Mystery Bride (Chapter 5)

Mystery Bride

Title                 : Mystery Bride Chapter 5

Author             : Shan Pu

Genre              : Romance, action, little comedy, marriage life, little hurt, school life

Rating             : General, T

Length             : Multi Chapter

Cast                 :

  • Oh Sehun
  • Park Mu Yeon(OC)
  • Xi Luhan
  • Park Mu Hwa(OC)

Other Cast       :

  • Eun Dodo
  • Park Chanyeol

Mystery Bride part 1

Summary         : Oh Sehun, anak calon presiden yang dikagumi oleh semua siswi di sekolahnya,  mendadak harus menikah dengan yeoja bertopeng misterius yang sama sekali tidak dikenalnya. Itu semua terpaksa dilakukan demi menjalankan perintah orangtua dan tradisi dari nenek moyangnya. Namun, dibalikitu semua, ada bahaya besar yang sedang mengintai Sehun.

        ***

   Halo ^^ Masih seperti kemaren, mian kalau banyak typonya, alurnya kecepatan atau kata-katanya yang baku J So, happy reading^^

***

Sehun POV

Aku berjalan lesu di bangsal lorong sekolah.Aku benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi padaku. Di jalan menuju kelasku aku bertemu Dodo. Tidak biasanya dia berwajah datar.

“Annyeong” sapanya singkat dan kemudian berlalu dari hadapanku

“Eh,, eumm,, Annyeong” balasku

Aku berjalan cepat menuju ruangan Chanyeol Hyung dan langsung masuk tanpa mengetok pintu

“Chanyeol hyung, aku mau lihat foto hantu itu sekali lagi! Cepat perlihatkan!” kataku tiba-tiba membuatnya menyemburkan kopi pagi hangatnya itu

“Eh? Foto apa?” tanyanya dengan tampang innocent

“Foto saat ulang tahunku yang sudah diedit dan kau taruh taruh di papan pengumuman itu!” sentakku

“Jangan langsung masuk begitu! Ketuk dulu pintunya! Dan aku sudah bilang itu bukan hasil editan!” ujarnya tak kalah  keras

“Pokoknya cepat berikan padaku!” ucapku tidak peduli

‘Aku akan cari tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi padaku’

***

Author POV

Luhan yang sedang berjalan melalui taman sekolahnya itu merasa aneh dengan dedaunan yang tiba-tiba jatuh. Merasa ada yang tidak beres, Luhan mendongakkan kepalanya keatas dan benar saja, dia menemukan dua yeoja bersaudara sedang duduk diranting pohon

“Annyeong, Tuan muda” sapa Mu Yeon

“Menyenangkan juga melihat sekolah dari sini. Aku jadi bisa lihat semua orang dengan jelas”

“Iya, mengamati orang itu sangat menyenangkan. Apalagi cara bicara dan berpakaian yeoja zaman sekarang sangat berbeda denganku. Mereka sangat ceria dan menarik…” kata Mu Yeon kepada Luhan yang sudah duduk diatas pohon diantara Mu Yeon dan Mu Hwa

“Pantas saja suamiku menyukai yeoja bernama Dodo itu. Kadang aku merasa cemburu” sambungnya

Sementara Luhan hanya menatapi Mu Yeon

“Karena itu aku menggunakan laptop dari tuan muda untuk belajar bahasa gahoel*author lebay*. Aku ingin mencoba berbicara seperti itu dengan suamiku”

“Benarkah? Seperti apa contohnya?” Tanya Luhan yang akhirnya buka suara.

“Honey, cuaca hari ini cerah banget, ya? Ini keren banget, honey, cool” kata Mu Yeon dengan nada lucu tapi aneh menurut Luhan.

“Tuan muda ngerti nggak?”

Luhan hanya diam memandang aneh Mu Yeon sampai akhirnya dia tersenyum,

“Tapi, kurasa cara bicaramu yang biasanya jauh lebih imut. Hanbokmu juga kelihatan lucu” ucap Luhan

“Dan sepertinya Sehun sudah nggak terlalu membencimu seperti saat kamu pertama datang. Alasan kenapa Sehun selalu marah padamu karena dia nggak punya pilihan lain soal  pertunangan yang sudah direncanakan orangtuanya. Aku percaya dengan adanya cinta sejati. Cinta itu nggak ada hubungannya dengan penampilan, tapi karena hatilah kita bisa mencintai seseorang” jelas Luhan panjang lebar

Sementara Mu Yeon memandang Luhan kagum

‘Tuan muda’

“laptop itu untukmu saja. Kamu bisa mengunakannya untuk mempelajari berbagai hal” lanjutnya

“Laptop ini benar-benar un tukku?!”

