Nuguseyo? (Chapter 3)

Nuguseyo? (Chapter 3)

Author                  : @leejeenki

Cast                       :

–          Choi Sooyoung (GG)

–           Park Chanyeol (EXO)

Other cast           :

–          Kris (EXO)

–          Kwon Yuri (GG)

–          Sooyoung’s and Chanyeol’s family.

–          Etc.

Genre                   : schoollife, romance, comedy (maybe)

Lenght                  : Multi chapter.

Thanks for the admin and the readers!^^ this is chapter three!

>>>

kau orang gila dan aku orang bodoh…
akan bersatu”

 

>>>

Author pov

Pagi yang cerah ini membuat wajah choi sooyoung, sangat tidak enak untuk dilihat. Mengapa? Karena kemarin ketika pulang dari rumah chanyeol. Taksi-nya kehabisan bensin, dan sooyoung pulang dengan Bis yang tak jauh dari-nya. Dan ketika dia sampai di halte dia pun langsung berteriak ketika Bis tersebut meninggalkannya. Betapa kesalnya dia. Dan ditambah lagi dengan Umma-nya yang memarahi-nya karena pulang malam.

Pagi ini, dia telat bangun. Pagi ini susu dan koran agak terlambat. Ahjussi itu memarahi sooyoung. Tidak biasanya sooyoung terlambat seperti ini. Jadi sooyoung harus bekerja extra dan membuatnya lelah dan tidak mau pergi sekolah.

“wajahmu kusut. Apa perlu aku setrika?” tanya yuri. Sooyoung pun hanya bisa menatap yuri dengan kesal. Boleh saja dia setrika wajah sooyoung, kalau yuri ingin mati.

Sooyoung pun kembali membenamkan wajahnya di dalam buku tebal milik-nya. Yuri hanya mendengus melihat teman-nya itu. “kau itu semangat dikitlah. Kenapa oh?” tanya yuri sekali lagi. Sooyoung tidak memperdulikan temannya itu.

Seketika sooyoung merubah arah wajah-nya menatap meja chanyeol. Dia mengeluarkan muka jengkel-nya. Dia benar-benar sial kemarin.  Bertemu seorang park chanyeol membuat-nya SIAL.

“untuk apa kau melihat meja-ku?” tanya seseorang yang tiba-tiba muncul didepan sooyoung. Sooyoung pun tersentak dan segera bangun dari tidur malasnya. Dia pun menatap chanyeol dengan sinis.

“anio. Aku tidak menatap meja-mu” kata sooyoung. Chanyeol pun tersenyum miring lalu duduk di meja-nya dan kemudian kembali menatap sooyoung, “bohong itu dosa loh” kata chanyeol sambil membuka komik-nya.

Sooyoung menahan emosinya dengan memegang pensil-nya. Seketika itu pensil tersebut patah, karna sangking kesalnya pada namja ini. “kau rindu padaku bukan? Haha” tawanya membuat sooyoung hampir saya muntah ditempat. Dengan cepat sooyoung langsung melempar pensil-nya kearah chanyeol dan berhasil mengenai kepala-nya itu.

AWWWW –chanyeol merintih kesakitan. “yak! Yeoja bodoh. apa yang kau lakukan? Ini sangat sakit tahu. Arggh” kata chanyeol sambil memegang kepalanya. Tidak ada manis-manis-nya apa yeoja ini, batin chanyeol sambil menatap sooyoung.

“kau salah sendiri pabo!” kata sooyoung yang merasa tak bersalah. Chanyeol pun menatap yeoja ini, “kau itu yang pabo!” jawab chanyeol. Sooyoung pun menghentakkan meja-nya. “kau gilaaa! Pergilah!”

Mereka pun saling tatap sinis. Yuri yang melihat itu hanya bisa berdecak heran. Sedangkan baekhyun dia malah tertawa nggak jelas. Satu lagi, perkataan ini membuat kedua manusia yang saling beradu mulut itu –chanyeol dan sooyoung menjitak kepala seorang Byun baekhyun. karena baekhyun berkata…

“suatu saat orang gila dan orang bodoh akan bersatu”

PRAKKK –jitakan di kepala Baekhyun.

