senasib denganku, Leukimia sialan!, maaf

Karena kupikir kita akan bertemu lagi pada dunia yang kujalani saat ini,

Aku menunggumu

^^Your Min-nie^^

 

Jong In tanpa sadar menitihkan air matanya, dia menyesal, sangat teramat sangat.

“Mianhae”

***

“ Jong In, kenapa kau murung?”

“Aku sedang ditunggu yeojachinguku di surga”

“Mwo?”, tanya sohib-sohibnya serempak

“Aku memasukkannya dalam kebohonganku, dia sudah ada di surga sekarang”

“Mwoya? Apa dia bernasip sama dengan tokoh fiktifmu?”

“Tepat sekali, ah sudahlah aku tak mau membuang waktu lagi. Kasihan para yeojachingu-ku yang lain”

“Kau mau apa?”

“Apa lagi? Aku kan memutuskan hubungn dengan mereka, mereka tak boleh bernasib sama dengan Jae Min”, air mata mengalir begitu saja tanpa permisi dari sudut mata Jong In

“Anyeong”, Jong In bergegas pergi menemui para yeojachingu-nya

 

 

FIN……….

 

Gimana? jelekkah? Baguskah? GaJe-kah?

Up to you…

Jari author lemes*angkat tangan*

Semua Kritik dan saran ditampung, mau bagus atau ngenes ngga papa

Mian for any typo 😛

Bye…

29 pemikiran pada “Playboy Insyaf

  1. Ceritanya oke… Feelnya lumayan dapet tapi endingnya kurang greget… Kurang wow gitu… Padahal ide ceritanya udah bagus… Kurang dikembangin lagi dikiiit aja… #readercerewet#ditabok author

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s