I’m Jealous

Title:    I’m Jealous (Sehun-Rissa couple 2nd Episode)

Author: Ms Bubble Tea (@icaclrss)

Cast:    -Oh Sehoon EXO K

            -Kim Rissa (OC)

            -Wu Yi Fan EXO M

Other Cast:  find them 😉

Genre: romance

Note: annyeong~ author kembali dengan kelanjutan dari kisah sehun dan rissa dari ff yang pertama dan absurd (be mine again). Anggap saja yang kemarin itu prolog-nya ya(?) hahaha. So, hope you all enjoy this ff. jangan lupa RCLnya yaaah 😀  sorry for typos dan alur yang absurd tapi bikin senyum senyum(?) okay happy reading!^^

 

***

 

Summary: Karma does exist. Bahkan setelah kau kembali menjadi milikku, aku masih harus menanggung karmaku. Ini sangat menyiksaku. Kau milikku! Hanya milikku! Dan berhenti berdekatan dengannya! Yaaaa!

Author’s pov

Pagi itu terasa lebih sejuk dibanding pagi pagi sebelumnya, sehun terbangun dengan sebuah senyum tersungging di wajah tampannya. Dia mengambil iphonenya dan segera mengirim pesan

To: Oh Rissa >///<

Chagiiiii, selamat pagi :* siap siap ya, aku sebentar lagi kerumahmu dan menjemputmu hihi. Saranghae!

Send

Sehun tersenyum malu melihat pesan yang baru saja ia kirim, terlebih melihat nama rissa yang sudah ia ubah sendiri menjadi oh rissa (-_-“) dia pun segera bangkit dari tempat tidurnya dan merapikan diri untuk segera menjemput pujaan hatinya itu.

***

 

#Rumah Rissa

Sehun menunggu rissa sambil berdiri menyandar pada mobil sport putihnya. Dia menatap jam tangannya dengan sedikit kesal. Yeojachingunya belum juga keluar dari istananya itu. baru saja sehun siap menelfon rissa ketika sebuah tangan menusuk pelan perutnya

“yaaa!” teriak sehun kaget membuat rissa segera menutup kedua telinganya

“aish! Oppa! Kenapa suaramu cempreng begitu?!” ucap rissa sambil tetap menutup kedua telinganya

“apa yang kau lakukan heh?” tanya sehun yang sudah kembali ke alam sadar(?)

“mengusilimu :p”

“aish tapi perutku sakit nih kau tusuk seperti tadi huhu” ucap sehun sambil memegangi perutnya seolah kesakitan

“hah? benarkah? Mana coba kulihat?” ucap rissa panik mengira namjachingunya itu memang sakit sambil mendekat kearah sehun. Dengan cepat sehun segera menarik tangan rissa dan

Chuuu~

“morning kisseu!” ucap sehun sambil mehrong dan segera memasuki mobil. Rissa melongo kaget dengan tingkah sehun barusan. Begitu kembali ke dunia nyata dia pun segera memasuki mobil sehun dan menjambak namjachingunya itu

“YAAA! Berani sekali kau oh sehoon!!” ucapnya berteriak didalam mobil

“aaawww apho! Mianhae mianhae. Ampuuuun rissaaa” ucap sehun sambil memegangi rambutnya yang masih ditarik rissa.

“awas kau!” ucap rissa ketus dan segera melepaskan cengkramannya dari kepala sehun membuat namja itu segera merapikan rambutnya dan menatap yeojachingunya itu

 

Sehun’s pov

Kutatap yeojachinguku dengan lekat membuatnya semakin memalingkan mukanya agar tak bertemu mata denganku. Tapi bukan sehun namanya kalo tidak usil pada rissa :p segera kutarik tangannya lagi membuatnya sekarang berhadapan denganku.

Omooo! Dia cantik sekali >< astaga, bibirnya itu! bibir kecil merah mudanya itu! kenapa jadi sangat menggodaku. Aku pun segera menelan ludahku, harus kutahan atau dia akan memenggal kepalaku

“wae?” tanya rissa membuatku segera berhenti membayangkan yang tidak tidak(?)