>>>

Tidak ada guru yang mengajar siang itu. Dan itu salah satu cara membuat murid bahagia, murid-murid boleh kemana saja. tapi kemudian ketika dengar ‘eh ada tugas’ ugh rasanya pingin jitak tu guru, nggak ada guru, ada tugas.

“sooyoung-ah, untuk apa kau baca buku itu! Tidak penting, dasar!” kata Yuri. Yang benar saja, sooyoung karna sedang tidak normal –tidak mood-  dia sedang membaca kamus inggris-korea. Kan itu sok pinter namanya.

“biar aku pinter” kata sooyoung membolak-balikkan kamus tersebut. Yuri hanya memandang sahabatnya dengan padangan kasihan, heran, gila. “kasihan aku pada choi sooyoung” kata yuri.

Sooyoung yang sedikit budek pun tak mendengarnya.

“ya, ya, kau lihat ini bukannya ini sangat keren! Ah” teriak mentel seorang namja yang berada di meja sebelah. Sooyoung yang mendengar itu mengerutkan dahi-nya.

“kau benar. Hu, kapan aku bisa seperti ini. Lihat yang ini keren!” kata seorang namja dengan suara berat. Sooyoung makin mengeritkan dahi-nya. Dan beranjak ke meja sebelah.

“kau mau kemana?” tanya yuri. Sooyoung tak menghiraukan, dia segera mengendap-kan dirinya diantara rak-rak buku tersebut.

Dua namja itu membelakangi sooyoung, sooyoung pun sangat penasaran apa yang mereka berdua lihat. Sooyoung takut kalau ternyata baekhyun menggemar yadong, terus kasih tahu chanyeol. Dia langsung menggeleng.

“tidak mungkin baekhyun seperti itu, baekhyun kan alim” kata sooyoung. Dia pun mengeluarkan sebagian wajahnya dan mengintip apa yang mereka lihat. Sama saja, badan chanyeol sangat besar. Dan benda itu tak terlihat.

“lihat yang ini. Hahah! Wow” kata chanyeol. Sooyoung makin takut kalau hal itu benar, baekhyun hanya tertawa geli. Dasar namja genre gila.

Sooyoung yang terlalu penasaran pun berani mendekati mereka berdua dengan cara mengendap-ngendap bak pencuri yang mencuri ayam si jinki. Perlahan-lahan jinjit kerena tak sampai bisa melihat majalah itu. Lalu ketika—

“YA! SOOYOUNG KAU SEDANG APA!”

JLEB. Mampus kau choi sooyoung, batin sooyoung. Yuri, kau mati.

Sooyoung pun berhenti. Kedua namja itu terkejut gaje melihat sooyoung berada dibelakang mereka. Sooyoung seperti pencuri yang ketahuan mengambil ayam jinki, lalu ditangkap polisi.

“kau ini mengerikan sekali! Sedang apa disini!” kata baekhyun. sooyoung pun memperbaiki seragamnya lalu berdehem kece. Yuri hanya bisa bengong, kenapa sooyoung belum membalas perkataannya. Yuri sudah menjadi queen of kepo bersama thor.

“sedang apa? Aku sedang jalan kok” kata sooyoung mengalihkan pandangan ke arah lain. Chanyeol bergedik geli ke arah sooyoung. “ahhh, kau banyak sekali alesan! Bilang saja ingin melihatku dan baekhyun. kami tampan kan?” kata chanyeol.

Sooyoung segera menatap duo sejoli yang sedang kepo kepada sooyoung. Sooyoung ingin menjitak keduanya tapi dia malam langsung pergi. Yuri pun hanya bisa tertawa kecil.

Lalu yuri pun mengikuti sooyoung. “sooyoung-ah! sttt! Kau ini!” kata yuri.