Mu Yeon memandang laptop yang ada dipangkuannya itu seolah berkata ‘aku pasti akan menjaganya dengan seluruh jiwaku’

yang ternyata Mu Hwa sedang mengamati Dodo yang tiba-tiba bersikap aneh dari jendela ruang klub memasak.

***

Sehun POV

*Di Kamar Mandi Sekolah*

Aku sedang mandi di kamar mandi sekolah untuk membersihkan tubuhku yang kotor sehabis pelajaran olahraga sambil memikirkan kejadian kemaren,

‘Hmm,, my first kiss. Eh?  Kenapa aku terus memikirkannya ><’

‘Itu kan Cuma nafas buatan. Kalau itu memang ciuman, berarti itu juga ciuman pertamaku’ pikirku

SRUK

Tiba-tiba aku mendengar seseorang didepan kamar mandiku,

“Luhan, apa itu kamu? Tolong ambilkan aku handuk” ucapku pada seseorang yang kukira Luhan

Sebuah tangan menyodorkanku handuk, aku tidak terlalu memperhatikannya,

“Gomawo” kataku

“Cheonma”

Eh?! Suara ini…

Aku langsung berbalik dan melihat Mu yeon sedang membelakangiku.

“WUUUAAAAAA!!!!”

Aku langsung menutupi diriku dengan handuk saking terkejutnya,

“Kenapa kau ada disini?! Ya! Apa saja yang sudah kau lihat hah?!” bentakku

“Aniya, aku tidak lihat apa-apa. Ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu” katanya sambil memberikan sesuatu padaku tapi tetap membelakangiku. Cincin giok?

“Ng?! Cincin giok apa ini?! Kau datang kesini hanya untuk memberiku sampah ini?!” ucapku dingin

“Itu cincin yang sangat penting”

Hah?

“Kau harus memakainya terus. Batu giok bisa membersihkan jiwa dan bagus untuk kesehatan”lanjutnya

“Giok memang bagus… Tapi kenapa aku harus pakai cincin yang sama dengan cincinmu?!” kataku lagi karena kulihat cincin yang dia berikan dengan cincinnya sama

“Ini cincin couple kann?!” bentakku

“Ehm, kita kan sudah menikah. Rasanya jariku terlihat polos tanpa apapun” ucapnya malu-malu. Omoo~

“Tolong terus dipakai. Ini demi keselamatanmu, suamiku” katanya cepat lalu beranjak pergi meninggalkanku.

“Ya! Chakkanman!” tahanku dan membuat langkahnya terhenti

“Cincin ini ada gambar babinya. Di foto ulangtahunku, sepertinya ada sesuatu yang terfoto di belakangku. Aku nggak yakin, tapi sepertinya itu bentuk ular. Saat itu juga ada gambar babi yang menempel dipunggungku dan cincin ini memiliki gambar yang sama” kataku

“Babi dan ular itukan musuh bebuyutan”

Kulihat dia terkejut mendengar perkataanku yang terakhir

“Apa semua ini jimat pelindung?”

“Itu…”

BRAK

“Ah,panas”

Segerombolan teman sekelasku masuk ke dalam kamar mandi ini sebelum Mu Yeon sempat menyelesaikan perkataannya itu terbukti dengan adanya suara Kai yang seksi(?)

“Aaahh,, capeknya. Padahal turnamen tinggal beberapa hari lagi”

DEG!

Ini kamar mandi khusus Namja, dan ada Mu Yeon disini. Ottokhae?

Tiba-tiba Mu Yeon langsung menarikku ke dalam boks kamar mandi

“Psst” bisiknya

Aku yang terkejut hanya terdiam sampai tak sadar aku memutar shower. Sekarang kami berdua basah dibawah guyuran air shower*aduh, romantisnya XD*

***

Author POV

*Di Ruang Klub Memasak*

“Nah, kalau semua sudah selesai dipanggang,sekarang tunjukkan hasilnya!” kata Han seonsaengnim”

“Psst,, Dodo, aku sudah panggangkan kue untukmu, pegang ini!” kata salah satu teman Dodo padanya. Yaiyalah, Dodonya aja Cuma mengaduk adonan yang sama selama satu setengah jam, mana bisa selesai -.-

Tapi, saat Dodo menoleh kea rah jendela, dia melihat Mu Hwa dengan wajah konyolnya yang sepertinya sangat ingin memakan kue itu dengan mata berbinar, mulut yang mengeluarkan liur dan bunyi perut yang sedari tadi tidak bisa berhenti -_-“

Dodo berjalan kearah jendela, membukanya dan menatap Mu Hwa dingin sementara yeoja itu hanya menatap Dodo balik dengan pandangan terkejut.

