Mystery Bride (Chapter 4)

Mystery Bride

Title                 : Mystery Bride Chapter 4

Author             : Shan Pu

Genre              : Romance, action, little comedy, marriage life, little hurt, school life

Rating             : General, T

Length             : Multi Chapter

Cast                 :

  • Oh Sehun
  • Park Mu Yeon(OC)
  • Xi Luhan
  • Park Mu Hwa(OC)

Other Cast       :

  • Eun Dodo
  • Park Chanyeol

Mystery Bride part 1

Summary         : Oh Sehun, anak calon presiden yang dikagumi oleh semua siswi di sekolahnya,  mendadak harus menikah dengan yeoja bertopeng misterius yang sama sekali tidak dikenalnya. Itu semua terpaksa dilakukan demi menjalankan perintah orangtua dan tradisi dari nenek moyangnya. Namun, dibalik itu semua, ada bahaya besar yang sedang mengintai Sehun.

        ***

   Annyeong^^ Saya bawa lagi lanjutan dari Mystery Bride ini. Mian kalo kata-katanya agak aneh. Soalnya saya bikinnya buru buru ^^)a Ya sudahlah, Happy reading aja ._.v *lari*

***

TOK TOK TOK

“Tuan muda. Tuan muda Luhan datang lagi, katanya ada yang tertinggal. Lalu ada nona Dodo yang datang untuk menjenguk tuan muda”

DEG

Apa?? Dodo datang kemari?

Perkataan pelayanku membuatku terkejut dan sontak membuatku berbalik.

BAGAIMANA INI??!!

“Ya,, ya,, Mu Yeon ireona!!”

“Ya! Yeoja kampung! Sekarang bukan waktunya tidur!”

Aku terus membangunkannya tapi tetap saja gagal. Aku terpaksa menggendong tubuhnya yang tertidur dan mulai membawanya sampai….

“Sehun-ah, aku Luhan, aku masuk ya!”

‘Gawat! Kenapa dia datang di saat seperti ini? Kumohon, jangan masuk!’

***

Author POV

*Di kamar Sehun*

Sehun, Luhan dan Dodo tampak menikmati makanan yang dibawakan pelayannya Sehun dikamarnya.

“Mian aku tiba-tiba datang, aku hanya ingin menjengukmu sebentar. Tapi, Luhan malah mengajakku ke kamarmu. Apa aku mengganggumu?” Tanya Dodo

“Ah, gwaenchana. Aku senang kamu kemari.” Jawab Sehun sambil memandang was-was kamar mandinya

“Wae Sehun-ah? Apa kamu sedang menyembunyikan sesuatu di kamar mandi?” Tanya Luhan yang menyadari itu

DEG

Sehun menatap Luhan dengan tatapan membunuh seolah berkata ‘Luhan brengsek!’ tetapi Luhan hanya bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.

“Ah, ngomong-ngomong soal kamar mandi, aku jadi ingat mau mengisi vas bunganya dengan air”

“Aku boleh pakai kamar mandinya, ya?” sambung Dodo

Sebelum Dodo sampai ke kamar mandi, Sehun sudah menahannya,

“Ah, Dodo,  Chakkanman!”

Sementara Luhan memandang Sehun dengan pandangan ‘sudah kuduga’

“Daripada ke kamar mandi, mending kamu keliling rumahku. Mumpung orangtuaku sedang gak ada” kata Sehun sambil membawa Dodo menjauh dari kamar mandi

“Luhan akan jadi pemandumu, dia lebih tau rumah ini daripada aku” sambung Sehun yang membuat Luhan menyemburkan tehnya saat itu juga.

***

“Rumah Sehun sangat bagus dan megah. Seperti rumah-rumah di Eropa, tapi tetap ada sentuhan tradisional Koreanya. Bagus sekali. Rumah ini memang dibangun mengikuti struktur gedung kedutaan Perancis zaman dulu” jelas Luhan

“Tolong katakan pada Sehun, kalau aku sangat menyukai rumahnya” balas Dodo

“Sayangnya Sehun nggak suka rumah ini. Menurutnya rumah ini terlalu besar dan dia nggak nyaman disini” jawab Luhan datar

“eh?”

