Stand By Me (Chapter 2)

Stand By Me (Chapter 2)

Author: @SicchaKyu12   Eccha

Cast:

  • Oh Sehun
  • Cho Ji Hyun (OC)
  • Byun BaekHyun
  • Jung Hye Ra (OC)
  • Other cast: find by your self

Genre: familly,school love story

Rating: T

Length: Chaptered

stand by me

Hai hai my precious reader

Bisa ngelanjutin ff ini sesuatu loh, ga nyangka ada yang mau review juga part 1nya ^^

Untuk yang udah comment di part 1 itu jeongmal gomawo. Aku udah bilang kalau aku ini baru di dunia ff kan? Jadi kalau feelnya ga dapat,typo dimana-mana dan kata-katanya ga nyambung maklum aja ya ^^

Okay happy reading aja ^^

___________________________

 

Gosh!! Jangan bilang ia terkena kaleng soda itu..

Aku segera berbalik untuk memastikan, oh Tuhan kenapa kau mengirimkan musibah kepada ketua kesiswaan Oh Sehun dengan aku sebagai perantaranya?? Dan sekarang kerah kemeja serta sebagian jas dan kertas-kertas yang dibawanya sudah basah.

Ia sedikit menyipitkan mata ketika medongakkan kepala dan mendapatiku berdiri tidak jauh darinya, akupun berjalan kearahnya terlihat sekali ia sedang marah.

“Sunbaenim,mianhamnida aku tidak melihatmu” kataku kaku.

Ia tidak mengubrisku dan malah terus berjalan.

“Sunbaenim,aku benar-benar tidak sengaja, ahh aku dapat mencuci jas dan kemejamu juga mencetak ulang kertas-kertas itu kalau kau mau” kataku panjang lebar dan terus mengekorinya

Aku malas mengejarnya sebenarnya apalagi memohon-mohon maaf darinya. hanya saja aku cukup takut mendapat masalah, ia hanya diam dan terus berjalan.

“Sunbaenim?” panggilku lagi sedikit hati-hati

Ia berbalik dan malah memberi beberapa lembar kertas yang berada di bagian bawah tumpukan kertas yang ia pegang.

“kerjakan ini berikan padaku pukul enam sore dan anggap masalah ini selesai, yang kau basahi ini tugas yang harus kukumpulkan hari ini juga” akhirnya ia mengeluarkan suara.

Aku mengangkat sebelah alisku dan menatap kertas yang diberikannya

Berbagai rumus bertengger disana, matematika rupanya.

“Matematika? Baiklah, pukul enam sore kan? Aku berjanji ini akan selesai” lanjutku sendiri, dasar tidak sopan aku belum selesai bicara sudah pergi begitu saja.

***

Entah sudah berapa lama pantatku melekat pada kursi kayu di perpustakaan ini, dan bergulat dengan 150 butir soal  essay dihadapanku.

“Yap,selesai sudah” gumamku sendiri dan tersenyum lebar.

tapi tunggu dulu kenapa suasana disini begitu sepi bahkan hanya ada aku seorang diri dan betapa terkejutnya aku melihat keadaan diluar jendela sudah gelap dan ternyata lampu perpustakaan ini sudah menyala kulayangkan pandanganku pada arloji merah tua yang melilit pada pergelangan tanganku.

“SHIT” umpatku, ini jam 7 malam dan aku masih disini sendirian? Aku segera membereskan seluruh barangku dan meninggalkan perpustakaan, ketika aku mencoba memutar knop pintu perpustakaan, pintunya tidak bergerak sama sekali.

Jangan bilang aku terkunci.

“ada orang diluar?? Seseorang kumohon tolong aku” teriakku sambil menggedor-gedor pintu tua ini.

Masih tidak ada reaksi apa-apa.

“Hei,siapapun yang mendengarku,tolong bukakan pintunya” suaraku mulai bergetar, OK aku takut sekarang. Aku masih tetap memutar-mutar knop pintu tersebut.

“Ada orang didalam?” suara seseorang diluar mengejutkanku.

“Ya, ku mohon bukakan pintunya” pintaku pada orang di balik pintu itu. Begitu pintu ini bergerak kulihat seorang pria berfashion tennis didepanku, sepatu sport abu-abu dengan celana olahraga putih, kaos biru tua berkerah dan tidak lupa bandana hitam yang mengikat kepalanya.

“Sunbaenim, sedang apa kau disini?” tanyaku sambil menuruni satu persatu anak tangga dan berjalan di belakangnya.

“Berlatih tennis.” Jawabnya singkat.

“Oh benar, aku lupa kita satu club, kau sangat jarang berlatih bersama kami dan lebih memilih berlatih sendirian hingga selarut ini?” kataku panjang lebar.

“…..”

***

Ku ayun-ayunkan kedua kakiku bergantian saat sedang menunggu bus di halte dekat sekolah,untung saja aku menunggu disini tidak sendirian, walaupun ia hanya sibuk dengan headset ditelinganya,setidaknya aku merasa seperti ada  yang menjagaku. Sebuah bus sudah berada didepan kami, aku segera naik diapun mengikutinya dan duduk pada bangku di belakangku, ketika aku turun aku tidak melihatnya turun, jarak halte bus dari rumahku tidak begitu jauh tapi tetap saja aku takut, ini sudah larut menurutku.

