Mystery Bride (Chapter 6)

Mystery Bride

Title                 : Mystery Bride Chapter 6

Author             : Shan Pu

Genre              : Romance, action, little comedy, marriage life, little hurt, school life

Rating             : General, T

Length             : Multi Chapter

Cast                 :

  • Oh Sehun
  • Park Mu Yeon(OC)
  • Xi Luhan
  • Park Mu Hwa(OC)

Other Cast       :

  • Eun Dodo
  • Park Chanyeol

Summary         : Oh Sehun, anak calon presiden yang dikagumi oleh semua siswi di sekolahnya,  mendadak harus menikah dengan yeoja bertopeng misterius yang sama sekali tidak dikenalnya. Itu semua terpaksa dilakukan demi menjalankan perintah orangtua dan tradisi dari nenek moyangnya. Namun, dibalik itu semua, ada bahaya besar yang sedang mengintai .

        ***

   RCL-nya juseyo. Saya masih membutuhkan banyak komentar dari readers. Jadi, jangan jadi siders ya^^

***

“Sepertinya ada seseorang yang sedang mengawasi kita” kata Mu Yeon

Sementara diseberang sana, Dodo tetap meneropong dengan wajah gugup. Takut kalau dia ketahuan. Tetapi acara pemantauannya itu terganggu dengan berbunyinya sebuah ponsel yang adalah ponselnya sendiri.

ZRRT… ZRRT *vibrasi hape ceritanya-_-v*

“ng? dari eomma?’

KLIK

“Yeoboseyo” ujar Dodo

“aku sudah dapat informasi tentang tunangan Sehun. Aku menyuruh seseorang mengawasi rumahnya”

“Beberapa hari yang lalu, ada dua gadis aneh dari desa yang datang ke sana. Mereka pakai pakaian tradisional dan tidak bersekolah. Hal yang paling penting, tunangannya itu menggunakan topeng. Sehunpun tidak tahu seperti apa wajah calon istrinya itu”

“Kau harus merahasiakan ini, aku akan mencari informasi lain. Kita harus cari tahu tentang tunangan Sehun… Ya! Apa kau dengar suaraku?”

“………. Yeoja itu ada didepan mataku sekarang, eomma” sahut Dodo akhirnya

“Mwo? Bagaimana bisa? Yaaa!!”

“Nanti aku telepon lagi. Sudah dulu ya.”

KLIK

Dodo langsung mematikan sambungan teleponnya saat melihat kawam satu kamarnya itu ikut-ikutan meneropong juga-_-

“Yaa!! Kenapa kau pakai teropongku?! Kau cari mati ya?!” bentak Dodo

“A…. ada yang aneh disana….”

“Berisik!! Cepat kembalikan!!!”

Setelah merebut teropong itu dan kembali memata-matai seberang, dia malah melihat Luhan yang memegang teropong juga dan melambaikan tangannya seraya tersenyum. Seketika mata Dodo membulat

“Sial, sejak kapan dia,, eh, bukan, bagaimana dia bisa tahu” rutuk Dodo sembari menutup gorden kamarnya

“Kenapa Xi Luhan selalu tahu segalanya, ya?” Tanya temannya itu

“Siall!! Brengsek kau Xi Luhan!! Akan kulenyapkan kau!!” pekik Dodo

“Tapi dia ganteng kan?” jawab temannya lagi dengan ekspresi santai

“AAAHH!! Berisikk!!” teriaknya

‘Hmm,, dia menutup wajahnya dengan topeng ya?’

Sesaat Dodo tersenyum evil hasil curiannya dari Kyuhyun*apa ini-_-*

***

*Di Seoul International Hospital*

“Sakit perutnya berhubungan dengan syaraf dan saat ini dia mengalami pendarahan yang cukup serius. Bahasa mudahnya, terdapat lubang di perutnya. Nyawanya hamper saja tidak tertolong” ucap Han uisa

“Gomawo atas perawatannya Uisa. Tapi, sekarang keadaan Sehun sudah baik-baik saja kan?” Tanya Nyonya Oh yang terlihat panik

“Tidak banyak tindakan yang kami ambil karena pertolongan pertamanya sudah sangat baik. Berkat pertolongan pertamanyalah dia bisa bertahan hidup. Saya juga sedikit belajar tentang obat herbal. Tapi, orang yang sudah memberikan obat padanya sangat hebat” jelas Han uisa sementara Nyonya dan Tuan Oh hanya terdiam

“Dia hanya butuh istirahat beberapa hari. Dia akan segera pulih. Saya peemisi dulu”