“ani” jawabku singkat dan segera melepas genggaman tanganku. Tunggu, kok tanganku tak mau terlepas? WAE?! Ternyata rissa yang memegangi tanganku

“oppa”

“wa..wae?” jawabku agak gelagapan. Aish, kenapa aku jadi saltingan begini

“cepatlah menyetir atau kita akan terlambat” ucapnya datar -_-

“ah, mianhae aku sampai lupa kita harus berangkat kuliah” jawabku segera menyalakan mesin dan melaju(?) Dalam perjalanan kami tak berbicara begitu banyak tapi hanya bertatapan dan saling melempar senyum. Aaah aku sangat bahagia!! >///<

 

***

 

Rissa’s pov

Akhirnya aku dan sehun pun tiba dikampus. Berhubung waktu sudah sangat mendesak dia segera pergi meninggalkanku dan bilang selesai kuliah dia akan mendatangiku, kubalas ucapannya dengan anggukan dan senyuman.

Aku benar benar tak habis pikir, aku masih tidak mempercayai sehun itu pacarku. SEHUN. OH SEHOON. Omoooo! Aku bahkan bisa merasakan wajahku sangat panas sekarang. Semoga saja tak ada yang melihatku begini

“AWASSSSS!!!” teriak sebuah suara, namun sebelum aku dapat melihat suara siapa itu semua berubah menjadi gelap.

 

Kris’ pov

Kudribble bola basketku dengan kasar. Kekalahanku dalam pertandingan basket kemarin cukup membuatku emosi. Kulempar bolaku dengan sembarangan dan penuh emosi, tunggu… kemana bola basketku? Aaah! Aku menemukannya! Eh. Ada seorang yeoja. Dia akan terkena bola basketku itu

“AWASSSSS!!!” teriakku sekuat tenaga, tapi terlambat. Yeoja itu sudah terkena bolaku tepat dikepalanya dan dia jatuh pingsan. Aku pun panik dan segera membawanya ke ruang kesehatan di kampus kami. Aish, kenapa ada saja masalah? -_-

Sekarang aku sedang duduk disamping yeoja itu. kalau dilihat lihat yeoja ini sangat familiar, sepertinya dia juga anak dari fakultas ekonomi. Dia cantik juga ya tapi rasanya aku begitu familiar dengan wajahnya rasanya pernah bertemu, eh?! Apa yang baru saja kupikirkan?! Aku bilang dia cantik?! Astaga! Aku pun segera menggeleng gelengkan kepalaku sendiri seperti orang gila

“kau kenapa?” tanya sebuah suara menghentikan tingkah anehku.

“ah kau sudah sadar?” tanyaku melihat yeoja didepanku kini menatapku dengan bingung

“tadi kau terkena bola basketku lalu pingsan. Maafkan aku” ucapku merasa bersalah padanya. pasti tadi sangat sakit

“eh? Oh tidak apa apa. Tapi terimakasih sudah membawaku dan menungguiku begini hehe” ucapnya sambil tersenyum. Astaga…..dia punya eye smile!

“ah ya sama sama” ucapku sambil mencoba mengendalikan diriku agar tetap terlihat cool

“kalau begitu aku harus kekelas sekarang euhm…” dia berhenti berbicara aku pun segera tahu maksudnya

“kris. Aku kris” ucapku tetap cool haha-_-

“ah ya, kris. Terimakasih sudah menolongku. Sampai jumpa” ucapnya lalu pergi dari ruang itu. tunggu! Aku bahkan tidak tahu siapa namanya! Aku pun segera mengambil tasku dan mengejarnya

“yaaa!” teriakku padanya yang belum begitu jauh membuatnya segera menoleh kebelakang

“namamu! Siapa namamu?” tanyaku sambil berteriak.

“rissa. Kim Rissa” jawabnya sambil tersenyum lagi lalu berjalan lagi. Aku pun segera mencatat nama dan wajahnya diotakku. Kim rissa. Kim rissa. Kim rissa. Nama yang bagus pikirku tapi kenapa aku merasa begitu mengenalnya? Rasa familiar itu pun menjalar lagi, tapi segera kuabaikan dan aku pun segera berjalan pergi menuju kelasku.

 

***

 

Rissa’s pov

Kuliahku baru saja selesai dan sekarang aku sedang bersama sahabatku sedari kecil, siapa lagi kalau bukan kim jongin.

“sehun kemana rissa-ah?” tanya kai sambil melepaskan headphone yang sedari tadi bertengger manis di telinganya

“tidak tahu, sepertinya dia masih ada kelas” jawabku

“huuum begitu. aku pulang duluan boleh?” tanyanya padaku

“eh? Sejak kapan kau hobi pulang cepat?” tanyaku bingung

“ani. Aku tidak pulang kerumah. Sebenarnya….”

