Banshee (Chapter 1)

Banshee (Chapter 1)

Genre : Romance, Angst, Mystery (?)

Length :Chapter

Rating : General

Scriptwriter : OPI

Main cast : Kim Jae Li (OC), Kris, Baekhyun

Suport Cast : Member EXO-K

WARNING : TYPO BERTEBARAN DIMANA-MANA

banshee

Summary : Banshee atau malaikat pencabut nyawa yang menjemput roh yang akan pulang selalu menyanyikan lagu kematian yang merdu. Namun saat sang banshee akan melakukan tugasnya, The grim reaper sang malaikat pencabut nyawa yang berasal dari kegelapan menhalangi tugas sang banshee.

 

Buwohohoho….. Opi kembali lagi chingudeul xP…  sekarang aku lagi coba ngebuat FF yang errr berbau ghaib (?) semoga ga terlalu gagal yah xD. Dan makasih thor uda ngepublish FFku :3 dari pada banyak bacot, mending lets cek it dot….

____________________

Di langit lapisan ke 4 terjadi kesibukan sehari-hari bagi para malaikat bersayap putih dengan berbagai tugas yang berbeda.Nampaklah seorang guardian angel berlari menghampiri seorang banshee atau malaikat pencabut nyawa yang semuanya berwujud wanita cantik.

“ Ya ! Jae Li-ah… apa kau sudah melihat daftar orang yang akan kau jemput huh?” teriak Chanyeol sambil berlari membawa sebuah kertas putih.

“Aniyo, aku belum melihatnya.Wae yo? Tumben sekali kau menanyakannya?” Tanya Jaeli sambil merapihkan sayap putihnya.

“Ige…bacalah. Untuk tugasmu kali ini kau harus tinggal di bumi hingga saat kau menjemputnya.” Chanyeol menyerahkan kertas putih tersebut pada Jaeli.

Jaeli mengambil kertas tersebut dan langsung membukanya dengan mata yang melebar.

“Mwo?Mengapa aku harus tinggal di dunia manusia?Aishh merepotkan saja!” gerutu Jaeli sambil menghentakkan kakinya.

“Karena calon jemputanmu itu sedang diincar oleh grim reaper juga.Oleh sebab itu kau harus menjaga manusia itu.” jelas Chanyeol yang dibalas tatapan tajam oleh Jaeli.

“Tapi kenapa harus aku?Aish jinjjaa… dan apakah aku bisa menggunakan kekuatanku di bumi yeolli-ah?”

Chanyeol berfikir sejenak, mengingat-ingat apa yang diucapkan atasannya. “Setahuku kau bisa menggunakannya. Hanya saja tidak ada yang boleh melihatnya, arraso ?”

“Cih, menyebalkan! Ne arraso yo! Tapi apa kau akan ikut denganku yeolli-ah? Ayolah jaebal temani aku ne?”Jaeli mengeluarkan aegyonya untuk membujuk Chanyeol. Tanpa disadari muncul semburat merah di pipi Chanyeol yang mulus, ia memang tidak bisa menolak permintaan Jaeli sang “banshee” paling cantik di surga.

“Aku ingin menemanimu, tapi mian aku hanya diizinkan mengawasimu dari sini Jaeli-ah.” Ucap Chanyeol sambil tertunduk dengan wajah yang terlihat sedih.

“Wae? Kau kan guardian angelku! Jadi seharusnya kau kan ikut denganku Yeolli-ah. Kau tahu kan aku ini ceroboh sekali? Bisa apa aku tanpamu?” mata Jaeli mulai berkaca-kaca.

Chanyeol yang tidak tega melihat Jaeli menangis langsung memeluknya dengan erat seakan tidak mau kehilangannya.Ia terus mengusap kepala Jaeli yang lembut. “Mian, kau tahukan kita tidak bisa menentang perintah surga? Tapi aku berjanji akan selalu melindungimu. Jadi kau jangan takut arraso?”Chanyeol melepaskan pelukan mereka dan menatap wajah cantik Jaeli.

“Ne arraso nae suho-ah (ya aku mengerti guardian angelku).”Jaeli kembali memeluk Chanyeol.