“Ne, Han uisa” balas Tuan Oh

Sementara itu Nyonya Oh terduduk sambil menangis dan Tuan Oh menenangkan istri tercintanya itu*jiah #author ditabok*

“Berkat anak itu,, Sehun selamat. Anak kita satu-satunya…”

 

Sehun POV

Didalam ruangan rawatku, Luhan memelukku erat dengan tiba-tiba

“Luhan…”

“Sehun”

“Kenapa memelukku begini? Apa aku harus sekarat dulu baru kau sadar betapa pentingnya aku?” Tanyaku bingung

“Tentu saja tidak, Sehun. Selama ini aku selalu khawatir padamu”

Setelah berkata demikian, Luhan melepaskan pelukannya kemudian memegang kedua pipiku dan menatapku intens. Membuatku takut dan melepas tangkupan Luhan kasar karena terkejut

“Yaa!! Apaan sih?!” ujarku keras

“Hmm,, oh iya, kamu harus tahu siapa orang yang sudah berjasa menyelamatkan hidupmu Sehun. Park Mu Yeon. Dialah orangnya” kata Luhan serius padaku sementara aku hanya terdiam

“Dia adalah dewi penyelamatmu, Sehun”

Kusibakkan gorden jendela dan kulihat dua kakak-beradik itu duduk tertidur lelap diatas atap diseberang ruanganku

“Apanya yang dewi penyelamat? Dia sudah sembarangan masuk ke dalam hidupku” ucapku pelan sambil menatap mereka, terutama Mu Yeon

Kubuka jendela ruanganku sehingga membuat mereka terbangun karena terkejut

“YAAA!!! Kenapa duduk di tempat berbahaya seperti itu??!!” bentakku nyaring

‘Haft, kenapa aku jadi khawatir seperti ini sih?!’

Teringat kembali saat aku membentaknya kasar

“Semua ini terjadi setelah kau muncul!”

“Kumohon, pergilah dari hidupku!”

Kutatapi lagi mereka yang kembali tertidur.

‘Walau aku sudah bilang begitu, dia tetap nggak pergi’

Teringat lagi saat dia menciumku untuk memberikan obat itu saat aku pingsan

‘Ukh,  dadaku rasanya aneh. Apa karena kram perutku?’

Entah kenapa jantungku berdetak cepat. Ada apa ini?

‘Dia memberikan obat lewat mulutnya yang kotor. Kalau begitu, itu adalah ciuman kedua dalam hidupku’

Kututup lagi gorden ruanganku. Kuyakin wajahku memerah mengingat hal itu.

‘Arggghhh,,, sadarlah! Itu bukan ciuman, Oh Sehun! Yang dulu juga bukan ciuman pertama. Itu hanya nafas buatan!’ racauku dalam hati sambil mengacak-acak rambutku

‘Cukup! Cukup! Aku gak boleh bingung dan berlebihan begini. Aww,, perutku’

Dan aku kembali meringkuk di tempat tidurku karena sara sakit itu datang disaat yang tidak tepat -_-

***

Author POV

*Di ruangan kepala sekolah*

BRAKK!

“Kenapa Cuma segini informasinya?! Selain bernama Park Mu Yeon, eomma tidak tahu latar belakang dan dari asal sekolahnya?! Dia datang dari mana? Kenapa eomma gak punya fotonya??!!” bentak Dodo keras

“Tenanglah! Detektif yang kusewa memang tidak menemukan informasi berharga, tapi dia benar-benar tidak sekolah. Sepertinya dia benar-benar berasal dari daerah terpencil di pelosok gunung”  jelas kepala sekolah Kim

“Maldo andwae, bagaimana bisa yeoja seperti itu jadi calon istri Sehun? Latar belakang keluarga, pendidikan dan penampilan. Apa yeoja itu bisa memenuhi ketiga syarat tersebut” balas Dodo

“Atau jangan-janga…. Dia sangat cantik” lanjutnya

“Itu tidak mungkin” sahut sang eomma

“Bagaimana eomma bisa tahu? Belum ada orang yang pernah melihat wajahnya!” sentak Dodo

“Dia menutupi wajahnya dengan topeng, sudah pasti dia jelek kan?” kata eommanya santai

“Tapi,, bagaimana kalau dia benar lebih cantik dariku?” Tanya Dodo

“Nggak heran kalau hal itu yang dia khawatirkan”

“Lagipula, aku sudah mendengar cerita dari Chanyeol, bahwa yeoja bernama Park Mu Yeon itu sepupu Sehun yang sangat malang. Sejak kecil, dia terkena penyakit parah dan wajahnya berubah mengerikan. Makanya dia menutupi wajahnya dengan topeng” jelas eomma Dodo

“Hmm,, setelah mendengar ceritanya, aku jadi lebih penasaran dengan wajahnya. Sepertinya ini akan seru”

“Kamu hanya perlu menyingkirkannya saja, setelah itu, Sehun akan segera menjadi milikmu. Aku yang akan mengurus orangtua Sehun.”

