You Are My Hiding Place (Chapter 2)

Title                       : You Are My Hiding Place

Sub Title              : The Second – Will We Meet Again?

Author                  : @cetrinm

Main Cast            :

  • Wu Yi Fan / Kris
  • Jo Han Gan (YOU)
  • Luhan
  • Krystal

Other Cast          : You will find them by yourself  J

Length                  : Chaptered

Genre                   : Romance

Rating                   : PG-13

You are my hiding place (1)

Disclaim               : Semua FanFiction ini adalah milik dari author yang menulis. Jika ada kesamaan latar belakang cerita / nama / tempat / dan lain-lainnya, hanya kebetulan saja. Semua Cast adalah ciptaan Tuhan. Kecuali UNIVERSITAS EXO MK –fiksi-. Fiksi tetaplah fiksi. Tidak nyata dan benar.

 

 

TOO MANY MISTAKES AND TYPO

100% MY IMAGINATION

^^ WISH YOU LIKE IT

DONT BE A COPIER PLEASE ^^ DONT COPY-PASTE ^^ DONT CUT-PASTE

PLEASE GIVE COMMENTS ^^ XIE-XIE~

HAPPY READING J

 ____________________________

“Minhae, luhan gege”

 

 

Han’s House

In front of Han River

 

“Aku turut berduka cita” Ujar Luhan kepada Han Gan yang merundukkan kepalanya di depan sebuah bingkai foto.

“Jadi kau tinggal sendiri disini” tambah Luhan

“Ya. By the way , gege sekarang berubah. Lebih bernuansa sebagai cowok yang dingin” Ujar Han Gan sambil mengepal tangannya kuat-kuat agar berani berbicara seperti itu.

Luhan memajukan tubuhnya beberapa langkah sehingga tinggal beberapa senti dihadapan Han Gan. “kau mau tinggal di apartemenku?”

 

Han’s POV

 

Tinggal dengan nya? Apa dia tidak sadar dengan apa yang dia ucapkan? “Ni yao bu yao ma?” tanya Luhan lagi. Aku tersenyum malu dan menundukkan kepalaku. “Wo yao, gege”.

 

Malamnya, aku packing semua barangku. Ketika aku melihat bingkai foto Eommaku, aku berbicara sendiri sejenak “Eomma, apa aku mencintainya? Kenapa perasaanku saja yang kembali? Aku ingin moment-moment kami bersama juga kembali. Bantu aku ya, Eomma. Wo ai ni”. Lalu aku pun mengecup foto Eommaku.

Beberapa jam kemudian, Luhan mejemputku dengan mobil BMW Sportnya yang berwarna merah. Sangat berkilau disuasana gelap seperti itu

 

Luhan’s Apartement

Behind Han’s River

 

“Apartemenmu bagus sekali, gege” ujar Han Gan sambil memperatikan sekitarnya dengan kikuk.

“Wae? Kau kenapa terlihat salah tingkah sekali?” Han Gan tersentak dengan pertanyaan Luhan. Ia membisu dan tak mampu berbicara, seakan-akan mulutnya telah dikunci oleh Luhan.

Luhan tertawa kecil dan berkata “Kalau kau canggung, bagaimana kalau kita menikah?”.

 

Han’s POV

 

Menikah? Apa gege ini sudah berada di luar kesadaran? Dia mengejutkanku terus. Aku bingung dan tak mengerti. “gege, apa kau serius dengan perkataanmu tadi?” tanyaku balik kepada gege yang sedang  mengangkat barang-barangku. “tentu saja aku main-main”.