Jaeli adalah seorang Banshee, malaikat pencabut nyawa yang menjemput manusia dengan cara menyanyikan lagu kematian yang merdu dan membawanya pulang ke surga. Sedangkan Chanyeol adalah guardian angel yang menjaga para banshee yang sedang bertugas supaya tidak kesusahan.

Jaeli melepaskan pelukannya pada Chanyeol,“Jadi kapan aku akan pergi ke bumi?”

“Malam ini juga.Dan kau juga akan menjadi manusia, yang artinya kau bisa merasakan lapar dan sakit. Hanya saja kau masih bisa mengeluarkan kemampuanmu. Tapi ingat, jangan sampai ada yang melihat arra?” lalu Chanyeol mengacak-acak rambut Jaeli sambil tersenyum manis.

“Kenapa harus secepat ini sih?Menyebalkan sekali!”Jaeli mempoutkan bibirnya, dan itu membuat Chanyeol gemas lalu mencubit pipi Jaeli.

“AAwww…. Appo… yak yeolli-ah kemari kau!” mereka lalu terbang dan Jaeli mengejar Chanyeol yang terbang lebih dulu.

 

Di Bumi…

“Baekhyun..antarkan ini ke meja no.2 kajja!” teriak D.O dari dalam dapur.

“Ne, aish banyak sekali pesanannya.”Baekhyunpun mengantarkan pesanannya pada meja no.2 sambil tersenyum pada pelanggannya.

“Silahkan dinikmati pesanannya.” Senyum Baekhyun yang seperti malaikat langsung membuat seluruh wanita yang ada di café tersebut menjerit histeris, bahkan ada yang sampai kejang-kejang (?).

Baekhyun adalah namja berusia 22 tahun yang hidup sebatang kara sebagai seorang maid di sebuah café yang bernama “Angel Maid”. Banyak sekali pengunjung yeoja di café ini, karena para maid disini sangat tampan.Dan Maid paling terkenal karena ketampanannya adalah namja yang bernama Byun Baekhyun.Setiap hari pengunjung café ini semakin banyak, hingga ada yang rela mengantri di luar hanya untuk bisa melihat Baekhyun.

 

“Aaahh….akhirnya selesai juga. Pengunjungnya semakin banyak saja, huh merepotkan.” Ucap Sehun yang sedang meregangkan tubuhnya di kursi.

“Bukankah itu pertanda baik?Mungkin kita akan mendapat bonus bulan ini.” kini D.O ikut duduk di sebelah Sehun.

Ketika mereka sedang asik meregangkan tubuh mereka, keluarlah baekhyun dari dalam dapur dan bersiap pulang karena cafe sudah tutup.

“Hyung aku pulang dulu ya, takut tidak kebagian bis.Hehehe…” ucap baekhyun yang sedang merapihkan barang-barangnya.

“Ne, hati-hati bacon!” ucap Sehun cengengesan.

“Yak! Jangan panggil aku seperti itu pabo! Oh iya, tadi aku mengambil sisa kimchi,gimbab,dan cheesecake ya.” Baekhyunpun pergi keluar café dengan membawa sekeresek penuh makanan.

“Kasihan sekali anak itu.” ucap D.O sambil meminum hot chocolate yang ia buat, namun ternyata gelasnya sudah kosong karena diminum Sehun.

“HYAK NEOL! KENAPA KAU MINUM COKLATKU HUH?” teriak D.O sambil memukul kepala Sehun yang cengengesan.

“Hehehe..habis hyung ngelamun terus sih. Jadi daripada dingin mending aku minum aja deh. Hehehe…” Sehun kembali masuk ke dalam dapur.

“YAK! DASAR KAU KEONG RABIES !KEMARI KAU!” akhirnya D.O dan Sehunpun bermain kejar-kejaran di dalam dapur.

=SKIP=

Baekhyun POV

“Untunglah hari ini banyaksisa makanan, jadi aku tidak usah membeli makan hari ini.” ucap Baekhyun sambil tersenyum melihat keresek yang ia bawa. Tiba-tiba aku mendengar suara hantaman yang sangat keras.Akupun pergi untuk melihat keadaan tersebut.