“Ternyata kamu sama sekali nggak paham tentang Sehun ya? Cih”

Luhan berkata dingin sambil berjalan mendahuluo Dodo, sementara yeoja itu hanya memandang Luhan berapi-api.

Di tempat lain, Sehun terbingung-bingung karena melihat Mu Yeon sudah tidak ada di kamar mandinya lagi. Padahal seingatnya tadi, dia menyembunyikan yeoja itu di kamar mandi

Mari kita kembali kepada Luhan dan Dodo.

“Ah,, ige mwoya? Barang antik ya? Tapi saying sekali sudah rusak” ucap Dodo sambil melihat pecahan warisan keluarga Oh dan itu menarik perhatian Luhan

“Hmm,, jadi ini symbol pertunangannya” gumam Luhan tapi masih terdengar oleh Dodo

“Simbol pertunangan?”

“Ah, aniya”

“Keluarga Sehun memang hobi hal seperti itu. Mereka suka mengoleksi artefak langka berharga miliaran won dan kurasa benda itu salah satunya” lanjut Luhan

Sementara Dodo berkata dalam hati ‘Kalau begitu semua ini akan jadi harta warisan Sehun? Bagaimanapun, aku harus jadi menantu keluarga ini! Kira-kira berapa banyak total warisannya ya?’. Khayalan Dodo terhenti karena Luhan,

“Apa kau sudah puas lihat-lihatya?”

“Ah, belum. Tapi, kalau kamu capek, aku bisa keliling sendiri kok”

“Jinjja? Kalau gitu lihat-lihatlah sendiri. Aku pergi duluan” jawab Luhan dingin sambil berlalu meninggalkan Dodo yang mengumpatnya.

Dodo mengeluarkan cermin dari tas kecilnya hanya untuk menata rambutnya. Tetapi Dodo melihat yeoja berikat kepala merah memandang datar Dodo di cermin

“KYAAAAA~~”

Dodo memekik sambil berbalik ke belakang, sementara yeoja tadi melompat meninggalkan Dodo yang berwajah horror tapi aneh menurut author ._.v

Ternyata Mu Hwa datang untuk menemui Luhan sambil memberikannya….

Seekor kadal.

“Ini… untukku?” Tanya Luhan. Sementara Mu Hwa hanya mengangguk

‘apa ini balasan kue yang kemarin?’ Tanya Luhan dalam hati sambil melihat kadal yang ternyata sudah mati itu tapi…

“Gomawo atas hadiahnya ya?” kata Luhan sambil tersenyum manis. Senyum yang jarang sekali diperlihatkannya kepada orang lain.

Mu Hwa hanya diam tanpa membalas Luhan. Sekejap kemudian, dia menarik Luhan cepat

“Yaa!! Aku mau dibawa kemanaa??!!”

***

Sehun POV

*Di taman belakang*

Ternyata dia disini ya. Tertidur dibawah pohon dan api unggun yang tidak terlalu jauh darinya. Sepertinya Mu Hwa yang membawanya ke sini. Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya yang masih tertutupi topeng.

Tapi sebelum itu terjadi,  pedang Mu Hwa sudah berada disamping leherku. Membuatku takut dan akupun mengangkat tanganku.

“Ka.. kau salah sangka Mu Hwa. Aku Cuma mau melihat keadaannya” kataku takut.

“Oh Sehun sedang apa kau disini?”

Eh? Ada Luhan?

“Setelah kusembunyikan di kamar mandi, dia menghilang. Lalu aku lihat jendela terbuka dan ada asap dari sini. Makanya aku mengecek kemari”sahutku

“Kamu sendiri kenapa kesini?” tanyaku

“Aku diculik, ah, maksudku aku dibawa kesini oleh Mu Hwa” jawabnya

Tetapi aku tersentak,

“Jadi, kamu meninggalkan Dodo sendirian di rumah?”