“kau sendirian nona?’ Sebuah suara mengejutkanku.

“Ayo, kuantar pulang.” Seorang pria yang tidak kukenal, sekarang telah memegang pergelangan tanganku, dengan posisinya yang berada di dalam mobil.

“ahh tidak perlu agashi,rumahku sudah dekat” aku berbohong dan mencoba melepaskan tangannya, ia malah keluar dari dalam mobil, aku cukup merasa takut sekarang.

“Ayolah, hanya mengantar pulang” kini ia mulai mencengkramku.

“Terima kasih, tapi aku bisa pulang sendiri” ku coba menarik tanganku lagi.

“Aku tidak akan…”

“Kalau dia bilang tidak perlu ya tidak perlu” ku putar kepalaku saat mendengar suara lain di belakangku, ia berjalan kearahku dan segera melepas cengkraman pria tadi dari tanganku.

“Apa kau tidak dengar dia bilang tidak perlu,kenapa memaksa, lagipula jangan mengganggu seorang pelajar, kau tidak lihat ia memakai seragam sekolah” Sehun sunbae berceloteh panjang lebar.

“Hei, bocah aku hanya menawarkan tumpangan, kalau tidak mau ya sudah, kenapa kau datang dengan ceramahmu” sengit pria yang mencengkram tanganku tadi.

“Tidak perlu, ia pulang bersamaku.” Tekan sehun sunbae.

Pria itu masuk ke mobilnya lagi dan berlalu meninggalkan kami.

***

Aku berjalan pulang bersama Sehun sunbae bisa dibilang ia mengantarku pulang, sepanjang jalan kami tidak saling berbicara, aku juga tidak bertanya mengapa ia bisa sampai disini. Yang aku tau ia sudah menyelamatkanku.

Aku sudah berada didepan gerbang rumahku sekarang.

Sedikit Kubungkukkan badanku pada Sehun sunbae

“gansahamnida sunbaenim” terima kasihku padanya.

“nde.” Ia telah berbalk dan hampir berjalan pergi.

“ahh, sunbaenim.” Aku memanggilnya lagi sebelum ia pergi, kubuka tasku dan memberikan soal matematika tadi padanya,

“ini, sudah selesai.”

“tidak perlu, untukmu saja sudah kukumpulkan kan ku minta kau berikan pukul enam dan ini pukul delapan.” Jawabnya dan kembali memasang headset di telinganya dan berlalu.

Ahh ingin aku mengambil batu, dan melempar kepalanya itu. Ini semua yang membuatku terkunci dan pulang terlambat. Dan sekarang ia tidak membutuhkannya? Arrgghhhh… Kubuka gerbang rumaku yang tidak terkunci dengan kesal.

Begitu memasuki rumah, ayah sudah berada didepanku dan melipat tangannya.

“Darimana kau, terlambat dua jam dari jam pulang seharusnya” tegas ayah.

“Aku di perpustakaan, mengerjakan ini sampai tidak menyadari kalau sudah larut.” Kuangkat kertas matematika tadi, ada untungnya Sehun tidak mengambilnya.

“Persis, seperti oppamu. “Lalu, kau pulang menggunakan apa?” tanya ayah yang masih ditempatnya tadi.

“Bus.” kutanggalkan sepatuku dan menggantinya dengan sandal rumah.

“sendirian? Kenapa tidak menelfon ayah agar menjemputmu”

“Aku lupa karena terlalu panik ayah.Ayah tidak marah kan?” aku mendekati ayah dan mememeluknya.

“Tidak, ayah hanya khawatir karena Hye Ra telah pulang dari pukul enam tadi.” Tapi ayah tidak mencarimu karena ayah tau putri ayah satu-satunya ini dapat dipercaya, segera mandi dan turun untuk makan malam” ayah mengusap kepalaku.

“Aku tidak lapar, hanya ingin tidur, selamat malam ayah” kukecup pipi tuanya berjalan kekamarku.

Ku lihat Hye Ra sedang menulis di meja belajarku saat aku memasuki kamar. Mendadak kuingat lagi pemandangan di lawn tadi dan segera membangkitkan rasa

“Ji Hyun-ya, kenapa kau baru pulang?” retoriknya saat melihatku memasuki kamar.

“Bukan urusanmu” jawabku singkat dan segera menuju kamar mandi.

To Be Continue..

Author Note:

Yah, part 2nya malah abang Baekhyun yang ga ada, konfliknya juga belum muncul merasa gagal banget bikin ni ff, tapi tenang aja part 3 janji deh konflknya udah muncul, sekali lagi yang udah ninggalin commentnya gomawo jeongmal jeongmal jeongmal

Tapi udah mau baca aja aku udah senang kok ^^

Ehh pesan terakhir, kalau ada yang mau kenalan sama author bisa follow twittter author @chelfkyu

 

Iklan

7 pemikiran pada “Stand By Me (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s