“Huwaa…ottohkaeyo? Aku hanya punya uang 10.000 won. Mana cukup untuk membeli baju, menyewa rumah, dan kebutuhanku yang lainnya? Untuk makan saja rasanya tidak akan cukup. Yak! Mengapa kalian pelit sekali huh?” cibir seorang yeoja.

Aku terus memperhatikannya, dia sepertinya tidak punya uang dan tempat tinggal.Baru saja aku mau menghampirinya, tapi tiba-tiba yeoja itu keluar dari gang yang gelap juga sempit itu dan berjalan ke arahku.  Sepertinya ia belum menyadari keberadaanku. Ia terus berjalan dengan merunduk hingga akhirnya ia menabrakku.

BRRUUKK….

“Awwhh…appo…” rengek yeoja itu yang kini sedang terduduk dan mengusap bokongnya.

“Mian, gwenchanayo?” aku mengulurkan tanganku untuk membantu yeoja itu, tapi yeoja itu masih menundukkan wajahnya.

“Appo…. tentu saja aku tidak baik-baik saja!Kau tidak lihat bokongku mencium aspal huh?” ucapnya kesal. Akhirnya ia mengangkat wajahnya, dan kini pandangan kami saling bertemu

DEG

Aigoo…apa ini? tiba-tiba jantungku berdetak sangat cepat, dia cantik sekali, ahh wajahnya sangat cantik dibawah sinar rembulan. Rambutnya beersinar kecoklatan terkena pancaran sinar bulan, wajahnya seperti boneka, dan badannya yang mungil dibalut dress putih selutut.Aigoo…apakah dia malaikat?Dia sangat sempurna >.<

Baekhyun POV end~

Jae Li POV

Apa-apaan ini?masa mereka hanya memberiku uang yang sangat kecil? Aigoo…sekarang aku bingung mau kemana, dan aku juga belum menemui manusia yang aku cari.Aigoo… mengapa kau tega sekali padaku Yeolli –ah? Sahabat macam apa dia itu?

Aku terus berjalan sambil tertunduk meratapi nasibku di bumi yang menyebalkan ini.Hingga tanpa disengaja aku menubruk tubuh seseorang hingga membuatku terjatuh.

“Awwhh…appo…” ucapku sambil mengelus bokongku yang baru mencium aspal.

“Mian, gwenchanayo?” Tanya namja tadi, cih apa dia sangat bodoh hingga dia masih bertanya hal yang tidak penting.

“Appo…. tentu saja aku tidak baik-baik saja!Kau tidak lihat bokongku mencium aspal huh?” ucapku kesal, lalu aku mencoba melihat namja yang menabrakku tadi.Mata kami bertemu, lalu entah mengapa dia tiba-tiba terdiam.Apakah dia terkena serangan jantung mendadak? Atau jangan-jangan ia tertidur dalam keadaan berdiri? Aishh namja aneh!

Jae Li POV end~

Author POV

Setelah diam sekian lama, akhirnya Baekhyun kembali ke alam sadarnya walau tanpa memalingkan wajahnya dari Jaeli.

“Emhh apa kau tidak punya tempat tinggal agasshi?” ucap baekhyun dengan suara yang lembut.

Jaeli masih terdiam dan terlihat kebingungan. Ketika ia sampai di bumi Chanyeol hanya memberikan uang sebesar 10rb won untuknya tinggal di bumi. Dalam keheningan tiba-tiba terdengar suara yang tidak Jaeli kenal.

Krriiyyuuuukk….. (sound efek yg gagal)

“Aigoo…suara apa itu? “ ucap Jaeli dengan wajah yang terlihat kaget.

Baekhyun menutup mulutnya dengan telapak tangannya sambil tertawa dibalik tangannya.Jaeli yang merasa ditertawakan akhirnya angkat bicara.

“Yak!Apa yang kau tertawakan huh?” Jaeli berdecak pinggang sambil menatap garang kea rah baekhyun.Baekhyun yang merasa diperhtikanpun akhirnya menghentikan tawanya sejenak.