“Kau mau?” Tanyanya datar

Mu Hwa hanya mengangguk pelan. Sementara teman Dodo yang lain menatapnya dengan pandangan aneh.

Kemudian Dodo mengambil satu kue, lalu menjatuhkannya ke tanah

“Makanlah kue itu” kata Dodo sinis

Sementara Mu Hwa terhenyak melihat perbuatan Dodo. Dengan cepat dia memegang tangan Dodo erat membuat nampan berisi kuenya terjatuh dan menatapnya tajam

PLAK!

“Kenapa kau menyentuhku? Dasar tidak tahu diri!”

Siswa yang melihat adegan terkejut sementara Mu Hwa memegangi pipi bekas tamparan Dodo dan dia tidak terima,

“Brengsek kau!”

BUAGHH!!

“AAKKHH!!”

Mu Hwa menghajar Dodo dengan tinju yang tak kalah keras membuat Dodo memekik dan pingsan. Senemtara MuHwa pergi dengan teleportasinya(?)

“Dodo Ireona!!”

“Sayangnya tuan muda harus tunangan dengan gadis aneh itu”

‘ada apa ini?’

‘Aku pergi menjenguk Sehun karena dia sakit, lalu kami makan bersama’

‘tunangan?’

Seketika Dodo membuka matanya saat pembicaraan itu terputar jelas diotaknya dan berteriak frustasi

“KYAAAA!!!!”

***

Sehun POV

BLAM!

“M…miann. Aku tidak tahu akan ada yang masuk ke sini” ucapnya yang gemetaran karena dingin

“Ngg,, gwenchana yeobo? Wajahmu pucat” Tanya Mu Yeon

“….. Jangan datang ke sekolahku lagi. Kalau kau masih datang, aku akan…”

“Aaahh,, panasnya. Kamar mandinya sudah kosong belum ya?”

Omo! Itu suara Chanyeol hyung!

‘Sial, sial, sial’ rutukku

Terpaksa aku menarik Mu Yeon kembali ke dalam boks kamar mandi tapi,,

“HAACHIIMM!”

Mu Yeon… gawat!

“Nuguya?!”

***

Author POV

TOK TOK TOK

“Silahkan masuk, Eun Dodo. Apa yang mau kamu bicarakan? Duduklah dulu.” Ucap kepala sekolah Kim

Ya, saat ini Dodo berada di ruangan kepala sekolah

“Aku mau bicara empat mata dengannya dulu, kamu keluar dulu sana” ucap kepsek kepada sekretarisnya

Setelah sekretaris Yang keluar….

“Ada apa ini?! Katanya kamu berkelahi di kelas memasak. Aku kan sudah bilang untuk menjaga kelakuanmu!” bentaknya kasar

“Bukan itu masalahnya! Yang jadi masalah adalah Sehun sudah punya tunangan!!” ucap Dodo tak kalah keras dan membuat kepala sekolah Kim tersentak

“Mwo?! Tapi, menurut sekretaris Kim, dia belum punya rencana untuk tunangan!”

“Tapi aku dengar dari pelayan di rumah Sehun saat aku menjenguknya kemarin!”

“Maldo andwae! Nuguya?!”

“Molla, aku lupa semua kejadian hari itu. Nan micchieosseo!” balas Dodo sambil mengacak rambutnya frustasi

“Tenanglah, aku akan cari tahu siapa anak itu. Kita tidak boleh menyerah begitu saja!”

“Sudah sekian tahun aku berusaha mendapatkan Sehun! Kalau aku sampai kehilangan dia, ini semua salah eomma!” sentak Dodo

“Yaa!! Jaga mulutmu kalau bicara! Nanti orang bisa dengar! Hubungan kita tidak boleh diketahui siapapun!” ucap Kepala sekolah Kim yang ternyata adalah eommanya Dodo

“Apapun yang terjadi, kamu hanya perlu menaklukkan  Sehun, dengan begitu kekayaan akan jadi milikmu” lanjutnya

“Itu juga akan jadi milikmu, kepala sekolah” balas Dodo sambil beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu

“Eomma sengaja menjualku untuk ambisi itu, kan?”

Setelah berkata demikian, Dodo berjalan keluar dari ruangan kepala sekolah tetapi dia terkejut saat melihat Luhan berada tepat didepan pintu

“L…Luhann??”

“Aku mau menyerahkah hasil rapat OSIS” ucapnya sambil mengetok pintu dan kemudian masuk. Meninggalkan Dodo yang menatapnya was-was

‘Apa dia dengar semuanya?’

