Servant Of Evil

Admin dee’s note: maaf mengganggu tapi aku habis baca FF ini sambil ga sengaja dengerin lagunya exo dan sumpah air mata banjir 😥 jadi admin sarankan *hanya saran* baca nih FF sambil denger EXO – Don’t Go

Servant of Evil

Title     : Servant Of Evi

Author : Wu Mei Yi

Rating             : PG-17

Length             : Oneshoot

Genre              : Family, Hurt, Sad, Tragedy, Romance

Main Cast        :

  • Kim Jong In
  • Kim Jong Ra(OC)

Untitled-1

 

Summary         : “Kau sang putri. Aku adalah pelayan. Takdir telah ditentukan. Anak kembar yang menyedihkan. Jika semuanya di dunia menjadi musuhmu, aku akan melindungimu. Sehingga kau tetaplah tersenyum dan tertawa. Untuk melindungimu, untuk itu, aku memilih untuk menjadi seorang iblis”

Yo, wassup~ *ngerap* Ini FF yang author janjikan waktu itu. FF ini terinspirasi dari PV-nya Kagamine Len(Vocaloid). Jadi, author jadiin FF, tapi versi author XD. Genrenya agak beda dengan FF lain makanya author coba. Mian kalo gak seru dan aneh ya? HAPPY READING^^

***

Jongin POV

Kulihat wajahnya saat tertidur. Wajah yang sangat mirip denganku.

Kim Jong Ra, adik kembarku. Ya, takdir melahirkan kami sebagai anak kembar. Orangtua kami sudah meninggal sehingga kami harus hidup mandiri dengan warisan orangtua kami. Aku menyayanginya, sangat. Aku menyanyanginya melebihi diriku sendiri. Takkan kubiarkan orang-orang menyakitinya dan membuatnya menangis.

Kami kembar dan kami sangat mirip. Semuanya. Yang membedakan hanyalah suara dan postur tubuh kami. Tubuhnya lumayan kecil dariku.

Kuelus rambut pendeknya dan itu membuatnya terbangun.

“eunggg,,, oppa??”

Dia mengerjap-ngerjapkan matanya dan menatap kearahku. Aku tersenyum.

“Bangunlah, Ra-ya. Sudah pagi. Cepat mandi dan turunlah untuk makan” ucapku

“Aku sudah membuatkan kue Brioche kesukaanmu” lanjutku

Jongra langsung bangun dan menatapku dengan mata berbinar-binar. Yeppeo.

“Jinjja oppa?”

Aku kembali tersenyum

“Ne, chagi. Sekarang bergegaslah”

“Asyiikk,, gomawo oppa”

Jongra mengecup singkat pipiku sampai akhirnya dia melesat ke kamar mandi. Aku hanya terkekeh dan segera turun ke bawah.

***

Kali ini aku mengajak Jongra untuk pergi ke Namsan Tower, tempat favoritnya.Sebagai penghargaan bahwa dia sudah berhasil lulus dari Seoul High School dengan nilai tertinggi. Adikku pintar kan? Sama seperti oppanya haha.

“Oppa, aku mau es krim coklat itu” rengeknya manja padaku.

“Ne, kajja”

Aku tidak bisa untuk menolak segala permintaannya. Aku sangat menyayanginya. Belahan jiwaku.

“Ra-ya, oppa tidak pernah melihatmu dekat dengan seorang namja. Sekali-kali kenalkanlah namjachingumu itu pada oppa” gurauku padanya

“Ya! Oppa! Aku masih belum merasa cocok!” rengutnya. Dengan mulut mengerucut aku hanya bisa tertawa membuatnya mencubit pinggangku agak keras

“Aw! Appo!”

“Siapa suruh tertawa lebar, oppa jadi semakin jelek tau”

“Tapi oppa tampan kan?”

“Arra, terserah oppa saja”

Kami berjalan-jalan lagi menaiki beberapa wahana dan tertawa bersama. Aku menggandeng tangannya supaya tidak terlepas diantara kerumunan orang banyak.