“Wajahmu tadi sangat konyol.Dan bahkan kau tidak tahu bahwa suara aneh itu berasal dari perutmu huh?Buwahahahahahahaha…” kini tawa baekhyun pecah dan hal tersebut membuat pipi Jaeli merona merah.

Seakan terhipnotis oleh kecantikan Jaeli, tanpa sadar Baekhyun menarik tangannya berjlan menyusuri jalan setapak.

“Yak kau mau bawa aku kemana huh?” teriak Jaeli sambil memberontak dari genggaman Baekhyun.

“Aku akan memberimu makan di rumahku.Kebetulan aku bawa banyak makanan hari ini.oh ia, naneun Baekhyun imnida. Bangapseubnida..” ucapnya sambil tersenyum.

Jaeli tiba-tiba berhenti berjalan, dan sontak membuat Baekhyunpun berhenti.Merasa ada yang aneh dengan Jaeli, Baekhyunpun membalikan badannya dan memberanikan bertanya pada Jaeli.

“Gwenchana yo?” ucapnya dengan cemas, “Mungkin dia sudah sangat lapar.” Fikir baekhyun.

“Kau Baekhyun? Byun Baekhyunkah ?”Tanya Jaeli dengan wajah yang polos dan mata yang berbinar.

DEG

Bekhyun merasakan perasaan yang aneh lagi ketika ia menatap kedua bola mata Jaeli yang bulat. (ya ia lah masa segi lima?)

“N..ne, naneun baekhyun imnida. Waeyo?” ucapnya terbata-bata.

“Aniyo, kajja kita pulang. Aku tak mau perutku membuat jonser di perutku.” Ucap Jaeli sambil tersenyum dan menarik lengan Baekhyun.

“Yeoja yang aneh.” Fikir Baekhyun sambil tersenyum.Namun tiba-tiba Jaeli berhenti dan menatap Baekhyun.

“Eumh, rumahmu dimana ya?Hehehe…” ucap Jaeli yang kebingungan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Melihat hal tersebut Baekhyun hanya dapat tersenyum simpul.

“Kau ini, bagaimana bisa menuntunku ke arah yang tidak kau ketahui? Kajja.” Kini Baekhyun yang berjalan di depan Jaeli. Jaeli hanya tertunduk malu meratapi kebodohannya.

Selama perjalanan menuju rumah Baekhyun banyak orang yang melihat ke arah mereka sambil berbisik.Merek menyangka bahwa Baekhyun dan Jaeli adalah pasangan yang serasi, karena Baekhyun sangat tampan, sedangkan Jaeli sangat cantik.

“Emmh, naneun Jaeli imnida.Kim Jae Li, tapi panggil saja aku Jaeli arra?” ucap Jaeli memecah keheningan.

“Ne Jaeli-ah.Bolehkan kita memanggil dengan panggilan akrab?Supaya lebih nyeman saja sih. Hehehe..” kini Baekhyun mulai salah tingkah.

“Ne, kalau begitu aku akan memanggilmu Baekhi.Otte?“ Jaeli kini mensejajarkan langkahnya dengan baekhyun dan mengeratkan tangannya di tangan Baekhyun. Dan hal itu sontak membuat jantung Baekhyun kembali berdetak dengan cepat.

Tak lama kemudian sampailah mereka di epan sebuah rumah sederhana yang sedikit kusam.Mereka mulai masuk ke dalam rumah tersebut tanpa melepaskan tangan mereka.

“Nah sudah sampai.Mian ya kalau rumahnya jelek dan berantakan.Aku hanya tinggal sendiri disini, dan aku jarang merapihkan tempat ini karena terlalu sibuk. Hehehe..”Baekhyun merapihkan beberapa benda yang berceceran di lantai.

“Kau tinggal sendiri?Kalau begitu bolehkah aku tinggal disini? Karena aku tidak punya tempt tinggal. Boleh yayayayaya..”Jaeli mengeluarkan aegyonya sehingga membuat Baekhyun mematung ditempat.

“Emh baiklah, tapi apa kau tidak dicari oleh orangtuamu?” pertanyaan Baekhyun langsung membuat Jaeli tertunduk.