“euh, sudah kubilang dia kadang-kadang bukan yeoja. Lihat saja gayanya, ckck” kata baekhyun. chanyeol pun tertawa geli, “tapi kadang, dia manis” kata chanyeol yang membuat baekhyun membuka mulutnya dengan kece.

>>>

“kau ini gila kwon yuri!!” kata sooyoung ketika sudah diluar perpustakaan. Yuri hanya terkejut dan bergaya sok polos. “emang salahku apa oh!” kata yuri.

“molla!” teriak sooyoung. Yuri pun mengedipkan kedua matanya, “kau pasti melihat apa yang dilihat mereka berdua kan? Kau ini bodoh”

“tidak. Sok tahu” kata sooyoung datar. Yuri pun tertawa geli, “cahh, choi sooyoung kau itu emang benar-benar bodoh. kau tahu apa yang mereka lihat?”

Sooyoung pun menatap yuri, “apa?” tanya sooyoung sok dingin, tapi dalam hatinya dia kepo banget. “baekhyun membawa sebuah majalah, lalu dia manggil chanyeol untuk baca sama-sama. Trus, chanyeol girang gitu pas baekhyun nampak-in majalah itu dan—“

“to the point saja, kwon yuri” kata sooyoung serius. Yuri pun mendengus kesal, “dan, ternyata itu—“

“itu apa?”

“itu—“

Yuri menarik nafas. “majalah BOBO edisi hari ini”

DOR.

Sooyoung membulatkan matanya. “majalah BOBO edisi hari ini, majalah BOBO edisi hari ini, majalah BOBO edisi hari ini” sooyoung masih mencerna apa yang barusan yuri katakan.

“pftt—“

Sesaat sooyoung pun tertawa ngakak. Sambil jungkir balik, yuri yang melihatnya heran. Anak ini emang aneh, bentar-bentar, horror trus bentar-bentar ngakak.

“HAHAHAHA MWOYA? MEREKA IDIOTT HAHAHA” tawa sooyoung.

“majalah itu bagus loh! Aku sering beli” kata yuri yang membuat sooyoung tawa lebih besar.

“HAHAHA KAU IDIOT HAHAHA”

Yuri malah membuka mulut hendak menjitak sooyoung. Tapi dia tidak mau melakukannya nanti permasalahannya akan semakin membesar.

>>>

Ditempat lain, chanyeol merasa dihina sekali. Dia melihat sooyoung tertawa besar di dekat pintu perpustakaan. Dia menggepalkan tangannya hendak memukul sooyoung. “dasar bodoh. choi sooyoung bodoh, lihat saja, aku akan membalasmu”

“idiot? Apa aku idiot. Ya aku emang idiot, untuk apa aku baca majalah anak Tk. Park chanyeol itu idiot tapi tidak se-idiot dirimu, choi sooyoung!!!” teriak chanyeol. Loh, chanyeol kok ngaku dia idiot,

Dan setelah itu chanyeol beranjak ke kantin. Dia mengunjungi baekhyun yang sedang menyiksa sebuah mangkok berisi makanan. Chanyeol segera duduk dengan muka kusutnya, karna sooyoung tadi.

“darimana saja kau?” tanya baekhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari mangkok mie tersebut. chanyeol pun mendengus.

“aku baru saja melihat sooyoung menertawakan kita karena majalah bobo-mu itu” kata chanyeol kesal. Baekhyun pun menatap chanyeol.

“mwo? Emang apa salahnya membaca majalah itu. itu majalah paling keren yang pernah aku lihatt” kata baekhyun tak terima ditertawakan oleh yeoja itu.

“kau tanyakan sendiri padanya. Aku malas berurusan dengannya” kata chanyeol sambil meminum minuman baekhyun. tapi, baekhyun malah membiarkannya.