Author POV

*di ruang makan*

“Harus kuapakan bunga ini? Teman tuan muda Sehun yng membawanya” ta nya seorang pelayan kepada kawannya

“Letakkan saja di vas bunga”

“Dia sangat cantik dan terlihat seperti anak bangsawan. Dia sangat cocok dengan tuan Muda. Tapi sayang nya tuan muda harus tunangan dengan yeoja aneh itu”

“Psst! Jangan banyak omong. Kau mau dipecat ya?”

“Upsss”

Tanpa mereka sadari, Dodo tak sengaja mendengar pembicaraan itu dari balik pintu.

‘Tunangan?!”

“Katanya ada tamu?” Tanya sekretaris Kim pada salah seorang pelayan.

“Ne, teman sekolahnya tuan muda Sehun”

“Aku kan sudah bilang sekarang jangan terima tamu dulu. Sekarang dimana tuan muda Sehun?”

“Eh? Tuan muda ada di taman belakang. Sepertinya bersama yeoja itu”

“Mereka harus hati-hati supaya nggak ketahuan orang lain. Para security pada ngapain aja sih?”

“Mianhae, saya akam beritahu para security”

Dan kali ini Dodo sengaja mendengar pembicaraan dua orang itu

*Back to HunHan, Mu Yeon, Mu Hwa and it’s back to Sehun POV*

“Kita kayak kemah saja ya. Ubinya juga enak”

Yang bicara tadi itu Luhan

“Kayaknya kamu senang banget bisa ada disini” jawabku

“Habis mau bagaimana lagi? Nikmati saja bintang dan angin malam ini”

“Cih, kamu memang sukanya ada di alam terbuka begini. Dasar aneh!” ejekku

‘Belum lagi satu orang itu. Aduh, aku benar-benar pusing. Apa iya aku sedang kena karma’ umpatku sambil melihat Mu Yeon yang tertidur.

‘Kayaknya…. Pohon ini nggak asing untukku’

Aku berjalan untuk melihat dibalik pohon yang disandari Mu Yeon

‘Sepertinya aku pernah melihat ini’

Dan sekelebat memori aneh terputar di otakku. Aku melihat seorang yeoja cantik berhanbok dan berambut panjang sedang duduk bersandar pada pohon yang kulihat tadi.

“Ah, kamu sudah datang”

Yeoja itu tampak menyambut seorang namja berambut panjang hitam dan juga berhanbok

“Ternyata kamu disini, ya?”

Kulihat juga kadal yang dipegang yeoja itu kabur. Tunggu, kadal?!

“Ah, bangge, mau kemana kamu?”

Dan yeoja itu meratapi kepergian sang bangge(?) membuat namja yang mendatanginya tadi memandangnya heran

“Saat bangun, kamu tidak ada. Aku sampai mencarimu kemana-mana”

“Karena pekerjaanku sudah selesai, aku pergi cari angin di luar. Tadinya aku mau jalan-jalan, tapi udara dibawah pohon ini sangat sejuk, jadi, aku istirahat disini”

“…..”

“Kalau takdir masih mempertemukan kita, apa di kehidupan selanjutnya kau akan tetap mengenaliku? Karena di kehidupan selanjutnya aku akan benar-benar berubah”

“Tentu saja. Tidak peduli kau terlahir menjadi apa, atau wajahmu seperti apa, aku pasti akan tetap mengenalimu”

Dan selanjutnya aku melihat mereka berciuman sampai,

“suamiku…Bangunlah”

Ternyata aku tertidur di pangkuan Mu Yeon sampai dia membangunkanku

GREP

Aku menggenggam tangannya dan menatapnya intens

“Neo…”

“Su…. Suamiku?”

Tapi,

“Kenapa tiba-tiba suasananya jadi serius begini?” suara Luhan mengejutkanku

“Aku sudah cari ubi dan kayu bakarnya, sekarang giliran kamu yang bakar” sambungnya

“Ya! Memamngnya kita kemping beneran?!”sentakku untuk menutupi rasa Maluku

Aku berbalik menatap Mu Yeon.