***

Sehun POV

“Hah? Sepupumu?”

“Ne, dia adik sepupu dari sepupuku dari sepupu yang lainnya dan sepupu yang satunya lagi*author ribet-_-* yah,, begitulah” jelasku pada Chanyeol hyung yang mengetahui persembunyian kami dan meminta penjelasan

“Sehun, kemari sebentar” katanya sambil menarikku menjauh dari Mu Yeon

“Tapi tetap saja apa yang kalian lakukan di kamar mandi itu terlarang!” bisiknya

“Aku kan sudah bilang, dia kan datang dari desa! Sekarang ini dia sedang tersesat” balasku kesal

Chanyeol hyung berbalik dan memberhatikan Mu Yeon

“Hmm,, kenapa dia pakai topeng babi begitu sih?” tanyanya

“Waktu kecil dia menderita penyakit langka. Karena tinggal di daerah terpencil, dia nggak dapat perawatan yang baik. Dia minum obat tradisional dari tumbuh-tumbuhan untuk bertahan hidup, tapi obat itu punya efek ke wajahnya” ucapku dramatis*jiah-_-*

Kulihat Chanyeol hyung mulai menitikkan air mata(?)

“Wa… wajahnya kenapa?” tanyanya lirih

“Ini kisah yang sangat amat menyedihkan. Tolong jangan ditanyakan lagi, hyung” balasku sendu sambil membalikkan badanku

‘Sejak kapan aku jadi tukang bohong begini’ ujarku dalam hati

Tiba-tiba

TING TONG TENG TONG (?)

“Pemberitahuan kepada siswa kelas XII, Oh Sehun diharapkan segera datang ke kantor kepala sekolah”

Gawat!

“Mian hyung, aku ada urusan. Aku bawa dia ke asrama dulu” kataku sambil menarik Mu Yeon

“Ah, Sehun, biar aku yang temani dia ke asrama” balas Chanyeol

“Nggak perlu” sahutku cepat

“Oh iya, tolong rahasiakan masalah ini, ya Hyung…”

“Dia nggak mau orang lain tahu tentang keadaan wajahnya” sambungku dengan nada sendu

“N…nee.. arra” katanya sambil bercucuran air mata

“Gomawo, tuan  muda. Ah, ne, kamu sedang mencari benda yang sangat penting kan? Benda itu ada di ujung tempat tidurmu. Jagalah jangan sampai hilang lagi, annyeong” kata Mu Yeon

“Ah,, ne” sahut Chanyeol hyung

Dan aku langsung menariknya pergi

BLAM!

CLEK!

“YA! NEO MICCHIEOSSEO!! Hampir saja kita ketahuan!!” bentakku

“Gara-gara kau, beberapa hari ini aku nggak bisa tidur! Sebenarnya kau ini siapa?! HAH?!”

“Tiba-tiba saja kau muncul dan menganggapku suamimu!! Kau selalu mengikutiku dan berkata kalau aku dalam bahaya!!”

“Kau menggunakan jimat. Lalu atap kamarku bolong. Dan saat aku memberimu nafas buatan, aku jadi teringat seorang yeoja, lalu…”

“Hampir saja Dodo, yeoja yang kusukai membunuhku!!”

“Semua kekacauan ini terjadi setelah kau datang!! Semua ini salahmu!!” ucapku beruntun dan menguncinya di dinding sementara dia hanya diam

“Kumohon…. Pergilah dari hidupku!!!”

“……”

GREP!

“Hmm,, suamiku”

Dia memegang tanganku lalu memasangkan cincin giok itu di jariku

“Sekarang nyawamu dalam bahaya besar. Karena itu aku harus tetap berada di sisimu untuk menyelamatkanmu dan aku tak mungkin meninggalkanmu” ucapnya pelan

“A… aku akan ganti baju dulu” sahutnya

‘D….. dia benar-benar gigih. Akhirnya dia berhasil memakaikan cincin ini’ kataku dalam hati sambil memperhatikan cincinnya

Aku mencoba melepaskan cincinnya ini, tapi, tidak bisa terlepas!!

‘kenapa cincinnya gak mau lepass!!’ rutukku

Aku kemudian terduduk karena kelelahan. Tiba-tiba perutku berdenyut sakit luar biasa

‘aww,, perutku kenapa?? Appo!!’

Author POV

Didalam kamar ganti,

‘Kalau suamiku mau menunggu, kutukan akan segera hilang. Sebentar lagi, jebal, tunggu sebentar lagi, nae namphyeon’

“OH SEHUN!! WAE?? KAMU KENAPA??!!”