*10 menit kemudian

“OMOOO! JINJJA?! YAAAA! KENAPA KAU TIDAK CERITA HEH?!” teriakku heboh membuat anak anak lain melihat kearah kami. Kai hanya bisa memasang muka -_- kearahku

“yaaa! Jangan berteriak!” ucap kai padaku sambil menutup mulutku yang baru saja akan akan bersuara lagi(?)

“tapiiiii shin minri itu sangat cantik! Bagaimana bisa?! Omo! Kai oppa!! Daebak!” ucapku tak henti henti membuat dia semakin pasrah dengan kebawelanku ini

“aish! Sudahlah. Pokoknya aku mau berkencan dengan yeojachinguku. Kau berhati hatilah ne? jangan pulang sendirian!” ucap kai sambil mengacak rambutku

“ne ne arasseo. Goodluck oppa!” ucapku dan dia membalasnya dengan anggukan dan senyuman lalu dia pergi. Aku tak habis pikir kai akhirnya mendapat pacar o_o dan itu shin minri! Dancer wanita di kampus yang paling cantik dan terkenal dan pintar dan…..dia mau sama kai! Kai! Astagaa! Aku bahkan sekarang sedang senyum senyum sendiri ><

“aish kenapa senyum senyum begitu?” ucap sebuah suara berat membuatku segera menoleh kearah pemiliknya

“kris?” ucapku sedikit tak percaya aku bertemu dengannya lagi

“annyeong” sapanya sambil tersenyum. Aigo…ternyata dia tampan(?)

“ah annyeong. Kau sedang apa?”

“aku? Hanya bersiap untuk pulang tapi aku malah melihat seorang yeoja senyum senyum sendiri” ucapnya sambil memberi pandangan ‘dan yeoja itu kau’

“yaaa! Aku hanya sedang senang karena sahabatku” ucapku sambil memukul lengannya

“hahaha ne ne. kau tidak pulang?”

“ah aku….” Belum sempat kuselesaikan kalimatku sebuah tangan sudah menarik kepalaku kedalam rangkulannya, aku pun mendongakkan kepalaku dan menemukan namjachinguku sedang menatapku

“kau kemana saja heh? Kucari dikelasmu tak ada” ucap sehun padaku lalu mengalihkan pandangannya kearah kris.

“ah mianhae, tadi aku bersama dengan kai” jawabku

“eoh? Sejak kapan kai jadi berubah wujud begini?” ucapnya sambil menatap kris dengan….sinis?

“ah dia kris temanku. Kris, ini sehun pacarku” jawabku dan kulihat kris hanya membungkuk kecil lalu tersenyum tipis

“rissa-ah aku pulang dulu ya? Sampai jumpa” ucap kris dan langsung meninggalkanku dan sehun. Kutatap namjachinguku dengan kesal

“apa?” tanya sehun

“molla, pikir saja” jawabku dan mengalihkan pandanganku darinya

“wae? Kau marah karena aku menatap sinis kearahnya?”

“iya, kenapa kau begitu sih?”

“aish, rissaaaa. Dia menyukaimu tertarik padamu!”

“mwo?! Jangan bercanda” ucapku kaget mendengar yang baru saja dia katakan. Menyukaiku katanya? Namja ini gila-_-

“aku serius.”

“jangan membuat gossip begitu sehun oppa. Ayo kita pulang” ucapku dan menarik tangannya

 

Sehun’s pov

Namja itu, dia wu yi fan. Namja yang berasal dari china. aku tahu karena dia juga ikut program pertukaran pelajar di London. Dia sangat pintar dan tampan, ku akui itu. tapi yang jelas aku tak suka caranya menatap rissa. Aku benar benar tidak suka melihatnya menunjukkan senyuman coolnya itu dihadapan yeojachinguku

“sehun oppa?gwenchanayo?” tanya rissa dan menyadarkanku dari lamunanku

“ah ne gwenchana”

“kenapa sih?”

“apanya?”

“dari tadi kau melamun terus. Wae? Ada masalahkah?”

“hem kau kenal dimana namja bernama kris itu?”

“dia tadi melemparku dengan bola basket…”

“MWO?! Lalu kena apa? Kepalamu? Sakitkah? Ayo kedokter!!” ucapku panik didalam mobil.