Baekhyun pun terdiam, sambil memikirkan sesuatu. Lalu dia berkata, “tapi tadi untuk apa dia mengintip kita ya?”  chanyeol pun mengerutkan dahinya. “apa dia penasaran apa yang kita lihat. Karna kita orang tampan?!” kata baekhyun histeris.

Eh apa nyambung-nya ke orang tampan. “yak, kau tak nyambung” kata chanyeol menyenggol baekhyun. baekhyun pun berpikir sejenak.

“iya juga sih. Tapi mungkin saja, gini, kita berdua kan orang tampan, jadinya, si sooyoung itu fans kita dan lihat apa aja yang kita lakukan” terang baekhyun. chanyeol pun menatap baekhyun heran. Mana bisa anak ini berpikir dengan sangat hebat, batin chanyeol.

“mana mungkin gadis bodoh itu fans sama kita. Setiap melihatku saja, dia seperti ini membunuhku!” kata chanyeol. Baekhyun pun tertawa, lalu terdiam sejenak, “dia memang seper itu. aku saja masih takut dengannya haha” kata baekhyun.

“kau ini tidak boleh takut dengan yeoja seperti nya. Dia kan yeoja bodoh.” Kata chanyeol. “bodoh-bodoh gitu, kau pernah bilang dia manis park chanyeol”

GLEK. Chanyeol terdiam, ah iya aku pernah mengatakan itu, paboya, batin chanyeol. Baekhyun pun menggoda chanyeol, “nah apa yang ku pikirkan chanyeol-ssi! Apa kau menyukai gadis itu?” tanya baekhyun.

Chanyeol langsung mengangka tangannya, seraya berkata tidak. “ANIO! Tidak mungkin!” Kata chanyeol. “apa mungkin selama ini kau sering melihatnya ditempat lain dan…kau ternyata pindah kesini karena ada yeoja itu?!” kata baekhyun.

Chanyeol pun menatap baekhyun tak percaya, “apa yang kau katakan?! Andwae! Aku tidak pernah berpikir seperti itu! kau ini, sering nonton drama makannya seperti itu. aeuh” kata chanyeol. Baekhyun pun tertawa geli.

“jujur saja, lah” kata baekhyun menggoda chanyeol. “tidak” kata chanyeol. “aku baru sehari bertemu dengannya. Mana mungkin kau bisa berpikir aku menyukai gadis itu!” kata chanyeol.

“hahaha. Baiklah, jika kau menyukai-nya” kata baekhyun. chanyeol pun mengambil sendok baekhyun dan menempatkannya dengan sangat cepat ke arah wajah baekhyun. “YAK! BAEKHYUN! SUDAH KUBILANG ARGH!”

Mereka. Sehari saja sudah seperti, apalagi satu bulan kedepan…

>>>

Sooyoung ia baru saja kembali dari perpustakaan –dia kembali lagi ke perpustakaan ketika dia dan yuri menyelesaikan urusan mereka tadi- sekolah. Dia cukup banyak membawa buku dan membuat dia tak bisa melihat ke depan dengan jelas. Jadi dia berjalan agak miring. Yuri? Mana yuri? Yuri sednag ada urusan dengan sam jung di ruangannya.

“aigo. Kenapa ini berat sekali.” Kata sooyoung. Dia membawa buku ini untuk yuri, sam, dan dia. Dia tidak mau bolak-balik ke perpustakaan karena dia malas dan tidak mau ribet. Untung saja sepi, kalau ramai mungkin saja buku ini sudah berjatuhan.

Tap. Tap. Tap.

Sooyoung mendengar suara tapak kaki seseorang dari bawah. Sooyoung ingin menuruni tangga ini,  dia harus lebih berhati-hati.

Tap.tap.tap

Suara-nya makin terdengar keras. Sooyoung harus lebih relax agar tidak berjatuhan. “permisi, aku ingin menuruni tangga ini” kata sooyoung. Tak ada jawabam seperti-nya orang yang dihadapan sooyoung sekarang aneh melihat-nya.