“Kedua orangtuaku meninggal karena kecelakaan beberapa hari yang lalu.Dan sekarang aku tidak tahu harus kemana lagi. Huwaaa…” Jaeli menangis dengan sangat keras, dan kini Baekhyun sangat panik dan bingung harus berbuat apa untuk menghentikan tangis Jaeli.

“A..aa….mian..mian….nan molla.. chamkaman, berhenti menangis Jaeli-ah. Ne,ne, kau boleh tinggal disini selama kau mau.” Ucap Baekhyun dengan terbata-bata.

“Jinjja? Aigoo…gomawo Baekhiah..” spontan Jaeli memeluk Baekhyu, dan kini Baekhyun benar-benar membeku di tempatnya.

“A..ah ne, eumhh aku akan menyiapkan makanannya dulu ne?”

“Ne, perlu aku bantukah ?” mata mereka bertemu, sedangkan Baekhyun tidak dapat mengeluarkan sepatah katapun hanya menggeleng tanda tak perlu (ya iya lah).

“Kau duduk saja ne?” ucap baekhyun sambil mengacak-acak rambut Jaeli, namun wajahnya kini menjadi sangat merah.

“Ne.”Jaeli melepaskan pelukannya dan berjalan menuju ruang tamu.Baekhyun seperti telah terlepas dari beban yang berat hanya menghela nafas lega. Karena selama ia dipeluk Jaeli ia berusaha menahan nafasnya karena ia baru makan jengkol (abaikan, ini hanya fiktif belaka.)

Ketika mereka sedang sibuk dengan urusan masing-masing, tiba-tiba terdengar suara sesuatu yang terjatuh.

BRRRUUKK……

Baekhyun hampir saja menjatuhkan piring berisi kimchinya.

“Olmana..apa itu?” ucap baekhyun dan beranjak mendekati pintu, namun Jaeli menahannya.

“Chamkaman, kau lanjutkan saja menyiapkan makanannya.Biar aku saja yang melihat keluar ne?” Jaeli mendorong Baekhyun kembali ke dapur, sedangkan ia berjalan keluar.

Author POV end~

 

Jaeli POV

Aku merasakan hawa yang aneh disekitar sini, lalu aku kembali duduk senyaman mungkin di rung tamu.Tiba-tiba terdengar suara sesuatu yang jatuh.

BRRRUUKK……

“Olmana..apa itu?” ucap Baekhyun dan berjalan mendekati pintu. Aku merasakan sesuatu yang tidak enak,

“Chamkaman, kau lanjutkan saja menyiapkan makanannya.Biar aku saja yang melihat keluar ne?” lalu aku menyuruhnya kembali ke dapur.

Saat aku membuka pintu aku merasakan aura yang sangat tidak enak, “Aisshh….aura ini seperti aura..”

Seorang lelaki bertubuh tinggi, berwajah tampan namun dingin, dan sorot matanya membuat bulukuduk merining. Sayapnya berwarna hitam dan menggunakan pakaian serba hitam, dia…

“Cih… The Grim Reaper.”

TBC~

 

Huwwwwaaaa akhirnya chapter 1nya selesai jugaa >.< mian banyak typo ya… dan mian juga kalau ceritanya aneh T.T oh ia jangan Cuma baca dong, komen ama like juga ne xD biar aku semangat ngelanjutin chapter 2nya. Hehehe…

Oh iya, aku juga baru ngebuat FF oneshoot yang judulnya Christmas Night, Main Castnya Kris dan titik titik hahaha,,… jgn lupa baca juga ya :3 gomawo… 😀

 

Christmas Night

Summary : Cih sebentar lagi malam natal. Aku benci natal! Hanya kebohongan yang ada di hari natal. Aku benci natal! Tapi tiba-tiba datanglah seorang santaklas yang memberikanku hadiah natal yang sangat indah dan tidak dapat aku bayangkan.Mungkin sekarang aku mulai menyukai natal. Ah ini kado terindah yang tidak bisa aku bayangkan sebelumnya. Gomawo santa….

~CHOI JAE NI~

 

 

Iklan

11 pemikiran pada “Banshee (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s