Hatiku langsung pecah berantakkan dan pecahannya terlempar ke jantungku yang berhenti berdetak. Seperti terkena kilat, tubuh ku langsung kaku. Tidak beralih kemana pun. “Wae? Apa kau berharap?” tanyanya. Aku hanya menundukkan kepalaku dan tidak mengiyakan ataupun menolak. “apartemenku cuma ada 1 kamar, kau tidurlah di dalam. Aku tidur di sofa saja” ujarnya. “gege kenapa tidak bilang? Jadikan aku bisa tetap tinggal di rumahku”. Dia beranjak dari sofa dan melangkah ke arahku, semakin dekat, lama-lama jarak kami tinggal 4 cm. Di bawah cahaya yang tidak terang, nafasku terengah-engah.

 

Luhan’s POV

 

Aku tidak mengerti dengan pola pikiranku sekarang. Aku mendekatinya dan mencium bibirnya yang mungil itu. Aku yakin, baru kali ini dia merasakan sebuah ciuman yang diberikan seorang namja. “kalau kau bersedia, kita bisa 1 kamar” aku pun mengedipkan mataku kepadanya yang sedang kebingungan. Bingung dengan apa yang terjadi.

 

Flashback

 

“Aku bukan anak pelacur!” teriak Han Gan kecil kepada kawan laki-lakinya.

“kau anak pelacur! Ibumu pelacur! “

Han-a menangis ia berlari, lalu menabrak seorang anak laki-laki yang lebih tua dari dia. “kau kenapa?” tanyanya. Han-a hanya terdiam. Anak laki-laki itu mendekatkan dirinya dan menarik kepala Han-a ke atas pundaknya. “jangan menangis. Mata indahmu akan menjadi kusam nantinya.” Ujar anak laki-laki itu sambil tertawa kecil. Han-a berhenti menangis dan mencium pipi anak laki-laki itu. “aku Jo Han Gan”. Anak laki-laki kecil itu terdiam sejenak dan sadar akan lamunanya ketika ada suara klakson dari truk yang lewat “aku Xi Luhan”

 

Han’s River

 

“haha, tapi kenapa kamu dulu nangis?” tanya Luhan kepada Han-a

Minhae, aku tidak terlalu mengingat. Kalau aku memaksakan mengingat, aku akan menangis karena kepalaku sakit.”jawab Han-a

“Memangnya, ada apa dengan kepalamu?” tanyanya

“Aku pernah membeturkan kepalaku karena Eomma pergi” . Han-a akan meneteskan air matanya, namun Luhan lebih cepat menyodorkan pundaknya. Mereka tak tahu, ada sepasang mata melihat mereka. Hatinya terasa panas dan ingin sekali ia mendatangi mereka.

 

Kris’s POV

 

Aku melihat seorang yeoja yang sedang bersama namja. Aku terkejut, ketika aku sadar yeoja  itu adalah Jo Han Gan. Apa yang dia lakukan disitu? Namja itu bukannya ketua OSIS? Apa hubungan mereka? Aku terdiam dan membeku sesaat. Ku balikkan tubuhku yang sudah mulai kaku ini dengan otak yang penuh dengan pertanyaan. Aku pun kembali ke apartemen.

 

 

Han’s POV

 

Aku pulang ke apartemennya Luhan. Ketika kami sudah menuju lantai 19, aku melihat Kris!

“Kris!” tegurku. Ia hanya menoleh dan membuang muka. Segera ku lepaskan pegangan eratku dari Luhan dan beranjak ke arah laki-laki dengan rambut blonde spiky hair itu. “ternyata kita satu apartemen?”

“kita?”tanyanya balik

“iya kita.” jawabku

“aku hanya satu apartemen dengan dia” Kris berbicara sambil menunjuk Luhan

“yak! Sopan sedikit! Dia senior”

“bukan urusanku” ketusnya

Laki-laki itu ingin sekali ku lilitkan di atas pohon biar ketakutan. “gege, ni zhi dao shei ta shi ma?” tanyaku yang ingin tahu kenapa Kris terlihat sinis ketika menunjuk Luhan. “wo bu zhi dao

 

Morning

08.00 am

 

Han Gan menyiapkan sarapan untuk Luhan yang masih terlelap di atas sofa. Laki-laki itu terlhat sangat lelah karena MOS kemarin. Han Gan yang akan berangkat, terlebih dahulu menghampiri Luhan dan menatapnya sebentar. “cupp” Han Gan mengecup kening Luhan. “yak! Kenapa hanya di kening! Aku ingin di bibir” goda Luhan

“jadi kau tidak tidur?”