Sooyoung pun sedikit melirik. Dia pun membulatkan mata-nya ketika melihat kai dan..KRIS berada dihadapannya dan melihat-nya aneh. Sooyoung terkejut ketika kris menatapnya intens, sinis, dingin. Sooyoung hampir juga jatuh karena terkejut.

Kemudian entah sejak kapan kai menatap sooyoung dengan heran. “nuna, kau jangan terlalu rajin. Pinjamlah buku sedikit-dikit, ini terlihat sangat banyak” kata kai. “dan kau juga harus berhati-hati. Ya tidak hyung?” tanya kai memastikan kris. Kris pun mengangguk sangat kecil. Tidak ada senyum diwajahnya.

Sooyoung pun tersenyum polos pada kai. “ah. Arraso, gomawo” kata sooyoung. Kai pun membalas senyuman sooyoung. Sooyoung kira, anak exo sangat sombong ternyata seorang kai itu sangat lembut.

“perlu kubantuin nuna?” tanya kai kemudian. “ah anio. Tidak usah, terima kasih kai-ah” kata sooyoung.

Kai pun mengangguk mengerti. “kalau begitu aku pergi dulu. Hati-hati nuna!” kata kai menarik tangan hyung-nya –kris- pergi. Kulihat mata kris terus memandang ku sinis. Apa salahku? Kurasakan dada-ku sesak melihat-nya.

“ternyata kai sangat manis jika seperti itu. adik kelas yang hebat” kata sooyung. Lalu dia kembali menuruni tangga tersebut dengan hati-hati. Dia berharap tidak lagi ada orang didepan-nya kali ini.

>>>

Sudah pukul 05.12 KST. Sooyoung belum juga beranjak dari tempat-nya dia masih mengerjakan tugas kimia-nya di meja sam. Sooyoung belum menyelesaikannya karena daritadi dia sibuk. Sibuk apa nya coba? Hehe #digebuksyoo.

“arghh-“ raung sooyoung me-relax-kan badan-nya. Dia tersenyum melihat tugasnya sudah selesai dan kemudian dia meninggalkan tempat itu.

Koridor sekolah sudah sangat sepi. Sinar matahari sudah agak sedikit, dan berarti koridor ini sudah gelap. Sooyoung merasa gemetaran ketika berjalan di koridor ini, ini koridor kelas 2. Sooyoung sangat jarang berjalan disini.

Tap. Tap. Tap.

Suara tapak kaki seseorang. Sooyoung terkejut dan segera berhenti, dia menatap kebelekang. Tidak ada orang, batin-nya. Sooyoung merasakan bulu kuduk-nya berdiri. “umma, tolong aku” batin sooyoung sambil menggepalkan tangannya.

Sooyoung pun kembali berjalan. Berjalan dengan sambil bergumam yang dia katakan tadi.

Tap. Tap. Tap.

Suara itu kembali ada. Sooyoung lagi-lagi menatap kebelakang. Hasilnya nihil, tidak ada orang juga disana. Sooyoung pun makin mempercepat langkahnya.

Tap. Tap. Tap. Tap. Tap. Tap.

Orang tersebut berlari. Dan akhirnya sooyoung pun berlari. “AAA TOLONG JANGAN GANGGU AKU!” teriak sooyoung sambil berlari. Sooyoung berlari dengan sangat cepat, tidak sekalipun dia melihat kebelakang.

Dan…BRUKKK.

Sooyoung menabrak seseorang.

GREP.

Sooyoung pun terpaksa memeluk orang tersebut karena takut siapa orang yang telah mengejarnya tadi.

“ah, tolong aku. Aku dikejar hantu..” kata sooyoung. Sooyoung pun gemetaran, “kau ini sudah sore begini masih saja berada disekolah. Gila kau!”

Sooyoung tersentak. Siapa orang ini. dia pun mendongkak, dia melihat wajah yang sangat sooyoung ingin jitak. Lalu sooyoung segera melepaskan pelukan itu.