Tiba-tiba langkah kami terhenti. Pandanganku tertuju pada seorang yeoja dengan jaket hijau, syal biru dan rok selutut. Rambutnya yang dikuncir dua tampak membuatnya manis dan senyumnya menghipnotisku. Tak kusadari pipiku merona merah menatapnya. Aku melihat seorang namja yang memiliki senyum angelic menggandeng tangan yeoja itu. Mereka tampak bahagia.

Aku mengalihkan pandanganku pada Jongra karena aku merasa tangannya menegang. Jongra menatap sepasang yeoja dan namja yang kulihat tapi dengan pandangan benci, dendam dan amarah. Akupun tak mengerti ada apa dengan Jongra-ku ini. Aku mencoba menggoyangkan tubuhnya.

“Ra-ya? Gwaenchana?” tanyaku sambil menatapnya khawatir

Tapi dia masih tetap tidak bergeming sampai kedua orang itu hilang dari pandanganku

“Ra-ya? Chagi? Gwaenchana?” tanyaku lagi

“Eh? Wae oppa?” tanyanya balik

“Gwenchana? Apa kau sakit?”

“Ani oppa, lebih baik kita pulang saja”

“Arraseo, kajja”

***

“Ra-ya”

“Ne oppa?”

“Bagaimana jika oppamu yang tampan ini sedang jatuh cinta?” tanyaku

“Jinjja? Oppa jatuh cinta? Kupikir oppa tidak akan pernah bisa melihat yeoja saking akrabnya dengan Kyungsoo” kekehnya dan aku menjitak kepalanya pelan

“Kau pikir oppa tidak normal” rutukku

“Mungkin saja oppa, hahahaha. Baiklah, siapa yeoja itu?” tanyanya antusias

“Hmm,, Ra-ya apa saat kita berjalan-jalan tadi kau melihat yeoja dengan jaket hijau, syal biru, rok selutut dan rambut dikuncir? Disebelahnya ada namja yang mempunyai senyum indah. Ah, bahkan oppa sedang jatuh cinta dengan yeoja yang bahkan belum oppa kenal” ujarku dan kuyakin wajahku memerah sekarang.

Tapi tidak  dengan Jongra. Tubuhnya menegang lagi dan kilatan kebencian terlihat jelas dimatanya.

“Oppa”

“Ne?”

“Oppa tidak  boleh jatuh cinta dengannya”

“Mwo?”

Aku terkejut. Ada apa dengan Jongra? Kenapa sepertinya dia sangat membenci yeoja itu?

“Waeyo? Kau mengenalnya, Ra-ya?” tanyaku

Dia menghela nafas berat. Aku hanya menatapnya ingin tau

“Yeoja yang oppa ceritakan, Hwang Miku. Dia yeoja blasteran Korea-Jepang dan dia hoobaeku. Namja disebelahnya itu Kim JoonMyeon, aku sering memanggilnya Suho karena dia tampak seperti malaikat, aku dan Suho sangat akrab. Dialah cinta pertamaku oppa, sampai akhirnya yeoja setan itu datang mengganggu hubungan kami” jelasnya

Mwo? Mengganggu hubungan? Mengapa Jongra tidak pernah menceritakan masalahnya padaku? Jongra kembali terdiam, kesedihan terlihat jelas dimatanya.

“Suho jadi sering menghabiskan waktu dengan yeoja itu dan mengabaikanku sampai akhirnya aku mendapat kabar kalau mereka berpacaran”

Suaranya bergetar, dan butiran kristalpun jatuh dari mata indahnya.

“Aku membenci mereka oppa. Aku sangat membenci mereka! Sampai sekarang sakit itu masih ada hiks, Seandainya aku bisa membunuh mereka oppa! Mereka yang membuat aku terpuruk seperti ini! Mereka harus mati oppa! Harus mati! Hiks, akan kubuat mereka menyesalm, oppa” katanya sambil terisak

Aku tak kuat lagi, segera kurengkuh tubuh rapuhnya itu. Kupeluk erat untuk menyalurkan kehangatan dan kasih sayangku.  Hatiku sakit saat tau bahwa yeoja yang kusukai telah membuat adikku terluka.

“Mengapa kau tidak pernah menceritakannya pada oppa?” tanyaku lembut

“Karena aku ingin menjadi yeoja yang kuat, aku tidak ingin menjadi yeoja lemah oppa. Aku ingin seperti oppa, hiks”

Tangisnya pun pecah.