“Ada apa suamiku?” tanyanya

“Cepat bangun. Kita pulang sekarang. Dodo sendirian di rumah” kataku cuek

‘ah, perasaan apa ini? Kenapa aku punya perasaan seperti ini pada yeoja itu?’ aku bingung sendiri.

“Hei Sehun, tolong pegang ini sebentar. Dia keluar terus dari sakuku”

Setelah berkata demikian, Luhan melempar sesuatu padaku, dan itu seekor kadal

“BANGGE!” pekikku terkejut sampai aku melempar kadal itu ke belakang yang langsung ditangkap oleh Mu Yeon

‘Aku ngomong apa sih? -_-‘

“Jangan buang apapun sembarangan di hutan yang dipenuhi kekuatan spiritual ini. Mungkin saja sesuatu yang kamu buang itu sudah dirasuki oleh roh” kata Mu Yeon dan aku tidak mengerti

“Kalau rohnya baik tidak masalah, tapi, bagaimana kalau rohnya jahat?”

***

Author POV

SREKK SREKK

“Sehun sudah tunangan? Kalau itu benar, aku harus tau siapa yeoja itu! Aku gak akan melepas Sehun begitu saja!” kata Dodo, yang sepertinya mencari keberadaan Sehun dkk dengan ponselnya, padahal dia sendiri nyasar -_-

“Eh? Baterainya habis? ARGGH!! Siall!! Menyebalkan!! Berantakan semuanya!!” umpat Dodo dan membanting ponselnya sendiri

Tiba-tiba angin berhembus dan itu membuat Dodo merinding,

“Eee,, Hmm,, mungkin ponsel itu masih bisa digunakan menelepon sekali lagi” ucap Dodo sambil merangkak untuk mencari ponselnya.

Tetapi, saat dia berhasil mendapatkan ponselnya dan hendak mengambilnya, sebuah tangan berkuku panjang berwarna hitam mengambil ponselnya terlebih dahulu

*ditempat Sehun,dkk*

WUSHHH

Angin berhembus kencang

‘Datanglah… Malam ini aku akan menghabisimu’ kata Mu Yeon dalam hati.

Tetapi saat Mu Yeon akan berjalan, dia tersandung. Untung saja Luhan dengan cepat menahannya

“AAKKH”

“Awas!”

BRUKK

Dan Mu Yeon terjatuh dipelukan Luhan

“Go..gomawo..” kata Mu Yeon

“Kamu mau kemana sih?” Tanya Luhan

“Singkirka tanganmu darinya”

“Eh?”

Ternyata itu Sehun(y)

“Cepat singkirkan tanganmu itu darinya, Luhan” ulang Sehun

“eumm,, okey” Jawab Luhan sambil melepas rangkulannya

‘Apa yang tadi aku lakukan’ umpat Sehun dalam hati sampei mereka semua mendengarkan suara jeritan

“KYAAAA!”

Dodo berlari kea rah mereka.

“Dodo?!” ucap mereka bersamaan

“Sehun?!”

Sebelum Dodo berlari kea rah Sehun, Mu Yeon sudah lebih dahulu menghalanginya

“Serang dia!” ucap Mu Yeon dan sekejap kemudian Mu Hwan menyerang Dodo dengan pedangnya dan mencoba membunuh Dodo

“Kyaa!! Tolong aku!!” jerit Dodo

Sontak Luhan dan Sehun terkejut dengan apa yang sudah dilakukan kakak-beradik itu. Sehun langsung mendorong Mu Yeon sehingga dia terjatuh dan berlari memeluk Dodo.

“Apa yang kamu lakukan!!!” bentak Sehun

“Cepat minggir!” kata Mu Hwa datar sambil mengacungkan pedangnya pada mereka berdua

“Turunkan pedangmu” ucap Mu Yeon “Aku tidak bisa membiarkan suamiku terluka” lanjutnya dan dengan terpaksa Mu Hwa menurunkan pedangnya.