“aku sudah bangun dari jam 5 pagi, honey” “meskipun aku masuk jam 4 sore, bukan berarti aku bangun siang”

“yak!” Han Gan memukul lengan Luhan dan berkata “aku pergi” sambil tersipu malu dengan kejadian pagi hari ini. Luhan terlihat senang dan sangat bahagia melihat tingkah yeoja itu –yang bukan adiknya ataupun pacarnya-

 

Han’s POV

 

Aku berhenti sebentar ketika melihat satu apartemen yang terbuka. Lalu ada seorang namja yang keluar. Kris! Dan sekali lagi ia hanya menatapku sinis. Aku hanya diam dan membeku. Tatapan itu, selalu ia perlihatkan kepadaku.

“kris”

Dia hanya diam. Aku berusaha mengajak pergi bersama. Sampai ke tempat parkir pun kami hanya diam.

“dasar anak manja, bawa mobil langsung zao deh ke sekolah” sindirku pura-pura

Dia hanya diam dan menyalakan mesinnya, lalu pergi.

“yak! Apa kau tak bisa memebri tumpangan!!!!” teriakku.

 

HI’s class

Han’s POV

 

Aku dan Kris hanya diam-diam-diam-diam-diam-satu juta kali diam selama pelajaran. Dia saja tidak melindungiku ketika, cowok aneh itu, Chanyeol dan kawan-kawannya, menggodaku. “kamu kenapa sangat membenciku” tanyaku

Dia hanya diam.

“apa segitunya kau membenciku’

Akhirnya laki-laki yang dari tadi membaca buku itu menatapku dan berkata. “kalau kau ngomong lagi, aku akan menciummu”

Aku tersentak “yak,! Aku hany bertanya” ujarku sambil beranjak berdiri.

Ketika kaki ku melangkah –yang ku perkirakan- 10 langkah, Kris berkata secara singkat. Sangat singkat. “7 malam, Han’s river”

 

 

 

 

Luhan’s POV

 

Senang sekali bisa bersatu dengannya lagi. Appa maafkan aku mencintai anak kandungmu. Aku takut untuk  memberitahu segalanya. Alasan kematian ibunya dan segalanya. Aku takut kehilangannya lagi. Aku takut ia akan membunuh otaknya dengan membeturkan kepalanya lagi. Aku takut, ia mencintai namja lain. She is mine, appa.

 

Kris’s POV

 

Yak! Aku bingung kenapa aku tersentak berkata seperti itu. Aku harap dia tidak berpikir bahwa aku mengajaknya berkencan. Ah, tidak apa. Aku senang dengan reaksinya.

“apa itu kencan” tanyanya sambil memegang lenganku.

“bukan”

“ah kau ini, aku tertarik padaku kan”

“sudah ku katakan bukan” balasku

Dia mulai mendekat. Yeoja ini gampang sekali membuat seorang jantungan. Sekitar 2 senti dari wajahku dia berkata. “gamsahabnida”.  Untung saja aku tidak mudah salah tingkah seperti dia.

16 pemikiran pada “You Are My Hiding Place (Chapter 2)

  1. baca lagi, karena aku pengen tau konfliknya apa.. tp maaf nih, kayaknya gak akan lanjut baca karena alur yang cepet dan banyak faktor lainnya, aku gak dapet feelnya.. 🙄
    mau kasih tau klo kalimat “gege, ni zhi dao shei ta shi ma?” itu salah.. klo mau nanya nama orang grammarnya itu ta shi shei, bukan shei ta shi.. -_-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s