Suara hati Mu Yeon langsung terhenti begitu saja karena teriakan Luhan. Dengan panic Mu Yeon keluar kamar ganti dan melihat Sehun memekik kesakitan luar biasa

“Sehun!! Gwaenchana?!” Tanya Luhan

“Uuuukkhh… appoo..AAKH”

“Suamiku kenapa?!” Tanya Mu Yeon panic

“Molla, Mu Yeon-ah, saat aku datang, dia sudah begini. Mungkin perutnya kram karena stress. Apa ada yang membuatnya stress akhir-akhir ini?” jelas Luhan

“AARRGGHH”  teriak Sehun

“Sehun, bertahanlah” ujar Luhan panic

Saking kesakitannya, Sehun terbaring sambil merintih-rintih

“Aku akan membawanya ke klinik! Kalau makin parah, kita harus membawanya ke rumah sakit” kata Luhan

“EEKKHHH??!!” balas Mu Yeon

“Kita nggak punya waktu lagi,sekarang!” sahut Luhan

“Chakkanman!! Tunggu sebentar” ujar Mu Yeon cepat.

Dengan segera Mu Yeon pergi ke balkon kamar HunHan dan bersiul. Sepertinya dia memanggil seseorang dan benar saja, tak sampai hitungan ke tiga, Mu Hwa sudah muncul di hadapan Mu Yeon

“Di puncak tertinggi hutan belakang sekolah ada bunga Choyongdam yang tumbuh. Tolong ambilkan bunga dan akarnya. Ada masalah yang sangat serius” kata Mu Yeon pada Mu Hwa.

Tak sampai 5 detik Mu Hwa pergi, dia sudah kembali ke tempat Mu Yeon, sungguh super sekali (?)

Dengan cepat Mu Yeon kembali ke dalam kamar dimana Sehun masih merintih dan Luhan dengan  wajah paniknya

“Makanlah akar ini, suamiku!”

“Uuukkhh~”

BRUK!

“Ah, Sehun pingsan. Ottokhae?!” Tanya Luhan panic

Sesaat Mu Yeon terdiam. Kemudian dia membuka topengnya sebatas mulut dan mengunyahnya.

Semuanya terjadi begitu cepat saat Mu Yeon tiba-tiba menciumi Sehun dan membuat Luhan terkejut

‘Dia menyuapi obat dengan mulutnya?’

*di seberang kamar HunHan*

“Ng, waktu berkunjung ke asrama namja sampai jam berapa?” Tanya seorang yeoja yang sedang meneropong kea rah kamar HunHan pada temannya

“Sampai pukul tujuh. Wae Dodo?”

Yeoja yang sudah kita tahu Dodo itu kembali meneropong tujuannya dan melihat Mu Hwa berdiri  di  pagar pembatas balkon

‘Ah, yeoja yang kemaren ada di rumah Sehun. Cih, kena kau! Tapi, kenapa dia berdiri didepan kamar Sehun begitu? Ha? Siapa lagi itu?! Eh?! Xi Luhan?!’

Dodo terkejut karena melihat Mu Yeon keluar ke balkon kamar Sehun dan setelah itu dia melihat Luhan yang keluar. Tetapi yang membuatnya lebih terkejut adalah Luhan yang dianggapnya dingin seperti batu e situ tersenyum kepada Mu Yeon sambil memegangi pundaknya. Membuat Dodo penasaran sekaligus semangat meneropong hal itu(lagi) dan membuat teman sekamarnya itu terheran-heran

‘Tapi,, Sehun eodiyya?’

*di tempat HunHan*

“Kamu telah menyelamatkan Sehun, Mu Yeon-ah” ucap Luhan

“Ani, ini bukan karenaku. Dia masih belum sembuh, tolong bawa dia ke rumah sakit secepatnya” tolak Mu yeon halus

“Ne, aku sudah panggil ambulans”

“Walaupun misterus, tapi kamu sangat hebat” Pujinya

“Eh, itu…”

Pujian Luhan membuat Mu Yeon tertunduk tetapi Mu yeon langsung menghadap kea rah seberang sambil memegangi pagar balkon. Melihat Mu Yeon seperti itu membuat Luhan  penasaran

“Waeyo?”

“Aku merasa ada yang sedang mengawasi kita”

-TBC-

Iklan

15 pemikiran pada “Mystery Bride (Chapter 5)

  1. agak ga ngerti sama jalan cerita’a -_-
    tapi di ngerti”in aja deh

  2. Kyaa.. ada adegan kising lagi patah hati yg ke-2 kalinya
    Dan TBCnya tiba muncul
    Emn.. semakin menarik aja thor ffnya
    Keep writing ya *^▁^*👍

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s