“Aah,, tapi tetap saja selalu ada Luhan yang menempel disamping Sehun. Aku ragu kita akan berhasil” sahut Dodo sambil mendudukkan dirinya di sofa

“Babo! Kamu harus berusaha menciptakan kesempatanmu sendiri tahu! Ngomong-ngomong, pelatihan musim panas kali ini mau pergi ke mana?” Tanya eommanya

“Huh, paling keluar kota lagi seperti biasa” ucap Dodo ketus

EH?!

“Tim anggaran Sehun pergi ke mana?!” ujar Dodo yang tersadar dengan suatu hal.

“Ternyata baru sadar sekarang…..”

‘Pelatihan musim panas… ini kesempatanku untuk mendapatkan Sehun!’

***

Ternyata pelatihan musim panas kali ini, sekolah Sehun pergi ke gunung dan merekapun sudah sampai di Villa

“Huh, apa sih maksudnya memilih tempat pelatihan musim panas di tempat seperti ini? Seenaknya saja dia-_-“ rutuk Sehun

“Yaa!! Terserah aku!! Aku kan ketua tim anggaran!!” sentak Chanyeol yang entah sejak kapan berada disebelah Sehun

“Kau menyindirku ya?!” Tanya Sehun dingin

“Selama di rumah sakit, aku yang menyelesaikan semua tugasmu. Itu gak mudah tahu!!” balas Chanyeol keras

“Apa maksudmu  ngomong begitu??!!!” jawab Sehun yang sepertinya telah terbakar emosi

“Hmm, kamu nggak perlu berterima kasih padaku. Cepat masuk sana. Jangan biarkan para putri itu menunggumu” ucap Chanyeol lalu berlalu masuk ke Villa

“Para putri” Tanya Luhan

“Kenapa sih Chanyeol hyung? Apa dia sudah gila?” sahut Sehun datar

Merekapun kemudian masuk ke Villa, yang sebenarnya Villa khusus yeoja, sementara yang namja akan tidur di luar menggunakan tenda. Didalam…

“Ah, annyeong yeorobun” sambut Dodo dekaka(?)

Sementara semua namja yang masuk terdiam karena kecantikan Dodo, kecuali LUHAN

“Kami sudah membuatkan kalian makanan karena kami tahu kalian sudah lapar. Nah, silahkan dimakan” kata Dodo ramah.

Dan kemudian semua namja disana langsung menyerbu makanan yang sudah disiapkan Dodo dkk kecuali Sehun yang terdiam dan Luhan yang mengamati gera-gerik Dodo.

“Wae Sehun? Kalo nggak buru-buru, kamu nggak bisa cicipin masakan spesialku loh” ujarnya sambil wink kea rah Sehun *author numpang muntah ._.v*

“Ah, ne” jawab Sehun malu-malu sementara Luhan hanya melihat adegan itu dengan tatapan tajamnya.

 

“Waaahhh,, untungnya kami juga pelatihan didekat sini. Makanya kami mampir ke tempat kalian” kata Chanyeol

“Bolehkan kami ikut bergabung?” Tanya Dodo

“Tentu saja” jawab Chanyeol semangat

“Baguslah, sekarang kamu nggak butuh teropong lagi, kan?” sahut Luhan cuek

DEG

“hah? Teropong?”

Terdengarlah bisik-bisik dari para siswa lainnya mendengar ucapan Luhan,

‘brengsek!’

“Apa maksudmu Luhan?” Tanya Sehun

“Aniya” jawab Luhan singkat

*Ditempat lain*

“Lain kali kamu harus hati-hati. Jangan sampai ketahuan lagi seperti waktu itu” kata Mu Yeon pada Mu Hwa. Mereka sedang duduk di ranting pohon, sementara Mu Hwa makan jagung bakar*enak banget mbak? #plak*

“Ng?”

“Aniya, hanya perasaanku saja yang tidak enak. Jangan khawatir” ujarnya

Tanpa mereka sadari, Chanyeol melintas di bawah mereka sambil membawa soda dan tak sengaja melihat keberadaan Mu Yeon

“Ah, adik sepupu Sehun!” pekik Chanyeol sambil menunjuk kea rah Mu Yeon dan langsung disadari olehnya.