“oppa…-_- aku baik baik saja. Dia tidak sengaja kok”

“a ah maafkan aku” ucapku langsung tertunduk malu dengan kepanikanku tadi

“oppa oppa”

“wae?”

“hari ini temani aku dirumah ya?”

DEG

Aku terdiam mendengar permintaan rissa barusan. Apa katanya? Menemaninya dirumah? Ini bahkan pertama kalinya dia memintaku. Hanya menemani kan? Tak ada salahnya kan? Hm baiklah. Aku juga ingin menghabiskan waktu lebih lama dengannya

“baiklaaaah. Memangnya yang lain pergi kemana?”

“eomma dan appa ke London untuk urusan pekerjaan dan aku sendirian T_T”

“hahaha kasian sekali yeojaku ini. arasseo, kutemani kau” ucapku sambil mengacak lembut rambutnya dan dia balas dengan anggukan

 

***

 

Author’s pov

#Rumah Rissa

Rissa dan sehun sedang duduk diruang tv. Mereka mengganti tiap channel sedari tadi dengan bosan. Bahkan sehun sudah berkali kali menguap karena mengantuk. Rissa yang menyadari namjachingunya sudah benar benar bosan itu pun akhirnya menyenggol lengan sehun

“wae?” tanya sehun sambil mengucek matanya

“kau bosan?”

“ne. aku sangat mengantuk chagi”

“tidurlah. Ingin tidur dikamarku?” tanya rissa polos membuat sehun segera membulatkan matanya

“mwo? Kamarmu?!”

“yaaa~ maksudnya biar kau tidur ditempat tidur bukan yang lain -_-“

“eh..ah…iya eh maksudku tidak usah! Aku tidur disini saja”

“begitukah? Baiklaaah” ucap rissa lalu segera berdiri

“kau mau kemana?”

“mengambil minum. Rasanya bibirku kering sekali oppa-_-“ ucap rissa dan berjalan namun sehun segera menarik tangannya membuat mereka berdua berdiri berhadapan

“bibirmu kering?” tanya sehun

“nee. Wae? Kau ingin minum juga?”

“ani. Wah lihat bibirmu sangat kering.” Ucap sehun sambil mengelus bibir yeoja didepannya membuat rissa mengangkat sebelah alisnya

“apaansih op….”

Chuu

“masih kering tidak?” ucap sehun setelah mencium bibir mungil yeojanya itu

“….”

“oh masih ya” ucap sehun lalu

Chuuu

“apa masih kering?” tanya sehun lagi dan rissa pun tetap melongo melihat tingkah namjachingunya

“….”

“yaa apa sekering itu? harus kubasahi lagi? Arasseo.” Ucap sehun sambil menunjukkan smirknya

Chuuu

“sudah 3 kali. Apa masih kering? Atau kau ingin lebih?” tanya sehun sambil menatap usil yeoja yang masih terbengong dihadapannya.

“yaaaa!! OH SEHOON APA APAAN KAU!” rissa langsung berteriak teriak dan memukul mukul dada bidang milik sehun membuat namja itu tertawa senang

“hahahaha omooo lihat wajahmu seperti udang rebus haha”

“yaaa! Kenapa kau melakukannya!” ucap rissa masih dengan muka sebal membuat sehun semakin bahagia

“hahaha mianhae, habis kau menggodaku terus sih….”

“siapa yang menggodamu?!”

“bibirmu tuh selalu menggodaku :p” ucap sehun lalu mencubit bibir yeojachingunya

“kau genit! Ish!”

“biar saja xP”

Dan rissa pun hanya bisa diam dan pasrah sambil memasang muka -_____- didepan sehun. Akhirnya mereka pun memutuskan untuk berjalan jalan keluar karena rasa bosan yang sudah akut. Mereka berdua memutuskan untuk pergi ke sebuah café yang tak begitu jauh dari rumah rissa.

 

Rissa’s pov

Aku dan sehun oppa sudah berada di chocolate café yang tak begitu jauh dari rumahku. Kami berdua memesan bubble tea, minuman kesukaan kami berdua hihi :$ kutatap wajah sehun yang begitu senang karena mendapat minuman kesukaannya itu, dengan kulit seputih susu, hidung mancung dan eye smilenya itu dia terlihat seperti anak kecil yang terlalu tampan. Omoooo, beruntungnya aku menjadi kekasihmu oh sehoon!><

“jangan menatapku sambil terpesona gitu ah” ucap sehun menyadari bahwa sedari tadi aku menatapnya. Aku pun segera mengangkat sebelah alisku

“what did you say? Terpesona?”