“YAAAA! KAU TERNYATA!” teriak sooyoung menjauh. Iya tentu saja, siapa lagi yang memanggil sebutan tersebut, dia park chanyeol.

Chanyeol pun menatap sooyoung dengan heran. Tadi dia memeluk-nya dan sekarang meneriaki-nya. “aish! Kau kenapa bodoh?” tanya chanyeol. Sooyoung pun melihat kebelakang, tidak ada lagi suara tapak kaki itu. dan dia agak sedikit mendekati chanyeol.

Melihat pergerakkan sooyoung membuat chanyeol heran. “di kejar hantu?” tanya chanyeol kemudian. sooyoung mengangguk perlahan.

“BAHAHAHAHAHA” tawa chanyeol keluar saat melihat sooyoung mengangguk. Sooyoung kesal melihat namja ini dan menjitak kepala-nya.

Tawa chanyeol semakin menjadi-jadi. “apa yang lucu?! Kau ini aish!” kata sooyoung kesal. Chanyeol pun menahan tawanya, “mana ada hantu sore-sore gini. Kau ada-ada saja” kata chanyeol.

“aish. Kau juga sedang apa disini?!” tanya sooyoung. Chanyeol pun menatap sooyoung, “aku sedang mengambil buku-ku tertinggal disini. Waeyo? Kau khawatir? Kau mencari-ku?” tanya chanyeol.

“YAKK! KAU INI! AISH!” kata sooyoung pergi. Chanyeol segera mengejar sooyoung keluar sekolah. Sooyoung berjalan dengan sangat cepat. Aigo

Entah kenapa chanyeol sangat suka menjahili dan menggoda yeoja semprul ini. sooyoung emang wajib di jahili. Tiba-tiba perkataan baekhyun muncul,

‘apa kau menyukai gadis itu?’

Chanyeol segera menggeleng nggak jelas dan mengejar yeoja itu.

Sooyoung tak peduli apa yang dikatan oleh chanyeol dibelakang sana. Dia tetap berjalan hingga sudah keluar dari sekolah dan sekarang didepan gedung sekolah-nya.

“ya! Choi sooyoung. Kau ini budek, peka atau kesumbat oh?” teriak chanyeol. Akhirnya sooyoung pun menoleh kebelakang dengan muka yang tidak bisa diartikan.

Ketika chanyeol sudah berada disamping sooyoung. “kau ini menyebalkan sekali. Cape tahu!” panggil chanyeol. Sooyoung pun segera menatap chanyeol dengan horror.

“MWO?” semprotnya. Chanyeol pun agak menjauh, takutnya chanyeol nggak bisa pulang. Dan nggak akan pulang –meninggal.

“kau ini yeoja apa bukan sih. nggak ada manis-manisnya,” kata chanyeol. Sooyoung pun mengalihkan pandangan ke arah lain. “teserah diriku. Emang kau tahu apa tentang yeoja? Hu”

“aku itu punya ibu. Jadi aku tahu tentang yeoja. Kau apa? Yeoja saja tak mirip” kata chanyeol. Sesaat sooyoung segera menginjak kaki chanyeol.

PRAK. BOM. DARR –suara hentakan kaki sooyoung ke kaki chanyeol- #thorgagal.

“ingat itu adalah sikap manis dari seorang choi sooyoung!” kata sooyoung dan langsung pergi.

“MWO?!! AUH SAKIT! YA APPO!” kata chanyeol memeluk kakinya.

Chanyeol pun menatap sooyoung denga jengkel, “sejak saat ini. aku tidak akan mengatakan kalau dia manis, manis apanya. Aohh. Sakit” kata chanyeol.

Chanyeol pun berjalan dengan pincang menuju halte bus. Sooyoung sedikit pun tak memperdulikan chanyeol yang terus merintih kesakitan karena ulahnya.

Salah sendiri hu, batin sooyoung. sooyoung sangat kesal dengan chanyeol, pertama bertemu saja, dia sudah membuat ulah. Bagaimana kedepannya? Ugh.