“Apapun alasannya, kau harus bertanggung jawab atas kejadian hari ini. Aku tidak akan membiarkannya begitu saja. Kemasi barang-barangmu! Aku akan memberitahu appa untuk memulangkan mu ke tempat asalmu” kata Sehun yang membuat Mu Yeon tertegun

Sehunpun menggendong Dodo dan membawanya pergi. Sementara Dodo yang berada di gendongan Sehun menatap mereka dengan mata yang menyerupai ular dan tersenyum penuh kemenangan.

“Apa kalian benar-benar ingin membunuhnya?” Tanya Luhan

“Kalau terus dibiarkan, yeoja itu bisa berbahaya” jawab Mu Yeon

“Mwo?!”

***

“Dodo, neo gwenchana? Kamu pasti kaget” kata Sehun sambil memberikan segelas air

“Tenanglah dan minumlah air ini”

“Jangan khawatir. Aku tidak akan biarkan mereka masuk kemari. Aku sudah kunci semua pintu”

Tapi,,,

PRANG

Dodo memecahkan gelas itu dan menatap Sehun dengan matanya yang sejak kapan berubah menjadi mata ular itu sambil tersenyum licik

“Mungkin dulu aku gagal tapi,, kali ini tidak aka nada yang bisa menyelamatkanmu”

Sedetik kemudian,

PRRRRAAAANNGGG

Dodo mendorong Sehun sampai terjatuh dari balkonnya.

“Kali ini kau harus mati!”

‘Dodo… kenapa dia melakukan ini?’

Tapi sebelum Sehun terjatuh sepenuhnya, Mu Hwa menangkap Sehun  dan membiarkan dirinya dan Sehun terjatuh. Setelah terjatuh, Mu Yeon yang malah meloncat. Ternyata mereka menggunakan jungkat-jungkit dengan Luhan sebagai titik tumpunya *Poor Luhan XD*

“Ini bahaya” ucap Mu Hwa

“Untukmu dan adikmu, atau untuk Dodo?” Tanya Luhan yang entah sejak kapan berdiri disebelahnya.

“…..”

Setelah sampai diatas, Mu Yeon langsung menempelkan kertas jimat yang dengan agak sedikit mendorong(?)

“KYAAA~” Dodo memekik keras lalu pingsan, dan Siluman Ular yang merasuki tubuh Dodopun kini telah keluar.

“Siapapun yang berani menantangku pasti akan mati. Tak peduli sekuat apa dia! Suapa kau? Beraninya menghalangiku?!”

“Kau tidak perlu tahu siapa aku, intinya, kalau kau berani menyentuh suamiku, tamatlah riwayatmu!” balas Mu Yeon datar.

“Suami?! Cih.. saat itu aku memang membuat kesalahan, tapi kali ini aku akan membunuhnya dalam satu kali gigitan”

Setelah berkata seperti itu, siluman ular itu langsung menyerang Mu Yeon. Dengan cepat Mu Yeon melompat ke atas dan melepas hanboknya

*Readers yadong nih pikirannya XD*

*Author ditabok x_x*

Tentu saja dibalik hanboknya Mu Yeon menggunakan baju seperti daster, dengan banyak lambing dibajunya yang membuat siluman ular terkejut.

“Dengan segenap cinta pada suamiku.. Serangan Bambang Pamungkas Segel Hangma”

Mu Yeon melempar kertas jimatnya kea rah Siluman ular itu

GUSRUKK

TSINGG

BRAKK

SRANGG

GUMPRANG

Berbagai macam dan jenis bebunyian dari dalam kamar (Sehun) membuat Mu Hwa, Luhan dan Sehun yang berada di luar kamar menjadi panic, terlebih saat suasana tiba-tiba menjadi hening.

“Yaa!! Buka pintunyaaa!! Apa yang kalian lakukan didalam sana!! Buka pintunyaa!!” teriak Sehun sambil mencoba membuka pintu kamarnya sendiri. Sementara Luhan pergi untuk mencari kunci cadangannya.