“iya. Aku tahu aku sangat tampan :p” ucapnya sambil mehrong didepanku.

“aishhh, pede sekali.”

“hahaha”

Dia tertawa penuh kemenangan membuatku ikut tersenyum melihatnya. Jeongmal saranghae oh sehoon. Aku pun mengalihkan pandanganku ke bubble tea milikku dan mengaduknya asal. Aku hampir melamun ketika sebuah tangan menyentuh pundakku

“rissa-ah” ucap sebuah suara berat membuatku segera mengenalinya tanpa harus memastikan siapa pemilik suara itu. aku pun segera menoleh kearahnya

“kris?”

“waaah ternyata memang benar kau! Haha” ucapnya sambil tersenyum memamerkan deretan giginya yang bagus itu

“ah iya, aku sedang bersamanya” ucapku sambil menunjuk sehun membuat kris menoleh ke arah sehun lalu membungkuk tapi sehun hanya tersenyum terpaksa. Ada apa sih dengannya? Selalu saja seperti itu tiap bertemu kris -_-

“oh begitu, aku bekerja part time disini” ucap kris sambil tersenyum dengan cool. Ya, dapat kupastikan dia banyak penggemarnya

“jinjja? Waaaah pasti pelanggan di café ini bertambah 100% ya semenjak kau bekerja disini?”

“eh? Memangnya kenapa?” tanyanya bingung

“lihat saja caramu tersenyum dan tatapanmu itu. wanita mana yang tidak meleleh hahaha” ucapku usil membuatnya ikut tertawa.

“yaaa, kau ini bisa saja!” ucapnya sambil mengacak acak rambutku

“EHEM!” sehun berdehem dengan cukup keras membuat kris segera menjauhkan tangannya dari kepalaku. Aku? Hanya melongo bingung dengan sehun. Dia terlihat begitu marah, padahal aku dan kai oppa sering seperti ini dan dia tidak marah.

“ah kalau begitu aku kembali bekerja dulu ya rissa-ah, sehun. Annyeong” ucapnya lalu pergi meninggalkan aku dan si namja aneh didepanku ini

“kau itu kenapa sih?” tanyaku pada sehun dan dia menatapku sambil mengangkat sebelah alisnya

“aku kenapa memangnya?”

“aish, kau selalu bersikap tidak baik pada kris. Wae?”

“hemmm jangan membahasnya” ucap sehun dengan malas

“oh sehoon! Wae? Dia temanku”

“teman? Sejak kapan?”

“oh ayolaaah, dia hanya temanku sehun. Kenapa kau sangat aneh sih?”

“sekarang temanmu, besok? Nanti malam?” ucap sehun tanpa menatapku dan hal ini sukses membuatku kesal

“apaansih? Kau itu kenapa bicara begitu? dan tatap mataku saat bicara denganku”

“aku tak suka kau dekat dekat dengannya.” Ucap sehun dan lagi lagi tanpa menatapku. Aku pun segera berdiri dari kursiku dan mengambil tasku dengan kasar. Lebih baik aku pergi dari sini daripada aku meledak disini.

“yaaa! Kau mau kemana?” ucap sehun panik dan segera menyusulku keluar dari café. Beberapa orang melihat kearah kami. Aku tak peduli, aku terus berjalan hingga akhirnya sehun menarik tanganku tepat saat kami sudah berada di depan café

“lepaskan!” ucapku kasar dan menarik tanganku

“kau itu kenapa sih?!” ucap sehun dengan agak membentak membuatku agak kaget

“aku tidak suka sikapmu pada kris!” ucapku setengah berteriak. Orang orang didalam café sepertinya melihat kearah kami dengan penasaran. Tentu saja, kami bertengkar di tempat umum

“aku tidak suka kau dekat dengannya! Aku tidak akan bersikap buruk padanya kalau kau tidak menanggapi dia!” ucap sehun kali ini dia benar benar berteriak padaku

“apa maksudmu?! Aku tak melakukan apa apa dengannya!!” aku berteriak padanya

“jangan berteriak padaku KIM RISSA!!”  bentak sehun membuatku kaget. Penyakit lamanya kembali, suka berteriak padaku. Aku pun menghela nafasku kecewa

“lupakan. Aku mau pulang” ucapku namun lagi lagi dia menarik tanganku

“pulang denganku!” ucapnya

“ani. Aku sendiri saja. Aku ingin sendiri, dinginkan kepalamu aku tidak melakukan apa apa dengan kris.”