‘Eh? Dia lagi? Bagaimana dia bisa melihat kami?’

***

“Kamu cari apa sih Sehun?” Tanya Luhan pada Sehun yang sepertinya sedang mencari sesuatu. Tengok sana-sini, seperti orang bingung saja. Pikir Luhan

“Aku sedang mencari yeoja kampung itu” jawab Sehun

“Aneh, kamu hanya punya waktu satu hari dua malam untuk bersama yeoja yang kamu suka. Bukannya mendekati Dodo, malah memikirkan dia” sahut Luhan

“……..”

“Justru aku mencari untuk memperingatinya! Aku khawatir pada apa yang akan dia lakukan” kata Sehun berapi-api

“Sembunyi dimana sih, dia? Apa disini?” gumam Sehun sambil membuka laci*sejak kapan Mu Yeon muat di laci bang -_-“*

‘Ternyata dia mengkhawatirkan keadaan Park Mu Yeon dan sejak kejadian itu, sepertinya dia mulai menghindari Dodo’ piker Luhan sambil terus mengamati Sehun yang bertingkah overprotective itu.

“Eh, Sehun, kenapa diluar ramai sekali” ujar Luhan

“Ng?”

Sementara diluar…..

“WHOAAA~~~”

“HEY, COBA RAMAL AKU!!”

“AKU JUGA MAU DIRAMAL!”

Mu Yeon sedang dikelilingi oleh para siswa, sepertinya karena dikira peramal

“Hmm,, kamu tiga bersaudara ya?”

“Ne!”

“Appamu bekerja di bidang hukum kan?”

“Tepat sekali! “

“Asalkan kamu hati-hati sama yeoja, kamu pasti bisa jadi orang hebat nantinya”

“Whoaa~~ Gomawoo~”

“Kalian lihat kan? Waktu pertama kali bertemu, dia berhasil menemukan barang yang sedang kucari-cari” ucap Chanyeol yang ternyata adalah dalang dari semua ini -_-

Tetapi Mu Yeon dan Chanyeol terkejut melihat kedatangan HunHan

“Yaa! Oh Sehun! Kenapa kamu gak bilang kalau sepupumu ini bisa  meramal?” sapa Chanyeol sambil tersenyum dan menampakkan(?) gigi putih cemerlangnya itu.

Ekspresi Sehun berubah drastis. Dengan wajah mengerikan dan aura hitam serta api dibelakangnya

“Tadi kami dipanggil oleh temanmu itu” kata Mu yeon

“Terus kenapa mau sajaa??!!” balas Sehun dengan nada mengerikan

Sementara Luhan memperhatikan Chanyeol yang sepertinya melakukan sesi PEDEKATE dengan Mu Hwa yangs sedang meminum cola pemberian Chanyeol, sepertinya cemburu ya 😛

“Waahh,, kakaknya juga cantik. Neomu yeppeo. Di dapur ada cola lagi, mau ikut denganku” kata Chanyeol sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan sepertinya uri Luhan memang benar-benar cemburu XD

Kembali ke Sehun dan Mu Yeon.

“Sudah, aku nggak tahan lagi. Ayo ikut aku!” ucap Sehun lalu menarik tangan Mu Yeon. Tetapi Dodo yang baru datang menghalangi jalan Sehun dan..

“Sehun… nuguya??” tanyanya

“…..”

Sementara Chanyeol yang membawa Mu Hwa ke dapur langkahnya terhenti karena Luhan yang dengan cepat menahannya

“Aku yang akan menemaninya masuk. Dia nggak boleh makan makanan selain dariku.” Ujar Luhan datar dan kemudian membawa Mu Hwa masuk dapur sementara Chanyeol tersyok-syok(?)

“MWO?! APA KATAMU DASAR BATU ES!!” umpat Chanyeol pada Luhan yang mengganggu sesi PEDEKATE-nya bersama Mu Hwa-_-

 

“Ng? Dia adik sepupumu? Ternyata kamu ikut ya? Kebetulan banget ya kita bisa sama-sama disini. Bangapta” kata Dodo (pura-pura) ramah pada Mu Yeon, sementara Sehun membeku ditempatnya.