“Ssst, ultjima chagi, ultjima. Tenangkan dirimu. Kau jelek sekali kalau menangis” ujarku menenangkannya

“Tapi oppa….”

“Ssst,, sekarang tenanglah. Jangan menangis lagi”

Jongra masih terisak di dadaku. Kuelus kepalanya, kuciumi puncak kepalanya berkali-kali, mencoba untuk membuatnya tenang sampai akhirnya dia tertidur pulas didadaku karena kelelahan menangis. Kugendong tubuhnya ke kamar dan kubaringkan dengan perlahan supaya dia tidak terbangun. Kutatapi wajahnya. Mata membengkak, bisa kurasa betapa sakit hatinya.

Kulihat jam di meja nakas Jongra, pukul 21.00 KST. Aku tidak mau adikku terpuruk seperti ini. Kubelai lagi rambutnya dan kukecup sekilas bibirnya. Aku berjalan ke kamarku. Kukenakan jubah hitamku dan kusimpan pisau di balik jubahku. Benar, satu-satunya cara adalah MEMBUNUH mereka. Karena aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Jongra, tidak akan. Aku akan melakukan apapun untuknya, meskipun aku menjadi seorang iblis.

“Aku akan menggantikanmu untuk membunuh mereka, Jongra-ya”

***

Aku berjalan di kegelapan malam, Seoul memang kota yang tak pernah mati. Aku melewati jalan yang sepi untuk menuju rumah yeoja bernama Miku setelah aku bertanya alamatnya dengan Sehun.

Tepat didepan pagar rumahnya, kulihat Miku dan Suho berciuman dengan penuh nafsu. Ada rasa sakit sekaligus jijik yang kurasa dan kebetulan komplek perumahan itu sepi, hanya ada mereka berdua, dan aku.

Kulangkahkan kakiku mendekati mereka. Kulihat mereka terkejut dengan kedatanganku dan segera melepas pagutan mereka.

“Nuguse….”

Sebelum Miku sempat menyelesaikan perkataannya, aku segera menikamnya dengan pisauku tepat di jantungnya dan diapun mati seketika.

“YA! Apa yang kulakukan?!” jerit Suho

Tanpa berlama-lama kutusuk perutnya berkali-kali sehingga dia menyusul ajalnya juga.

“J..jo..ng..rr…rra..” ujarnya dan diapun mati. Mungkin dia menyangka aku Jongra.

Tubuh dan tanganku sudah penuh darah bahkan sebagian mengenai wajah(tampan)ku

“Kalian sudah menyakiti hati adikku, maka ini balasannya, selamat tinggal”

Aku meninggalkan dua buah mayat itu, meskipun sakit karena melihat yeoja yang kucintai harus mati ditanganku tapi itu tidak sebanding dengan sakit hati Jongra

Aku berjalan kembali pulang ke rumah karena waktu telah menunjukkan pukul 00.45 KST. Aku perlahan masuk ke dalam rumah tetapi aku terkejut melihat Jongra sudah berada di ruang tamu

“Kau tidak tidur, Ra-ya?”

“Oppa, kau darimana saja, kenapa kau…… KYAAAA!!! Oppa apa yang terjadi???!!” jeritnya

Aku tahu bahwa kondisiku yang bersimbah darah membuatku tampak mengerikan dan membuatnya terkejut

“Oppa?? Apa yang terjadi?? Kenapa tubuhmu penuh darah oppa?? Jawab aku!” katanya panic sambil berusaha mendekatiku.

“Jangan mendekatiku, Ra-ya” ujarku pelan sambil berjalan mundur.

“Wae oppa?” katanya. Kulihat dia mulai meneteskan air mata

“Ultjima Ra-ya. Kau tidak perlu menangis ataupun bersedih lagi. Aku sudah membunuh mereka. Aku sudah membunuh Miku dan Suho, jadi tersenyumlah, chagi” ujarku sambil tersenyum manis, tidak tahu bahwa senyum yang kuperlihatkan ini malah terlihat mengerikan

“Hiks, oppa, kenapa kau melakukannya oppa? Hiks, kau tidak perlu melakukannya hiks, mianhae oppa” diapun kembali menangis lagi

“Aku akan melakukan apapun asalkan kau bahagia, Ra-ya”

“Tapi bagaimana kalau mereka menangkap kita oppa?? Ottokhae??  Hiks, aku jahat oppa”

Aku tahu kalau aku akan ditangkap dan dihukum oleh Pengadilan Tinggi Korea Selatan.