“terserahlah! Kau terus membelanya!” ucap sehun kesal dan melepaskan genggaman tangannya lalu pergi dari hadapanku. Tunggu…dia pergi?! Begitu saja? Meninggalkanku? Gila!

 

Sehun’s pov

Aku pergi meninggalkannya sendiri. Ini sama seperti 3 tahun yang lalu. Aku selalu meninggalkannya, tapi kali ini karena aku benar benar tidak tahan dengan sikap baiknya pada namja itu. bahkan sebelum lelaki itu mendekatinya aku sudah tahu dia menyukai rissa. Dari caranya menatap yeojachinguku saja sudah berbeda. Sial, dan parahnya rissa sama sekali tidak peka soal itu.

Aku mengacak rambutku frustasi. Sekarang aku mengkhawatirkannya. Apa dia sudah sampai rumah ya? Tapi kalau ku telfon dia pasti tidak akan mengangkatnya. Lagipula aku yang meninggalkannya…ugh persetan dengan gengsiku yang bodoh ini! aku pun segera menekan tombol ‘call’ pada contactnya

“halo…” ucap suara disebrang sana. Hebat! Dia mengangkat telfonku

“rissa-ah”

“apa?”

“kau…tidak marah padaku?”

“ani. Apa yang harus membuatku marah?” tanya datar.

“kau yakin?” tanyaku. Aku justru takut kalau dia tidak marah sama sekali

“sangat yakin oh sehoon.” Jawabnya lagi dengan lebih datar membuatku semakin takut -_-

“ris…” belum sempat kuselesaikan omonganku sebuah suara berat terdengar oleh telingaku

risssa-ah, maaf membuatmu menunggu. Soal pertemuan kedua orang tua kita…” aku pun membulatkan kedua mataku. Suara kris. Jadi…dia bersama kris? Pertemuan orang tua katanya? Apa maksudnya? Aku saja belum pernah bertemu dengan orangtua rissa.

“ah oppa, mianhae tadi aku sedang berbicara pada kris. Ada apa?” tanya rissa padaku. Kutelan ludahku kelu. Kau bersamanya? Kau bersama lelaki itu?

“kau bersama kris?” tanyaku mencoba menahan diri agar tidak berteriak padanya

“iya, aku belum bilang ya dia itu….”

“KAU BERSAMANYA?! SETELAH AKU MENINGGALKANMU KAU JUSTRU BERSAMANYA?!!” teriakku. Gagal, aku benar benar emosi.

“oppa, jangan berteriak. Dengar…”

“DIAM!! Aku mendengarnya!! Orangtua kalian berdua mau bertemu heh? Bagus sekali!! Dia mau langsung melamarmu?! Daebak!!” ucapku kesal sambil berteriak tak peduli beberapa orang melihatku.

“yaaa! Apa maksudmu? Dengarkan aku dulu sehun oppa”

“kau ingin aku mendengarkanmu? Untuk apa? Untuk membelanya lagi?”

“oppaaaa. Jangan menuduhku terus”

“aku tidak menuduhmu! Terserah kau!”

Klik

Kuputuskan sambungan telfon secara sepihak. Kesabaranku sudah benar benar habis sekarang. Aku pun segera memutar balik langkahku menuju café lagi. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00. aku yakin café itu sudah tutup tapi entahlah. Kakiku menuntunku dengan sendirinya.

 

Kris’ pov

Kutatap yeoja didepanku dengan tatapan iba. Dia sedari tadi hanya mengaduk aduk cappuccino miliknya dan sesekali menghela nafasnya. Café memang sudah tutup dari tadi tapi bosku mengizinkanku untuk singgah disini melihat keadaan rissa yang cukup mengenaskan(?) tadi. Matanya cukup merah, dia menangis. Untungnya dia sekarang sudah tidak menangis. Aku pun duduk dihadapannya dan menatapnya

“gwenchanayo?” tanyaku padanya. dia mengangkat kepalanya dan tersenyum miris padaku

“tidak terlalu baik”

“apa dia marah?”

“dia bahkan menutup telfonnya” ucapnya lirih membuatku semakin iba. Namja itu benar benar deh, kenapa sebegitu cemburunya?