“Choneun Eun Dodo. Aku teman akrabnya Sehun” ujarnya lagi

“Park Mu Yeon imnida” sahut Mu Yeon

Kemudian merekapun berjabat tangan. Entah ada angin apa, tetapi siswa lain merasa ada yang aneh sementara Sehun lebih beku lagi

“Sehun, kamu keringatan? Kamu masih sakit?” Tanya Dodo pada Sehun sambil membelai pipinya lalu tersenyum misterius pada Mu Yeon yang hanya bisa terdiam

“Oh Iya, daripada disini lebih baik kita jalan-jalan, yuk? Kita berdua saja” ucap Dodo sambil menarik tangan Mu yeon untuk pergi

Sehun yang tersadar dari acara membekunya langsung menahan mereka

“Ah, chakkanman!”

“Aku ngin lebih akrab dengan adik sepupumu. Belum tentu kami bisa bertemu lagi. Iya kan?? Annyeong” sahut Dodo cepat lalu berlalu dari hadapan Sehun bersama Mu Yeon. Sementara Sehun yang syok hanya bisa diam. Malah radang perutnya kambuh lagi *lah

Dodo membawa Mu Yeon ke jembatan kecil didanau dan memulai obrolan pesbuk(?)

“Kamu sering ketemu Sehun?”

“…….”

“Apa kamu akrab dengannya?”

Tapi masih saja ditanggapi diam oleh Mu yeon

‘aku harus dapat informasi darinya. Tapi daritadi dia diam terus, topengnya jelek banget pula’ ujar Dodo dalam hati

“Aku memang akrab sama Sehun, tapi aku nggak tahu seperti apa saat dia kecil. Apa bisa kamu ceritakan?”

“……… Suatu hari, Dodo-ssi akan jadi orang kaya”

“Ng?”

“Dodo-ssi akan jadi orang yang sangat berpengaruh di Negara ini” ucap Mu Yeon yang akhirnya berbicara juga

‘Ha? Jinjjja? Terus?” kata Dodo yang ternyata gak nolak ramalan juga -_-

“Dengan sifat yang ambisius, kau akan sukses, apalagi kau cantik. Tapi karena kau serakah, kau akan celaka”

‘kenapa dia bisa tahu?’

“Apa maksudnya”

“…… Kau sama sekali tidak berjodoh dengan Tuan Muda Sehun” sahut Mu Yeon

DEG!

‘Brengsek!!’

“K..kenapa kamu bilang begitu?” Tanya Dodo

“Walaupun jahat, kau masih bisa hidup dengan nyaman karena orangtua angkatmu”

“Ya! Kenapa kamu bilang orangtua angkat?! Aku ini anak kandung mereka!” sentak Dodo

“Itu tidak mungkin” balas Mu Yeon

‘Cih, apalagi yang dia tahu?!’

“Se… sebenarnya siapa kamu?!” bentak Dodo lalu berdiri dan membuat Mu Yeon berdiri juga

“Jangan berharap untuk mendapatkan tuan muda Sehun. Kau tidak akan sanggup bersaing denganku” ucap Dodo

DEG!

“DIAM KAU!! TIDAK ADA SEORANGPUN YANG BISA MENGHALANGIKU!!” teriak Dodo sambil memdorong Mu Yeon, sehingga Mu Yeonpun terjatuh ke Danau

CBURRRR!!

‘SUAMIKU!’

DEG!

Sehun yang sedang membawa kayu bakar tiba-tiba merasakan hal yang tidak enak

‘a…ada apa ini?? Mengapa dadaku terasa aneh’ ucap Sehun dalam hati sambil memegangi dada sebelah kirinya dan tentu saja membuat kayu bakar yang dibawanya terjatuh.

Tidak jauh beda, Mu Hwa yang sedang makan di dapur bersama Luhan dan Chanyeol yang sedari tadi saling menatap tajam. Mu Hwa menghentikan makannya dan langsung berlari ke luar.

“Mu Hwa?? Kau mau kemana??!!” pekik Luhan dan Chanyeol bersamaan dan kemudian menyusul Mu Hwa

Kembali ke Dodo dan Mu Yeon, Mu Yeon yang berhasil mencapai pinggir danau terengah-engah dan kemudian terbaring lemas(tapi bukan pingsan)

Tapi, saat Mu Yeon meraba wajahnya dan tidak mendapati topengnya lagi. Barulah dia menyadari topengnya lepas dan topeng itu sekarang berada di tangan Dodo yang memungutnya

“Kau….”

-TBC-

Iklan

16 pemikiran pada “Mystery Bride (Chapter 6)

  1. Ih dodo nyebelin + jahat bgt sih nyeburin Mu Yeon ke danau dasar nappeun yeoja
    Lagi” TBCnya nongol -_- semakin bikin penasaran aja nih
    Keep writing ya thor *^▁^*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s