Sehun yang masih dalam posisi mendobrak akhirnya dihentikan oleh Mu Hwa, karena dengan satu tendangan,

BRAKK

Mu Hwa berhasil membuka*atau merusakkan?* pintu kamar Sehun.

Sehun terdiam shock melihat kamarnya dengan berbagai pecahan kaca disana sini, juga lubang besar diatas atap merupakan bukti bahwa kamar itu adalah korban dari pertarungan antara Mu Yeon dan sang Siluman.

“A… apa apaan ini??!! Kenapa… kenapa kamarku jadi begini?!! Ini benar kamarku kann??!! Kenapa atap kamarku bisa bolong begitu??!! AARRGGHH!!!” Teriak Sehun frustasi sambil mengacak kasar rambutnya.

***

Sehun POV

“A… apa apaan ini??!! Kenapa… kenapa kamarku jadi begini?!! Ini benar kamarku kann??!! Kenapa atap kamarku bisa bolong begitu??!! AARRGGHH!!!” Teriakku frustasi sambil mengacak kasar rambutku.

“Ya!! Yeoja kampung!! Cepat jelaskan kejadianya !! PPALI!!” bentakku kasar.

Tetapi aku heran. Mu Yeon terdiam mendengar bentakanku. Tapi bukan itu. Dia duduk disamping Dodo yang pingsan dan mengangkat kedua tangannya kearah Dodo

“Saat dirasuki roh jahat, seluruh tenagamu akan dihisap olehnya. Makanya, aku harus menyelamatkan Dodo”

Selesai Mu Yeon berkata demikian, tiba-tiba dia jatuh pingsan

“Mu Yeon!” pekikku.

Untung saja aku bergerak cepat dan sekarang dia berada di pangkuanku.

“Tolong jaga dia baik-baik” kata Mu Hwa tiba-tiba sambil mengangkat pedangnya, kemudian dia keluar melalui lobang diatas atapku.

Perhatianku tertuju pada Dodo. Kubaringkan pelan-pelan Mu Yeon dan merangkak mendekati Dodo kemudian kucek, aku menghela nafas. Masih hidup.

Kualihkan perhatianku kembali menuju Mu Yeon. Kudekatkan wajahku pada dadanya.

DEG

‘tidak bernafas?!’

Kupegang tangannya. Kucek nadinya,

‘Tangannya dingin… detak nadinya juga gak ada. Apa,, Mu Yeon meninggal?!’

Aku gak mungkin membiarkan Mu Yeon mati di rumahku.

‘apa aku kasih nafas buatan ?’ pikirku

MWO?!

Tapi ini demi keselamatan Mu Yeon! Kutekadkan diriku, kudekatkan wajahku ke wajahnya. Sejenak aku ragu untuk membuka topengnya tapi akhirnya kubuka juga topengnya sebatas mulutnya.

‘Aku hanya perlu tutup mata dan semuanya selesai’

CUP!

DEG!

Tiba-tiba aku teringat dengan yeoja yang ada dalam bayanganku,

‘suamiku’

‘E..ehh.. ada apa ini??!! Bibirku,, nggak bisa lepas!!’

“Sehun-ah pintunya sudah…”

Kudengar Luhan yang masuk ke dalam kamarku dan memutuskan perkataannya. Sepertinya dia terkejut dengan posisiku ini.

Tapi tidak lama kemudian bibirku bisa terlepas. Akupun melepaskan peganganku pada Mu Yeon yang menyebabkan dia terjatuh dari pangkuanku dan aku terbaring lemas

“Oh Sehun!”

Kudengar Luhan mendekatiku. Kubuka mataku pelan-pelan. Pusing. Itu yang kurasakan.

“Sehun-ah, gwenchana??”

Tak kusahut pertanyaan Luhan

‘Tadi itu kenapa? Kenapa tiba-tiba aku teringat yeoja yang ada dalam bayanganku saat memberikan nafas buatan pada Mu Yeon’ tanyaku dalam hati

Kulihat Mu Yeon sudah kembali sadar dan memperbaiki posisi topeng babinya.