“kau sudah menjelaskan padanya soal hubungan kita?” ucapku padanya, dia menggeleng pelan. Aku pun menghela nafas panjang

“kau harus menjelaskannya rissa-ah” ucapku serius padanya. aku benar benar kasian pada yeoja didepanku ini.

“tak usah dijelaskan. Aku sudah tahu” ucap sebuah suara membuatku dan rissa segera menengok kearahnya. Bingo! Dia sehun. Dia sekarang sedang berdiri dihadapanku dan rissa yang masih bengong melihatnya datang

 

Sehun’s pov

Aku mendengar percakapan mereka. Sudah sangat jelas semuanya. Tanpa harus menjelaskan apa apa lagi kurasa mungkin memang harus aku yang mengatakannya. Aku pun maju beberapa langkah

“tak usah dijelaskan. Aku sudah tahu” ucapku datar dan mereka menengok kearahku dengan kaget. Kaget? Tentu saja! Mereka kepergok olehku

“sehun oppa?” rissa terlihat begitu kaget

“sehun? Duduklah” ucap kris dan mempersilakanku untuk duduk. Cih. Tak sudi

“tak usah. Aku kesini untuk berbicara denganmu rissa” ucapku serius dan rissa pun segera menatapku

“apa oppa?”

“kurasa sudah sangat jelas semuanya. Aku harap kalian berdua bisa bahagia, tak usah menutupi hubungan kalian lagi. Aku tak apa, mungkin kita memang tidak berjodoh rissa-ah. Terimakasih untuk semuanya.” Ucapku sedikit kecewa menghadapi kenyataan mereka berdua memang telah memiliki hubungan spesial. Sangat sakit.

“….” Hening tak ada jawaban. Aku rasa mereka benar benar shock dengan pernyataanku barusan atau…mereka senang?

“pfttttt… HAHAHAHAHA maaf aku sudah tidak tahan lagi! HAHAHAHA” kris tertawa dengan sangat keras membuatku kaget. Ada apa dengannya? Apa ada hal yang patut untuk ditertawakan? Aku pun segera menarik kerahnya

“APA MAKSUDMU TERTAWA HAH? KAU SENANG?” tanyaku membuatnya mengangkat sebelah alisnya

“aigooo, oh sehoon. Kau itu lucu sekali hahahaha” kali ini rissa yang tertawa terbahak bahak membuatku menoleh kearahnya. Ada apa dengan mereka berdua?

“apa maksud kalian?! Puas membuatku kesal dan kecewa heh?” ucapku malas. Aku hampir menangis sekarang. Namun rissa segera berjalan kearahku dan memelukku. Tunggu…memelukku?! O___O

“oppa…dengarkanlah dulu” ucap rissa lembut. Astaga, suara lembutnya membuatku meleleh. Aku pun langsung duduk manis membuatnya tersenyum.

“aku ambilkan minum untukmu ya sehun? Rissa-ah jelaskan padanya ya hahaha aku masih ingin tertawa” ucap kris lalu meninggalkan kami. Cih, namja itu sepertinya sangat bahagia.

Kutatap yeoja disampingku dengan bingung. Dia menggenggam tanganku erat, ada apa sebenarnya? Bukankah dia memilih kris dibanding aku? Ah paling paling ini hanya sebagai ucapan perpisahan

“oppa”

“wae?” tanyaku datar

“kau mengira aku dan kris berpacaran?” tanyanya dan kujawab dengan anggukan

“wae?” lanjutnya lagi. Aku pun memutar kedua bola mataku

“tadi ditelfon kudengar kedua orang tua kalian akan bertemu. Pasti untuk lamaran kan? Kau bahkan baru mengenalnya…aku tidak menyangka rissa-ah” ucapku lirih sambil menunduk. Aku mencoba terlihat biasa saja tapi aku tidak rela.

“pfttt….” Kudengar rissa menahan tawanya. Ayolah apa ini begitu lucu baginya? Karma bagiku mungkin yang dulu terus menerus menyakitinya

“apa? Kenapa kau tertawa?” tanyaku

“oppaaaaa kenapa kau lucu sekali sihhh” ucap rissa lalu mencubit kedua pipiku dengan gemas dan segera memelukku erat

“eh?” ucapku dengan muka polos

“aku dan kris tidak berpacaran apalagi menikah atau lamaran atau semacamnya”

“lalu?”

“kami bersaudara, dia saudara jauhku yang sudah lama tidak bertemu denganku. Kedua orang tua kami ingin bertemu untuk reuni keluarga. Oh ayolah oh sehoon, jangan katakan selama ini kau cemburu pada kris?” tanya rissa sambil tersenyum mengejek.