“Gwenchana” ucapku pelan

Dia terdiam sambil terisak. Aku berjalan menuju kamarku untuk membersihkan tubuhku yang penuh darah ini.

***

“Pakailah ini, Ra-ya” ucapku

Sekarang kami berada diruang tengah setelah aku membersihkan tubuhku dan Jongra menenangkan perasaannya

“Ige mwo?”

“Pakailah jubahku ini dan segeralah lari”

“Mwo?”

“Mereka akan segera menangkapmu, Ra-ya. Larilah. Biar oppa yang akan yang menggantikanmu” ucapku

“Tapi,,,”

“Tenang, kita kan kembar, tidak akan ada yang akan menyadarinya jadi pakailah. Jadilah diriku dan kabur” kataku lagi

“Wae oppa? Kenapa kau harus melakukannya?” katanya pelan

“Karena aku ingin kau selalu tersenyum, Ra-ya. Aku tidak ingin kau menangis, dan aku tidak akan membiarkan seorang pun menyakitimu”

“Andwae oppa! Bagaimana kalau kau dihukum mati oppa?! Kau tidak tahu aku! Kalau kau melakukan ini hanya untuk kebaikanku, kau egois Jongin!” bentaknya

Aku tersentak kaget.

“Eomma dan appa sudah tidak ada, oppa. Yang kumiliki sekarang hanyalah oppa. Kalau oppa tidak ada, bagaimana aku bisa hidup. Hanya oppa yang bisa membuatku bertahan sampai sekarang hiks”

“Aku tidak akan pernah bisa bahagia, oppa. Aku tidak akan pernah bisa tertawa dan tersenyum lagi. Aku tidak akan punya siapa-siapa lagi, hiks. Jebal oppa. Andwae! Kau bilang kau ingin aku bahagia, maka tetaplah disini, oppa.” Lanjutnya

“Itu tidak mungkin, Chagi” balasku

Kupeluk dirinya erat, kuelus rambutnya

“Pakailah pakaianku, Jongra-ya. Pergilah, hiduplah dengan bahagia, karena aku sudah mengorbankan semuanya”

Setelah medesaknya, dengan berat hati diapun mau memakai jubah itu. Dia benar-benar mirip sepertiku. Kuambil jam rantai emasku dan kuberikan kepadanya

“Ini, bawalah ini, Ra-ya. Ingatlah oppa selalu”

“Jongra, andai kita terlahir kembali, Aku ingin kita terus bersama, aku ingin kita terlahir kembali sebagai anak kembar” ujarku pelan sambil mencium singkat bibirnya. Tangisnya pun pecah.

“Kenapa harus seperti ini, oppa?”

“Cepatlah”

Aku menuntunnya ke pintu belakang. Kulihat dia berbalik kearahku. Aku hanya mengangguk dan kemudian dia berlari cepat sambil terus meneteskan air mata. Aku menatap punggung Jongra yang semakin menjauh dengan senyum miris.

***

Aku masuk ke rumahku dan kemudian memakai pakaian Jongra dan mendandani diriku sepertinya, kutata rambutku sepersis mungkin. Kulihat bayanganku di cermin. Sekarang aku mirip seperti Jongra. Tidak lama setelah itu kudengar pintu rumah digedor dengan kasar.

Akupun berjalan tenang menuju pintu dan membukanya, tampak pemimpin Pengadilan itu sendiri yang datang, namja dengan tubuh tinggi, berambut kuning pasir dengan tatapan tajam, Kris Wu. disebelahnya ada asistennya yang berambut hitam dengan kantung mata, Huang Zitao dan anak buah mereka.

“Kami menangkap anda, Kim Jongra karena telah melakukan pembunuhan terhadap Hwang Miku dan Kim JoonMyeon” ujar Kris dengan nada dinginnya sementara aku hanya diam dan memandang mereka berdua datar

Tao mengambil borgol dan segera memborgol tanganku dan menyeretku bersama mereka sementara aku hanya bisa pasrah, yang kupikirkan sekarang hanyalah Jongra.