Sooyoung pun melihat pergerakkan chanyeol yang agak sedikit mendekat. Chanyeol berencana untuk menggoda yeoja semprul ini.

“ya, btw, untuk apa kau memelukku tadi?”

BLUSH. Ini yang membuat sooyoung malu.  Dan dia mengeluarkan rona merah dipipinya.

“Mwo? Untuk apa? Ah! Aku tidak sengaja!” kata sooyoung. Chanyeol pun memiringkan senyumnya, “aeuh, bohong sekali kau. Bilang saja kalau kau ingin mendapatkan ‘kesempatan’ bukan?” kata chanyeol.

Sooyoung pun menendang kaki chanyeol dan berhasil membuat chanyeol berterika. “rasakan itu!” kata sooyoung segera masuh kedalam bis. “AAA YAK! AWAS KAU! Aigoo umma!” teriak chanyeol.

Sooyoung memiringkan senyumnya ketika dia menatap chanyeol lewat jendela bis. Chanyeol kesal denagn perilaku yeoja itu, “dia bukan yeoja”

Chanyeol tidak naik bis tersebut, karena ketika chanyeol berada dikelas tadi –ketika bertemu dengan sooyoung di koridor- seketaris appa-nya menelepon-nya dan menyuruh-nya untuk pulang segera dan menemui appa-nya.

Chanyeol pun terdiam.

“appa ada perlu apa denganku…”

>>>

Sooyoung pov

“aku pulang” kataku memasuki toko sekaligus rumah-ku ini. tidak ada orang disini, berarti mereka berada diatas. Aku segera naik ke atas rumahku yang benar saja, eonni sedang menonton tv seperti biasanya dan umma sedang menyetrika baju sekolah-ku.

Datang-datang aku segera melempar eonni dengan bantal kecil. “eonni! Kau ini harusnya yang menyetrika!” teriakku sambil mengambil snacknya. Sontak dia terkejut dan segera duduk dengan rapi. Lalu menjitak kepalaku.

“yak! Sakit tahu, kau ini datang-datang sudah melemparku dengan bantal ini” kata eonni-ku. Biarkanlah dia, dia selalu seperti itu. umma hanya tertawa melihat tingkah-ku dan eonni.

“sudahlah soo. Kau makan dulu sana, ada sup kimchi, kau pasti lapar” seketika mendengar makanan aku langsung saja beranjak ke dapur dan memakannya. Waaa eomma sangat baik, dia memasakkan makanan ini untukku. Tahu saja aku sangat lapar.

“kalau soal makanan! Kau lupa dosa mu itu soo-ah!” kata soojin eonni. Aku tidak memperdulikan eonni yang sedang bergumam tentang diriku.

Aku benar-benar sangat lapar. Aku kembali mengingat hari ini.

Kris, tadi dia menatap-ku. Menatap mataku dan aku juga menatap matanya, kenapa bisa seperti itu? argh. Lupakan choi sooyoung.

Dan, orang yang mengikutiku sore tadi. Ah sudahlah aku tak mau mengingat-nya lagi. Apalagi mengingat kalau aku memeluk namja yang menyebalkan itu. namja itu bernama park chanyeol. Anak semprul yang selalu mengusik hidup-ku. Baru kali ini ada namja yang selalu mengusik hidup-ku seharian.

Apalagi ketika, argh. Kenapa aku bisa mengeluarkan rona merah dipipiku. Nanti dia kira aku menyukai-nya? Mwo? Hahaha andwae mustahil sekali kalau aku menyukai namja itu. namja itu selalu aku benci dan selalu gila.

Sudahlah aku mau makan dulu.

TBC

Siap deh chapter 3-nya ^^! Buat para readers maaf yah ini agak kelamaan di publish-nya karena thor lagi masa ujian-_- oke.
selain disini thor bakal publish fanfic ini di widyaworlds.wordpress.com J

Thanks!

Iklan

14 pemikiran pada “Nuguseyo? (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s