“……. Ciuman pertamaku”

MWO?!

“TADI ITU NAFAS BUATAN!! Aku gak tahu kenapa, tapi bibirku menempel dibibirmu!!” elakku

“Menurutku sih, itu benar-benar ciuman” sahut Luhan

“Ya!”

“Gomawo”

Eh?

“Demi menyelamatkanku, kamu mau menciumku. Aku tahu kamu memang orang baik walau dengan penampilanku yang seperti ini” ucap Mu Yeon sambil tersenyum tulus, meskipun ia tahu Sehun dan Luhan tidak akan bisa melihat senyumannya.

Hening

Sedetik

Dua detik

Tiga detik

“Ka.. karena itu kubilang itu bukang ciuman! Jangan buat seolah olah itu seperti ciuman! Cepat katakana, kenapa tadi kau mau membunuh Dodo” bentak Sehun gugup *atau gagap?*

‘Dia menyangkal. Dia panic cari alasan’ ucap Luhan dalam hati

“Aku bukan mau membunuhnya-“

Ucapan Mu Yeon terhenti karena Tuan Oh, Nyunya Oh dan Sekretaris Kim yang masuk ke kamar Sehun

“Se…sehun. Ada apa ini?!”

“Kenapa bisa begini Sehun-ah?!”

“Mwo?! Dodo kerasukan setan?!” kata Tuan & Nyonya Oh bersamaan

“Bukan setan, tapi kekuatan spiritual dari arwah halus yang bisa mengontrol perilakunya. Karena itu, aku berusaha melindungi suamiku agar tidak bersentuhan langsung dengannya” jelas Mu yeon

“Sebenarnya perbuatan siapa ini?” Tanya Sehun

“Ini ulah orang yang punya dendam dengan keluarga ini. Tapi, aku tahu cara mengatasinya. Aku pasti akan melindungi suamiku semampuku” balasnya.

“Siapa yang akan percaya cerita bodoh seper…..”

“Ini seperti yang dikatakan oleh biksu suci…” ujar nyonya Oh

“Iya, benar” jawab tuan Oh

“Lalu, apa sekarang semua baik-baik saja? kamu yakin sudah mengusir arwah itu?” Tanya mereka bersamaan

‘Kenapa kalian percaya  cerita ini begitu saja’ umpat Sehun

Dan kedatangan Mu Hwa dari lobang atap menjadi jawaban atas pertanyaan Tuan dan Nyonya Oh

“Dia berhasil lolos”

“….”

Selanjutnya aku akan berada disamping suamiku selama 24 jam penuh” kata Mu Yeon

“MWOOO???!!” pekik Sehun syok

“Tidak perlu begitu, aku akan menyewa pengawal untuknya. Identitasmu masih harus dirahasiakan” jawab nyonya Oh

“Aku akan berusaha untuk tidak terlihat”

“Tidak.. aku tidak mengizinkannya”

Tidak lama kemudian Dodo sadar. Tetapi keadaannya seperti orang ling-lung langsung dibawa oleh petugas kesehatan

‘Kalau dia bisa menghancurkan atap seperti ini dan berhasil meloloskan diri, berarti dia lawan yang sangat berbahaya’ kata Luhan dalam hati yang sangat penasaran akan kejadian ini

***

“TUAN PUTRI!!”

Seorang yeoja berambut merah panjang, bermata ular dan memiliki gelang ular di tangannya berkali-kali muntah darah ditengah bintang enam dilantai yang digunakan untuk ritualnya.

“Apa tuan putrid baik-baik saja?!” Tanya para pengikutnya

‘sekarang aku mengerti’ katanya dalam hati

“Kita harus mengubah rencananya”

“MWO?!”

‘Kalau perkiraanku benar, akan sia-sia saja menyerangnya secara spiritual’

“Aku sendiri yang akan pergi ke Korea”

-TBC-

27 pemikiran pada “Mystery Bride (Chapter 4)

  1. sebener’a siluman ular ada dendam apa sama keluarga sehun ?
    masih misteri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s