Aku digiring dan dimasukkan kedalam penjara oleh pengikut mereka, dan sekarang hanya ada kami bertiga yang ada disini.

“Wae?” Tanya Kris sementara aku hanya menatapnya dengan pandangan bingung

“Jangan kau pikir aku tidak tahu. Aku tau itu kau, Jongin. Mengapa kau melindunginya?” Tanya Kris lagi.

Baiklah, sepertinya aku tidak bisa berbohong didepan si tinggi ini. Pantas saja dia menjadi pemimpin Pengadilan

“Karena aku menginginkan dia bahagia. Aku rela melakukan apa pun untuknya” balasku

Dia menghela nafas.

“Kau tau sendiri kan, apa hukumanmu?” lanjut Tao.

“Kau harus dihukum penggal kepala, Jongin” katanya

Aku tersentak, tapi aku tau bahwa inilah konsekuensinya

“Arra, tapi, kumohon satu hal” ujarku

“Mwo?” Tanya Kris

“Tolong jangan tangkap Jongra, biarkan dia hidup. Anggap saja aku Jongra dan Jongra adalah Jongin. Kumohon” pintaku

Kulihat Kris dan Tao saling pandang dan akhirnya merekapun mengiyakan

“Baiklah, jika itu keputusan yang kau ambil, Jongin” jawab Kris

“Gomawo”

Tidak lama setelah itu aku kembali diseret menuju tempat hukumanku ditengah kota. Tampak sebuah pemenggal kepala(?) raksasa yang akan memenggal kepalaku nanti dan aku tidak takut. Kulihat Jongra ada diantara kerumunan orang banyak yang ingin melihat acara hukumanku itu(?). Dia menatapku sedih, begitu juga aku. Aku tahu aku egois, maafkan aku Jongra.

Aku dipaksa dipasangkan di  alat pemotong kepala itu. Membayangkan bahwa pisau tajam itu akan memenggal kepalaku aku tidak takut, yang kutakutkan adalah bagaimana Jongra bisa bertahan hidup.

Setelah panjang lebar acara pembukannya(?) tibalah saat hukumanku. Kulihat seorang algojo bersiap dengan sebuah tali di tangannya

Kutatap lagi wajah Jongra. Kutatap wajahnhya untuk terakhir kalinya. Dan untuk terakhir kalinya lagi aku tersenyum lembut membuatnya menangis.

“Jalgayo, Jongra”

“HUKUMAN DIMULAI!!!”

TENG TENG TENG*bunyi lonceng ceritanya*

SRIIINGGG  ZRAAAKK!!!

“Maafkan aku karena telah membuatmu menangis. Tetapi tersenyumlah, tertawalah, berbahagialah. Karena aku tidak akan membiarkanmu terluka. Jika kelak kita dilahirkan kembali, aku ingin kita kembar dan bersama kembali, adikku tercinta, Kim Jongra”

 

-END-

Hancur? Banget! Author masih belum tau kenapa FF-nya jadi begini. Ngerasa aneh sendiri. Mian kalau typo bersebaran dan sama sekali nggak sedih.

Sequel? RCL dulu coba. Butuh banyak komentar nih 😉

Okey, see you next fanfiction(?) *bow bareng Luhan* ^^

38 pemikiran pada “Servant Of Evil

  1. kok aku pernah baca FF ini ya… miriiiippp banget. Cuman beda cast. kalo yg aku baca itu si Kai itu Sehun. trus yg dibunuh itu cuman si Miku (tokoh cweknya aku lupa). yg jadi Joon Myun si Kai. Settingnya di Kerajaan. yg nangkep si Sehun itu Kai.
    tpi keseluruhan mirip bgt. ._.

  2. Hidup SuhoMiku *ditabok Kaito* #abaikan . Aku baca sambil dengerin lagu servant of evil. Kenapa nggak Kaito yang mati sekalian *Kaito : apa salah gue?!* . Nggak tega Suho mati. Bagus lanjutkan ke message of regret saat Rin nyesel saat Len mati. Bagus deh lagunya tolong buatin ffnya ya ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s