Apa katanya tadi? Saudara? SAUDARA?!! O___O” kenapa dia tidak mengatakannya padaku?! Jadi selama ini aku……cemburu pada calon saudara iparku?! AAAARGHHHH! *emot jedotin kepala ke tembok*

“sehun oppaaa, gwenchanayo?” tanya rissa lagi sambil menatapku. Aku pun segera menatapnya lekat

“benarkah? Kalian bersaudara?”

“neee, aku tak mungkin berpacaran dengannya pabo namja!” ucap rissa sambil memukul pelan lenganku.

“mianhae…aku…aku….” Entah kenapa rasanya tenggorokanku tercekat tiba tiba. Antara malu sekaligus senang menghadapi kenyataan aku hanya salah paham padanya dan kris

“kau? Kau?”

“mianhae aku sempat cemburu padamu…” ucapku sambil menunduk malu.

“haha gwenchanaaaa” ucapnya riang dan memelukku erat. Aku pun membalas pelukannya. Kukecup singkat bibirnya membuatnya kaget

“YAA!” teriaknya sambil mendorong tubuhku

“night kisseu chagiiii” ucapku usil sambil smirk membuatnya mendengus kesal

“aishhh, dasar genit!!” teriaknya membuat kegaduhan dicafe itu dan kris pun segera datang membawa secangkir cappuccino dan memberinya padaku.

“sudah paham, sehun?” tanya kris sambil tersenyum mengejek padaku

“a..ah mianhae kris” jawabku agak tidak enak dengan sikapku padanya akhir akhir ini.

“hahaha tak apa apa kok. Aku mengerti. Omong omong rissa-ah! Kau harus mengenalkan namjachingumu ini pada orangtuamu sebelum dia cemburu lagi pada setiap namja yang sudah bertemu dengan ahjumma dan ahjussi lebih dulu darinya hahaha” ucap kris sukses membuatku tertunduk malu. Kurasa aku siap bunuh diri jika kris atau rissa menyuruhku.

“ne ne, sehun oppa. Besok kerumahku ne?” tanya rissa sambil tersenyum

“mwo?” ucapku kaget. Besok?

“iya besok kerumahku. Orangtuaku ingin sekali bertemu denganmu, besok mereka akan tiba di korea” ucapnya sambil tersenyum aku pun langsung membalasnya dengan anggukan.

Singkatnya, kami bertiga menghabiskan waktu di café itu. kris bercerita cukup banyak tentang kehidupannya di china. ya, ternyata dibalik kesalahpahamanku ada beberapa hikmahnya. Satu, aku jadi punya teman baru (baca: kris). Dua, besok aku akan segera bertemu mertuaku >///<. Tiga, aku dan rissa bisa makin saling percaya setelah ini(?)

 

Author’s pov

Setelah cukup lama mengobrol, akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk pulang. Kris pulang dengan motornya sedangkan rissa dan sehun berjalan berdampingan, sehun hendak mengambil mobilnya yang masih terparkir dirumah rissa. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan

“rissa-ah” ucap sehun

“wae oppa?”

“saranghae” ucap sehun sambil merangkul yeojachingunya itu

“nado oppa” jawab rissa. Sehun pun segera menundukkan wajahnya dan

Chuuuu

“YAAA!! Apa yang kau lakukan?! Dasar genitttt!!” teriak rissa ditengah jalan itu membuat sehun menutup telinganya sambil tersenyum penuh kemenangan.

 

The End

Fyuuuuuuh~ *lap keringet* okay, author tau ini ff gak layak banget dibaca emang, tapi makasih buat readerdeul yang mau baca apalagi comment+like >< oiya author mau minta maaf karena ada beberapa email yang masuk ke author buat dibikinin ff tapi mianhae ga kepegang karena author lg nyelesein ff yang lainnya daaaan author waktu itu lagi sibuk kuliah. Mian *bow 90 degrees*

 

 

Iklan

27 pemikiran pada “I’m Jealous

  1. Ceritanya romantis bangeeet, haha jadi ngiri deh, kkk
    Belum lagi yg bagian sehun cemburu dan tau kalo ternyata Kris itu saudara iparnya, kk xD
    Daebaak thor. Keep writing ya ~ ^^

Tinggalkan Balasan ke ciciparamidha. Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s